Tag: perguruan

  • Kemdiktisaintek Buka Program Magang Perencanaan dan Kerja Sama 2025, Daftar Yuk!

    Kemdiktisaintek Buka Program Magang Perencanaan dan Kerja Sama 2025, Daftar Yuk!


    Jakarta

    Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) buka pendaftaran program Magang Perencanaan dan Kerja Sama (Marenma) 2025 batch 1. Pendaftaran secara daring hingga 12 Oktober 2025.

    Marenma menjadi program magang Kemdiktisaintek yang dikhususkan untuk mahasiswa aktif, terutama yang memiliki mata kuliah wajib magang atau salah satu syarat kelulusan. Selama magang, mahasiswa diharuskan datang ke kantor pada Senin-Jumat selama periode magang Oktober 2025-Januari 2026.

    Dikutip dari postingan Instagram Kemdiktisaintek, Selasa (7/10/2025) berikut informasinya.


    Syarat Daftar Marenma Kemdiktisaintek 2025

    Syarat Umum

    • Mahasiswa aktif pada perguruan tinggi di bawah Kemdiktisaintek.
    • Memiliki mata kuliah wajib untuk mengikuti Program Kerja Lapangan atau magang dari perguruan tinggi masing-masing atau magang sebagai salah satu persyaratan untuk kelulusan.
    • Dapat bekerja secara individual ataupun dalam tim.
    • Diutamakan memiliki alat kerja pribadi sesuai dengan kemampuan yang dimiliki.
    • Diutamakan berdomisili di area Jabodetabek dan siap untuk datang ke kantor.

    Syarat Dokumen

    • Surat pengantar yang ditandatangani oleh pimpinan perguruan tinggi dan ditujukan kepada Substansi Hubungan Masyarakat, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi dengan menyertakan posisi magang yang dilamar.
    • CV yang memuat pas foto terbaru.
    • Surat kesediaan diri untuk mengikuti program magang hingga selesai dan menjalankan semua tugas dengan baik yang ditandatangani di atas meterai.

    Syarat Khusus

    • Menguasai bahasa Indonesia dengan baik dan benar sesuai ejaan yang disempurnakan (EYD).
    • Menguasai Microsoft Office (Word, Excel, PowerPoint, dan lainnya).
    • Menguasai berbagai program desain diutamakan Photoshop dan Canva.
    • Menguasai dan mampu mengaplikasikan prinsip dasar desain visual.
    • Mampu membuat visualisasi dari pesan yang ingin disampaikan.
    • Memiliki pengetahuan/pengalaman terkait konten-konten laman (untuk website) akan menjadi nilai tambah.
    • Memiliki kemampuan bahasa Inggris yang baik.

    Cara Daftar Marenma Kemdiktisaintek 2025

    Berkas persyaratan administratif/dokumen dapat dikirimkan secara daring dengan cara:

    1. Kunjungi tautan https://bit.ly/Magang_Birorenkerma.

    2. Isi data yang dibutuhkan, dari nama lengkap, alamat, jenis kelamin, nama perguruan tinggi, dan nomor induk mahasiswa (NIM).

    3. Unggah dokumen yang disyaratkan, seperti:

    • Surat pengantar yang ditandatangani oleh pimpinan perguruan tinggi dan ditujukan Kepada Biro Perencanaan dan Kerja Sama, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
    • Kartu Tanda Mahasiswa dan Kartu Rencana Studi yang melampirkan Mata Kuliah Magang/KKL/Job Training/dan lainnya.
    • CV yang memuat pas foto terbaru.
    • Surat kesediaan diri untuk mengikuti program magang hingga selesai dan menjalankan semua tugas dengan baik yang ditandatangani diatas materai.

    4. Klik “Submit” untuk mengirim lamaran.

    Jadwal Pendaftaran Marenma Kemdiktisaintek 2025

    • Pendaftaran: hingga 12 Oktober 2025 pukul 23.59 WIB
    • Seleksi berkas: 13-14 Oktober 2025
    • Wawancara: 15 Oktober 2025
    • Penetapan tim Marenma Batch 1 Tahun 2025: 18 Oktober 2025

    Demikianlah informasi tentang program magang Marenma Kemdiktisaintek 2025. Selamat mendaftar detikers!

    (det/pal)



    Sumber : www.detik.com

  • Sekolah Garuda Diresmikan Hari Ini, Tersebar di 16 Titik

    Sekolah Garuda Diresmikan Hari Ini, Tersebar di 16 Titik


    Jakarta

    Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) resmi meluncurkan Sekolah Garuda pada hari ini, Rabu (8/10/2025). Sekolah Garuda terletak di 16 titik lokasi di seluruh Indonesia.

    Sekolah Garuda ini terdiri dari SMAN 10 Fajar Harapan Banda Aceh, SMAS Unggul Del Toba, MAN Insan Cendekia (IC) Ogan Komering Ilir, SMAN Unggulan (SMANU) MH Thamrin Jakarta, SMA Cahaya Rancamaya Bogor, dan SMA Pradita Dirgantara Boyolali.

    Kemudian, ada juga SMA Taruna Nusantara Magelang, SMA Banua Kalsel Banjarbaru, SMAN Siwalima Ambon, MAN IC Gorontalo, SMA Averos Sorong, dan SMAN 10 Samarinda.


    Di Jakarta, peluncuran Sekolah Garuda dilakukan di SMAN Unggulan MH Thamrin. Peresmian dilakukan langsung oleh Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto dan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti.

    “Kami melakukan pengenalan ya, Sekolah Garuda harapan baru untuk pendidikan unggul di Indonesia. Ya tentu ini adalah salah satu program dari Bapak Presiden,” ujar Brian di SMAN Unggulan MH Thamrin, Cipayung, Jakarta Timur, Rabu (8/10/2025).

    Sekolah Persiapan Masuk Kampus Terbaik Dunia

    Sekolah Garuda merupakan salah satu program unggulan dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) atau Quick Win Presiden Prabowo Subianto yang berfokus pada pengembangan talenta di bidang sains dan teknologi di Indonesia.

