Tag: tips mobil

  • Mobil Listrik Bisa Tampil Kece dengan Nano Ceramic Coating, Ini Keunggulannya



    Jakarta

    Banyak cara merawat bodi mobil, salah satu yang sedang populer saat ini adalah nano ceramic coating. Tak hanya untuk mobil konvensional, nano ceramic coating pun bisa diaplikasikan di mobil-mobil listrik. Memang apa ya keunggulan perawatan jenis ini?

    Nano ceramic coating merupakan bagian dari auto detailing dengan mengaplikasikan lapisan khusus pada permukaan cat mobil. Dengan menggunakan lapisan baru ini, cat mobil terlindungi dari terik matahari, pengaruh cuaca, oksidasi, juga paparan kotoran dan debu.

    Nano ceramic coating merupakan salah satu metode coating yang mengandalkan kecanggihan teknologi masa kini. Jenis coating ini tidak hanya membuat cat mobil kembali mengkilap, tapi juga lebih tahan terhadap goresan. Treatment ini menggunakan bahan utama silika yang mengandung partikel kecil ukuran nano dengan tingkat kerapatan sangat tinggi.


    Scuto Indonesia dalam keterangan resmi mengatakan, salah satu nilai plus mobil yang sudah diberi perlindungan nano ceramic yakni kemudahan saat merawat mobil. Sebab mobil dapat dicuci secara berkala dengan mudah dan tanpa pantangan.

    Tanpa shampo mobil sekalipun, bodi mobil dapat kembali bersih. Hal ini lantaran area pori-pori cat sudah diproteksi lapisan nano ceramic, sehingga baik noda jamur ataupun kotoran tidak bisa menempel pada pori-pori tersebut.

    “Scuto Indonesia ingin mendukung program pemerintah dalam melestarikan lingkungan dengan memberikan benefit lebih kepada pemilik mobil elektrifikasi jenis mobil listrik (BEV) dan hybrid (HEV) di Indonesia,” buka Sugiarto, CEO Scuto Group, dalam keterangannya.

    Scuto Indonesia membuat promo khusus yang disebut dengan Scuto Ecodrive yang memang dirancang khusus buat kendaraan berpenggerak motor listrik dengan baterai (BEV) juga mobil-mobil berteknologi hybrid (HEV).

    Dalam promo khusus Scuto Ecodrive disebutkan bagi mobil listrik maupun mobil hybrid yang ingin melakukan perlindungan bodi kendaraan pakai teknologi nano ceramic coating Scuto, akan langsung mendapatkan gratis layanan glass shield atau nano coating kaca anti jamur seharga Rp 1,75 juta. Yang lebih menariknya lagi, dengan paket Scuto Ecodrive, Scuto memberikan penambahan garansi menjadi 5 tahun.

    Sugiarto menambahkan bahwa promo Scuto Ecodrive berlaku secara nasional di 150 outlet Scuto dan berlaku hingga 31 Mei 2024 mendatang. Selama masa garansi tersebut, konsumen bisa mendapatkan layanan perawatan dengan biaya Rp 500 ribu yang awalnya dihargai sampai dengan Rp 1,5 juta untuk perawatan berkala ini.

    (lua/riar)



    Sumber : oto.detik.com

  • Tidur di Mobil dengan AC Menyala Bisa Bikin Tewas Keracunan, Ini Penjelasannya



    Jakarta

    Sering kali terjadi penumpang mobil tewas saat AC dan mesin menyala. Kematian itu dikaitkan dengan penumpang mobil yang tidur dengan AC menyala dan dianggap keracunan AC.

    Auto2000 meluruskan anggapan itu. Yang tepat adalah, korban tewas karena keracunan gas Carbon Monoksida (CO) yang masuk ke dalam kabin mobil. Gas CO tidak dapat dihindarkan karena merupakan sisa pembakaran yang dikeluarkan via knalpot.

    Bahayanya, gas ini bisa menggantikan oksigen di dalam darah ketika mengikat sel darah, merampas oksigen jantung, otak, dan organ vital lainnya. Dampaknya, penumpang rentan mengalami keracunan gas CO karena sifat gas ini yang tidak berbau sehingga sulit dikenali.


