Tag: suasana

  • Melihat Street View dan Gedung Tinggi Jakarta di Tanjakan 13, Kuningan


    Jakarta

    Jakarta nggak pernah berhenti membuat tempat-tempat unik dan Instagrammable, salah satunya Tanjakan 13, di Kuningan City Mall. Sempat viral beberapa waktu lalu, hingga saat ini Tanjakan 13 masih menjadi pilihan destinasi nongkrong atau bersantai kawula muda di Jakarta.

    Berada di Jalan Prof Dr Satrio Kav.18, Kuningan Karet Kuningan, Kecamatan Setiabudi, Jakarta Selatan. Tanjakan 13 merupakan area parkir mall yang dimodifikasi sebagai tempat nongkrong kekinian.

    Tempat ini dipenuhi kafe-kafe kekinian yang cocok untuk bersantai sambil menikmati suasana Kota Jakarta. Selain itu, terdapat banyak spot foto menarik dengan latar yang estetik dan Instagramable. Di Tanjakan 13, detikers bisa melihat langsung pemandangan gedung-gedung tinggi di Jakarta.


    Tanjakan 13 Kunigan City MallTanjakan 13 Kunigan City Mall (dok. Muhammad Lugas Pribady/detikTravel)

    Bagi detikers yang masih bingung cara menuju rooftop Tanjakan 13, Mall Kuningan City, berikut detikTravel merangkum cara paling mudahnya!

    Naik LRT

    Jika ingin menaiki LRT, bisa turun di Stasiun Kuningan atau Rasuna Said. Setelah itu bisa lanjut naik Transjakarta 6K dan turun di depan halte Kuningan City Mall atau bisa naik shuttle bus gratis dari Kuningan City.

    Naik MRT

    Bagi pengguna MRT, arahkan perjalanan ke Stasiun MRT Bendungan Hilir (Benhil). Setelah itu, lanjut naik Transjakarta 6D atau 6K menuju Kuningan City Mall.

    Naik KRL

    Staisun KRL paling dekat dengan Kuningan City Mall adalah Stasiun Tebet, detikers bisa turun di Stasiun tersebut dan lanjut menaiki Transjakarta 6D atau 6K.

    Nah! Setelah sampai di Kuningan City Mall, detikers bisa memasuki area mall melalui pintu lobi utama. Dari sini, naik satu lantai menggunakan eskalator. Selanjutnya menuju lift dengan patokan toko Guardian (letak lift di area lorong). Naiklah ke lantai P7. Setelah keluar lift, belok kanan lalu sampai di lokasi Tanjakan 13.

    Waktu paling tepat mengunjungi Tanjakan 13 adalah sore menjelang malam, ketika matahari mulai redup dan lampu-lampu kota mulai menyala, memberikan pemandangan yang indah untuk dinikmati. detikers bisa mengunjungi Tanjakan 13 setiap hari hingga menjelang tengah malam sekitar pukul 22.30 WIB.

    (row/row)



    Sumber : travel.detik.com

  • Sempat Viral, Sekarang Bukit Hyundai Bekasi Sepi Pengunjung


    Jakarta

    Masih ingat dengan Bukit Hyundai yang sempat viral beberapa waktu lalu? Banyak pengunjung datang untuk menikmati suasana petang menunggu matahari terbenam untuk mendapat spot foto yang estetik dan Instagrammable.

    Namun, kini suasananya sudah tidak seramai dulu. Antusiasme masyarakat mulai menurun, meski masih dikunjungi wisatawan. Bukit Hyundai bisa jadi pilihan menarik untuk menikmati suasana tenang dan jauh dari keramaian.

    “Sesyahdu ini kalau sore, dulu sih sempet viral tapi sekarang sepi,” tulis akun Ameega dalam media sosial TikTok dibaca detikTravel pada Rabu (5/11/2025).


    Bukit Hyundai, spot wisata viral di Bekasi, Jumat (20/9/2024).Bukit Hyundai yang pernah viral di Bekasi (dok. Weka Kanaka/detikcom)

    Daya Tarik Bukit Hyundai

    Hal yang menjadi daya tarik Bukit Hyundai adalah pemandangannya yang unik. Bukit yang berada di belakang pabrik otomotif ini menyajikan pemandangan deretan mobil terparkir rapi, yang ternyata bisa sangat satisfying.

    Suasana di Bukit Hyundai menenangkan dan jauh dari keramaian, cocok untuk me time sendirian usai kerja. Selain itu, di sekitar kawasan Bukit Hyundai banyak penjual jajanan yang menjaja berbagai jenis makanan dan minuman.

    Momen favorit wisatawan biasanya datang saat sore hari, ketika matahari mulai terbenam dan langit berubah menjadi oranye. Memberikan pemandangan yang indah, terlebih dinikmati dari perbukitan.

    “Tempatnya enak untuk menikmati sunset, ada enak kuliner yang enak juga,” tulis akun Arif Kiyokuni Kompeni dalam sebuah ulasan Google dilihat detikTravel Rabu (5/11/2025).

    Lokasi Bukit Hyundai

    Bukit Hyundai berada di Desa Sukabungah, Cikarang, Kabupaten Bekasi. Letaknya tidak jauh dari pusat Pemerintahan Daerah Kabupaten Bekasi. Wisatawan cukup menempuh perjalanan sejauh 6 km saja.

