Tag: penerbangan

  • Bali Butuh Bandara Baru! Pakar UI Sebut Denpasar Sudah Over Capacity

    Bali Butuh Bandara Baru! Pakar UI Sebut Denpasar Sudah Over Capacity



    Jakarta

    Pembangunan Bandara Bali Utara dinilai cukup penting. Pakar perencanaan lingkungan Universitas Indonesia Dr. Rudy Parluhutan Tambunan M. Si. mengatakan sejumlah alasannya.

    Pemerintah memasukkan Bandara Bali Utara dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029. Desain arsitektur bandara itu juga sudah dirilis pada akhir September di Buleleng. Namun, lokasi belum bisa dipastikan.

    Pemerintah Provinsi Bali sempat mengusulkan lokasi bandara baru itu di Desa Kubutambahan, Kabupaten Buleleng, tetapi kemudian membatalkan dan mengajukan lokasi baru di Desa Sumberklampok. Sumberklampok berada di perbatasan Kabupaten Buleleng di sisi timur dan Kabupaten Jembrana di sisi barat.


    Desa Sumberklampok dilewati jalan raya provinsi antara Gilimanuk dan Singaraja. Gilimanuk adalah pintu masuk Bali dari Jawa sedangkan Singaraja bekas ibu kota Provinsi Sunda Kecil yang dulunya meliputi Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT).

    “Kalau dilihat urgensinya sangat urgen. Bali itu jadi Origin and Destination, Bali bisa jadi tempat awal perjalanan dan juga tujuan utama wisata. Bali bukan hanya tempat tujuan wisata utama, tapi juga bisa jadi tempat awal perjalanan wisatawan. Kalau wisatawan mau ke Bali atau dari Bali lewat jalur darat, mereka bisa naik kapal menyeberang ke timur menuju NTB. Untuk perjalanan udara, semua penerbangan utama bertumpu di Bandara Ngurah Rai, Denpasar,” kata Rudy dalam perbincangan dengan detikTravel, Kamis (9/10.2025).

    “Karena semua bertumpu di Denpasar, implikasinya banyak, mulai over destination, over capacity, hingga mengakibatkan perubahan land use sekitar kabupaten Karangasem, Badung, dan Gianyar. Akhirnya, lokasi-lokasi pertanian yang selama ini menjadi destinasi andalan Bali justru hilang,” ujar Rudy.

    Rudy, yang juga menjadi dosen di Sekolah Ilmu Lingkungan UI itu, membandingkan kondisi Bali selatan dan bali utara. Dia menilai bahwa Bali selatan lebih unggul soal pertanian ketimbang Bali utara. Soal lain adalah kapasitas transportasi Bali selatan.

    “Subak di Bali utara berfungsi sebagai sistem tata air tradisional. Namun, di daerah utara curah hujannya lebih sedikit dibandingkan bagian selatan, jadi kalau mau mengembangkan pertanian sawah di sana kurang ideal,” kata dia.

    “Pada aspek transportasi, arus transportasi menuju Denpasar sudah melebihi kapasitas, baik untuk kedatangan maupun keberangkatan wisatawan. Karena itu, perlu ada pengaturan supaya aktivitas di kota tidak terlalu menumpuk hanya di bagian selatan, timur, atau barat. Jadi, aktivitas perkotaan harus dibagi lebih merata antara bagian selatan, timur, barat, dan tengah Bali. Dengan begitu, transportasi juga bisa diselaraskan agar lebih seimbang dan tidak terlalu padat di satu titik saja,” dia menjelaskan.

    Rudy mengingatkan kendati diperlukan, pembangunan Bandara Bali Utara diminta untuk memperhatikan aspek lingkungan dan sosial, tidak hanya ekonomi. Apalagi, berkaca kepada peristiwa saat Bali terendam banjir setelah hujan dua hari beruntun.

    Ya, salah satu alasan utama Bandara Bali utara dibangun adalah dengan tujuan mendorong pemerataan perkembangan ekonomi dan pariwisata di Bali Utara yang selama ini dinilai kurang berkembang. Dengan adanya bandara baru, akses ke wilayah utara digadang-gadang menjadi lebih mudah dan berdampak membuka peluang investasi dan lapangan kerja baru, serta meningkatkan daya saing Bali sebagai destinasi wisata dan pusat bisnis di Indonesia.