    Gas CO yang menyelinap ke dalam mobil menjadi sangat berbahaya karena gejala keracunan gas ini sulit disadari, seperti badan lemas, mengantuk, sakit kepala, mual, muntah, sakit pada dada, dan seperti berhalusinasi. Jika kadarnya sudah tinggi bisa menyebabkan hilang kesadaran.

    Karena ciri-cirinya tersamarkan, akan sulit mencari pertolongan karena badan terlalu lemas, bahkan untuk sekadar membuka pintu mobil. Oleh karena itu, banyak korban keracunan gas CO yang tidak tertolong lantaran menghirup gas berbahaya ini saat tidur di dalam mobil ber-AC.

    Kadang penumpang memaksakan tidur dengan menyalakan AC supaya kabin tetap dingin. Padahal, kabin tertutup rapat dan mesin mobil beroperasi supaya AC tetap dingin. Begitu gas CO berhasil masuk ke dalam kabin dan kadarnya meningkat karena tidak ada ventilasi udara, maka penumpang akan keracunan gas yang tidak berciri ini.

    Sumber CO yang menjadi racun bagi tubuh penumpang kendaraan berasal dari sisa pembakaran mesin. Sebenarnya, pipa knalpot didesain ke belakang mobil supaya gas buang tidak keluar di bawah dek dan masuk ke dalam kabin. Namun karena kondisi tertentu, misalnya karat, pipa knalpot bisa bocor sehingga menyebabkan gas buang keluar di bawah dek mobil. Gas buang yang terakumulasi bisa menyusup masuk ke dalam kabin jika ada lubang meskipun hanya seujung jarum.

    Apalagi kalau sampai tercipta lubang yang cukup besar akibat karat di bodi mobil, terutama di dek bawah. Kalau tidak diatasi, karat akan menyebabkan bodi berlubang dan membuka jalur masuknya gas buang. Karet bodi yang sudah getas juga bisa menjadi akses masuk, dan ini terdeteksi di firewall antara kabin dan ruang mesin.

    Ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mencegah keracunan gas CO di dalam kabin mobil. Pertama, saat mobil berhenti, jangan duduk di dalam mobil dalam jangka waktu lama. Padahal di saat bersamaan, mesin mobil dan AC tetap nyala. Keadaan akan semakin buruk ketika parkir di dalam gedung parkir, garasi, atau ruang tertutup lainnya.

    Kedua, kalau terpaksa berdiam di dalam mobil, buka sedikit kaca samping sekitar 3-5 cm untuk membantu sirkulasi udara luar. Tapi solusi ini tidak dianjurkan karena risiko keracunan tetap tinggi, khususnya kalau ada anak kecil atau lansia.

    Ketiga, segera keluar dari mobil saat mulai terasa gejala awal seperti tiba-tiba mengantuk, badan lemas, atau pusing padahal kondisi badan sehat. Kalau badan terlalu lemah, tekan klakson kuat-kuat untuk memancing perhatian orang di luar mobil.

    Selanjutnya, rutin servis berkala menjadi kunci utama mencegah keracunan gas CO di dalam mobil. Ketika servis berkala, seluruh komponen mobil diperiksa, termasuk potensi kebocoran di kabin mobil, dan mesin beserta saluran gas buang.

    Pemilik kendaraan juga diminta untuk memperhatikan ambang batas emisi kendaraan. Ambang batas emisi di Indonesia berpatokan pada parameter Karbon Monoksida (CO) 1,5% Vol dan hidrokarbon (HC) 200 ppm Vol. Supaya tetap terjaga, pemilik kendaraan disarankan untuk melakukan uji emisi.

    Hasil dari uji emisi akan dimanfaatkan untuk mengecek kondisi mesin mobil. Teknisi akan mencari solusi jika ternyata kadar emisi mobil melampaui ambang batas karena berarti ada komponen mesin bermasalah yang memicu pembakaran yang tidak sempurna.

