Tag: jawa tengah

  • 5 Destinasi di Jawa Tengah yang Sama Ademnya dari Dieng untuk Healing



    Temanggung

    Dieng jadi salah satu destinasi sejuk di Jawa Tengah. Selain Dieng, ternyata masih ada beberapa tempat lain yang tidak kalah ademnya. Apa saja?

    Selama ini kita mengenal Dieng sebagai destinasi yang sejuk dan nyaman untuk healing. Padahal ada banyak destinasi lain di Jawa Tengah yang punya kesejukan serupa. Dirangkum detikTravel, Senin (7/7/2025), berikut 5 destinasi itu:

    1. Wisata Alam Posong

    Objek wisata alam di Temanggung.Objek wisata alam di Temanggung. Foto: (uzisofyan/d’Traveler)

    Posong adalah destinasi wisata pegunungan yang berada di kabupaten Temanggung, Jawa Tengah. Keindahannya dijamin akan membuat traveler terpana.


    Alam yang begitu indah dan dikelilingi oleh pegunungan yang sangat indah, pasti akan menarik perhatian para wisatawan yang liburan ke sana.

    Cuaca yang sangat menantang akan membuat badan traveler terasa menggigil, bagaikan di dalam kulkas, akan tetapi itulah salah satu keunikan Posong.

    2. Baturraden

    Curug Pinang BaturradenCurug Pinang di Baturraden Foto: Dok. Laman Dolan Banyumas oleh Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Banyumas

    Lokawisata Baturraden merupakan salah satu destinasi wisata favorit bagi masyarakat yang tinggal di sekitar Purwokerto dan Banyumas. Lokasinya yang berada di dekat kaki Gunung Slamet membuat suasana di Lokawisata Baturraden terasa sejuk dan menenangkan.

    Traveler bisa berenang di kolam renang, bermain sepeda air, hingga pemandian air panas. Alhasil, tempat wisata ini lebih banyak dikunjungi oleh rombongan keluarga besar.

    Wisatawan bisa menikmati indahnya pemandangan hijau sekaligus merasakan suasana alam yang sejuk dan segar. Baturraden buka setiap hari dari pukul 07.00-16.00 WIB.

    3. Guci, Tegal

    Kemping Asyik di Guci ForestKemping Asyik di Guci Foto: Imam Suripto/detikTravel

    Guci adalah nama salah satu kawasan di Kabupaten Tegal, Jawa Tengah. Lokasinya di lereng Gunung Slamet membuat suasana udara di Guci begitu sejuk dan segar. Tempat ini menawarkan view pemandangan alam yang indah.

    Selain itu, travelers juga bisa berkeliling kawasan Guci sambil menghirup udara segar khas pegunungan. Kalian juga bisa mencoba sensasi menginap di glamping dan camping.

    Selama di tempat wisata ini, traveler juga bisa mandi air panas, berjalan-jalan di hutan pinus, nongkrong di kedai kopi, atau menyantap makanan lezat di restoran.

    4. Tawangmangu

    Air terjun Grojogan Sewu di Tawangmangu, Karanganyar, Jawa Tengah.Air terjun Grojogan Sewu di Tawangmangu Foto: Getty Images/iStockphoto/benito_anu

    Berada di lereng Gunung Lawu, kawasan Tawangmangu dan sekitarnya menawarkan keindahan alam dan kesejukan khas pegunungan.

    Tawangmangu adalah nama kecamatan di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah yang berbatasan dengan Jawa Timur. Kecamatan sekitar Tawangmangu pun memiliki beragam tempat wisata menarik, seperti di Kecamatan Ngargoyoso dan Jenawi.

    Ada air terjun Grojogan Sewu dimana traveler bisa main air sampai puas, lalu dilanjutkan dengan main-main ke aneka wahana The Lawu Park. Perjalanan bisa diteruskan ke Kemuning Sky Hills dan berziarah ke candi Cetho.

    5. Nepal Van Java

    Nah kampung warna warni sudah kelihatan dari kejauhanNepal van Java Foto: detik

    Terakhir, ada Nepal van Java yang merupakan julukan bagi desa wisata yang terdapat di Gunung Sumbing. Disebut Nepal karena pemukiman tersebut mempunyai tata ruang bertingkat yang tampak mirip dengan pemukiman di Negara Nepal.

    Lokasinya berada di Dusun Butuh, Temanggung, Kecamatan Kaliangkrik, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Mengutip laman Jadesta Kemenparekraf, Dusun Butuh merupakan dusun tertinggi di Kabupaten Magelang dengan ketinggian 1750 mdpl.

    (wsw/wsw)



    Sumber : travel.detik.com

  • 5 Kota Sejuk di Indonesia yang Cocok buat Pensiunan



    Salatiga

    Indonesia ternyata punya beberapa kota yang sejuk dan enak sebagai tempat beristirahat. Kota-kota ini juga cocok untuk pensiunan. Kota mana saja?

    Saat pensiun, biasanya kita mendambakan kehidupan yang tenang di pedesaan. Kota-kota berikut ini bisa jadi jawaban buat kamu yang mencari tempat untuk pensiun. Berikut ulasannya:

    1. Salatiga

    Kota pertama adalah Salatiga di Jawa Tengah. Kota mungil ini punya cuaca yang sejuk. Lokasinya yang berada cukup tinggi menjadikan cuaca sejuk menjadi teman sehari-hari.


    Selain itu, suasana yang relatif sepi menjadikan kota ini sangat cocok untuk pensiunan menikmati slow living. Tertarik buat pensiun di Salatiga?

    2. Temanggung

    Berikutnya ada Temanggung yang juga ada di Jawa Tengah. Kota sejuk ini berada di atas ketinggian. Sama seperti Salatiga, Temanggung juga menawarkan kehidupan slow living pedesaan.

    Kota yang terkenal dengan tanaman tembakaunya ini juga punya beberapa tempat wisata menarik, dari Wisata Alam Posong hingga gunung Sindoro-Sumbing.

    3. Wonosobo

    Wonosobo juga masuk ke dalam daftar. Cuaca yang dingin dan sejuk akan membuat traveler betah tinggal di sini, apalagi bagi Anda-anda yang sudah memasuki masa pensiun.

    Di Wonosobo, ada dataran tinggi Dieng dengan aneka pesona wisata alam dan budayanya. Sangat cocok untuk ditinggali oleh pensiunan. Oh iya, harga sayur mayur di sini murah.

    4. Malang

    Kota berikutnya ada di Jawa Timur, yaitu Malang. Kota berhawa sejuk ini cocok ditinggali di masa tua. Bayangkan bisa menghirup udara segar pegunungan setiap harinya.

    Di Malang juga ada banyak spot wisata, dari pemandian hingga wisata sejarah, dijamin tidak akan bosan tinggal di kota ini.

    5. Ende

    Terakhir ada kota Ende di NTT yang juga cocok untuk tempat pensiun. Kota tempat kelahiran Pancasila ini relatif sepi, namun udaranya sejuk khas pegunungan.

