Tag: tips mobil

  • Ini Komponen Mobil yang Perlu Diperiksa Setelah Digunakan Libur Nataru



    Jakarta

    Setelah digunakan buat liburan Nataru (natal dan tahun baru), aktivitas pertama yang sebaiknya dilakukan adalah mengecek komponen mobil lewat servis berkala. Sebaiknya Anda tidak langsung memakai mobil untuk aktivitas rutin, sebelum memastikan kondisinya optimal.

    “Mobil yang diajak berlibur dengan jarak tempuh lumayan jauh di jalan yang padat dan cuaca mudah berubah, jelas akan terkuras tenaganya. Belum lagi saat diajak touring ke wilayah pegunungan dengan mobil penuh penumpang dan barang, plus risiko, melintasi jalanan berlubang dan obstacle lainnya,” terang Nur Imansyah Tara, Marketing Division Head Auto2000, dalam keterangannya, Kamis (04/01/2024).

    Lantas, bagian apa saja dari mobil yang bakal bermasalah jika tidak servis berkala setelah liburan Nataru?


    1. Potensi Mesin Rusak

    Saat liburan Nataru, mesin bekerja keras di jalan. Ketika mobil lupa diganti olinya, cairan ini akan mengalami penurunan kualitas dan juga meningkatkan potensi mesin rusak. Dengan servis berkala, kondisi oli mesin dicek dan diganti sesuai aturan.

    Karena tidak sempat waktu liburan, radiator coolant dapat habis karena tidak pernah dikontrol. Padahal ketika suhu mesin semakin panas, radiator akan berusaha menjaganya supaya tidak overheat. Tentu akan timbul masalah besar andai radiator coolant habis.

    2. Sistem Kelistrikan Terganggu

    Alternator menjalankan tugas yang tidak ringan saat liburan Nataru, yakni memastikan suplai arus listrik untuk beberapa komponen mobil yang butuh tenaga listrik berjalan lancar, seperti wiper, lampu, kaca jendela, dan sistem audio.

    Ketika kondisi alternator kurang baik, aki mobil tak akan mampu bertahan lama. Efek buruknya, mobil susah di-starter, mesin tidak menyala, dan akhirnya mogok. Periksa aki saat servis berkala supaya dapat bekerja optimal dan Anda merasa tenang saat kembali beraktivitas.

    3. Performa Mesin Kurang Optimal

    Busi memegang peran penting pada mesin bensin. Jika busi sudah lemah atau mati, maka performa mesin bakal turun akibat pembakaran tidak stabil. Komponen lain yang berpengaruh besar pada performa mesin adalah semua jenis filter mesin yakni filter udara, filter oli, dan filter bahan bakar. Kotoran yang menyumbat sistem injeksi bahan bakar dapat menurunkan kinerja mesin dan membuat konsumsi bensin boros.

    4. Kaki-kaki Mobil Terganggu

    Perjalanan jauh liburan Nataru menyimpan risiko gangguan pada komponen kaki-kaki mobil. Bagian ini bekerja ekstra berat menopang beban penumpang dan barang saat melewati jalan dengan kondisi yang tidak terprediksi. Risiko kerusakan sangat besar, khususnya kalau mobil kerap menabrak lubang.

    Saat servis berkala, shock absorber berikut komponen pendukungnya diperiksa untuk memastikannya tetap dapat bekerja optimal untuk meredam guncangan di jalan. Sistem kemudi seperti tie rod dan ball joint dipastikan kondisinya tetap prima untuk menjaga kinerjanya.

    Power steering dan komponen lain di kolong mobil ikut mendapatkan perhatian untuk memastikan tidak ada masalah krusial di area yang sulit terpantau ini. Mobil mendapatkan layanan spooring dan balancing sehingga sudut keselarasan roda terjaga.

    5. Jangan Lupakan Ban Mobil

    Ban mobil memegang peran sangat penting saat berkendara, khususnya di masa liburan Nataru. Untuk itu, Anda harus memastikan ban tak ada masalah karena sekarang juga sudah masuk musim hujan. salah satu masalah besar di musim hujan adalah aquaplaning akibat kondisi telapak ban sudah tidak layak.

