Blog

  • Itinerary Sehari Hemat Buat Akhir Pekan



    Jakarta

    Bekasi bisa menjadi tujuan akhir pekan traveler buat healing sejenak. Berikut rekomendasi liburan sejenak di Bekasi.

    Wisata di Bekasi ini mencakup Kota Bekasi dan Kabupaten Bekasi. Kini, akses ke Bekasi lebih mudah dengan transportasi publik. Selain kereta api, Bekasi terhubung dengan Transjabodetabek.

    Bekasi memiliki beragam destinasi wisata, mulai dari wisata alam, taman permainan buatan, hingga tempat-tempat bersejarah.


    Healing Hemat di Bekasi Saat Akhir Pekan:

    Berikut tujuh rekomendasi tempat wisata di Bekasi yang cocok untuk anak-anak dan keluarga, lengkap dengan daya tarik, jam buka, dan harga tiket masuknya.

    1. Taman Hutan Kota Bekasi

    Sejumlah pohon di kawasan Hutan Kota Bekasi mati saat musim kemarau tahun ini.Hutan Kota Bekasi (Rengga Sancaya)

    Alamat: Jalan Veteran No 46, Marga Jaya, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi.
    Jam buka: 06.00-22.00 WIB.
    Harga tiket: gratis.

    Traveler tidak perlu mengeluarkan uang untuk membayar tiket masuk di Taman Hutan Kota Bekasi. Traveler bisa datang langsung ke kawasan Alun-alun M Hasibuan Kota Bekasi.

    Sempat tidak terurus dan menjadi pangkalan pedagang kaki lima, kini Hutan Kota Bekasi kembali rapi dan bisa digunakan untuk berbagai aktivitas pengunjung. Saat sore dan malam hari, kawasan ini sering dijadikan tempat nongkrong, ada pula yang berolahraga.

    2. Deltamas Hill

    Lokasi: Hegarmukti, Kecamatan Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi.
    Jam buka: 06.00 – 18.00 WIB.
    Harga tiket masuk: gratis namun ada biaya parkir Rp 20 ribu untuk motor dan Rp 50 ribu untuk mobil.

    Deltamas Hill atau Sabana Deltamas berada di kawasan Kota Deltamas. Tempat ini memiliki hamparan rumput yang luas sehingga menarik untuk tempat berfoto.

    Biasanya tempat ini dipakai untuk foto pre-wedding. Di sini, traveler bisa menikmati sunset. Dari Kota Bekasi, jaraknya sekitar 40 menit untuk mencapai lokasi ini.

    3. Pantai Muara Beting

    Lokasi: Desa Pantai Bahagia, Kecamatan Muara Gembong, Kabupaten Bekasi.
    Jam buka: 08.00-21.00 WIB.
    Harga tiket masuk: Rp 20 ribu.

    Bekasi juga memiliki pantai, yaitu Pantai Muara Beting yang berada di ujung utara Kabupaten Bekasi. Lokasi pantai ini cukup jauh dari pusat Kota Bekasi, yakni sekitar 60 km atau ditempuh dalam waktu sekitar 2,5 jam.

    Pantai ini berpasir hitam dengan pepohonan dan tanaman kecil di tepi pantai. Di pantai ini, traveler bisa menikmati pemandangan indah matahari terbenam. Kalian juga bisa naik perahu menyusuri sungai yang terhubung dengan laut.

    4. Pantai Mekar

    Kawasan hutan mangrove Muara Jaya, Desa Pantai Mekar, Muara Gembong, Kabupaten Bekasi, menjadi objek wisata warga. Warga berwisata dan bersantai di kawasan yang sejuk ini.Kawasan hutan mangrove Muara Jaya, Desa Pantai Mekar, Muara Gembong, Kabupaten Bekasi, menjadi objek wisata warga. (Agung Pambudhy)

    Lokasi: Pantai Mekar, Kecamatan Muara Gembong, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.
    Jam buka: 08.00-22.00 WIB.
    Harga tiket masuk: sekitar Rp 5 ribu untuk ke wisata mangrove.

    Pantai lain yang bisa dikunjungi di Bekasi adalah Pantai Mekar. Pantai Mekar masuk dalam program Mugekiwari (Muaragembong Kawasan Indah Wisata Bahari.

    5. Situ Rawa Gede Kota Bekasi

    Lokasi: Jalan Rawa Gede, Bojong Menteng, Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi, Jawa Barat.
    Harga tiket masuk: Rp 10 ribu (belum termasuk wahana).
    Jam buka:

    Weekday: 07.00-18.30 WIB.
    Weekend 07.00-20.00 WIB.

    Dikutip dari Jurnal Arsitektur dan Perencanaan Universitas Pelita Bangsa Vol III No 1, Februari 2017, Situ Rawa Gede merupakan danau alami seluas 7,3 hektare. Fungsi utamanya sebagai daerah resapan air untuk menanggulangi bencana banjir.

    Kini danau tersebut juga dimanfaatkan untuk tempat wisata yang berada di tengah kota. Di sekeliling danau terdapat sejumlah tempat untuk menikmati danau, seperti warung dan tempat pemancingan.

    6. Trans Snow World Bekasi

    Traveler yang mau main salju buat liburan, wajib datang ke Trans Snow World Bekasi. Tempat wisata ini lagi banting harga khusus buat temani liburan kamu!Trans Snow World Bekasi (Agung Pambudhy)

    Lokasi: Jalan Cut Mutia No 180, Margahayu, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi.

    Jam Buka:
    Senin – Jumat : Pkl 11.00 – 19.00 WIB
    Sabtu, Minggu & Hari Libur : Pkl 10.00 – 20.00 WIB
    Last Entrancee 2 jam sebelum Jam Tutup
    Harga tiket masuk: mulai dari Rp 145 ribu

    Trans Snow World adalah taman hiburan yang menyediakan tempat bermain salju buatan di dalam ruangan. Di sini traveler bisa bermain lempar salju seperti di negara-negara subtropis.

    Terdapat lereng buatan untuk berseluncur dengan ban atau ski. Kamu juga bisa berkeliling naik chair lift. Tempat wisata ini sangat dingin, sehingga kalian harus pakai baju hangat. Jika tidak bawa, kalian bisa menyewa peralatan dan perlengkapan di sini.

    7. Gedung Juang 45 Bekasi

    Gedung Juang 45 Tambun. (Agung Pambudhy)
    Lokasi: Jalan Sultan Hasanudin No 39, Mekarsari, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi.
    Jam buka: 09.00-16.00 WIB.
    Harga tiket masuk: gratis.

    Bekasi juga memiliki tempat bersejarah, antara lain Gedung Juang 45 yang merupakan simbol perjuangan rakyat Indonesia. Gedung Juang 45 kini dimanfaatkan sebagai museum dengan berbagai koleksi artefak bersejarah. Selain itu, gedung ini juga menjadi tempat berkumpul para komunitas di Bekasi.