    Wajar karena di Ende ada gunung Kelimutu dengan danau tiga warna yang memesona. Masyarakatnya yang ramah juga akan membuat Anda betah tinggal di sana.

    (wsw/wsw)



    Sumber : travel.detik.com

  • Rute Kereta Jakarta-Dieng dengan Harga, Waktu Tempuh, dan Tips Lengkap


    Jakarta

    Dieng adalah kawasan wisata di Jawa Tengah yang dikenal dengan hawa sejuk nyaris dingin dan pemandangan indah. Bagi kamu yang ingin ke Dieng dari Jakarta naik kereta, sebetulnya tidak tersedia perjalanan yang langsung menuju Dieng. Traveler hanya bisa naik kereta sampai Stasiun Purwokerto, lalu naik kendaraan umum atau online menuju Dieng.

    Rute Kereta Jakarta-Dieng dan Kendaraan Lainnya

    candi arjunaCandi Arjuna di Dieng Foto: detik

    Perjalanan Jakarta-Dieng naik kereta bisa dibagi menjadi Jakarta-Purwokerto, lalu lanjut ke dataran tinggi Dieng. Berikut penjelasan lengkapnya

    Rute Kereta Jakarta-Purwokerto

    Kereta rute Jakarta ke Purwokerto bisa ditempuh dari Stasiun Gambir dan Stasiun Pasarsenen


    Gambir-Purwokerto

    • Argo Semeru: 4 jam 16 menit Rp 440 ribu
    • Argo Semeru Compartment: 4 jam 16 menit Rp 1,26 juta
    • Taksaka: 4 jam 10 menit Rp 475 juta
    • Taksaka Luxury: 4 jam 10 menit Rp 1,2 juta
    • Argo Dwipangga: 4 jam 8 menit Rp 520 ribu
    • Argo Dwipangga Luxury: 4 jam 8 menit Rp 1,2 juta
    • Manahan: 4jam 39 menit Rp 450 ribu
    • Bima: 4 jam 16 menit Rp 440 ribu
    • Bima Compartment: 4 jam 16 menit Rp 1,26 juta
    • Gajayana: 4 jam 21 menit Rp 460 ribu
    • Gajayana Luxury: 4 jam 21 menit Rp 1,375 juta
    • Cakrabuana (ekonomi): 4 jam 58 menit Rp 175 ribu
    • Cakrabuaba (eksekutif): 4 jam 58 menit Rp 360 ribu
    • Argo Lawu: 4 jam 9 menit Rp 520 ribu
    • Argo Lawu Luxury: 4 jam 9 menit Rp 1,2 juta
    • Purwojaya: 4 jam 14 menit Rp 360 ribu.

    Pasarsenen-Purwokerto

    • Fajar Utama Solo (ekonomi): 4 jam 34 menit Rp 185 ribu
    • Fajar Utama Solo (eksekutif): 4 jam 34 menit Rp 400 ribu
    • Fajar Utama YK (ekonomi): 4 jam 53 menit Rp 164 ribu
    • Fajar Utama YK (eksekutif): 4 jam 53 menit Rp 355 ribu
    • Sawunggalih (ekonomi): 4 jam 30 menit Rp 175 ribu
    • Sawunggalih (eksekutif): 4 jam 30 menit Rp 380 ribu
    • Gajahwong (ekonomi): 5 jam 15 menit Rp 210 ribu
    • Gajahwong (eksekutif): 5 jam 15 menit Rp 440 ribu
    • Gaya Baru Malam Selatan (ekonomi): 5 jam 7 menit Rp 231 ribu
    • Gaya Baru Malam Selatan (eksekutif): 5 jam 7 menit 425 ribu
    • Bangunkarta (ekonomi): 4 jam 58 menit Rp 185 ribu
    • Bangunkarta (eksekutif): 4 jam 58 menit Rp 380 ribu
    • Sawunggalih (ekonomi): 4 jam 21 menit Rp 175 ribu
    • Sawunggalih (eksekutif): 4 jam 21 menit Rp 380 ribu
    • Mataram (ekonomi): 4 jam 31 menit Rp 185 ribu
    • Mataram (eksekutif): 4 jam 34 menit Rp 400 ribu
    • Madiun Jaya (ekonomi): 4 jam 34 menit Rp 196 ribu
    • Madiun Jaya (eksekutif): 4 jam 34 menit Rp 425 ribu
    • Singasari (ekonomi): 4 jam 31 menit Rp 196 ribu
    • Singasari (eksekutif): 4 jam 31 mnit Rp 410 ribu
    • Bogowonto (ekonomi): 4 jam 34 menit Rp 164 ribu
    • Bogowonto (eksekutif): 4 jam 34 menit Rp 355 ribu
    • Senja Utama YK (ekonomi): 4 jam 34 menit Rp 164 ribu
    • Senja Utama Yk (eksekutif): 4 jam 34 menit Rp 355 ribu
    • Serayu: 11 jam 5 menit Rp 67 ribu
    • Jaka Tingkir: 4 jam 40 menit Rp 185 ribu
    • Jayakarta: 4 jam 44 menit Rp 203 ribu
    • Progo: 4 jam 39 menit Rp 189 ribu.

    Rute Purwokerto-Wonosobo

    Perjalanan selanjutnya bisa menggunakan transportasi online atau kendaraan umum dengan pilihan sebagai berikut:

    • Bus patas AC Puwokerto-Semarang Rp 80-90 ribu
    • Bus patas Purwokerto-Semarang Rp 50 ribu

    Waktu tempuh Purwokerto-Wonosobo adalah 2-3 jam dalam kondisi tidak macet atau sangat ramai. Informasi harga tiket dan jenis bus yang tersedia bisa berubah sesuai kebijakan penyedia kendaraan serta pengelola transportasi.

    Rute Wonosobo-Dieng

    Di rute terakhir ini kamu bisa pilih kembali pilih angkutan umum atau transportasi online. Jika traveler mengambil paket wisata lengkap dengan antar jemput, kamu angkat dijemput di lokasi yang telah ditentukan sebelum ke Dieng.

    Tips Liburan Jakarta-Dieng

    The Heaven Glamping & Resto Wonosobo, tempat glamping dekat DiengThe Heaven Glamping & Resto Wonosobo, tempat glamping dekat Dieng Foto: Dok. Instagram @theheaven.wonosobo

    Liburan Jakarta-Dieng bisa jadi makin menyenangkan dengan penerapan tips-tips berikut:

    • Pesan tiket Jakarta-Purwokerto jauh-jauh hari agar dapat harga murah
    • Tentukan akomodasi dengan mempertimbangkan review online, kualitas layanan, dan profesionalisme
    • Susun dan terapkan itinerary lengkap dengan budgeting agar tidak boncos, tapi tetap terasa menyenangkan.

    Pesona Dieng yang dijuluki tanah para dewa karena punya banyak candi ini memang sayang dilewatkan. Dengan jarak yang tidak jauh dari Jakarta, jangan lupa masukin Dieng ke wish list liburan terbaru kamu ya.