    “Nah, ini perlu dipertimbangkan beberapa kejadian akibat perubahan iklim dan cuaca, musim pun tidak lagi sesuai dengan garis khayal musiman. Pemilihan site lokasinya harus benar-benar cermat dari aspek topografi, iklim dan cuaca, dan kegiatan sekitarnya, karena kalau kita memilih bandara itu terkait keselamatan penerbangan, selamat mendarat dan selamat berangkat,” kata Rudy.

    (fem/ddn)



    Sumber : travel.detik.com

  • Semua Pesawat Tak Laik Terbang, Izin Operasional Dicabut

    Semua Pesawat Tak Laik Terbang, Izin Operasional Dicabut



    Jakarta

    Otoritas Penerbangan Sipil Pakistan (PCAA) secara resmi mencabut izin operasional maskapai Serene Air. Maskapai itu tidak memiliki pesawat yang laik terbang.

    “Serene Air tidak memiliki pesawat yang laik beroperasi untuk penerbangan, sehingga tidak mampu memenuhi kapasitas operasional yang diperlukan dalam menjalankan penerbangan yang aman sesuai dengan aturan dan regulasi PCAA yang berlaku,” bunyi keterangan surat resmi PCAA.

    “Oleh karena itu, Air Operator Certificate (AOC) yang diterbitkan untuk Serene Air resmi ditangguhkan segera,” keterangan ditambahkan.


    Serene Air merupakan maskapai swasta yang mulai beroperasi pada 2017. Maskapai itu awalnya hanya melayani rute domestik kemudian memperluas layanannya ke penerbangan internasional menuju China, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab.

    Saat ini Serene Air memiliki tujuh pesawat, yang terdiri dari tiga Airbus A330-200 dan empat Boeing 737-800.

    Laporan situs aviasi One Mile At A Time mengungkapkan bahwa dari tiga Airbus A330 milik Serene Air, satu pesawat tidak beroperasi selama lebih dari setahun, satu lainnya terakhir terbang ke Karachi (KHI) pada 26 September, dan satu lagi ke Jeddah (JED) pada 29 September.

    Sementara itu, untuk pesawat-pesawat Boeing 737, tiga di antaranya juga tidak aktif selama lebih dari setahun dan satu pesawat terakhir terbang ke Tianjin (TSN) pada 27 September lalu.

    Salah satu pesawat dilaporkan tidak dapat beroperasi setelah mengalami insiden bird strike di Arab Saudi. Maskapai itu berjanji untuk memulangkan penumpang yang sudah terlanjur membeli tiket Serene Air.

    Artikel tentang maskapai yang dicabut izin operasionalnya ini menjadi artikel terpopuler, Jumat (10/10/2025). Baca selengkapnya di sini.

    Simak pula artikel terpopuler lainnya di bawah ini:

    (ddn/ddn)



    Sumber : travel.detik.com

  • Meresahkan, Adik Kakak Ngamuk di Pesawat dan Serang Pekerja Maskapai

    Meresahkan, Adik Kakak Ngamuk di Pesawat dan Serang Pekerja Maskapai



    Jakarta

    Dua penumpang Frontier Airlines yang sempat membuat keributan di dalam pesawat pada Mei lalu, kini harus menghadapi meja hijau. Keduanya didakwa setelah mendorong petugas dan melontarkan kata-kata kasar kepada pramugari selama penerbangan.

    Diberitakan New York Post, Senin (13/10/2025), dua penumpang itu adalah Kiera Lyons (22) dan Maura Flores (31). Mereka ditangkap atas tuduhan mabuk dan menyebabkan keributan di pesawat tujuan Garden State di Bandara Internasional Orlando pada 15 Mei. Tindakan agresif mereka terekam body cam.

    Kemudian, seorang petugas polisi Orlando mendekati pekerja maskapai yang sudah terduduk di lantai setelah dugaan penyerangan tersebut.


    “Yang lebih dulu mendorong saya adalah yang bertubuh pendek dan kurus, lalu saudaranya melakukan setelahnya,” ujar pekerja Frontier Airlines tersebut kepada petugas.

    Pekerja maskapai mengatakan bahwa dia diminta menghubungi pejabat maskapai dan polisi setelah kedua penumpang ini menolak keluar dari pesawat. Mereka pun berteriak dan menimbulkan keributan di dalam pesawat.

    Saat keduanya pergi, Lyons mengumpat kepada pramugari. Lalu saat keluar mereka mendorong petugas gerbang. Tindakan kedua penumpang ini juga dibenarkan oleh pramugari.