    (fem/fem)



    Sumber : travel.detik.com

  • 5 Destinasi Wisata yang Sama Dinginnya dengan Kota Batu


    Jakarta

    Detikers yang suka dengan dinginnya Kota Batu sebagai tempat healing atau liburan, maka bisa jai kota berikut jadi favorit untuk me time atau menghabiskan waktu bersama keluarga. Tak hanya dingin, kota ini juga menawarkan fasilitas dan layanan sesuai kebutuhan turis

    5 Kota yang Sama Dinginnya dengan Kota Batu, Jawa Timur

    Beberapa wilayah di Indonesia yang suhunya sama, lebih dingin, atau sedikit lebih rendah dibanding Kota Batu

    1. Malang di Jawa Timur

    Wisatawan memotret rekannya saat berkunjung di Agrowisata Bukit Kuneer, Wonosari, Malang, Jawa Timur, Sabtu (26/4/2025). Wisata alam yang berada di tengah perkebunan teh dengan ketinggian 1.250 meter diatas permukaan laut (mdpl) tersebut setiap hari rata-rata dikunjugi sekitar 300 hingga 500 orang wisatawan. ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto/nzWisata Bukit Kuneer Malang (dok. ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto/nz) Foto: ANTARA FOTO/ARI BOWO SUCIPTO

    Daya tarik: Jatim Park, Kampung Warna-warni Jodipan, Alun-alun Malang


    Saat ini, Kota Batu dan Kota Malang tergabung dalam area Malang Raya yang sama-sama menawarkan hawa sejuk serta dingin bagi pengunjung. Wisata alam, budaya, dan sejarah bisa dinikmati selama liburan sendiri atau bersama keluarga.

    2. Lembang, Jawa Barat

    Puluhan ribu wisatawan memadati taman wisata alam (TWA) Tangkuban Parahu di Cikole, Lembang, Kabupaten Bandung Barat.Taman Wisata Alam (TWA) Tangkuban Parahu di Cikole, Lembang, Kabupaten Bandung Barat (dok. Yudha Maulana)

    Daya tarik: Tangkuban Perahu, Observatorium Booscha, Wisata Maribaya

    Bagi warga Jabodetabek, Lembang langsug terpikir sebagai tempat dingin sejuk yang pas untuk liburan. Apalagi Lembang relatif mudah diakses dengan kendaraan umum, online, atau pribadi. Lembang juga menyediakan banyak fasilitas dan sarana yang mudah diakses.

    3. Ciwidey dan Pangalengan, Jawa Barat

    Objek wisata Kawah Putih CiwideyObjek wisata Kawah Putih Ciwidey Foto: Yuga Hassani/detikJabar

    Daya tarik: perkebunan teh, Kawah Putih, Ranca Upas

    Ciwidey dan Pangalengan jadi pilihan lain bagi penyuka tempat wisata dengan hawa sejuk dan adem. Turis bisa ambil paket wisata atau datang langsung ke tiap spot yang dikehendaki. Turis bisa bermalam di berbagai fasilitas penginapan yang tersedia, supaya bisa lebih lama menikmati daerah Ciwidey dan Pangalengan.

    4. Dieng, Jawa Tengah

    The Heaven Glamping & Resto Wonosobo, tempat glamping dekat DiengThe Heaven Glamping & Resto Wonosobo, tempat glamping dekat Dieng Foto: Dok. Instagram @theheaven.wonosobo

    Daya tarik: lihat sunrise di Bukit Sikunir, Kawah Sikidang, Candi Arjuna

    Catatan: Dieng punya banyak pesona dan kelebihan selain hawa dingin dan sejuk. Tiap kali musim liburan, Dieng selalu kebanjiran pengunjung baik yang mau trekking atau datang ke salah satu spot wisata. Para turis bisa datang sendiri, bersama keluarga, atau tema-teman terdekatnya.

    5. Tawangmangu, Jawa Tengah

    Air terjun Grojogan Sewu di Tawangmangu, Karanganyar, Jawa Tengah.Air terjun Grojogan Sewu di Tawangmangu, Karanganyar, Jawa Tengah. Foto: Getty Images/iStockphoto/benito_anu

    Daya tarik: Grojogan Sewu, Sarangan Cemoro Sewu

    Berada dekat Gunung Lawu, kawasan Tawangmangu sudah lama terkenal dengan hawa sejuk dan dingin yang cocok untuk liburan. Untuk menikmati keindahan air terjun Grojogan Sewu kamu harus naik ribuan tangga sebelum sampai tujuan. Jika lelah, pengunjung bisa beristirahat di pos yang disediakan di sepanjang jalur tangga. Di pos juga ada beragam makanan dan minuman yang disediakan penduduk sekitar.

    (row/fem)



    Sumber : travel.detik.com

  • 7 Lokasi Sunrise Lebih Spektakuler dari Bromo



    Jakarta

    Berburu sunrise di gunung menjadi salah satu daftar wajib pendaki. Tak cuma Bromo, gunung-gunung ini punya sunrise yang lebih spektakuler.

    Sunrise tentu berbeda dengan sunset. Ada esensi tersendiri yang dirasakan saat seseorang berburu sunrise di gunung.

    Gerak dramatis matahari muncul cari balik awan membuat cakrawala romantis tanpa bisa ditepis, layaknya samudera dengan suasana magis. Apalagi, butuh pengorbanan dalam mencapainya.


    Gunung Bromo menjadi tempat favorit untuk berburu sunrise. Kecantikannya yang disebut-sebut serupa Mars dan zaman purba itu membuat banyak turis internasional berbondong-bondong datang untuk melihatnya.

    Sebenarnya, Indonesia punya banyak gunung dengan sunrise yang tak kalah spektakuler dari Gunung Bromo.

    7 Lokasi Sunrise Lebih Spektakuler dari Bromo

    1. Gunung Rinjani, Lombok, Nusa Tenggara Barat

    – Lokasi: Taman Nasional Gunung Rinjani, Lombok
    – Waktu terbaik: Mei-September
    – Keunikan: Sunrise di atas danau kawah Segara Anak dengan latar belakang Gunung Barujari.

    2. Gunung Semeru, Jawa Timur

    – Lokasi: Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, Jawa Timur
    – Waktu terbaik: Mei-September
    – Keunikan: Sunrise di puncak Mahameru dengan pemandangan Gunung Bromo dan laut awan.

    3. Gunung Jayawijaya (Puncak Jaya), Papua

    – Lokasi: Taman Nasional Lorentz, Papua
    – Waktu terbaik: Maret-Oktober
    – Keunikan: Sunrise di puncak Jayawijaya dengan pemandangan gletser dan pegunungan.

    4. Gunung Agung, Bali

    – Lokasi: Taman Nasional Gunung Agung, Bali
    – Waktu terbaik: Mei-September
    – Keunikan: Sunrise di puncak Gunung Agung dengan pemandangan Pulau Bali dan Gunung Batur.