    Brian mengatakan ada dua skema Sekolah Garuda, yakni Sekolah Garuda baru dan Sekolah Garuda hasil transformasi dari sekolah-sekolah yang ada.

    “Harapannya bisa mencetak SDM-SDM unggul untuk berkompetisi dengan SDM-SDM dari negara lain,” ujarnya.

    Sekolah Garuda dirancang sebagai lembaga pendidikan prauniversitas dengan sistem berasrama setingkat SMA. Sekolah ini menggunakan pendekatan pembelajaran berbasis science, technology, engineering, and mathematics (STEM).

    “Sehingga nantinya mereka-mereka itu akan bisa menimba ilmu dari tempat-tempat yang memang memiliki keunggulan,” kata Brian.

    Diketahui, tujuan utama Sekolah Garuda adalah menyiapkan generasi muda Indonesia agar mampu bersaing dan melanjutkan pendidikan ke universitas-universitas terbaik, baik di dalam negeri maupun di luar negeri.

    Dalam perencanaannya, Sekolah Garuda diharapkan menjadi wadah bagi siswa berprestasi untuk mengasah kemampuan akademik sekaligus karakter kepemimpinan dan kemandirian. Melalui kurikulum berbasis penelitian dan teknologi, sekolah ini diharapkan dapat melahirkan inovator masa depan yang mampu menjawab tantangan zaman.

    4 Sekolah Garuda Baru, Punya Asrama

    Selain itu, lingkungan berasrama akan menjadi sarana pembentukan disiplin, tanggung jawab, serta semangat kebangsaan bagi para peserta didik.

    Untuk tahun ajaran 2026/2027, Sekolah Garuda direncanakan akan mulai dibangun di empat lokasi strategis di berbagai wilayah Indonesia. Keempat titik pembangunan tersebut dipilih dengan mempertimbangkan pemerataan akses pendidikan berkualitas di berbagai daerah.

    Adapun empat lokasi pertama yang akan menjadi tempat berdirinya Sekolah Garuda adalah: Belitung Timur di Kepulauan Bangka Belitung, Timor Tengah Selatan di Nusa Tenggara Timur, Konawe di Sulawesi Tenggara, serta Bulungan di Kalimantan Utara.

    Pemilihan keempat daerah tersebut diharapkan dapat menjadi titik awal penyebaran pusat-pusat pendidikan unggulan yang mampu melahirkan generasi muda berprestasi di berbagai penjuru Indonesia.

    “Jadi nantinya harapannya anak-anak dari SMA-SMA Garuda, baik transformasi maupun yang sekolah unggulan Garuda, bisa menjadi masyarakat di sekolah-sekolah perguruan tinggi-perguruan tinggi unggulan di dunia,” ujarnya.

    (cyu/twu)



    Sumber : www.detik.com

  • Satu Sekolah Garuda Makan Anggaran Rp 200 M, Target 20 Gedung Baru

    Satu Sekolah Garuda Makan Anggaran Rp 200 M, Target 20 Gedung Baru


    Jakarta

    Sekolah Garuda telah resmi diperkenalkan kepada masyarakat pada hari ini, Rabu (8/10/2025). Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto mengatakan pemerintah menganggarkan Rp 200 miliar untuk setiap Sekolah Garuda baru.

    “Untuk yang sekolah baru kira-kira, karena dia membuat baru ya, itu sekitar Rp 200 M satu sekolah,” katanya saat acara pengenalan Sekolah Garuda di SMAN Unggulan MH Thamrin, Cipayung, Jakarta Timur, Rabu (8/10/2025).

    Dua Skema Sekolah Garuda

    Brian mengatakan ada dua skema Sekolah Garuda, yakni sekolah dengan bangunan baru dan sekolah tranformasi. Sekolah Garuda transformasi diambil dari sekolah-sekolah unggulan yang telah berjalan.


    Ada 12 sekolah unggulan yang sudah bertransformasi menjadi Sekolah Garuda yakni SMAN 10 Fajar Harapan Banda Aceh, SMAS Unggul Del Toba, MAN Insan Cendekia (IC) Ogan Komering Ilir, SMANU MH Thamrin Jakarta, SMA Cahaya Rancamaya Bogor, dan SMA Pradita Dirgantara Boyolali.

    Lalu, SMA Taruna Nusantara Magelang, SMA Banua Kalsel Banjarbaru, SMAN Siwalima Ambon, MAN IC Gorontalo, SMA Averos Sorong, dan SMAN 10 Samarinda.

    “Jadi kan ada dua jenis sebenarnya, 20 itu sekolah baru karena memang sekolah baru pun itu di lokasi-lokasi yang memang pendidikan atau SMA-SMA umumnya belum banyak atau tidak ada sama sekali,” katanya.

    Brian mengatakan akan ada empat Sekolah Garuda baru di tahun 2026. Di tahun itu juga penerimaan siswa baru akan langsung dilakukan.

    Keempat sekolah itu berada di Belitung Timur di Kepulauan Bangka Belitung, Timor Tengah Selatan di Nusa Tenggara Timur, Konawe di Sulawesi Tenggara, serta Bulungan di Kalimantan Utara.

    “Targetnya mulai tahun depan penerimaan mahasiswa baru 2026, maaf-maaf, penerimaan siswa baru 2026 itu akan sudah menerima 4 sekolah,” katanya.

    Siswa SMA Garuda Disiapkan Unggul secara Global

    Lebih lanjut, Brian menyebut siswa-siswa Sekolah Garuda difokuskan untuk bisa bersaing dengan siswa dari luar negeri. Mereka juga didorong bisa melanjutkan pendidikan di kampus luar.

    “Sebenarnya kalau kita lihat kondisi yang ada SMA-SMA umum yang selama ini dibina oleh kementerian di kelas SMA itu sudah sangat baik ya. Kita bisa lihat sendiri beberapa sekolah MH Thamrin juga baik,” katanya.

    “Nah kita tinggal menambahkan nanti penyiapan bagaimana agar adik-adik siswa yang akan lulus itu memiliki kesiapan, mengetahui wawasan bagaimana untuk berkompetisi menuju perguruan tinggi-perguruan tinggi top dunia,” tambah Brian.

