Tag: camilan sehat

  • 10 Camilan Terbaik untuk Cegah Pikun dan Tetap Sehat Saat Tua

    10 Camilan Terbaik untuk Cegah Pikun dan Tetap Sehat Saat Tua


    Jakarta

    Menua dalam kondisi sehat, bugar, dan tidak pikun adalah impian banyak orang. Hal ini bisa dicapai dengan memperhatikan pola makan, termasuk memilih camilan yang menyehatkan otak.

    Pertambahan usia biasanya diiringi dengan berbagai masalah kesehatan, seperti kesehatan sendi yang melemah atau yang lebih parah lagi berupa demensia.

    Penuaan rupanya dipengaruhi oleh 2 proses yang sedang dipelajari peneliti yaitu penuaan sel dan kerusakan telomer pada DNA.


    Pada penuaan sel, artinya sel berhenti membelah secara normal dan hanya bertahan. Kondisi ini menciptakan zat kimia inflamasi yang dapat membahayakan sel-sel di sekitarnya.

    Sementara itu, kerusakan telomer terjadi seiring pertambahan usia. Telomer yang menyerupai tutup kecil di ujung DNA bakal menipis dan memendek. Kondisi ini dikaitkan dengan kesehatan yang menurun.

    Baik proses penuaan sel dan kerusakan telomer pada DNA dipengaruhi oleh gaya hidup. Keduanya dapat dicegah dengan memilih makanan yang tepat, termasuk camilan sehat.

    Mengutip HuffPost (3/4/2025), inilah 10 camilan sehat yang direkomendasikan ahli gizi agar kamu tidak pikun dan tetap bugar ketika menua:

    1. Sayuran mentah

    Ahli gizi Raeanne Sarazen merekomendasikan camilan sayuran mentah. Pilih yang berwarna-warni agar nutrisi yang didapat juga beragam.

    “Perlu diingat, tidak ada camilan ajaib yang dapat mencegah penuaan dini, tetapi mengonsumsi makanan utuh seperti sayuran berwarna-warni, yang kaya akan serat dan antioksidan dapat membantu,” katanya. Penelitian menunjukkan nutrisi dalam sayuran mencegah penuaan sel.

    2. Telur rebus

    Ilustrasi telur rebusFoto: Getty Images/iStockphoto/tycoon751

    Sarazen juga mengatakan telur rebus bisa jadi camilan sehat. Telur rebus tinggi protein, vitamin, dan mengandung senyawa yang menyehatkan mata.

    “Telur rebus adalah camilan simpel, bernutrisi, dan enak. Telur kaya akan lutein yang menjaga kesehatan mata plus kolin, asam lemak omega 3, dan protein,” tuturnya.

    3. Dark chocolate

    Ahli gizi Barbara Ruhs menyarankan camilan dark chocolate. Jenis cokelat ini kaya akan antioksidan, flavonoid, dan komponen bioaktif yang terdapat secara alami dalam makanan nabati.

    Flavanol kakao terbukti memperlambat perkembangan demensia dan melindungi fungsi otak. “Untuk memaksimalkan manfaatnya, pilih dark chocolate dengan setidaknya kandungan 70% kakao dan pertimbangkan produk yang mengandung bahan nabati lainnya,” kata Ruhs.

    4. Bijian utuh

    Pembuatan ukiran Mount Rushmore, airbag, kembang api, dan popcorn menggunakan ledakan.Foto: Wikimedia Commons

    Mau camilan sehat lain? Coba bijian utuh seperti granola atau popcorn. Ruhs mengatakan makanan ini mengandung serat makanan, vitamin B, dan mineral. Kombinasi nutrisi ini terbukti menambah panjang usia.

    5. Yogurt

    Studi menunjukkan bahwa konsumsi kultur hidup berhubungan positif dengan kemampuan kognitif. “Ngemil yogurt merupakan cara praktis dan ekonomis untuk memaksimalkan nutrisi anti-penuaan yang ampuh termasuk kalsium, vitamin D, magnesium, seng, vitamin B, dan probiotik,” kata Ruhs.

    “Dikonsumsi selama ribuan tahun, yogurt merupakan makanan pokok dalam diet Mediterania,” tambahnya lagi.

    Selengkapnya ada di halaman selanjutnya.

    6. Makanan fermentasi

    Ilustrasi kimchiFoto: Getty Images/iStockphoto/4kodiak

    Ahli gizi Maya Feller juga merekomendasikan makanan fermentasi lain seperti acar, sauerkraut, dan kimchi. Jenis makanan ini mengandung spermidin, poliamin alami yang berperan dalam menyeimbangkan kesehatan sel.