    (row/fem)



    Sumber : travel.detik.com

  • Pesona Embun Es Arjuna Keindahan Alam Bak Negeri Dongeng di Jawa Tengah


    Jakarta

    Embun es Arjuna merujuk pada fenomena alam berupa embun yang membeku di kompleks Candi Arjuna berlokasi di Dataran Tinggi Dieng, Jawa Tengah. Peristiwa embun es ini juga bisa dilihat di area sekitar candi meliputi lapangan dan situs Dharmasala. Lokasi lainnya adalah lahan pertanaman kentang milik warga di desa Dieng Kulon dan Dieng Wetan.

    Fenomena di bulan kemarau ini mengubah sementara wajah Dieng yang biasanya subur dan hijau. Memasuki pagi hari, Dieng tak ubahnya suatu wilayah di Eropa Utara yang sangat dingin hingga air membeku. Sepanjang mata memandang, hanya dijumpai embun es yang menutupi seluruh area sekitar Candi Arjuna.

    Fenomena embun es di kompleks Candi Arjuna, Dieng, Banjarnegara, Jawa Tengah, Senin (17/7/2023) pagi.Fenomena embun es di kompleks Candi Arjuna, Dieng, Banjarnegara, Jawa Tengah Foto: dok. Dhimas F

    Kesejukan Dieng berganti dengan cuaca dingin menggigit hingga bikin menggigil. Sensasi dingin pagi di kompleks Candi Arjuna seperti terasa hingga ke tulang, meski sudah berselimut baju hangat. Di bulan Juli-Agustus pada puncak musim kemarau, suhu bisa drop hingga minus derajat Celcius yang membuat air embun membeku.


    “Pagi ini, embun es di Dieng tepatnya area komplek Candi Arjuna terlihat lebih tebal. Embun di mobil yang diparkir di dekat loket candi itu embunnya beku. Biasanya suhu permukaan tanah lebih dingin tetapi pagi ini embun yang di atas pun beku,” ujar pembuat aplikasi suhu udara Dieng yang juga ASN di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banjarnegara, Aryadi Darwanto, menjelaskan salah satu periode terdingin pada 20 Juli 2025.

    Dikutip dari detik Jateng, saat itu suhu mencapai -3°C hingga semua terlihat bening putih seperti warna es batu. Semakin dingin, maka embun es makin tebal dengan jangkauan makin luas meliputi bangunan dan tanaman yang lebih tinggi. embun tidak hanya di tanah atau rumput-rumput. Saking tebalnya, lapisan es ini bisa dikerok.

    Penampakan embun es yang menebal akibat suhu Dieng mencapai minus 3 derajat Celsius, Minggu (20/7/2025) pagi.Penampakan embun es yang menebal akibat suhu Dieng mencapai minus 3 derajat Celsius, Minggu (20/7/2025) pagi. Foto: dok. Aryadi Darwanto

    Fenomena embun es Arjuna atau embun upas ini menjadi salah satu daya tarik wisata Dieng. Menurut Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dieng Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banjarnegara, Sri Utami, pengunjung harus datang pagi hari sekitar 05.30-07.00 WIB.

    “Biasanya jam tujuh matahari sudah terbit dan embun es cair. Tanda-tandanya bisa diamati mulai hari sebelumnya. Saat cuaca cerah di sore hingga malam, lalu suhu terus turun tanpa ada angin berhembus maka biasanya muncul es di pagi hari,” kata Sri.

    Sri mengatakan, embun es Arjuna ini mendongkrak jumlah pengunjung hingga 50 persen. Para wisatawan ramai-ramai jalan ke kompleks Candi Arjuna untuk menyaksikan sendiri embun es. Wisatawan selanjutnya melihat sendiri lapisan es mencair seiring matahari terbit.

    Tips Melihat Embun Es Arjuna

    Pengunjung yang tidak ingin kehilangan momen embun es Arjuna atau embun upas, berikut tips agar bisa melihat sendiri fenomena alam tersebut:

    • Pilih penginapan yang tidak jauh dari kompleks Candi Arjuna
    • Datang pagi hari sebelum matahari terbit
    • Gunakan pakaian hangat dan isi perut lebih dulu bila perlu
    • Pilih spot sekitar kompleks Candi Arjuna atau tidak jauh dari Bukit Sikunir
    • Pantau cuaca dan update terus perubahannya di media sosial.

    Kondisi cuaca sangat memengaruhi terjadi atau tidaknya fenomena embun es Arjuna, jangan sampai ketinggalan informasi ya detikers.

    (row/fem)



    Sumber : travel.detik.com

  • Harga Tiket, Rute & Pesona Lengkapnya



    Karanganyar

    Kemuning Sky Hills merupakan destinasi agrowisata yang berada di dataran tinggi Karanganyar, Jawa Tengah. Tempat wisata ini menawarkan ragam aktivitas dan panorama alam menakjubkan.

    Harga Tiket Masuk Kemuning Sky Hills 2025

    Harga tiket masuk Kemuning Sky Hills: Rp 10.000.
    Harga tiket ke jembatan kaca Kemuning Sky Hills: Rp 30.000.
    Harga tiket terusan (ke jembatan kaca dan area Kemuning Sky Hills): Rp 40.000.

    Parkir: motor Ro 3.000, mobil Rp 5.000


    Pemandangan jembatan dan kebuh teh yang ada di sekelilingnya.Pemandangan jembatan dan kebuh teh yang ada di sekelilingnya. Foto: dok. Instagram @kemuningskyhills

    Jam Operasional Kemuning Sky Hills

    Kemuning Sky Hills buka dari jam 09.00 hingga pukul 18.30 WIB setiap hari. Jadwal buka tersebut juga berlaku pada jembatan kaca.

    Lokasi dan Rute ke Kemuning Sky Hills

    Kemuning Sky Hills beralamat di Jalan Karangpandan-Ngargoyoso, Sumbersari, Kemuning, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.

    Daya Tarik Wisata Kemuning Sky Hills

    Kemuning Sky Hills menyuguhkan pemandangan hamparan hijau yang luas dan udara sejuk yang menyegarkan. Berikut adalah daya tarik dan aktivitas seru yang bisa dinikmati di sana:

    1. Pemandangan Kebun Teh

    Objek wisata ini menawarkan pemandangan hamparan kebun teh yang luas, seperti kebun teh ini ada dari bukit-bukit hijau yang berundak.

    Selain itu, di sana pengunjung juga berkesempatan untuk berjalan-jalan di antara barisan tanaman teh yang sangat terlihat rapi. Ini adalah daya tarik yang menjadikannya tempat ini ideal untuk bersantai dan berfoto.

    2. Sky Bridge (Jembatan Langit Kaca)

    Situs resmi Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Karanganyar (Pesona Karanganyar), jembatan kaca Kemuning Sky Hills memiliki panjang 120 meter dengan ketinggian mencapai 60 meter dan ketebalan kaca sekitar 3 cm.