    Pastikan alur telapak ban masih tebal dan tidak ada yang sobek, termasuk pada dinding ban jangan sampai ada sobek apalagi sampai benjol. Cek tekanan udara ban sesuai rekomendasi Toyota untuk menjaga kinerjanya di jalan. Jangan ragu mengganti ban kalau diyakini kondisinya sudah tidak aman.

    Pastikan Servis Berkala Sebelum Kembali Beraktivitas

    Servis berkala dapat mendeteksi sejak dini kemungkinan kerusakan untuk segera diambil langkah perbaikan. Servis berkala juga memberikan rasa tenang karena mobil sudah diperiksa secara menyeluruh. Terakhir, memastikan klaim garansi tidak gugur jika terjadi kerusakan karena kondisi mobil dan perbaikan tercatat dengan baik.

    Pemeriksaan Saat Servis Berkala

    Selain ganti oli mesin, teknisi bengkel akan melakukan pembersihan sistem pembakaran dan pemeriksaan sistem pengapian guna memastikan mesin dapat bekerja dengan baik dan optimal. Dilakukan pula pengecekan terhadap komponen mesin sesuai dengan masa pemakaian kendaraan dan analisa gas buang untuk melacak potensi masalah.

    Selanjutnya, penyetelan komponen mesin sesuai dengan standar mobil Toyota, serta pemeliharaan lengkap untuk seluruh bagian utama mobil supaya tetap sehat dan andal. Teknisi akan melakukan penggantian komponen mobil yang sudah waktunya diganti sesuai jadwal servis berkala untuk menjaga kondisi mobil.

    (lua/din)



    Sumber : oto.detik.com

  • 5 Komponen Mobil yang Perlu Dicek Setelah Dipakai Jarak Jauh



    Jakarta

    Momen libur telah usai, bagi detikers yang berpergian keluar kota menggunakan mobil pribadi, maka akhir pekan ini menjadi waktu yang tepat buat mengecek kondisi mobil. Dijelaskan Daihatsu dalam keterangan resminya, ada beberapa komponen mobil yang wajib diperiksa setelah digunakan untuk perjalanan jauh. Ini daftarnya.

    1. Oli

    Kendaraan yang digunakan pada jarak jauh dan waktu yang lebih lama dari biasanya, maka tinggi suhu mesin bisa membuat performa oli menurun dan volumenya berkurang. Pastikan tidak terdapat kebocoran dengan melihat adanya rembesan oli atau tidak.


    2. Kaki-kaki

    Kondisi medan jalan yang bervariasi, memaksa komponen ini bekerja ekstra dalam menopang bodi kendaraan. Pastikan kamu memeriksa kondisi shockabsorber, lower-arm, dan jangan lupa keausan ban beserta tekanan angin.

    3. Rem

    Perjalanan panjang dan macet dalam waktu lama memberikan beban pengereman bekerja lebih keras. Pastikan ketebalan kampas rem masih dalam keadaan baik. Kamu bisa mengganti komponen ini apabila memang sudah mencapai batas maksimal dan jangan lupa untuk mengecek minyak rem sesuai rekomendasi yang telah ditentukan.

    4. Filter Bahan Bakar

    Selama perjalanan mudik, kadang kita terpaksa mengisi bahan bakar tidak sesuai dengan kualitas yang direkomendasikan karena ketersediaan bahan bakar di area itu.
    Pastikan juga mengecek filter bahan bakar, dan dapat menggantinya bila diperlukan untuk mengurangi kotoran yang masuk ke dalam komponen ruang bakar.

    5. Interior dan Filter AC

    Pastikan interior kendaraan bersih dari sisa makanan dan minuman di dalam kabin. Lakukan pembersihan secara menyeluruh mulai dari kabin hingga bagasi agar tidak menyebabkan aroma yang tidak sedap dan terhindar dari masuknya serangga ke dalam kabin. Jangan lupa bersihkan saringan udara AC.

    Selain pemeriksaan manual secara mandiri, kamu juga dapat mempercayakan kendaraan kesayangannya dengan membawa ke bengkel resmi yang dilengkapi fasilitas lengkap serta teknisi profesional agar kondisi mobilnya tetap prima setelah digunakan dalam perjalanan panjang.