    5. Gunung Tambora, Nusa Tenggara Barat

    – Lokasi: Kabupaten Bima dan Kabupaten Dompu, Provinsi NTB.
    – Waktu terbaik: Juli-Agustus
    – Keunikan: Sunrise di Gunung Tambora sangat memukau. Cahaya matahari yang menyembul di balik awan, dipadukan dengan siluet padang savana yang hijau. Setiap jalur pendakian resmi di Gunung Tambora menawarkan pengalaman sunrise yang berbeda.

    6. Gunung Merapi, Jawa Tengah

    – Lokasi: Taman Nasional Gunung Merapi, Jawa Tengah
    – Waktu terbaik: Mei-September
    – Keunikan: Sunrise di puncak Gunung Merapi dengan pemandangan Gunung Merbabu dan Kota Yogyakarta.

    7. Gunung Kerinci, Jambi

    – Lokasi: Taman Nasional Kerinci Seblat, Jambi
    – Waktu terbaik: Maret-September
    – Keunikan: Sunrise di puncak Gunung Kerinci dengan pemandangan Danau Gunung Tujuh dan hutan hujan tropis.

    (bnl/ddn)



    Sumber : travel.detik.com

  • 5 Tempat Wisata di Kepulauan Seribu yang Masih Sepi dan Murah



    Jakarta

    Kepulauan Seribu adalah wajah lain Jakarta yang jauh dari hiruk-pikuk dan kebisingan. Cocok untuk rehat, ini pulau-pulau wisata yang sepi dari wisatawan.

    Seperti namanya, Kepulauan Seribu merupakan untaian pulau-pulau kecil di utara Jakarta. Saking banyaknya, maka diberi nama Pulau Seribu.

    Meski jauh dari daratan, pulau-pulau ini berpenghuni dan menjadi salah satu destinasi wisata favorit di Jakarta. Pulau yang paling banyak diminati adalah Pulau Tidung dan Pulau Pramuka.


    Jangan cuma tahu dua pulau itu, detikTravel akan kasih kamu 5 rekomendasi pulau wisata yang masih sepi dari wisatawan dan tentu saja murah!

    5 Tempat Wisata di Pulau Seribu Yang masih Sepi dan Murah

    1. Pulau Harapan

    – Lokasi: Kepulauan Seribu, DKI Jakarta
    – Harga tiket: Rp 40.000-75.000
    – Aktivitas: Snorkeling, diving, berenang, dan berjalan-jalan di pantai
    – Keunikan: Terumbu karang yang indah dan memiliki taman biota laut yang jadi tempat konservasi.

    2. Pulau Kelor

    – Lokasi: Kepulauan Seribu, DKI Jakarta
    – Harga tiket: Rp 40.000-75.000
    – Aktivitas: Snorkeling, diving, berenang, dan berjalan-jalan di pantai
    – Keunikan: Pantainya tenang dan jernih. Selain itu terdapat benteng peninggalan Belanda.

    3. Pulau Untung Jawa

    – Lokasi: Kepulauan Seribu, DKI Jakarta
    – Harga tiket: Rp 40.000-75.000
    – Aktivitas: Snorkeling, diving, berenang, dan berjalan-jalan di pantai
    – Keunikan: Pantai pasir putih yang indah dan hutan mangrove yang rindang.

    4. Pulau Putri

    – Lokasi: Kepulauan Seribu, DKI Jakarta
    – Harga tiket: 40.000-75.000
    – Aktivitas: Snorkeling, diving, berenang, dan berjalan-jalan di pantai
    – Keunikan: Terowongan kaca bawah laut yang unik. Fasilitas penginapan yang nyaman dan aktivitas watersport yang lengkap.

    5. Pulau Sepa

    – Lokasi: Kepulauan Seribu, DKI Jakarta
    – Harga tiket: Rp 40.000-75.000
    – Aktivitas: Snorkeling, diving, berenang, dan berjalan-jalan di pantai
    – Keunikan: Pantainya memiliki pasir putih yang masih terjaga. Suasananya sangat tenang, cocok untuk rileksasi.

    Tips:

    – Pastikan untuk memeriksa cuaca sebelum berangkat
    – Bawa perlengkapan yang diperlukan seperti kacamata renang, sepatu, dan tabir surya
    – Jangan lupa untuk membawa kamera untuk mengabadikan momen-momen indah
    – Jaga kebersihan dan kelestarian lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan.

    (bnl/ddn)



    Sumber : travel.detik.com

  • Tradisi yang Pikat Ribuan Wisatawan



    Jakarta

    Setiap 10 Muharam, yang tahun ini bertepatan pada 6 Juli 2025, warga Kota Pariaman, Sumatera Barat menggelar Pesona Hoyak Tabuik Piaman.

    Di balik dentuman tambur dan riuh rendah keramaian, terdapat belasan pasang tangan terampil merakit kayu, bambu, rotan, dan pernak-pernik menjadi ornamen setinggi belasan meter.

    Tabuik adalah tradisi budaya dan keagamaan yang berasal dari Kota Pariaman, Sumatera Barat. Tradisi ini dilaksanakan oleh masyarakat setempat setiap 10 Muharam untuk memperingati Hari Asyura, yaitu hari wafatnya Imam Husain Bin Ali, cucu Nabi Muhammad SAW, dalam perang Karbala.


    Ornamen itu dibangun menyerupai burak. Burak diyakini umat muslim sebagai kendaraan Nabi Muhammad SAW saat Isra Miraj. Makhluk ini juga dipercaya membawa jasad cucu orang yang paling dimuliakan dalam islam yakni Husain Bin Ali yang mati dipenggal di Karbala oleh tentara Yazid Bin Muawiyah.

    Karena dikisahkan membawa jenazah cucu kesayangan Nabi, maka di atas makhluk bersayap dan berkepala manusia itu terdapat wadah yang difungsikan sebagai keranda.

    Foto udara puluhan ribu pengunjung menyaksikan tabuik dibuang ke laut di Pariaman, Sumatera Barat, Minggu (21/7/2024). Dua tabuik dihoyak dan dibuang ke laut dalam rangka memperingati Hari Asyura (10 Muharram) 1446 Hijriyah sekaligus masuk dalam Kharisma Event Nusantara (KEN) Kemenparekraf. ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra/foc.Foto udara puluhan ribu pengunjung menyaksikan tabuik dibuang ke laut di Pariaman, Sumatera Barat tahun lalu. Foto: ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra

    Siang dan malam dengan cekatan para pembuat Tabuik menyelesaikan setiap tahapan agar tabuik dengan berat ratusan kilogram itu dapat selesai sebelum 10 Muharam. Mereka membuat berbagai komponen mulai dari rangka, badan burak, sayap, ekor, keranda, payung hingga hiasan dan pernik yang tidak saja untuk keindahan namun memiliki makna dan filosofi tersendiri.