    Dari sini, pengunjung akan melihat hamparan kebun teh yang mempesona ditambah dengan suasana yang sejuk. Kamu harus melepas alas kakimu ya saat melewati jembatan ini.

    3. Wahana Outdoor

    Di area tersebut juga terdapat bukit teletubbies yang bisa dijelajahi wisatawan. Selain itu, ada juga beberapa aktivitas seru yang bisa dilakukan Kemuning Sky Hills seperti:

    • Flying fox
    • Menaiki Jeep
    • ATV
    • Paralayang
    • Giant swing.

    Fasilitas Kemuning Sky Hills

    Selain jembatan kaca yang terkenal, di objek wisata ini kita juga bisa menikmati fasilitas umum dan berbagai wahana. Di antaranya:

    • Restoran dan cafe
    • Area parkir
    • Toilet
    • Mushola
    • Flying fox
    • Outbond
    • Giant swing
    • Paralayang
    • Jeep dan ATV tour
    • Agrowisata kebun teh.

    Dengan latar belakang pegunungan dan lanskap yang memukau, objek wisata Kemuning Sky Hills merupakan pilihan sempurna untuk healing dari hiruk-pikuk perkotaan.

    (sym/wsw)



    Sumber : travel.detik.com

  • Pesona Candi Prambanan Keajaiban Dunia di Perbatasan Yogyakarta dan Jawa Tengah



    Jakarta

    Candi Prambanan merupakan candi Hindu terbesar dan termegah yang dibangun pada Jawa Kuno. Candi ini dinilai sebagai salah satu bukti keajaiban arsitektur Hindu di Jawa.

    Candi Prambanan dibangun pada abad kesembilan Masehi di daerah Sleman, Yogyakarta. Saat ini, Candi Prambanan juga menjadi tujuan wisara turis lokal dan mancanegara.

    Candi Prambanan memiliki legenda yang terkenal yaitu Roro Jonggrang dan Bandung Bondowoso. Legenda ini merupakan salah satu legenda yang terkenal di Indonesia.


    Arti Nama Prambanan

    Dikutip dari situs resmi kabupatensleman, nama Prambanan berasal dari nama desa tempat candi itu berdiri. Desa Prambanan.

    Diduga ada pengaruh perubahan nama dialek bahasa Jawa dari istilah teologi Hindu Para Brahman yang bermakna “Brahman Agung”, yaitu Barhman atau realitas abadi tertinggi dan teragung yang tak dapat digambarkan, yang kerap disamakan dengan konsep Tuhan dalam agama Hindu.

    Pendapat lain menganggap Para Brahman mungkin merujuk kepada masa jaya candi ini yang dahulu dipenuhi oleh para brahmana. Pendapat lain mengajukan anggapan bahwa nama “Prambanan” berasal dari akar kata mban dalam Bahasa Jawa yang bermakna menanggung atau memikul tugas, merujuk kepada para dewa Hindu yang mengemban tugas menata dan menjalankan keselarasan jagat.

    Nama lain dari Prambanan dapat berarti lima gunung yang dalam bahasa Khmer/Kamboja lima adalah Pram dan banam adalah gunung (ប្រាំភ្នំ). Itu menggambarkan lima puncak gunung dari Himalaya di India. Pada waktu yang sama dalam kronik Khmer bahwa Bangsa Jawa pernah menjajah Khmer salama 200 tahun dan Jayawarman ke 2 yang pernah di Jawa merupakan pahlawan yang membebaskan Khmer dari dominasi Jawa.

    Sejarah Candi Prambanan

    Dikutip dari Digilib UNS, Candi Prambanan merupakan kompleks candi Hindu terbesar yang ada di Indonesia. Candi Prambanan dibangun pada abad kesembilan masehi.

    Candi Prambanan dipersembahkan untuk Trimurti tiga dewa utama dalam ajaran Hindu. Yaitu Brahma sebagai pencipta, Wisnu sebagai pemelihara, dan Siwa sebagai pemusnah dan pencipta kembali.

    Berdasarkan prasasti Siwagrha, nama asli komplek Candi Prambanan adalah Siwagrha atau rumah Siwa. Nama ini sejalan dengan penempatan arca Siwa di ruang utama candi.

    Arca Siwa Mahadewa setinggi tiga meter menunjukkan Candi Prambanan lebih diutamakan untuk Siwa. Menurut prasasti Siwagrha, Candi Prambanan mulai dibangun sekitar tahun 856 masehi oleh Rakai Pikatan.

    Candi ini terus dikembangkan dan diperluas oleh Balitung Maha Sambu, masa kerajaan Medang Mataram. Nama Candi Prambanan berasal dari desa tempat candi ini berdiri.

    Diduga prambanan merupakan perubahan dialek bahasa Jawa dari istilah teologi Hindu yaitu Para Brahman. Kata Para Brahman memiliki makna yaitu Brahman atau realitas abadi tertinggi dan teragung yang tidak dapat digambarkan.

    Legenda Candi Prambanan

    Dikutip dari situs repositori Kemendikbud, Candi Prambanan dikenal juga sebagai Candi Roro Jonggrang. Konon, Roro Jonggrang merupakan nama seorang putri cantik jelita anak dari penguasa saat itu.

    Ayah Roro Jonggrang adalah Raja Baka. Terdapat banyak raja muda yang ingin mempersunting putri cantik ini. Namun, mereka ditolak karena tidak dapat memenuhi persyaratan yang diminta Roro Jonggrang.

    Salah satu orang yang ingin mempersunting Roro Jonggrang adalah Bandung Bondowoso. Ia memiliki kekuatan yang luar biasa hingga putri takut untuk menolaknya. Akhirnya, Roro Jonggrang memberikan persyaratan yang cukup berat, yaitu membangun seribu arca dalam waktu satu malam.

    Sebagai orang yang sakti mandraguna persyaratan yang diberikan disanggupi oleh Bandung Bondowoso. Saat menjelang pagi pada saat candi dan arca sudah hampir selesai. Roro Jonggrang berupaya untuk menggagalkan hal tersebut.

    Bandung Bondowoso dibantu para jin saat menyelesaikan pekerjaan membangun candi. Mendengar suara alu dan kokok ayam, para jin takut matahari akan terbit.

    Para jin tersebut meninggalkan Bandung Bondowoso dengan pekerjaan yang belum selesai. Bandung Bondowoso marah saat mengetahui kejadian ini adalah akal-akalan sang putri.

    Lalu, ia mengutuk Roro Jonggrang menjadi arca batu sebagai pelengkap arca yang belum diselesaikan. Arca tersebut adalah arca Durga Mahisasuramardini yang saat ini ada di relung sebelah utara Candi Ciwa.

