Tag: tips mobil

  • Anti Loyo dan Kantuk, Ini Cara Berkendara di Bulan Puasa



    Jakarta

    Pola tidur yang berbeda selama bulan puasa bisa jadi salah satu faktor yang membuat tubuh kita loyo dan mudah mengantuk. Tak hanya itu, bisa lebih berbahaya bila saat berkendara mengalami penurunan konsentrasi.

    Selama berpuasa tubuh kita tidak mendapatkan asupan makan dan minuman, ini menyebabkan perubahan kadar gula darah pada tubuh. Ini juga yang bisa menjadikan risiko berbahaya saat berkendara.

    Jadi apa yang harus dilakukan agar terhindar dari rasa kantuk saat berkendara di bulan puasa? Dilansir dari ANTARA dan disampaikan Instruktur Keselamatan Berkendara Sony Harisno, dijelaskan pastikan terlebih dahulu fisik dalam keadaan istirahat yang cukup sebelum melakukan perjalanan.


    Selain istirahat yang cukup, mental juga sebisa mungkin harus terjaga. Sony mengatakan penting untuk seseorang yang akan berkendara agar mempersiapkan diri terlebih dahulu, terlebih pada saat sedang berpuasa.

    “Permasalahan puasa biasanya merasa lemas dan emosi, namun hal ini terjadi akibat kurangnya persiapan diri sebelum mengemudi. Saat puasa melakukan aktivitas sehari-hari saja terkadang berat, apalagi yang harus mengemudi dengan tingkat kewaspadaan dan konsentrasi tinggi,” katanya Sony.

    Kemudian, Sony juga mengimbau kepada pengendara untuk sebisa mungkin menghindari jam-jam tubuh penurunan ketika akan berkendara.

    Otographics mengusir kantuk saat nyetirOtographics mengusir kantuk saat nyetir Foto: Mindra Purnomo

    “Hindari mengemudi di jam-jam tubuh drop, antara pukul 11.00 WIB hingga 15.00 WIB. Mengemudilah dengan tenang dan tidak terburu-buru sehingga mengemudi akan datar dan terkontrol,” ungkapnya.

    Bulan puasa memberikan perubahan kebiasaan dalam keseharian kita, ini lah yang patut diperhatikan dan tak boleh anggap sebelah mata. Karena kewaspadaan berkendara sangatlah penting menyangkut diri sendiri yang orang disekeliling.

    Adapun Head of Safety Riding Promotion Wahana Sejati (WMS) Agus Sani mengatakan agar terhindar dari rasa kantuk saat berkendara di bulan puasa adalah dengan melakukan stretching. Ia menyebut dengan stretching bisa mengurangi risiko kecelakaan.

    “Gerakan-gerakan ringan seperti merenggangkan tangan dapat meningkatkan kadar oksigen dalam darah menuju ke otak, sehingga kita bisa lebih berkonsentrasi. Aliran darah pun makin lancar sehingga reflek saat berkendara lebih baik,” kata Agus.

    (lth/lth)



    Sumber : oto.detik.com

  • 7 Komponen Mobil yang Perlu Diperiksa Sebelum Diajak Mudik



    Jakarta

    Musim mudik lebaran 2024 bakal segera tiba. Bagi Anda yang ingin melakukan perjalanan ke kampung halaman menggunakan mobil pribadi, jangan lupa memeriksa beberapa komponen penting pada mobil. Hal ini perlu dilakukan demi kelancaran perjalanan Anda sekeluarga.

    Dijelaskan Astra Daihatsu Motor (ADM) dalam keterangan resminya, berikut 7 tips perawatan mobil untuk mudik supaya perjalanan lebih aman, nyaman, serta menyenangkan.

    1. Ganti Oli Mobil


    Sebagai pelumas penting komponen dalam mesin, periksa dan ganti oli mesin bila diperlukan sebelum pergi mudik, mulai oli mesin, oli gardan, oli rem, oli power steering, dan lain-lain. Pastikan pilih oli terbaik sesuai dengan spesifikasi mesin.

    2. Cek Kondisi Ban

    Sebagai penggerak utama mobil, kondisi ban wajib diperhatikan secara berkala. Selain mengukur tekanan ban, spooring dan balancing sangat penting dilakukan untuk
    menyeimbangkan kembali sudut-sudut roda supaya bisa berputar dengan seimbang. Terlebih, komponen penting ini memiliki peran besar dalam keselamatan dan kenyamanan selama berkendara.