    (lua/rgr)



    Sumber : oto.detik.com

  • Bukan Hanya Karena Benda Tajam, Kondisi Ini Juga Bisa Bikin Ban Bocor



    Jakarta

    Ban merupakan komponen vital pada sebuah kendaraan. Hal tersebut yang membuat kita perlu menjaga kondisinya dan mempelajari apa saja yang dapat membahayakan performanya. Salah satu kondisi yang berbahaya bagi ban adalah bocor.

    Umumnya ban bocor disebabkan karena terkena objek tajam dan membuat permukaannya bolong. Namun dilansir dari Hyundai Mobil Indonesia, ada hal lain yang perlu diperhatikan dan dianggap dapat membuat ban bocor.

    Pemasangan Tidak Tepat

    Ketika memasang ban baru atau ban serep, penting untuk melakukannya dengan tepat dan presisi. Sebab, menurut Hyundai Mobil Indonesia, pemasangan ban yang tidak tepat berpotensi merusak ban tersebut hingga bocor.


    Tepat yang dimaksud di sini, tak serta-merta dari posisinya, tapi juga dari kondisi bannya. Seluruh bagian dari ban hingga pelek harus dalam kondisi bersih dari kotoran agar tidak memunculkan kemungkinan ban bocor halus di area bibirnya.

    Ban Retak dan Berumur

    Kondisi yang juga dapat membuat ban bocor adalah karena masa pakainya sudah habis. Menurut Hyundai Mobil Indonesia, ban memiliki masa pakai yang spesifik sehingga ketika kondisinya sudah rusak, bukan tak mungkin membuatnya jadi bocor.

    “Ketika ban sudah berumur dan sudah kurang layak dipakai, ban seringkali mengalami retak. Udara bisa keluar dari keretakan ini dan menyebabkan ban bocor,” tulis Hyundai lewat artikel yang mereka unggah pada Kamis (28/12/23) lalu.

    Pentil Ban

    Komponen lain yang penting untuk diperhatikan karena dapat menjadi sumber kebocoran pada ban adalah bagian pentilnya. Peran pentil cukup vital pada ban, sehingga penting untuk melihat kondisinya.

    “Pentil ban yang sudah kurang baik atau kurang tepat pemasangannya bisa menyebabkan ban bocor. Apalagi pentil ban memanglah tempat keluar masuknya udara ketika memompa ban,” tutup Hyundai.

    (mhg/rgr)



    Sumber : oto.detik.com

  • Ternyata Mobil Listrik yang Mogok Nggak Boleh Asal Diderek, Ini Sebabnya



    Jakarta

    Mobil listrik memerlukan perawatan yang khusus. Misalnya saat mobil listrik mogok di jalan, ternyata nggak boleh asal derek. Mobil listrik harus diderek dengan cara yang baik dan benar. Gimana caranya?

    Dijelaskan DFSK dalam keterangan resminya, apabila ingin menderek mobil listrik yang mogok, maka pastikan dilakukan dengan benar dan tepat agar tidak menambah rusak komponen lainnya yang bisa membuat biaya perbaikan semakin bengkak.

    Perhatikan juga kendaraan derek yang digunakan menggunakan model flatbed, sehingga posisi kendaraan yang mogok bisa digendong sepenuhnya di atas kendaraan derek.


    Penggunaan kendaraan derek model flatbed ini untuk meminimalisir kerusakan di motor penggerak apabila dipaksa diderek atau bahkan di dorong terlalu jauh.

    “Kendaraan listrik menggunakan motor penggerak untuk memutar roda dan komponen ini tidak bisa bekerja apabila kendaraan dalam kondisi mati. Oleh sebab itu gunakan derek flatbed apabila kondisi kendaraan mogok, dan segera antarkan kendaraan ke bengkel resmi untuk mendapatkan penanganan yang optimal dari mekanik kami yang sudah terlatih dan jaminan suku cadang yang original,” ungkap Deputy Head of Customer Service Division PT Sokonindo Automobile, Herry Bertus Windyarto.

    Herry mencontohkan model Seres E1 menggunakan Permanent Magnet Synchronous Motor di roda belakang dengan dukungan transmisi otomatis. Jika kendaraan yang dihargai mulai dari Rp 189 juta (on the road DKI Jakarta) ini mengalami mogok dan hendak diderek, hal pertama yang dilakukan adalah memindahkan transmisi ke posisi Netral.

