Tag: tutup

  • Fermin Lopez Diincar Klub Lain, Flick Ingin Bursa Transfer Segera Tutup


    Jakarta

    Pemain Barcelona, Fermin Lopez, dikabarkan menjadi incaran klub lain. Pelatih Los Cules Hansi Flick ingin bursa transfer segera ditutup.

    Fermin Lopez menunjukkan kinerja sip bersama Barcelona. Di musim lalu, dia tampil 46 kali di semua ajang dengan sumbangan delapan gol dan 10 assist.

    Penampilan bagus Fermin Lopez itu membuat Chelsea tertarik untuk merekrutnya. Pendekatan pertama untuk mendapatkan Fermin Lopez sudah dilakukan The Blues dengan mengontak agennya.


    Sejauh ini, belum ada pembahasan antara Chelsea dengan Barcelona mengenai transfer Fermin Lopez. Hansi Flick tak ingin anak asuhnya pindah.

    “Untuk saat ini dia ada di sini. Saya sudah berbincang dengannya. Saya yakin dia akan bertahan, tapi saya tak tahu apa yang akan terjadi. Kita harus menunggu. Saya akan senang saat bursa transfer ditutup,” kata Hansi Flick di Marca.

    “Saya mengungkap opini saya untuknya dan itu suatu hal yang menjadi urusan saya dengannya. Terkadang, pemain atau banyak dari mereka –mungkin banyak orang yang tahu lebih banyak. Itu masalah besar. Saya fokus pada tim saya, dan saya bahagia ada di Barca. Dia pemain penting; gaya bermainnya berbeda, dan dia bisa banyak membantu kami,” kata dia menambahkan.

    (cas/aff)



    Sumber : sport.detik.com

  • Tutup Tempat Wisata, Amerika Serikat Bikin Turis-turis Kecewa

    Tutup Tempat Wisata, Amerika Serikat Bikin Turis-turis Kecewa



    New York

    Kebijakan baru di Amerika Serikat membuat turis-turis yang melancong kalang kabut. Banyak tempat publik yang berhenti beroperasi, temasuk destinasi wisata.

    Karl Williams dari Perth, telah lama memimpikan liburan sempurna di AS. Ia sudah membayangkan berdiri di bawah Gateway Arch di St Louis, lengkungan tertinggi di dunia dengan ketinggian 192 meter, di tepi Sungai Missisippi.

    Dilansir dari ABC News pada Minggu (4/10), perjalanan yang ia rencakanan bersama istrinya, Jane, harus dibatalkan karena tempat ikonik itu telah ditutup.


    “Kami tidak tahu sampai kami tiba di sana,” kata Williams.

    Mereka tidak sendiri, ada banyak orang lain di area tersebut. Mereka semua bertanya-tanya mengapa pintunya tidak dibuka.

    Pasangan itu bergegas mencari kegiatan lain, tetapi penutupan tersebut meninggalkan rasa kecewa.

    “Itu sudah ada di daftar keinginan saya selama bertahun-tahun, saya menyukai sejarahnya, dan telah menonton film dokumenter,” kata Williams.

    “Jadi, cukup memilukan rasanya bepergian dari Perth hanya untuk pergi ke satu tempat, lalu ternyata tidak buka.”

    Rencana perjalanan mereka yang direncanakan dengan cermat mencakup tempat-tempat ikonis lainnya selama bulan depan seperti Museum Smithsonian di Washington, Museum Nasional di New York, dan berbagai objek wisata di Chicago.

    “Saya berasumsi tempat-tempat itu tidak akan buka. Kita harus menjalaninya saja, kurasa.”

    Pasangan ini termasuk di antara wisatawan Australia pertama yang terdampak penutupan wilayah, yang telah membuat sekitar 800.000 pegawai federal cuti tanpa bayaran, termasuk staf bandara, petugas bea cukai, penjaga taman nasional, dan staf museum.

    Pintu masuk ke negara ini diperkirakan akan tetap dibuka untuk pelancong internasional, menurut rencana kontingensi Departemen Keamanan Dalam Negeri.

    Pengatur lalu lintas udara dan petugas Administrasi Keselamatan Transportasi (TSA) dianggap penting, tetapi mereka tidak akan dibayar hingga penutupan wilayah berakhir.

    Selama penutupan terakhir hampir tujuh tahun yang lalu, ratusan penerbangan dibatalkan atau ditunda karena pengontrol lalu lintas udara dan staf pos pemeriksaan keamanan semakin sering tidak masuk kerja karena sakit.

    Taman nasional umumnya tetap buka untuk saat ini, tetapi pusat pengunjung telah ditutup. Selama penutupan terakhir, pemerintahan Trump mengizinkan taman tetap buka tanpa staf.

    Hal itu menyebabkan toilet meluap, sampah menumpuk, dan kerusakan di beberapa situs paling terkenal di negara itu, termasuk Yosemite, Yellowstone, dan Grand Canyon.

    Objek wisata nasional seperti Liberty Bell dan Kebun Raya AS ditutup.

    Smithsonian, kompleks museum terbesar di dunia dengan museum di Washington DC dan New York City, akan ditutup untuk umum setelah 6 Oktober.

    (bnl/wsw)



    Sumber : travel.detik.com

  • TN Gunung Gede Pangrango Tutup Pendakian, Fokus Bereskan Sampah!

    TN Gunung Gede Pangrango Tutup Pendakian, Fokus Bereskan Sampah!



    Cianjur

    Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pagngrango (BBTNGGP) mengumumkan penutupan pendakian sementara.

    Pengumuman ini disampaikan lewat akun BBTNGGP. Penutupan ini berlaku mulai 13 Oktober 2025 hingga pemberitahuan lebih lanjut.

    “Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pagngrango (BBTNGGP) resmi mengumumkan sementara kegiatan pendakian penutupan melalui Siaran Pers Nomor PG. O6/T.2/TU/B/10/2025, berlaku mulai 13 Oktober 2025 hingga pemberitahuan lebih lanjut,” tulis BBYNGGP.


    Penutupan ini merupakan langkah strategis untuk menyelesaikan permasalahan sampah pendakian serta memperbaiki tata kelola dan sistem pelayanan pendakian dalam upaya mewujudkan Zero Wastte Wisata Pendakian Di TNGGP.

    Selama periode penutupan akan dilakukan aksi bersih sampah, evaluasi tata kelola, dan revitalisasi sistem pendakian agar kegiatan pendakian ke depan lebih tertib, bersih dan berkelanjutan.

    “BBTNGGP mengajak seluruh pihak untuk mendukung langkah ini sebagai wujud kepedulian bersama menjaga kelestarian alam Gunung Gede Pangrango,” tulis BBTNGGP.

    Pada bulan September lalu, TN Gunung Pangrango ramai di media sosial tentang sampah di jalur pendakian.

    Berdasarkan video yang beredar di media sosial, sampah plastik bekas makanan ringan dan minuman berserakan di sepanjang jalur pendakian. Ada juga tumpukan sampah di lokasi yang sudah tertera spanduk larangan membuang sampah di tempat tersebut, tapi para pendaki nakal malah membuang sampah yang sudah dibungkus plastik besar.

    “Banyak sekali sampah, baik di jalur pendakian ataupun di puncak. Dibuang begitu saja oleh oknum pendakinya,” kata seorang pendaki bernama Fahlevi, dilansir detikJabar, Kamis (11/9/2025).

    (bnl/ddn)



    Sumber : travel.detik.com