    3. Periksa Komponen Rem

    Periksa sistem pengereman dan pastikan dalam keadaan baik, mulai dari kualitas minyak (oli) rem, kondisi kampas rem, dan piston rem.

    4. Ganti Air Radiator

    Air radiator meredam panas pada dinding silinder ketika terjadi pembakaran dari kerja mesin. Oleh karena itu, mobil berkompresi tinggi dihimbau untuk menggunakan air radiator khusus agar kinerja pendingin mesin lebih optimal dan mampu mencegah karat pada sela mesin.

    5. Periksa Aki dan Sistem Kelistrikan Mobil

    Aki mobil adalah sumber daya utama kelistrikan pada mobil. Aki yang bagus akan menjaga kinerja lampu, Audio, dan mesin berjalan dengan optimal. Sebaliknya, aki yang jarang dirawat atau bahkan tidak pernah di check dalam jangka waktu lama, dapat menyebabkan kinerja yang kurang maksimal atau mogok pada saat kendaraan akan digunakan.

    6. Lampu dan Wiper

    Komponen ini dapat dirawat melalui servis rutin sebelum mudik. Jika karet wiper fungsinya tidak bekerja dengan baik, segera lakukan ganti dengan yang baru agar dapat
    menyapu air dengan baik dan menjaga visibilitas ketika berkendara dalam kondisi hujan.

    7. Filter Pendingin dan AC

    Mobil dengan suhu yang dingin dan sejuk memberikan kenyamanan selama perjalanan. Lakukan pengecekan filter pendingin pada AC, termasuk pembersihan kondensor dan evaporator agar kinerja AC tetap optimal.

    (lua/din)



    Sumber : oto.detik.com

  • Mudik Pakai Mobil Listrik, Lakukan 5 Hal Ini



    Jakarta

    Mobil listrik bakal menjadi salah satu kendaraan yang meramaikan perjalanan mudik lebaran 2024. Menurut data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan mobil listrik dari produsen ke distributor (wholesales) pada Januari 2024 melonjak sebesar 684% dibandingkan Januari 2023.

    Nah, bagi Anda para pengguna mobil listrik yang juga ingin melakukan perjalanan mudik lebaran 2024, perlu melakukan beberapa tips yang dibagikan produsen ban, Hankook, berikut ini:

    1. Merencanakan Perjalanan


    Sebelum mudik, pengguna mobil listrik harus mengetahui kapasitas baterai, jarak tempuh yang mampu dicapai saat kondisi baterai penuh, serta waktu yang dibutuhkan untuk mengisi ulang baterai. Pengemudi juga harus mengkalkulasikan jarak perjalanan yang akan ditempuh.

    Saat ini mobil listrik tersedia dalam varian standard range (100-300 km) dan long range (di atas 300-600 km), dengan kapasitas baterai di rentang 30-100 kWh. Langkah ini akan menyelamatkan pengendara dari range anxiety, yaitu kekhawatiran mobil tidak bisa mencapai jarak tertentu dengan sisa daya baterai yang tersimpan.

    Saat berkendara jarak jauh seperti mudik, pengendara juga disarankan untuk mengisi ulang baterai hingga 80%, ketimbang penuh 100%. Hal ini untuk menjaga kesehatan baterai dalam jangka panjang. Ini juga akan lebih menghemat waktu, karena pengisian daya baterai 80%-100% relatif lebih lambat dibandingkan dengan 0%-80%.

    2. Memetakan Lokasi SPKLU

    Pemudik yang menggunakan mobil listrik, harus melakukan riset terlebih dahulu lokasi SPKLU pengisian baterai dengan jenis-jenis soket pengisi daya (port charging), seperti CHAdeMO, CCS, dan AC Charging. SPKLU umumnya terbagi menjadi empat kategori meliputi, slow charging (≥ 7 kW), medium charging (≥ 25 kW), fast charging (≥ 50 kW), dan ultrafast charging (≥100 kW).

    Baru-baru ini, PT Jasa Marga (Persero) Tbk mengumumkan 25 stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) di sepanjang Tol Trans Jawa untuk mendukung kelancaran mudik lebaran tahun ini. Anda juga bisa mengetahui keberadaan lokasi SPKLU melalui aplikasi PLN Mobile.