    Kemudian Seres E1 bisa didorong untuk naik ke atas truk derek dan digendong di atasnya. Para insinyur memberikan toleransi untuk mendorong Seres E1 sejauh ±10 Meter. Setelah sampai di atas flatbed, transmisi bisa dipindah ke posisi parking dan roda dikunci untuk mengamankan selama di atas.

    (lua/riar)



    Sumber : oto.detik.com

  • Fortuner Nekat Terobos Banjir, Ini Risikonya



    Jakarta

    Viral di media sosial pengendara Toyota Fortuner nekat menerobos banjir di kawasan Dayeuhkolot Bandung. Nekat menerobos banjir bisa berisiko besar, baik bagi pengendara maupun bagi mobilnya. Apa saja risiko itu?

    Praktisi keselamatan berkendara Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), Sony Susmana, tidak menyarankan mobil menerobos banjir dengan air terlalu dalam. Soalnya, risikonya bukan cuma merusak mobil, tapi juga berisiko buat keselamatan pengendaranya.

    “(Risiko) water hammer sudah pasti. Yang banyak juga terjadi roda masuk lubang entah got, selokan dan lain-lain,” kata Sony kepada detikOto. Selain itu, risiko lainnya mobil atau ban juga bisa terkena benda-benda tajam yang terbawa arus. Benda-benda tersebut juga bisa menghambat putaran roda atau merusak bodi mobil.


    “(Risiko lainnya) mobil terbawa arus kalau genangan sudah tinggi,” ucap Sony.

    Untuk itu, Sony menyarankan agar pengendara membuang kebiasaan nekat main tancap gas terobos banjir. Selain itu, jaga emosi supaya bisa berpikir jernih dalam mengambil keputusan.

    Dari sisi teknis, kalau nekat menerobos banjir berisiko membuat mesin jebol. Hal itu disebabkan oleh air yang masuk ke dalam ruang bakar sehingga tidak bisa terkompresi. Gejala itu disebut dengan water hammer.

    Water hammer adalah kondisi ketika air masuk ke ruang mesin. Air tidak bisa terkompresi oleh mesin sehingga yang terjadi setang piston bengkok bahkan bisa menyebabkan silinder mesin pecah.

    Lalu kalau terpaksa menerobos banjir, Sony bilang, sebaiknya ketinggian air tidak melebihi setengah ban.

    “Lebih baik berhenti dan melihat kondisi genangan di depan untuk titik patokan kemampuan mobil menerabas dengan aman. Lihat roda kendaraan yang ada di depan, ketinggian genangannya maksimal 1/2 ban. Jika aman segera melintas,” sebut Sony.

    Nah, untuk melewati genangan air juga tidak bisa sembarangan. Untuk mobil manual, lewati genangan air dengan gigi rendah. Sony tidak menyarankan menggunakan setengah koplng dan memainkan rpm tinggi. “Supaya tidak menciptakan efek ombak yang bisa membuat air tersedot ke dalam air intake,” katanya lagi.

    Jadi mobil jangan asal terobos banjir kalau tidak mau mendapat masalah besar, atau bahkan terlibat kejadian yang bisa membahayakan diri sendiri.

    (lua/riar)



    Sumber : oto.detik.com

  • Sudah Tahu Belum? Kaca Film Ternyata Ada yang Mengandung Emas



    Jakarta

    Kaca film biasa digunakan pada kendaraan untuk kenyamanan. Kaca film biasanya dipasang untuk menangkal panas masuk ke kabin. Tapi, kaca film ternyata bukan sembarangan lapisan. Bahkan, ada lapisan emas pada kaca film terkini.

    Menurut Vice President Director PT V-KOOL Indo Lestari, Linda Widjaja, di beberapa kaca film terdapat lapisan emas. Bukan buat pamer, lapisan emas ini berfungsi untuk memantulkan panas.

    “VK Series dari V-KOOL menggunakan kaca film multi-layer sputtered metal yang diperkuat dengan emas yang sangat baik dalam memantulkan panas,” kata Linda dikutip Rabu (17/1/2024).


    Menurut Linda, performa kaca film paling baik menolak panas adalah kaca film multi-layer sputtered metal (kaca film dengan beberapa lapisan metal penolak panas). Lapisan emas pada kaca film berfungsi untuk memantulkan panas.

