Tag: nama

  • Link Perusahaan Peserta Magang Hub Kemnaker 2025, detikcom Termasuk!

    Link Perusahaan Peserta Magang Hub Kemnaker 2025, detikcom Termasuk!


    Jakarta

    Program magang nasional atau Magang Hub Kemnaker 2025 diikuti oleh ratusan perusahaan, salah satunya detikcom! Pendaftaran program ini sudah bisa dilakukan mulai Selasa (7/10/2025) hingga Minggu (12/10/2025).

    Pendaftaran dan pengelolaan program magang dilakukan melalui akun SIAPKerja dalam laman maganghub.kemnaker.go.id. Data calon peserta yang memenuhi syarat akan dipadankan dengan data dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) RI.


    Terdapat sejumlah bidang perusahaan Magang Hub Kemnaker ini, di antaranya:

    • Industri kreatif dan digital
    • Komunikasi dan informasi
    • Sektor industri
    • Sektor publik
    • Food and beverages
    • Pertanian
    • Logistik dan transportasi
    • Pariwisata
    • Sektor jasa.

    Untuk mengetahui perusahaan mana saja yang menjadi penyelenggara magang atau ingin mencari perusahaan tujuan, maka kalian dapat mengakses laman https://maganghub.kemnaker.go.id/ dan memasukkan nama perusahaan dalam kolom ‘Cari Perusahaan’ yang ada pada sisi kanan.

    Beberapa perusahaan swasta serta BUMN yang termasuk sebagai penyelenggara, selain detikcom, ada Garudafood, Sanken, Toyota Indonesia, KAI, Pertamina, BNI, BTPN Syariah, BTN, dan sebagainya.

    Berdasarkan pantauan detiKEdu pada Senin (6/10/2025) jelang pukul 14.30 WIB, sudah ada lebih dari 600 perusahaan yang tergabung.

    Jadwal Magang Hub Kemnaker

    Program magang ini khusus ditujukan bagi fresh graduate atau lulusan baru perguruan tinggi jenjang D1-D4 dan S1 maksimal 1 tahun. Seperti ini tanggal-tanggal penting yang perlu diketahui:

    • Pendaftaran perusahaan dan usulan program pemagangan: 1-7 Oktober 2025
    • Pendaftaran peserta: 7-12 Oktober 2025
    • Seleksi dan pengumuman peserta magang: 13-14 Oktober 2025
    • Pelaksanaan magang: 15 Oktober 2025.

    Program magang nasional ini merupakan bagian dari Paket Ekonomi 8+4+5 2025 yang diluncurkan oleh Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian (Kemenko Perekonomian) atas arahan Presiden RI Prabowo Subianto.

    (nah/pal)



    Sumber : www.detik.com

  • Sejarah Singkat, Letak, dan Peninggalannya

    Sejarah Singkat, Letak, dan Peninggalannya


    Jakarta

    Sriwijaya termasuk kerajaan besar dalam sejarah Nusantara. Kerajaan Sriwijaya dikenal di jalur perdagangan dunia.

    Berdasarkan catatan Tiongkok, India, hingga Arab, Sriwijaya disebut sebagai pusat maritim dan agama Buddha yang penting. Namun, seperti apa Sriwijaya pada masa dulu?

    Sejarah Singkat: Awal Mula dan Letak Kerajaan Sriwijaya

    Menurut buku Kadatuan Sriwijaya: Perjalanan Suci karya I Made Geria nama Sriwijaya pertama kali muncul di Prasasti Kedukan Bukit (682 M) dan Prasasti Kota Kapur (686 M). Awalnya sempat ditafsirkan sebagai nama raja, tetapi kemudian ahli sejarah George Coedès menegaskan bahwa Sriwijaya adalah nama sebuah kerajaan maritim berbentuk kadatuan (federasi para datu).


    Pendiri Sriwijaya adalah Dapunta Hyang Sri Jayanasa. Dalam prasasti, ia disebut melakukan Perjalanan Suci (Mangalap Siddhayatra) untuk menaklukkan wilayah dan kemudian mendirikan pusat baru di Palembang. Ia juga dikenal sebagai raja beragama Buddha yang membangun Taman Sriksetra demi kesejahteraan semua makhluk hidup.

    Para sejarawan kemudian memperkirakan letak Kerajaan Sriwijaya berada di sekitar teluk Jambi dan ujung jazirah Palembang. Sebagian besar prasasti ditemukan di Palembang, di tepian Sungai Musi. Sungai ini berfungsi vital sebagai jalur perdagangan dari pedalaman ke pesisir.

    Sriwijaya tidak meninggalkan keraton batu megah seperti di Jawa, melainkan pemukiman maritim berupa rumah panggung di rawa-rawa.

    Pada abad ke-11, Kerajaan Cola (India Selatan) menyerang Sriwijaya, menawan raja Sangramawijayottungawarman, dan mengurangi pengaruhnya di Selat Malaka. Perlahan, Kerajaan Sriwijaya mengalami keruntuhan.

    Pemerintahan di Kerajaan Sriwijaya

    Sriwijaya tidak berbentuk kerajaan tunggal, melainkan kadatuan. Berdasarkan Prasasti Telaga Batu, pemerintahan dipimpin seorang datu yang membawahi pejabat-pejabat seperti:

    Senapati (panglima perang)
    Nayaka (bendahara)
    Dandanayaka (hakim)
    Tuhanwatakwurah (kepala perdagangan/pertukangan)

    Struktur ini memperlihatkan betapa terorganisirnya kekuasaan Sriwijaya di masa itu.