    “Makanan ini juga berperan dalam meningkatkan fungsi mitokondria, dan penelitian pada hewan telah menemukan bahwa spermidine mungkin berperan dalam umur panjang,” jelas Feller.

    7. Ikan teri

    Di Asia Tenggara, ikan teri kering kerap dijadikan camilan sehat. Konsumsinya meningkatkan asupan kalsium dan protein bagi tubuh.

    “Sebuah studi mengamati semua ikan kecil termasuk ikan kering dan menemukan bahwa mengonsumsi ikan kecil signifikan dalam hal pengurangan risiko kanker dan kematian akibat semua penyebab pada wanita Jepang,” kata Feller.

    8. Nori

    NoriFoto: iStock

    Dari Jepang, ada lembaran rumput laut alias nori yang direkomendasikan ahli gizi Jill Nussinow sebagai camilan sehat. Nori tergolong rendah kalori dan mengandung mineral penting, terutama iodin.

    Selain menjadikan nori sebagai camilan langsung, kamu juga bisa memanfaatkannya sebagai penggulung sushi. Nori bisa ditambahkan bahan-bahan sehat lain, seperti sumber protein, sayuran, hingga alpukat.

    9. Buah beri

    Buah beri adalah salah satu sumber antioksidan tertinggi sehingga bagus dijadikan camilan sehat, ujar Nussinow. Konsumsi buah beri memiliki efek antiperadangan yang membantu melindungi sel-sel tubuh.

    Selain blueberry, stroberi, cranberry, raspberry, blackberry, huckleberry, dan lainnya juga bisa jadi pilihan. Bisa dikonsumsi dalam kondisi segar atau beku.

    10. Kacang-kacangan dan biji-bijian

    biji labu kuningFoto: iStock

    Kacang-kacangan dan biji-bijian memiliki efek signifikan pada kesehatan sel, mencegah penuaan sel, dan melindungi telomer. Kacang-kacangan dan biji-bijian juga mengandung asam lemak omega-3, yang memperlambat penurunan kognitif.

    “Mengonsumsi kacang-kacangan dan biji-bijian setiap hari dapat membantu melindungi kesehatan dan memperpanjang usia Anda,” kata Nussinow. Ia menyukai biji labu, biji bunga matahari, rami (flaxseed), chia, dan biji wijen.

    (adr/odi)



    Sumber : food.detik.com

  • Hati-hati! 8 Camilan Berlabel Sehat Ini Bisa Bikin BB Cepat Naik


    Jakarta

    Camilan sehat yang banyak dikonsumsi pelaku diet ternyata justru memicu berat badan naik. Berikut ini 9 camilan berlabel sehat yang perlu diwaspadai.

    Camilan penting untuk memenuhi kebutuhan kalori harian. Di pasaran, mudah sekali menemukan camilan. Beberapa camilan bahkan mengantongi label ‘sehat’, ‘rendah kalori’, dan lainnya yang meyakinkan.

    Buat yang sedang menjalani diet untuk menurunkan berat badan, tentu camilan ‘sehat’ ini menarik perhatian. Hanya saja, ternyata kadang yang terjadi sebaliknya.


    Oleh karenanya, hindari camilan-camilan berikut kalau ingin menjaga berat badan.

    Girl eating yogurtYogurt dengan perasa. Foto: Istock

    1. Yogurt stroberi

    Yogurt mengandung protein dan probiotik yang baik buat pencernaan. Hanya saja, yogurt berperisa bisa mengandung gula tambahan. Coba perhatikan label kemasannya.

    Mengutip dari Prevention, kandungan gula pada beberapa produk yogurt mencapai 26 g, sedangkan gula alami susu sebanyak 12 g. Artinya, produk menggunakan gula tambahan.

    Sebaiknya pilih yogurt tawar tanpa tambahan perisa rasa apa pun. Kamu dapat menambahkan rasa dengan memberikan topping buah-buahan atau kacang-kacangan.

    2. Kue beras

    Rice cake atau kue beras kerap memberikan label rendah kalori dan bebas lemak. Hanya saja, indeks glikemik kue beras sangat tinggi dengan skor 82. Indeks glikemik merupakan ukuran bagaimana suatu makanan meningkatkan gula darah atau insulin.

    Opsi terbaik adalah popcorn tawar dengan kandungan 31 kalori dan indeks glikemik lebih rendah, yakni 55.

