Tag: overheat

  • Lakukan 5 Hal Ini Setelah Mobil Dipakai Perjalanan Mudik


    Jakarta

    Servis mobil umumnya dilakukan sebelum perjalanan jauh, misalnya mudik. Namun perawatan mobil sebaiknya juga dilakukan usai melakukan perjalanan.

    Perawatan diperlukan agar kinerja kembali maksimal, apalagi setelah mesin mobil bekerja keras. Simak hal apa saja yang mesti dicek setelah kendaraan digunakan mudik pada uraian ini.

    Hal yang Perlu Dilakukan Setelah Pakai Mobil Buat Perjalanan Jauh

    Mulai dari pencucian mobil, ganti oli, hingga perawatan bagian kaki-kaki mobil dapat dilakukan setelah mobil dipakai mudik. Dalam catatan detikcom, berikut penjelasannya:


    1. Cuci Mobil

    Mobil yang dipakai mudik biasanya akan lebih kotor akibat debu dan pasir yang menempel. Kotoran makin tebal seiring jauhnya perjalanan dan pergantian cuaca.

    Kotoran yang dibiarkan menumpuk, makin sulit untuk dihilangkan. Karena itu, pemilik mobil sebaiknya langsung mencuci mobilnya usai digunakan. Cuci mobil meliputi bagian eksterior, interior, karpet, dan jok mobil.

    2. Cek Kondisi Mesin

    Apabila mesin mobil dirasa tidak nyaman, segera bawa kendaraan ke bengkel terpercaya. Periksa keadaan mesin secara menyeluruh, mulai dari oli, gearbox, dan komponen penting lainnya. Bisa ganti oli jika diperlukan.

    Penting mengecek mesin kendaraan setelah mudik sebab selama perjalanan jauh biasanya komponen-komponen terus-menerus bergesekan. Hal ini membuat oli lebih cepat kotor dan kualitas fungsinya dapat menurun.

    3. Periksa Sistem Pendingin Mesin

    Sistem pendingin mesin mobil juga perlu dicek. Periksa apakah komponen tersebut bekerja dengan baik dalam menjaga suhu mesin tetap stabil pada temperatur ideal sehingga mencegahnya overheat.

    Pemeriksaan komponen sistem pendingin dapat diawali dengan mengecek volume air di tabung reservoir hingga coolant radiator. Pastikan kipas radiator, selang pendingin, sampai thermostat dalam kondisi optimal agar berfungsi dengan baik.

    4. Perhatikan Kondisi Ban

    Mobil umumnya mengangkut banyak penumpang selama mudik. Beban kendaraan semakin bertambah saat banyaknya beban saat perjalanan pulang. Kondisi ini dapat berpengaruh pada kondisi ban.

    Pemilik mobil bisa memeriksa keadaan semua ban termasuk tekanan anginnya. Tambah tekanan angin jika berkurang. Ukuran rujukan umumnya dapat dilihat di pintu mobil pengemudi.

    Cek juga apakah kondisi ban sudah aus atau bocor. Jika terjadi keausan atau kebocoran, sebaiknya ganti ban dengan yang baru agar tidak mengancam keselamatan selama berkendara.

    5. Lakukan Spooring dan Balancing

    Jika mobil terasa bergetar atau tidak stabil saat digunakan, pemilik dapat melakukan spooring dan balancing. Spooring dilakukan untuk mengembalikan setelan kaki-kaki mobil. Sementara balancing berfungsi untuk menjaga keseimbangan pada titik atas, bawah, kiri, dan kanan roda.

    Kaki-kaki mobil yang tidak seimbang bisa memicu kecelakaan. Perubahan sudut toe dan chamber dapat menyebabkan ban aus di bagian dalam atau luar. Oleh sebab itu, perlu adanya penyesuaian kembali posisi roda mobil supaya berkendara dengan nyaman dan mencegah hal-hal tak diinginkan.

    (azn/row)



    Sumber : oto.detik.com

  • Tips Aman Tinggalkan Mobil Listrik Berhari-hari di Garasi



    Jakarta

    Pakar kendaraan listrik dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Agus Purwadi membagikan tips atau cara aman meninggalkan mobil listrik berhari-hari di garasi rumah. Harapannya, insiden BYD Seal keluar asap di Palmerah, Jakarta Barat, tak terulang lagi di masa depan.

    Agus menjelaskan, ketika mobil listrik mau ditinggal lama, maka pastikan ruang garasinya tak panas atau lembab. Maka, pilihlah tempat yang sejuk dan berventilasi baik. Hal tersebut untuk menjaga suhu kendaraan tetap ideal.

    “Terkait tips umum agar lebih aman bila ingin EV (electric vehicle) ingin ditinggal cukup lama maka perlu diperhatikan kondisi area penyimpanan tidak panas maupun lembab tapi sejuk dan berventilasi baik,” ujar Agus Purwadi saat dihubungi detikOto, Kamis (15/5).