    Perekonomian Maritim

    Kerajaan Sriwijaya kemudian berkembang menjadi sebuah kerajaan besar sejak abad ke-7 hingga abad ke-11 Masehi. Hal ini dilihat dari kedudukan kerajaan yang mencakup wilayah-wilayah strategis untuk menjaga dominasi perdagangan laut.

    Kejayaan kerajaan ini memuncak dengan menguasai jalur Selat Malaka. Komoditas perdagangan meliputi lada, pala, cengkeh, kayu gaharu, kapur barus, emas, perak, hingga rempah-rempah.

    Selain perdagangan, kerajaan ini juga memperoleh pendapatan dari bea cukai kapal asing yang singgah di pelabuhannya. Catatan sejarah Arab bahkan menyebut pelabuhan Sriwijaya ramai oleh berbagai bangsa, dari Persia hingga Yunani.

    Agama dan Pendidikan Buddha

    Sriwijaya dikenal sebagai pusat studi Buddha Mahayana di Asia Tenggara. Tokoh seperti I-Tsing (Tiongkok) dan Atisa (Tibet) pernah singgah di sini. Meski begitu, peninggalan arkeologi menunjukkan juga adanya pengaruh Hindu (Siwa, Ganesha) dan Tantrisme, mencerminkan kerukunan antaragama.

    Hubungan Internasional

    Prasasti Nalanda (India) mencatat Raja Balaputradewa mendirikan asrama untuk biksu Sriwijaya di Nalanda.

    Prasasti Ligor (Thailand Selatan) menunjukkan persahabatan antarbangsa lewat pembangunan bangunan suci Buddhis.

    Seberapa Besar Kerajaan Sriwijaya?

    Dikutip dari artikel jurnal How unique was Srivijaya? karya Claessen, H. J. (1995), kisah kejayaan Sriwijaya sebenarnya banyak ditulis, tetapi sejarawan modern menekankan adanya keterbatasan bukti.

    Banyak narasi Sriwijaya berasal dari catatan asing (Tiongkok, Arab, India), bukan sumber lokal. Henri Claessen menyebut Sriwijaya lebih tepat dipahami sebagai maritime polity atau konglomerasi dagang daripada negara terpusat.

    Kekuasaan pusat di Palembang kuat, tapi wilayah lain hanya terikat lewat kerja sama sukarela dan kepentingan dagang, bukan dominasi militer. Kerajaan Sriwijaya bisa dikatakan unik, akan tetapi bukan kerajaan maritim satu-satunya di Asia Tenggara.

    Peninggalan Kerajaan Sriwijaya

    Meski akhirnya meredup, peninggalan Kerajaan Sriwijaya melekat dalam berbagai bentuk, antara lain:

    – Diplomasi damai lewat jalur agama dan budaya.
    – Kerukunan agama tercermin dari bukti Hindu-Buddha.
    – Kepedulian lingkungan lewat Taman Sriksetra.
    – Kesadaran kritis bahwa sejarahnya dibentuk oleh tafsir kolonial dan bukti fragmentaris
    – Prasasti Kedukan
    – Prasasti Telaga Batu
    – Prasasti Karang Berahi
    – Prasasti Palas Pasemah
    – Prasasti Talang Tuo
    – Prasasti Muara Takus

    Itulah informasi mengenai sejarah singkat Kerajaan Sriwijaya hingga peninggalannya. Semoga bermanfaat ya detikers!

    *Penulis adalah peserta magang Program PRIMA Magang PTKI Kementerian Agama

    (faz/faz)



    Sumber : www.detik.com

  • Simulasi TKA Jenjang SMA Digelar 4 Hari, Jangan Sampai Terlewat!

    Simulasi TKA Jenjang SMA Digelar 4 Hari, Jangan Sampai Terlewat!



    Jakarta

    Simulasi TKA jenjang SMA dan sederajat resmi dimulai pada Senin (6/10). Jangan sampai terlewat karena simulasi ini digelar dalam empat hari.

    Sebagai informasi,TKA jenjang SMA akan berlangsung pada November mendatang dengan pengumuman hasil pada Januari 2026. Sebagai bentuk persiapan,Kemendikdasmen telah menyediakan simulasiTKA.


    Lantas, bagaimana cara mengakses simulasi TKA jenjang SMA?

    Link Simulasi TKA 2025 Jenjang SMA

    Berikut langkah-langkah mengikuti simulasi TKA:

    1. Buka laman https://pusmendik.kemdikbud.go.id/tka/simulasi_tka
    2. Pilih jenjang pendidikan (SMA/SMK sederajat)
    3. Pilih jenis mata pelajaran (wajib atau pilihan)
    4. Pilih mata pelajaran yang tersedia
    5. Klik “Mulai Simulasi”
    6. Sistem akan menghasilkan username & password otomatis
    7. Masukkan biodata peserta (nama, tanggal lahir) dan token yang muncul di halaman
    8. Setelah muncul “Konfirmasi Tes” berisi detail tes (nama, waktu, status), klik “Mulai”
    9. Kerjakan soal sesuai alokasi waktu, lalu klik “Selesai Tes” setelah selesai

    Jenis Soal TKA

    Perlu diingat, soal TKA akan dibagi dalam dua macam pilihan ganda, yakni:

    Pilihan ganda biasa: soal dengan hanya satu pilihan jawaban yang benar.
    Pilihan ganda kompleks: soal dengan jawaban benar bisa lebih dari satu.