    Lulusan Sekolah Garuda diharapkan dapat mengenyam pendidikan lebih tinggi di universitas unggulan. Di sekolah ini juga mereka berfokus mendalami bidang STEM atau sains (science), teknologi (technology), teknik (engineering), dan matematika (mathematics).

    “Sehingga nantinya mereka-mereka itu akan bisa menimba ilmu dari tempat-tempat yang memang memiliki keunggulan,” kata Brian.

    Sekolah Garuda Baru, Lahan Sekitar 20 Ha

    Sekolah Garuda merupakan salah satu program Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) atau Quick Win yang digagas oleh Presiden Prabowo. Proyek ini direncanakan memerlukan lahan sekitar 20 hektare, dengan bangunan utama menempati area seluas 2 hektare.

    Fasilitas yang disediakan di Sekolah Garuda mencakup asrama bagi siswa, rumah untuk para guru, sarana olahraga yang juga dapat dimanfaatkan oleh masyarakat, serta ruang-ruang untuk kegiatan pembelajaran dan pengabdian.

    (cyu/twu)



    Sumber : www.detik.com

  • Kurikulum Sekolah Garuda Siapkan Siswa Bersaing dengan Lulusan LN

    Kurikulum Sekolah Garuda Siapkan Siswa Bersaing dengan Lulusan LN


    Jakarta

    Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto mengatakan kurikulum Sekolah Garuda tidak berbeda dengan sekolah pada umumnya. Hanya saja, ada beberapa tambahan.

    “Kurikulumnya nggak beda, kita hanya menambahkan saja supaya mereka lebih siap berkompetisi dengan sesama lulusan SMA dari negara lain,” katanya di SMAN Unggulan MH Thamrin, Cipayung, Jakarta Timur, Rabu (8/10/2025).


    Persiapan SDM Unggul

    Saat ini, Sekolah Garuda sudah resmi diperkenalkan kepada masyarakat. Sekolah Garuda adalah sekolah yang difokuskan untuk mencetak siswa yang unggul dalam bidang science, technology, engineering, dan mathematics (STEM).

    Selain itu, Brian mengatakan siswa di Sekolah Garuda memang disiapkan agar berdaya saing global. Mereka diharapkan bisa unggul dari siswa-siswa di luar negeri.

    “Sehingga nantinya mereka-mereka itu akan bisa menimba ilmu dari tempat-tempat yang memang memiliki keunggulan,” kata Brian.

    Setelah lulus, siswa Sekolah Garuda memiliki kesempatan untuk mengenyam pendidikan di perguruan tinggi di luar negeri. Selama sekolah, mereka juga akan diarahkan untuk untuk memilih kampus-kampus unggul.

    “Harapannya bisa mencetak SDM-SDM unggul untuk berkompetisi dengan SDM-SDM dari negara lain,” ujar Brian.

    Siswa Sekolah Garuda Harus Unggul di Bidang STEM

    Dalam pengenalan resmi Sekolah Garuda di MH Thamrin tersebut, hadir pula Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti. Ia juga menekankan pentingnya keahlian dalam STEM.

    “Dengan Sekolah Garuda ini kita berharap dapat melahirkan saintis dan juga ilmuwan di berbagai bidang, khususnya STEM, untuk mereka bisa melanjutkan studi di jenjang pendidikan tinggi yang ternama, baik di dalam maupun di luar negeri,” ujar Mu’ti.

    Lewat Sekolah Garuda ini, Mu’ti juga berharap agar siswa dapat pandai dalam hal akademik hingga kepemimpinan. Menurutnya, sudah saatnya siswa memiliki dua kemampuan tersebut di zaman ini.

    “Diharapkan mereka juga memiliki kemampuan-kemampuan yang saya kira juga tidak kalah pentingnya adalah kemampuan leadership atau kepemimpinan sehingga (mereka) bisa mengombinasikan kemampuan akademik dengan leadership,” katanya.

    Sekolah Garuda Resmi Dikenalkan Hari Ini

    Sekolah Garuda resmi diperkenalkan kepada masyarakat pada Rabu, 8 Oktober 2025. Mendiktisaintek menjelaskan bahwa pemerintah menganggarkan Rp 200 miliar untuk pembangunan satu Sekolah Garuda baru.

    Program ini memiliki dua skema, yakni Sekolah Garuda Baru yang dibangun dari nol di daerah yang masih minim sekolah menengah dan Sekolah Garuda Transformasi yang merupakan hasil pengembangan dari sekolah unggulan yang sudah ada.

    Sebanyak 12 sekolah unggulan telah bertransformasi menjadi Sekolah Garuda yakni SMAN 10 Fajar Harapan Banda Aceh, SMAS Unggul Del Toba, MAN Insan Cendekia (IC) Ogan Komering Ilir, SMANU MH Thamrin Jakarta, SMA Cahaya Rancamaya Bogor, SMA Pradita Dirgantara Boyolali,SMA Taruna Nusantara Magelang, SMA Banua Kalsel Banjarbaru, SMAN Siwalima Ambon, MAN IC Gorontalo, SMA Averos Sorong, dan SMAN 10 Samarinda.

    Pada tahun 2026, pemerintah akan membangun empat Sekolah Garuda baru di Belitung Timur (Babel), Timor Tengah Selatan (NTT), Konawe (Sultra), dan Bulungan (Kaltara). Penerimaan siswa baru akan dimulai pada tahun yang sama.

    Program Sekolah Garuda merupakan bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) atau Quick Win yang diinisiasi oleh Presiden Prabowo. Setiap Sekolah Garuda baru akan dibangun di lahan sekitar 20 hektare, dilengkapi asrama siswa, rumah guru, fasilitas olahraga, serta ruang pembelajaran dan pengabdian masyarakat.