    Bukit ini berada di belakang pabrik otomotif yakni kawasan Greenland Internasional Industrial Center (GIIC). Memiliki ketinggian 135 meter di atas permukaan laut (mdpl) memberikan suasana dan pemandangan unik yang tidak ditemui di tempat lain.

    (row/row)



    Sumber : travel.detik.com

  • Wisata Gunung Dago, Tempat Piknik Baru dengan Pemandangan Gunung di Bogor

    Wisata Gunung Dago, Tempat Piknik Baru dengan Pemandangan Gunung di Bogor

    Bogor

    Bogor punya wisata alam dengan pemandangan pegunungan. Salah satunya adalah wisata gunung Dago yang bisa jadi tempat piknik kamu bersama keluarga berikutnya.

    Ketika ada keluarga yang datang berkunjung ke rumah, saya coba mengajak untuk refreshing dadakan. Kemudian cari dan dapat suatu tempat dengan nama Wisata Alam Gunung Dago.

    Terletak di Desa Dago, Cikuda Wanaherang, Parung Panjang, Bogor, tempat ini menawarkan pemandangan alam yang indah dengan suasana pegunungan yang asri.


    Mari berangkat walau suasana mendung dan gerimis tetap gasssss. Biasanya jika nuansa wisata alam sepertinya cocok buat keluarga, karena kita ingin bersantai menikmati alam pegunungan dengan membawa perbekalan makan, minum, snack untuk dinikmati.

    Tak lupa kita membawa tikar untuk kumpul dan makan bersama keluarga yang diiringi gerimis kecil dan tiupan angin sepoi-sepoi. Tiket masuk ke Gunung Dago Rp 35.000 per orang, sudah termasuk parkir dan naik kendaraan Jeep menuju ke atas.

    Dan yang paling seru adalah ketika naik mobil Jeep ke atas gunung melintasi jalan yang berkelok kelok dan kadang disengaja oleh pengemudinya dengan ngebut di tikungan. Pokoknya seru deh!

    Dari atas, kita lihat masih banyak hutan-hutan hijau yang masih alami, serta jalur-jalur pendakian yang cocok untuk penggemar aktivitas luar ruangan. Kalian bisa trekking ringan di antara pepohonan rimbun, menghirup udara segar, serta menyaksikan pemandangan perbukitan yang menawan dari puncaknya.

    Selain itu, kawasan Gunung Dago juga sering dijadikan lokasi kemping dan piknik karena suasananya yang tenang, jauh dari hiruk-pikuk perkotaan.

    Bagi para pencinta fotografi, tempat ini juga menawarkan spot-spot menarik untuk menangkap momen alam yang indah, seperti spot I Love U, spot sayap, jam kayu, jendela dunia, bulan sabit dan sarang burung.

    Dengan akses yang relatif mudah dari pusat Kecamatan Parung Panjang, Gunung Dago menjadi destinasi yang ideal untuk wisatawan lokal maupun dari luar daerah yang ingin menikmati liburan singkat di tengah alam tanpa harus bepergian jauh.

    Gunung Dago menawarkan berbagai aktivitas menarik antara lain wahana ATV, sepeda gantung, ayunan, dan flying fox yang cocok untuk pengunjung yang menyukai tantangan. Jika bawa anak-anak, ada wahana becak kecil yang pasti disukai.

    Ada juga yang namanya Kampung Adat, Pengunjung juga dapat menjelajahi kampung adat yang memberikan pengalaman budaya yang unik.

    Fasilitas lain di Gunung Dago cukup lengkap, seperti Villa Bambu, Camping, Kolam Renang. Untuk Saung dan Gazebo disediakan secara gratis, tempat ini untuk bersantai, istirahat dan menikmati suasana alam.



    Sumber : travel.detik.com

  • Hotel Baru dan Nyaman di Utara Jakarta, Golden Tulip Essential PIK2 Jakarta

    Hotel Baru dan Nyaman di Utara Jakarta, Golden Tulip Essential PIK2 Jakarta



    Tangerang

    Menjelajahi kawasan Pantai Indah Kapuk 2 (PIK2) kini semakin seru dengan hadirnya hotel Golden Tulip Essential PIK2 Jakarta. Hotel yang menawarkan suasana modern dan artsy. Sebelum diresmikan pada 16 Oktober 2025 nanti, detikTravel bisa mengintip dulu fasilitas hotel ini.

    Lokasi

    Hotel Golden Tulip Essential PIK2 Jakarta berada di Teluknaga, tepatnya Tower 8 – Tower Ishikawa, Tokyo Riverside Apartment, PIK2. Lokasinya berdekatan dengan apartemen Tokyo Riverside. Anda bisa memarkirkan kendaraan di area sekitar Tokyo Riverside.

    Berkat lokasi strategis di kawasan PIK2, hotel ini juga berdekatan dengan Nusantara International Convention Exhibition (NICE), menjadikannya pilihan ideal bagi pebisnis yang menghadiri konferensi maupun wisatawan yang ingin menikmati ragam kuliner, hiburan, dan destinasi wisata di PIK2.


    Fasilitas dan kamar

    Hotel ini memiliki 254 kamar dengan desain modern yang hangat, terdiri dari tipe Studio dan Two-Bedroom, yang dirancang untuk menghadirkan kenyamanan sekaligus fleksibilitas bagi setiap tamu. Baik untuk perjalanan bisnis, liburan keluarga, maupun sekadar staycation singkat, Golden Tulip Essential PIK2 siap memberikan pengalaman menginap yang menyenangkan.