    3. Perhatikan Gaya Berkendara

    Perhatikan kecepatan dan gaya berkendara. Berbeda dengan mobil konvensional yang lebih boros energi saat melaju dengan kecepatan rendah di jalanan macet, mobil listrik justru lebih boros energi saat digunakan di kecepatan tinggi seperti di jalan tol. Sebab, mobil listrik mendapatkan torsi secara instan dengan semakin besarnya hambatan udara yang dihadapi kendaraan. Maka, hindari menyetir secara agresif dan jaga rata-rata kecepatan Anda secara stabil di rentang 60 hingga 80 km per jam. Selain untuk menghemat energi, juga senantiasa aman di jalan karena sesuai dengan anjuran rambu lalu lintas.

    4. Pakai Ban Khusus

    Gunakan ban khusus mobil listrik. Ban ini membantu performa mobil listrik secara optimal. Mobil listrik membutuhkan karakteristik ban khusus yang berbeda dengan ban mobil konvensional. Ban mobil listrik memiliki rolling resistance yang lebih baik ketimbang ban mobil konvensional. Selain itu, ban mobil listrik juga mampu bergulir lebih senyap dan didesain kuat untuk menahan beban mobil listrik yang cukup berat karena adanya baterai yang berukuran rata-rata 200-500 kg.

    5. Periksa Tekanan Angin Ban

    Hal ini perlu dilakukan sebelum berangkat untuk menjaga kinerja dan keamanan kendaraan. Tekanan angin ban mobil berbeda-beda bergantung jenis, dimensi mobil, dan bobot muatan. Pastikan untuk mengikuti rekomendasi tekanan angin yang diberikan oleh pabrikan. Pada umumnya tekanan angin ban yang direkomendasikan berkisar:

    • Mobil city car: (30-36) Psi
    • Mobil sedan: (30-33) Psi
    • Mobil MPV: (33-36) Psi
    • Mobil SUV: (35-40) Psi

    Jika membawa muatan lebih, maka tekanan angin ban belakang dapat ditambahkan sedikit. Pengendara disarankan periksa ban dalam kondisi dingin untuk hasil yang akurat, mengingat perjalanan jauh dapat meningkatkan tekanan angin secara alami.

    (lua/rgr)



    Sumber : oto.detik.com

  • 4 Komponen Ban yang Harus Diperiksa Sebelum Mobil Dibawa Mudik


    Jakarta

    Bagi detikers yang hendak melakukan perjalanan mudik Lebaran 2024 bersama keluarga dengan mobil pribadi, tentu sudah bisa mulai mempersiapkan kendaraannya. Tak cuma mesin, kesiapan ban juga penting untuk dicek.

    Dijelaskan oleh Bridgestone Tire Indonesia, ada beberapa hal dari ban mobil yang perlu diperhatikan sebelum memulai perjalanan jauh.

    1. Tekanan Angin Ban

    Tekanan angin ban sejatinya harus diperiksa sebelum memulai berkendara. Kita dapat menggunakan alat pengukur tekanan ban untuk memastikan kondisi anginnya sesuai dengan rekomendasi produsen kendaraan.


    Menurut Brigestone Tire Indonesia, ban dengan tekanan angin lebih rendah dari rekomendasi dapat membuat pengendalian mobil lebih sulit. Selain itu, diklaim membuat penggunaan bahan bakar lebih boros.

    2. Kondisi Permukaan Ban

    Masa pakai ban terbatas. Salah satu indikator yang dapat menjadi tanda bahwa ban mobil sudah harus diganti adalah dari kondisi permukaannya.

    Kondisi ban masih layak pakai adalah yang kedalaman tapaknya lebih dari 1,66 mm. detikers dapat menggunakan alat pengukur kedalaman ban atau melihat tread wear indicator (TWI) yang umumnya ditandai dengan simbol segitiga.

    3. Kondisi Dinding Ban

    Selain memperhatikan kondisi permukaan ban, cek juga kondisi dindingnya. Kerap kali, ban yang sudah harus diganti mengalami masalah retak bagian dindingnya. Hal ini bisa disebabkan oleh kondisi berkendara yang kurang ideal seperti underinflasi, overloading, hingga abrasi.