    (cyu/twu)



    Sumber : www.detik.com

  • Magang Nasional Bisa Tambah Batch Kalau Banyak Peminat

    Magang Nasional Bisa Tambah Batch Kalau Banyak Peminat


    Jakarta

    Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Yassierli, mengatakan pihaknya akan menambah batch atau gelombang baru Magang Nasional 2025 apabila angka peminat tinggi di tahap pertama. Sebagai informasi, pada tahap awal ini, Kemnaker membuka kuota bagi 20.000 lulusan baru untuk mengikuti Magang Nasional.

    “Nanti kalau ketika ini sesuai dengan yang disampaikan Pak Menko (Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto), kalau ini minatnya bagus, kita bisa buka untuk batch ke-2, batch ke-3,” ucapnya dalam Antara, dikutip Rabu (8/10/2025).


    Seperti diketahui, Magang Nasional merupakan program yang dibuka khusus untuk lulusan baru perguruan tinggi atau fresh graduate. Pemagang akan difasilitasi mentoring, sertifikat, dan gaji setara UMP.

    Kementerian Ketenagakerjaan RI mencatat, sudah ada 451 perusahaan mengajukan diri sebagai penyelenggara dalam program Magang Nasional untuk 1.300 posisi yang diajukan dan 6.000-an calon pemagang. Dia juga memastikan perusahaan yang terdaftar wajib kredibel, seiring memastikan proses verifikasi setiap lowongan kerja.

    “Kita ada tim dari pengantar kerja yang memverifikasi usulan lowongan dari perusahaan. Jadi belum tentu juga semua dari usulan perusahaan itu diterima,” ungkap Yassierli.

    Yassierli menekankan calon peserta magang masih memiliki kesempatan untuk mendaftar hingga 12 Oktober 2025.

    “Jadi, nggak harus buru-buru harus hari ini kemudian daftar,” kata Menaker.

    Syarat Peserta Magang Nasional

    Sebelum mendaftar sebagai peserta magang, individu wajib memenuhi persyaratan berikut:

    • Warga Negara Indonesia yang dibuktikan dengan kepemilikan Nomor Induk Kependudukan (NIK)
    • Lulus program pendidikan Diploma atau Sarjana paling lama 1 (satu) tahun pada saat mendaftar program pemagangan terhitung sejak tanggal ijazah
    • Berasal dari perguruan tinggi yang terdaftar di Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi

    Cara Daftar Magang Nasional 2025

    • Buat akun SIAPkerja di https://account.kemnaker.go.id/register dan lakukan registrasi akun dengan melengkapi data pribadi sesuai identitas resmi
    • Setelah akun aktif, kunjungi laman khusus program magang di https://maganghub.kemnaker.go.id/
    • Isi dan lengkapi profil Anda sesuai dengan bidang keahlian dan minat yang dimiliki
    • Jelajahi dan pilih lowongan magang yang tersedia sesuai dengan minat dan kualifikasi
    • Unggah dokumen pendukung yang diperlukan seperti ijazah, transkrip nilai, dan identitas diri
    • Data yang diunggah akan divalidasi oleh tim pelaksana dengan mengacu pada informasi dari kementerian/lembaga terkait untuk memastikan keaslian dan kelayakan data.

    Peserta yang lolos validasi akan mengikuti proses seleksi yang dilaksanakan langsung oleh perusahaan atau instansi penyelenggara magang. Semoga bermanfaat, detikers!

    (nir/twu)



    Sumber : www.detik.com

  • SMAN Unggulan MH Thamrin Resmi Jadi Sekolah Garuda, Siswa Antusias

    SMAN Unggulan MH Thamrin Resmi Jadi Sekolah Garuda, Siswa Antusias



    Jakarta

    Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) telah resmi mengenalkan Sekolah Garuda kepada masyarakat pada hari ini, Rabu (8/10/2025). Salah satu sekolah yang resmi menjadi Sekolah Garuda adalah SMAN Unggulan MH Thamrin.

    SMA ini dari awal telah menjadi sekolah negeri unggulan Provinsi DKI Jakarta. Sekolah Garuda sendiri terdiri dari dua jenis, yakni sekolah tranformasi dari sekolah yang sudah ada dan sekolah baru. Adapun SMANU MH Thamrin termasuk ke dalam sekolah tranformasi.

    Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto mengatakan, sekolah transformasi salah satunya berbeda dengan Sekolah Garuda baru dalam hal lokasi. Sekolah baru dibangun di lokasi-lokasi dengan pendidikan SMA belum banyak atau tidak ada sama sekali.


    “Justru yang 80 persennya itu adalah existing seperti SMANU MH Thamrin ini,” kata saat berkunjung ke SMANU MH Thamrin di Cipayung, Jakarta Timur, Rabu (8/10/2025).

    Kurikulum SMANU MH Thamrin

    Kepala Sekolah SMANU MH Thamrin, Sarjono, mengatakan setelah sekolahnya bertranformasi menjadi Sekolah Garuda, kurikulum yang diterapkan tetap sama. Sekolah unggulan ini memiliki tiga jenis kurikulum.

    “Kita tetap menggunakan apa yang sudah kita lakukan, kita tetap menggunakan tiga kurikulum, kurikulum nasional, kurikulum Cambridge, dan kurikulum olimpiade,” ujarnya.

    Jauh sebelum dijadikan sebagai Sekolah Garuda, Sarjono menerangkan, SMANU MH Thamrin sudah membimbing siswanya secara intens dalam memilih kampus di luar negeri. Hal tersebut pun sejalur dengan tujuan Sekolah Garuda.

    “Itu semua sudah menjadi komitmen kita dari pihak Kemendiktisaintek. Hanya (saja) ada pendampingan-pendampingan (tambahan), terutama untuk anak-anak, untuk guru, dan juga untuk manajemen,” katanya.

    Selaras, Brian mengatakan kurikulum Sekolah Garuda tidak jauh berbeda. Namun, kurikulum diperkuat agar dapat menyiapkan siswa untuk bersaing dengan lulusan luar negeri.

    “Kurikulumnya nggak beda, kita hanya menambahkan saja supaya mereka lebih siap berkompetisi dengan sesama lulusan SMA dari negara lain,” kata Brian.