    Padahal, pembakaran yang sempurna bisa menekan angka CO karena minimnya endapan karbon sisa pembakaran di ruang bakar. Untuk itu, kondisi busi menjadi salah satu aspek pengecekan. Kebocoran oli yang ikut terbakar bisa meningkatkan nilai CO, di mana angka Air Fuel Ratio (AFR) harus tepat guna memperoleh pembakaran yang sempurna.

    “Kadar gas CO dapat dijaga di bawah ambang batas dengan rutin servis berkala di bengkel Auto2000 atau memanggil layanan THS – Auto2000 Home Service. Selain itu, servis berkala juga dapat membantu mendeteksi kalau ada kebocoran di kabin mobil yang dapat berbahaya kalau sampai kemasukan gas beracun, termasuk potensi kerusakan pada saluran knalpot. Silakan booking servis berkala via websiteAuto2000.co.id,” tutur Nur Imansyah Tara, Marketing Division Head Auto2000, Selasa (7/5/2024).

    (rgr/dry)



    Sumber : oto.detik.com

  • Kapan Waktunya Ganti Ban Mobil?



    Jakarta

    Ban merupakan komponen yang vital pada kendaraan, termasuk mobil. Lantas bagaimana caranya mengetahui kapan waktu yang tepat untuk mengganti ban mobil?

    Dilansir dari TOMO, authorized outlet dari PT Bridgestone Tire Indonesia, cara terbaik untuk mengetahui waktu yang tepat ban mobil harus diganti adalah dengan mengecek kondisinya.

    Ilustrasi pengecekan ban mobilIlustrasi pengecekan ban mobil Foto: Dok. Michelin

    “Anda dapat memeriksa ban Anda sendiri melalui inspeksi visual. Mulai dengan tapak-alur di sekitar ban yang membuat kontak dengan permukaan jalan,” tulis TOMO pada laman blog resminya.


    “Pastikan tapak ban cukup dalam dan itu dipakai secara merata di seluruh jalan tanpa ada penyimpangan. Semua ban yang diatur DOT memiliki indikator keausan tapak terpasang yang disebut ‘wear bars’ yang akan membantu Anda melihat saat tapak mulai usang,” lanjut mereka.

    Sederhananya, ban mobil dilengkapi dengan indikator yang dapat menunjukkan kondisi ketebalannya. Indikator ini umumnya terletak di tengah-tengah alur ban dan dapat menjadi acuan kelayakannya.

    Umumnya, indikator ketebalan ban ini ditandai dengan tanda segitiga. Lantas ketika tebal ban sudah rata dengan segitiga indikator tersebut, maka ketebalan ban sudah hampir habis.

    Tak hanya dari ketebalannya, menurut TOMO, penting juga untuk memeriksa dinding samping setiap ban. Di mana, ketika ada bagian yang rusak atau sudah aus, maka hal tersebut dapat menjadi acuan ban harus segera diganti.

    “Sebaiknya evaluasi ulang tapak setiap beberapa ribu kilometer atau sebulan sekali, dan lebih sering lagi jika Anda mengenakan banyak keausan di kendaraan Anda atau mengemudi untuk jarak yang jauh,” tutup TOMO.

    (mhg/rgr)



    Sumber : oto.detik.com

  • Cara Menghilangkan Jamur di Kaca Mobil



    Jakarta

    Jamur menjadi salah satu penyakit yang mudah muncul pada kaca mobil. Jika kaca sudah terkena jamur, maka mobil jadi tidak enak dilihat. Berikut cara menghilangkan jamur pada kaca mobil.

    Cuaca yang kerap berubah membuat pemilik mobil sebaiknya melakukan perawatan ekstra untuk menjaga penampilan mobil kesayangannya. Panas, hujan, dan udara lembab membuat kondisi mobil menjadi rentan terhadap kotoran.


    Apabila jarang dibersihkan, maka mobil Anda mudah terserang berbagai ‘penyakit’ pada eksteriornya. Seperti jamur yang kerap hinggap di kaca mobil Anda. Tentunya, jika tak segera dibersihkan, maka berpotensi mengganggu visibilitas pengemudi. Terutama ketika berkendara saat hujan.