    Selain itu, kata Agus, ada satu komponen mobil listrik yang perlu mendapat perhatian lebih, yakni baterai. Dia mengingatkan, pastikan baterai tidak kosong atau terlalu penuh saat kendaraan ditinggal berhari-hari di garasi.

    “Kemudian (yang harus diperhatikan lagi), kondisi muatan baterai kendaraan tidak kosong ataupun terisi penuh. Pastikan muatan baterai di angka sekitar 50 persen atau sesuai rekomendasi dari pabrikannya,” ungkapnya.

    Proses pemadaman mobil listrik BYD Seal yang terbakar di dalam garasi rumah di Jakbar.BYD Seal mengeluarkan asap. Foto: Dok. istimewa

    Di kesempatan yang sama, Agus Purwadi juga menyampaikan analisisnya mengenai kasus BYD Seal yang mengeluarkan asap di Palmerah, Jakarta Barat. Dia mengira, ada tiga pemicu utama di balik insiden tersebut.

    Pertama, kata Agus, kepulan asap tersebut berasal dari baterai kendaraan. Sebab, komponen itu mudah bermasalah ketika overheat atau terlalu panas. Kerusakan pada baterai tak melulu memunculkan api, melainkan bisa hanya kepulan asap.

    Kedua, lanjut dia, ada kerusakan di sistem kelistrikan seperti hubung singkat. Kondisi tersebut bisa memicu panas berlebih dan menyebabkan asap atau kebakaran.

    “Lalu yang ketiga, komponen elektronika daya. Kerusakan pada komponen elektronika daya seperti inverter atau charger bisa juga menyebabkan masalah (di kendaraan),” ungkapnya.

    Meski punya analisis pribadi, namun Agus menyarankan agar publik menunggu hasil pemeriksaan tim BYD Indonesia. Sebab, perusahaan asal China itu berjanji akan melakukan investigasi secara menyeluruh.

    “Untuk lebih jelasnya maka sebaiknya bisa tunggu hasil investigasi Tim BYD yang pasti sedang menangani secara serius dan mendalam karena saat ini merupakan market leader baik di Indonesia maupun dunia,” kata dia.

    (sfn/din)



    Sumber : oto.detik.com

  • Habis Dipakai Long Weekend, Ini 10 Komponen Mobil Hybrid yang Perlu Diperiksa



    Jakarta

    Bagi Anda yang bepergian menggunakan mobil pribadi saat momen long weekend pekan lalu jangan lupa mengecek sepuluh komponen yang ada di kendaraan Anda, apalagi jika mobil yang digunakan adalah jenis hybrid. Hal ini bertujuan untuk memastikan mobil hybrid Anda tetap terjaga kondisinya dan siap digunakan lagi buat aktivitas harian.

    10 Komponen Mobil Hybrid yang Perlu Diperiksa

    Dijelaskan Auto2000 dalam keterangan resminya, berikut 10 komponen mobil hybrid yang perlu diperiksa setelah digunakan untuk perjalanan jauh:

    1. Ban

    Selain menopang bobot mobil beserta penumpang dan barang, ban juga bertugas menyalurkan akselerasi dan memberikan pengereman yang optimal. Ban harus dapat pula dibelokkan dengan mudah untuk membantu manuver di jalan.


    Cek kondisi ban dengan memperhatikan tekanan pada ban sesuai arahan pabrikan, dan cek tanda keausan pada tapak ban. Bersihkan alur ban dari kerikil dan pastikan tidak ada yang sobek atau benjol. Perhatikan pula kondisi dinding ban dari risiko kerusakan serupa. Segera ganti ban yang bermasalah.

    2. Kaki-kaki

    Shock absorber tak boleh ada kebocoran, termasuk karet-karet penyangga yang getas dan robek. Pastikan juga kemudi tetap bisa bekerja dengan baik tanpa kendala. Jangan sampai kerusakan pada part kaki-kaki malah mengganggu saat berkendara harian maupun saat menemani wisata libur panjang.

    3. Motor Listrik

    Komponen lain yang wajib dicek adalah motor listrik mobil hybrid. Karena meneruskan tenaga terus-menerus, kerja motor listrik terbilang berat, apalagi kalau mobil melewati jalan banjir atau rusak. Pastikan tidak ada masalah pada parts penting ini dengan melakukan servis berkala.

    4. Baterai Hybrid

    Meskipun memiliki pelindung yang kuat, lokasi baterai di bawah dek penumpang cukup rawan masalah seperti terkena benturan, panas, juga air. Cek baterai dan rumahnya, termasuk kisi-kisi pendingin seperti milik Kijang Innova Zenix HEV yang berada di bawah jok penumpang depan. Jangan sampai lubang udara tersebut tertutup karena akan membuat baterai overheat.