    Ruangannya terasa lega dan nyaman, dengan pencahayaan yang lembut serta area duduk yang cocok untuk bersantai. Suasana hotel yang tenang menjadikan pengalaman menginap di sini terasa lebih personal dan homey.

    Golden Tulip Essential PIK2 JakartaKamar di Golden Tulip Essential PIK2 Jakarta Foto: Golden Tulip Essential PIK2 Jakarta

    Dari jendela kamar, pemandangan sekitar PIK2 terlihat luas – dan saat cuaca sedang cerah tanpa polusi, Gunung Gede Pangrango dari kejauhan tampak terlihat, menambah nilai lebih bagi tamu yang mendambakan suasana segar di tengah padatnya kawasan urban.

    Kuliner

    Untuk urusan kuliner, makanan di restoran hotel ini patut diacungi jempol. Menu sarapannya lengkap – mulai dari hidangan nusantara seperti nasi goreng, bubur ayam, hingga sajian internasional seperti roti, salad, dan omelet yang dimasak langsung. Rasanya pun cukup enak dan menggugah selera. Bagi yang ingin sekedar mencicipi mie instan, ada juru masaknya yang siap menyediakan. Tak lupa ketinggalan, aneka minuman seperti kopi dan teh menambah suasana jadi hangat.

    Hotel yang dibangun oleh Amantara, bagian dari Agung Sedayu Group dan dikelola oleh Artotel Group ini juga menghadirkan pengalaman menginap dengan atmosfer dinamis dan pelayanan profesional, sekaligus memperkuat daya tarik PIK2 sebagai kawasan gaya hidup baru di Jakarta Utara.

    Lobby Golden Tulip Essential PIK2 JakartaLobby Golden Tulip Essential PIK2 Jakarta Foto: Golden Tulip Essential PIK2 Jakarta

    (ddn/ddn)



    Sumber : travel.detik.com

  • Rute Baru Open Top Tour Jakarta, Jalan Sore Lewat Situs Bersejarah

    Rute Baru Open Top Tour Jakarta, Jalan Sore Lewat Situs Bersejarah


    Jakarta

    Open Top Tour Jakarta menyediakan rute baru bernama Jakarta Heritage bagi penikmat jalan-jalan sore. Rute yang baru diresmikan Wakil Gubernur Jakarta Rano Karno ini melewati seluruh tempat-tempat bersejarah. Tur tersedia pada sore dan malam hari ketika matahari tak lagi bersinar terik.

    Detik travel berkesempatan ikut tur dengan bus tingkat yang terbuka di bagian atapnya ini pada Selasa (7/10/2025). Sunset Heritage Tour ini menggunakan bus setinggi 4,1 meter yang dipadati pengunjung. Para pengunjung langsung menuju bagian atas bus yang terbuka.

    Open Top Tour of Jakarta rute Jakarta HeritageOpen Top Tour of Jakarta rute Jakarta Heritage (dok. Qonita Hamidah/detik travel)

    Tepat ketika bus berangkat, kita merasakan angin sore berhembus sejuk di sekitar tempat duduk. Sinar matahari tidak lagi bersinar terik, sehingga cuaca terasa lebih bersahabat. Sunset Heritage Tour adalah pilihan tepat bagi yang ingin healing murah dan nyaman.


    “Kebetulan cuacanya lagi adem dan ada angin. Overall seru bisa keliling Jakarta lihat-lihat gedung bersejarah dan ingin memenuhi rasa penasaran,” ujar Gina salah satu pengunjung dari Jakarta Selatan saat ditemui detik travel usai Open Top Tour of Jakarta seri Jakarta Heritage.

    Selama Open Top Tour, kita bisa menikmati suasana sore Jakarta dan berkeliling melewati gedung yang berusia puluhan hingga ratusan tahun. Lokasi yang dikunjungi antara lain Gedung Filateli, Pasar Baru, Gedung Kesenian Jakarta, Lapangan Banteng, Masjid Istiqlal, Gereja Katedral, hingga Istana Negara.

    Saat detiktravel mencoba Open Top Tour of Jakarta rute Jakarta Heritage, bus ini melewati rute Pasar Baru, Gedung Kesenian Jakarta, dan Lapangan Banteng. Menurut pemandu Nadi Hidayat, kondisi ini dikarenakan adanya aksi masa di depan gedung Kedutaan Besar Amerika Serikat pada Selasa (7/10/2025).

    Peserta Open Top Tour of Jakarta akan memperoleh silent headphones, sticker pack, buku panduan, dan akses ruang tunggu. Perlengkapan ini diharapkan bisa memaksimalkan pengalaman selama naik bus dengan atap terbuka menikmati suasana sore Jakarta.

    Jam Buka dan Harga Tiket Open Top Tour of Jakarta

    Open Top Tour of Jakarta rute Jakarta HeritageOpen Top Tour of Jakarta rute Jakarta Heritage (dok. Qonita Hamidah/detik travel)

    Jadwal Open Top Tour of Jakarta rute Jakarta Heritage dilaksanakan pada jam berikut:

    • Sunset Heritage Tour pukul 16.00
    • Sunset Heritage Tour pukul 17.30
    • Night Heritage Tour pukul 19.00
    • Night Heritage Tour pukul 20.30

    Pemberangkatan awal berada di Pos Bloc atau Gedung Filateli Jakarta sejauh 400 meter dari Stasiun Juanda. Tiket bisa diperoleh dengan harga Rp 50 ribu yang dapat dipesan mulai H-7 keberangkatan di aplikasi TJ:Transjakarta atau Tije.