    Dijelaskan Scuto Indonesia dalam keterangan resminya, jamur pada kaca bisa timbul lantaran banyak hal. Misalnya, noda atau kotoran burung, air hujan, debu, hingga getah pohon. Untuk air hujan memiliki kandungan asam yang cukup tinggi, jadi ketika tidak segera dibersihkan, bisa muncul water spot atau bintik-bintik putih pada kaca mobil.

    Untuk mencegah jamur pada kaca, bisa langsung bilas permukaan kaca dengan air bersih saat terkena air hujan, selanjutnya lap sekering mungkin dan jangan ada butiran air yang tersisa menempel pada kaca.

    Solusi lainnya, Anda bisa melakukan perawatan glass coating dengan nano technology yang secara permanen menutup pori-pori kaca yang berukuran nano dan menyatu pada molekul kaca.

    Mekanismenya seperti nano ceramic coating, di mana glass coating berfungsi seperti laminating. Hasilnya, dengan tertutupnya pori-pori kaca, maka kotoran penyebab jamur tidak akan masuk ke pori-pori kaca. Selain itu, glass coating ini akan menghilangkan kaca kusam, sehingga dapat menambah visibilitas bagi pengemudi.

    Layanan Scuto kini juga hadir di Kota Makassar. Scuto Signature Makassar menjadi outlet Scuto ke-151 di Tanah Air yang diharapkan bisa memberi kemudahan bagi pemilik mobil di kota Makassar dan sekitarnya dalam merawat dan memberikan perlindungan bagi tunggangan kesayangannya.

    Memiliki luas area 100 m2 dan mampu menampung sekitar 3 unit mobil sekaligus untuk pengerjaan nano ceramic coating dan car detailing atau salon kendaraan. Salah satu keunggulan Scuto Signature Makassar yakni menyediakan area workshop yang proper dengan penerangan yang lebih baik, juga tenaga detailer berpengalaman.

    (lua/din)



    Sumber : oto.detik.com

  • Kenapa Pedal Rem Mobil Keras atau Muncul Suara Berdecit?



    Jakarta

    Rem merupakan komponen vital dalam kendaraan. Ada beberapa tanda kalau rem itu sedang mengalami masalah.

    Hyundai Gowa, salah satu dealer merek Hyundai di Indonesia membagikan tips tanda-tanda rem perlu diservis.

    “Rem mobil yang berfungsi dengan baik bukan hanya memastikan keselamatan pengemudi dan penumpang, tetapi juga semua pengguna jalan. Oleh karena itu, Hyundai GOWA mengajak seluruh pelanggan untuk tidak mengabaikan pengecekan dan perawatan rutin rem mobil demi keamanan dan kenyamanan berkendara,” kata Ferry, Chief Operating Officer Hyundai GOWA.


    Berikut ini ciri-ciri rem bermasalah:

    1. Suara Berdecit

    Umumnya suara berdecit akan muncul saat melewati genangan atau menerobos hujan.

    Namun munculnya suara berdecit juga disebabkan lantaran kampas rem yang kotor. Yang wajib diwaspadai, suara berdecit juga disebabkan karena kampas rem yang sudah aus. Suara muncul lantaran gesekan kampas rem dan piringan cakram.

    2. Cairan rem berkurang

    Penurunan level cairan rem bisa menunjukkan adanya kebocoran di sistem. Cairan rem yang rendah mengurangi efisiensi rem dan meningkatkan risiko kecelakaan.

    3. Lampu indikator rem menyala

    Lampu indikator rem yang menyala pada
    dashboard adalah sinyal serius adanya masalah. Segera periksa dan tangani
    agar tidak terjadi kerusakan lebih lanjut.

    4. Pedal rem keras

    Jika pedal rem terasa keras saat diinjak, bisa jadi ada masalah pada sistem hidrolik atau master silinder rem. Pedal rem yang keras menyulitkan pengemudi mengontrol kecepatan kendaraan, terutama dalam situasi darurat.

