Blog

  • Investasi Uang THR Lebaran, Enaknya Kemana Ya?

    Jakarta

    Jelang lebaran, uang THR (Tunjangan Hari Raya) akan diberikan kepada pekerja atau karyawan. Jika ingin mengelolanya dengan bijak, ada baiknya detikers menyisihkan uang THR untuk diinvestasikan.

    Investasi sendiri dapat menjadi cara untuk mencapai tujuan keuangan, seperti pendidikan anak hingga dana pensiun. Namun, investor juga perlu menimbang keuntungan dan risiko yang didapat. Berikut rekomendasi sarana investasi dari THR Lebaran.

    Investasi THR Lebaran

    Setelah menggunakan THR untuk keperluan seperti membayar cicilan, membeli kebutuhan pokok, membeli pakaian baru hingga zakat, detikers dapat menyisihkan uang THR untuk berinvestasi emas, reksadana, atau deposito. Berikut penjelasan mengenai masing-masing sarana investasi tersebut.


    1. Emas

    Emas merupakan salah satu investasi dengan risiko yang rendah. Menurut Perencana Keuangan dari Advisors Alliance Group, Andy Nugroho, emas bisa dibeli dari jumlah yang kecil, mulai dari 0,5 gram.

    Ketika berinvestasi emas, perlu dipahami bahwa emas merupakan instrumen investasi yang membutuhkan waktu panjang. Sehingga, tidak bisa satu atau da bulan meraup keuntungan.

    Menurut Perencana Keuangan dari Tatadana Consulting, Teja Sari, fluktuasi emas masih dibilang tidak besar. Harganya akan meningkat jika terjadi kondisi krisis atau tekanan di pasar saham

    2. Reksa dana

    Mengutip laman OJK, dalam skema investasi reksa dana, ada Manajer Investasi (MI) yang mengatur ke mana uang akan diinvestasikan. Dengan reksa dana, risiko investasi akan disebar ke berbagai produk atau instrumen. Hal ini membuat risikonya menjadi lebih rendah.

    Besaran imbal hasilnya akan mengikuti produk reksa dana yang dipilih. Menurut Teja, reksa dana pasar uang mempunyai pergerakan yang relatif dan selalu positif. Meski, target return lebih kecil dibandingkan reksa dana lainnya. Sebelum berinvestasi, calon pembeli harus memahami risiko-risiko dan keuntungan yang bisa didapat ketika membeli produk reksadana.

    3. Saham

    Investasi saham dapat menghadirkan keuntungan saat perekonomian sedang tumbuh. Menurut Indonesia Value Investor, Rivan Kurniawan, ketika mulai berinvestasi saham, para investor bisa menikmati deviden yang kerap diberikan setiap tahunnya.

    Namun, perlu diingat bahwa investasi saham tak selalu menguntungkan. Ada momen naik turun yang akan dialami investor.

    Rivan mengatakan, ketika masuk ke instrumen tersebut usahakan untuk menginvestasikan dana pada saham blue chip dengan kondisi keuangan prima. Hindari berinvestasi di saham ‘gorengan’ sebab bisa membuat rugi. Menurut Andy, investasi saham bisa menjadi pilihan bagi orang-orang yang sudah berpengalaman dalam dunia investasi dan memiliki toleransi risiko yang tinggi.

    4. Deposito

    Deposito juga bisa menjadi salah satu investasi risiko rendah yang bisa dipilih. Deposito adalah salah satu produk penyimpanan uang di bank dengan sistem setoran. Penarikan uang dari deposito hanya bisa dilakukan pada waktu tertentu.

    Bagi detikers yang ingin menggunakan produk syariah bisa memilih deposito syariah. Deposito ini tidak menggunakan bunga melainkan prinsip bagi hasil. Besarannya sudah ditetapkan dalam akad ketika pembukaan produk, yaitu berupa presentase yang berfluktuasi mengikuti kinerja dan juga perolehan keuntungan bank pada jangka waktu tertentu.

    Itulah empat sarana investasi yang bisa dipilih untuk mengalokasikan sebagian uang THR. Sebelum berinvestasi pastikan kamu sudah menimbang dan mengetahui kemungkinan risiko yang didapat ya.

    (elk/row)



    Sumber : finance.detik.com

  • BRI Beri Tips Cerdas Sambut Mudik dan Lebaran


    Jakarta

    Mudik hari raya Idul Fitri menjadi salah satu momen yang dinanti-nanti oleh masyarakat Indonesia. Untuk memeriahkan momen tersebut, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI senantiasa berkomitmen untuk memberikan layanan terbaik melalui jaringan terluas di seluruh penjuru Indonesia.

    Bersamaan dengan itu, BRI juga menawarkan berbagai promo sekaligus tips cerdas untuk menyambut mudik dan lebaran tahun ini.


    1. Rencanakan Anggaran dengan Cermat

    Sebelum memulai perjalanan mudik dan merayakan lebaran, penting untuk membuat rencana anggaran yang detail. Hitung semua biaya yang mungkin timbul, termasuk tiket transportasi, penginapan, makanan, oleh-oleh, dan dana darurat.

    Dengan adanya promo spesial dari BRI yang menawarkan diskon hingga 50%, cashback hingga 50%, dan penawaran beli 1 dapat 2 di berbagai merchant pilihan, masyarakat dapat memanfaatkan penawaran ini untuk menghemat pengeluaran.

    2. Pastikan Saldo Uang Elektronik Anda Tercukupi

    Bagi pemudik yang menggunakan jalan Tol menuju kampung halaman, tentunya BRIZZI sebagai uang elektronik dapat digunakan mengakses seluruh ruas tol di Indonesia.