    Menurut Nadi, pengunjung pada hari kerja di Night Heritage pukul 19.00 cenderung lebih ramai. Pengunjung tidak hanya menikmati langit Jakarta, lampu, dan night view, tapi juga mengabadikannya dalam foto dan video.

    (row/row)



    Sumber : travel.detik.com

  • 5 Hutan Ngetop di Korea yang Wajib Dikunjungi saat Musim Gugur

    5 Hutan Ngetop di Korea yang Wajib Dikunjungi saat Musim Gugur

    Jakarta

    Musim gugur di Korea jadi momen yang paling jadi favorit wisatawan Indonesia. Beberapa alasan utama wisatawan Indonesia suka dengan musim gugur Korea adalah karena cuaca yang tidak terlalu dingin sehingga masih bisa menikmati suasana luar ruangan di Korea.

    Wisatawan juga bisa menikmati nuansa coklat kuning emas yang berasal dari tumbuhan – tumbuhan di sekitar yang tidak bisa dinikmati di negara dua musim, seperti Indonesia, dan banyaknya tawaran aktivitas dan hiburan di Korea yang spesial hanya tersedia di musim gugur.

    Selain itu, musim gugur tidak hanya spesial bagi wisatawan asing yang berkunjung ke Korea, tetapi pada musim gugur juga banyak hal spesial untuk orang Korea, seperti banyaknya hari libur nasional Korea, seperti Chuseok, Hari Pendirian Negara Korea, Hari Hangeul dan sebagainya, sehingga makin banyak hal-hal spesial yang bisa dinikmati di Korea.


    Apa saja yang bisa dinikmati oleh wisatawan Indonesia di Korea saat musim gugur? Tentunya banyak. Mulai dari tempat wisata, sampai festival musim gugur yang bisa dikunjungi. Berikut beberapa pilihannya:

    5 Hutan Top di Korea yang bisa dikunjungi untuk menikmati musim gugur secara maksimal:

    1.Seoul Forest, Seoul

    Seoul Forest
    Seoul Forest. Foto: Korea Tourism Organization

    Seoul Forest terletak di Seongsu-dong, salah satu kawasan paling populer di Seoul. Sebelumnya digunakan untuk berbagai kegiatan, termasuk arena pacuan kuda, lapangan golf, dan kemudian instalasi pengolahan air.

    Hutan ini semakin indah menjelang musim gugur, ketika pohon metasequoia dan ginkgo berganti warna menjadi keemasan. Jalan setapaknya tidak beraspal, sehingga nyaman untuk berjalan. Setelah menikmati piknik di Seoul Forest, kunjungi juga kafe, restoran, atau toko di sepanjang jalan Seongsu-dong.

    2. Hwadam Botanic Garden, Gwangju, Gyeonggi-do

    Hwadam Botanic Garden Korea
    Foto: Korea Tourism Organization

    Hwadam Botanic Garden adalah arboretum ekologi yang berjarak sekitar 1,5 jam dari Seoul dengan transportasi umum. Wisatawan dapat berjalan-jalan di antara sekitar 4.300 spesies tanaman dalam suasana yang seperti hutan.

    Wisatawan juga dapat menaiki monorel, yang mengelilingi taman dan menikmati pemandangan musim gugur yang menakjubkan. Wisatawan yang berjalan-jalan di sepanjang dek pejalan kaki bahkan dapat bertemu dengan hewan liar kecil, seperti landak atau tupai.

    3. Haneul Park, Seoul

    Haneul Park terletak di dataran tinggi dengan ketinggian 98 meter di atas permukaan laut dan menawarkan pemandangan taman dan lanskap kota yang luar biasa. Sebagian besar puncaknya ditutupi oleh kumpulan rumput perak yang megah.
    Foto: Korea Tourism Organization

    Haneul Park terletak di dataran tinggi dengan ketinggian 98 meter di atas permukaan laut dan menawarkan pemandangan taman dan lanskap kota yang luar biasa. Sebagian besar puncaknya ditutupi oleh kumpulan rumput perak yang megah.

    Daun-daunnya berwarna perak di bawah matahari siang, tetapi berubah menjadi emas beberapa jam sebelum senja tiba. Haneul Park menjadi tempat penyelenggaraan Festival Rumput Perak Seoul setiap tahun pada Oktober, dengan pertunjukan cahaya, pertunjukan budaya,zona foto, dan masih banyak lagi untuk menikmati pengalaman yang lebih indah di antara rumput perak.

    4. Wondae-ri Birch Forest, Inje, Gangwon

    Wondae-ri Birch Forest adalah salah satu destinasi terbaik untuk menikmati dedaunan musim gugur di Inje.
    Foto: Korea Tourism Organization

    Wondae-ri Birch Forest adalah salah satu destinasi terbaik untuk menikmati dedaunan musim gugur di Inje.

    Hutan ini terkenal dengan pemandangannya yang indah dan terdiri dari sekitar 70.000 pohon birch yang ditanam rapi dan dedaunan musim gugur yang berwarna-warni. Untuk menikmati Wondae-ri Birch Forestsecara maksimal silakan pergi saat matahari terbit dan kabut sedikit menghilang.

