Tag: musik

  • Ini Tampilan Toilet Premium dengan AC dan Musik Dekat Stasiun Sudirman

    Ini Tampilan Toilet Premium dengan AC dan Musik Dekat Stasiun Sudirman



    Jakarta

    Pengunjung Stasiun Sudirman kini bisa mengakses toilet premium lengkap dengan AC dan bisa mendengarkan musik. Pengunjung juga selalu mendapatkan tisu sehingga kebersihan dan kenyamanan sebelum serta setelah mengunjungi toilet selalu terjaga.

    “Kami percaya adanya toilet ini akan melayani masyarakat dengan menjamin kebersihan dan kenyamanannya, hingga menjadi toilet yang memanusiakan manusia,” kata Andreas Wanner selaku CEO dan pendiri toilet premium Mister Loo saat peresmiannya pada Kamis (2/10/2025).

    Toilet premium Mr. LooToilet premium Mister Loo (dok. Qonita Hamidah/detik travel)

    Toilet premium Mister Loo bisa diakses tepat setelah keluar dari Stasiun Sudirman. Tepatnya di samping kantor polisi Polsub Sektor Pasar Blora, Jakarta Selatan. Pengguna Stasiun Sudirman yang tiba-tiba ingin buang air, bisa mampir ke toilet Mister Loo sebelum melanjutkan perjalanan.


    Kehadiran Mister Loo diharapkan bisa melengkapi ekosistem kawasan Transit Oriented Development (TOD) Dukuh Atas, dengan menyediakan fasilitas toilet aman dan nyaman. Kehadiran toilet premium dengan fasilitas lengkap juga bisa menambah pengalaman baru bagi masyarakat.

    Toilet dilengkapi dengan seorang petugas yang tentunya bisa memaksimalkan kualitas layanan toilet premium.

    Toilet premium Mr. LooToilet premium Mister Loo (dok. Qonita Hamidah/detik travel)

    Menurut Country Head Mister Loo Indonesia Shinta Ardaneswari, saat ini toilet hanya bisa digunakan untuk buang air. Ke depannya, Mr. Loo dilengkapi shower yang memungkinkan penggunanya mandi dan membersihkan diri. Fasilitas toilet terdiri dari 3 bilik wanita, 1 bilik pria, dan 3 urinoir.

    Layanan toilet premium tersedia pukul 06.00-22.00 setiap hari. Pengguna toilet dikenakan tarif Rp 5 ribu per orang dengan metode pembayaran cash dan QR Code. Kehadiran toilet premium menegaskan komitmen Jakarta menyediakan fasilitas publik yang modern, bersih, dan nyaman.

    (row/ddn)



    Sumber : travel.detik.com

  • Keseruan Justin Bieber Main Golf di Hotel Mewah Skotlandia

    Keseruan Justin Bieber Main Golf di Hotel Mewah Skotlandia



    Dundee

    Justin Bieber membagikan keseruannya bermain golf saat berkunjung ke Skotlandia. Penyanyi Kanada ini menginap di hotel mewah Gleneagles yang terkenal dengan area golf-nya.

    Dilansir dari Daily Mail, Senin (6/10/2025) Justin terlihat terbang dengan jet pribadi ke Bandara Dundee pada hari Kamis lalu bersama teman-temannya. Dalam akun Instagramnya, dia selfie di luar hotel serta memotret interior mewah dari akomodasi yang diinapinya.

    Ia juga membagikan momen mengendarai kereta golf mengelilingi lapangan golf berstandar turnamen di resor tersebut, menikmati teh sore di hotel, dan menjamu para tamu dengan penampilan piano lagu Walking Away dari album barunya, Swag.


    Dalam postingan lain, tampak ia hendak menikmati teh sore di dalam hotel dan bersama teman-temannya untuk bermain golf meskipun hujan. Skotlandia memang dilanda badai, tetapi hal itu tidak menghalangi Justin mengayunkan tongkat golf-nya.

    Justin sebelumnya bercanda dalam sebuah wawancara tentang meninggalkan industri musik untuk fokus pada golf. Dan sejak itu terlihat berlatih ayunannya di Madison Golf Club yang sangat eksklusif di California, tempat ia tinggal bersama istrinya, Hailey Bieber, dan putra mereka, Jack Blues Bieber.

    Saat berada di Skotlandia ini, Bieber bermain golf 18 lubang lagi di Castle Course di St Andrews. Castle Course adalah salah satu dari tiga lapangan golf yang digunakan untuk Alfred Dunhill Links Championship 2025, sebuah ajang golf yang mempertemukan pegolf profesional papan atas dengan selebritas. Pertandingan terpaksa ditunda pada hari Sabtu karena cuaca buruk.