    “Karet mungkin juga telah rusak oleh faktor lingkungan seperti paparan berlebihan terhadap panas atau ozon. Bila ini terjadi, ban Anda mungkin rentan terhadap kerusakan,” tulis Bridgestone Tire Indonesia.

    4. Cek Kondisi Pentil Ban

    Lantas bagian lain dari ban mobil yang harus dicek sebelum melakukan perjalanan mudik Lebaran 2024 adalah pentilnya. Meski terkesan sederhana, nyatanya pentil ini punya peran vital bagi kondisi tekanan angin pada ban.

    Menurut Bridgestone Tire Indonesia, cara mudah untuk mengecek kondisi pentil ban adalah membasuhnya dengan air sabun. Jika terdapat gelembung udara, maka terjadi kebocoran pada pentil. Tentu kondisi ini mengharuskan pemilik kendaraan untuk menggantinya dengan yang baru.

    (mhg/rgr)



    Sumber : oto.detik.com

  • Kenapa Busi Bisa Retak? Ternyata Ini Sebabnya



    Jakarta

    Busi merupakan salah satu komponen penting pada sepeda motor maupun mobil. Busi berfungsi sebagai pemantik api di ruang bakar, sehingga bisa menggerakkan piston dan memutar poros engkol. Seiring pemakaian dan karena berbagai sebab, ternyata busi juga bisa retak lho.

    Saat kita melakukan servis kendaraan serta mengecek busi, mungkin sebagian kita pernah melihat keramik busi retak. Keramik busi retak sudah menjadi indikasi untuk segera diganti baru atau bisa berdampak pada kinerja mesin kendaraan, namun apa yang menyebabkan keramik pada busi bisa retak?


    Busi kendaraan bisa retak karena cara yang salah saat memasangBusi kendaraan bisa retak karena cara yang salah saat memasang Foto: Dok. Niterra Mobility Indonesia

    Seperti disampaikan Aftermarket Technical Support Niterra Mobility Indonesia (NMI), Diko Oktaviano, keramik busi yang retak bisa diakibatkan beberapa hal, seperti handling yang tidak tepat, yaitu busi beradu dengan material yang lebih keras atau terjatuh dari tempat yang cukup tinggi.

    “Hal lain yang menyebabkan busi retak dan paling sering terjadi akibat dari proses pemasangan busi dengan kunci busi yang tidak tepat,” kata Diko dalam keterangan resmi, Selasa (2/4/2024).

    Lanjut Diko menambahkan, retakan pada keramik busi ini bisa mengakibatkan kebocoran listrik pada busi. Kebocoran listrik busi akan berefek kepada masalah teknis seperti ruang bakar akan menjadi lebih mudah kotor karena tidak lancarnya aliran listrik pada busi. Efek lain akibat keramik retak secara jangka panjang adalah, mesin jadi terasa berat dan boros sehingga busi cepat aus dan susah menyala hingga mati.

    “Untuk menghindari hal tersebut Niterra Mobility Indonesia (NMI) selaku pemegang merk NGK Busi menyarankan proses pemasangan busi perlu dilakukan dengan tepat, seperti menggunakan ukuran kunci busi yang sesuai dan menggunakan kunci busi bermagnet bila posisi busi sulit dijangkau. Apabila kita sudah melihat busi retak pada kendaraan kita, segera ganti dengan busi yang baru agar performa kendaraan tetap maksimal dan menjaga keamanan kita dalam berkendara,” tukas Diko.

    (lua/din)



    Sumber : oto.detik.com

  • Jangan Lakukan Ini pada Mobil Matic, Bukan Cuma Rusak tapi Juga Bikin Celaka



    Jakarta

    Mengendarai mobil matic memang lebih mudah. Meski begitu, ada beberapa hal yang harus dihindari karena bisa bikin transmisi rusak dan memicu kecelakaan.

    Mobil matic memiliki pengendaraan yang cenderung mudah ketimbang mobil manual. Pengemudi hanya perlu ngegas dan ngerem untuk berjalan atau menghentikan mobil. Kaki kiri pun bisa beristirahat karena tak perlu menginjak pedal kopling. Namun demikian, pemilik mobil matic tetap harus memperhatikan sejumlah hal agar transmisi bisa awet sekaligus mencegah kecelakaan.