    Kapan waktunya mengganti kampas rem?

    Mengganti kampas rem secara berkala sangat penting untuk mencegah keausan
    berlebihan. Tanda-tanda seperti suara mendecit, pedal rem yang terasa keras, atau ketebalan kampas yang menipis menandakan bahwa kampas rem perlu diganti. Penggantian kampas rem sebaiknya dilakukan setiap 40.000 hingga 80.000 kilometer atau sesuai dengan pemakaian.

    (riar/riar)



    Sumber : oto.detik.com

  • Pelajaran Penting! Jangan Tempel Aksesori Apa pun di Setir dan Dasbor Mobil



    Jakarta

    Seorang wanita yang mengalami kecelakaan ini memberikan pelajaran penting kepada semua pemilik mobil. Dia berpesan, jangan meletakkan aksesori apa pun di atas setir dan dasbor mobil. Ini akibatnya.

    Wanita ini mengalami kecelakaan hingga airbag mobilnya keluar. Sebelum kecelakaan, dia menempelkan sesuatu di atas setirnya yang tampaknya agak tajam. Ketika kecelakaan, airbag mengembang dengan keras dan melemparkan aksesori yang ditempel di atas setir.

    Seperti yang ditunjukkan dalam video di TikTok, pengemudi itu menggambarkan letak aksesori ditempelkan di atas setir, tempat airbag berada. Saat kecelakaan, airbag mendorong bagian aksesori yang ditempel tersebut dengan kekuatan yang kencang. Sampai-sampai, aksesori itu menembus plastik lapisan pintu samping dan melukai kaki pengemudi tersebut.


    Bisa dibilang, keadaan bisa jadi jauh lebih buruk, karena airbag di setir terletak setinggi dada pengemudi. Hal ini dapat menjadi pengingat untuk tidak memasang hiasan pada dashboard kendaraan.

    @bcandy22 Imagine how much worse this cluld have been. I still dont know where the other piece went 🥺 #dangerous#crash #hurt #carcrash #safe#lucky #caraccessories #drivesafe ♬ original sound – Bcandi

    Perlu diketahui, airbag akan keluar dan mengembang secara otomatis dengan cepat saat mobil mengalami benturan yang sangat keras. Airbag ini berfungsi melindungi bagian vital seperti kepala, leher, dada, dan bagian tubuh lainnya agar tidak membentur dasbor atau area keras di kendaraan.

    Airbag mungkin tidak 100 persen menghindarkan kita dari cedera. Namun airbag dapat mengurangi risiko cedera yang lebih serius akibat kecelakaan.

    Airbag yang paling umum diletakkan di bagian dasbor. Namun mobil dengan fitur lengkap akan menempatkan airbag di berbagai titik agar pengemudi maupun penumpang aman saat berada di dalam mobil.

    Airbag mobil bekerja secara otomatis setelah menerima sinyal dari sensor mobil. Sensor mobil dipasang di beberapa titik. Ketika terjadi benturan keras pada mobil, maka sensor mengirim sinyal agar airbag mengembang.

    Dengan cepat, modul kontrol airbag akan mengaktifkan inflator yang berisi bahan kimia. Bahan ini dapat menghasilkan gas nitrogen yang akan mengisi airbag.

    (rgr/din)





    Sumber : oto.detik.com

  • 4 Tanda Rem Mobil Bermasalah, Jangan Diabaikan!



    Jakarta

    Keselamatan berkendara adalah prioritas utama yang tidak bisa diabaikan oleh setiap pemilik mobil. Salah satu komponen vital yang sering kali terabaikan adalah pengereman. Berikut empat tanda rem mobil mengalami masalah.

    “Rem mobil yang berfungsi dengan baik bukan hanya memastikan keselamatan pengemudi dan penumpang, tetapi juga semua pengguna jalan. Oleh sebab itu, pengguna mobil jangan mengabaikan pengecekan dan perawatan rutin rem mobil demi keamanan dan kenyamanan berkendara,” kata Ferry, Chief Operating Officer Hyundai Gowa.