    Proses pembuatan yang panjang dan detail itu cerminan dari penghormatan dan kecintaan masyarakat terhadap tradisi yang berkembang di daerah itu semenjak abad ke-19 Masehi.

    Ornamen yang merupakan representasi simbolik dari kendaraan burung dan keranda cucu Nabi Muhammad SAW itu dibuat tidak saja satu, namun dua. Masing-masing dibuat oleh kelompok berbeda yaitu Tabuik Pasa dan Tabuik Subarang.

    Keduanya saling menampilkan karya terbaik pada puncak kegiatan yakni saat prosesi Hoyak Tabuik, dan tabuik dilarung ke laut pada 10 Muharam.

    Salah seorang perajin Tabuik Subarang, Ade Ratman (43), mengatakan dirinya sudah enam tahun membuat ornamen yang diangkat dan dihoyak (digoyang-goyang) oleh puluhan orang itu. Ilmu itu didapatkannya dari mengikuti orang-orang di kelompoknya saat membuat tabuik.

    Menurut pemuda yang berprofesi sebagai perajin dan penjual suvenir tabuik itu, kesulitan dalam menyelesaikan ornamen tersebut yaitu saat membentuk burak. Hal tersebut karena tidak ada cetakan dan standar ukuran sedangkan badan makhluk itu direpresentasikan berlekuk.

    Namun, kesulitan itu merupakan tantangan tersendiri karena bagian tersebutlah yang paling digemari oleh ribuan pasang mata. Sebab, orang ingin melihat representasi dari burung yang ditunggangi Nabi Muhammad SAW.

    Foto udara puluhan ribu pengunjung menyaksikan tabuik dibuang ke laut di Pariaman, Sumatera Barat, Minggu (21/7/2024). Dua tabuik dihoyak dan dibuang ke laut dalam rangka memperingati Hari Asyura (10 Muharram) 1446 Hijriyah sekaligus masuk dalam Kharisma Event Nusantara (KEN) Kemenparekraf. ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra/foc.Tradisi Tabuik Pariaman Foto: ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra

    Tidak hanya prosesi pelarungan tabuik, proses pembuatannya juga digemari oleh wisatawan. Biasanya tempat pembuatan tabuik akan banyak dikunjungi wisatawan pada malam hari.

    Salah seorang wisatawan asal Padang Pariaman Muhammad Ari mengatakan dirinya sengaja membawa kedua anak dan istrinya ke lokasi pembuatan tabuik untuk mengenalkan bagaimana ornamen itu dibuat.

    Ornamen yang kerap mereka lihat ketika melintasi salah satu persimpangan di Pariaman, Simpang Tabuik. Di persimpangan itu dibangun Tugu Tabuik dengan dihiasi lampu sehingga memancarkan cahaya saat malam.

    Melihat proses pembuatan tabuik tersebut juga dapat menjawab rasa penasaran Ari dan keluarga bagaimana ornamen yang menarik ribuan wisatawan hingga rela berdesakan hanya untuk menyaksikan tabuik dihoyak dan dilarung ke laut itu dibuat.

    Proses pembuatan ini juga ditawarkan oleh Pemerintah Kota Pariaman kepada wisatawan. Bahkan untuk menarik minat wisatawan menyaksikan kegiatan yang menguras energi, komunitas di daerah itu pernah menggelar kegiatan hiburan tradisional.

    Selain itu, Pemerintah Kota Pariaman juga meminta pengelola penginapan untuk menjaga kesiapan kamar selama proses pembuatan tabuik hingga dibuang ke laut.

    Tidak heran di lokasi pembuatannya, yaitu di rumah tabuik, terdapat sejumlah pedagang kaki lima yang memanfaatkan momen tersebut untuk mengais rezeki. Makanan dan minuman yang dijual tidak saja yang bersifat tradisional khas daerah namun juga makanan kekinian.

    Prosesi Hoyak Tabuik serta pembuangan Tabuik ke laut juga membutuhkan puluhan orang yang bekerja sama dengan kompak. Sebab, dengan kekompakan itulah ornamen seberat 300 kilogram itu dapat diangkat dan dihoyak sehingga memukau ribuan wisatawan yang menyaksikan agenda tahunan di daerah itu.

    Pemerintah Kota Pariaman bersama masyarakat menjadwalkan pelaksanaan Pesona Hoyak Tabuik Piaman pada tahun ini dimulai sejak 27 Juni hingga 6 Juli 2025. Menurut Wali Kota Pariaman Yota Balad, tabuik bukan hanya sekadar tontonan belaka. Lebih dari itu, tabuik merupakan warisan budaya turun temurun yang sudah berusia ratusan tahun dan harus terus dilestarikan.

    “Jangan hubung-hubungkan tabuik dengan agama. Ini adalah tradisi,” ujarnya seperti dilansir dari Antara.

    (ddn/ddn)



    Sumber : travel.detik.com

  • 5 Wisata Pegunungan Yang Tidak Kalah Menarik dari Bromo


    Jakarta

    Kamu penyuka wisata pegunungan dan lagi nyari lokasi selain Bromo? Berikut rekomendasi gunung yang memberikan hawa sejuk, adem, pohon hijau, dan pastinya pemandangan indah. Kamu bisa langsung datang ke salah satu destinasi atau ambil paket liburan untuk mengunjungi area wisata gunung.

    Wisata Pegunungan Tidak Kalah Bagus dari Bromo

    Berikut adalah rekomendasinya

    Gunung Rinjani

    SENARU, LOMBOK, INDONESIA - MAY 19: A view of Mount Rinjani, also known as Gunung Rinjani, is seen on May 19, 2009 in Lombok, West Nusa Tenggara Province, Indonesia. The 3,726m active volcano is the third highest in Indonesia, and has been erupting this time around April 27, peaking on May 10. The volcano's crater lake, known as Segara Anak, is home to many goldfish and mujair fish and is a popular fishing spot for locals.  (Photo by Ulet Ifansasti/Getty Images)Gunung Rinjani (dok. Ulet Ifansasti/Getty Images)

    Lokasi: Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB)


    Ketinggian: 3.726 mdpl

    Gunung berapi tertinggi kedua di Indonesia ini menyimpan banyak pesona yang sulit terlupakan. Di tengah lanskapnya yang berbatu, penuh tebing terjal, pasir, dengan cuaca ekstrem, Rinjani menyimpan baik-baik harta karun hanya bagi yang mengunjunginya.

    Danau Segara Anak

    Telaga ikonik Gunung Rinjani ini tersimpan rapat di ketinggian 2.004 meter, setelah pendaki melintasi lembah dan bukitnya yang menguras stamina. Setiap pendaki yang berniat muncak, pasti melewati danau berair jernih ini dan terhipnotis akan keindahannya. Tak heran jika pinggir Danau Segara Anakan jadi lokasi favorit pendaki ngecamp sebelum sampai di puncak.