    Mengutip laman buku panduan manual Innova dijelaskan hal yang harus diwaspadai ketika menggeser tuas transmisi pada mobil matic, berikut rinciannya.


    • Jangan membiarkan kendaraan bergerak mundur ketika tuas transmisi dalam posisi pengendaraan atau bergerak maju ketika tuas transmisi dalam posisi ‘R’. Melakukannya dapat menyebabkan mesin tidak bekerja atau menyebabkan rem dan kemampuan kemudi lemah, sehingga dapat mengakibatkan kecelakaan atau kerusakan kendaraan.
    • Pada kendaraan dengan transmisi otomatis, jangan menggeser tuas transmisi ke posisi ‘P’ selama kendaraan sedang melaju. Melakukannya dapat menyebabkan kerusakan transmisi dan mengakibatkan kendaraan kehilangan kontrol.
    • Pada kendaraan dengan transmisi otomatis, hati-hati jangan memindah tuas transmisi dengan pedal gas ditekan. Memindahkan tuas transmisi ke gigi selain P atau N dapat menyebabkan percepatan kendaraan tak terduga yang dapat menyebabkan kecelakaan.

    Untuk diketahui, tuas transmisi di mobil matic memiliki fungsinya masing-masing. P berfungsi memarkir kendaraan atau menghidupkan mesin. Selanjutnya ada R yang difungsikan ketika mundur. Kemudian ada N atau Netral yang pada posisi ini power tidak diteruskan.

    Untuk pengendaraan normal, pengemudi bisa memposisikan tuas transmisi di D. Sekadar informasi tambahan, tuas transmisi di posisi D juga bisa meningkatkan efisiensi bahan bakar dan mengurangi bising saat pengendaraan normal.

    Guna memastikan kondisi kendaraan kamu tetap prima, jangan lupa juga melakukan servis secara berkala. Servis berkala bisa dilakukan pada interval yang telah ditentukan sesuai jadwalnya. Interval servis untuk jadwal perawatan ditentukan oleh pembacaan odometer atau interval waktu, mana yang tercapai lebih dulu, ditunjukkan pada jadwal.

    (dry/din)



    Sumber : oto.detik.com

  • Balik Mudik Bawa Banyak Oleh-oleh, Perlukah Tambah Angin Ban?



    Jakarta

    Usai berlebaran di kampung halaman, mungkin pemudik akan membawa barang lebih banyak. Jika mobil diisi dengan kapasitas maksimal ditambah barang bawaan lebih banyak, perlukah menambah tekanan angin ban?

    Ketika melakukan perjalanan, apalagi perjalanan jauh saat mudik maupun balik, pengendara seharusnya mematuhi kapasitas maksimal kendaraan baik untuk mengangkut penumpang maupun barang. Kendaraan sebaiknya tidak dipaksa mengangkut beban berlebih atau overload.

    Meski begitu, ketika kendaraan mengangkut penumpang dan barang hingga kapasitas maksimal sesuai spesifikasi pabrikan, mungkin akan terasa berbeda dibandingkan dengan ketika mobil dipakai harian dengan satu atau dua penumpang. Hal ini tentu mempengaruhi beban mobil, suspensi dan ban.


    Lantas ada baiknya melakukan sedikit penyesuaian. Dikutip dari situs resmi Hyundai, yang termudah adalah pengaturan tekanan udara ban.

    Ketika mobil terisi penuh dan harus menanggung beban lebih banyak, ada baiknya tekanan ban turut dinaikkan. Namun kenaikan ini juga tidak boleh terlalu tinggi atau melewati batas tekanan pada ban.

    “Ada baiknya kenaikan tekanan ban tidak berlebihan, misalnya sebesar 3 Psi dari 35 menjadi 38 Psi. Hal ini untuk membantu ban menopang beban terlebih dengan lebih banyak udara di dalam ban. Ada baiknya untuk mengecek buku panduan kendaraan untuk angka tekanan ban yang lebih pasti,” tulis Hyundai.

    Sebab, jika diisi terlalu banyak, misalnya melebihi 40 Psi, ban akan menjadi terlalu keras dan mungkin kurang nyaman. Ban yang terisi udara terlalu tinggi juga rawan pecah bila sudah tidak kuat.