    Rem memegang peranan penting dalam menjaga keselamatan di jalan. Sistem pengereman yang efektif adalah kunci utama untuk mengendalikan dan menghentikan kendaraan dengan aman. Fungsi rem tidak hanya sebatas mengurangi kecepatan atau berhenti, tetapi juga menciptakan rasa aman dan percaya diri bagi pengemudi.


    Dalam situasi darurat, kemampuan rem yang optimal bisa menjadi perbedaan antara menghindari kecelakaan dan terlibat dalam insiden serius. Selain itu, rem yang berfungsi dengan baik membantu mencegah keausan berlebihan pada komponen lain seperti cakram dan kampas rem. Dengan melakukan perawatan rutin, pemilik kendaraan tak hanya menjaga keamanan berkendara, tetapi juga memperpanjang umur pakai komponen kendaraan dan meningkatkan kenyamanan.

    Tanda-Tanda Rem Mobil Mengalami Masalah

    1. Suara mendecit. Jika terdengar suara mendecit saat pengereman, kemungkinan kampas rem mulai aus. Suara ini biasanya disebabkan oleh gesekan antara kampas rem dan cakram. Mengabaikan tanda ini bisa mengakibatkan kerusakan lebih lanjut pada sistem pengereman.

    2. Berkurangnya cairan rem. Penurunan level cairan rem bisa menunjukkan adanya kebocoran di sistem. Cairan rem yang rendah mengurangi efisiensi rem dan meningkatkan risiko kecelakaan.

    3. Lampu indikator rem menyala. Lampu indikator rem yang menyala pada dashboard adalah sinyal serius adanya masalah. Segera periksa dan tangani agar tidak terjadi kerusakan lebih lanjut.

    4. Pedal rem keras. Jika pedal rem terasa keras saat diinjak, bisa jadi ada masalah pada sistem hidrolik atau master silinder rem. Pedal rem yang keras menyulitkan pengemudi mengontrol kecepatan kendaraan, terutama dalam situasi darurat.

    Kapan Saatnya Mengganti Kampas Rem?

    Mengganti kampas rem secara berkala sangat penting untuk mencegah keausan berlebihan. Tanda-tanda seperti suara mendecit, pedal rem yang terasa keras, atau ketebalan kampas yang menipis menandakan bahwa kampas rem perlu diganti.

    Penggantian kampas rem sebaiknya dilakukan setiap 40.000 hingga 80.000 kilometer atau sesuai dengan pemakaian. Pemeliharaan rem mobil secara rutin adalah langkah preventif yang penting untuk memastikan keselamatan berkendara. Dengan melakukan pengecekan dan perawatan rem secara berkala, pemilik kendaraan dapat menghindari kerusakan serius dan biaya perbaikan yang lebih besar di masa depan.

    (lua/din)



    Sumber : oto.detik.com

  • Lampu Mobil Mewah Jadi Buram, Ini Penyebab dan Solusinya



    Jakarta

    Seiring penggunaan kendaraan, pasti membuat beberapa fungsi kendaraan menurun dan membutuhkan perawatan. Sebut saja seperti head lamp atau lampu utama, hal tersebut juga berlaku untuk mobil-mobil mewah. Tapi kira-kira perawatannya bakal sama layaknya mobil penumpang biasa tidak ya?

    Disampaikan Yoong Motor Jakarta, salah satu yang paling sering dikeluhkan pelangganadalah menurunnya daya pancar lampu Daytime Running Light (DRL) terutama terlihat saat kondisi cuaca sedang tak bersahabat.

    CEO dari Tomi Airbrush dan Yoong Motor Jakarta, Tomy Gunawan, mengatakan penyebab lampu DRL BWM atau mobil Eropa lainnya memudar atau tak terang ada banyak faktornya.

    “Penyebab utama lampu DRL BMW yang memudar biasanya disebabkan oleh faktor durasi pemakaian atau berkaitan dengan usia kendaraan,” ujarnya.


