Tag: busana

  • Klamby Rilis Koleksi Busana dan Hijab Nuansa Tenun hingga Flora Khas NTT

    Jakarta

    Brand busana muslim dan hijab lokal, Klamby identik mengangkat unsur keindahan budaya Indonesia dalam setiap koleksinya. Kali ini Klamby menyuguhkan koleksi edisi terbatas dengan unsur kebudayaan NTT.

    Sandy Hendra Budiman sebagai Public Relation Klamby menjelaskan soal koleksi bertajuk Dayana Series ini. Dia mengungkapkan koleksi terbaru Klamby menghadirkan motif bunga khas Nusa Tenggara Timur.

    “Dari patternya ada endemik flora dan bunganya merah dari bunga cendana. Ada campuran bunga lotus dan emblishment tenun. Klamby memang sudah terkenal mengambil kearifan lokal Indonesia. Karena tujuan Kalmby ketika orang memakai orang dari daerah mana akan bangga,” ungkap Shandy.


    Shandy menjelaskan koleksi Dayana tersedia dalam bentuk hijab reguler, hijab syari, blouse, dress dan tunik. Bahannya menggunakan polyester dicampur dengan organza.

    “Totalnya ada empat item. Harganya good a quality scarf with affordable price Rp 345 Ribu dan apparel Rp 450 Ribu hingga Rp 1 juta. Ukurannya mulai dari S hingga XXXL,” jelasnya.

    Nama koleksi Dayana dari Klamby ini terinspirasi dari lagu yang berjudul Flobamora. Lagu tersebut memiliki makna seorang yang cinta dan bangga akan kampung halaman yaitu Tanah Timor atau Nusa Tenggara Timur. Selain itu, lirik lagu ini juga bercerita tentang kerinduan para perantau yang mengingat kampung kelahirannya.

    “Koleksi ini juga untuk orang NTT yang sedang merantau dan bisa menimbulkan semangat bagi warga NTT karena kita mengangkat keindahan alam dari NTT,” ungkapnya.

    Makna lagu Flobamora digambarkan oleh tenun khas NTT yaitu tenun Buna dan Lotis (teknik tenun sulam), yang merupakah hasil karya kebangsaan dari suku Molo, Savu, dan Biboki. Motif ini menggabungkan flora-flora khas NTT sebagai identitas daerah, antara lain bunga Flamboyan (sebagai ikon), bunga lotus, tanaman cendana, eucalyptus, rosella, dan konjil.

    Koleksi yang bertajuk Dayana ini bermakna tangguh, kuat dan mencerminkan masyarakat NTT sebagai perantau yang pemberani.

    (gaf/eny)



    Sumber : wolipop.detik.com

  • Kami. Bawa Koleksi Busana Urban Kontemporer ke Trade Show di New York

    Jakarta

    Industri fashion terus memberikan kontribusi nyata tak hanya di dalam negeri bahkan melebarkan sayap ke mancanegara. Salah satunya brand hijab dan busana muslim Kami. yang mengikuti trade show Indonesia Fashion Forward di Coterie, New York, 22-24 September 2024.

    Indonesia Fashion Forward sendiri merupakan program inkubasi yang diinisiasi Jakarta Fashion Week untuk membawa fashion lokal ke audiens dunia. Sehingga menjadi kebanggaan tersendiri bagi Kami bisa hadir di New York untuk trade show dan memperkenalkan mode Indonesia ke pasar global.

    “Kami sangat bangga dapat kembali membawa koleksi terbaik Kami. ke jantung fesyen global. Ini merupakan kali kedua, setelah tahun lalu hadir di New York Fashion Week, London Fashion Week, sampai Paris Front Row,” kata Istafiana Candarini, Ceo Kami.


    Wanita yang akrab disapa Irin ini menjelaskan konsep koleksi yang tampil di Coterie, New York. Brand ready to wear modest bergaya urban kontemporer ini menampilkan koleksi yang sesuai dengan gaya kota New York.

    “Kami turut aktif menilik fashion forecast dari WGSN (perusahaan peramalan tren) dalam membentuk tren busana muslim bergaya urban kontemporer, sesuai dengan energi dan modernitas Kota New York,” ujarnya.

    Kami. membawa lebih dari 50 potongan busana dari lima koleksi yang telah dikurasi untuk memikat para pengunjung trade show di Coterie, New York. Kami. juga mengaplikasikan stripes pada koleksi yang bergaya urban tersebut.

    “Pola garis atau stripes serta denim telah lama menjadi ciri khas bagi gaya urban. Kami. menata ulang tren yang konsisten ini dengan sentuhan baru untuk New York, melalui pola garis dan denim klasik yang berpadu dengan desain layer pada bahu, potongan kotak untuk semua bentuk tubuh, sampai desain yoke. Dengan tagar #NoHypeWithoutStripes yang semakin populer di media sosial, koleksi ini sudah berhasil membawakan tren yang cocok untuk semua kalangan,” lanjutnya.

    Kami. juga memperkenalkan koleksi terlarisnya dengan desain kontemporer khas untuk menginspirasi rasa percaya diri bagi wanita. Kami. bermain dengan aksen minimalis pada kain dan tekstur, memadukan bahan satin yang lembut dengan desain lipit.

    Kami yang didirikan oleh Istafiana Candarini, Nadya Karina, dan Afina Candarini ini memasang kancing emas khas KAMI dan palet warna yang berani. Brand yang didirikan sejak 2009 itu juga menyuguhkan pola floral yang dihiasi dengan aksen renda dan kerut.

    “Perjalanan KAMI dari Indonesia ke New York tidak hanya mewakili fesyen, tetapi juga identitas budaya Indonesia. Kami berharap koleksi Kami. dapat menawarkan perspektif baru bagi komunitas fesyen tingkat global, dimana Kami. mengajak semua orang untuk merangkul esensi desain Indonesia dengan tren mode internasional yang tak lekang oleh waktu,” terangnya.