    Lyons membela dirinya dengan mengatakan jika dia punya kecemasan dan depresi dan mengalami hiperventilasi. Dia merasa mual di kamar mandi ketika seorang pramugari memintanya untuk meninggalkan pesawat.

    Flores mengatakan pramugari bertanya kepada saudarinya apakah dia mabuk dan dia menjawab, “Ya, saya minum beberapa gelas.”

    Lyons kemudian mengklaim pertengkaran itu memanas ketika seorang karyawan pria diduga menyentuh dadanya, membuat mereka berdua kesal. Ia bahkan menunjukkannya dengan mendorong dada petugas.

    Beberapa saat kemudian, Lyons terlihat diborgol yang semakin membuat kakak perempuannya kesal. Kedua bersaudari ini mencoba untuk kabur, tapi berhasil ditangkap oleh petugas dan diborgol. Dalam rekaman lain terekam juga keduanya mengamuk dan berdebat dengan petugas saat di dalam mobil patroli.

    Mereka berteriak-teriak meminta borgol dilepaskan.

    Dibawa ke pengadilan

    Menurut sebuah dokumen di Sirkuit Yudisial Kesembilan Florida, Lyons dan Flores didakwa dengan penyerangan tingkat pertama dan perilaku tidak tertib tingkat kedua karena diduga menyerang seorang petugas gerbang. Akibat dorongan tersebut, karyawan maskapai itu mengalami luka ringan.

    Kasus kedua saudari itu ditutup dan dirujuk ke program intervensi pra-persidangan (PTI) pada 17 September.

    (sym/fem)



    Sumber : travel.detik.com

  • Maskapai Ini Manjakan Introvert, Ada Kursi ‘Bebas Tetangga’

    Maskapai Ini Manjakan Introvert, Ada Kursi ‘Bebas Tetangga’



    Jakarta

    Maskapai Virgin Australia memiliki kampanye baru untuk penumpang introvert. Ada penawaran khusus bagi mereka yang ingin duduk tanpa penumpang di sebelahnya.

    Strategi baru ini bernama ‘Kursi Bebas Tetangga’. Penumpang di kelas ekonomi bisa memesan dua kursi sekaligus untuk dirinya sendiri, seperti dikutip dari Mirror UK pada Selasa (14/10/2025).


    Sistemnya, penumpang dapat mengajukan penawaran melalui aplikasi maskapai untuk memesan kursi tambahan di sebelah mereka. Kursi tersebut akan dilelang mulai dari £14 atau sekitar Rp 300 ribuan dan akan terus naik tergantung banyaknya permintaan.

    Penumpang yang beruntung akan diinformasikan dua jam sebelum keberangkatan. Namun, jika penumpang kehabisan kursi, maka mereka akan mendapatkan refund atau pengembalian uang.

    Yang perlu dicatat, Kursi Bebas Tetangga ini hanya tambahan ruang pribadi bagi penumpang, tidak berlaku untuk jatah bagasi tambahan.

    Fitur baru ini hadir setelah survei tahun 2023 yang menemukan bahwa 42 persen penumpang Virgin Australia mengatakan mereka akan mempertimbangkan biaya untuk mengosongkan kursi tengah pada penerbangan internasional lebih dari tiga jam.

    Selain itu, 35 persen penumpang juga mengatakan mereka akan melakukan hal yang sama untuk penerbangan domestik lebih dari tiga jam.

    “Prioritas kami adalah memberikan nilai dan pilihan yang lebih banyak kepada penumpang Virgin Australia ketika mereka memilih untuk terbang bersama kami,” ucap Eksekutif Virgin Australia, Libby Minogue.

    Fitur serupa juga ditawarkan oleh maskapai lain seperti Qantas dan Air France.

    Kursi Bebas Tetangga adalah fitur tambahan yang cerdas bagi wisatawan Ekonomi yang menginginkan kepastian ruang ekstra tanpa biaya tambahan. Setelah memesan penerbangan, penumpang dapat mengajukan penawaran untuk kursi tambahan melalui aplikasi Virgin Australia.

    (bnl/ddn)



    Sumber : travel.detik.com

  • Badai Alice Landa Spanyol, Aktivitas Wisatawan Jadi Terganggu

    Badai Alice Landa Spanyol, Aktivitas Wisatawan Jadi Terganggu



    Valencia

    Cuaca buruk mengancam kawasan timur Spanyol seiring Badai Alice yang terus menerjang pesisir Mediterania Spanyol. Hujan deras yang mengguyur sejak akhir pekan menyebabkan banjir bandang di wilayah Catalonia, mengubah sejumlah jalan di kawasan wisata menjadi aliran lumpur yang deras.