    Faktor lain yang menyebabkan lampu DRL BMW tidak terang, dilihat dari banyaknya keluhan yang datang ke bengkel Tomi Airbrush, ada dua hal penyebabnya, pertama adalah mengenai ring atau akrilik dari lampu DRL itu sendiri yang sudah terbakar. Ini bisa disebabkan karena panas yang bersumber dari lampu Light Emitting Diode (LED). Selain itu, redupnya lampu DRL juga bersumber dari modul yang melemah kinerjanya.

    Bila ingin mengembalikan performa lampu DRL seperti sedia kala, ada dua alternatif, pertama mengganti satu set komponen lampu OEM-nya. Cara ini tentu memerlukan biaya tak sedikit bahkan mencapai kisaran Rp. 20 juta.

    Reparasi lampu BMWReparasi lampu BMW Foto: dok. Yoong Motor

    “Tetapi kini di bengkel Tomi Airbrush dan Yoong Motor Jakarta yang sudah berdiri sejak 29 tahun silam, bisa melayani perbaikan DRL BMW dengan harga yang lebih terjangkau dan proses perbaikan yang memakan waktu sekira 2 hari,” Tomy mengatakan.

    Tomy menambahkan treatment yang dilakukan ialah memperbaiki atau merestorasi ring lampu DRL-nya, sekaligus memeriksa kinerja dari model DRL tersebut. Jika memang modul bermasalah, biasanya dilakukan penggantian agar performa kembali seperti semula. Mengenai biayanya, untuk restorasi atau perbaikan DRL ini dimulai dari Rp 2,5 juta mencakup perbaikan lampu / ring DRL, jika diperlukan penggantian komponen maka akan diinformasikan kepada pemilik mobil.

    “Kami siap melayani berbagai pertanyaan bahkan diskusi mengenai kerusakan lampu-lampu DRL mobil-mobil mewah yang bermasalah, hingga solusi yang tepat menurut kami serta proses perbaikannya pun kami akan jelaskan terperinci,” tutup Tomy.

    (lth/din)



    Sumber : oto.detik.com

  • Dampak Telat Ganti Oli Mesin Setelah Mobil Dipakai Jarak Jauh



    Jakarta

    Bagi para pemilik mobil, jangan lupa melakukan perawatan mobil setelah dipakai buat libur panjang seperti saat libur Idul Adha kemarin. Saat perjalanan jauh, mesin bekerja keras supaya dapat membawa seluruh anggota keluarga melewati berbagai karakter. Ditambah, cuaca panas dan debu meningkatkan risiko mesin rusak.

    Dalam kondisi ini, oli mesin bekerja keras buat menjaga kesehatan mesin. Oli melarutkan kotoran di dalam ruang mesin buat disaring oleh filter oli. Kotoran berasal dari debu yang masuk melalui celah seal yang bocor, terbawa udara yang diisap ke ruang bakar, serta serpihan logam halus akibat gesekan antar komponen mesin.

    Tugas berikutnya adalah membantu menurunkan suhu mesin akibat gesekan antar komponen mesin dengan meneruskan panas ke dinding blok mesin dan selanjutnya diserap oleh cairan radiator. Formula oli mesin juga berupaya mencegah karat pada komponen mesin supaya tahan lama.


    Akibat Tidak Ganti Oli Mesin Setelah Perjalanan Jauh

    Dijelaskan Auto2000 dalam keterangan resminya, sejatinya oli mesin dirancang tahan suhu tinggi, bahkan sebagian titik didihnya ada yang mencapai 200° C. Namun oli tidak memiliki sistem pendingin khusus sehingga sulit melepaskan panas berlebih di jalan macet, ditambah cuaca panas menyengat dalam perjalanan jauh.

    Akibatnya setelah menghadapi kondisi berat perjalanan jauh, struktur senyawa kimia oli mesin akan berubah dan kemampuannya menurun. Karena tidak bisa bekerja secara optimal dalam melindungi komponen mesin, gesekan akan meningkat dan meninggalkan banyak residu logam.