    Kemudian jangan lupa juga bagi mobil hybrid Toyota yang jarang digunakan, jangan hanya rutin memanaskan mobil, tapi juga menjalankan mobil, supaya performa baterai tetap terjaga.

    5. Rem

    Waspada kebocoran pada selang rem, jangan lupa periksa kondisi kampas rem yang bekerja paling berat untuk mengurangi laju mobil. Segera ganti kampas rem jika sudah sampai titik aus supaya tidak gagal bekerja di jalan.

    Pastikan volume cairan rem tidak berkurang, serta tidak ada perubahan warna dan endapan lumpur. Cairan rem yang kurang merupakan salah satu tanda kampas rem mulai menipis. Tambah cairan rem bila kurang.

    6. Oli Mesin

    Mesin mobil hybrid butuh perawatan oli supaya dapat bekerja dengan baik. Cek takaran oli mesin lewat dipstick dan pastikan tidak kurang. Perhatikan apakah ada perubahan warna oli mesin, kalau berubah coklat susu merupakan indikator tercampur air. Ganti oli mesin setiap 6 bulan bersamaan dengan servis berkala.

    7. Radiator Coolant

    Pastikan warna radiator coolant tidak berubah apalagi sampai keruh karena ada risiko masalah, seperti tercampur kotoran yang dapat membuatnya mampat. Periksa selang dan rumah radiator karena ada kemungkinan terkena lontaran kerikil yang dapat membuat cairan radiator habis.

    8. Cairan Kendaraan Lainnya

    Jangan lupakan cairan mobil penting lainnya seperti minyak kopling mobil manual, air pembersih kaca, oli transmisi, serta cairan power steering hidrolis untuk mobil non EPS. Pastikan volumenya tidak berkurang dan tidak ada perubahan warna sebagai indikator masalah.

    9. Kabin

    Gunakan vacuum cleaner untuk mengangkat kotoran, keluarkan karpet, dan bersihkan seluruh area kabin, termasuk rongga dan celah hingga kolong kabin. Bersihkan pula bagasi dari potensi kotor supaya perjalanan terasa nyaman dan tidak ada bau aneh.

    10. AC

    AC bekerja mendinginkan kabin mobil di tengah kemacetan dan cuaca panas sehingga ada risiko kemampuannya menurun. Filter kabin juga bekerja keras memastikan udara di kabin tetap bersih, sedangkan ada kemungkinan kotoran ikut bersirkulasi. Kotoran yang terbawa ke dalam kabin akan membuat penumpang tidak nyaman dan berpotensi membawa bibit penyakit.

    Langkah pemeriksaan dan perbaikan di atas belum tentu dapat dilakukan sendiri, khususnya komponen elektrifikasi seperti motor listrik dan baterai hybrid. Daripada salah, solusinya adalah servis berkala di bengkel Auto2000 yang sudah memenuhi standar Toyota global untuk mengurus mobil hybrid.

    Servis berkala sanggup menjaga performa mobil dan selalu hemat bensin. Kegiatan ini dapat segera mendeteksi potensi masalah supaya dapat diperbaiki. Sehingga, biaya lebih besar karena kerusakan semakin berat atau mobil mogok dapat dihindari.

    “Silakan booking servis berkala mobil hybrid Toyota sebagai persiapan berkendara harian dan wisata di masa libur sekolah. AutoFamily juga bisa memanfaatkan armada THS – Auto2000 Home Service siap memberikan layanan servis berkala kendaraan elektrifikasi Toyota di lokasi pelanggan,” ucap Nur Imansyah Tara selaku Marketing Division Head Auto2000.

    (lua/dry)



    Sumber : oto.detik.com

  • Ini Ciri-ciri Suku Cadang Motor Palsu, Jangan Sampai Kena Tipu!


    Jakarta

    Banyaknya suku cadang atau sparepart palsu yang beredar di Indonesia dinilai cukup meresahkan. Soalnya dengan menggunakan suku cadang palsu tidak hanya bisa merugikan para pelaku usaha, keselamatan pengendara juga dipertaruhkan.

    Tapi bagaimana caranya untuk mengetahui bahwa suku cadang motor yang hendak kita beli palsu atau original? Rupanya untuk mengetahui suku cadang palsu atau original bisa dilihat secara mata telanjang. Seperti tertulis dalam situs resmi Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI).


    Dalam situs AISI dijelaskan penggunaan suku cadang palsu pada sepeda motor merupakan salah satu masalah serius yang dapat membahayakan keselamatan pengendara sekaligus merugikan dari sisi teknis maupun ekonomi. Walaupun tampilan luarnya seringkali mirip dengan produk asli, kualitas dan fungsinya sangat berbeda, bahkan dapat mengakibatkan kerusakan fatal pada kendaraan.