    Soal TKA tidak mengukur literasi/numerasi umum, melainkan kompetensi mata pelajaran sesuai kurikulum. Namun, soal TKA tetap menekankan pada penalaran dan pemecahan masalah.

    Jadwal Pelaksanaan TKA 2025 Jenjang SMA

    Berdasarkan Surat Edaran Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan Kemendikdasmen Nomor 3866/H.H4/SK.01.01/2025 tentang Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik Tahun 2025. Jadwal TKA untuk jenjang SMA adalah sebagai berikut:

    Senin-Minggu,24 Agustus – 5 Oktober 2025: Pendaftaran murid calon peserta TKA SMA/MA, SMK/MAK/SMALB, Paket C/PKPPS Ulya, dan yang sederajat.
    Jumat-Minggu, 3-5 Oktober 2025: Sinkronisasi simulasi SMA/MA, SMK/MAK/SMALB, Paket C/PKPPS Ulya, dan yang sederajat.
    Senin-Kamis, 6-9 Oktober 2025): Simulasi SMA/MA, SMK/MAK/SMALB, Paket C/PKPPS Ulya, dan yang sederajat.
    Jumat-Minggu, 24-26 Oktober 2025: Sinkronisasi gladi bersih SMA/MA,SMK/MAK/SMALB, Paket C/PKPPSUlya, dan yang sederajat.

    Senin-Kamis, 27-30 Oktober 2025: Gladi bersih SMA/MA, SMK/MAK/SMALB, Paket C/PKPPS Ulya, dan yang sederajat.
    Jumat-Minggu, 31 Oktober – 2 November 2025: Sinkronisasi pelaksanaan SMA/MA, SMK/MAK/SMALB, Paket C/PKPPS Ulya, dan yang sederajat.
    Senin-Kamis, 3-6 November 2025: Pelaksanaan SMA/MA, SMK/MAK/SMALB, Paket C/PKPPS Ulya, dan yang sederajat.
    Sabtu-Minggu, 8-9 November 2025: Pelaksanaan Paket C/PKPPS Ulya, dan yang sederajat.
    Jumat-Minggu, 14-16 November 2025: Sinkronisasi susulan SMA/MA, SMK/MAK/SMALB, Paket C/PKPPS Ulya, dan yang sederajat.
    Senin-Kamis, 17-20 November 2025: Pelaksanaan susulan SMA/MA, SMK/MAK/SMALB, Paket C/PKPPS Ulya, dan yang sederajat.
    Sabtu-Minggu, 22-23 November 2025: Pelaksanaan susulan Paket C/PKPPS Ulya, dan yang sederajat.

    (nir/twu)



    Sumber : www.detik.com

  • Letak Garis Khatulistiwa, Ini 13 Negara yang Dilewati

    Letak Garis Khatulistiwa, Ini 13 Negara yang Dilewati


    Jakarta

    Tahukah detikers bahwa nama negara Ekuador diambil dari kata equator alias khatulistiwa? Ya, garis nol derajat yang membagi Bumi ini bukan hanya penting secara geografis, tapi juga jadi identitas bagi beberapa negara. Yuk, simak negara-negara apa saja yang dilewati!

    Mungkin detikers sudah tak asing lagi mendengar istilah garis khatulistiwa. Garis imajiner yang terletak pada lintang nol derajat (0°) ini membagi Bumi menjadi dua bagian, yaitu belahan utara dan selatan. Panjangnya sekitar 40.075 kilometer, melewati lautan serta daratan di berbagai belahan dunia.


    Mengutip laman ensiklopedia Britannica, khatulistiwa menjadi salah satu garis lintang penting dalam geografi karena menandai wilayah dengan intensitas sinar Matahari yang relatif konstan sepanjang tahun. Inilah sebabnya daerah di sekitar khatulistiwa cenderung beriklim tropis, dengan suhu panas, curah hujan tinggi, serta siang dan malam yang hampir sama panjang.

    Negara-Negara yang Dilewati Garis Khatulistiwa

    Dikutip dari World Population Review, setidaknya ada 13 negara yang dilintasi garis khatulistiwa. Sebagian besar terletak di Afrika, sedangkan sisanya berada di Amerika Selatan serta Asia-Pasifik. Berikut daftarnya:

    1. Ekuador
    2. Kolombia
    3. Brasil
    4. São Tomé dan Príncipe
    5. Gabon
    6. Republik Kongo
    7. Republik Demokratik Kongo
    8. Uganda
    9. Kenya
    10. Somalia
    11. Indonesia (dilewati di beberapa pulau, termasuk Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, hingga pulau-pulau kecil lain)
    12. Maladewa
    13. Kiribati

    Dari total 13 negara di atas, ada 11 yang daratannya benar-benar dilintasi garis khatulistiwa. Sementara itu, di Maladewa dan Kiribati, garis nol derajat ini tidak melewati daratan, melainkan melintasi wilayah perairan di kedua negara kepulauan tersebut.

    3 Negara dengan Monumen Khatulistiwa

    Indonesia merupakan negara tropis dua musim satu-satunya di Asia Tenggara. Pontianak merupakan salah satu kota yang dilewati garis khatulistiwa dan memiliki monumen khusus yang menjadi destinasi wisata dan sarana edukasi. Pontianak juga sering dijuluki sebagai “Kota Khatulistiwa”.