    5. Gwanbangjerim Forest, Damyang, Jeollanam-do

    Gwanbangjerim Forest, Damyang, Jeollanam-do
    Foto: Korea Tourism Organization

    Gwanbangjerim adalah tanggul sepanjang 6-kilometer yang dibangun di sepanjang Sungai Gwanbangcheon dan hutan Gwanbangjerim sepanjang 2-kilometer. Pada musim gugur, hutan ini diwarnai dengan warna musim gugur yang cerah.

    Berbagai patung di luar ruangan diterangi cahaya terang saat matahari terbenam, menciptakan suasana romantis untuk pasangan – pasangan muda yang berkunjung. Hutan Gwanbangjerim terkenal dengan perpaduan indah dedaunan musim gugur dan kabut pagi yang menyelimutinya. Jika Anda ingin mengambil foto kenang-kenangan yang fantastis, kunjungi hutan ini di pagi hari.

    Selanjutnya: Festival Musim Gugur di Korea

    Jinju Namgang Yudeng Festival adalah acara untuk melanjutkan tradisi menyampaikan permohonan dengan
mengapungkan lentera warna-warni di Sungai Namgang.
    Foto: Korea Tourism Organization

    Jinju Namgang Yudeng Festival

    Jinju Namgang Yudeng Festival adalah acara untuk melanjutkan tradisi menyampaikan permohonan dengan mengapungkan lentera warna-warni di Sungai Namgang. Tradisi yang telah berlangsung lebih dari 400 tahun ini berawal dari Pengepungan Jinju pada tahun 1592.

    Festival ini dimulai saat matahari terbenam ketika lentera- lentera dengan berbagai bentuk dan ukuran dinyalakan di Sungai Namgang. Lentera – lentera tersebut, kembang api dan pertunjukan cahaya menghiasi malam dengan cahaya warna-warni, bersamaan dengan berbagai pertunjukan budaya. Festival ini juga mengoperasikan truk makanan tempat wisatawan dapat menikmati hidangan lezat dari seluruh dunia.

    Halaman 2 dari 7

    Seoul Forest terletak di Seongsu-dong, salah satu kawasan paling populer di Seoul. Sebelumnya digunakan untuk berbagai kegiatan, termasuk arena pacuan kuda, lapangan golf, dan kemudian instalasi pengolahan air.

    Hutan ini semakin indah menjelang musim gugur, ketika pohon metasequoia dan ginkgo berganti warna menjadi keemasan. Jalan setapaknya tidak beraspal, sehingga nyaman untuk berjalan. Setelah menikmati piknik di Seoul Forest, kunjungi juga kafe, restoran, atau toko di sepanjang jalan Seongsu-dong.

    Hwadam Botanic Garden adalah arboretum ekologi yang berjarak sekitar 1,5 jam dari Seoul dengan transportasi umum. Wisatawan dapat berjalan-jalan di antara sekitar 4.300 spesies tanaman dalam suasana yang seperti hutan.

    Wisatawan juga dapat menaiki monorel, yang mengelilingi taman dan menikmati pemandangan musim gugur yang menakjubkan. Wisatawan yang berjalan-jalan di sepanjang dek pejalan kaki bahkan dapat bertemu dengan hewan liar kecil, seperti landak atau tupai.

    Haneul Park terletak di dataran tinggi dengan ketinggian 98 meter di atas permukaan laut dan menawarkan pemandangan taman dan lanskap kota yang luar biasa. Sebagian besar puncaknya ditutupi oleh kumpulan rumput perak yang megah.

    Daun-daunnya berwarna perak di bawah matahari siang, tetapi berubah menjadi emas beberapa jam sebelum senja tiba. Haneul Park menjadi tempat penyelenggaraan Festival Rumput Perak Seoul setiap tahun pada Oktober, dengan pertunjukan cahaya, pertunjukan budaya,zona foto, dan masih banyak lagi untuk menikmati pengalaman yang lebih indah di antara rumput perak.

    Wondae-ri Birch Forest adalah salah satu destinasi terbaik untuk menikmati dedaunan musim gugur di Inje.

    Hutan ini terkenal dengan pemandangannya yang indah dan terdiri dari sekitar 70.000 pohon birch yang ditanam rapi dan dedaunan musim gugur yang berwarna-warni. Untuk menikmati Wondae-ri Birch Forestsecara maksimal silakan pergi saat matahari terbit dan kabut sedikit menghilang.

    Gwanbangjerim adalah tanggul sepanjang 6-kilometer yang dibangun di sepanjang Sungai Gwanbangcheon dan hutan Gwanbangjerim sepanjang 2-kilometer. Pada musim gugur, hutan ini diwarnai dengan warna musim gugur yang cerah.

    Berbagai patung di luar ruangan diterangi cahaya terang saat matahari terbenam, menciptakan suasana romantis untuk pasangan – pasangan muda yang berkunjung. Hutan Gwanbangjerim terkenal dengan perpaduan indah dedaunan musim gugur dan kabut pagi yang menyelimutinya. Jika Anda ingin mengambil foto kenang-kenangan yang fantastis, kunjungi hutan ini di pagi hari.

    Jinju Namgang Yudeng Festival

    Jinju Namgang Yudeng Festival adalah acara untuk melanjutkan tradisi menyampaikan permohonan dengan mengapungkan lentera warna-warni di Sungai Namgang. Tradisi yang telah berlangsung lebih dari 400 tahun ini berawal dari Pengepungan Jinju pada tahun 1592.