    Keajaiban Arsitektur Hindu di Jawa

    Relief Ramayana Candi Prambanan Panel 15 di Candi BrahmaRelief Ramayana Candi Prambanan Panel 15 di Candi Brahma (Facebook/Balai Pelestarian Cagar Budaya Yogyakarta)

    Candi Prambanan dinilai sebagai salah satu keajaiban arsitektur candi Hindu di Jawa. Arsitektur Candi Prambanan berpedoman kepada tradisi arsitektur Hindu yang berdasarkan kitab Wastu Sastra.

    Denah candi megikuti pola mandala, sementara bentuk candi yang tinggi menjulang merupakan ciri khas candi Hindu.

    Seperti Candi Borobudur, Candi Prambanan juga memiliki tingkatan zona candi, mulai dari yang kurang suci hingga ke zona yang paling suci. Tingkatan candi itu terbagi dalam tiga zona lahan denah secara horisontal maupun vertikal, yakni Bhurloka(dalam Buddhisme: Kamadhatu), adalah ranah terendah makhluk yang fana; manusia, hewan, juga makhluk halus dan iblis. Di ranah ini manusia masih terikat dengn hawa nafsu, hasrat, dan cara hidup yang tidak suci. Halaman terlar dan kaki candi melambangkan ranah bhurloka.

    Kemudian, Bwahloka(dalam Buddhisme: Rupadhatu), adalah alam tegah, tempat orang suci, resi, pertapa, dan dewata Di alam ini manusia mulai melihat cahaya kebenaran. Halaman tengah dan tubuh candi melambangkan ranah bwahloka. Yang ketiga, Swahloka(dalam Buddhisme: Arupadhatu), adalah ranah tertinggi sekaligus tersuci tempat para dewa bersemayam, juga disebut swargaloka.

    Halaman dalam dan atap candi melambangkan ranah swahloka. Atap candi-candi di kompleks Prambanan dihiasi dengan kemuncak mastaka berupa ratna (Sanskerta: permata), bentuk ratna Prambanan merupakan modifikasi bentuk wajra yang melambangkan intan atau halilintar. Dalam arsitektur Hindu Jawa kuno, ratna adalah sandingan Hindu untuk stupa Buddha, yang berfungsi sebagai kemuncak atau mastaka candi.
    Pada saat pemugaran, tepat di bawah arca Siwa di bawah ruang utama candi Siwa terdapat sumur yang didasarnya terdapat pripih (kotak batu).

    Sumur ini sedalam 5,75 meter dan peti batu pripih ini ditemukan di atas timbunan arang kayu, tanah, dan tulang belulang hewan korban. Di dalam pripih ini terdapat benda-benda suci seperti lembaran emas dengan aksara bertuliskan Baruna (dewa laut) dan Parwata (dewa gunung). Dalam peti batu ini terdapat lembaran tembaga bercampur arang, abu, dan tanah, 20 keping uang kuno, beberapa butir permata, kaca, potongan emas, dan lembaran perak, cangkang kerang, dan 12 lembaran emas (5 diantaranya berbentuk kura-kura, ular naga (kobra), padma, altar, dan telur).

    Keajaiban lain CandiPrambanan ada pada relief. Relief di Candi Prambanan menampilkan Shinta tengah diculik Rahwana yang menunggangi raksasa bersayap, sementara burung Jatayu di sebelah kiri atas mencoba menolong Shinta.

    Panil khas Prambanan, singa di dalam relung diapit dua pohon kalpataru yang masing-masing diapit oleh sapasang kinnara-kinnari atau sepasang margasatwa.

    Lokasi dan Rute Perjalanan Candi Prambanan

    Suasana Candi Prambanan sunyi di saat perayaan Hari Raya Nyepi, Senin (11/3/2024).Candi Prambanan (Jauh Hari Wawan S/detikJogja)

    Candi Prambanan tepatnya berlokasi di Jl. Raya Solo – Yogyakarta No.16, Kranggan, Bokoharjo, Kec. Prambanan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

    Untuk menuju Candi Prambanan, kamu perlu menempuh jarak 16,3 km dari pusat kota Yogyakarta. Jarak tersebut dapat ditempuh sekitar 30 menit dengan menggunakan kendaraan bermotor.

    Jam Operasional Candi Prambanan

    Dikutip dari situs travel, candi Prambanan mulai beroperasi dari 07.00 sampai pukul 17.30 WIB. Loket dan pintu gerbang ditutup lebih awal dari jam operasional. Pada pukul 18.00 area candi Prambanan sudah dikosongkan.

    Setiap hari Senin, pengunjung hanya bisa mengunjungi halaman sekitar candi (zona 2) karena kunjungan pada zona 1 ditutup untuk keperluan perawatan candi.

    Harga Tiket Candi Prambanan

    Kamu dapat membeli tiket masuk Candi Prambanan dengan cara online. Untuk menggunakan e-ticket, kamu hanya perlu menunjukkan kode QR pada e-ticket yang kamu miliki di loket.

    QR tersebut akan discan oleh petugas dan ditukar dengan QR untuk masuk ke area Candi Prambanan. Berikut rincian harga tiket masuk Candi Prambanan:

    Orang dewasa domestik: Rp 50.000 per orang.
    Anak-anak domestik: Rp 25.000 per anak.
    Turis asing dewasa: Rp 362.500.
    Turis asing anak-anak: Rp 217.500.

    Fasilitas Candi Prambanan

    Fasilitas dari Candi Prambanan tergolong sangat lengkap. Fasilitas-fasilitas ini siap untuk memanjakan kalian. Berikut beberapa fasilitas yang dapat kamu gunakan di Candi Prambanan:

    Halaman parkir yang luas
    Papan Informasi
    Musholla
    Guide
    Toko suvenir
    Transportasi di dalam area candi (mobil golf, single bike, dan tandem bike).

    (fem/fem)



    Sumber : travel.detik.com

  • Wisata Menarik dengan View Gunung Merapi & Merbabu



    Boyolali

    Di wilayah Boyolali, Jawa Tengah, terdapat satu objek wisata edukasi yang seru untuk dinikmati bersama keluarga yakni Cepogo Cheese Park.

    Objek wisata tersebut berada di bawah naungan Cimory Group. Di tempat itu, traveler bisa berinteraksi dengan hewan-hewan lucu dan menjajal berbagai wahana seru.

    Jika kala berkunjung ke Cepogo Cheese Park saat cuaca cerah, traveler akan disuguhkan dengan lanskap indah Gunung Merapi dan Gunung Merbabu. Suhu yang sejuk juga membuat traveler jadi lebih betah saat berada di sana.


    Apa saja sih yang bisa dinikmati oleh traveler saat berada di Cepogo Cheese Park, berikut detikTravel coba suguhkan mulai dari fasilitas hingga tiket masuknya.

    Di Cepogo Cheese Park ini terdapat mini zoo yang di dalamnya punya kandang domba, sapi, kelinci, kuda besar dan kuda poni, angsa, bebek, beberapa jenis burung, iguana, kura-kura hingga berang-berang.

    Bukan cuma melihat-lihat saja, traveler juga bisa bermain dan berinteraksi dengan hewan-hewan yang ada di sana. Mulai dari menunggani kuda, menangkap ikan hingga tentunya memberi makan hewan-hewan itu.

