Tag: ramadhan 2024

  • 5 Tips Berpuasa yang Benar Untuk Kesehatan Tubuh Sesuai Saran Ahli Gizi


    Jakarta

    Berpuasa tidak hanya semata-mata menahan lapar dan dahaga, ada tujuan sehat di balik praktiknya. Ternyata begini tips berpuasa yang benar menurut ahli gizi.

    Berpuasa selama bulan ramadan tidak hanya semata-mata menahan lapar dan dahaga. Selain termasuk bagian dari rukun Islam, berpuasa juga dianjurkan karena banyak manfaatnya.

    Berbagai efek kesehatan dan khasiat bagi tubuh bisa didapatkan dengan cara berpuasa. Membiarkan tubuh kelaparan seharian ternyata bisa mendatangkan kebaikan asal dilakukan dengan cara yang benar.


    Menanggapi praktik berpuasa selama bulan ramadan, para ahli gizi merekomendasikan beberapa tips berpuasa agar tubuh tetap sehat. Ada beberapa hal yang ternyata tak boleh dilewatkan jika ingin menjalankan puasa yang berkualitas.

    Baca juga: Manis Legit Kolak, Kudapan Asli Indonesia Kini Jadi Takjil Populer

    Berikut ini 5 tips berpuasa dengan sehat mengutip EatingWell:

    5 Tips Berpuasa yang Benar Untuk Kesehatan Tubuh Sesuai Saran Ahli GiziKunci utama untuk asupan tubuh saat berpuasa adalah mencukupi kebutuhan hidrasi. Foto: Getty Images/iStockphoto/Fevziie Ryman

    1. Sahur penuh hidrasi

    Ayat Sleymann selaku ahli gizi mengatakan bahwa memilih asupan penuh hidrasi saat sahur adalah hal yang paling penting. Ia menyarankan untuk selalu menyusun menu sahur dengan menu yang memiliki kadar air yang tinggi.

    “Saat berpuasa kamu akan fokus pada asupan hidrasi, protein, dan serat yang nantinya akan memberikan energi berkelanjutan selama menjalani puasa seharian,” ujarnya dalam unggahan Instagram pribadinya.

    Sleymann menyebut dirinya sendiri lebih suka mengonsumsi protein shake saat melaksanakan sahur. Kandungan protein dan air di dalam racikan minumannya diharapkan membantu menjaga hidrasi tubuh selama berpuasa.

    2. Berbuka puasa dengan yang ringan

    Apakah kamu terbiasa langsung makan berat setelah buka puasa? Samar Kullab, seorang ahli gizi, menyebut bahwa sebaiknya berbuka puasa harus mendahulukan makanan yang ringan.

    Membatalkan puasa cukup dengan air minum, 1-3 buah kurma, dan semangkuk sup yang hangat. Perut yang berpuasa selama seharian penuh disebutkan belum siap jika langsung menerima asupan makanan berat seperti nasi dengan lauk pauk yang komplet.

    “Mulai buka puasa dengan 1 atau 3 buah kurma dan sup hangat untuk membuat perut nyaman setelah puasa. Cara ini akan membantu mengganti cairan tubuh dan menyiapkan pencernaan untuk kembali makan,” ujar Kullab.

    Tips berpuasa lainnya ada di halaman berikutnya.

    3. Asupan makanan seimbang

    Saat sahur maupun berbuka tubuh tidak hanya memerlukan makanan yang mengenyangkan. Asupan nutrisi yang padat dan seimbang harus menjadi pertimbangan paling utama.

    Ketika berpuasa tubuh diuji ketahanannya untuk tetap memproduksi energi tanpa asupan makanan dan minuman seharian penuh. Maka diperlukan nutrisi yang mencukupi kebutuhannya untuk tetap menjaga organ-organ bekerja dengan efektif.

    Kullab menyarankan orang yang berpuasa untuk memerhatikan komposisi piringnya. Setengah piring harus diisi dengan sayuran, seperempat bagian diisi dengan protein dan seperempat bagian lainnya dilengkapi dengan karbohidrat kompleks.