    Linda menjelaskan, kaca filmnya menggunakan bahan tembus pandang super hingga 10 lapisan atom Indium Oxide and Silver yang selanjutnya diperkaya dengan emas. Proses kompleks ini memberi kaca film tersebut performa penolakan panas yang lebih baik tanpa terlihat reflektif atau gelap. Teknologi spectrally selective didasarkan pada teknik penolakan panas.

    “Teknologi Spectrally Selective secara pintar akan meneruskan cahaya tampak (Visible Light Transmission) dan menolak sinar inframerah dan ultraviolet lebih dari 99%. Selain itu, teknologi ini juga meningkatkan visibilitas berkendara di malam hari. Namun, yang terpenting teknologi ini bisa melindungi interior mobil dari pemudaran warna dan juga melindungi pengemudi serta penumpang dari bahaya sinar ultraviolet,” sebut Linda.

    Dijelaskan, ada beberapa jenis kaca film. Ada yang menggunakan metal biasa, ada juga yang pakai non-metal. Untuk kaca film metal biasa, sebagian besar terbuat dari logam biasa seperti aluminium, nikel dan perunggu. Logam-logam ini memiliki beberapa fungsi penolak panas, namun datang dengan tampilan reflektif yang mengganggu dan tidak banyak meneruskan cahaya sehingga membuat mengemudi malam hari menjadi lebih sulit.

    “Metal biasa juga memiliki kelemahan mudah mengalami demetalisasi dan logam yang ditambahkan pada film lebih tidak merata. Logam biasa dan teknologi manufakturnya juga berpengaruh pada harga film. Konsumen harus waspada pada kaca film jenis ini bila dijual lebih tinggi daripada nilai yang seharusnya,” jelas Linda.

    Sedangkan kaca non-metal bisa dibuat dari material seperti oksida dan nitrat. Manfaat dari kaca film jenis ini adalah tidak memiliki permukaan seperti cermin.

    “Tapi performa mereka dalam penolakan panas umumnya rendah. Mereka bekerja seperti ‘spons’, menyerap panas bukannya memantulkan panas. Jadi secara alami mereka diklasifikasikan sebagai penyerap panas. Film non-metal yang sangat murah seperti film yang dicelup bahkan bisa pudar warnanya di bawah paparan sinar matahari. Film non-metal seperti nitrat lebih baik karena memiliki beberapa sifat penolakan panas tetapi biasanya lebih gelap, lebih mudah menyerap panas dan permukaan film rentan retak,” katanya.

    (rgr/lth)



    Sumber : oto.detik.com

  • Waspada Aquaplaning, Ini Tips Aman Mengemudi Mobil saat Kondisi Hujan



    Jakarta

    Hujan kembali mengguyur sebagian wilayah Indonesia. Bagi Anda yang beraktivitas menggunakan mobil saat kondisi hujan, jangan lupa agar selalu menekankan keselamatan. Salah satu yang harus dihindari adalah gejala aquaplaning yang bisa berakibat fatal.

    Dikatakan National Sales Manager TBR (Truck & Bus Radial) Hankook Tire Sales Indonesia Ahmad Juweni, aquaplaning adalah kondisi di mana ban kendaraan kehilangan traksi atau penapakan pada permukaan jalan saat melewati genangan air hujan di jalanan. Fenomena ini dapat menyebabkan pengemudi kehilangan kendali atas kendaraan.

    “Saat menghadapi jalanan licin, diperlukan keterampilan khusus untuk menghindari aquaplaning. Kami mengimbau pengemudi kendaraan agar lebih memperhatikan beberapa komponen penting sebelum berkendara dan menerapkan teknik berkendara aman,” ungkap Juweni dalam keterangan resminya.


    Hankook Tire juga berbagi sejumlah tips untuk mengantisipasi aquaplaning selama musim hujan, antara lain:

    1. Pastikan tekanan udara di setiap ban sesuai dengan rekomendasi produsen. Tekanan udara yang kurang atau berlebihan bisa mempengaruhi kinerja ban dan meningkatkan risiko aquaplaning.