    Berikut contoh ciri-ciri suku cadang palsu dan dampak saat menggunakannya:

    1. Cakram Rem Palsu

    * Memiliki ciri-ciri, Permukaan piringan tidak rata dan jumlah lubang pendingin lebih sedikit.
    * Risiko/Dampak:Hal ini menyebabkan pengereman tidak maksimal, bahkan dapat membuat roda terkunci secara tiba-tiba. Akibatnya, risiko kecelakaan saat berkendara meningkat secara signifikan.

    2. Saringan Oli Palsu

    * Saringan oli palsu memiliki ciri: Tidak dilengkapi dengan katup pengaman.
    * Risiko/Dampak:Bila terjadi penyumbatan, sirkulasi oli bisa terhenti, sehingga mesin macet atau bahkan mati mendadak. Oli juga dapat menyembur keluar, membahayakan mesin maupun pengendara.

    3. Oli Palsu

    * Kualitas aditif sangat rendah, sehingga menyebabkan mesin overheat.
    * Risiko/Dampak:Menggunakan oli palsu menyebabkan mesin bekerja lebih berat, menimbulkan kebisingan dan getaran berlebihan, serta meningkatkan konsumsi bahan bakar. Dalam jangka panjang, pengguna akan mengeluarkan biaya perawatan yang lebih tinggi untuk mengganti komponen yang rusak.

    4. Piston Palsu

    * Jika menggunakan piston palsu, pengendara akan mengalami kerugian, karena tidak memiliki ketahanan terhadap suhu tinggi akibat pembakaran.
    * Permukaan silinder piston palsu memiliki resistansi gesekan yang tinggi, sehingga efisiensi bahan bakar menurun. Hal ini membuat mesin menjadi lebih mudah macet, dan umur pakai kendaraan menjadi jauh lebih singkat.

    5. V-Belt Palsu

    * V-Belt Palsu terbuat dari bahan dengan kualitas rendah, daya rekat buruk, dan ketahanan rendah terhadap pengelupasan.
    * Selain itu presisi dimensi tidak akurat, dengan bentuk gigi yang tidak rata dan melengkung.
    * Sehingga saat menggunakan V-Belt palsu, Akibatnya, daya tahan sabuk menjadi pendek dan kemampuan pengendalian kendaraan dapat berkurang tiba-tiba.

    6. Kampas Rem dan Rem Tromol Palsu

    * Bahan material kampas rem dan rem tromol Palsu tidak dilapisi krom sehingga mudah berkarat.
    * Dimensi tidak presisi, braket tidak stabil, serta kemampuan pengereman rendah.
    * Sangat berisiko menyebabkan roda terkunci saat pengereman.

    Dengan berbagai contoh yang diberikan, AISI mengingatkan untuk seluruh pengendara motor agar tidak mudah tertipu, dan berani mengatakan tidak pada suku cadang palsu, karena bisa merugikan.

    (lth/rgr)



    Sumber : oto.detik.com

  • Tips Merawat Mobil, Kapan Sebaiknya Ganti Ban?



    Jakarta

    Merawat mobil menjadi suatu keharusan, sebab kondisi ini akan menentukan kondisi mobil dalam jangka panjang.

    Hasil studi yang dilakukan oleh Automotive Aftermarket Industry Association, kendaraan yang dirawat secara rutin dapat menempuh jarak hingga 300.000 kilometer, sedangkan sedangkan kendaraan yang diabaikan biasanya hanya mencapai sekitar 100.000 km.

    Hankook Tire membagikan insight perawatan mobil yang sebaiknya diketahui setiap pengendara baru.


    “Merawat mobil seharusnya sudah dilakukan sejak awal pembelian, bukan menunggu ada masalah, karena kebiasaan ini akan menentukan kondisi mobil jangka panjang, menekan risiko kecelakaan, sekaligus menghindarkan dari biaya perbaikan yang tidak perlu,” kata National Sales Manager Passenger Car Radial (PCR) Hankook Tire Sales Indonesia, Apriyanto Yuwono.

    Berikut ini tips merawat mobil:

    Pertama, rutin ganti oli mesin.

    Oli berfungsi melumasi komponen mesin agar tidak cepat aus, membantu menjaga suhu mesin tetap stabil saat macet, hingga membersihkan kotoran logam dan sisa pembakaran. Untuk mencegah kerusakan pada mesin, sebaiknya ganti oli setiap 6 bulan atau 10.000 km, tergantung mana yang tercapai lebih dahulu. Jika mesin mengeluarkan suara kasar atau indikator oli pada speedometer menyala, segera lakukan penggantian oli untuk menghindari kerusakan lebih lanjut.

    Kedua, cek air radiator dan sistem pendinginan.