    (gaf/eny)



    Sumber : wolipop.detik.com

  • Brand Lokal Rilis Busana Muslim dengan Teknik Anyaman Nuansa Pastel

    Jakarta

    Brand fashion ready-to-wear asal Bandung, Alunicorn baru saja menggelar trunk show koleksi terbarunya. Alunicorn menampilkan koleksi yang menerapkan kerajinan seni anyaman.

    Vinvin Alvionica sebagai pendiri Alunicorn mengatakan sengaja mengaplikasikan teknik anyaman pada koleksinya kali ini. Ada detail teknik anyaman pada bagian belakang tunik.

    “Jadi untuk koleksi sekarang terinspirasi dari kearifan lokal Nusantara, anyaman. Jadi kita mengeluarkan koleksi pleats dengan sentuhan anyaman. Dianyam langsung dari bahan kain tekstil jadi sebuah karya,” ungkap Vivin kepada Wolipop, usai trunk show Alunicorn di Gedung Tribrata, Jakarta Selatan.


    Trunk show koleksi Alunicorn terinspirasi dari kerajinan seni rupa, anyaman berwarna pastel feminin.Trunk show koleksi Alunicorn terinspirasi dari kerajinan seni rupa, anyaman berwarna pastel feminin. Foto: Dok. Gresnia/Wolipop.

    Alunicorn yang identik dengan plisket ini menyuguhkan koleksi dress dengan nuansa warna cokelat dan coral. Vinvin Alvionica menjelaskan bahan koleksi terbaru Alunicorn yang bertajuk Wonderful Indonesia hadir dalam warna pastel yang feminin.

    “Bahannya polyester agak sedikit silknya jadi dia tetap halus, lembut dan flowy. Pilihan warnanya pastel dan perpaduan warna bumi. Koleksi ini bakalan ada di Ramadan 2025,” ucap wanita kelahiran Majalengka 5 Oktober 1993 ini.

    Trunk show koleksi Alunicorn terinspirasi dari kerajinan seni rupa, anyaman berwarna pastel feminin.Trunk show koleksi Alunicorn terinspirasi dari kerajinan seni rupa, anyaman berwarna pastel feminin. Foto: Dok. Gresnia/Wolipop.

    Pada koleksi Alunicorn kali ini, Vinvin menghadirkan tiga siluet yaitu abaya, one set, dan body fit. “Kalau kamu kepengen terlihat rapi dan tidak memperlihatkan bentuk tubuh bisa pakai abaya. Kalau kamu ingin santai dan daily wear ada one setnya. Kamu ingin fit to body bisa juga pakai dress. Semua siluet ada,” tuturnya.

    (gaf/gaf)



    Sumber : wolipop.detik.com

  • Rani Hatta Hadirkan Busana Modest yang Timeless di Jakarta Fashion Week 2025

    Jakarta

    Perancang busana Rani Hatta menyuguhkan koleksi terbaru lini brandnya Sabamodest di Jakarta Fashion Week (JFW) 2025, di City Hall, Pondok Indah Mall 3, Jakarta Selatan, Senin (21/10/2024). Usai menggelar fashion show, Rani Hatta berbagi cerita soal koleksi Sabamodest teranyar.

    “Saba itu kan casual everyday banget. Yang paling penting dari Saba itu berkualitas, nyaman dipakai, long lasting dan gampang di mix and match,” kata Rani Hatta kepada Wolipop, usai show Fashionlink Present ‘Her Heart’, Desainer Saba Modest, Glaska dan Solo Putri.

    Desainer yang mempunyai ciri khas minimalis timeless dengan gaya streetwear style ini menjelaskan Sabamodest mengeluarkan 16 look di JFW 2025. Terdiri dari tiga item, tops, outer dan celana atau rok.


    “Lumayan banyak piecesnya. Bisa di mix and match. Bahannya sendiri aku pakai katun, ada polyester juga dan ada semi wool juga,” jelasnya.

    Alumnus sekolah desain Susan Budihardjo ini mengungkapkan cuttingan koleksi terbaru Sabamodest tak lepas dari konsep minimalis. Meski berkonsep simple minimalis, busana yang diproduksi Sabamodest bisa digunakan untuk semua tipe tubuh.

    “Setiap produksi itu masing-masing itemsnya dicobain sama anak-anak kantor aku karena badannya beda-beda. Adanya ukurannya besar, langsing, kecil, tinggi dan petite. Jadi, looksnya dicobain sama mereka bagus atau nggak? Aku baru produksi kalau di mereka cocok,” tutur Rani.

    Begitu juga ketika sedang produksi celana, ia mengukur dan menyesuaikan dengan berbagai bentuk tubuh. Rani ingin Sabamodest bisa dipakai oleh semua konsumen setianya dengan bentuk tubuh yang beragam.

    “Kalau aku rasa ukurannya kekecilan atau kegedean? Aku putuskan untuk membuat sesuai ukuran. Berdasarkan permintaan dari pelanggan, Sabamodest ada dua ukuran regular dan long. Bagi yang maksimal tinggi 165 cm bisa memakai regular. Yang tinggi 165 cm ke atas, pakai yang long,” lanjut Rani Hatta.

    Istri dari Fiki Hatta ini mengucapkan setiap kali menggelar fashion show, tak mengaplikasikan tema tertentu. Dia merilis koleksi sesuai kebutuhan konsumennya.

    “Kalau untuk Saba sendiri dari awal kalau fashion show nama koleksinya apa. Kita lebih melihat apa yang dibutuhkan oleh muslimah saat ini. Misalkan aku suka pakai outer dan layering tapi nggak mau panas. Aku bikin layering, bahan outer dengan bahan yang ringan dan nyaman dipakai,” lanjutnya lagi.

    (gaf/eny)



    Sumber : wolipop.detik.com

  • Ranihatta Kembali Eksis Setelah 4 Tahun Vakum, Bawa Koleksi Busana Unisex

    Jakarta

    Pekan mode Jakarta Fashion Week (JFW) 2025 resmi dibuka pada Senin (21/10/2024) di City Hall, Pondok Indah Mall 3, Jakarta. Pada hari perhelatan mode yang telah digelar selama 17 tahun ini, desainer Rani Hatta kembali menampilkan koleksinya setelah empat tahun vakum.