    Sabana Sembalun Lawang

    Padang rumput luas menyambut para pendaki di titik awal jalur menuju puncak Rinjani. Berada di ketinggian 1.156-1.800 mdpl bergantung lokasi, sabana Sembalun seperti mengucapkan selamat datang kepada siapa saja yang ingin mencoba trekking Rinjani. Padang rumput sepanjang 6 km yang diselingi pepohonan ini seolah tak bertepi saking luasnya. Padang Sembalun menjadi pos pertama pendakian Gunung Rinjani di ketinggian 1.300 mdpl.

    Plawangan Sembalun

    Area ini adalah lokasi berikutnya yang menjadi favorit pendaki untuk ngecamp. Dengan area yang rata dan landai plus menghadap Danau Segara anak, tenda para pendaki tidak terlalu sulit berdiri. Plawangan Sembalun adalah spot terbaik melihat matahari terbenam di Gunung Rinjani. Di momen ini, pendaki bisa melihat pemandangan Pulau Lombok, Gunung Barujari, dan kawasan lain di Rinjani berwarna keemasan seperti jingganya matahari senja.

    Gunung Barujari

    Kerap disebut anaknya Rinjani, Barujari memang terlihat mungil di tengah besar dan kuatnya tebing sang orang tua. Berada di Danau Segara Anak, Barujari berdiri kokoh setinggi 2.296-2.376 mdpl dengan lebar kawah kurang lebih 170 x 200 m. Pesona Gunung Barujari terlihat jelas tanpa kabut atau awan gelap yang menggantung di Rinjani. Gunung Barujari terlihat megah berpadu dengan air jernih Danau Segara Anak, meski imut jika dibandingan dengan Rinjani.

    Gunung Semeru

    Gunung SemeruGunung Semeru (dok. ANTARA/HO-PVMBG)

    Lokasi: Kabupaten Malang dan Kabupaten Lumajang, Provinsi Jawa Timur

    Ketinggian: 3.676 mdpl

    Wilayah puncak Atap Atap Pulau Jawa ini disebut Mahameru yang siap menyambut siapa saja yang sampai ke titik terakhir Gunung Semeru. Dengan medan berpasir yang sangat licin, Semeru menyediakan jalur pendakian populer dari Ranu Pani hingga yang ekstrem di Gunung Sawur dan Pronojiwo.

    Ranu Pani

    Kerap ditulis Ranu Pane, danau vulkanik ini terlihat begitu dramatis dikelilingi megahnya dinding Semeru. Kaldera dengan aneka flora fauna di sekeliling dan kedalaman airnya ini terlihat sangat indah, apalagi ketika tidak ada kabut. Tak heran jika Ranu Pani yang terletak di ketinggian 2.200 mdpl menjadi tempat favorit ngecamp pendaki sebelum berjalan sampai puncak.

    Ranu Regulo

    Berlokasi tidak jauh dari Ranu Pani, Ranu Regulo juga menjadi lokasi favorit ngecamp para pendaki. Pesona Ranu Regulo terlihat jelas saat matahari terbit, berpadu dengan jernihnya air danau dan hijau pohon. Hawa yang segar dan sejuk sangat cocok bagi pendaki pemula atau pengunjung yang hanya ingin trekking di Semeru. Pendaki bersiap memasuki Ranu Kumbolo, selepas dari Ranu Regulo.

    Air Terjun Tumpak Sewu

    Curug di lereng Gunung Semeru ini adalah alasan lain kamu perlu healing ke area Lumajang, Jawa Timur. Berjuluk Niagara kecil, air terjun ini tampak bertumpuk-tumpuk memberikan panorama yang sangat indah. Air terjun di ketinggian 500 mdpl ini juga memberikan hawa sejuk, adem, dan tenang sehingga cocok untuk trekking. Sepanjang perjalanan, pengunjung akan disuguhi keanekaragaman flora dan fauna diiringi suara khas aliran air terjun.

    Goa Tetes

    Pesona Lereng Semeru lainnya adalah Goa Tetes yang berlokasi tak jauh dari Air Terjun Tumpak Sewu. Goa Tetes adalah sebuah gua yang tersembunyi di balik air terjun. Aliran air terjun menetes lewat stalaktit gua yang menjadi inspirasi Goa Tetes. Pengunjung harus melewati tangga buatan sebelum sampai di gua yang berada di balik akar pohon dan batuan tebing air terjun.

    Dataran Tinggi Dieng

    Wisatawan menikmati hawa dingin dataran tinggi Dieng, Banjarnegara, Jumat (28/7/2023).Wisatawan menikmati hawa dingin dataran tinggi Dieng (dok. Uje Hartono/detikJateng)

    Lokasi: Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah

    Ketinggian: kurang lebih 2.000 mdpl

    Dieng adalah destinas populer sebagai lokasi healing, trekking, wisata sejarah dan budaya. Pengunjung bisa lanjut mendaki Gunung Sindoro, atau berhenti di berbagai spot wisata yang tersebar di area Dieng. Pengunjung juga bisa mengunjungi Desa Sembungan yang dinobatkan sebagai salah satu desa tertinggi di Indonesia. Pesona lain Dataran Tinggi Dieng adalah:

    • Kawah Sikidang
    • Kawah Sileri
    • Batu Pandang Ratapan Angin
    • Candi Arjuna
    • Kawah Candradimuka
    • Bukit Sikunir
    • Telaga Pengilon.

    Gunung Kelimutu

    Pengunjung berfoto di Danau Kelimutu, Gunung Kelimutu, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur, Minggu (2/6/2024). Gunung api jenis strato yang memiliki tiga danau kawah, yakni Kawah I (Tiwu Ata Polo), Kawah II (Tiwu Koofai Nuwamuri), dan Kawah III (Tiwu Ata Bupu) tersebut mengalami kenaikan status dari level I atau normal ke level II atau waspada pada tanggal 24 Mei 2024 karena adanya perubahan yang signifikan warna air danau kawah I maupun kenampakan dan sebaran belerang di permukaan air danau kawah II yang semakin intensif. ANTARA FOTO/Mega Tokan/sgd/foc.Danau Kelimutu di Gunung Kelimutu (dok. ANTARA FOTO/Mega Tokan/sgd/foc)

    Lokasi: Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur

    Ketinggian: 1.639 mdpl

    Lanskap alam di Kecamatan Kalimutu, Kabupaten Ende, Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur ini dikenal dengan danaunya yang sangat ikonik. Danau tiga warna ini adalah kaldera hasil letusan Gunung Kelimutu bertahun-tahun yang lalu. Konon menurut kepercayaan masyarakat setempat, danau dengan air berwarna merah adalah tempat berkumpulnya jiwa orang jahat setelah meninggal. Biru adalah tempat bagi jiwa anak remaja hingga dewasa, sedangkan putih menjadi lokasi orang tua.