    Air radiator berperan penting dalam menjaga kestabilan suhu mesin. Dengan sirkulasi yang terus-menerus menyerap dan melepaskan panas, cairan ini mencegah terjadinya overheat, yang dapat merusak komponen mesin secara permanen. Idealnya, kuras air radiator setiap 2 tahun atau 40.000 km, tergantung mana yang tercapai lebih dulu. Jika warnanya mulai keruh atau kecokelatan, tandanya air radiator sudah terkontaminasi dan perlu segera diganti. Hindari penggunaan air biasa karena dapat menyebabkan karat pada sistem pendingin.

    Ketiga, cek kondisi kampas rem.

    Kampas rem memiliki ukuran minimum yang aman yaitu 3 mm untuk bagian depan dan 2 mm untuk bagian belakang. Secara umum, kampas rem sebaiknya diganti setelah mobil menempuh 60.000-70.000 km untuk transmisi manual, sementara pada transmisi otomatis sebaiknya dilakukan lebih cepat, yakni setelah 35.000-40.000 km. Selain jarak tempuh, tanda-tanda kampas rem perlu segera diganti antara lain muncul suara berdecit dan berkurangnya daya cengkeram saat pengereman. Penggantian kampas rem sebelum habis penting untuk menjaga efektivitas pengereman dan keselamatan.

    Keempat, periksa ban mobil.

    Posisi ban yang kurang presisi bisa menyebabkan mobil terasa tidak stabil, keausan ban menjadi tidak merata, hingga mengurangi kenyamanan berkendara. Untuk itu, lakukan spooring dan balancing secara rutin agar performa ban tetap optimal. Spooring adalah penyetelan sudut roda agar kembali sejajar sesuai standar pabrik sehingga ban mobil tetap stabil dan lurus. Sedangkan balancing adalah menyeimbangkan bobot kendaraan pada ban dan velg, fungsinya mengurangi getaran, serta memperpanjang umur ban dan suspensi. Tanda kendaraan membutuhkan spooring dan balancing umumnya terasa dari getaran pada setir saat melaju di kecepatan tertentu, mobil cenderung menarik ke satu sisi, atau terasa kurang stabil saat dikendalikan. Lakukan spooring & balancing setiap 10.000 km hingga maksimal 20.000 km.

    Kelima, isi tekanan angin ban yang sesuai.

    Tekanan angin yang tepat sangat penting untuk menjaga kestabilan, kenyamanan, dan efisiensi bahan bakar. Tekanan yang kurang bisa membuat ban cepat aus di bagian samping, sedangkan tekanan berlebih berisiko membuat ban lebih keras dan daya cengkeram berkurang. Tekanan angin ideal bervariasi sesuai jenis mobil, yakni MPV (33-36 Psi), City Car (30-36 Psi), Sedan (30-33 Psi), dan SUV (35-40 Psi), atau sesuai dengan rekomendasi pabrikan.

    “Salah satu aspek penting dalam preventive maintenance adalah memperhatikan kondisi ban, sebagai satu-satunya komponen kendaraan yang bersentuhan langsung dengan aspal. Banyak pengendara menganggap ban masih layak pakai selama belum bocor atau rusak parah, padahal usia dan jarak tempuh juga menentukan. Idealnya, ban diganti setiap 2-3 tahun atau setelah menempuh 40.000 km, dan saat pola telapak sudah mencapai batas thread wear indication (TWI).” jelas Apriyanto.

    (riar/lua)



    Sumber : oto.detik.com

  • Tips Pasang Lampu Biled di Mobil, Bisa Plug and Play?



    Jakarta

    Lampu biled semakin digemari karena menawarkan cahaya yang lebih terang, fokus, dan memiliki cutoff rapi sehingga tidak menyilaukan. Namun pertanyaannya, apakah pemasangan biled bisa langsung plug and play?

    Wildan, Sales Manager PRO7 Indonesia menjelaskan pemasangan Bi-Led harus rapi, kokoh, dan tidak asal tempel. Proses pemasangan yang salah berpotensi membuat lampu goyang atau overheat.

    “Instalasi yang proper,” kata Wildan.


    Selanjutnya memperhatikan jumlah relay, ketebalan kabel, dan fuse yang sesuai dengan kebutuhan daya.

    “⁠Penggunaan wiring yang sesuai dengan watt pada biled,” ungkap dia.

    Lampu Biled P730RSLampu Biled P730RS Foto: Dok. Pro7

    Tak kalah penting, Dia menyebut pengaturan cutoff, – batas atau garis pemotong cahaya yang membedakan area terang dan gelap di depan kendaraan. Cutoff ini berfungsi agar cahaya tidak menyilaukan pengendara dari arah berlawanan.

    Soal plug and play. Pemasangan Bi-LED membutuhkan penyesuaian teknis agar hasilnya maksimal dan tidak membahayakan pengguna jalan lain.