    Perancang busana Rani Hatta dikenal dengan gaya busana bernuansa monokrom dengan potongan well-tailored. Melalui lini brand dengan namanya sendiri Ranihatta, Rani menuangkan kreativitas seninya melalui koleksi modern minimalis yang melekat dengan dirinya.

    “Ranihatta setelah sekian lama vakum, akhirnya aku kembali lagi. Jadi untuk koleksi Ranihatta sekarang itu menurut aku yang paling aku sukai di antara koleksi-koleksi Ranihatta yang pernah ada. Jadi ini kayak aku banget item-items yang aku kepengen pakai sendiri sesuai dengan idealis,” ungkap Rani Hatta kepada Wolipop sebelum mulai show.


    Koleksi terbaru Rani Hatta Untuk Mazda di Jakarta Fashion Week 2025Koleksi terbaru Rani Hatta Untuk Mazda di Jakarta Fashion Week 2025. Foto: Mohammad Abduh/detikcom.

    Ia ingin menonjolkan sisi fierce dan powerful melalui koleksi casual ready-to-wear tersebut. Busana unisex dan permainan tekstur bahan muncul di gelaran JFW 2025.

    “Sebelumnya ada menyisipkan hebohnya, tapi aku itu minimalis banget aku sukanya yang simple dan clean cut dan tajam-tajam cuttingannya. Aku realisasikan itu, memang looknya tailoring minimalis dan structure yang strong,” ucapnya.

    Rani membuka show dengan menampilkan long coat abu-abu, setelan jas, vest, rok dan blazer. Ia mengaplikasikan koleksinya dengan warna abu-abu, beige dan hitam.

    Koleksi terbaru Rani Hatta Untuk Mazda di Jakarta Fashion Week 2025Koleksi terbaru Rani Hatta Untuk Mazda di Jakarta Fashion Week 2025. Foto: Mohammad Abduh/detikcom.

    “Bahannya aku pakai bahan tailoring gitu seperti woll polyester. Kenapa aku nggak pakai 100% woll? Karena di sini kan iklim tropis terus ada katun. Ada juga denim, aku bikin jaket musim dingin harapannya winter dan traveling pakai baju dari desainer,” jelasnya.

    Desainer modest fashion ini menekankan ingin busana karyanya mudah untuk dipadu padankan dengan beragam fashion item. Dia juga mementingkan fungsi dalam merilis suatu koleksi.

    “Berdasarkan pengalaman aku, kalau traveling nggak mau ribet soal baju tapi tetap keren. Jadi aku bikin basic coat bahan denim dan bisa masuk ke mesin cuci. Ada paddingya pakai puffer polyester nggak usah disetrika dan aku tambahin pocket juga. Aku ingin mementingkan fungsinya,” lanjutnya.

    Koleksi terbaru Rani Hatta Untuk Mazda di Jakarta Fashion Week 2025Koleksi terbaru Rani Hatta Untuk Mazda di Jakarta Fashion Week 2025. Foto: Mohammad Abduh/detikcom.

    Koleksi Ranihatta terdiri dari 14 looks, dengan dua look untuk pria. Namun ia menuturkan jika cuttingannya kali ini unisex.

    “Kepengen bisa diterima dan jadi tren. Lebih banyak orang yang mengapresiasi tailoring minimalis karena sejujurnya lebih susah. Kalau ada jahitan yang ketarik itu kelihatan,” terang Rani.

    Alumnus sekolah desain Susan Budihardjo ini mengungkapkan dirinya sempat vakum untuk meluncurkan koleksi Ranihatta karena sedang fokus untuk merintis lini brandnya, Sabamodest.

    “Sebenarnya karena efek pandemi, mungkin sebelumnya orang-orang pakai baju Ranihatta itu untuk acara tertentu atau liburan. Kemarin pandemi kan di rumah saja dan akhirnya ketunda. Mungkin agak sedikit tertunda karena mengurus brand Saba Modest karena jujur aku semua produksi sendiri. Susah untuk mencari konveksi rapi, bisa langsung aku awasi sendiri,” pungkasnya.

    Koleksi terbaru Rani Hatta Untuk Mazda di Jakarta Fashion Week 2025Koleksi terbaru Rani Hatta Untuk Mazda di Jakarta Fashion Week 2025 Foto: Mohammad Abduh/detikcom

    (gaf/eny)



    Sumber : wolipop.detik.com

  • Heaven Lights, Ayu Dyah Andari dan Artkea Bawa Keindahan Bunga di JFW 2025

    Jakarta

    Jakarta Fashion Week (JFW) 2025 menjadi ajang bagi para desainer unjuk gigi koleksi terbarunya. Kali ini yang menampilkan koleksi terbarunya ada brand Heavenlights, Ayu Dyah Andari dan Artkea Colours yang berkolaborasi dengan Berkat Makmur (BM) Textile. Ketiga brand ini menghadirkan koleksi bertajuk Radiant Reverie atau taman bunga abadi.

    Sherin dari Berkat Makmur Textile mengatakan highlight pada koleksi Radiant Reverie adalah permainan berbagai macam tekstur bahan menjadi kesatuan koleksi yang harmonis.

    “Ada permainan di warna tren 2025. Pattern dan bunga. Percampuran berbagai macam elemen dari embroidery campuran berbagai macam bahan,” kata Sherin Berkat Makmur Textile, Radiant Reverie, saat konferensi pers JFW, Kamis (24/10/2024) di City Hall, PIM3.


    Berikut ini detail koleksi Heavenlights, Ayu Dyah Andari dan Artkea Colours yang mengangkat tema Radiant Reverie:

    1. Heaven Lights

    Koleksi Heaven Lights dan Ayu Dyah Andari di JFW 2025Koleksi Heaven Lights di JFW 2025 Foto: Mohammad Abduh/detikcom

    Heaven Lights merupakan brand rintisan duo kakak beradik Jihan Malik dan Emma Malik. Brand hijab dan modest ready-to-wear ini kembali ambil bagian di JFW 2025.