    Melansir Euronews, Selasa (14/10/2025) dalam video yang beredar di media sosial, tampak sejumlah kendaraan terseret arus air berwarna cokelat pekat. Layanan darurat pun dikerahkan untuk mengevakuasi para pengemudi yang terjebak di dalam mobil yang terendam banjir.

    Hingga kini, kondisi cuaca ekstrem diperkirakan belum akan mereda. Badan Meteorologi Spanyol (Aemet) telah mengeluarkan peringatan merah untuk sebagian wilayah Valencia pada Senin (13/10), menyebutkan bahwa curah hujan bisa mencapai 100 milimeter hanya dalam waktu satu jam.


    Otoritas Perlindungan Sipil setempat mengimbau masyarakat untuk tetap berada di dalam rumah dan mewaspadai kemungkinan memburuknya situasi.

    “Situasinya rumit, dan diperkirakan akan ada lebih banyak hujan,” ujar Pejabat senior dari Badan Perlindungan Sipil Catalonia, Cristina Vicente.

    Meski belum ada laporan korban jiwa, tercatat 18 orang mengalami luka-luka, termasuk satu di antaranya mengalami luka serius. Badai Alice juga menyebabkan gangguan besar pada sistem transportasi, khususnya di sepanjang pesisir timur Spanyol.

    Layanan kereta api antara Barcelona dan Valencia terpaksa dihentikan di sepanjang koridor Mediterania, memengaruhi lebih dari 3.000 penumpang. Sementara itu, jalan tol AP-7 ditutup untuk sementara di ruas antara Freginals dan Ulldecona akibat banjir dan tumpukan puing.

    Militer pun diterjunkan untuk membantu proses evakuasi dan pembersihan. Di Kepulauan Balearic, badai juga memicu gangguan perjalanan udara.

    Bandara Ibiza sempat menghentikan operasionalnya pada Minggu malam setelah landasan pacu dan sebagian area terminal terendam banjir. Akibatnya, setidaknya 24 penerbangan dibatalkan atau mengalami penundaan.

    Layanan darurat juga dilaporkan menyelamatkan sejumlah orang yang terjebak dalam kendaraan di pulau tersebut. Hingga Selasa, peringatan cuaca kuning dan oranye masih berlaku di Ibiza dan Formentera, dengan prakiraan hujan hingga 50 milimeter dalam satu jam.

    Aemet memperkirakan hujan lebat dan badai petir akan terus melanda kawasan timur Spanyol hingga akhir pekan. Peringatan oranye masih diberlakukan di wilayah pesisir Alicante, Valencia, dan Castellon. Beberapa lokasi bahkan diperkirakan menerima curah hujan hingga 300 milimeter sebelum badai diprediksi mulai mereda pada Sabtu (18/10).

    Badai Alice sendiri diklasifikasikan sebagai DANA (Depresion Aislada en Niveles Altos) yakni fenomena cuaca di mana kantong udara dingin terlepas dari aliran jet kutub dan menetap di atas wilayah Laut Tengah yang hangat.

    Fenomena tersebut biasanya terjadi satu hingga dua kali dalam satu dekade, namun dampaknya bisa sangat merusak karena kombinasi antara curah hujan ekstrem dan potensi banjir besar.
    Sebagai catatan, pada Oktober 2024 lalu, Valencia pernah dilanda salah satu badai DANA terdahsyat dalam sejarah modern.

    Peristiwa tersebut menewaskan lebih dari 200 orang dan menimbulkan kerusakan besar. Tragedi itu juga memicu kemarahan publik terhadap pemerintah karena dianggap lalai dalam penanganan bencana. Meskipun Badai Alice sejauh ini belum menimbulkan korban jiwa, pihak berwenang tetap mengingatkan masyarakat untuk waspada.

    (upd/wsw)



    Sumber : travel.detik.com

  • Thailand Alami Penurunan Wisatawan, Tak Ada Turis dari RI di 5 Besar

    Thailand Alami Penurunan Wisatawan, Tak Ada Turis dari RI di 5 Besar



    Bangkok

    Sepertinya Thailand harus kerja keras untuk meningkatkan citra pariwisatanya. Memasuki ujung tahun 2025, catatan kunjungan turis mengalami penurunan.