    Kawah Ijen

    Kawah IjenKawah Ijen Foto: Chuk Shatu Widarsha

    Lokasi: perbatasan Kabupaten Banyuwangi dan Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur

    Ketinggian: 2.769 mdpl

    Lokasi wisata ini berada satu lokasi dengan Gunung Bromo, namun pengunjung tak perlu sampai puncak untuk menikmatinya. Danau seluas 160 x 1.160 m2 di bagian atas dan 960 x 600 m2 di area bawah menyimpan fenomena blue fire. Api biru berasal dari kontak gas belerang dengan udara di sekitarnya dengan suhu pembakaran mencapai lebih dari 3600C. Pengunjung yang tak biasa melakukan pendakian, sebainya menyewa jasa guide atau biro traveling menuju Kawah Ijen.

    Gimana detikers, sudah menentukan lokasi wisata pegunungan? Sebelum ke lokasi pilihan, pastikan tubuh dalam kondisi sehat dengan stamina cukup untuk melakukan pendakian. Detikers tidak perlu memaksakan diri untuk sampai ke puncak, apalagi sampai merugikan kita sendiri dan lingkungan sekitar.

    (row/fem)



    Sumber : travel.detik.com

  • 6 Tempat Healing di Sekitar Jogja yang Lebih Sepi dari Kaliurang



    Jogja

    Jogja punya banyak tempat menarik untuk kamu yang ingin menepi sejenak dari keramaian. Mulai dari museum, pantai hingga bukit dengan pemandangan memukau.

    detikTravel telah merangkum pada Senin (7/7/2025), 6 tempat healing sekitar Jogja untuk liburan kamu nanti. Berikut 6 pilihannya:

    1. Pantai Kesirat


    Pantai Kesirat, Gunung KidulPantai Kesirat, Gunung Kidul Foto: Ignatius Damario Susanto/d’Traveler

    Pantai Kesirat berada di Dusun Karang, Desa Girikarto, Kecamatan Panggang, Kabupaten Gunungkidul. Pantai ini jaraknya sekitar 45 km dari pusat kota Yogyakarta, dan bisa diakses melalui Jalan Imogiri Barat, Jalan Imogiri Siluk, Jalan Siluk Panggang, atau melalui rute dari Solo.

    Yang membuat pantai ini unik karena tak memiliki hamparan pantai berpasir, namun berupa tebing karang yang curam dengan vegetasi hijau.

    Pantai ini salah satu tempat cantik untuk menikmati sunset dan juga spot memancing. Di sini kamu juga bisa kemping di hamparan vegetasi hijaunya dan menikmati sunrise cantik keesokan harinya.

    Harga tiket menikmati keindahan pantai ini mulai Rp 5.000 saja.

    2. Hutan Pinus Pengger

    Di kawasan Bantul terdapat hutan pinus yang Instagramable bernama Pinus Pengger. Untuk mencapai tempat wisata yang berlokasi di Desa Terong, Kecamatan Dlingo, Kabupaten Bantul ini, pengunjung hanya perlu melakukan perjalanan darat sejauh 23 kilometer dari jantung Kota Yogyakarta ke Desa Mangunan, Dlingo.

    Selain menawarkan pemandangan alam, di sini (Pinus Pengger) ada 7 spot foto dengan beragam bentuk telapak tangan, jempol, jembatan setengah lingkaran. Tiket masuknya murah kok, mulai Rp 5.000 saja.

    3. Bukit Paralayang Watugupit

    Spot cantik lainnya untuk menikmati sunset di Jogja adalah Bukit Paralayang Watugupit yang lokasinya tidak jauh dari Pantai Parangtritis. Dari sini kamu juga bisa melihat keindahan Pantai Parangtritis dan Samudra Hindia dari ketinggian.

    Nah traveler yang ingin memacu adrenalin, bisa juga mencoba wahana paralayang yang ditawarkan dengan harga Rp 500 ribu untuk sekali terbang. Tapi pertimbangkan juga kondisi cuaca ya.

    4. Plunyon Kalikuning

    Jembatan Plunyon Kalikuning merupakan destinasi di lereng Gunung Merapi. Jembatan ini makin populer setelah muncul sebagai latar ikonik di film KKN Desa Penari.Jembatan Plunyon Kalikuning merupakan destinasi di lereng Gunung Merapi. Jembatan ini makin populer setelah muncul sebagai latar ikonik di film KKN Desa Penari. Foto: Arawinda Dea Alisia

    Destinasi ini menjadi terkenal jembatan Plunyon Kalikuning, Cangkringan, Sleman menjadi salah satu lokasi syuting film KKN di Desa Penari. Plunyon merupakan destinasi wisata alam di lereng Gunung Merapi.

    Di sini mata akan dimanjakan oleh hamparan hijau nan sejuk dan asri. Bila hari cerah, kamu bisa menikmati megahnya Gunung Merapi dari sini lho. Dan jangan lewatkan juga kesegaran dari mata air bernama Umbul Wadon.

    5. Pantai Pandansari

    Walau tidak sepopuler Parangtritis, Pandansari menjadi satu-satunya pantai di Jogja yang mempunyai mercusuar. Menara suar ini berdiri menjulang setinggi 160 m dari bibir Pantai Pandansari. Tertulis jelas bangunan itu disebut Mercusuar Kala Jivam Asti.

    Lokasinya ada di Pantai Pandansari yang beralamat di Desa Gadingsari, Kecamatan Sanden, Kabupaten Bantul. Butuh waktu sekitar 1 jam perjalanan dari pusat Kota Jogja.

    Akses menuju lokasi sangat mudah dengan plakat penunjuk arah yang jelas. Cukup melewati Jalur Lintas Selatan Bantul kemudian belok sedikit ke arah selatan traveler akan dengan mudah menemukannya. Terlebih, tinggi mercusuar laksana menopang langit terlihat jelas meski dari kejauhan.

    Puncak mercusuar ini bisa didaki atas seizin petugas dengan membayar Rp 5.000 per orang. Lebih dari 100 anak tangga berbentuk spiral melingkar yang harus ditaklukkan. Namun bila sampai di atas, kamu akan dimanjakan dengan pemandangan daratan Bantul.

    6. Museum Ullen Sentalu

    Relief keprihatinanRelief keprihatinan di Museum Ullen Sentalu Foto: Ria Rahmawati/d’Traveler

    Traveler yang ingin mengenal budaya jawa lebih dalam lagi, datan saja ke Museum Ullen Sentalu. Museum yang berada di Jl Boyong Kaliurang, Sleman buka setiap hari Selasa-Minggu pukul 08.30-16.00 WIB.

    Harga tiket masuk museum museum ini mulai Rp 10 ribu. Di sini terdapat beberapa tur yang bisa kamu ikuti, yaitu tur Adiluhung Mataram Rp 50 ribu, tur Skriptorium Rp 60 ribu dan tur Vorstenlanden Rp 100 ribu.

    Museum Ullen Sentalu berisi peninggalan dari kebudayaan masa Kerajaan yang ada di Indonesia. Juga berisi koleksi narasi berupa mahakarya lukisan, foto-foto tokoh sejarah budaya Mataram Islam, kain batik vorstenlanden, arca dari kebudayaan Hindu Buddha, koleksi etnografi era Mataram Islam, hingga patung bercorak agama Hindu dan Budha.