    “Tema kali ini seputar flower dan monogram Heavenlights. Semua ide bertukar pikiran dengan BM Textile sangat membantu semua koleksi yang akan aku tampilkan kali ini. Semoga koleksi kali ini bisa disukai,” kata Jihan.

    Koleksi Heaven Lights dan Ayu Dyah Andari di JFW 2025Koleksi Heaven Lights di JFW 2025 Foto: Mohammad Abduh/detikcom

    Heaven Lights menampilkan koleksi tak lepas dari DNA brand yaitu permainan motif dengan warna earth tone. “Pada fashion show kali ini masing-masing tidak akan meninggalkan karakternya,” lanjutnya.

    Jihan menuturkan koleksi kali ini berbeda dari sebelumnya karena menggunakan bahan jaquard dengan teknik print. Heaven Lights menghadirkan 17 looks yang terdiri dari dress, one set, tunik, hingga blouse.

    “Cuttingannya tetap A-line, loose dan layer dan one piece dan two piece,” ujarnya kepada Wolipop.

    2. Artkea Colours

    Koleksi Artkea Colours di JFW 2025Koleksi Artkea Colours di JFW 2025 Foto: Mohammad Abduh/detikcom

    Atya Irdita Sardari dari Artkea Colours membawakan koleksi bertajuk Spectrum di JFW 2025. Artkea Colours sesuai namanya menghadirkan 16 look busana warna cerah seperti mustard merah, fuschia hingga hijau terang.

    “Kita akan bermain warna-warna yang cerah. Warna koleksi kali ini menunjukkan untuk menampilkan sisi ceria. Dengan dukungan bu Sherin bisa challange kita melalui bahan yang menarik dan di luar comfort zone kita. Tema kali ini mudah-mudahan bisa dinikmati oleh penonton,” tutur Atya.

    Koleksi Artkea Colours di JFW 2025Koleksi Artkea Colours di JFW 2025 Foto: Mohammad Abduh/detikcom

    Atya menjelaskan Artkea Colours kali ini menggunakan bahan yang belum pernah ia aplikasikan sebelumnya. Artkea mencoba memakai bahan jaquard, chiffon silk dan lainnya belum pernah digunakan.

    Artkea Colours jaquardnya unik dan menggabungkan warna. Warnanya dua sisi bisa digunakan.

    “Bisa bikin koleksi yang mewah bisa dipakai daily dan occasion tertentu. Dari ketiga brand kami bisa menghadirkan koleksi mewah meskipun daily wear,” jelas Atya.

    3. Ayu Dyah Andari

    Koleksi Heaven Lights dan Ayu Dyah Andari di JFW 2025Koleksi Ayu Dyah Andari di JFW 2025 Foto: Mohammad Abduh/detikcom

    Desainer Ayu Dyah Andari kembali unjuk gigi di JFW 2025. Ayu membawa 16 look yang sebagian sudah ditampilkan di Paris Fashion Week.

    “Yang akan kita tampilkan koleksi di Paris kemarin. Ada lima koleksi baru dan inspirasinya dari gaya hidup Prancis di abad 17. Bagaimana caranya mixing karakter menjadi luxury dan juga ready-to-wear,” ujarnya.

    Koleksi Heaven Lights dan Ayu Dyah Andari di JFW 2025Koleksi Ayu Dyah Andari di JFW 2025 Foto: Mohammad Abduh/detikcom

    Ayu menggabungkan berbagai jenis bahan untuk koleksinya di JFW 2025. Dia menghadirkan koleksi tema taman bunga abadi dengan ciri khas Ayu Dyah Andari yaitu mawar.

    “Kita membuat setiap detail dan pattern bagaikan melukis di kain kosong. Sehingga menjadi motif barong,” lanjutnya lagi.

    (gaf/eny)



    Sumber : wolipop.detik.com

  • Aleza, Hameeda, Kami. hingga Nadjani, Pamer Koleksi New York di JFW 2025

    Jakarta

    Jakarta Fashion Week (JFW) 2025 menghadirkan ragam modest wear Tanah Air di hari terakhirnya dalam gelaran di City Hall, Pondok Indah Mall 3, Jakarta Selatan, Minggu (27/10/2024). Delapan brand lokal yang mengikuti trade show Indonesia Fashion Forward di New York kini memamerkan koleksinya di JFW 2025.

    Delapan brand tersebut di antaranya Nadjani, Hameeda, Kami., Aleza, Jenna & Kaia, Hijabchic, dan Baha Gia yang berkolaborasi dengan Kemenkopukm RI. Sebelumnya deretan brand lokal tersebut mengikuti trade show Indonesia Fashion Forward dan berhasil menggaet pasar di Coterie, New York, pada 22-24 September 2024.

    Indonesia Fashion Forward sendiri merupakan program inkubasi yang diinisiasi Jakarta Fashion Week untuk membawa fashion lokal ke audiens dunia. Seperti apa koleksinya? Berikut ini penjelasan lengkap tentang koleksi dari masing-masing brand yang tampil di JFW 2025.


    1. Kami. (@kamiidea)

    Koleksi Aleza berjudul Sphere di Jakarta Fashion Week 2025 (27/10/2024).Koleksi Kami. dengan tema Cedarra di Jakarta Fashion Week 2025 (27/10/2024). Foto: Dok. Jakarta Fashion Week 2025.

    Brand yang didirikan oleh Nadya Karina, Istafiana Candarini, dan Afina Candarini ini mengajak wanita Indonesia untuk memperkenalkan eksotisnya hutan hujan tropis Indonesia pada koleksi dengan tema Cedarra.

    “Akan membawakan koleksi Cedarra yang namanya berasal dari cedarwood dalam bentuk lukisan yang dituangkan dengan patternnya. Indonesia sebagai negara tropis yang sangat luas, Kami. mewujudkan kekayaan itu sebagai kebanggaan wanita juga,” kata Istafiana Candarini atau akrab disapa Irin saat ditemui di JFW 2025.