    Antusiasme Siswa SMAN Unggulan MH Thamrin Sambut Sekolah Garuda

    Pada momen perkenalan Sekolah Garuda tersebut, hadir sejumlah siswa. Salah satunya, Agna Radhiyya Samodro, salah seorang siswa kelas 10.

    Agna mengatakan dirinya sudah mengetahui bahwa SMANU MH Thamrin telah menjadi Sekolah Garuda sebelum menjadi siswa di sana. Akhirnya, ia memilih SMA ini karena sederet keunggulannya.

    “Fasilitasnya banyak banget. Yang pertama dari kurikulum kita ada tiga, ada Cambrige, ada olimpiade, sama ada Kurnas (kurikulum nasional),” kata Agna.

    Ia sendiri masuk ke Sekolah Garuda ini lewat jalur prestasi. Meraih juara dalam Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) menjadi salah satu modal Agna untuk dapat tembus sekolah unggulan tersebut.

    Agna mengaku banyak belajar meski baru tiga bulan menjalani pembelajaran di sana. Ia menjelaskan, ada bimbingan persiapan agar tembus perguruan tinggi negeri (PTN) dan kampus top luar negeri.

    “Di sini terkenalnya bisa membimbing kita untuk jalur PTLN (perguruan tinggi luar negeri) atau PTN,” ujar Agna.

    Di samping itu, ia mengaku banyak belajar untuk hidup mandiri di sekolah berasrama ini menjelang masa perkuliahan.

    “Kami diajarkan menjadi mandiri karena kuliah kita hidup sendiri kan, kita jauh dari orang tua,” ujarnya.

    Harapan Siswa terhadap Sekolah Garuda

    Siswa kelas 10 SMANU MH Thamrin lainnya, Azza Zira Arfa, mengaku bersyukur bisa masuk sekolah ini. Ia masuk SMAN MH Thamrin lewat jalur afirmasi.

    Ia menaruh harapan besar setelah SMANU MH Thamrin bertranformasi menjadi Sekolah Garuda. Ia berharap status tersebut bisa mempermudah dirinya tembus kampus impian.

    “Mudah-mudahan aja untuk kita masuk kuliah itu lebih diperlancar lagi,” ujarnya.

    Siswa lainnya, Cahaya Cinta Aula, turut punya harapan serupa. Ia bermimpi setelah lulus bisa tembus University of Toronto.

    “Bisa membantu kami, siswa-siswi di sini untuk jalur PTN/PTLN itu, jalur beasiswanya,” imbuh Agna.

    (cyu/twu)



    Sumber : www.detik.com

  • India Jadi Negara dengan Lulusan STEM Terbanyak, Anak Diajarkan Teknologi Sejak Dini

    India Jadi Negara dengan Lulusan STEM Terbanyak, Anak Diajarkan Teknologi Sejak Dini



    Jakarta

    Jurusan bidang sains, teknologi, engineering (teknik), dan matematika atau STEM diprediksi menjadi yang paling menjanjikan di masa depan. Lulusannya banyak dibutuhkan hampir di semua industri.

    Menurut data yang dikumpulkan oleh Institut Statistik UNESCO tahun 2022, India menjadi negara dengan lulusan STEM terbanyak. Persentase mahasiswa yang memilih STEM mencapai 34 persen dari populasi sekitar 1,4 miliar jiwa (per 2022). Jumlahnya sama dengan 476 juta mahasiswa.

    Meski begitu, data ini belum memasukkan China dalam daftar. Berdasarkan data World Economic Forum pada 2016, China menghasilkan 4,7 juta lulusan STEM tiap tahunnya.


    Negara dengan Lulusan STEM Terbanyak di Dunia Versi UNESCO

    Berdasarkan persentasenya, negara teratas yang menghasilkan lulusan STEM yakni Malaysia. dengan 43,5 persen, disusul Tunisia dengan 37,9 persen. Uni Emirat Arab menyusul dengan 36,2 persen dan Jerman dengan 35,8 persen.

    Namun, jika dihitung berdasarkan jumlahnya, India dengan populasinya yang terbanyak, paling unggul dibanding yang lain. Berikut daftar negara dengan persentase lulusan STEM terbanyak menurut data UNESCO.

    1. Malaysia (43,5 persen)

    2. Tunisia (37,9 persen)

    3. Uni Emirat Arab (36,2 persen)

    4. Jerman (35,8 persen)

    5. Belarus (34,6 persen)

    6. India (34 persen)

    7. Korea Selatan (30,2 persen)

    8. Inggris Raya (22,8 persen)

    9. Amerika Serikat (19,6 persen)

    10. Brasil (17,5 persen)

    Sebelumnya pada 2020, data dari The Center for Security and Emerging Technology (CSET) melaporkan India menjadi negara kedua di dunia yang menghasilkan lulusan STEM dengan jumlah 2,55 juta orang. India hanya kalah dari China yang menghasilkan 3,57 juta orang lulusan STEM.

    Kenapa India Begitu Melek dengan STEM?

    Dalam beberapa dekade terakhir, India mengalami transformasi sumber daya manusia, terutama di bidang teknologi. Salah satu awalnya dari kelompok imigran yang pergi ke Amerika Serikat.

    Sejak 1960-an, orang-orang yang berpendidikan tinggi di India seperti ilmuwan, insinyur, doktor, dan sebagian besar pemrogram mulai datang ke AS. Mereka yang ke AS termasuk orang India kasta atas yang mampu kuliah di perguruan tinggi ternama, demikian menurut laporan BBC.

    Seiring waktu, kualitas orang-orang India diakui di AS. Perlahan, perusahaan di AS mengembangkan pabriknya ke India.

    Industri bidang teknologi di India pun mulai berkembang. Pada 1990-an, pemerintahan India mulai membangun pusat-pusat teknologi untuk kemajuan industri tersebut.

    Industri teknologi terus berkembang hingga merambah ke dunia pendidikan. Karena keterampilan bidang STEM terus dibutuhkan, semakin banyak lulusan teknik dan ilmu komputer di India.

    Sampai akhirnya, India memiliki kekuatan pusat teknologi seperti Silicon Valley yang ada di AS. Pusat inovasi dan teknologi terbesar di India antara lain di wilayah Bangalore, Hyderabad, Chennai, dan Thiruvananthapuram.