    Jika ingin mengecek tekanan ban mobil ada beberapa cara, misalnya menggunakan pompa gratis di beberapa SPBU, mengunjungi tempat servis, atau mengecek melalui fitur Tyre Pressure Monitoring System (TPMS) pada kendaraan.

    Selain itu sebelum berangkat, disarankan melakukan pengecekan pada ban mobil. Pastikan kondisinya masih layak supaya bisa tiba di tujuan dan pulang dengan selamat.

    (rgr/mhg)



    Sumber : oto.detik.com

  • 7 Komponen Mobil yang Wajib Diperiksa setelah Digunakan Mudik



    Jakarta

    Jangan lupa mengecek beberapa komponen mobil yang digunakan untuk mudik dan balik. Karena ini adalah momen krusial untuk memastikan mobil tidak ada kendala setelah buat berkendara ratusan bahkan ribuan kilometer dengan kondisi berkendara yang berat dan tidak terduga.

    “Meskipun mudik Lebaran telah usai, jangan lupa pastikan tidak ada masalah pada mobil mengingat tugas berat di jalan. Selain jarak tempuh yang panjang, durasi berkendara yang jauh lebih lama akibat macet membuat mesin bekerja ekstra berat. Ditambah, muatan mobil penuh, hujan deras, dan risiko masalah seperti menabrak lubang dengan kecepatan tinggi dapat menurunkan kondisi kendaraan,” jelas Nur Imansyah Tara, Marketing Division Head Auto2000, dalam keterangan resminya.

    Penyebab Kondisi Mobil Turun Saat Mudik Lebaran


    Seperti diketahui, ada jutaan orang yang mudik menggunakan transportasi darat seperti mobil pribadi. Alhasil, beberapa titik akan mengalami kemacetan luar biasa seperti di lokasi penyeberangan laut dan gerbang tol. Dalam kondisi ini, mesin harus bekerja ekstra keras karena mobil berhenti sampai berjam-jam.

    Padahal, rute perjalanan mudik pasti mencapai ratusan hingga ribuan kilometer tergantung tujuan mudik AutoFamily. Dalam kondisi normal saja sudah menguras tenaga mobil, apalagi kalau sampai terkena macet parah. Ditambah, hampir pasti mobil diisi penuh oleh penumpang dan barang, serta risiko mobil kehujanan yang membuatnya semakin bekerja keras.

    Yang tidak kalah penting, risiko kerusakan akibat kondisi jalan yang tidak terduga. Seperti menabrak lubang jalan dengan kecepatan tinggi yang berpotensi merusak komponen kaki-kaki mobil. Atau terjadi masalah pada cairan mobil, seperti oli mesin dan radiator coolant berkurang yang dapat memicu masalah lebih besar kalau diabaikan.

    Setelah kembali ke rumah, lakukan langkah pengecekan beberapa komponen penting buat memastikan tidak ada masalah berarti yang dapat mengganggu kinerja mobil berikut ini:

    1. Ban

    Posisinya yang langsung berhadapan dengan aspal atau beton jalan membuat ban harus bekerja keras di momen mudik Lebaran. Untuk itu, segera cek kondisinya begitu sampai di rumah. Lihat tanda keausan telapak ban dan segera ganti ban jika sudah tidak layak.

    Perhatikan pula kondisi dinding ban dan pastikan tidak ada kerusakan seperti benjol atau sobek. Ban mobil yang rusak akan memicu masalah besar jika diabaikan. Segera ganti ban yang bermasalah.

    2. Kaki-kaki

    Perhatikan kaki-kaki mobil dari rembesan oli, gerakkan komponen kemudi dan suspensi untuk melihat potensi masalah. Shock absorber tidak boleh ada kebocoran, termasuk karet-karet penyangga yang getas dan robek. Waspadai kebocoran pada selang rem, periksa kondisi kampas rem yang bekerja paling berat untuk mengurangi laju mobil.

    3. Oli Mesin

    Tugas oli mesin adalah melindungi mesin dari gesekan antar komponen, membantu melepaskan panas mesin, dan membuang kotoran akibat gesekan antar komponen. Cek takaran oli mesin lewat dipstick dan pastikan tak kurang. Perhatikan apakah ada perubahan warna oli mesin, kalau sampai warnanya berubah coklat susu merupakan indikator tercampur air.