    Irin menjelaskan koleksi Kami. kali ini menggunakan bahan satin, organza, beludru, corduroy dan mix fabric lainnya yang memiliki tekstur yang berbeda-beda.

    “Ini menjadi titik balik. Kita lebih explore dan sekali-sekali kepengen cerah bukan warna yang soft. Cerahnya Kami. juga masih tidak terlalu mencolok,” jelasnya.

    Irin menambahkan pada koleksi terbarunya, Kami. memberikan inovasi menggunakan katun namun tidak gampang kusut. Koleksi Cedarra yang ditampilkan di JFW 2025 terdiri dari enam looks berupa atasan, bawahan, dress, tunik dan outer.

    2. Nadjani (@nadjaniindonesia)

    Koleksi Nadjani di Jakarta Fashion Week 2025 (27/10/2024).Koleksi Nadjani di Jakarta Fashion Week 2025 (27/10/2024). Foto: Dok. Jakarta Fashion Week 2025.

    Nadya Amatullah Nizar sebagai pemilik Nadjani memperkenalkan koleksi khusus untuk olahraga dengan motif bunga yang colorful, yang melekat dengan brandnya di JFW 2025. “Baju olahraga berbahan dry fit dengan anti UV. Printingnya floral yang Nadjani banget,” terangnya.

    Nadya sudah mempersiapkan dengan matang koleksinya kali ini. Inovasi Nadjani kali ini lebih menonjolkan koleksi baju olahraga dengan printing unik. Ia juga menyediakan pilihan busana yang bisa dipakai sehari-hari.

    “Kalau pagi-pagi mau olahraga, siangnya bekerja sampai ke malamnya juga ada (JFW hari ini). Ada juga koleksi blazer dan dress,” lanjut Nadya.

    Nadjani yang terkenal dengan motifnya yang cheerful ingin memberikan nuansa segar pada saat berolahraga. Koleksi yang berjudul Flourished ini juga memakai bahan plisket dengan motif printing khas Nadjani.

    3. Aleza (@alezalabel)

    Koleksi Aleza berjudul Sphere di Jakarta Fashion Week 2025 (27/10/2024). Foto: Gresnia/Wolipop.Koleksi Aleza berjudul Sphere di Jakarta Fashion Week 2025 (27/10/2024). Foto: Dok. Jakarta Fashion Week 2025.

    Selain Kami. dan Nadjani, brand lokal Aleza memamerkan koleksinya di JFW 2025. Dia Demona selaku pendiri Aleza mengatakan untuk koleksi bertajuk Sphere, dia berani mengaplikasikan beragam bahan jenis baru.

    “Mengambil warna vibrant dengan agak dark dengan pattern lebih bold. Pakai bahan cukup variatif ada cotton, lace dan silk touch. Siluetnya ke arah summer dengan tambahan statement untuk di JFW kali ini,” ucap Dia.

    Pada koleksi yang ditampilkan di JFW 2025, Aleza menyajikan potongan dan pilihan warna busana yang berbeda dari koleksi sebelumnya. Aleza juga menggabungkan garis horizontal dan vertikal yang selaras dengan motif floral pada beberapa bagian baju.

    4. Jenna & Kaia (@jennaandkaia.official)

    Koleksi Jenna and Kaia di Jakarta Fashion Week 2025 (27/10/2024). Foto: Gresnia/Wolipop.Koleksi Jenna and Kaia di Jakarta Fashion Week 2025 (27/10/2024). Foto: Dok. Jakarta Fashion Week 2025.

    Jenna & Kaia melirik bahan denim pada koleksi yang diberi nama Reverie untuk JFW 2025. Lira Krisnalisa sebagai pemilik Jenna & Kaia mengatakan untuk koleksi kali ini dia juga menyisipkan embellishmentyang cantik.

    “Siluet yang sekarang feminin dan juga baru pertama kalinya explore di bahan denim. Embellishment laser cut dan menonjolkan sisi craftmanship,” ungkap Lira.

    Koleksi Reverie ini menurut Lira persiapannya terbilang cukup singkat. Lira menerapkan sesuai dengan arahan konsultan dari Coterie, New York dengan teknik raw scratching atau jahitan kasar.

    “Inovasi terbaru, sebenarnya sudah pernah menjual denim tapi belum fokus. Ini pertama kalinya dominasi denim. Pelanggan di luar (kota Jakarta) belum terbiasa dengan raw scratching. Jadi kita ingin memperkenalkannya,” lanjutnya lagi.

    5. HijabChic (@hijabchic)

    Koleksi HijabChic di Jakarta Fashion Week 2025 (27/10/2024).Koleksi HijabChic di Jakarta Fashion Week 2025 (27/10/2024). Foto: Dok. Jakarta Fashion Week 2025.

    Jihan sebagai marketing HijabChic menceritakan koleksi yang bertajuk Fior untuk panggung JFW 2025. HijabChic menghadirkan busana potongan longgar dengan sentuhan pastel pink.

    “Signaturenya pakai bunga, kita punya value wanita yang hijrah dan menemani setiap langkah wanita. HijabChic familiar dengan pink dan salah satunya tresedan pink. Bahannya kita pakai satin,” ujar Jihan.

    6. Hameeda (@hameeda.official)

    Koleksi Hameeda di Jakarta Fashion Week 2025 (27/10/2024).Koleksi Hameeda di Jakarta Fashion Week 2025 (27/10/2024). Foto: Dok. Jakarta Fashion Week 2025.

    Selebgram Hamidah Rachmayanti dengan brandnya Hameeda Official, pertama kali tampil di panggung JFW 2025. Hameeda menyajikan koleksi serba minimalis.

    “Kita kasih tema kesannya dreamy tapi strong. Brand Hameeda lebih minimalis dan looknya biar bisa dipakai berbagai occasion tapi tetap kuat. Bahannya sendiri organza, brukat dan mix bahan. Bisa langsung dipakai,” ucap Hamidah.