    Pada 2020, India juga memiliki perusahaan besar bidang teknologi dengan pendapatan terbesar, antara lain Tata Consultancy Services (USD23 miliar), Infosys (USD13 miliar), Wipro (USD11 miliar), HCL Technologies (USD6 miliar), hingga Tech Mahindra (USD5,3 miliar).

    Anak Sekolah di India Diajarkan STEM sejak Dini

    Dengan ekosistem yang saling mendukung antara pemerintah, industri, dan pendidikan, anak-anak di India terus tertarik dengan bidang STEM. Anak-anak di sekolah telah tertarik STEM sejak dini.

    Menurut penelitian yang dilaporkan Ecole Globale International Girl’s School, India anak-anak tersebut mulai menunjukkan minat di bidang STEM sekitar usia delapan tahun. Hal ini disebabkan oleh ketertarikan mereka pada teknologi, gawai, dan alat-alat teknologi lainnya.

    Pendidikan STEM telah dianggap sebagai bidang yang bisa mengajarkan siswa cara berpikir kritis tentang masalah dan menghasilkan solusi yang berguna bagi semua orang yang terlibat, termasuk diri mereka sendiri.

    Dengan berfokus pada metode pembelajaran kreatif seperti pembelajaran berbasis bermain atau pembelajaran berbasis proyek, India dapat mengajarkan siswa cara berpikir kreatif tentang solusi.

    Gerakan yang dikenal sebagai ‘transformasi digital’ ini kemudian semakin menguat di India. Semakin banyak sekolah yang fokus untuk memasukkan pelajaran STEM ke dalam kurikulum di semua jenjang pendidikan.

    Reformasi ini bertujuan untuk membekali siswa dalam menghadapi isu-isu sosial yang kompleks, seperti transformasi digital dan perubahan iklim, serta meningkatkan daya kerja dan mempersiapkan mereka untuk pekerjaan STEM.

    Maraknya program studi STEM menawarkan peluang yang layak untuk mendorong inovasi, kreativitas, dan kemakmuran ekonomi dalam beberapa dekade mendatang seiring negara ini merangkul revolusi pendidikan STEM di India.

    Pendidikan juga memasukkan artificial intelligence (AI), pembelajaran mesin, dan ilmu data sebagai mata pelajaran inti. Di sisi lain, program pelatihan vokasi disesuaikan untuk membekali tenaga kerja dengan keterampilan yang dibutuhkan untuk pekerjaan di era digital.

    Di pendidikan tinggi, beberapa kampus bidang teknologi di India mulai tersorot di kancah global. Setidaknya, ada empat kampus yang masuk top 60 dunia versi Quacquarelli Symonds (QS) World University Rankings (WUR) 2025, yakni Indian Institute of Technology Delhi (IITD), Indian Institute of Technology Bombay (IITB), Indian Institute of Technology Madras (IITM), dan Indian Institute of Technology Kharagpur (IIT-KGP).

    Dengan usaha dan komitmen selama dekade terakhir, lebih dari separuh penduduk India berusia di bawah 30 tahun telah mahir dalam mengadopsi dan beradaptasi dengan teknologi digital baru. Tak heran, lulusan STEM di India terus meningkat dari tahun ke tahun.

    Negara ini juga telah menjadi tuan rumah ekosistem start-up yang kuat. Lebih dari 110 unicorn dan sekitar 130.000 start-up yang berdiri mendorong inovasi di berbagai sektor.

    (faz/twu)



    Sumber : www.detik.com

  • Sudah Kerja Sama dengan PT

    Sudah Kerja Sama dengan PT



    Jakarta

    Meski baru berjalan di tahun pertama, Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf mengaku sudah siapkan strategi untuk murid SMA yang lulus dari Sekolah Rakyat. Apa strateginya?

    “Kita sudah istilahnya bicara hilirisasi kalau (murid) lulus seperti apa,” tuturnya kepada Pemimpin Redaksi detikcom, Alfito Deannova Ginting dalam acara Jejak Pradana ditulis Kamis (2/10/2025).

    Tindak lanjut murid SMA lulusan Sekolah Rakyat akan didasarkan pada bakat dan minat masing-masing peserta didik. Jika mereka minat untuk melanjutkan studi, Kemensos akan melakukan pengawalan.


    Bahkan, sosok yang akrab dipanggil Gus Ipul itu mengaku saat ini Kemensos sudah bekerja sama dengan beberapa perguruan tinggi (PT). Meski, kelulusan ini masih akan terjadi dua tahun ke depan.

    “Kalau memang anak-anak punya minat bakat untuk melanjutkan kuliah, sesuai arahan presiden akan dikawal dan bahkan kita sudah bekerja sama dengan beberapa perguruan tinggi yang mungkin nanti cocok dengan mereka,” bebernya.

    Sedangkan murid yang memiliki semangat dan minat untuk langsung bekerja, mereka akan diarahkan sesuai dengan keterampilannya. Ke depan, Kemensos akan berkomunikasi dengan perusahaan yang cocok, baik BUMN maupun swasta.

    “Yang ingin bekerja nanti di tahun kedua akan mulai kita arahkan dia sesuai dengan minat dan bakatnya sesuai dengan keterampilannya dan kita akan coba komunikasi dengan perusahaan yang cocok dengan dia,” kata Gus Ipul lebih lanjut.

    Minat Bakat di Deteksi Sejak Dini

    Ketika masuk ke Sekolah Rakyat, murid akan menjalani tes bakat minat atau tes DNA talent untuk mengetahui keistimewaannya masing-masing. Tes ini merupakan kerja sama Kemensos dengan ESQ Corp.

    “Kita coba upayakan untuk mengetahui bakat siswa dari awal lewat satu teknologi yang berbasis AI. Lewat tes DNA talent ini kita bisa mengetahui potensi anak-anak ini ke depan seperti apa,” jelasnya.