    2. Wahana

    Wahana yang ada di Cepogo Cheese Park ini punya berbagai macam, sehingga traveler tidak akan merasa bosan. Ada Tractor Tour de Farm, Moo Moo Train, Fun Car yang cocok buat anak-anak, dan wahan lempar bola Shoot the Moo.

    Cepogo Cheese Park, tempat wisata baru di Boyolali. Foto diambil Senin (12/12/2022).Cepogo Cheese Park, tempat wisata baru di Boyolali. (Jarmaji/detikJateng)

    Dan wahana untuk dewasa juga tersedia Rainbow Slide serta memanah. Jika ingin yang lebih menantang, Cepogo Cheese Park juga punya wahana ATV dan Go-kart yang bisa menantang adrenalin.

    3. Spot Foto

    Tentunya kurang pas jika liburan tanpa berfoto, di sini juga ada area De Windmills yang merupakan spot foto viral di Cepogo Cheese Park. Berlatar ribuan kincir angin warna-warni di sana juga ada spot lainnya yakni terowongan kincir angin.

    Selain itu, ada juga Magic Village yang menyuguhkan traveler pengalaman seperti berada di desa kurcaci. Terdapat bangunan-bangunan mini seperti di film The Hobbits yang tentunya membuat foto-foto traveler semakin menarik.

    4. Restoran

    Jangan khawatir, jika traveler lelah dan perut keroncongan butuh asupan makanan di Cepogo Cheese Park juga terdapat restorannya. Ragam kuliner juga tersaji di sana, mulai dari nasi goreng, ayam bakar bahkan hingga steak bisa jadi pilihannya.

    Cuaca yang dingin di Cepogo Cheese Park itu sangat cocok dengan kuliner yang hangat atau berkuah, traveler bisa coba pesan soto. Dan jika ingin mengganjal dengan cemilan saja, Cepogo Cheese Park juga punya Snack Bar yang menyajikan es krim, pisang goreng, hingga kentang goreng.

    5. Toko Oleh-oleh

    Kurang pas rasanya jika berkunjung ke suatu tempat tanpa membawa buah tangan, di Cepogo Cheese Park juga tersedia berbagai oleh-oleh. Mulai dari makanan hingga benda-benda lucu lainnya.

    Di sana traveler bisa membeli ragam olahan susu seperti pie, susu, yoghurt, bolu Cimory hingga cemilan lainnya. Adapun boneka-boneka yang bisa dijadikan oleh-oleh dari Cepogo Cheese Park.

    Lokasi

    Cepogo Cheese Park terletak di Dusun II, Genting, Kecamatan Cepogo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. Destinasi wisata ini berada sekitar 13 hingga 14 kilometer dari pusat Kota Boyolali dan dapat ditempuh dalam waktu kurang lebih 25 sampai 30 menit.

    Cepogo Cheese Park, tempat wisata baru di Boyolali. Foto diambil Senin (12/12/2022).Cepogo Cheese Park, tempat wisata baru di Boyolali. (Jarmaji/detikJateng)

    Untuk mencapai lokasinya, traveler bisa menggunakan jalur Blabak-Boyolali atau jalur alternatif Solo-Selo-Borobudur. Cepogo Cheese Park bisa diakses baik dengan kendaraan roda dua maupun roda empat, jika traveler belum familiar dengan rutenya, bisa pakai Google Maps supaya nggak nyasar ya.

    Jam Operasional

    Area wisata utama Cepogo Cheese Park, termasuk Cheese Park dan De Windmills, dibuka setiap hari mulai pukul 08.00 hingga 17.30 WIB. Khusus pada akhir pekan dan hari libur nasional, jam operasional diperpanjang hingga pukul 19.00 WIB.

    Untuk Cimory Dairy Shop, toko ini buka dari pukul 09.00 hingga 18.00 WIB pada hari kerja dan mulai pukul 08.00 hingga 19.00 WIB saat akhir pekan. Sementara itu, restorannya melayani pengunjung mulai pukul 10.00 sampai 18.00 WIB di hari biasa, dan buka lebih awal, yakni pukul 09.00 WIB saat akhir pekan dan hari libur.

    Untuk akses masuk ke area wisata, pengunjung biasanya masih diizinkan masuk hingga pukul 17.00 atau 17.30 WIB, tergantung situasi di lapangan.

    Harga Tiket dan Wahana

    Tiket masuk ke area Cheese Park maupun De Windmills dibanderol Rp 20.000 per orang pada hari biasa. Dan naik menjadi Rp 25.000 saat akhir pekan atau hari libur.

    Jika traveler ingin mengunjungi kedua area sekaligus, tersedia tiket paket seharga Rp 35.000 saat weekday dan Rp 45.000 saat weekend atau libur nasional.

    Untuk Fun Pass Ticket seharga sekitar Rp 45.000 per orang yang mencakup aktivitas seperti memberi makan wortel ke hewan (carrot feeding), memberi makan burung (dove feeding), mencoba panahan (fun archery), naik Moo Moo Train, hingga permainan Shoot the Moo.

    Tapi jika traveler hanya ingin mencoba satu atau dua aktivitas, tersedia opsi feeding individual, seperti memberi makan sapi, kelinci, bebek, dan merpati dengan tarif mulai dari Rp 10.000 per orang.

    Wahana berkuda dan naik ATV dikenai biaya antara Rp 20.000 hingga Rp 40.000, tergantung jenis kegiatannya. Jika ingin lebih hemat, traveler bisa memilih paket lengkap yang mencakup semua aktivitas feeding dan wahana bermain, dengan harga sekitar Rp 40.000 per orang.

    Perlu diperhatikan, harga tiket belum termasuk biaya parkir. Untuk kendaraan roda dua dikenai tarif Rp 5.000, sedangkan untuk mobil dikenakan Rp 10.000.

    (upd/wsw)



    Sumber : travel.detik.com

  • Semarang-Dieng Naik Motor Berapa Jam? Ini Rutenya



    Semarang

    Dieng, wisata populer Jawa Tengah yang mampu membuat wisatawan serasa di Eropa. Di tengah tahun, Dieng akan sangat dingin dan jadi tempat liburan favorit.

    Dataran Tinggi Dieng, atau Dieng Plateau, adalah kawasan dataran tinggi yang terletak di perbatasan Kabupaten Wonosobo dan Banjarnegara, Jawa Tengah. Terkenal dengan keindahan alamnya, kekayaan budaya, dan peninggalan sejarah, Dieng Plateau menawarkan pengalaman wisata yang unik dan menarik.

    Dieng Plateau berada di ketinggian lebih dari 2.000 meter di atas permukaan laut. Beberapa tempat wisata yang populer di Dieng antara lain Candi Arjuna, Kawah Sikidang, Telaga Warna, Bukit Ratapan Angin, dan Bukit Sikunir yang terkenal dengan pemandangan matahari terbitnya.