    4. Pilih menu sahur sederhana

    5 Tips Berpuasa yang Benar Untuk Kesehatan Tubuh Sesuai Saran Ahli GiziPilih menu sahur sederhana agar tak menghabiskan waktu di dapur. Foto: Getty Images/iStockphoto/Fevziie Ryman

    Melaksanakan sahur sangat tidak dianjurkan untuk dilakukan lebih awal. Rasulullah SAW sendiri mensunnahkan untuk makan sahur mendekati waktu imsak agar tubuh tidak berpuasa terlalu panjang.

    Sleymann memberikan tips untuk tetap sahur sehat walaupun kamu sulit bangun tepat waktu. Rahasianya adalah mengonsumsi makanan yang sederhana dan tidak rumit untuk disajikan.

    Misalnya dengan menyiapkan menu makanan setengah matang, memesan katering makanan sehat, atau jika memungkinkan konsumsi salad atau oatmeal juga dianjurkan Sleymann. Intinya ahli gizi ini menekankan untuk selalu berfokus pada kelengkapan gizi dan rasa kenyang yang dihasilkan dibandingkan terlalu lama memasak di dapur.

    5. Jangan terlalu ketat pada tubuh

    Saat berpuasa banyak orang juga yang tetap ingin menjalankan dietnya. Mulai dari diet tanpa tepung, diet rendah gula, dan beragam jenis diet lain yang dipraktikkan pada hari-hari pada biasanya.

    Tetapi Kullab menyebut hal ini justru tak perlu dilakukan. Tubuh yang sedang berpuasa tidak baik jika dibatasi terlalu ketat dengan memangkas asupan beberapa nutrisi yang sebenarnya dibutuhkan tubuh.

    “Silakan biarkan dirimu menikmati makanan manis, kuncinya adalah perencanaan yang tepat. Pilih salah satu makanan penutup kesukaannya, sesuai porsinya, dan nikmati secara perlahan. Ide lainnya adalah dengan membuat makanan penutup sendiri yang lebih sehat,” papar Kullab.

    Baca juga: Dua Atlet Football Ini Berkolaborasi Buka Steakhouse

    (dfl/odi)

    Sumber : food.detik.com

    Alhamdulillah Makan Minum Makanan Minuman Sehat Wal Afiyat di JumatBerkah.Com اللهم صلّ على محمد
    Source : unsplash / Anna Pelzer

  • 5 Keutamaan Sedekah di Bulan Ramadan, Pahala Berlipat dan Dihapuskannya Dosa


    Jakarta

    Sedekah adalah memberikan sebagian harta kita kepada orang yang membutuhkan. Sedekah bisa berupa uang, makanan, bahkan senyuman. Allah memuji orang yang mau membelanjakan hartanya di jalan-Nya, lantas bagaimana keutamaan sedekah di bulan Ramadan? Jika semua amalan akan dilipatgandakan ganjarannya.

    Dilansir dari buku Panen Pahala Dengan Puasa ditulis oleh Akhmad Iqbal, dijelaskan bagaimana Rasulullah SAW bersedekah di bulan Ramadan, beliau akan membebaskan tawanannya, dan memberi pada setiap orang yang meminta kepadanya.

    Dalam hadits, Rasulullah SAW bersabda, “Seutama-utamanya sedekah adalah di bulan Ramadan.” (HR Imam Tirmizi).


    Tidak ada seorang pun yang bersedekah dengan ikhlas menjadi miskin, justru Allah akan membuatnya semakin kaya.

    Keutamaan Sedekah di Bulan Ramadan

    Berikut ini keutamaan sedekah di bulan Ramadan yang dirangkum dari buku Resonansi Pemikiran Buku 6: Menata Akhlak karya Drs. Priyono, M.Si.

    1. Mendapatkan Pahala Orang yang Diberi Sedekah

    Rasulullah SAW bersabda: “Orang yang memberikan hidangan berbuka puasa kepada orang lain yang berpuasa, ia akan mendapatkan pahala orang tersebut tanpa sedikitpun mengurangi pahala.” (HR At Tirmidzi)

    Hadits di atas menjelaskan memberi makan kepada orang-orang yang berpuasa, akan mendapatkan pahala orang berpuasa tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa.