    Ekuador memiliki monumen khatulistiwa bernama Mitad del Muno. Monumen tersebut dibuat sebagai penanda garis khatulistiwa serta ramai dikunjungi wisatawan.
    Uganda juga memiliki monumen penanda garis khatulistiwa. Monumen ini bertempat di Kota Kayawabe dan sekaligus menjadi ikon wisata setempat.
    Perlu diketahui bahwa negara yang terletak di garis khatulistiwa memiliki beberapa kelebihan, di antaranya:

    • Beriklim tropis, panas dan lembab. Cuaca di negara tropis cenderung hangat dan bersahabat.
    • Memiliki kekayaan biodiversitas tinggi, terutama hutan hujan tropis.
    • Dengan lama siang dan malam yang hampir sama, negara-negara khatulistiwa memiliki potensi energi surya yang cukup besar sepanjang tahunnya.

    Di sisi lain, perubahan iklim membuat panas di negara-negara khatulistiwa tidak nyaman bagi warganya untuk beraktivitas di luar ruangan pada waktu-waktu tertentu. Semoga bermanfaat ya detikers!

    (twu/twu)



    Sumber : www.detik.com

  • Kemdiktisaintek Buka Program Magang Perencanaan dan Kerja Sama 2025, Daftar Yuk!

    Kemdiktisaintek Buka Program Magang Perencanaan dan Kerja Sama 2025, Daftar Yuk!


    Jakarta

    Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) buka pendaftaran program Magang Perencanaan dan Kerja Sama (Marenma) 2025 batch 1. Pendaftaran secara daring hingga 12 Oktober 2025.

    Marenma menjadi program magang Kemdiktisaintek yang dikhususkan untuk mahasiswa aktif, terutama yang memiliki mata kuliah wajib magang atau salah satu syarat kelulusan. Selama magang, mahasiswa diharuskan datang ke kantor pada Senin-Jumat selama periode magang Oktober 2025-Januari 2026.

    Dikutip dari postingan Instagram Kemdiktisaintek, Selasa (7/10/2025) berikut informasinya.


    Syarat Daftar Marenma Kemdiktisaintek 2025

    Syarat Umum

    • Mahasiswa aktif pada perguruan tinggi di bawah Kemdiktisaintek.
    • Memiliki mata kuliah wajib untuk mengikuti Program Kerja Lapangan atau magang dari perguruan tinggi masing-masing atau magang sebagai salah satu persyaratan untuk kelulusan.
    • Dapat bekerja secara individual ataupun dalam tim.
    • Diutamakan memiliki alat kerja pribadi sesuai dengan kemampuan yang dimiliki.
    • Diutamakan berdomisili di area Jabodetabek dan siap untuk datang ke kantor.

    Syarat Dokumen

    • Surat pengantar yang ditandatangani oleh pimpinan perguruan tinggi dan ditujukan kepada Substansi Hubungan Masyarakat, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi dengan menyertakan posisi magang yang dilamar.
    • CV yang memuat pas foto terbaru.
    • Surat kesediaan diri untuk mengikuti program magang hingga selesai dan menjalankan semua tugas dengan baik yang ditandatangani di atas meterai.

    Syarat Khusus

    • Menguasai bahasa Indonesia dengan baik dan benar sesuai ejaan yang disempurnakan (EYD).
    • Menguasai Microsoft Office (Word, Excel, PowerPoint, dan lainnya).
    • Menguasai berbagai program desain diutamakan Photoshop dan Canva.
    • Menguasai dan mampu mengaplikasikan prinsip dasar desain visual.
    • Mampu membuat visualisasi dari pesan yang ingin disampaikan.
    • Memiliki pengetahuan/pengalaman terkait konten-konten laman (untuk website) akan menjadi nilai tambah.
    • Memiliki kemampuan bahasa Inggris yang baik.

    Cara Daftar Marenma Kemdiktisaintek 2025

    Berkas persyaratan administratif/dokumen dapat dikirimkan secara daring dengan cara:

    1. Kunjungi tautan https://bit.ly/Magang_Birorenkerma.

    2. Isi data yang dibutuhkan, dari nama lengkap, alamat, jenis kelamin, nama perguruan tinggi, dan nomor induk mahasiswa (NIM).

    3. Unggah dokumen yang disyaratkan, seperti:

    • Surat pengantar yang ditandatangani oleh pimpinan perguruan tinggi dan ditujukan Kepada Biro Perencanaan dan Kerja Sama, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
    • Kartu Tanda Mahasiswa dan Kartu Rencana Studi yang melampirkan Mata Kuliah Magang/KKL/Job Training/dan lainnya.
    • CV yang memuat pas foto terbaru.
    • Surat kesediaan diri untuk mengikuti program magang hingga selesai dan menjalankan semua tugas dengan baik yang ditandatangani diatas materai.

    4. Klik “Submit” untuk mengirim lamaran.

    Jadwal Pendaftaran Marenma Kemdiktisaintek 2025

    • Pendaftaran: hingga 12 Oktober 2025 pukul 23.59 WIB
    • Seleksi berkas: 13-14 Oktober 2025
    • Wawancara: 15 Oktober 2025
    • Penetapan tim Marenma Batch 1 Tahun 2025: 18 Oktober 2025

    Demikianlah informasi tentang program magang Marenma Kemdiktisaintek 2025. Selamat mendaftar detikers!