    Dieng berlokasi di Wonosobo. Tak seperti tetangganya, stasiun Wonosobo tidak melayani perjalanan penumpang. Mau tak mau, butuh sedikit usaha untuk sampai ke tempat ini.

    Semarang menjadi salah satu kota terdekat untuk menjangkau Wonosobo. Pilihan transportasinya beragam, mulai dari roda dua hingga bus pariwisata.

    Traveler yang ingin mencoba dengan kendaraan pribadi, motor atau mobil harus tau durasi perjalanan dan rutenya. Berikut rincian perjalanan menuju Dieng dari Semarang.

    Rute Semarang-Dieng dengan Kendaraan Pribadi

    Meski sama-sama di Jawa Tengah, namun perjalanan dari Semarang menuju Dieng terbilang cukup jauh. Belum lagi selama di tengah perjalanan travelers harus menepi sejenak untuk istirahat dan makan, tentu waktu perjalanannya bisa semakin lama.

    Namun, jika travelers ingin jalan-jalan santai dari Semarang ke Dieng menggunakan kendaraan pribadi, bisa banget kok. Cek dulu rute perjalanannya di bawah ini:

    Rute Semarang-Dieng Naik Motor

    Dari pantauan Google Maps, setidaknya ada tiga rute yang bisa dipilih dari Semarang-Dieng menggunakan sepeda motor, yakni via Jalan Raya Pantura, via Ngalian Kendal, atau via jalan Patean-Boja.

    Jika melalui Jalan Raya Pantura, jarak tempuhnya sekitar 92,5 kilometer. Lantas, Semarang-Dieng berapa jam naik motor dengan rute ini? Waktu yang ditempuh sekitar 2,5 jam.

    Opsi kedua adalah via Ngalian Kendal, namun rutenya sedikit lebih jauh yakni 93,5 kilometer. Untuk waktu perjalanannya memakan waktu sekitar 3 jam.

    Rute terakhir yang bisa dipilih yaitu via Jalan Patean-Boja dengan jarak tempuh sekitar 95 kilometer. Waktu perjalanan yang ditempuh dengan menggunakan motor sekitar 3 jam.

    Menurut Google Maps, rute yang direkomendasikan adalah via Jalan Raya Pantura. Namun, tak ada salahnya jika travelers memilih rute yang lain.

    Rute Semarang-Dieng Naik Mobil

    Apabila travelers menggunakan mobil, ada tiga rute dari Semarang-Dieng yang bisa dipilih, yaitu via Jalan Tol Semarang-Batang, via Jalan Patean-Boja, dan via Jalan Sukorejo-Parakan.

    Rute yang pertama terbilang lebih cepat karena detikers akan melalui Jalan Tol Semarang-Batang. Jarak tempuhnya sekitar 91 kilometer dengan waktu perjalanan kurang lebih 2,5 jam.

    Apabila tak ingin melalui jalan tol dan ingin menikmati suasana pegunungan, detikers bisa memilih opsi kedua yakni Jalan Patean-Boja. Meski begitu, waktu yang ditempuh jauh lebih lama yakni sekitar 3,5 jam.

    Rute ketiga yakni melalui Jalan Sukorejo-Parakan. Waktu perjalanannya sekitar 3 jam dengan total jarak mencapai 110 kilometer. Kalau memilih rute ini sebaiknya travelers memiliki sopir kedua, sehingga bisa bergantian kalau sudah merasa lelah.

    Naik Transportasi Umum dari Semarang ke Dieng

    Jika tak mau repot-repot mengendarai mobil atau motor, detikers bisa menggunakan transportasi umum seperti bus atau mobil travel dari Semarang ke Dieng. Namun, kamu tidak akan langsung sampai di Dieng, tetapi turun di kota Wonosobo.

    Dari pantauan sejumlah situs travel agen online, kamu bisa menggunakan mobil travel dari Semarang ke Wonosobo dengan tarif mulai dari Rp 100.000 per orang. Opsi lainnya adalah menggunakan bus rute Semarang-Wonosobo dengan harga tiket mulai dari Rp 70.000 per orang.

    Itu dia penjelasan mengenai rute Semarang-Dieng naik motor atau mobil serta total jarak dan waktu tempuhnya. Semoga artikel ini dapat membantu detikers.

    (bnl/wsw)



    Sumber : travel.detik.com

  • Spot Foto Menarik dan Kisah di Baliknya



    Jakarta

    Kawasan Dieng di Jawa Tengah memang sudah terkenal sebagai salah satu destinasi wisata yang jadi favorit wisatawan. Kawasan itu berada di dua wilayah yakni Wonosobo dan Banjarnegara.

    Di sana traveler bukan hanya disuguhkan dengan keindahan alamnya saja, tetapi juga budaya serta sejarah-sejarah yang melengkapinya. Sudah sejak lama pesona Dieng sudah harum hingga wisatawan internasional, belum lagi cuaca di sana yang sangat menyejukkan.

    Dengan berbagai acara yang kerap dihelat di sana membuat kawasan Dieng ini begitu diminati. Belum lagi dengan lanskap yang indah itu menawarkan visual yang menakjubkan, sehingga sangat cocok menjadi latar belakang foto traveler.


    Nama Dieng sendiri diambil dari Bahasa Sansekerta ‘Die Hieyang’ yang punya arti indah dan langka. Kata Dieng pun terdiri dari dua suku kata yaitu Di dan Hyang, Di artinya gunung atau area yang tinggi sementara Hyang adalah dewa-dewi jadi secara makna punya arti pegunungan atau tempat para dewa-dewi.

    Dieng juga punya desa tertinggi di Pulau Jawa: Desa Sembungan yang berada di ketinggian 2.300 mdpl. Dengan lanskap hamparan sawah berundak juga perbukitan hijau yang sejuk.

    Desa Sembungan juga pernah menyabet gelar Desa Terbaik di ajang Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) di tahun 2022.

    Jika traveler hendak berkunjung ke kawasan Dieng, berikut rekomendasi detikTravel untuk destinasi-destinasi yang bisa jadi spot foto menawan.

    1. Candi Arjuna

    Candi Arjuna ini letaknya berada di puncak pegunungan Dieng dan candi tersebut merupakan candi yang bercorak Hindu. Dengan berada di atas puncak, membuat Candi Arjuna ini punya persona dan daya tarik tersendiri.

    Suasana objek wisata Candi Arjuna Dieng ramai dikunjungi wisatawan. Foto diunggah pada Senin (31/7/2023).Suasana objek wisata Candi Arjuna Dieng ramai dikunjungi wisatawan. (UPT Dieng)

    Salah satu bukti peninggalan Kerajaan Mataram Kuno ini dibangun sekitar abad ke-7 atau 731 saka. Dan punya luas hingga satu hektar, di kawasan komplek Candi Arjuna ini juga traveler akan menemukan beberapa candi lainnya seperti Candi Semar, Candi Srikandi, Candi Sembadra, dan Candi Puntadewa.