    2. Pengendara perlu memeriksa kedalaman tapak pada setiap ban karena tapak yang aus dapat mengurangi traksi dan meningkatkan risiko kehilangan kendali, terutama saat melintasi jalan basah. Caranya, dengan melihat Tread Wear Indicator (TWI) yang bisa ditemukan di dinding ban. Jika tanda segitiga TWI sudah sentuh tapak ban, maka ban harus segera diganti.

    3. Kurangi kecepatan saat berkendara di jalan yang basah. Makin tinggi kecepatan, makin besar gaya angkat yang terjadi pada ban sehingga semakin mudah ban tergelincir di atas air. Ketika hujan, pengendara disarankan untuk mengurangi kecepatan setidaknya 10 km/jam dari kondisi normal. Perlu diketahui, kecepatan yang lebih rendah bakal memberikan lebih banyak waktu bagi ban untuk mengalami kontak dengan permukaan jalan, meningkatkan traksi, dan mengurangi risiko hilang kendali.

    4. Ketika berkendara dalam kondisi hujan, disarankan untuk menghindari jalur air berlebih di jalanan. Hindari melintasi genangan air yang terlalu dalam, serta jalur dengan air yang mengalir deras, karena hal ini dapat meningkatkan risiko aquaplaning. Sebaiknya, pilih jalur di tengah jalan yang biasanya memiliki kedalaman air yang lebih rendah, sehingga traksi ban dapat tetap optimal.

    Namun, apabila pengendara masih mengalami aquaplaning, hal terpenting yang harus dilakukan yaitu tetap tenang agar tidak kehilangan kendali atas kendaraannya. Cobalah menahan setir tetap lurus dan hindari menginjak pedal rem. Ikuti arah tanpa melawan, dan perlahan koreksi traksi. Hindari pengereman mendadak, sebab bisa membuat ban selip dan melintir. Perhatikan faktor seperti tekanan udara ban, keausan, dan kondisi suspensi untuk mencegah aquaplaning yang lebih parah. Jika memungkinkan, arahkan kendaraan ke tepi jalan untuk mengurangi risiko tabrakan.

    (lua/riar)



    Sumber : oto.detik.com

  • AC Mobil Kurang Dingin? Mungkin Ini Penyebabnya



    Jakarta

    AC adalah fitur penting yang wajib ada di mobil. Seiring pemakaian, AC bisa melemah fungsinya, dicirikan dengan tanda-tanda kurang dingin. Lantas, apa penyebab AC mobil kurang dingin?

    Dijelaskan Auto2000 dalam keterangan resminya, AC mobil bisa menurun fungsinya karena evaporator kotor. Jadi saat mobil digunakan, kotoran dan debu bisa masuk dengan mudah ke kabin. Keadaan akan semakin buruk ketika ada penumpang yang makan di kabin, sehingga remahan dan kotoran semakin banyak.

    Masalahnya, evaporator AC memanfaatkan udara dari kabin mobil. Kalau kondisi di dalam mobil kotor, ada kemungkinan kotoran seperti debu ikut terhisap ke evaporator. Jelas berbahaya bagi kesehatan dan berpotensi merusak evaporator.


    Anda wajib mencegah penumpukan kotoran di evaporator. Kalau dibiarkan kotor bahkan lembap, ada risiko karat tumbuh dan membuat evaporator bocor. Hal ini berefek pada kualitas pendinginan yang menurun dan merembet pada kerusakan lainnya.

    Masalah lainnya adalah tumbuhnya jamur di evaporator. Selain membuat udara tidak dingin dan bau, jamur dapat merusak evaporator dan membawa bibit penyakit ke dalam kabin. Kondisi kabin kotor juga bisa berpengaruh terhadap kualitas filter kabin atau filter AC.

    Selain itu, cek kondisi filter kabin atau filter AC yang bertugas menyaring udara yang diisap oleh evaporator juga bisa berpengaruh. Filter kabin yang kotor akan menghambat aliran udara dan terpenting adalah membawa debu yang akhirnya menempel di permukaan evaporator.

    Kotoran dapat membuat AC mobil tidak dingin dan memicu penyakit pernapasan akibat udara AC yang kotor. Lingkungan sekitar evaporator yang lembap, akan mempercepat proses korosi dan timbulnya bibit penyakit.