    2. Dilipatgandakan Pahala

    Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Hadid ayat 18:

    إِنَّ ٱلْمُصَّدِّقِينَ وَٱلْمُصَّدِّقَٰتِ وَأَقْرَضُوا۟ ٱللَّهَ قَرْضًا حَسَنًا يُضَٰعَفُ لَهُمْ وَلَهُمْ أَجْرٌ كَرِيمٌ

    Artinya: Sesungguhnya orang-orang yang membenarkan (Allah dan Rasul-Nya) baik laki-laki maupun perempuan dan meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, niscaya akan dilipatgandakan (pembayarannya) kepada mereka; dan bagi mereka pahala yang banyak.

    3. Dihapuskan Dosanya

    Rasulullah SAW bersabda: “Sedekah dapat menghapuskan dosa sebagaimana air memadamkan api.” (HR At Tirmidzi)

    4. Pahala sedekah terus berkembang dan membesar

    “Sesungguhnya Allah menerima amalan sedekah dan mengambilnya dengan tangan kanan-Nya. Lalu Allah mengembangkan pahalanya untuk salah seorang dari kalian, sebagaimana kalian mengembangkan seekor anak kuda. Sampai sampai sedekah yang hanya sebiji bisa berkembang hingga sebesar gunung Uhud” (HR. At-Tirmidzi 662)

    5. Dijauhkan Dari Api Neraka

    Sabda Rasulullah SAW: “Sedekah akan memadamkan api siksaan di dalam kubur.” (HR. Thabrani)

    Adab Bersedekah

    Ketika bersedekah kita juga perlu memperhatikan adab bersedekah, dilansir dari buku Ensiklopedi Adab Islam ditulis oleh Abdul Aziz bin Fathi as-Sayyid Nada, berikut ini adab-adab bersedekah:

    1 Ikhlas dalam Sedekah

    2 Mempelajari kewajiban-kewajiban dalam sedekah

    3 Tidak menunda sedekah

    4 Mendahulukan sedekah yang wajib daripada sunnah

    5 Mengeluarkan zakat dari jenis-jenis harta yang telah ditentukan syariat apabila telah wajib atasnya

    6 Hendaklah sedekah dari hasil yang baik

    7 Memberikan sedekah kepada orang yang membutuhkan

    8 Mengeluarkan harta yang terbaik dalam bersedekah

    9 Bersedekah dengan apa yang dicintai

    10 Tidak mengggurkan sedekah dengan mengungkit-ngungkit dan menyakiti orang yang menerima sedekah

    11 Mengangumi nikmat-nikmat Allah dan mensyukurinya

    12 Hendaklah orang yang bersedekah tidak memandang dirinya berjasa atas orang yang menerima sedekah

    13 Tidak mengurungkan niat bersedekah karena keraguan terhadap orang yang menerimanya

    14 Lebih dulu memberikan sedekah kepada karib kerabat

    Sabda Nabi Muhammad SAW:

    “Sedekah kepada orang miskin (mendapat pahala 1), sedangkan sedekah kepada karib kerabat mendapat dua pahala : Pahala sedekah dan pahala silaturahim.”

    15 Merahasiakan sedekah kecuali untuk suatu kepentingan

    Rasulullah SAW Bersabda :

    “Tujuh orang yang Allah naungi pada hari ketika tidak ada naungan kecuali naungan Allah… dan seorang yang bersedekah, ia menyembunyikan sedekahnya, sehingga tangan kirinya tidak tahu apa yang disedekahkan oleh tangan kanannya.”

    16 Tidak mengambil kembali sedekah

    Rasulullah SAW Bersabda:

    “Perumpamaan orang yang bersedekah kemudian ia mengambil kembali sedekahnya seperti anjing yang memuntahkan sesuatu kemudian ia menjilat muntahnya untuk memakannya lagi.”

    (lus/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • Hukum Zakat Fitrah bagi Muslim yang Meninggal saat Ramadan, Wajibkah?


    Jakarta

    Zakat fitrah adalah kewajiban yang harus ditunaikan oleh setiap muslim. Bagaimana hukum membayar zakat fitrah bagi muslim yang meninggal saat bulan Ramadan?