    Festival ini dimulai saat matahari terbenam ketika lentera- lentera dengan berbagai bentuk dan ukuran dinyalakan di Sungai Namgang. Lentera – lentera tersebut, kembang api dan pertunjukan cahaya menghiasi malam dengan cahaya warna-warni, bersamaan dengan berbagai pertunjukan budaya. Festival ini juga mengoperasikan truk makanan tempat wisatawan dapat menikmati hidangan lezat dari seluruh dunia.

    (ddn/ddn)

    Simak Video “Video: Intip Atraksi Naga Api di Perayaan Musim Gugur Hong Kong
    [Gambas:Video 20detik]






    Sumber : travel.detik.com

  • Ragunan Buka Malam Minggu, Wisatawan Senang

    Ragunan Buka Malam Minggu, Wisatawan Senang



    Jakarta

    Taman Margasatwa Ragunan menyuguhkan pengalaman baru buat traveler lewat “Night at the Ragunan Zoo”. Sejumlah pengunjung mengungkapkan pengalaman mereka bermalam mingguan di sana.

    Wisata malam ini resmi dibuka perdana pada Sabtu (11/10/2025). detikTravel mengunjungi Ragunan tadi malam.

    Melihat aneka satwa di malam hari menghadirkan sensasi yang berbeda dibandingkan siang. Beberapa hewan yang aktif di malam hari atau dikenal sebagai satwa nokturnal bisa diamati oleh pengunjung. Salah satunya adalah kuda nil yang tampak menyapa pengunjung dengan mulut yang selalu terbuka.


    Ragunan dipadati masyarakat yang penasaran ingin merasakan bermalam mingguan di sana. Pengunjung cukup ramai, tetapi tidak sepadat siang hari.

    “Baru pertama buka, jadi penasaran aja pengin coba suasana yang beda. Tapi menurutku sih tetap lebih ramai siang,” ujar Vivi, pengunjung asal Jakarta Timur.

    Pengunjung lain menilai terobosan Pemprov DKI Jakarta itu menjadi cara lain warga bisa beraktivitas berbeda di malam hari.

    “Seru banget, bisa healing malam-malam di tempat yang beda. Soalnya kalau di Jakarta biasanya healing nya ke mal terus. Di sini bisa jalan santai sambil lihat hewan,” kata Azmi, pengunjung asal Jakarta Barat.

    Tak hanya pengunjung yang jalan-jalan untuk menyaksikan satwa, Night at the Ragunan Zoo juga menarik minat mereka yang ingin berolahraga ringan di Ragunan. Banyak pengunjung datang bersama keluarga dan anak-anak berjalan-jalan santai.

    Pengelola pun mengingatkan agar orang tua tetap mengawasi anak-anak selama berkunjung, mengingat kondisi pencahayaan di beberapa area masih minim.

    Kepala Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta, Fajar Sauri, mengatakan bahwa pembukaan perdana ini menjadi bahan evaluasi bagi pihaknya.

    “Hari pertama ini kami jadikan sebagai bahan evaluasi ke depannya, termasuk soal penerangan yang masih perlu ditingkatkan,” ujarnya.

    Saran dari Pengunjung

    Namun, ada beberapa hal yang menjadi perhatian pengunjung, salah satunya soal penerangan di area taman. Beberapa titik jalan masih tampak redup dengan lampu yang terbatas di tepi jalur pejalan kaki.

    “Lampunya kurang banget, jadi pas mau foto hasilnya gelap,” kata Tiara, wisatawan asal Slipi.

    “Aku malah enggak terlalu lihat hewannya karena gelap, dan katanya juga enggak boleh disenter. Mungkin ke depannya bisa lebih diterangi lagi biar pengunjung bisa lebih menikmati,” Vemi, asal Jakarta Selatan, menambahkan.

    Sebagai catatan, pengunjung diimbau untuk tidak menyoroti hewan dengan senter atau lampu kilat kamera, karena bisa mengganggu kenyamanan satwa di malam hari.

    Selain dari segi penerangan, fasilitas buggy car yang mengajak pengunjung untuk berkeliling nampak terjadi waiting list sehingga petugas menutup tiket untuk naik buggy car lebih awal. Pengunjung akan diberi waktu selama 1 jam untuk berkeliling menggunakan buggy car di area Night at The Ragunan Zoo yang telah ditentukan oleh pengelola.

    Area Night at The Ragunan Zoo hanya dibuka di beberapa titik tempat satwa yang termasuk golongan satwa nokturnal saja.

    (fem/fem)



    Sumber : travel.detik.com

  • Akses Mudah ke Night at The Ragunan Zoo, Cukup Naik TransJakarta

    Akses Mudah ke Night at The Ragunan Zoo, Cukup Naik TransJakarta



    Jakarta

    Taman Margasatwa Ragunan resmi membuka wisata malam perdana bertajuk Night at The Ragunan Zoo pada Sabtu (11/10/2025). Aksesnya pun mudah, cukup naik TransJakarta koridor 6 dan turun di halte Ragunan, pengunjung bisa langsung menikmati sensasi menjelajah kebun binatang di bawah cahaya malam

    Merujuk pengalaman detikTravel naik TransJakarta menjelang Night at The Ragunan Zoo perdana itu, penumpang Transjakarta 6N dari Blok M pada pukul 17.30-an tidak terlalu ramai. Suasana di dalam bus terasa sepi, termasuk saat bus makin mendekati Ragunan. Hanya ada beberapa penumpang yang duduk berjauhan, sebagian sibuk dengan ponsel, dan yang lain menatap ke luar jendela.