    Murid cukup mengerjakan beberapa pertanyaan dalam waktu 30 menit. Setelah selesai, sistem akan memaparkan kekuatan dan kelemahannya, penelusuran bakat minatnya, serta rekomendasi profesi apa yang cocok untuk sang murid.

    Berdasarkan hasil sementara tes DNA talent, Kemensos menemukan 22% murid Sekolah Rakyat direkomendasikan menggeluti bidang teknik. Sedangkan sisanya tersebar di bidang kesehatan, penegakan hukum, pendidikan (dosen), hingga seni kreatif.

    “Jadi sudah ada paling nggak udah bisa ketahui minat gambaran awal ini udah ketahuan,” lanjut Gus Ipul.

    Sebelum diterapkan kepada murid, tes DNA talent ini juga dicoba kepada kepala sekolah dan guru-gurunya. Hasilnya, 99 persen kepala sekolah dan guru menyatakan hasilnya cocok dengan dirinya.

    “Oleh karena itu kita teruskan ke para siswa. Kita coba ini sampai nanti mengantarkan mereka ke jenjang berikutnya. Tidak hanya di sekolah ini, tapi nanti setelah lulus mereka kemana,” ungkapnya.

    Gus Ipul dan Kemensos punya harapan besar terhadap berjalannya program Sekolah Rakyat. Ia berharap program ini benar-benar bisa mengentaskan berbagai permasalahan bangsa Indonesia.

    “Karena pendidikan merupakan salah satu faktor penting bagi kemajuan sebuah bangsa dan mudah-mudahan Sekolah Rakyat menjadi jawaban dari itu semua,” pungkas Mensos.

    (det/nah)



    Sumber : www.detik.com

  • 20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi THE WUR 2026, Referensi Masuk Kuliah

    20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi THE WUR 2026, Referensi Masuk Kuliah


    Jakarta

    Daftar universitas terbaik di Indonesia terbaru tertuang dalam pemeringkatan Times Higher Education (THE) World University Rankings (WUR) 2026, diriis Kamis (9/10/2025). Sebanyak 35 perguruan tinggi di Indonesia masuk daftar pemeringkatan perguruan tinggi global ini dari total 2.191 perguruan tinggi di 115 negara dan wilayah.

    THE WUR 2026 mengukur kinerja perguruan tinggi global yang berdasarkan aspek pengajaran (bobot 29,5%), penelitian (29%), transfer pengetahuan yang berjalan (30%), industri (4%)dan pandangan internasional (7,5%). Total 18 indikator kinerja digunakan pada aspek-aspek ini.


    Aspek lingkungan pengajaran meliputi indikator reputasi pengajaran (15%), rasio staf terhadap mahasiswa (4,5%), rasio doktor terhadap sarjana (2%), rasio gelar doktor terhadap staf akademik (5,5%), dan pendapatan institusional (2,5%).

    Aspek lingkungan penelitian meliputi reputasi riset (18%), pendapatan riset (5,5%), dan produktivitas riset (5,5%). Sedangkan aspek kualitas riset menyorot dampak sitasi (15%), kekuatan penelitian (5%), keunggulan penelitian (5%), dan pengaruh penelitian (5%).

    Aspek industri terdiri dari pendapatan industri dan paten, masing-masing berbobot 2%. Adapun aspek pandangan internasional meliputi indikator mahasiswa internasional, staf internasional, dan penulisan bersama tingkat internasional, masing-masing berbobot 2,5%.

    20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi THE WUR 2026

    Berdasarkan indikator di atas, University of Oxford meraih predikat universitas terbaik di dunia saat ini. Oxford memperoleh skor keseluruhan 98.2 dari semua aspek pemeringkatan.

    Sementara itu, berikut Top 20 perguruan tinggi terbaik di Indonesia versi THE World University Rankings 2026.

    1. Universitas Indonesia (UI)

    • Peringkat dunia: 801-1.000
    • Skor keseluruhan: 35.5-38.9

    2. Universitas Sebelas Maret (UNS)

    Peringkat dunia: 1.001-1.200
    Skor keseluruhan: 32.1-35.4

    3. Binus University

    • Peringkat dunia: 1.201-1.500
    • Skor keseluruhan: 27.3-32.0

    4. Institut Teknologi Bandung (ITB)

    • Peringkat dunia: 1.201-1.500
    • Skor keseluruhan: 27.3-32.0

    5. Universitas Airlangga (Unair)

    • Peringkat dunia: 1.201-1.500
    • Skor keseluruhan: 27.3-32.0

    6. Universitas Gadjah Mada (UGM)

    • Peringkat dunia: 1.201-1.500
    • Skor keseluruhan: 27.3-32.0

    7. Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS)

    • Peringkat dunia: 1.201-1.500
    • Skor keseluuhan: 27.3-32.0

    8. Universitas Padjadjaran (Unpad)

    • Peringkat dunia: 1.201-1.500
    • Skor keseluruhan: 27.3-32.0

    9. Universitas Kristen (Unika) Indonesia Atma Jaya

    • Peringkat dunia: 1.501+
    • Skor keseluruhan: 10.3-27.2

    10. Universitas Diponegoro

    • Peringkat dunia: 1.501+
    • Skor keseluruhan: 10.3-27.2

    11. Universitas Halu Oleo (UHO)

    • Peringkat dunia: 1.501+
    • Skor keseluruhan: 10.3-27.2

    12. Universitas Hasanuddin (Unhas)

    • Peringkat dunia: 1.501+
    • Skor keseluruhan: 10.3-27.2

    13. Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS)

    • Peringkat dunia: 1.501+
    • Skor keseluruhan: 10.3-27.2

    14. IPB University

    • Peringkat dunia: 1.501+
    • Skor keseluruhan: 10.3-27.2

    15. Universitas Islam Indonesia (UII)

    • Peringkat dunia: 1.501+
    • Skor keseluruhan: 10.3-27.2

    16. Universitas Jember (Unej)

    • Peringkat dunia: 1.501+
    • Skor keseluruhan: 10.3-27.2

    17. Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung

    • Peringkat dunia: 1.501+
    • Skor keseluruhan: 10.3-27.2

    18. Universitas Negeri Malang (UM)

    • Peringkat dunia: 1.501+
    • Skor keseluruhan: 10.3-27.2

    19. Telkom University (Tel-U)

    • Peringkat dunia: 1.501+
    • Skor keseluruhan: 10.3-27.2

    20. Universitas Ahmad Dahlan (UAD)

    • Peringkat dunia: 1.501+
    • Skor keseluruhan: 10.3-27.2

    Sebagai catatan, THE WUR juga mengungkapkan daftar perguruan tinggi yang berstatus sebagai reporter. Dikutip dari laman resmi THE, status ini menunjukkan universitas bersangkutan merupakan peserta aktif dalam proses pemeringkatan, tetapi belum diperingkat tahun ini.