    (det/pal)



    Sumber : www.detik.com

  • Pemprov Bali Tegaskan Lokasi Bandara Bali Utara Belum Ditentukan

    Pemprov Bali Tegaskan Lokasi Bandara Bali Utara Belum Ditentukan



    Jakarta

    Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali menegaskan bahwa hingga kini belum ada penetapan resmi lokasi pembangunan Bandara di Bali Utara. Pernyataan itu disampaikan untuk merespons tudingan bahwa Pemprov Bali dan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dianggap melecehkan arahan Presiden serta merusak iklim investasi.

    Plt. Kepala Dinas Perhubungan Bali, Nusakti Yasa Weda, menekankan bahwa Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 12 Tahun 2025 tidak secara eksplisit menyebutkan lokasi pembangunan bandara tersebut. Nusakti menjelaskan bahwa Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 12 Tahun 2025 tidak secara eksplisit menyebutkan lokasi pembangunan bandara.

    “Lampiran IV Perpres tentang Arah Pembangunan Kewilayahan untuk Provinsi Bali, memang tercantum sejumlah rencana intervensi strategis, termasuk pembangunan Bandara Internasional Bali Baru/Bali Utara, namun, dokumen tersebut tidak memuat penetapan lokasi maupun nama resmi bandara,” kata dia.


    Sementara beredar narasi-narasi bahwa Bandara di Bali Utara dibangun di Kubutambahan, Buleleng, padahal pemerintah pusat belum sampai tahap penentuan lokasi (penlok), bahkan dengan rencana peralihan lokasi dituding akan merusak iklim investasi.

    Dirjen Perhubungan Udara juga telah menyatakan pembangunan bandara baru di Pulau Dewata itu harus dilakukan sesuai peraturan.

    Sebelumnya Gubernur Bali juga sudah bersurat resmi ke Dirjen Hubla bahwa Kubutambahan dibatalkan dialihkan ke Desa Sumberklampok, pun jika ingin diubah lagi seperti karena hasil studi tidak sesuai, juga dapat melakukan pencabutan usulan namun dengan dokumen persyaratan.

    “Pencantuman Bandara Internasional Bali Baru/Bali Utara dalam Perpres 12/2025 sifatnya masih berupa arahan, penentuan lokasi dan pelaksanaannya wajib mengikuti ketentuan peraturan perundangan yang berlaku, termasuk studi kelayakan teknis dan operasional sesuai standar International Civil Aviation Organisation (ICAO),” ujar Plt Kepala Dishub Bali.

    Nusakti menjelaskan bahwa penetapan lokasi bandara Bali utara tidak mungkin dilakukan tanpa adanya studi yang solid, master plan yang telah disepakati pemerintah, serta ketersediaan lahan yang sudah dikuasai oleh pemrakarsa.

    Oleh sebab itu Pemprov Bali mengajak masyarakat tak terpengaruh dan ikut memahami bahwa saat ini statusnya masih arahan pembangunan tanpa ada keputusan lokasi.

    “Studi yang solid itu harus dilakukan sesuai kewenangan sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan, tanpa studi yang memenuhi kaidah hukum dan teknis, penetapan lokasi bandara tidak akan pernah dilakukan,” kata dia.

    Pemprov Bali menegaskan setiap rencana pembangunan infrastruktur strategis, termasuk bandara, akan dijalankan sesuai norma dan prosedur yang berlaku demi kepastian hukum dan investasi yang sehat.

    Nusaksi juga mengatakan bahwa Gubernur Bali memahami tatanan pemerintahan yang selalu diselenggarakan dengan bersinergi dan berkolaborasi sangat baik antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah untuk kelancaran pembangunan daerah di Bali.

    “Sangat tidak masuk akal sama sekali dan tidak mungkin Gubernur Bali melakukan pelecehan kepada Presiden,” kata dia.

    Adapun intervensi pembangunan prioritas di Bali yang tercantum dalam Lampiran IV Perpres Nomor 12 Tahun 2025 meliputi:

    1. Peningkatan 6A Pariwisata pada 8 KSPN
    2. Pembangunan Tol Gilimanuk-Mengwi
    3. ⁠Pengembangan Kawasan Pariwisata Ulapan
    4. Perencanaan pembangunan Tol Singapadu-Ubud-Bangli-Kintamani menuju Bandara Internasional Bali Baru/Bali Utara
    5. Pembangunan Bandara Internasional Bali Baru/Bali Utara
    6. Pembangunan Pusat Kebudayaan Bali di Klungkung
    7. Pengembangan Pelabuhan Gunaksa
    8. Pengembangan Kawasan Perdesaan Shiny di Tabanan
    9. Program pengurangan risiko bencana Gunung Agung.

    (fem/fem)



    Sumber : travel.detik.com

  • Lokasi Belum Jelas, Desain Sudah Diluncurkan

    Lokasi Belum Jelas, Desain Sudah Diluncurkan



    Jakarta

    Rencana pembangunan Bandara Bali Utara kembali disorot. Kendati desain bandara sudah diluncurkan ke publik, hingga kini lokasi pembangunannya belum jelas. Situasi itu menimbulkan berbagai pertanyaan dan spekulasi, terutama terkait arah kebijakan pemerintah dan kepastian investasi.

    Proyek itu digadang-gadang sebagai langkah strategis untuk mendorong pemerataan pembangunan di Pulau Dewata. Selama ini, Bali Selatan menjadi pusat utama aktivitas ekonomi dan pariwisata, sedangkan wilayah utara dinilai relatif tertinggal. Karena itu, kehadiran bandara di Bali Utara diharapkan bisa membuka akses, mempercepat pertumbuhan ekonomi, serta mengurangi ketimpangan antarwilayah.