    Beberapa koleksi patung dan kolam juga ada di berbagai sudut museum ini. Selain itu, Karya-karya museum juga banyak diwakili oleh para tokoh wanita Jawa, para permaisuri, hingga putri dari Dinasti Mataram.

    (sym/wsw)



    Sumber : travel.detik.com

  • 5 Destinasi di Jawa Tengah yang Sama Ademnya dari Dieng untuk Healing



    Temanggung

    Dieng jadi salah satu destinasi sejuk di Jawa Tengah. Selain Dieng, ternyata masih ada beberapa tempat lain yang tidak kalah ademnya. Apa saja?

    Selama ini kita mengenal Dieng sebagai destinasi yang sejuk dan nyaman untuk healing. Padahal ada banyak destinasi lain di Jawa Tengah yang punya kesejukan serupa. Dirangkum detikTravel, Senin (7/7/2025), berikut 5 destinasi itu:

    1. Wisata Alam Posong

    Objek wisata alam di Temanggung.Objek wisata alam di Temanggung. Foto: (uzisofyan/d’Traveler)

    Posong adalah destinasi wisata pegunungan yang berada di kabupaten Temanggung, Jawa Tengah. Keindahannya dijamin akan membuat traveler terpana.


    Alam yang begitu indah dan dikelilingi oleh pegunungan yang sangat indah, pasti akan menarik perhatian para wisatawan yang liburan ke sana.

    Cuaca yang sangat menantang akan membuat badan traveler terasa menggigil, bagaikan di dalam kulkas, akan tetapi itulah salah satu keunikan Posong.

    2. Baturraden

    Curug Pinang BaturradenCurug Pinang di Baturraden Foto: Dok. Laman Dolan Banyumas oleh Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Banyumas

    Lokawisata Baturraden merupakan salah satu destinasi wisata favorit bagi masyarakat yang tinggal di sekitar Purwokerto dan Banyumas. Lokasinya yang berada di dekat kaki Gunung Slamet membuat suasana di Lokawisata Baturraden terasa sejuk dan menenangkan.

    Traveler bisa berenang di kolam renang, bermain sepeda air, hingga pemandian air panas. Alhasil, tempat wisata ini lebih banyak dikunjungi oleh rombongan keluarga besar.

    Wisatawan bisa menikmati indahnya pemandangan hijau sekaligus merasakan suasana alam yang sejuk dan segar. Baturraden buka setiap hari dari pukul 07.00-16.00 WIB.

    3. Guci, Tegal

    Kemping Asyik di Guci ForestKemping Asyik di Guci Foto: Imam Suripto/detikTravel

    Guci adalah nama salah satu kawasan di Kabupaten Tegal, Jawa Tengah. Lokasinya di lereng Gunung Slamet membuat suasana udara di Guci begitu sejuk dan segar. Tempat ini menawarkan view pemandangan alam yang indah.

    Selain itu, travelers juga bisa berkeliling kawasan Guci sambil menghirup udara segar khas pegunungan. Kalian juga bisa mencoba sensasi menginap di glamping dan camping.

    Selama di tempat wisata ini, traveler juga bisa mandi air panas, berjalan-jalan di hutan pinus, nongkrong di kedai kopi, atau menyantap makanan lezat di restoran.

    4. Tawangmangu

    Air terjun Grojogan Sewu di Tawangmangu, Karanganyar, Jawa Tengah.Air terjun Grojogan Sewu di Tawangmangu Foto: Getty Images/iStockphoto/benito_anu

    Berada di lereng Gunung Lawu, kawasan Tawangmangu dan sekitarnya menawarkan keindahan alam dan kesejukan khas pegunungan.

    Tawangmangu adalah nama kecamatan di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah yang berbatasan dengan Jawa Timur. Kecamatan sekitar Tawangmangu pun memiliki beragam tempat wisata menarik, seperti di Kecamatan Ngargoyoso dan Jenawi.

    Ada air terjun Grojogan Sewu dimana traveler bisa main air sampai puas, lalu dilanjutkan dengan main-main ke aneka wahana The Lawu Park. Perjalanan bisa diteruskan ke Kemuning Sky Hills dan berziarah ke candi Cetho.

    5. Nepal Van Java

    Nah kampung warna warni sudah kelihatan dari kejauhanNepal van Java Foto: detik

    Terakhir, ada Nepal van Java yang merupakan julukan bagi desa wisata yang terdapat di Gunung Sumbing. Disebut Nepal karena pemukiman tersebut mempunyai tata ruang bertingkat yang tampak mirip dengan pemukiman di Negara Nepal.

    Lokasinya berada di Dusun Butuh, Temanggung, Kecamatan Kaliangkrik, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Mengutip laman Jadesta Kemenparekraf, Dusun Butuh merupakan dusun tertinggi di Kabupaten Magelang dengan ketinggian 1750 mdpl.

    (wsw/wsw)



    Sumber : travel.detik.com

  • Mitos Ikan Raksasa Penguasa Sungai Citarum



    Jakarta

    Di balik derasnya arus Sungai Citarum, yang terbentang sejak Kabupaten Bandung-Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, tersimpan sebuah kisah yang turun-temurun diceritakan warga sekitar. Konon, di dasar sungai itu hidup seekor ikan raksasa, makhluk gaib yang dipercaya sebagai penguasa Sungai Citarum.

    Kisah itu bermula dari Desa Cihea. Di desa itu di bagian Sungai Citarum ada sebuah leuwi atau bagian sungai yang dalam bernama Leuwi Dinding. Karena dalam, air di Leuwi Dinding nyaris selalu dalam keadaan tenang. Airnya juga bersih.

    Leuwi itu ada penunggunya. Dia Kiai Layung.


    Kiai Layung adalah makhluk air berupa ikan kancra raksasa. Jika umumnya kancra berukuran kecil-sedang, maka Kiai Layung adalah pengecualian. Dia berukuran jumbo, dibilang sebagai ikan raksasa.

    Dikutip dari detikjabar, dalam “Asal-usul Hayam Pelung jeung Dongeng-dongeng Cianjur Lianna” tulisan Tatang Setiadi (2011), disebutkan mitos Kiai Layung, kancra raksasa penguasa Sungai Citarum itu.

    Siapa Kiai Layung?

    Kiai Layung dipercaya sebagai orang sakti yang kena hukuman dari dewata karena orang tersebut berambisi menjadi yang terkuat di bumi dan ingin menguasai surga. Dalam masa hukuman itu, Kiai Layung Harus menjalani ritual berjemur di bawah sinar matahari senja atau dalam bahasa Sunda disebut layung.

    Maka, tiap pagi hingga petang, Kiai Layung muncul ke bawah permukaan air dan berjemur di dekat batu pipih di sana. Bertahun-tahun, dia hidup tenang di leuwi itu bersama ikan-ikan kancra.