    7. Fuguku (@fuguku.id)

    Koleksi Fuguku bernama Way of Waterdi Jakarta Fashion Week 2025 (27/10/2024).Koleksi Fuguku bernama Way of Waterdi Jakarta Fashion Week 2025 (27/10/2024). Foto: Dok. Jakarta Fashion Week 2025.

    Savira Lavinia, Pendiri dan CEO Fuguku menampilkan koleksi bernama Way of Water di JFW 2025. Fuguku memperkenalkan serangkaian pakaian siap pakai, termasuk pakaian luar, gaun, celana panjang, dan aksesori.

    Sejalan dengan dedikasi Fuguku terhadap keberlanjutan, Savira menggunakan metode daur ulang seperti plastik dan botol PET.

    “Koleksi Way of Water terinspirasi dari biota laut. Materialnya dari limbah plastik. Kebanyakan yang aku pakai sekarang dari limbah plastik dan dikombinasikan baju” viscose rayon dan katun. Warnanya terinspirasi dari laut,” tutur Savira.

    Savira sendiri merupakan seorang diver dan memiliki rasa cinta yang dalam pada kehidupan laut dan mengedepankan fungsi.

    “Fuguku terinspirasi dari ikan buntal dan aku juga seorang diver yang cinta laut. Inovasinya membuat produk yang multifungsi. Kita bikin sesuatu produk yang lebih fungsional,” lanjutnya lagi.

    8. Baha Gia (@bahagia.world)

    Koleksi Baha Gia berjudul Di Nusa Sumba di Jakarta Fashion Week 2025 (27/10/2024).Koleksi Baha Gia berjudul Di Nusa Sumba di Jakarta Fashion Week 2025 (27/10/2024). Foto: Dok. Jakarta Fashion Week 2025.

    Terakhir, ada Bianca A. Lutfi sebagai pendiri Baha Gia mengangkat keindahan alam Sumba untuk koleksi yang ditampilkan di JFW 2025. Koleksinya ini bertema Di Nusa Sumba.

    “Kali ini kita mengangkat Sumba terinspirasi hal-hal yang unik yang ada di Sumba. Mulai dari kuda, bunga pepaya, makanan yang ada di sana, warna-warna sedikit berwarna tapi gentle. Fabricnya menggunakan natural fiber,” tutur Bianca.

    Bianca juga menyediakan aksesori bernuansa Sumba dan mengaplikasikan aksen bordir. “Persiapannya tidak terlalu hectic karena sudah ada di New York kemarin. Aku menambahkan aksesori yang terinspirasi dari Sumba. Selama ini kebanyakan print, kali ini ada koleksi bordir dan ada atasan dan rok,” pungkasnya.

    (gaf/eny)



    Sumber : wolipop.detik.com

  • Nina Nugroho ‘Sulap’ Batik Aceh Jadi Baju Kerja di IN2MF 2024

    Jakarta

    Nina Septiana merupakan salah satu desainer yang konsisten mengangkat kain wastra Nusantara dalam setiap rancangannya. Seperti kali ini ia mengeluarkan koleksi yang terinspirasi dari kebudayaan Aceh bertajuk Peuhaba.

    Nina Septiana dikenal dengan rancangan baju kerja yang simpel dan elegan lewat label busana Nina Nugroho sejak tahun 2016. Kini Nina menampilkan koleksi terbarunya di Indonesia International Modest Fashion Festival fashion show (IN2MF) 2024.

    Koleksi Nina yang bertajuk Peuhaba berasal dari bahasan Aceh yang berarti ‘apa kabar’. Nina menjelaskan ‘apa kabar’ di sini mengingatkan kembali tentang kekayaan budaya Aceh, keunikan dan kesantunan dalam berbusana dan berinteraksi. Aceh adalah salah satu daerah istimewa yang mengangkat hukum islam sebagai panduan kehidupannya.


    Desainer Nina Septiana mengeluarkan koleksi yang terinspirasi dari kebudayaan Aceh bertajuk Peuhaba.Desainer Nina Septiana mengeluarkan koleksi yang terinspirasi dari kebudayaan Aceh bertajuk Peuhaba. Foto: Dok. Nina Nugroho.

    Selain itu, Aceh juga senada dengan semangat keberdayaan wanita yang diangkat oleh Nina Nugroho. Menurutnya Aceh merupakan salah satu daerah yang memiliki pahlawan wanita terbanyak. Sebagaimana singkatan dari namanya yaitu Arab, China, Eropa dan Hindia, Aceh juga merupakan cerminan kekayaan budaya, suku bangsa dan berbagai keanekaragaman di Indonesia.

    Dalam fashion show di IN2MF, busana bertema Peuhaba ini dituangkan dalam delapan koleksi dengan menggunakan bahan utamanya yaitu batik Aceh bermotif pinto Aceh. Pinto Aceh merupakan kebanggaan Aceh yang memiliki makna kepribadian yang tidak mudah terbuka dengan masyarakat luar, namun bisa sangat akrab dengan penuh kehangatan apabila sudah saling mengenal. Dari tangan para UKM di Aceh, maka lahir lah berbagai lembaran kain batik dengan inspirasi Pinto Aceh.

    Desainer Nina Septiana mengeluarkan koleksi yang terinspirasi dari kebudayaan Aceh bertajuk Peuhaba.Desainer Nina Septiana mengeluarkan koleksi yang terinspirasi dari kebudayaan Aceh bertajuk Peuhaba. Foto: Dok. Nina Nugroho.

    “Kehadiran batik pinto Aceh merupakan aksi nyata Nina Nugroho dalam mengembangkan sustainable modest fashion, sebagaimana tema IN2MF kali ini,” ungkap Nina Septiana.

    Batik Pinto Aceh yang dibeli langsung dari para pengrajin batik di Aceh merupakan wujud Nina membantu meningkatkan kesejahteraan ekonomi para pengrajin. Selain untuk fashion show Nina Nugroho juga menggunakannya sebagai bahan dasar untuk produksi series terakhirnya di tahun 2024 yaitu “Aceh Series.”