    Kementerian Perhubungan menyebut bahwa rencana pembangunan Bandara Bali Utara telah masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029. Namun, dokumen RPJMN tersebut tidak secara spesifik menyebutkan lokasi pembangunan.


    Menindaklanjuti itu, Pemerintah Provinsi Bali mengajukan usulan lokasi kepada Kemenhub untuk diproses lebih lanjut. Awalnya, usulan lokasi berada di Desa Kubutambahan, Kabupaten Buleleng.

    Desain arsitektur Bandara Bali UtaraDesain arsitektur Bandara Bali Utara (Dok. Alien DC)

    Kemudian, Gubernur Bali membatalkan usulan tersebut dan mengajukan lokasi baru di Desa Sumberklampok. Perubahan itu tercantum dalam Surat Gubernur Bali tertanggal 19 November 2020. Meski begitu, penentuan lokasi ini masih belum bersifat final dan tetap bergantung pada hasil studi kelayakan serta persetujuan pusat.

    Plt. Kepala Dinas Perhubungan Bali, Nusakti Yasa Weda, mengatakan bahwa pembangunan bandara tidak bisa hanya bergantung pada semangat politis atau kepentingan investasi semata. Proyek sebesar ini harus ditopang oleh studi yang kuat, rencana induk yang jelas, serta ketersediaan lahan yang sah.

    Dia juga membantah keras tudingan bahwa Pemprov Bali tidak menghormati arahan Presiden. Menurutnya, hubungan antara pemerintah daerah dan pusat selama ini berjalan baik dan saling mendukung.

    “Lampiran IV Perpres tentang Arah Pembangunan Kewilayahan untuk Provinsi Bali, memang tercantum sejumlah rencana intervensi strategis, termasuk pembangunan Bandara Internasional Bali Baru/Bali Utara, namun, dokumen tersebut tidak memuat penetapan lokasi maupun nama resmi bandara,” kata Nusakti dilansir dari Antara, Selasa (7/10).

    Sementara itu, Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Lukman F. Laisa, menegaskan bahwa pembangunan Bandara Bali Utara harus dilakukan sesuai dengan regulasi dan standar keselamatan internasional.

    “Pembangunan Bandara Bali Utara merupakan langkah strategis untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan pemerataan di Pulau Bali. Seluruh prosesnya harus dilaksanakan secara tertib, transparan, dan sesuai ketentuan hukum agar pelaksanaannya dapat dipertanggungjawakan,” kata Lukman dalam keterangan tertulisnya, Senin (6/10).

    Dalam dokumen Perpres 12/2025, pembangunan Bandara Bali Utara memang termasuk salah satu dari sembilan proyek strategis untuk Provinsi Bali. Namun semua proyek tersebut, termasuk bandara, masih dalam tahap perencanaan.

    Masyarakat pun diimbau untuk tidak terpengaruh oleh informasi yang belum pasti. Proyek ini tetap punya potensi besar, tetapi harus dijalankan dengan hati-hati, transparan, dan sesuai hukum agar tidak menimbulkan konflik atau kegaduhan di kemudian hari.

    Desain Bandara Bali Utara Sudah Diluncurkan

    Desain Bandara Bali Utara resmi diluncurkan oleh PT BIBU Panji Sakti pada 24 September 2025. Saat itu disebutkan desain bandara akan mengadaptasi filosofi Tri Hita Karana khas Bali dan bandara dibangun di pesisir Kubutambahan, Buleleng, Bali.

    “Kami terjemahkan secara konkret filosofi itu ke dalam tata ruang, pemilihan material, serta integrasi sebuah bandara internasional dengan lanskap alam Buleleng yang memesona,” ujar CEO Alien Design Consultant (Alien DC), Hardyanthony Wiratama, saat peluncuran desain Bandara Bali Utara.

    Pria yang akarb disapa Hardy itu menegaskan desain yang diusung tidak hanya menekankan aspek fungsionalitas dan teknologi, tetapi juga sarat makna budaya.

    “Kami ingin bandara ini bukan hanya menjadi gerbang modern yang menghubungkan Bali dengan dunia, tetapi juga sebuah ruang yang hidup dan bernapas dengan ruh Bali,” kata dia.

    Secara visual, bandara itu mengusung konsep modern futuristik dengan teknologi tinggi, tapi tetap menghadirkan identitas Bali yang kuat. Terminal dirancang ramah lingkungan dengan penggunaan energi terbarukan, sirkulasi udara alami, serta integrasi lanskap hijau yang memadukan panorama pegunungan dan laut Buleleng.

    Dari sisi kapasitas, bandara ini diproyeksikan mampu menampung lebih dari 20 juta penumpang per tahun, dengan potensi pengembangan hingga 50 juta penumpang. Kemudian, dua landasan pacu sepanjang 3.600 meter akan dibangun, sehingga mampu melayani pesawat berbadan lebar seperti Airbus A380 dan Boeing 777.

    Terminal penumpang utama akan menempati lahan seluas 200 ribu meter persegi, sementara terminal kargo modern diproyeksikan memiliki kapasitas hingga 250 ribu ton per tahun.

    Tak hanya sebagai pusat konektivitas internasional dan pendukung pariwisata, bandara ini juga diproyeksikan menjadi simpul logistik strategis yang memperkuat perdagangan dan ketahanan pangan nasional.