    Diganggu Badak

    Hingga kemudian petaka itu muncul. Kiai Layung dan ikan kancra terusik dengan kehadiran badak-badak yang berenang dan berkubang tanpa etika di sekitar Leuwi Dinding. Akibatnya, banyak ikan-ikan kancra mati terinjak, tempat berenang ikan-ikan itu juga menjadi keruh ulah para badak.

    Meskipun bekas orang sakti, Kiai Layung yang kini berwujud ikan tidak kuasa untuk mengusir badak-badak bertubuh besar dan memiliki tenaga yang kuat. Dia pun kemudian meminta bantuan kepada manusia. Dengan “Aji Panggentra” yang masih dimiliki, Kiai Layung yang ikan kancra itu memanggil manusia bernama Kiai Padaratan.

    Bantuan Orang Sakti

    Kiai Padaratan merespons dan bergegas menuju Leuwi Dinding. Setelah berada di Leuwi Dinding, Kiai Padaratan segera menyadari bahwa yang meminta pertolongan kepadanya adalah ikan kancra raksasa yang sedang berjemur di dekat batu. Mereka pun berbincang dan Kiai Padaratan bersedia mengusir badak-badak itu.

    Sebelum menjalankan misi itu, mereka membuat kesepakatan. Kiai Layung minta kehidupan yang tenang sebagai ikan kancra sedangkan Kiai Padaratan mendapatkan air dan segala kehidupan yang terkandung di dalam sungai itu untuk kelangsungan hidup manusia.

    Kiai Padaratan berhasil mengusir badak-badak itu. Hingga kini, diyakini Kiai Layung bisa berjemur setiap hari dengan damai di Leuwi Dinding di Sungai Citarum itu. Sementara itu, warga sekitar bisa mengambil air dan memanfaatkan isi leuwi di sana.

    (fem/wsw)



    Sumber : travel.detik.com

  • Penginapan Unik dengan View Sawah Ini di Bawah Rp 600 Ribu Semalam



    Jakarta

    Bagi traveler yang bosan dengan hiruk-pikuk kota dan ingin kembali menyatu dengan alam, menginap di vila atau penginapan yang berada di tepi sawah bisa menjadi pilihan terbaik.

    Suasana alami, udara segar, dan pemandangan hijau yang terbentang luas menawarkan ketenangan yang sulit ditemukan di tempat lain. Lebih dari sekadar tempat bermalam, penginapan tepi sawah kini menjadi destinasi itu sendiri, menyuguhkan pengalaman menginap yang intim, tenang, dan menyegarkan jiwa.

    Bayangkan bangun pagi dengan suara gemericik air irigasi, burung-burung bernyanyi, dan kabut tipis yang masih menyelimuti hamparan padi hijau. Berikut beberapa penginapan yang memiliki suasananya tenang berada di tepi sawah dan tentunya dengan harga yang terjangkau, tak lebih dari Rp 600 ribu.


    1. Amatara Agung Raka, Bali

    Penginapan ini merupakan vila dengan lanskap persawahan yang menenangkan, tempatnya berada Desa Mas, Ubud. Tamu di Amatara Agung Raka juga bisa menikmati ketenangan dengan berkunjung ke Museum Seni Agung Rai, Galeri Gajah Mas.

    Kemudian, secara fasilitas cukup lengkap seperti restoran, kolam renang, dan lainnya, serta ikon bangunan penginapan bergaya joglo. Dan dengan harga yang mulai dari Rp 600 ribu.

    2. Ubud Sawah Scenery Villa and Homestay, Bali

    Masih di wilayah Ubud yang terkenal dengan suasana alam yang lebih tenang, Ubud Sawah Scenery Vila and Hometay juga menyuguhkan pengalaman menginap yang lebih dekat dengan alam. Letaknya berada di Jalan Banjar Dukuh, Kenderan, Kecamatan Tegallalang, Kabupaten Gianyar.

    Penginapan tepi sawah Ubud Sawah Scenery Vila and Homestay di BaliPenginapan tepi sawah Ubud Sawah Scenery Vila and Homestay di Bali. (Instagram/@ubudsawahhomestay)

    Ragam fasilitas penginapan juga diberikan oleh Ubud Sawah Scenery Villa and Homestay seperti kolam renang, fasilitas anak, Wi-Fi hingga bagi traveler yang membawa peliharaan tempat ini sangat pet friendly. Harga Ubud Sawah Scenery Villa and Homestay dimulai dari Rp 400 ribuan saja.

    3. Inang Vila, Bali

    Inang Vila juga menyuguhkan pengalaman menginap di tepi sawah yang akan membuat traveler lebih santai, tenang, dan menyatu dengan alam. Penginapan bintang tiga ini terdapat aktivitas yang bisa traveler nikmati yakni bersepeda, tentu dengan suasana persawahan yang menenangkan.

    Letaknya berada di Kelabangmoding, Temukuaya, Ubud, fasilitas yang diberikan juga terdapat kolam renang, Wi-Fi, hingga layanan antar-jemput bandara. Harga untuk per malan di Inang Vila ini dibanderol mulai dari Rp 350 ribu.

    4. Omah Minggir Homestay, Yogyakarta

    Omah Minggri Homesay ini berada di Jalan Ladrang Slamet, Dusun Ngaranan, Desa Sendangrejo, Sleman, Yogyakarta. Jadi bagi traveler yang sedang berada di area Yogyakarta dan hendak menginap dengan suasana berbeda bisa coba untuk merasakan Omah Minggir Homestay.

    Penginapan tepi sawah Omah Minggir di SlemanPenginapan tepi sawah Omah Minggir di Sleman. (Instagram/@omah_minggir)

    Dari segi fasilitas pun sangat mendukung, selain perlengkapan kamar yang disediakan juga terdapat restoran, fasilitas anak, dan juga Wi-Fi. Harga yang ditawarkan oleh Omah Minggir Homestay ini mulai dari harga Rp 200 ribuan.

    5. Rumah Kina Putih, Bandung

    Penginapan-penginapan di Kota Bandung, memang banyak pilihannya tapi jika ingin merasakan suasana yang jauh dari perkotaan, traveler bisa coba menginap di Rumah Kina Putih. Tempatnya berada di Jalan Raya Curug Sindulang, Cicalengka, Bandung.

    Penginapan tepi sawah Rumah Kina Putih di BandungPenginapan tepi sawah Rumah Kina Putih di Cicalengka, Bandung. (Instagram/@rumah.kina.putih)

    Landskap persawahan yang indah membuat traveler akan merasa tenang dan nyaman saat menginap di Rumah Kina Putih ini. Fasilitas yang diberikan mulai dari kelengkapan peralatan hingga Wi-Fi sudah tersedia di sini dan harga per malamnya dimulai dengan harga Rp 500 ribu.

    (upd/ddn)



    Sumber : travel.detik.com