    Jangan pernah membersihkan filter kabin dengan udara bertekanan karena akan merobek materialnya. Cukup ketuk perlahan supaya kotorannya terbuang. Tapi kalau sudah terlalu kotor atau saatnya servis berkala, silakan berkunjung ke bengkel terdekat untuk menggantinya dengan yang baru.

    Kondensor AC punya peluang kotor yang tinggi lantaran terletak di belakang gril mobil. Gunakan air bertekanan untuk meluruhkan debu dan kotoran yang menempel. Tapi arah semprotan harus sejajar dengan sirip kondensor untuk menghindari kerusakan sirip tersebut.

    Freon AC pada prinsipinya bersirkulasi di area yang tertutup, jadi sangat kecil kemungkinan habis. Kondisi AC yang tidak terawat dapat membuat kebocoran sehingga perlahan freon habis. Untuk itu, pastikan volume freon tetap penuh dan tidak ada kebocoran di sistem.

    Terakhir, inspeksi kondisi kompresor AC. Berada di ruang mesin yang panas dan kotor, kompresor punya tugas penting memompa cairan refrigerant untuk mendinginkan kabin mobil. Anda harus mengeceknya dari risiko kebocoran pada sambungan selang dan oli kompresor.

    Periksa pula tegangan sabuk pemutar kompresor dari kemungkinan longgar atau potensi putus. Dengarkan jika ada suara aneh dari komponen kompresor AC sebagai penanda masalah seperti kompresi menghilang atau magnetic clutch rusak.

    (lua/riar)



    Sumber : oto.detik.com

  • 5 Masalah Mobil yang Sering Terjadi saat Berkendara di Cuaca Ekstrem



    Jakarta

    Hujan deras turun di pulau Jawa selama beberapa hari. Bagi pengendara mobil, kenali lima masalah mobil yang sering terjadi saat berkendara di cuaca ekstrem.

    Pusat Riset Iklim dan Atmosfer Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), mengungkapkan pulau Jawa berpotensi mengalami cuaca ekstrem berupa hujan deras. Kondisi ini turut berdampak pada kendaraan yang berisiko menjadi lebih rentan akibat suhu udara lembab, serta jalanan yang licin.

    Dijelaskan Hankook Tire dalam keterangan resminya, ada lima masalah mobil yang berpotensi terjadi saat berkendara di cuaca ekstrem. Antara lain:


    Wiper mobil tidak berfungsi

    Beberapa faktor dapat menyebabkan wiper mati, mulai dari karet yang sudah aus, sistem engkol yang kotor, hingga kabel penggerak yang sudah usang. Agar terhindar dari situasi wiper kendaraan tidak berfungsi secara optimal, Anda dapat melakukan beberapa langkah seperti periksa kondisi wiper secara rutin terutama sebelum musim hujan, ganti sekring wiper dengan yang baru jika diperlukan, gunakan juga air wiper yang berkualitas dan sesuai dengan spesifikasi mobil, lalu ganti karet wiper secara berkala, biasanya setiap enam bulan sekali.

    Aki mobil mati

    Suhu udara yang lebih rendah dan kelembapan yang meningkat dapat menyebabkan aki bekerja dua kali lipat, terutama saat menghidupkan mesin. Komponen mobil seperti lampu kabut, unit AC, sound system, dan wiper juga mengkonsumsi lebih banyak tenaga dari aki, yang mengakibatkan kapasitasnya berkurang drastis. Cek aki mobil sebelum berkendara, terutama jika akan melakukan perjalanan ke luar kota. Batasi penggunaan aki jika sudah berusia 2-3 tahun atau sudah menempuh jarak 50.000 km.

    Kaca mobil berembun

    Cuaca dingin dan hujan sering menyebabkan embun terbentuk di kaca. Penyebab lainnya adalah kelembapan dalam kabin mobil karena paparan partikel air dari pendinginan udara AC. Sebelum mengganggu visibilitas dan keamanan berkendara, lakukan service AC tiap tiga bulan sekali untuk mencegah proses pengembunan. Manfaatkan fitur resirkulasi pada mobil untuk mengalirkan udara dari luar ke dalam tanpa mengubah suhu AC, sehingga mencegah perbedaan suhu yang dapat membuat embun terbentuk di kaca mobil.