    4. Cairan Rem

    Pastikan volume cairan rem tidak berkurang, tak ada perubahan warna, dan tidak ada endapan lumpur di dalam tabung penyimpannya. Brake fluid yang kurang menandakan kampas rem mulai menipis, dengan catatan tidak terdeteksi kebocoran pada sistem rem. Periksa selang rem dari kemungkinan sobek atau bocor.

    5. Radiator Coolant

    Radiator radiator tak boleh habis dengan mengecek tabung cadangannya. Periksa kebocoran pada selang dan rumah radiator karena ada kemungkinan terkena lontaran kerikil dalam perjalanan. Pastikan pula warna radiator coolant tak berubah apalagi sampai keruh yang wajib dikuras supaya tidak bermasalah.

    6. Periksa Cairan Lainnya

    Cairan mobil seperti minyak kopling untuk mobil manual, air aki, air pembersih kaca, oli transmisi, bersama cairan power steering hidrolis wajib diperiksa kembali. Pastikan volume-nya tidak berkurang dan tidak ada perubahan warna karena berarti ada masalah yang harus segera ditangani.

    7. Kabin

    Kabin mobil pasti kotor saat mudik Lebaran, terutama kalau membawa anak kecil. Gunakan vacuum cleaner untuk mengangkat kotoran, keluarkan karpet, dan bersihkan seluruh area kabin, termasuk rongga dan celah hingga kolong kabin untuk memastikan tidak ada kotoran tertinggal.

    (lua/riar)



    Sumber : oto.detik.com

  • 5 Hal yang Perlu Dilakukan Setelah Mobil Dipakai Mudik



    Jakarta

    Perawatan mobil tidak hanya dilakukan sebelum melakukan perjalanan jauh. Tapi setelah mobil dipakai mudik, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan supaya performa tetap optimal. Berikut ini tips merawat mobil setelah dipakai mudik.

    Kepala Bengkel Peugeot Cilandak, Roni Agung mengatakan perawatan pasca mudik bisa dilakukan secara meluruh.

    “Sebaiknya untuk melakukan service menyeluruh hingga melakukan tune up mobil bila diperlukan, agar performa mesin mobil tidak menurun. Sehingga perjalanan pulang kampung tetap lancar dan mobil kembali fit setelahnya,” kata Roni Agung, Kepala bengkel Peugeot Cilandak dalam keterangan resminya.


    Pertama, pemilik mobil perlu mencuci mobil sebab mobil biasanya bakal lebih kotor setelah melewati perjalanan jauh.

    Saat perjalanan jauh, tumpukan kotoran tentunya akan lebih tebal dari biasanya, apalagi saat kendaraan juga melewati guyuran hujan. Jika dibiarkan bisa menyebabkan waterspot pada bodi mobil dan sulit dihilangkan.

    Tak hanya bagian eksterior atau luar mobil, bersihkan juga bagian dalam mobil. bisa menggunakan vacuum cleaner untuk membersihkan interior agar debu dan kotoran yang menempel pada karpet dan jok bisa terangkat.

    Kedua, jika kondisi mesin dirasakan tidak normal sebaiknya segera membawa mobil ke bengkel resmi terdekat untuk cek kondisi pelumas mesin, gearbox dan lainnya.

    “Mengapa harus di cek dan ganti oli jika diperlukan? Karena perjalanan yang ditempuh dalam jangka waktu lama, biasanya akan membuat setiap komponen terus bergesekan secara terus-menerus. Tak heran jika hal ini membuat oli lebih mudah kotor dan berkurang sehingga fungsi oli mesin sebagai pelumas bisa menurun kualitasnya,” imbuhnya.

    Ketiga, selain pemeriksaan pada mesin, lihat juga apakah sistem pendinginnya berfungsi secara normal guna menjaga suhu mesin agar tetap stabil dan mencegah mesin menjadi overheat.

    Bisa dimulai dengan memeriksa volume air di tabung reservoir hingga kondisi dan kualitas air radiator.

    Pastikan juga kondisi kipas radiator, termostat hingga selang pendingin serta kelistrikannya berfungsi agar sistem pendinginan pada mobil bekerja optimal.

    Keempat, perhatikan kondisi ban. Pemilik bisa mengecek ulang tekanan angin ban. Apalagi saat mudik selain banyak penumpang juga bawa barang lebih banyak dari biasanya. Dan untuk tekanan angin ban ukurannya bisa dilihat di pintu mobil bagian depan.