    3. Smoothie kemasan

    Sekilas, smoothie kemasan yang dibeli hanya mengandung 150 kalori. Namun setelah dicermati, 150 kalori hanya untuk satu sajian.

    Padahal, satu kemasan bisa untuk dua sajian. Artinya, totalnya mencapai 300 kalori.

    Smoothie sah-sah saja dikonsumsi, tapi lebih baik minum setengahnya atau buat sendiri smoothie.

    4. Keripik pisang

    Konsumsi buah sangat baik untuk keseimbangan nutrisi, terutama memenuhi kebutuhan serat. Pilihan terbaik adalah buah segar, bukan buah dalam bentuk keripik.

    Keripik pisang umumnya diolah sedemikian rupa sehingga kemungkinan besar terdapat tambahan lemak jenuh dan kalori. Diet tinggi lemak jenuh justru bisa merusak produksi hormon yang mengaturi nafsu makan.

    kacangKacang-kacangan dengan pemanis tambahan. Foto: iStock

    5. Kacang dengan pemanis tambahan

    Segenggam kacang bisa jadi camilan menyehatkan asal tidak ada pemanis tambahan.

    Kacang panggang dengan madu, misalnya, bisa mengandung 4 gram gula tambahan per sajian. Bayangkan jika satu kemasan terdiri dari 2-3 sajian, asupan gula pun meningkat.

    6. Camilan bebas gluten

    Kalau Anda tidak ada intoleransi gluten, tak ada alasan untuk menghilangkan gluten dari diet sepenuhnya.

    “Banyak orang terjebak dalam anggapan bahwa bebas gluten identik dengan lebih sehat, tetapi itu tidak benar,” kata ahli gizi Lisa Richards, mengutip dari Eat This Not That.

    Jika tidak menderita Celiac atau intoleransi gluten, maka menghilangkan gluten justru berakibat kekurangan asupan serat.

    7. Granola

    Granola mungkin tidak sesehat kelihatannya. Granola dibuat melalui proses penambahan minyak dan gula sehingga kalorinya bisa berlebihan.

    Sebenarnya, tak masalah mengonsumsi granola sebagai camilan, tapi perhatikan porsinya.

    8. Keripik sayur

    Keripik sayur dianggap sebagai cara baru menikmati sayuran. Anda menikmati sayuran dengan cara mudah dan lezat. Namun di balik kelezatannya, tersimpan tambahan minyak dan garam.

    Ngemil sayur sebenarnya bisa dilakukan dengan memotong sayuran segar dan memasukkannya dalam kulkas. Setelah dingin, sayuran bisa dinikmati dengan hummus atau saus buatan sendiri dari minyak zaitun dan perasan lemon.

    (odi/odi)



    Sumber : food.detik.com

  • 10 Buah Pembakar Lemak yang Membantu Menurunkan Berat Badan

    Jakarta

    Tak hanya lezat, buah-buahan dapat menjadi asupan yang penting untuk mendukung kesehatan. Dengan kandungan serat, vitamin, dan mineral berbagai jenis buah bisa membantu meningkatkan metabolisme dan menunda rasa lapar.

    Sehingga, ada mengkonsumsi buah bisa jadi salah satu cara untuk membakar lemak dan menurunkan berat badan Jadi, kamu bisa menikmati buah sambil mendapat manfaat tersebut.

    Buah Pembakar Lemak

    Ada berbagai buah yang dapat membakar lemak, sehingga membantu penurunan berat badan. Berikut di antaranya:


    1. Jeruk Bali

    Jeruk bali mempunyai indeks glikemik (GI) yang rendah, yang berarti buah ini melepaskan gula ke dalam aliran darah lebih lambat. Menurut Healthline, diet GI yang endah bisa membantu penurunan dan pemeliharaan berat badan.

    Jeruk bali juga kaya akan naringenin, yaitu flavonoid dengan sifat antioksidan dan anti-inflamasi yang bisa melindungi tubuh dari diabetes dan penyakit jantung. Dengan kalori yang rendah dan kaya vitamin C, jeruk bali bisa jadi camilan sehat sebelum makan.

    2. Apel

    Apel adalah buah yang rendah kalori dan tinggi serat. Sehingga, buah ini juga mendukung penurunan berat badan.

    Menurut penelitian pada tahun 2022, kulit apel mengandung antioksidan dan senyawa bermanfaat yang bisa mengurangi risiko obesitas. Dikatakan bahwa apel paling baik dimakan utuh dibandingkan dijus untuk mengurangi rasa lapar dan nafsu makan.