    Dari sisi ekonomi, pembangunan Bandara Bali Utara diperkirakan menyerap lebih dari 200 ribu tenaga kerja, baik langsung maupun tidak langsung.

    Kehadirannya digadang-gadang memberi dampak signifikan bagi pertumbuhan pariwisata Bali Utara, memperluas akses pasar bagi produk lokal, mempercepat distribusi hasil pertanian, sekaligus membuka peluang investasi baru di sektor perhotelan, transportasi, hingga ekonomi kreatif.

    Sementara itu, Direktur Utama PT BIBU Panji Sakti, Erwanto Sad Adiatmoko, menegaskan bahwa groundbreaking pembangunan Bandara Bali Utara ditargetkan dapat dilakukan secepatnya pada tahun ini.

    “Peluncuran desain hari ini menunjukkan bahwa kami sudah siap. Sekarang tinggal menunggu waktu untuk groundbreaking agar target operasional di 2028 bisa tercapai. Kalau mau mengejar target itu, 2025 ini harus sudah groundbreaking. Mudah-mudahan dalam 1 sampai 2 bulan ke depan bisa terlaksana,” ujar Erwanto.

    (fem/fem)



    Sumber : travel.detik.com

  • Wisata Gunung Dago, Tempat Piknik Baru dengan Pemandangan Gunung di Bogor

    Wisata Gunung Dago, Tempat Piknik Baru dengan Pemandangan Gunung di Bogor

    Bogor

    Bogor punya wisata alam dengan pemandangan pegunungan. Salah satunya adalah wisata gunung Dago yang bisa jadi tempat piknik kamu bersama keluarga berikutnya.

    Ketika ada keluarga yang datang berkunjung ke rumah, saya coba mengajak untuk refreshing dadakan. Kemudian cari dan dapat suatu tempat dengan nama Wisata Alam Gunung Dago.

    Terletak di Desa Dago, Cikuda Wanaherang, Parung Panjang, Bogor, tempat ini menawarkan pemandangan alam yang indah dengan suasana pegunungan yang asri.


    Mari berangkat walau suasana mendung dan gerimis tetap gasssss. Biasanya jika nuansa wisata alam sepertinya cocok buat keluarga, karena kita ingin bersantai menikmati alam pegunungan dengan membawa perbekalan makan, minum, snack untuk dinikmati.

    Tak lupa kita membawa tikar untuk kumpul dan makan bersama keluarga yang diiringi gerimis kecil dan tiupan angin sepoi-sepoi. Tiket masuk ke Gunung Dago Rp 35.000 per orang, sudah termasuk parkir dan naik kendaraan Jeep menuju ke atas.

    Dan yang paling seru adalah ketika naik mobil Jeep ke atas gunung melintasi jalan yang berkelok kelok dan kadang disengaja oleh pengemudinya dengan ngebut di tikungan. Pokoknya seru deh!

    Dari atas, kita lihat masih banyak hutan-hutan hijau yang masih alami, serta jalur-jalur pendakian yang cocok untuk penggemar aktivitas luar ruangan. Kalian bisa trekking ringan di antara pepohonan rimbun, menghirup udara segar, serta menyaksikan pemandangan perbukitan yang menawan dari puncaknya.

    Selain itu, kawasan Gunung Dago juga sering dijadikan lokasi kemping dan piknik karena suasananya yang tenang, jauh dari hiruk-pikuk perkotaan.

    Bagi para pencinta fotografi, tempat ini juga menawarkan spot-spot menarik untuk menangkap momen alam yang indah, seperti spot I Love U, spot sayap, jam kayu, jendela dunia, bulan sabit dan sarang burung.

    Dengan akses yang relatif mudah dari pusat Kecamatan Parung Panjang, Gunung Dago menjadi destinasi yang ideal untuk wisatawan lokal maupun dari luar daerah yang ingin menikmati liburan singkat di tengah alam tanpa harus bepergian jauh.

    Gunung Dago menawarkan berbagai aktivitas menarik antara lain wahana ATV, sepeda gantung, ayunan, dan flying fox yang cocok untuk pengunjung yang menyukai tantangan. Jika bawa anak-anak, ada wahana becak kecil yang pasti disukai.

    Ada juga yang namanya Kampung Adat, Pengunjung juga dapat menjelajahi kampung adat yang memberikan pengalaman budaya yang unik.

    Fasilitas lain di Gunung Dago cukup lengkap, seperti Villa Bambu, Camping, Kolam Renang. Untuk Saung dan Gazebo disediakan secara gratis, tempat ini untuk bersantai, istirahat dan menikmati suasana alam.



    Sumber : travel.detik.com

  • Kesaksian Warga Deli Serdang yang Lihat Langsung Penampakan si Belang

    Kesaksian Warga Deli Serdang yang Lihat Langsung Penampakan si Belang



    Deli Serdang

    Sejumlah warga Deli Serdang memberikan kesaksian mereka bertemu dengan ‘Si Belang’ alias Harimau Sumatera yang sempat meninggalkan jejaknya beberapa waktu lalu.

    Beberapa warga Deli Serdang mengaku sempat melihat langsung harimau tersebut. Kepala Bagian Tata Usaha Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumatera Utara (Sumut) Andar Abdi Saragih menceritakan awal mula warga pertemuan warga dengan Harimau Sumatera itu.

    Andar mengatakan peristiwa itu berawal pada 17 September 2025. Saat itu, petugas Taman Wisata Alam (TWA) Sibolangit menerima laporan dari masyarakat Desa Tanjung Beringin soal adanya jejak harimau di areal kebun masyarakat.