    Batik Pinto Aceh ini merupakan inovasi tersendiri karena dibuat dengan menggunakan warna dasar gelap, tidak seperti biasanya yang menggunakan warna terang dan menyala. Hal ini merupakan bentuk penyesuaian agar dapat digunakan oleh para pecinta batik di luar daerah Aceh.

    Desainer Nina Septiana mengeluarkan koleksi yang terinspirasi dari kebudayaan Aceh bertajuk Peuhaba.Desainer Nina Septiana mengeluarkan koleksi yang terinspirasi dari kebudayaan Aceh bertajuk Peuhaba. Foto: Dok. Nina Nugroho.

    Pada fashion show ini, keseluruhannya merupakan koleksi busana kerja. Sebagai ciri khas busana, Nina Nugroho juga mengaplikasikan detail berupa piping, pleats dan double manset (wudhu friendly).

    Koleksi dari batik Pinto Aceh ini menggunakan warna hitam, coklat, marun, dan abu-abu. Selain itu ada warna earth colour ini memiliki makna keberanian, kelembutan, kehangatan, alami dan netral.

    Desainer Nina Septiana mengeluarkan koleksi yang terinspirasi dari kebudayaan Aceh bertajuk Peuhaba.Desainer Nina Septiana mengeluarkan koleksi yang terinspirasi dari kebudayaan Aceh bertajuk Peuhaba. Foto: Dok. Nina Nugroho.

    (gaf/eny)



    Sumber : wolipop.detik.com

  • 14 Brand Hijab dan Busana Lokal Bersatu di Modest Avenue Supermall Karawaci

    Jakarta

    Sederet brand lokal ini memilih bersatung ketimbang bersaing. 14 brand hijab dan busana muslim yang tergabung di bazar GlamLocal, menjual koleksinya bersamaan di Modest Avenue, Supermall Karawaci, Tangerang.

    Bagi pecinta bazar fashion hijab dan busana muslim, tentu sudah tak asing dengan bazar GlamLocal yang dikenal karena menjual berbagai brand lokal ternama dengan potongan harga menarik. Menjawab permintaan penggemar GlamLocal, kini 14 brand yang biasa memamerkan koleksinya bazar tersebut hadir secara permanen di butik yang bernama Modest Avenue, Supermall Karawaci, Tangerang.

    Eras Praghita selaku co-founder Modest Avenue mengungkapkan ingin memberikan wadah bagi para pemilik brand agar bisa menjual produknya di mall.


    “Kesulitan membuka toko di sebuah mall itu kan berbeda. Di mall harus punya beberapa kriteria dan dari brand pun sulit menembus mall. Contoh kesulitannya syaratnya harus punya dulu salah satu di mall,” kata Eras ketika ditemui Wolipop di pembukaan perdana Modest Avenue di Supermall Karawaci, Tangerang.

    Selain itu, menurut Era, biaya sewa yang cenderung lebih mahal juga menjadi tantangan tersendiri saat suatu brand ingin hadir di mall. Oleh karena itu dia dan rekan-rekannya di Modest Avenue memilih bersatu dengan membuka toko bersama.

    “Di sini karena kita sistemnya sharing cost dan kita bagi rata insya Allah akan menjadi ringan,” lanjutnya.

    Eras mengaku Modest Avenue berawal dari persahabatan dari masing-masing pemilik brand. Dia berharap Modest Avenue bisa menjadi jembatan bagi pemilik modest brand untuk menjangkau pasar yang lebih luas lagi. sambung ibu dari dua orang anak ini.

    Eras menuturkan ada 14 beragam brand hijab dan busana muslim yang bergabung di Modest Avenue. Antara lain Elita Kerudung, Binar Pagi, Dyalodya, Prior, Kienka dan masih banyak lagi.

    Rizky Azhar sebagai founder Modest Avenue ini mengungkapkan alasan memilih Supermall Karawaci sebagai lokasi toko. “Pertama memang kebetulan kita mendapatkan kesempatan dari mallnya dan kita kurasi lagi. Karena targetnya sub-urban, Tangerang, Depok dan Bekasi. Maka dari itu kita buka perdana di Tangerang. Kita sesuaikan profile customer dan trennya seperti apa sekarang. Kita ajakin di luar Jakarta, Ada Bandung dan Yogyakarta,” ucap Kiky.

    Kiky menuturkan kisaran harga yang ada di Modest Avenue mulai dari Rp 200 ribu untuk atasan, celana, outer hingga tas. Harga brand yang ada di Modest Avenue sama dengan penjualan di toko online.

    Salah satu penggagas bazar GlamLocal ini menjelaskan kategori produk bisa untuk memenuhi kebutuhan wanita. Mulai dari casual hingga baju kerja. Ada juga potongan harga 10%.

    Di tengah persaingan yang ketat, Eras mengaku yang membedakan antara Modest Avenue dan butik modest lainnya. “Dibanding butik yang lain kan per brand tapi di sini kita menawarkan banyak brand punya identitasnya masing-masing. Baju pesta ada, polos ada dan yang membedakan kamu bisa mendapatkan semua brand di sini,” jelas Eras.

    (gaf/eny)



    Sumber : wolipop.detik.com

  • Alunicorn 7 Tahun Berkarya Hadirkan Busana Plisket dengan Teknik Origami

    Jakarta

    Brand lokal asal Bandung, Jawa Barat, Alunicorn menggelar trunk show menghadirkan koleksi spesial yang menggunakan teknik origami unik dalam rangka perayaan hari jadinya ke-7. Koleksi terbaru Alunicorn ini bertajuk Sanatra, yang berasal dari bahasa Sansekerta, artinya naluri dari wanita mandiri.

    Koleksi Sanatra menggabungkan beberapa teknik, yakni origami, anyam, plisket dan payet. Vinvin Alvionica sebagai pendiri Alunicorn mengungkapkan teknik tersebut ia gunakan sebagai simbol kekuatan, ketekunan dan ketahanan.