    Menukil buku Fikih Madrasah Tsanawiyah susunan Zainal Muttaqin dan Amir Abyan, waktu membayar zakat fitrah sendiri ialah sejak awal bulan Ramadan sampai Hari Raya Idul Fitri sebelum salat Id. Sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadits,

    “Rasulullah SAW telah mewajibkan zakat fitrah untuk membersihkan orang yang berpuasa dan untuk memberi makan orang miskin. Siapa yang membagikan zakat fitrah sebelum salat Id maka zakatnya itu diterima dan siapa yang membagikan zakat fitrah setelah salat Id maka itu termasuk sedekah biasa.” (HR Abu Dawud dan Ibnu Majah)


    Sayyid Sabiq dalam Fikih Sunnah Jilid 2 yang diterjemahkan oleh Khairul Amru Harahap dkk menjelaskan bahwa para ulama sepakat zakat fitrah diwajibkan pada akhir Ramadan.

    Hukum Zakat Fitrah bagi Muslim yang Meninggal ketika Ramadan

    Mengutip buku Zakat dalam Islam: Menelisik Aspek Historis, Sosiologis, dan Yuridis susunan Khairuddin, sebelum membahas tentang hukum zakat fitrah bagi muslim yang meninggal dunia perlu dipahami syarat wajib dari zakat fitrah itu sendiri.

    Setidaknya ada tiga syarat wajib yang harus dipenuhi seorang muslim yang hendak membayar zakat fitrah. Pertama beragama Islam, kedua memiliki kelebihan makanan pokok untuk diri sendiri dan orang yang berada dalam tanggungan nafkahnya dan ketiga masih hidup ketika matahari terbenam pada hari terakhir bulan Ramadan atau jelang malam Idul Fitri.

    Dengan demikian, orang yang meninggal dunia setelah matahari terbenam pada hari terakhir Ramadan tidak wajib membayar zakat fitrah. Tetapi, jika muslim tersebut meninggal ketika matahari terbenam di hari terakhir Ramadan maka ia tetap harus membayar zakat fitrah.

    Golongan yang Berhak Menerima Zakat Fitrah

    Diterangkan dalam buku Al-Jami’ fii Fiqhi An-Nisa’ yang diterjemahkan M. Abdul Ghoffar E.M., Syaikh Kamil Muhammad Uwaidah menerangkan golongan penerima zakat fitrah, yakni mereka yang berhak pula mendapat zakat pada umumnya sebagaimana tercantum pada surah At-Taubah ayat 60.

    ۞ إِنَّمَا ٱلصَّدَقَٰتُ لِلْفُقَرَآءِ وَٱلْمَسَٰكِينِ وَٱلْعَٰمِلِينَ عَلَيْهَا وَٱلْمُؤَلَّفَةِ قُلُوبُهُمْ وَفِى ٱلرِّقَابِ وَٱلْغَٰرِمِينَ وَفِى سَبِيلِ ٱللَّهِ وَٱبْنِ ٱلسَّبِيلِ ۖ فَرِيضَةً مِّنَ ٱللَّهِ ۗ وَٱللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ

    Artinya: “Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, para mualaf yang dibujuk hatinya, untuk (memerdekakan) budak, orang-orang yang berhutang, untuk jalan Allah dan untuk mereka yang sedang dalam perjalanan, sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan Allah, dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.”

    Terdapat 8 golongan yang disebut dalam ayat itu, yaitu; orang fakir, orang miskin, amil zakat, mualaf, orang yang memerdekakan para hamba sahaya (riqab), orang yang berutang (gharim), untuk jalan Allah SWT (fi sabilillah), dan untuk orang sedang dalam perjalanan yang memerlukan pertolongan (ibnu sabil).

    Syaikh Uwaidah berpandangan bahwa kaum fakir dan miskin lebih utama untuk didahulukan menerima zakat dibanding beberapa kalangan lainnya. Ia bersandar pada sabda Nabi SAW sebagai dalilnya. Di mana Rasulullah SAW bersabda,

    “Selamatkanlah mereka (kaum fakir miskin) dari meminta-minta pada hari ini.” (HR Baihaqi & Daruquthni)

    Itulah pembahasan mengenai hukum zakat fitrah bagi orang yang meninggal dunia ketika bulan Ramadan. Hari terakhir Ramadan tahun ini diperkirakan jatuh pada 9 April 2024, jika mengacu pada prediksi BRIN.

    (aeb/kri)



    Sumber : www.detik.com