    Bus melaju tanpa hambatan. Tidak ada kemacetan yang berarti hanya ada antrean saat bus berhenti di lampu merah. Begitu turun di halte Terminal Ragunan, suasananya juga tidak sepadat pada kunjungan ke Ragunan Zoo di pagi hari saat akhir pekan.


    Saat itu, hanya ada beberapa pengunjung yang berjalan menuju pintu masuk, sedangkan area parkir di sekitar taman terlihat penuh oleh kendaraan pribadi. Mayoritas pengunjung tampaknya memilih datang menggunakan mobil atau motor, bukan TransJakarta.

    Meski tidak ramai, suasana di sekitar Ragunan terasa hangat. Lampu-lampu taman mulai menyala, menandakan malam segera tiba. Petugas tampak bersiap di depan gerbang, menyambut pengunjung yang mulai berdatangan.

    Perjalanan dengan TransJakarta sore itu memberi pengalaman berbeda. Meski bus terasa sepi, justru di situlah sensasinya. Bisa menikmati perjalanan dengan tenang tanpa desakan penumpang, sambil melihat langit sore berubah warna menuju malam. Sepinya perjalanan bukan berarti kurang diminati, mungkin hanya karena sebagian besar warga memilih kenyamanan kendaraan pribadi.

    Bagi yang ingin menikmati Night at The Ragunan Zoo tanpa repot mencari parkir, naik TransJakarta bisa jadi pilihan menarik. Cepat, murah, dan bebas macet-perjalanan yang tenang menuju petualangan malam di Ragunan.

    Selain TransJakarta 6N dari Blok M via Kemang, traveler bisa memilih Transjakarta 5N yang melayani penumpang pada rute Kampung Melayu-Ragunan, 7E Kampung Rambutan-Ragunan, atau Mikrotrans Transjakarta JAK 45 Lebak Bulus-Ragunan

    (fem/fem)



    Sumber : travel.detik.com

  • Hotel Baru di Jakarta Ini Bikin Betah, Tiap Sudutnya Dihiasi Karya Seni!

    Hotel Baru di Jakarta Ini Bikin Betah, Tiap Sudutnya Dihiasi Karya Seni!



    Jakarta

    Jakarta kembali kedatangan hotel baru yang siap memanjakan para pelancong kota dan pebisnis. Artotel Harmoni – Jakarta resmi dibuka pada 17 September 2025, menjadi tambahan terbaru dalam koleksi hotel bergaya seni dan gaya hidup yang dikelola Artotel Group.

    Dengan mengusung tagline “Your Harmonized Urban Stay”, hotel ini menawarkan pengalaman menginap yang memadukan kenyamanan modern, nuansa seni kontemporer, dan lokasi strategis di jantung ibu kota.

    Lokasi Strategis di Tengah Jakarta

    Terletak di Jl. KH. Zainul Arifin No. 5-7, Petojo Utara, Jakarta Pusat, Artotel Harmoni hanya beberapa menit dari pusat bisnis, kawasan kuliner legendaris, pusat perbelanjaan, hingga area pemerintahan.


    Baik untuk urusan bisnis, staycation singkat, maupun liburan urban, hotel ini menjawab kebutuhan traveler modern yang ingin akses mudah ke mana saja.

    “Enaknya menginap di sini, mau ke mana-mana gampang! Dekat dari pusat bisnis dan kuliner, cocok buat liburan ataupun kerja,” kata seorang tamu yang sempat menginap di hotel ini.

    Kamar Nyaman dengan Sentuhan Seni

    Artotel Harmoni Jakarta memiliki 150 kamar dengan tiga tipe pilihan:

    • Studio 25 (Superior)
    • Studio 30 (Deluxe)
    • Studio 37 (Suite)

    Setiap kamar dirancang dengan desain modern dan sentuhan seni kontemporer khas Artotel. Interiornya terasa hangat, dengan palet warna lembut dan elemen artistik hasil kolaborasi dua seniman Indonesia – Diela Maharani dan Donald Saluling.

    Karya mereka terinspirasi dari tema “Trace of Heritage”, yang merefleksikan sejarah kawasan Harmoni dan budaya Tionghoa di Jakarta tempo dulu.

    Fasilitas Lengkap:

    Meski terletak di tengah hiruk-pikuk Jakarta, Artotel Harmoni menawarkan suasana yang menenangkan. Hotel ini dilengkapi dengan:

    • Kolam renang outdoor untuk bersantai di sore hari
    • EATSPACE, restoran dengan menu modern dan cita rasa khas lokal
    • Lounge Bar yang nyaman untuk menikmati koktail setelah seharian bekerja
    • Selain itu, tersedia 7 ruang pertemuan berkapasitas hingga 360 orang, menjadikannya pilihan ideal untuk rapat bisnis, workshop, hingga acara komunitas kreatif.

    Galeri Seni di Dalam Hotel

    Sesuai DNA Artotel, hotel ini tak sekadar tempat tidur – tapi juga ruang apresiasi seni. Area lobby menampilkan ARTSPACE, galeri mini yang menampilkan karya seniman muda Indonesia. Konsepnya selaras dengan misi Artotel Group untuk menjadikan setiap propertinya sebagai “ikon destinasi kreatif” di kota tempatnya berdiri.