    Koleksi ini terdiri dari blouse, celana, outer, vest, blazer, dress, dan abaya. Dalam trunk show yang digelar di Bandung, Alunicorn menghadirkan koleksi terbarunya dalam warna pink, merah marun, mauve, abu-abu, cream, dan hitam.


    Brand hijab dan busana muslim asal Bandung menggelar trunk show dan mengeluarkan koleksi dengan teknik origami yang unik.Brand hijab dan busana muslim asal Bandung menggelar trunk show dan mengeluarkan koleksi dengan teknik origami yang unik. Foto: Dok. Gresnia/Wolipop.

    “Terinspirasi dari origami teknik melipat kertas kertas itu kita buat sedemikian bentuknya dan dikerjakannya oleh kita dengan mengajarkan wanita-wanita dan di buat oleh wanita wanita spesial. Kenapa terinspirasi karena Alunicorn itu kan ciri khasnya pleats, di tahun ke tujuh, kita membuat inovasi produk bentuknya agar tidak sama dengan yang lain dengan teknik origami,” kata Vinvin saat acara 7th Anniversary The Journey of Becoming Alunicorn Celebrating of Independent Women di Senusa Restaurant, Bandung , Selasa (5/11/2024).

    Merayakan hari jadi yang ke-7, Vinvin menceritakan kilas balik mendirikan Alunicorn. Dia mulai berbisnis fashion ketika masih bekerja menjadi bidan.

    “Aku itu lulusan kesehatan tepatnya bidan. Tidak ada basic bisnis memang aku itu dari usaha dari nol. Dari keluarga juga tidak ada yang pebisnis, rata-rata PNS dan BUMN. Aku itu senang berada di sosial dan sering banget kegiatan sosial. Terutama program kesehatan karena itu aku jadi bidan. Tenaga kesehatan itu kan kerjanya luar biasa shift-shiftan,” ucap Vinvin.

    Brand hijab dan busana muslim asal Bandung menggelar trunk show dan mengeluarkan koleksi dengan teknik origami yang unik.Brand hijab dan busana muslim asal Bandung menggelar trunk show dan mengeluarkan koleksi dengan teknik origami yang unik. Foto: Dok. Gresnia/Wolipop.

    Ia mengaku semenjak bekerja tidak aktif lagi melakukan kegiatan sosial. Hal itu membuat hasratnya untuk bersosialisasi dengan orang lain semakin menggebu. Ia kemudian berpikir karena di lingkungan kerja kebanyakan wanita, ia melihat peluang untuk menjual hijab.

    “Dulu belum ada brand, aku jastip dan berjalan kurang lebih satu tahun dan berani kan diri bikin online di tahun 2017. Tidak mudah membangun brand. Langsung rekrut satu karyawan untuk membantu saya kalau dinas. Kalau saya kerja dia yang standby,” jelasnya.

    Vinvin merasakan ada kepuasan tersendiri karena membantu orang lain dan membuka lapangan pekerjaan. Setelah usahanya mulai berjalan, dia memutuskan resign dari pekerjaannya sebagai bidan di suatu rumah sakit.

    “Di keputusan itu terbesar itu aku resign. Satu kesempatan posisi aku sebagai bidan dan bagaimana caranya mencari kesempatan. Aku posisinya masih bekerja dan tidak akan maksimal. Aku sedih profesi aku tinggalkan. Aku tidak setengah-setengah mengerjakan sesuatu,” kenang Vinvin.

    Brand hijab dan busana muslim asal Bandung menggelar trunk show dan mengeluarkan koleksi dengan teknik origami yang unik.Brand hijab dan busana muslim asal Bandung menggelar trunk show dan mengeluarkan koleksi dengan teknik origami yang unik. Foto: Dok. Gresnia/Wolipop.

    Vinvin memberikan motivasi bagi kamu yang ingin mulai membuka bisnis agar mempunyai modal yang bisa digunakan. Dia menekankan saat memulai usaha, sebaiknya kondisi keuangan dalam keadaan sehat.

    “Setiap orang pasti punya pengalaman masing-masing. Awal membangun usaha itu dari uang gaji pada saat bekerja. Modal pertamanya gaji dan sampai saat ini kita terus memutarkan uang. Uangnya harus sehat, sebenarnya kamu bisa usaha dan siapa pun bisa. Coba kamu berdayakan dulu lingkungan dan mencari potensi. Kamu bisa tidak perlu resign. Dengan masih kerja itu market pertama aku dulu adalah rumah sakit. Lakukan dulu apa yang ingin kamu bikin dan jual,” tuturnya.

    Vinvin menjelaskan jika terjun ke dunia bisnis harus bisa mengambil keputusan. Bedakan uang pribadi dan uang bisnis. Dengan adanya pemisahan itu bisnis kamu juga bisa berkembang.

    Ketua Umum Dekranasda Kota Bandung periode 2023-2024, Linda Nuraini Hapsah ikut mengenang bagaimana Vivin membangun brand Alunicorn. Dia melihat sendiri bagaimana Vivin mendirikan Alunicorn hingga kini terus berkembang.

    “Saya ikut mengenang perjuangan Vinvin ada beberapa lompatan dari awal bagaimana membuat brand, komoditi, bagaimana cara mempromosikan dan ciri khasnya. Itu luar biasa dan di hadapkan satu situasi mencari DNA. Saya melihat Alunicorn mempunyai DNA yang kuat dari awal hingga sampai tujuh tahun sekarang. Semoga Alunicorn berproses menempuh setiap kesulitan, Vinvin tetap konsisten,” ujar Linda.

    Brand hijab dan busana muslim asal Bandung menggelar trunk show dan mengeluarkan koleksi dengan teknik origami yang unik.Foto Vinvin Alvionica sebagai pendiri Alunicorn. Foto: Dok. Gresnia/Wolipop.

    (gaf/eny)



    Sumber : wolipop.detik.com