    Thailand telah menyambut 25.096.346 wisatawan asing dari 1 Januari hingga 12 Oktober 2025. Menurut Kementerian Pariwisata dan Olahraga, angka ini turun 7,54% dibandingkan periode sebelumnya pada tahun lalu, seperti dikutip dari Nation Thailand pada Rabu (15/10/2025).


    Negara yang paling banyak menyumbang turis adalah Malaysia dengan total 3.608.943 pengunjung. Kemudian disusul oleh Tiongkok dengan 3.582.322 pengunjung.

    Dari lima negara teratas, ternyata tak ada nama Indonesia. Urutan ketiga adalah India dengan 1.850.318 pengunjung, keempat Rusia dengan 1.319.164 pengunjung dan Korea Selatan dengan 1.205.556 pengunjung.

    Natreeya Taweewong, Sekretaris Tetap Kementerian Pariwisata dan Olahraga, menyatakan bahwa perkiraan awal menunjukkan lebih dari 25 juta pengunjung internasional memasuki Thailand antara 1 Januari dan 12 Oktober 2025, menghasilkan pendapatan belanja sekitar 1,159 triliun baht.

    Selama 6-12 Oktober 2025, jumlah pengunjung melambat di semua segmen pasar, baik jarak pendek maupun jarak jauh, menyusul berakhirnya masa liburan berturut-turut di beberapa negara seperti Tiongkok, Korea Selatan, dan India. Tren ini dianggap umum untuk periode tersebut.

    Akibatnya, total kedatangan internasional selama seminggu mencapai 522.169, turun 82.429 pengunjung atau 13,63% dari minggu sebelumnya, dengan rata-rata 74.596 pengunjung per hari.

    Lima negara teratas untuk minggu ini adalah sebagai berikut:

    • Malaysia: 74.915 pengunjung (naik 7,31% dari minggu sebelumnya)
    • Tiongkok: 70.069 pengunjung (turun 46,93%)
    • India: 39.481 pengunjung (turun 25,67%)
    • Korea Selatan: 31.019 pengunjung (turun 30,01%)
    • Rusia: 25.570 pengunjung (turun 8,38%)

    Untuk minggu mendatang, kedatangan internasional diperkirakan akan tetap stabil, didukung oleh beberapa insentif perjalanan seperti liburan festival Diwali untuk target liburan terdekat, dimulainya musim pariwisata yang ramai bagi wisatawan jarak jauh, dan langkah-langkah Kemudahan Perjalanan pemerintah, termasuk penghapusan Formulir Imigrasi TM6 dan inisiatif untuk mendorong maskapai penerbangan meningkatkan frekuensi penerbangan ke Thailand.

    (bnl/ddn)



    Sumber : travel.detik.com

  • Pengumuman, Indonesia Berencana Bangun 6 Pusat Perawatan Pesawat

    Pengumuman, Indonesia Berencana Bangun 6 Pusat Perawatan Pesawat



    Jakarta

    Direktur Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara (DKPPU) Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Sokhib Al Rokhman membeberkan rencana pembangunan enam pusat perawatan pesawat udara terpadu atau Approved Maintenance Organization (AMO). Pembangunan AMO itu dilakukan di enam wilayah yang tersebar dari barat hingga timur Indonesia.

    Sokhib mengatakan pembangunan AMO itu bertujuan memperkuat industri perawatan pesawat nasional agar bersaing dengan negara tetangga di Asia Tenggara. Enam wilayah yang dipilih itu adalah Batam, Kertajati, dan Bandara Budiarto Curug untuk kawasan barat, Makassar (kawasan tengah), serta Timika dan Sentani (kawasan timur Indonesia).

    “Kita ingin membangun itu (industri AMO) kurang lebih ada di enam lokasi yang ingin kita bangun,” kata Sokhib seusai menghadiri forum Indonesia Maintenance, Repair and Overhaul Summit (IMROS) 2025 di Jakarta dikutip dari Antara, Kamis (16/10/2025).


    Rencana pembangunan itu merupakan bagian dari grand design Kemenhub dalam menciptakan pusat perawatan pesawat terintegrasi yang dapat mempercepat transformasi industri penerbangan nasional menuju kemandirian dan efisiensi operasional.