    Baru-baru ini PRO7 meluncurkan produk P730RS yang hadir sebagai paket lengkap yang sudah termasuk headlamp dan foglamp. Produk ini merupakan kolaborasi antara PRO7 dengan RANS.

    Soal spesifikasinya, lampu P730RS sudah dibekali headlamp dan foglamp dengan warna cahaya putih 5.700K. Untuk bagian headlamp, lampu ini punya dua mode: low beam 55 watt untuk sorotan pendek dan high beam 65 watt untuk sorotan jauh, dengan ukuran lensa 3 inci. Sementara foglamp-nya juga punya dua mode, yaitu 40 watt (low) dan 50 watt (high) dalam ukuran yang sama.

    Kualitas cahayanya tebal dan merata, tidak menyebar sembarangan. Lampu ini juga punya cutoff yang rapi, artinya sorotan cahaya dibatasi dengan jelas agar tidak menyilaukan kendaraan dari arah berlawanan, tapi tetap memberikan jarak pandang yang jauh dan jelas saat berkendara malam hari.

    “Melalui P730RS, kami ingin menghadirkan pengalaman berkendara malam yang aman dan nyaman bagi semua orang. Dengan harga terjangkau, pengendara bisa menikmati kualitas pencahayaan setara produk premium,” ujar Markus Hermawan, CEO PRO7 Indonesia.

    Produk P730RS dapat digunakan untuk berbagai jenis mobil yang memiliki ukuran lampu 3 inci, seperti Grand Innova, VNT, dan model lain. Dengan harga paket Rp3.850.000, pengguna sudah mendapatkan set lengkap headlamp dan foglamp.

    “Kami merancang P730RS agar mudah diaplikasikan dan cocok untuk berbagai mobil. Pemasangan umumnya hanya memerlukan waktu 3-4 jam dan sudah plug & play (PNP),” tambah Wildan, Sales Manager PRO7 Indonesia.

    (riar/lth)



    Sumber : oto.detik.com

  • Ini Nih Penyebab dan Cara Ampuh Mengatasi HP yang Cepat Panas

    Jakarta

    Handphone (HP) jadi salah satu gawai yang sulit banyak orang lepas pada zaman sekarang ini. Intensitas penggunaannya yang tinggi bisa membuat ponsel cepat panas.

    Ketika terlalu panas, kamu bisa lho sampai merasakan rasa sakit di tangan saat memegang HP. Jika terus-menerus dibiarkan overheat, ponsel bahkan dapat mengalami kerusakan pada sistemnya.

    Kira-kira, apa ya penyebab HP mudah panas? Dan adakah cara untuk mengatasinya?


    Penyebab HP Cepat Panas

    Dilansir situs Avast, ada sejumlah penyebab umum yang membuat HP gampang panas. Simak penjelasannya.

    1. Membuka Terlalu Banyak Aplikasi

    Suhu ponsel dapat meningkat ketika beberapa aplikasi dibuka sekaligus. Ini karena aplikasi menjalankan proses latar belakang yang menguras CPU dan memori meski tidak digunakan secara aktif.

    2. Aplikasi Boros Baterai

    Saat menjalankan suatu aplikasi yang boros baterai dalam waktu lama, itu sudah cukup untuk membuat ponsel jadi cepat panas. Aplikasi yang menggunakan baterai intensitas tinggi, seperti yang mengandung elemen augmented reality (AR) atau aplikasi grafis berat.

    3. Terkena Sinar Matahari Langsung

    Meski hanya dalam waktu singkat, HP yang terkena sinar matahari langsung dapat membuatnya mudah panas. Apabila ponsel dibiarkan berada di bawah matahari dalam waktu lama, komponen internalnya bisa sampai rusak permanen.

    4. Baterai atau Charger yang Rusak

    Wajar jika HP menjadi sedikit panas saat pengisian daya. Tapi kalau ponsel jadi terlalu panas, itu bisa jadi disebabkan oleh baterai atau charger yang rusak.

    5. Terlalu Lama Streaming Video dan Bermain Game

    Bermain game dan streaming video terlalu lama dapat membebani CPU dan GPU ponsel yang menyebabkan peningkatan suhu panas. Terlebih jika game yang menuntut grafis tinggi akan menguras baterai.

    6. Terpapar Malware atau Virus

    Jika HP terinfeksi malware atau virus akibat aplikasi palsu atau mengklik tautan aneh, CPU dan memorinya dapat dibajak sehingga menghambat kinerja ponsel serta suhu perangkat bisa meningkat.

    7. Pembaruan Software

    Saat dan setelah memperbarui sistem perangkat lunaknya, ponsel rentan menjadi panas karena mungkin ada bug yang sedang diperbaiki. Setelah pembaruan software berlalu dan di-restart, HP biasanya akan mulai dingin.