    Rem tidak pakem

    Ketika berkendara di atas permukaan jalan yang basah, sistem pengereman mungkin menjadi kurang responsif. Air yang terjebak di antara kampas rem dan cakramnya dapat mengganggu kontak antara kedua komponen tersebut. Untuk menghindari kondisi tersebut, pengendara disarankan melakukan perawatan secara rutin untuk memeriksa kondisi minyak rem dan menggantinya, terutama jika mobil sudah mencapai 40.000 km.

    Selain itu, ban yang sudah aus juga dapat mengurangi traksi sehingga membuat mobil sulit berhenti dalam kecepatan tinggi. Pada ban sudah ada simbol Tread Wear Indicator (TWI) untuk membantu pengendara mengukur batas keausan yang diperbolehkan. Jika kembang ban telah mencapai segitiga TWI, sebaiknya segera mengganti ban.

    Risiko aquaplaning

    Aquaplaning adalah kondisi ketika ban mobil kehilangan kontak dengan aspal karena genangan air. Ini mengakibatkan hilangnya traksi dan ketidakstabilan kendaraan. Hal ini disebabkan oleh ketebalan genangan air dan kecepatan mobil yang tinggi, yang membuat alur ban tidak mampu mengalirkan air dengan efektif. Untuk mencegah aquaplaning, hindari kecepatan di atas 60 km/jam saat hujan. Pastikan juga kondisi ban tidak botak, karena hal ini dapat mengakibatkan ban tidak mampu melakukan pembuangan air dan menyulitkan pengereman, sehingga mobil kehilangan kendali.

    (lua/rgr)



    Sumber : oto.detik.com

  • Agar Kilau Cat Mobil Bertahan Lama



    Jakarta

    Merawat bodi mobil bisa dilakukan dengan cara melakukan treatment nano ceramic coating. Setelah melakukan treatment tersebut, apa yang harus dilakukan oleh pengguna mobil supaya kilau cat bisa bertahan lama?

    Dijelaskan Scuto Indonesia dalam keterangan resminya, perawatan bodi mobil setelah dilakukan nano ceramic coating bisa dilakukan dengan sederhana, menyemprotkan air bersih ke seluruh bodi mobil agar kotoran yang agak kasar seperti debu, tanah, dan kerikil halus tersingkir dan terbilas.


    Kemudian untuk hasil maksimal, gunakanlah shampo mobil yang mempunyai Ph yang seimbang. Yang terpenting, jangan pernah mencuci bodi mobil menggunakan sabun cuci piring, deterjen, atau sabun dengan Ph tinggi. Alasannya, karena dapat merusak dan mengikis lapisan cat bodi.

    Selain itu, ada beberapa hal yang sebaiknya diperhatikan ketika mau mencuci mobil. Perhatikan juga teknik mencuci, upayakan jangan mencuci saat terik matahari atau jangan terpapar terik matahari secara langsung, karena dapat meninggalkan noda atau bercak sisa air pada permukaan bodi, dan pastikan pengeringan menggunakan kain microfiber.

    Langkah berikutnya setelah proses mencuci dan pengeringan secara sempurna, untuk menjaga kilau dan performa cat kendaraan, gunakan cairan wax. Cara aplikasinya cukup mudah, semprot ke permukaan bodi dan tunggu sekitar dua detik dan bersihkan secara menyeluruh menggunakan kain microfiber.

    Khusus pengguna mobil listrik, Scuto Indonesia menyelenggarakan program Scuto EcoDrive. Program nasional ini melayani Nano Ceramic Coating atau dikenal dengan istilah ‘laminating’ kendaraan. Program ini berlaku buat para pemilik mobil hybrid dan listrik.

    “Melalui program nasional Scuto EcoDrive, Scuto Indonesia ingin mendukung program pemerintah dalam melestarikan lingkungan dengan memberikan benefit lebih kepada pemilik mobil listrik atau electric vehicle (EV), Battery Electric Vehicle (BEV), Hybrid Electric Vehicle (HEV), dan Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV),” ujar Sugiarto selaku CEO Scuto Group. Program ini berlaku sampai 31 Mei 2024 di 150 outlet yang tersebar di kota-kota di Tanah Air

    (lua/riar)



    Sumber : oto.detik.com