    Sokhib menegaskan penguatan industri AMO menjadi langkah utama yang terus diupayakan pemerintah dengan menyiapkan kawasan khusus yang disebut AMO Center atau Pusat Perawatan Pesawat Udara Indonesia.

    Dia berharap kawasan itu mampu menjadi pusat kegiatan industri perawatan pesawat sekelas Seletar di Singapura, Subang Aerospace Park di Malaysia, Don Mueang di Thailand dan U-Tapao di Vietnam.

    Dia menilai Indonesia memiliki potensi besar untuk menyaingi negara-negara tersebut, terutama karena letak geografis yang strategis dan tingginya kebutuhan layanan perawatan pesawat di wilayah domestik.

    Sokhib mengatakan pemerintah akan mencontoh model pengembangan kawasan perawatan pesawat seperti di Malaysia, yakni dengan Subang Airport ditetapkan langsung oleh Perdana Menteri sebagai kawasan ekonomi khusus.

    Langkah serupa, lanjutnya, akan didorong untuk diterapkan di Kertajati dan Budiarto Curug agar Indonesia memiliki kawasan perawatan, perbaikan, dan overhaul (maintenance, repair, and overhaul/MRO) unggulan yang mampu bersaing di tingkat regional maupun global.

    Dia menambahkan pembangunan kawasan di Batam sudah berjalan dengan adanya investasi dari Lion Group melalui Batam Aero Technic (BAT). Dia berharap Garuda Maintenance Facility (GMF) menyusul dengan memperluas operasinya di sana.

    Kemenhub juga memastikan ketersediaan lahan tidak menjadi kendala, karena Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi telah memberikan dukungan penuh terhadap percepatan pengembangan kawasan MRO di Kertajati dan Budiarto.

    Sokhib menegaskan pula pembangunan AMO Center akan diarahkan sebagai investasi non-APBN dengan skema kerja sama antara pemerintah dan pelaku industri perawatan pesawat udara nasional maupun internasional.

    Pemerintah menyediakan lahan dan infrastruktur dasar, sementara investasi pembangunan fasilitas perawatan akan dilakukan oleh pihak swasta melalui kemitraan dan skema joint venture dengan produsen global.

    Dia mengatakan bentuk kolaborasi itu akan membuka peluang kerja sama strategis, seperti Boeing dengan GMF atau Airbus dengan mitra lokal, sebagaimana praktik yang telah diterapkan di Singapura dan Thailand.

    Adapun, kawasan AMO di Timika dan Sentani akan difokuskan pada dukungan operasional pesawat kecil seperti Cessna Caravan dan Pilatus yang banyak beroperasi di wilayah timur Indonesia.

    (fem/fem)



    Sumber : travel.detik.com

  • Kabar Gembira, Wings Air Kembali Terbang di Langit Tana Toraja

    Kabar Gembira, Wings Air Kembali Terbang di Langit Tana Toraja



    Tana Toraja

    Wings Air resmi melayani kembali rute penerbangan dari Bandara Tana Toraja (TRT) menuju Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar (UPG).

    Traveler sekarang bisa menikmati pemandangan dataran tinggi yang terkenal dengan keindahan alam dan budaya yang mendunia di Tana Toraja. Kin, masyarakat Tana Toraja dan sekitarnya juga jadi semakin mudah menjangkau berbagai kota besar di Indonesia melalui Makassar.

    Penerbangan ini dapat ditempuh dengan durasi waktu hanya sekitar 1 jam penerbangan. Dari Makassar, pelanggan dapat melanjutkan perjalanan menuju lebih dari 20 kota tujuan di seluruh Indonesia bagian barat, tengah, dan timur.


    “Rute ini sekaligus membuka peluang bagi pelaku usaha, wisatawan, dan masyarakat bepergian lebih nyaman,” ungkap Danang Mandala Prihantoro, Corporate Communications Strategic of Wings Air dalam keterangannya, Kamis (16/10/2025).

    Traveler dapat memesan tiket penerbangan rute ini dan melakukan check-in online melalui aplikasi BookCabin, sekaligus menikmati penawaran eksklusif dengan menjadi anggota CabinClub.

    Wings Air akan mengoperasikan pesawat ATR 72 berkapasitas 72 kursi kelas ekonomi yang dirancang ideal untuk penerbangan jarak pendek antarwilayah untuk penerbangan ini.