    Cara Mudah Mengatasi HP yang Cepat Panas

    Kalau ponsel kamu mudah panas ketika digunakan, lakukan cara-cara berikut untuk mengatasinya.

    1. Tutup Semua Aplikasi

    Untuk mendinginkan HP yang panas bisa mulai dengan menutup seluruh aplikasi yang terbuka. Setelahnya, bisa istirahatkan ponsel sejenak dengan tidak membuka atau tak menggunakan aplikasi apapun.

    2. Hindari Paparan Sinar Matahari Langsung

    Sinar matahari yang mengenai ponsel bisa membuatnya panas dengan cepat. Karena itu, jauhkan dan hindari HP dari paparan matahari langsung. Dengan cara ini, suhu ponsel akan berkurang dan tidak semakin panas.

    3. Lepaskan Casing HP

    Ketika ponsel tengah overheat, suhu panas akan terperangkap di casing. Jika kamu merasakan panas saat menyentuh casing HP yang terpasang, segera lepas dan suhu ponsel nantinya akan kembali ke normal.

    4. Aktifkan Mode Pesawat

    Tak sedikit orang yang membiarkan GPS, bluetooth, serta WiFi tetap on meski tidak dibutuhkan. Kamu bisa menonaktifkan jaringan-jaringan tersebut, atau juga dapat menyalakan mode pesawat saat tidak menggunakan HP.

    5. Letakkan HP di Tempat yang Sejuk

    Udara sejuk dapat mengurangi suhu ponsel yang panas. Jika kamu berada di sekitar kipas angin atau AC, letakkan atau pegang HP di dekatnya agar udara sejuk bantu mendinginkan suhu panasnya.

    Nah, itu dia sederet penyebab dan cara mengatasi HP yang panas dengan mudah. So, kalau ponselmu mengalami overheat bisa lakukan cara-cara di atas, ya.

    (azn/fds)

    Sumber : inet.detik.com

    Alhamdulillah اللهم صل على رسول الله محمد teknologi
    ilustrasi gambar : unsplash.com / Jannis Brandt
  • Berapa Lama HP Baru Perlu Dicas? Ini Tipsnya Agar Baterai Awet

    Jakarta

    Saat membeli HP baru, kapasitas baterai tentu tidak terisi penuh 100%. Terkadang ada baterai yang masih menyisakan 50% atau sekitar 30% saja.

    Sebelum digunakan, HP tentunya harus dicas terlebih dahulu. Nah, lama waktu pengecasan HP masih menjadi perdebatan bagi sebagian orang.

    Sebab, ada yang meyakini HP baru perlu dicas selama 8 jam agar baterai berfungsi secara optimal. Lantas, berapa lama cas HP baru yang benar? Simak penjelasannya dalam artikel ini.


    Berapa Lama Cas HP Baru?

    Benarkah HP baru perlu dicas dalam waktu lama? Jawabannya adalah tidak. Dilansir situs Endesa, jika kamu baru membeli smartphone baru, sebaiknya cas hingga penuh atau 100% saat pertama kali digunakan.

    Sebab, HP di zaman sekarang sudah mengusung teknologi canggih, salah satunya di sektor baterai. Jadi, kamu tak perlu repot-repot mengecas HP hingga berjam-jam dengan maksud agar baterai berfungsi optimal.

    Nah, disarankan untuk mengecas HP dalam kondisi mati atau turn off. Cara ini dilakukan agar baterai smartphone dapat terisi secara optimal. Selain itu, jangan gunakan HP ketika dicas, biarkan baterai terisi penuh baru setelah itu bisa dipakai.

    Tips Agar Baterai Smartphone Awet

    Masalah baterai yang boros selalu menghantui banyak pengguna smartphone. Meski saat ini kapasitas baterai sudah besar, tetapi masih ada rasa khawatir baterai cepat habis.

    Jangan panik, soalnya ada sejumlah tips dalam menjaga baterai HP agar awet dan bisa digunakan seharian penuh. Masih mengutip Endesa, berikut tipsnya:

    1. Pakai Charger Original

    Tips yang pertama adalah selalu menggunakan charger original bawaan pabrik. Pada umumnya, produsen smartphone telah menyertakan kabel data dan charger di dalam dus penjualan.

    Namun, beberapa merek seperti Samsung dan Apple tidak menyertakan charger di dalam dusnya. Untuk itu, sebaiknya beli charger original di toko resmi atau online store terpercaya. Meski harganya mahal, tetapi cara ini dapat menjaga baterai agar tetap awet.

    2. Jangan Menggunakan HP hingga Overheat

    Penggunaan HP yang berat seperti bermain game online atau merekam video dalam format 4K, dapat membuat smartphone cepat panas atau overheat. Seiring waktu, hal tersebut dapat mempengaruhi kualitas baterai sehingga boros dan bisa saja rusak di kemudian hari.