    Tentang hotel mewah Gleneagles

    Gleneagles telah menyambut banyak tamu selebritas selama lebih dari 100 tahun beroperasi, termasuk Sean Connery, John Travolta, dan mendiang Ratu Elizabeth II.

    Hotel bintang lima di Perthshire ini memiliki segudang fasilitas mewah di lahan seluas 850 hektar, termasuk 205 kamar, 28 suite, spa, fasilitas menembak dan memancing, plus 11 restoran dan bar. Termasuk Restoran Andrew Fairlie, salah satu dari hanya dua restoran berbintang dua Michelin di Skotlandia.

    Untuk harga menginap di hotel bintang 5 ini mulai dari Rp 11 jutaan per malamnya.

    (sym/wsw)



    Sumber : travel.detik.com

  • Pasar Malam Asia di Belanda, Obat Rindu Tanah Air untuk WNI di Eropa

    Pasar Malam Asia di Belanda, Obat Rindu Tanah Air untuk WNI di Eropa

    Enschede

    Kerinduan akan suasana dan cita rasa Tanah Air di Belanda dapat terobati melalui berbagai acara kebudayaan, salah satunya adalah Pasar Malam Asia.

    Festival yang menyajikan nuansa Indonesia ini diselenggarakan pada bulan-bulan tertentu dan berpindah-pindah kota di Belanda, memberikan kesempatan bagi banyak orang untuk merasakan atmosfer Indonesia.

    Anda dapat mengecek jadwal kegiatan ini di pasarmalamasia.nl. Pada edisi September 2025 yang berlokasi di Kota Enschede, acara ini mengambil tempat di sebuah hanggar pesawat yang cukup terisolasi.


    Akses terbaik adalah dengan menggunakan mobil pribadi atau taksi, karena alternatif transportasi umum terdekat, yaitu halte bus, berjarak sekitar tiga puluh menit berjalan kaki. Untuk dapat menikmati suasana pasar malam ini, pengunjung dewasa dikenakan tiket masuk seharga €9,50, sementara untuk anak-anak adalah €5.

    Memasuki area pasar malam, pengunjung dapat menjumpai berbagai stan yang menjajakan produk Nusantara. Para pengunjung dapat membeli berbagai produk Indonesia, mulai dari bumbu-bumbu dapur kering, rempah-rempah, mie instan, hingga produk non-pangan seperti balsam, minyak kayu putih, batik, dan kerajinan tangan wayang.

    Sebagai catatan penting bagi para pengunjung, disarankan untuk membawa uang tunai karena tidak semua stan menyediakan metode pembayaran nontunai. Selain itu, aroma masakan khas Indonesia yang menggugah selera juga dapat dicium oleh pengunjung.

    Berbagai stan makanan menawarkan hidangan otentik, mulai dari nasi kuning, pempek, gado-gado, hingga rujak cingur. Tak ketinggalan, aneka jajanan pasar dan gorengan seperti kue lapis legit, tempe mendoan, dan pisang goreng turut meramaikan pilihan kuliner.

    Menariknya, festival ini juga menjadi ajang perkenalan budaya lain yang memiliki kaitan sejarah, seperti Suriname. Pengunjung dapat mencicipi hidangan khas Suriname, contohnya lumpia berisi ayam dan kacang panjang yang menawarkan cita rasa yang sedikit berbeda namun tetap akrab di lidah. Sambil menikmati hidangan dan berbelanja, suasana semakin hidup dengan adanya panggung hiburan.

    Alunan musik yang dimainkan sangat beragam, mencakup lagu-lagu lawas Indonesia yang membangkitkan kenangan, lagu-lagu Belanda, hingga musik dengan irama Karibia.

    Perpaduan melodi ini menciptakan sebuah atmosfer yang meriah dan merefleksikan percampuran budaya yang hangat. Pada akhirnya, Pasar Malam Asia bukan hanya sekadar tempat untuk makan dan berbelanja, melainkan sebuah pusat pertemuan budaya dan obat rindu bagi komunitas Indonesia dan siapa pun yang tertarik dengan kekayaan Nusantara di Eropa.

    Artikel ini merupakan kiriman pembaca detikTravel. Anda bisa mengirim cerita perjalanan Anda melalui tautan ini.



    Sumber : travel.detik.com

  • IKJ Bakal Tinggalkan TIM dan Pindah ke Kota Tua, Begini Sejarah Kampus Seni Itu

    IKJ Bakal Tinggalkan TIM dan Pindah ke Kota Tua, Begini Sejarah Kampus Seni Itu



    Jakarta

    Kampus Institut Kesenian Jakarta (IKJ) direncanakan akan dipindahkan ke kawasan Kota Tua, Jakarta Barat. Langkah ini menjadi bagian dari upaya revitalisasi kawasan bersejarah tersebut agar kembali hidup sebagai pusat seni, budaya, dan pariwisata ibu kota.