    “Setiap kamar dan fasilitas hotel seperti lobby dan restoran akan menjadi ruang yang artistik dan modern. Kami ingin Artotel Harmoni jadi ruang kreatif yang menyatukan seni, budaya, dan kehidupan sehari-hari,” ujar Eduard Rudolf Pangkerego, COO Artotel Group.

    Kesan Akhir:

    Artotel Harmoni Jakarta bukan sekadar hotel bisnis – ia adalah ruang inspiratif bagi kaum urban. Dengan perpaduan lokasi strategis, interior penuh karakter, fasilitas lengkap, dan atmosfer yang berjiwa muda, hotel ini cocok untuk siapa pun yang ingin merasakan “energi Jakarta” tanpa kehilangan kenyamanan.

    Bagi kamu yang sedang mencari tempat menginap di pusat Jakarta dengan harga kompetitif dan nuansa artistik yang segar, Artotel Harmoni Jakarta wajib masuk ke wishlist kamu!

    Promo spesial berlaku hingga 31 Oktober 2025!

    Nah, gimana detikers? Udah pada memasukkan Artotel Harmoni – Jakarta jadi list hotel impiannya dong? Ditambah lagi ada promo spesial yang berlaku sampai 31 Oktober 2025 loh. Untuk reservasi dan informasi lebih lanjut, kunjungi situs resmi artotelharmonijakarta.com atau akun Instagram resmi @artotelharmoni ya!

    (ddn/wsw)



    Sumber : travel.detik.com

  • Kampung Bamboo, Hidden Gem yang Cocok buat Outbound di Bandung

    Kampung Bamboo, Hidden Gem yang Cocok buat Outbound di Bandung

    Bandung

    Bandung selalu punya cara untuk bikin orang betah berlama-lama. Entah lewat udara sejuk, pemandangan hijau, atau tempat-tempat yang rasanya cocok buat siapa pun yang ingin sejenak lepas dari bising kota.

    Salah satunya ada di kawasan Cimenyan yaitu Kampung Bamboo, tempat wisata yang sering dijadikan lokasi outbound, gathering, hingga kegiatan alam dan edukasi lingkungan.

    Perjalanan menuju Kampung Bamboo dari pusat kota Bandung nggak terlalu jauh, sekitar 30-40 menit. Begitu mobil mulai menanjak ke arah Cimenyan, suasana kota perlahan berganti jadi rindang dan tenang.


    Dari luar, pintu masuk Kampung Bamboo tampak sederhana, tapi begitu melangkah ke dalam, suasananya langsung berubah menjadi sejuk, hijau, dan damai. Di area seluas delapan hektar ini, pengunjung disuguhi pemandangan hijau dari hutan bambu alami.

    Di sela-selanya, ada area terbuka luas buat berbagai kegiatan outbound, mulai dari permainan kelompok, flying fox, sampai panahan. Tak heran, banyak instansi, sekolah, hingga komunitas memilih Kampung Bamboo untuk kegiatan team building atau sekadar acara kumpul tahunan.

    Meski konsepnya sederhana, fasilitas di sini terbilang lengkap. Ada lapangan besar yang sering dipakai untuk permainan kelompok, jembatan gantung, flying fox, arena panahan, hingga mini rafting di aliran sungai kecil di sisi area.

    Di bagian tengah ada masjid, beberapa gazebo, serta ruang pertemuan semi terbuka yang bisa dipakai untuk acara formal seperti pelatihan atau seminar singkat.

    Bagi pengunjung yang ingin merasakan sensasi berada di alam lebih lama, Kampung Bamboo juga menyediakan area perkemahan dan penginapan. Salah satu pengunjung yakni Rizki datang bersama rombongan sekolah untuk kegiatan camp dan LDKS.

    Ia mengaku senang dengan atmosfer tempat ini yang membuat semua orang lebih rileks berada di tengah alam yang terbuka.

    “Udara di sini emang adem banget, terus tempatnya juga luas, jadi nggak sumpek meskipun rame. Permainannya seru, bisa ketawa bareng teman-teman. Rasanya kayak hilang semua rasa penat dan capek yang ada,” ujar Rizki.

    Selain buat outbound, Kampung Bamboo juga sering dipakai untuk kegiatan edukasi lingkungan. Di sini, pengunjung bisa belajar tentang berbagai jenis bambu dan pentingnya menjaga kelestarian alam.

    Ada area khusus yang menampilkan beragam jenis bambu dan cara menanamnya, sangat cocok buat anak sekolah atau komunitas pecinta alam. Akses ke Kampung Bamboo juga termasuk mudah dijangkau.

    Meskipun letaknya di dataran tinggi, aksesnya masih bersahabat untuk mobil pribadi maupun bus besar. Hal ini juga yang membuat tempat ini sering menjadi destinasi favorit warga Bandung dan sekitarnya untuk menikmati alam terbuka.

    Buat kamu yang pengin healing santai, cari tempat buat gathering, atau sekadar ingin menghirup udara segar sambil menikmati suasana alam tanpa jauh-jauh dari pusat kota, Kampung Bamboo bisa jadi destinasi wisata alam pilihan yang pas.



    Sumber : travel.detik.com