    3. Jangan Biarkan Baterai HP hingga Habis

    Membiarkan baterai smartphone hingga benar-benar habis sebelum diisi ulang dapat merusak baterai dan memperpendek masa pakainya. Maka dari itu, sebaiknya cas baterai HP ketika masih ada sisa daya sekitar 20-30%.

    4. Lepas Charger dari HP saat Baterai Sudah Penuh

    Ketika baterai sudah penuh, sebaiknya segera lepas charger dari HP. Salah satu kebiasaan yang sering dilakukan adalah membiarkan HP terus dicas walaupun baterai sudah terisi penuh.

    Kebiasaan tersebut dapat membuat baterai HP menjadi rusak seiring waktu. Alhasil, baterai terasa boros dan kamu malah jadi sering cas HP dalam sehari.

    5. Jangan Menggunakan HP saat Dicas

    Tips yang terakhir adalah dengan tidak menggunakan HP saat sedang dicas. Biarkan baterai terisi penuh atau hingga mencapai 90%, baru setelah itu bisa digunakan kembali.

    Menggunakan HP saat dicas dapat membuat suhu smartphone panas. Selain itu, proses pengisian daya baterai jadi terhambat sehingga memakan waktu lebih lama.

    Demikian penjelasan mengenai berapa lama cas HP baru. Semoga dapat bermanfaat!

    (ilf/fds)



    Sumber : inet.detik.com

  • Tips Pasang Lampu Biled di Mobil, Bisa Plug and Play?

    Tips Pasang Lampu Biled di Mobil, Bisa Plug and Play?



    Jakarta

    Lampu biled semakin digemari karena menawarkan cahaya yang lebih terang, fokus, dan memiliki cutoff rapi sehingga tidak menyilaukan. Namun pertanyaannya, apakah pemasangan biled bisa langsung plug and play?

    Wildan, Sales Manager PRO7 Indonesia menjelaskan pemasangan Bi-Led harus rapi, kokoh, dan tidak asal tempel. Proses pemasangan yang salah berpotensi membuat lampu goyang atau overheat.

    “Instalasi yang proper,” kata Wildan.


    Selanjutnya memperhatikan jumlah relay, ketebalan kabel, dan fuse yang sesuai dengan kebutuhan daya.

    “⁠Penggunaan wiring yang sesuai dengan watt pada biled,” ungkap dia.

    Lampu Biled P730RSLampu Biled P730RS Foto: Dok. Pro7

    Tak kalah penting, Dia menyebut pengaturan cutoff, – batas atau garis pemotong cahaya yang membedakan area terang dan gelap di depan kendaraan. Cutoff ini berfungsi agar cahaya tidak menyilaukan pengendara dari arah berlawanan.

    Soal plug and play. Pemasangan Bi-LED membutuhkan penyesuaian teknis agar hasilnya maksimal dan tidak membahayakan pengguna jalan lain.

    Baru-baru ini PRO7 meluncurkan produk P730RS yang hadir sebagai paket lengkap yang sudah termasuk headlamp dan foglamp. Produk ini merupakan kolaborasi antara PRO7 dengan RANS.

    Soal spesifikasinya, lampu P730RS sudah dibekali headlamp dan foglamp dengan warna cahaya putih 5.700K. Untuk bagian headlamp, lampu ini punya dua mode: low beam 55 watt untuk sorotan pendek dan high beam 65 watt untuk sorotan jauh, dengan ukuran lensa 3 inci. Sementara foglamp-nya juga punya dua mode, yaitu 40 watt (low) dan 50 watt (high) dalam ukuran yang sama.

    Kualitas cahayanya tebal dan merata, tidak menyebar sembarangan. Lampu ini juga punya cutoff yang rapi, artinya sorotan cahaya dibatasi dengan jelas agar tidak menyilaukan kendaraan dari arah berlawanan, tapi tetap memberikan jarak pandang yang jauh dan jelas saat berkendara malam hari.

    “Melalui P730RS, kami ingin menghadirkan pengalaman berkendara malam yang aman dan nyaman bagi semua orang. Dengan harga terjangkau, pengendara bisa menikmati kualitas pencahayaan setara produk premium,” ujar Markus Hermawan, CEO PRO7 Indonesia.

    Produk P730RS dapat digunakan untuk berbagai jenis mobil yang memiliki ukuran lampu 3 inci, seperti Grand Innova, VNT, dan model lain. Dengan harga paket Rp3.850.000, pengguna sudah mendapatkan set lengkap headlamp dan foglamp.

    “Kami merancang P730RS agar mudah diaplikasikan dan cocok untuk berbagai mobil. Pemasangan umumnya hanya memerlukan waktu 3-4 jam dan sudah plug & play (PNP),” tambah Wildan, Sales Manager PRO7 Indonesia.

    (riar/lth)



    Sumber : oto.detik.com