    Rencana itu disampaikan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung usai meninjau Kawasan dan Pengembangan Transit Oriented Development (TOD) Kota Tua, Jakarta Barat, bersama Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani, pada Sabtu (18/10/2025).

    Saat ini, kampus IKJ berada di Kompleks Taman Ismail Marzuki (TIM), Jalan Cikini Raya, Jakarta Pusat. Kawasan ini merupakan bekas kediaman Raden Saleh, pelukis terkemuka di era kolonial Belanda.


    Menurut Pramono kehadiran para seniman dari IKJ akan menjadi penggerak utama kreativitas di kawasan Kota Tua ini.

    “Secara prinsip kenapa IKJ kita pindahkan, karena tempat yang heritage seperti ini memerlukan banyak talenta seniman yang secara langsung bisa berpanggung di sini. Saya yakin ruang kreativitasnya akan lebih baik, lebih luas,” ujar Pramono seperti dikutip dari detiknews.

    Sejarah IKJ

    Lahirnya Institut Kesenian Jakarta (IKJ) tak bisa dilepaskan dari pendirian Taman Ismail Marzuki (TIM) sebuah gagasan visioner dari Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin, sosok yang dikenal sebagai arsitek modernisasi ibu kota.

    Pada masa itu, Jakarta tengah haus akan keberadaan pusat kesenian terpadu yang bisa menjadi wadah bagi kreativitas dan ekspresi budaya warganya. Kawasan Kebun Binatang Cikini, yang dahulu merupakan rumah pelukis maestro Raden Saleh, kemudian direvitalisasi menjadi Pusat Kesenian Jakarta Taman Ismail Marzuki (PKJ TIM) pada tahun 1968.

    Sejak saat itu, Cikini menjelma menjadi poros baru bagi kehidupan seni Jakarta sebagai tempat seniman, penulis, musisi, dan perupa berinteraksi, berpameran, serta berpentas.

    Dikutip dari laman IKJ, dari dinamika di PKJ TIM itulah muncul gagasan untuk mendirikan lembaga pendidikan tinggi seni di Jakarta. Melalui serangkaian diskusi antara para seniman senior dan pemerintah daerah, lahir kebutuhan akan pusat pendidikan seni kreatif-modern yang mampu mencetak generasi seniman muda dengan dasar keilmuan yang kuat.

    Para seniman kala itu meyakini PKJ TIM merupakan lokasi ideal untuk pembelajaran dan penyemaian seni. Di sana, berbagai pameran dan pertunjukan berkualitas kerap digelar, sementara seniman besar dari dalam dan luar negeri sering berbagi pengetahuan melalui lokakarya dan diskusi seni. Namun, agar pembinaan seni berlangsung lebih terarah, dibutuhkan wadah pendidikan yang terstruktur dan disiplin.

    Menjawab kebutuhan itu, pada 26 Juni 1970, Gubernur DKI Jakarta mengeluarkan Surat Keputusan No. Cb.14/4/6/70 tentang pendirian Lembaga Pendidikan Kesenian Djakarta (LPKD). Lembaga ini menaungi enam akademi, yaitu Teater, Tari, Musik, Film, Seni Rupa, dan Seni Sastra. Dalam perjalanannya, Akademi Seni Sastra tak pernah dibuka.

    Dalam keputusan tersebut disebutkan, LPKD secara materiil bertanggung jawab kepada Gubernur DKI Jakarta, sementara secara idiil berada di bawah naungan Dewan Kesenian Djakarta (DKD).

    Seiring meningkatnya minat calon mahasiswa dan padatnya kegiatan seni di TIM, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kemudian membangun kampus baru di sebelah gedung utama TIM. Pembangunan rampung pada 26 Juni 1976, bertepatan dengan ulang tahun ke-6 LPKJ, dan diresmikan langsung oleh Presiden Soeharto. Kampus tersebut menjadi yang pertama di Indonesia yang mengajarkan seluruh cabang seni di bawah satu atap.

    Sepuluh tahun setelah berdiri, Gubernur DKI Jakarta Tjokropranolo mengusulkan agar institusi tersebut disesuaikan dengan ketentuan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan untuk menjadi perguruan tinggi resmi. Pada 23 Februari 1981, lembaga tersebut resmi berganti nama menjadi Institut Kesenian Jakarta (IKJ).

    (pal/pal)



    Sumber : www.detik.com