    3. Buah Beri

    Buah beri merupakan sumber nutrisi rendah kalori. Satu cangkir (152 g) stroberi mengandung kurang dari 50 kalori dan menyediakan 3 gram serat.

    Buah ini juga mengenyangkan. Menurut sebuah penelitian tahun 2015, orang yang makan camilan buah beri 65 kalori makan lebih sedikit pada waktu berikutnya dibandingkan makan permen dengan kalori yang sama.

    Mengkonsumsi buah beri juga bisa membantu menurunkan kadar kolesterol, mengurangi tekanan darah, dan mengurangi peradangan. Buah beri bisa dimakan dengan oatmeal atau yoghurt, smoothie, atau dalam salad.

    4. Markisa

    Satu buah markisa (18 g) hanya mengandung 18 kalori. Buah sumber serat ini juga mengandung vitamin C, vitamin A, zat besi, dan kalium. Serat diktehui akan membantu tubuh merasa kenyang lebih lama dan mengendalikan nafsu makan. Untuk menurunkan berat badan, markisa sebaiknya dikonsumsi utuh. Buah ini bisa dimakan langsung atau dijadikan minuman.

    5. Kiwi

    Kiwi padat dengan nutrisi. Mengutip laman Health, terdapat sumber vitamin C, vitamin K, folat, dan serat yang baik dalam buah ini. Satu buah buah kiwi yang dikupas (69 g) mengandung lebih dari 2 g serat.

    Sebuah penelitian melibatkan 41 orang dengan pra diabetes yang mengkonsumsi dua buah kiwi emas setiap hari selama 12 minggu. Hasilnya, mereka mengalami peningkatan kadar vitamin C, penurunan tekanan darah, dan pengurangan lingkar pinggang sebesar 3,1 cm.
    Kamu bisa mengkonsumsi buah kiwi secara langsung, dijus, atau dimasukan dalam salad.

    6. Lemon

    Lemon kaya akan vitamin C, serta rendah kalori dan gula. Satu buah lemon utuh mengandung kurang dari 20 kalori dan kurang dari 2 gram gula.

    Dalam sebuah studi, orang-orang obesitas yang mengkonsumsi jus lemon sebagai suplemen, mengalami penurunan berat badan dan BMI, ukuran lengan atas bagian tengah, pinggang, pinggul, serta rasio pinggang ke pinggul yang signifikan secara statistik.

    7. Mangga

    Mangga juga memiliki manfaat untuk menurunkan berat badan. Satu cangkir mangga menyediakan 100 kalori dan 25 gram karbohidrat. Hampir 23 gramnya adalah gula alami.

    Orang yang memakan mangga memiliki asupan serat, magnesium, kalium, folat, vitamin A, C, dan E harian yang jauh lebih tinggi serta asupan gula tambahan dan kolesterol yang jauh lebih rendah dibandingkan dengan mereka yang tidak memakan mangga.

    8. Jeruk

    Jeruk mengandung vitamin C yang mendukung fungsi kekebalan tubuh dan produksi kolagen, kesehatan tulang, dan kulit. Selain itu, vitamin C juga terbukti bisa meningkatkan pembakaran lemak.

    Sebuah penelitian dari tahun 2005 menemukan bahwa orang dengan kadar vitamin C yang cukup dapat membakar lemak 30% lebih banyak selama berolahraga. Hasil ini dibandingkan dengan orang-orang yang kadar vitamin C dalam darahnya rendah.

    9. Semangka

    Semangka mengandung air yang membantu tubuh tetap terhidrasi dan membuat rasa kenyang. Dalam sebuah studi, jurnal nutrition mengaitkan konsumsi semangka dengan penurunan berat badan. Kemungkinan, hal ini berkat asam amino citrulline yang bisa mengurangi penumpukan lemak.

    10. Buah Pir

    Senyawa alami yang ada dalam buah pir terbukti bisa menurunkan kadar gula darah, meredakan peradangan, dan menjaga kesehatan paru-paru, serta jantung. Menariknya, buah ini juga merupakan pilihan yang baik untuk mengelola berat badan.

    Dalam sebuah studi, orang-orang dengan sindrom metabolik mengkonsumsi pir setiap hari selama 12 minggu. Hasilnya, mereka mengalami penurunan ukuran lingkar pinggang secara signifikan.

    Itulah berbagai buah yang bisa membantu menurunkan berat badan. Selain memakan buah, jangan lupa untuk berolahraga secara. teratur dan terapkan pola hidup sehat, agar manfaatnya bisa didapat secara maksimal.

    (elk/row)



    Sumber : food.detik.com