    Tiket masuk: Rp 10.000 untuk wisatawan lokal dan Rp 30.000 untuk wisatawan internasional.

    2. Kawah Sikidang

    Meski merupakan kawah gunung berapi, Kawah Sikidang ini tidak berbahaya dan jadi langganan destinasi wisatawan lokal dan internasional. Kawah Sikidang juga dikenal luas sebagai Kawah Telur Rebus karena bau belerang yang sangat menyengat di hidung.

    Wisatawan mengunjungi Kawah Sikidang Dieng di Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, Sabtu (5/2/2022). Wisata Kawah Sikidang ramai dikunjungi wisatawan domestik saat akhir pekan. ANTARA FOTO/Harviyan Perdana Putra/rwa.Wisatawan mengunjungi Kawah Sikidang Dieng di Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah. (ANTARA FOTO/Harviyan Perdana Putra)

    Berada di Desa Dieng Kulon, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah. Yang jadi primadonanya, Kawah Sikidang ini punya warna kawah kehijauan yang mengeluarkan asap putih.

    Tiket masuk: Rp 15.000 untuk wisatawan lokal dan Rp 30.000 untuk wisatawan internasional.

    3. Telaga Dringo

    Destinasi selanjutnya ini punya ketinggian di 2.202 mdpl dengan luasan sekitar 10 hektar. Telaga Dringo juga kerap disebut Ranu Kumbolo karena landskapnya yang mirip dengan danau terkenal di Gunung Merapi itu.

    Di sana traveler bakal disuguhkan dengan hutan yang indah dengan pesona telaganya. Dan di Telaga Dringo juga banyak wisatawan yang menjadikannya sebagai area camping.

    Telaga Dringo di BanjarnegaraTelaga Dringo di Banjarnegara. (Randy/detikTravel)

    Tiket masuk: Rp 5.000 hingga Rp 15.000 per orang.

    4. Gardu Pandang Dieng

    Gardu Pandang Dieng ini punya daya tarik tersendiri dari ketinggian, di sana traveler bisa melihat pemandangan Gunung Sindoro secara lebih dekat. Ditambah pemandangan ladang serta pemukiman masyarakat sekitar.

    Waktu tepat untuk berada di Gardu Pandang Dieng ini tentunya di pagi buta dan sore hari. Karena traveler akan ditawarkan indahnya matahari terbit dan terbenam.

    5. Bukit Sikunir

    Ini jadi salah satu tempat paling favorit yang ada di kawasan Dieng. Karena di bukit yang punya tinggi 2.263 mdpl ini traveler bisa melihat pemandangan indah saat matahari terbit.

    Bukit di Wonosobo, DiengBukit di Wonosobo, Dieng. (ahmadsabani18/d’Traveler)

    Tak ayal pesona itu dijuluki sebagai Golden Sunrise Sikunir. Tentunya bukan hanya matahari terbit saja yang menawarkan keindahan saat matahari tenggelam pun indahnya tak kalah jauh.

    Tiket masuk: Rp 10.000 untuk wisatawan lokal dan Rp 30.000 untuk wisatawan internasional

    6. Batu Pandang Ratapan Angin

    Di kawasan ini sangat cocok buat traveler yang ingin punya pengalaman lain untuk menikmati indahnya Telaga Warna dan Telaga Pengilon Dieng. Di sana jadi primadona spot foto terbaik untuk keduanya.

    Telaga Warna DiengTelaga Warna Dieng. (Reexy/d’traveler)

    Berada di atas ketinggian, Batu Pandang Ratapan Angin ini berlokasi di Desa Dieng Wetan, Kecamatan Kejajar, Wonosobo, Jawa Tengah.

    Tiket masuk: Rp 15.000 untuk wisatawan lokal dan Rp 30.000 untuk wisatawan internasional.

    7. Gunung Prau

    Bagi traveler yang ingin senang dengan aktivitas luar ruangan yang lebih menantang, bisa mencoba untuk melakukan pendakian ke Gunung Prau. Berada di ketinggian 2.565 mdpl akan membuat traveler sangat terpukau ketika berada di puncaknya.

    Gunung PrauGunung Prau. (Uje Hartono/detikcom)

    Hamparan lautan awan dan pemandangan gunung-gunung di sekitarnya, membuat pengalaman saat berada di kawasan Dieng ini tidak akan membuat kecewa. Tentunya untuk mendaki gunung, traveler harus mempersiapkan segalanya, mulai dari pemandu, perlengkapan alat, mental, fisik hingga membawa obat-obatan pribadi.

    (upd/wsw)



    Sumber : travel.detik.com

  • Keajaiban Jembatan Kaca Transparan Pemisah Kebun Teh dan Langit



    Jakarta

    Jembatan kaca Kemuning Sky Hills di Karanganyar, Jawa Tengah menawarkan keajaiban arsitektur dan keindahan alam khas perkebunan teh. Jembatan sepanjang 65 meter dengan komponen utama kaca transparan ini memungkinkan pengunjung melihat langsung di ketinggian 60 meter.

    Selain menawarkan sensasi memandang hamparan perkebunan dari ketinggian, jembatan ini menawarkan keunikan view transparan antara alam dan langit. Pada pagi hari, jembatan dibasahi embun yang menempel di permukaan kaca. Embun dan jembatan kaca memantulkan cahaya matahari menghasilkan bias sinar serta kilauan memukau.

    jembatan kaca Kemuning Sky Hills.Jembatan kaca Kemuning Sky Hills (dok. Instagram @kemuningskyhills)

    Pemandangan yang menyegarkan mata dan pikiran ini berlanjut ke siang hari, ketika matahari mulai naik bersinar terik. Pemandangan sekitar terlihat makin jelas dengan detail yang memikat. Panasnya sinar matahari ternyata tidak menghalangi keinginan untuk menikmati keindahan Kemuning Sky Hills.


    Beranjak senja saat langit menjadi jingga, permukaan jembatan kaca seperti berganti warna seiring perubahan langit. Jingga dipantulkan menjadi aneka warna, misal ungu dan kuning, yang membentuk lukisan alam. Pergantian momen inilah yang bikin kunjungan ke Kemuning Sky Hills tidak terlupakan

    Mengunjungi jembatan kaca Kemuning Sky Hills, setiap orang seperti diajak berhenti sejenak dan menikmati alam. Kemuning Sky Hills telah menjadi magnet bagi fotografer, seniman, dan para petualang yang mencari inspirasi perpaduan kemegahan pemandangan alam dan kecanggihan arsitektur serta teknologinya.

    Kemuning Sky Hills sesungguhnya tidak hanya menawarkan keindahan dan layanan khas spot wisata. Destinasi ini mengajak wisatawan benar-benar menikmati alam, sambil berkreasi bikin konten yang menarik. Jika ada waktu luang, Kemuning Sky Hills sangat wajar masuk dalam wish list tempat wisata yang wajib dikunjungi.

    (row/fem)



    Sumber : travel.detik.com