    Pesawat jenis tersebut terbukti mampu beroperasi di landasan pacu pendek seperti di Tana Toraja, menjadikannya solusi yang tepat untuk menjangkau daerah yang memiliki potensi, baik ekonomi maupun pariwisata.

    “Penerbangan ini bukan sekadar rute udara, melainkan jembatan konektivitas yang menghubungkan kehidupan masyarakat Tana Toraja dengan dunia luar dengan harapan mempercepat mobilitas ekonomi, memperluas akses pendidikan dan kesehatan, serta mendorong promosi pariwisata daerah,” imbuh Danang.

    “Wings Air mengucapkan terima kasih atas dukungan pemerintah daerah, pengelola bandar udara, pengatur lalu lintas udara, serta seluruh pemangku kepentingan penerbangan yang telah berperan aktif menghadirkan konektivitas udara yang lebih baik bagi masyarakat Tana Toraja dan Indonesia bagian timur,” tutup dia.

    Penerbangan Tana Toraja-Makassar ini resmi terbang perdana pada 15 Oktober 2025. Pesawat rute itu akan terbang 2 kali seminggu, setiap hari Rabu dan Jumat.

    Berikut Jadwal Penerbangan Wings Air Tana Toraja-Makassar:

    1. Makassar (UPG) – Tana Toraja (TRT) IW-1330: Terbang 11.00 WITA, Tiba 11.55 WITA

    2. Tana Toraja (TRT) – Makassar (UPG) IW-1331: Terbang 12.15 WITA, Tiba 13.05 WITA

    (wsw/ddn)



    Sumber : travel.detik.com

  • Berkat Wings Air, Bandara Sultan Bantilan di Tolitoli Makin Terkoneksi

    Berkat Wings Air, Bandara Sultan Bantilan di Tolitoli Makin Terkoneksi



    Tolitoli

    Berkat rute baru dari maskapai Wings Air, Bandara Sultan Bantilan di Tolitoli (TLI) kini makin terkoneksi dengan Bandara Mutiara SIS Al Jufrie di Palu (PLW).

    Dari pesisir barat Sulawesi Tengah, kabar baik datang bagi masyarakat Kabupaten Tolitoli dan sekitarnya. Kini perjalanan udara semakin mudah, cepat, dan nyaman usai maskapai Wings Air resmi mengudara kembali dari Tolitoli ke Palu.

    Menurut Corporate Communications Strategic of Wings Air, Danang Mandala Prihantoro, rute baru ini akan membuka kembali jalur penting untuk konektivitas intra Sulawesi Tengah dan keterhubungan dengan berbagai kota besar di Indonesia.


    “Melalui Palu sebagai penghubung utama, masyarakat kini dapat melanjutkan penerbangan menuju Luwuk, Morowali, Balikpapan, Makassar, Surabaya, dan Jakarta di hari yang sama atau pada jadwal berikutnya, sesuai kebutuhan perjalanan,” jelas Danang dalam keterangannya, Jumat (17/10/2025).

    “Rute ini bukan sekadar layanan udara, melainkan penghubung kehidupan dan peluang di pusat pertumbuhan ekonomi baru bagi masyarakat Tolitoli dan wilayah sekitarnya,” imbuh Danang.

    Traveler dapat menikmati kemudahan dengan memesan tiket dan check-in online rute ini melalui aplikasi BookCabin. Traveler juga bisa memesan akomodasi (hotel/penginapan) secara praktis dalam satu platform, serta menjadi anggota CabinClub untuk memperoleh penawaran spesial dan reward menarik lainnya.

    “Beberapa manfaat langsung yang dapat dirasakan dari rute baru ini antara lain, mempermudah akses wisatawan dan pelaku usaha yang ingin berkunjung atau berinvestasi di Tolitoli hingga Distribusi barang, hasil pertanian, dan perikanan menjadi lebih cepat ke berbagai kota besar,” kata Danang.

    Wings Air Terbangi Rute Tolitoli PaluWings Air Terbangi Rute Tolitoli Palu Foto: (dok. Wings Air)

    Untuk penerbangan Tolitoli-Palu, Wings Air akan menggunakan pesawat ATR 72 berkapasitas 72 kursi kelas ekonomi yang dirancang ideal untuk rute jarak pendek dan sesuai dengan infrastruktur Bandara Sultan Bantilan.

    “Wings Air menyampaikan terima kasih atas dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Tolitoli, pengelola bandara, pengatur lalu lintas udara, stakeholders penerbangan, serta seluruh mitra kerja dan masyarakat yang terus berperan aktif dalam memajukan konektivitas udara di Sulawesi Tengah,” tutup dia.