    Jika dibiarkan, kotoran menghambat kinerja mesin dan membuat komponennya rusak akibat gagal menjalankan fungsi utama oli. Residu berlebihan akan menyumbat filter dan pompa oli, bahkan mampat kalau sudah terlalu parah.

    Fungsi oli lainnya seperti membantu melepaskan panas mesin ikut berkurang dan membuat kerja radiator semakin berat. Suhu oli yang terlalu panas akan membuatnya kian encer dan berisiko masuk ke ruang bakar lewat celah ring piston. Kondisi ini sering disebut oli menguap dan berisiko menimbulkan deposit di ruang bakar.

    Jangan lupa, oli mesin yang prima akan menjaga kinerja mesin. Sehingga, performanya selalu optimal dan hemat bensin karena efisien. Selain itu, emisi juga dapat ditekan karena pembakaran berlangsung dengan baik dan deposit karbon sangat sedikit. Manfaat ini akan berkurang kalau kualitas oli turun.

    Meskipun mesin dalam keadaan prima, risiko oli menguap tetap ada. Oli akan menguap karena pada batas suhu tertentu, energi dalam yang mengikat molekul hidrokarbonnya tidak sanggup lagi menahan diri akibat adanya energi panas berlebihan. Semua efek negatif di atas jika diabaikan akan berujung pada mesin jebol sehingga harus turun mesin.

    (lua/rgr)



    Sumber : oto.detik.com

  • Nggak Perlu ke Bengkel, 5 Komponen Mobil Ini Bisa Dirawat Sendiri di Rumah



    Jakarta

    Rutinitas dan kesibukan aktivitas harian, khususnya pengguna mobil pribadi kadang bikin pemilik kendaraan lupa atau terlewat dalam mengecek kendaraannya. Terlebih, bagi para pemilik yang memang sangat sibuk sampai tak sempat datang ke bengkel, kecuali buat melakukan perawatan tertentu. Tapi jangan khawatir, ada perawatan ringan yang bisa dilakukan di rumah.

    Seperti dijelaskan Daihatsu dalam keterangan resminya, ada lima perawatan ringan yang bisa dilakukan di rumah.

    1. Periksa rutin ketinggian air radiator coolant di tangki cadangan. Bila kurang, tambahkan dengan air radiator coolant resmi Daihatsu. Karena kekurangan air radiator dapat
    menyebabkan mesin overheat.


    2. Periksa ketinggian oli mesin di antara batas minimum dan maksimum yang dapat terlihat pada stik cek oli, karena kekurangan oli dapat menyebabkan kerusakan mesin.

    3. Penggunaan air wiper saat menjalankan fungsi wiper sangat penting agar dapat menjaga visibilitas pengendara dan tidak merusak kaca. Pastikan air di tangki wiper juga dalam kondisi terisi penuh yang dapat dilihat dari tangki air wiper.

    4. Pemilik kendaraan yang menggunakan power steering tipe hidrolik bisa melakukan pengecekan minyak power steering dengan melihat batas minimum dan maksimum yang ada pada tangki penampungan minyak power steering. Sebelum mematikan mesin, pastikan roda depan tetap dalam keadaan lurus agar kinerja power steering tetap baik. Gunakan minyak power steering sesuai spesifikasi yang direkomendasikan.

    5. Untuk kinerja pengereman optimal, pastikan ketinggian minyak rem berada pada batas maksimum dan gunakan minyak rem yang telah direkomendasikan. Bila kurang sampai batas minimum dan lampu indikator rem menyala, segera hubungi bengkel resmi terdekat.

    6. Khusus pengguna aki basah, isilah air aki secara berkala agar aki tetap berfungsi secara optimal. Pastikan dengan cara melihat ketinggian cairan aki pada seluruh sel selalu berada antara Lower Level dan Upper Level.

    Selain tips di atas, pelanggan juga dapat memastikan kendaraannya agar selalu dalam kondisi prima dengan melakukan servis rutin atau perawatan khusus di bengkel resmi terdekat.

    (lua/rgr)



    Sumber : oto.detik.com