    “Petugas segera bergerak menuju lokasi temuan jejak dan bertemu dengan pelapor atas nama Abdul Ginting. Pelapor menyampaikan bahwa dia sudah melihat langsung satwa Harimau Sumatera pada pukul 10.00 WIB ketika hendak bekerja di kebun,” kata Andar dalam keterangan tertulisnya, Senin (6/10/2025).

    Setelah itu, petugas bersama masyarakat menuju lokasi. Dari hasil pengecekan, jejak tersebut diduga merupakan jejak harimau yang berjarak sekitar 4,4 km dari kawasan Taman Hutan Raya (Tahura Bukit Barisan).

    Lalu, pada 23 September 2025, petugas resort TWA Sibolangit menerima laporan adanya temuan jejak baru di Desa Durin Simbelang, Kecamatan Pancur Batu. Petugas bersama pemerintah setempat mengecek ke lokasi dan menemukan jejak lagi.

    Keesokan harinya, jejak satwa liar juga ditemukan di tepian sungai di Dusun Bekukul, Desa Tiang Layar. Petugas pun kembali mengecek penemuan jejak harimau itu.

    “Pada Kamis, 25 September 2025, petugas TWA Sibolangit didampingi Kepala Seksi Konservasi Wilayah II Stabat melakukan pengecekan lapangan di Desa Tiang Layar. Berdasarkan hasil pengecekan lapangan, tidak ditemukan jejak yang baru. Sebagai upaya mitigasi, petugas melakukan patroli malam bersama-sama dengan masyarakat dan menembakkan petasan sebagai upaya penghalauan satwa liar,” sebutnya.

    Lalu pada 26 September 2025, petugas TWA Sibolangit kembali mendapatkan laporan soal temuan jejak harimau di Desa Sembahe dan Desa Buah Nabar, Kecamatan Sibolangit. Petugas juga menerima laporan adanya masyarakat yang mendengar auman satwa liar di Namo Keling.

    Tak sampai di situ, pada 30 September 2025, petugas kembali menerima informasi dari Kepala Desa Ujung Deleng, Kecamatan Sibolangit terkait penemuan jejak diduga harimau ketika sedang beraktivitas di kebun sawit. Berdasarkan laporan tersebut, petugas segera berangkat ke Dusun Namo Keling, Desa Sukadame.

    Menurut informasi masyarakat Desa Sukadame, tidak terdengar lagi suara auman. Meski demikian, masyarakat tetap merasa khawatir ketika beraktivitas di kebun.

    Masyarakat Deli Serdang Diimbau Waspada

    Petugas tetap mengimbau masyarakat untuk tetap waspada. Tim kemudian melanjutkan pencarian informasi ke Desa Tanjung Beringin.

    “Dari hasil wawancara dengan masyarakat, tidak ditemukan jejak baru maupun suara yang mengindikasikan keberadaan Harimau Sumatera,” ujarnya.

    Setelah itu, petugas menerima laporan dari Camat Sibolangit soal warga di Desa Sirugun yang melaporkan melihat langsung satwa diduga Harimau Sumatera. Petugas pun segera bergerak menuju Desa Sirugun.

    “Menurut keterangan beliau (warga saksi mata) sekitar pukul 09.30 WIB ia melihat satwa yang diduga Harimau Sumatera melintas di kebunnya. Petugas segera melakukan pengecekan lapangan, tetapi tidak ditemukan jejak. Diduga karena kondisi tanah tertutup dedaunan kering. Lokasi kejadian berada di kawasan Tahura Bukit Barisan,” jelasnya.

    Andar mengatakan petugas menyalakan beberapa petasan dan dua kali letusan senjata api untuk menghalau satwa agar kembali masuk ke dalam hutan. Lalu, pada 1 Oktober 2025, petugas bersama masyarakat kembali mengecek ke Desa Ujung Deleng.

    Hasil pengecekan menunjukkan bahwa jejak yang ditemukan memang jejak Harimau Sumatera. Dari pengamatan lapangan, kata Andar, satwa diduga melintas di kebun sawit milik masyarakat.

    Kemudian, harimau bergerak ke arah Desa Sirugun dan diduga kembali ke dalam kawasan Tahura Bukit Barisan.

    “Berdasarkan hasil penelusuran hingga batas kawasan Tahura, petugas tidak menemukan jejak baru. Hal ini mengindikasikan bahwa kemungkinan satwa tersebut telah kembali ke habitat alaminya di Tahura Bukit Barisan melalui jalur kebun masyarakat,” kata Andar.

    Untuk langkah mitigasi, petugas menghidupkan beberapa petasan di sekitar lokasi. Selain itu, petugas juga menyerahkan persediaan petasan kepada Pemerintah Desa Ujung Deleng dan Desa Sirugun agar dapat digunakan jika satwa kembali mendekati pemukiman.

    “Imbauan kepada masyarakat agar tidak melakukan aktivitas ke kebun secara sendirian, meningkatkan kewaspadaan terhadap keberadaan satwa liar di sekitar kebun dan segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan jejak, suara atau tanda keberadaan Harimau Sumatera,” pungkasnya.

    ——–

    Artikel ini telah naik di detikSumut.

    Lihat juga Video ‘Cerita Penjaga Hotel saat Temukan Macan Tutul ‘Staycation’ di Hotel Bandung’:

    (wsw/wsw)



    Sumber : travel.detik.com