    Bagaimana detikers, ada calon kampus tujuanmu? Semangat menyiapkan diri untuk pendaftaran!

    (twu/pal)



    Sumber : www.detik.com

  • 27 PTN Terbaik di Indonesia Versi THE WUR 2026, Cek buat SNBP-SNBT

    27 PTN Terbaik di Indonesia Versi THE WUR 2026, Cek buat SNBP-SNBT


    Jakarta

    Sejumlah perguruan tinggi negeri (PTN) masuk daftar universitas terbaik di Indonesia berdasarkan pemeringkatan Times Higher Education World University Rankings (THE WUR) 2026, Kamis (9/10/2025). Jelang pembukaan jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) dan Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT), detikers dapat mencermatinya sebagai salah satu referensi.

    Dari total 35 perguruan tinggi di Indonesia yang masuk pemeringkatan THE WUR 2026, 27 di antaranya merupakan PTN. Empat di antaranya masuk peringkat lima teratas universitas terbaik di Indonesia versi THE WUR terbaru.


    Perguruan Tinggi Negeri Terbaik di Indonesia Versi THE WUR 2026

    THE WUR 2026 merunut peringkat 2.191 perguruan tinggi dari 115 negara dan wilayah berdasarkan aspek pengajaran, lingkungan penelitian, kualitas riset, industri, dan pandangan internasional. Berikut PTN terbaik berdasarkan aspek-aspek ini.

    1. Universitas Indonesia (UI)

    Peringkat dunia: 801-1.000

    2. Universitas Sebelas Maret (UNS)

    Peringkat dunia: 1.001-1.200

    3. Institut Teknologi Bandung (ITB)

    Peringkat dunia: 1.201-1.500

    4. Universitas Airlangga (Unair)

    Peringkat dunia: 1.201-1.500

    5. Universitas Gadjah Mada (UGM)

    Peringkat dunia: 1.201-1.500

    6. Universitas Padjadjaran (Unpad)

    Peringkat dunia: 1.201-1.500

    7. Universitas Diponegoro

    Peringkat dunia: 1.501+

    8. Universitas Halu Oleo (UHO)

    Peringkat dunia: 1.501+

    9. Universitas Hasanuddin (Unhas)

    Peringkat dunia: 1.501+

    10. Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS)

    Peringkat dunia: 1.501+

    11. IPB University

    Peringkat dunia: 1.501+

    12. Universitas Jember (Unej)

    Peringkat dunia: 1.501+

    13. Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati (SGD) Bandung
    Indonesia

    Peringkat dunia: 1.501+

    14. Universitas Negeri Malang (UM)

    Peringkat dunia: 1.501+

    15. Universitas Andalas (Unand)

    Peringkat dunia: 1.501+

    16. Universitas Negeri Jakarta (UNJ)

    Peringkat dunia: 1.501+

    17. Universitas Negeri Padang (UNP)

    Peringkat dunia: 1.501+

    18. Universitas Negeri Semarang (Unnes)

    Peringkat dunia: 1.501+

    19. Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

    Peringkat dunia: 1.501+

    20. Universitas Negeri Yogyakarta (UNY)

    Peringkat dunia: 1.501+

    21. Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

    Peringkat dunia: 1.501+

    22. Universitas Sriwijaya (Unsri)

    Peringkat dunia: 1.501+

    23. Universitas Sumatera Utara (USU)

    Peringkat dunia: 1.501+

    24. Universitas Syiah Kuala (USK)

    Peringkat dunia: 1.501+

    25. Universitas Brawijaya (UB)

    Peringkat dunia: 1.501+

    26. Universitas Lampung (Unila)

    Peringkat dunia: 1.501+

    27. Universitas Mataram (Unram)

    Peringkat dunia: 1.501+

    Perlu diketahui, THE WUR 2026 juga menampilkan daftar perguruan tinggi reporter. Status reporter disematkan pada universitas-universitas yang merupakan peserta aktif dalam proses pemeringkatan, tetapi belum diperingkat tahun ini.

    Metode Pemeringkatan THE WUR 2026

    Berikut indikator yang digunakan pada aspek-aspek penilaian kinerja universitas dunia dalam THE WUR 2026:

    Aspek Pengajaran (Bobot 29,5%)

    • Reputasi pengajaran (15%)
    • Rasio staf terhadap mahasiswa (4,5%)
    • Rasio doktor terhadap sarjana (2%)
    • Rasio gelar doktor terhadap staf akademik (5,5%)
    • Pendapatan institusional (2,5%).

    Aspek Lingkungan Penelitian (29%)

    • Reputasi riset (18%)
    • Pendapatan riset (5,5%)
    • Produktivitas riset (5,5%)

    Aspek Kualitas Penelitian (30%)

    • Dampak sitasi (15%)
    • Kekuatan penelitian (5%)
    • Keunggulan penelitian (5%)
    • Pengaruh penelitian (5%).

    Aspek Industri (4%)

    • Pendapatan industri (2%)
    • Paten (2%)

    Aspek Pandangan Internasional (7,5%)

    • Mahasiswa internasional (2,5%)
    • Staf internasional (2,5%)
    • Penulisan bersama tingkat internasional (2,5%).

    Bagaimana detikers, sudah memutuskan universitas terbaik di Indonesia yang akan jadi kampus tujuanmu? Semoga bermanfaat!

    (twu/nwk)



    Sumber : www.detik.com