    “Selain ukur ulang tekanan angin ban, periksa juga semua kondisi ban termasuk ban cadangan. Bila ban mobil sudah aus ataupun mengalami kebocoran, disarankan untuk mengganti dengan ban baru agar tidak membahayakan saat kendaraan digunakan,” ujar Roni.

    Terakhir jika masih ada waktu sebelum lakukan aktivitas harian ada baiknya lakukan Spooring, balancing sekaligus cek kondisi rem. Sebab prosedur penyesuaian posisi roda pada mobil agar terhindar dari kecelakaan dan mendapatkan kenyamanan dalam berkendara.

    (riar/din)



    Sumber : oto.detik.com

  • Kapan Ban Mobil Harus Diganti?



    Jakarta

    Ban merupakan komponen vital pada mobil karena langsung bersentuhan dengan permukaan jalan. Ban harus diganti saat sudah digunakan dalam jangka beberapa tahun atau setelah melewati interval kilometer tertentu. Lalu kapan sebaiknya mengganti ban mobil?

    PT Sumi Rubber Indonesia, produsen ban Dunlop di Indonesia, dalam keterangan resminya mengatakan, ban perlu diganti saat kembangan ban sudah menyentuh indikator TWI atau Tread Wear Indicator. Selain itu, ban bisa diganti ketika permukaannya sudah memiliki retak, bergelombang, ada benjolan atau ban sudah sering bocor dan ditambal.

    Idealnya, ban harus diganti setiap tiga tahun sekali atau ketika ban mobil sudah menyentuh interval jarak tempuh 40 ribu km. Jadi, kendati pemakaian ban belum mencapai tiga tahun, tapi intervalnya sudah melebihi 40 ribu km, maka sebaiknya segera diganti.


    Saat mengganti ban, Hal pertama yang harus diperhatikan yaitu tipe dan ukuran ban, dikaitkan dengan medan yang akan kita lalui. Pastikan ban yang digunakan sesuai dengan rekomendasi dari produsen kendaraan dan hanya menggunakan yang sesuai dengan spesifikasi itu untuk menjamin kinerja yang baik pada ban.

    Perjalanan darat dengan kondisi jalan yang baik bisa dipilih ban dengan tapak yang lebih rata, sehingga bisa mengurangi kebisingan dan mengoptimalkan efisiensi bahan bakar. Periksa juga label kinerja pada ban seperti label traksi basah, daya cengkeram, kebisingan, dan efisiensi bahan bakar.

    “Ban merupakan bagian yang akan menjadi dasar dari bobot dan pergerakan kendaraan, makanya jangan kompromi pada bagian ini, serta selalu pastikan menggunakan produk yang tepat. Selain menggunakan produk yang tepat, lakukan pengecekan rutin untuk menjamin durabilitasnya,” bilang Tomohiro Senna selaku Sales & Marketing Director PT Sumi Rubber Indonesia.

    Dunlop Indonesia menyelenggarakan safety campaign yang pada tahun ini diselenggarakan di 10 kota-kota besar Indonesia. Safety campaign diharapkan bisa menyebarluaskan informasi terkait pentingnya perawatan ban yang tepat untuk keamanan dan kenyamanan berkendara.

    “Kami terus mendorong awareness kepada masyarakat khususnya pengguna kendaraan untuk memastikan keamanan dan kenyamanan kendaraan melalui perawatan ban yang tepat. Dengan pemahaman ini diharapkan setiap perjalanan yang dilakukan bisa mencapai tagline yang diusung yaitu More Safety For Your More Fun Journey,” kata Tomohiro.

    Tahun 2024 Dunlop telah mencanangkan event safety campaign sejak sebelum libur lebaran. Tim profesional memeriksa kondisi ban dan memberikan penjelasan komprehensif terkait ban yang tepat, secara gratis. Booth juga dirancang menarik, sehingga tidak monoton terlebih disediakan aneka panganan, games yang menarik, hingga merchandise eksklusif.

    Setiap konsumen yang datang berkesempatan mendapat souvenir menarik dari Dunlop dengan wheel of fortune, ada voucher diskon spooring, dan bundling program beli ban berkesempatan dapat mobil di periode tertentu.

    (lua/riar)



    Sumber : oto.detik.com