    Berikut Jadwal Penerbangan Wings Air Tolitoli-Palu:

    1. Palu (PLW) – Toli Toli (TLI) IW-1154: Terbang 10.35 WITA, Tiba 11.30 WITA

    2. Toli Toli (TLI) – Palu (PLW) IW-1155: Terbang 12.05 WITA, Tiba 13.00 WITA

    (wsw/ddn)



    Sumber : travel.detik.com

  • Super Air Jet Sediakan Rute Berau-Balikpapan, Akses ke Kota Lain Makin Mudah

    Super Air Jet Sediakan Rute Berau-Balikpapan, Akses ke Kota Lain Makin Mudah


    Jakarta

    Maskapai Super Air Jet membuka rute Berau-Balikpapan yang memudahkan akses ke kota lain di Indonesia. Pesawat rute ini menggunakan Airbus 320 dengan kapasitas 180 kursi sekonomi. Rute baru ini tentu bisa memperluas jangkauan masyarakat Berau dari semua kalangan untuk di berbagai hal.

    Tentunya perjalanan udara ini dilakukan dengan cepat, nyaman, dan mudah diakses bagi seluruh warga Berau. Berikut jadwal lengkap penerbangan rute Berau-Balikpapan (pp) mulai Jumat (17/10/2025):


    1. Berau (BEJ)-Balikpapan (BPN) IU-581

    • Jadwal berangkat: 15.10 WITA
    • Jadwal tiba: 16.10 WITA
    • Frekuensi: setiap hari.

    2. Berau (BEJ)-Balikpapan (BPN) IU-579

    • Jadwal berangkat: 07.00 WITA
    • Jadwal tiba: 08.00 WITA
    • Frekuensi: setiap hari.

    3. Balikpapan (BPN)-Berau (BEJ) IU-578

    • Jadwal berangkat: 13.30 WITA
    • Jadwal tiba: 14.30 WITA
    • Frekuensi: setiap hari.

    4. Balikpapan (BPN)-Berau (BEJ) IU-580

    • Jadwal berangkat: 18.30 WITA
    • Jadwal tiba: 19.30 WITA
    • Frekuensi: setiap hari.

    Melalui Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman-Balikpapan (BPN), masyarakat Berau bisa melanjutkan perjalanan menuju banya kota besar di Indonesia. Selanjutnya masyarakat Berau bisa mengakses pendidikan lebih luas, memperluas kegiatan ekonomi, atau sekadar liburan.

    Tentunya rute perjalanan Berau-Balikpapan dan kota lain di Indonesia mudah diakses, cepat, dan terjangkau bagi seluruh masyarakat. Bagi warga yang ingin mengakses perjalanan menuju kota lain di Indonesia, berikut waktu tempuh yang diperlukan:

    Kalimantan

    • Malinau (LNU) sekitar 2 jam 20 menit
    • Melak atau Kutai Barat (GHS) sekitar 2 jam
    • Tarakan (TRK) sekitar 2 jam 30 menit
    • Palangkaraya (PKY) sekitar 3 jam
    • Banjarmasin (BDJ) sekitar 2 jam 45 menit

    Jawa dan Bali

    • Jakarta (CGK) sekitar 3 jam 45 menit
    • Yogyakarta (YIA) sekitar 4 jam
    • Semarang (SRG) sekitar 3 jam 30 menit
    • Surabaya (SUB) sekitar 3 jam 30 menit
    • Bali (DPS) sekitar 4 jam 15 menit

    Sulawesi

    • Makassar (UPG) sekitar 3 jam
    • Mamuju (MJU) sekitar 3 jam 20 menit.

    Selain kemudahan mengakses tiket, check-in online, hingga menikmati perjalanan yang nyaman, masyarakat juga bisa bergabung dengan program CabinClub untuk menikmati penawaran menarik dari aplikasi, BookCabin.

    Kemudahan akses diharapkan juga bisa mendorong pertumbuhan UMKM lokal dan memberikan peluang baru untuk memasarkan produk ke pasar yang lebih luas. Komoditas khas Berau seperti hasil laut olahan, batik daerah, dan produk kreatif kini dapat menjangkau konsumen di Yogyakarta, Makassar, dan kota-kota lainnya dengan lebih cepat dan efisien.

    (row/ddn)



    Sumber : travel.detik.com