    BRI memberikan kemudahan dalam proses Top Up BRIZZI yang dapat dilakukan melalui BRImo.

    BRI juga berkomitmen membuat pemudik semakin nyaman dengan memberikan layanan penjualan kartu BRIZZI di 132 titik rest area.

    3. Prioritaskan Keamanan Transaksi Finansial

    Selama melakukan perjalanan mudik dan liburan Lebaran, menjaga keamanan transaksi finansial menjadi hal yang sangat penting.

    Disarankan untuk menggunakan metode pembayaran yang aman dan nyaman, seperti Kartu Debit BRI dan layanan BRImo.

    Selain itu, hindari membawa terlalu banyak uang tunai dan tetap waspada terhadap potensi penipuan atau aktivitas mencurigakan, terutama di lokasi-lokasi yang ramai.

    4. Pulsa dan Paket Data Aman, Silaturahmi Makin Terjaga

    Di era digital saat ini, koneksi internet sudah menjadi kebutuhan yang utama. Terutama saat mudik, koneksi internet sangat penting di antaranya untuk berkomunikasi dengan keluarga jauh, mengakses hiburan saat mudik, serta dapat digunakan untuk akses digital maps.

    BRI berkomitmen untuk membantu para pemudik dengan menyediakan promo bonus paket data s/d 15 GB dan bonus pulsa s/d Rp10.000 dengan pembelian melalui BRImo.

    5. Tabung THR yang Kamu Terima

    Momen silaturahmi saat lebaran identik dengan pemberian Tunjangan Hari Raya (THR). Momen ini tentunya menjadi salah satu yang dinantikan oleh banyak orang.

    Namun, pemberian THR secara tunai dapat mengakibatkan alokasi yang tidak optimal dan meningkatkan risiko kehilangan jika tidak dikelola dengan baik.

    BRI dengan jaringan terluas, hadir dengan mesin Cash Recycle Machine (CRM) atau Mesin Setor dan Tarik Tunai yang tersebar di seluruh Indonesia.

    Dengan menggunakan mesin CRM BRI, kita bisa langsung menabung THR kapanpun serta mengelola uang yang sudah disetorkan lebih bijak dengan BRImo.

    Terkait dengan hal tersebut, Direktur Retail Funding and Distribution BRI Andrijanto mengungkapkan bahwa perseroan berkomitmen penuh untuk memenuhi kebutuhan perbankan masyarakat dalam periode libur lebaran 2024.

    “BRI memastikan keandalan jaringan, promo promo merchant serta complaint handling untuk menemani dapat menikmati momen mudik dan lebaran tahun ini dengan lebih tenang dan bahagia,” ujar Andrijanto dalam keterangan tertulis, Minggu (7/4/2024).

    (prf/ega)



    Sumber : finance.detik.com

  • Stop Lakukan 5 Kesalahan Ini Jika Mau Lepas dari Jeratan Generasi Sandwich


    Jakarta

    Sandwich generation merupakan istilah yang kerap digunakan untuk mereka yang harus menanggung beban dalam membiayai orang tuanya, dirinya sendiri, dan juga anak-anaknya. Bagi mereka, bukan perkara mudah untuk bisa merdeka secara finansial.

    Meski tidak semua orang mengeluh menjadi sandwich generation, namun sebagian besar orang cenderung ingin terbebas dari sandwich generation. Apalagi bagi mereka yang baru meniti karier, lulusan baru, hingga orang tua baru.

    5 Kesalahan Keuangan:

    1. Tidak Membuat Anggaran/Budgeting

    Tidak membuat anggaran sebenarnya adalah salah satu kesalahan terbesar dalam manajemen keuangan. Hal ini merupakan yang paling sederhana namun paling sering diabaikan.


    Buat kebiasaan baru dan mulai catat pengeluaran-pengeluaranmu, sampai sekecil apa pun seperti bayar parkir di minimarket, jajan makanan lewat aplikasi online, hingga top up e-wallet, dengan menggunakan aplikasi, software di komputer, atau secara manual di buku tulis, apapun cara yang paling nyaman.

    Dengan mencatat pengeluaran, kamu bisa langsung mengidentifikasi kategori pengeluaran yang perlu kamu perhatikan. Setelah itu, buat budgeting dan pastikan setiap bulannya kamu tidak jauh melebihi angka yang sudah kamu tentukan.

    Jika pengeluaran kamu sudah stick to the budget, pasti akan lebih mudah untuk menyisihkan uang untuk ditabung.

    2. Mengabaikan Dana Darurat

    Memang, bukan sesuatu yang mudah untuk menyiapkan dana darurat, apalagi kalau pengeluaran tidak diatur. Tapi dana darurat itu penting banget! Simpanan uang ini lah yang akan melindungi dari berbagai kejadian yang tak terduga.

    Misalnya kehilangan pekerjaan tetap, gadget atau alat elektronik di rumah yang rusak, atau juga keadaan darurat medis. Dana darurat sendiri sebaiknya tidak boleh digabungkan dengan tabungan, karena sifatnya adalah pendukung keadaan darurat.

    Saat keadaan keuangan sudah stabil, coba perlahan sisihkan uang untuk dana darurat. Idealnya jumlah dana darurat adalah 1 tahun pendapatan, namun jika masih terasa berat, kamu bisa mulai perlahan dari tiga bulan pendapatan sampai enam bulan pendapatan.

    Selain itu, coba juga untuk menyimpan dana darurat di instrumen keuangan yang bisa memberikan bunga namun dengan minim risiko, tapi pastikan juga dana bisa ditarik kapan saja karena dana darurat harus bisa ditarik secara mendadak.

    3. Tidak Merencanakan Masa Depan

    Motto YOLO (You Only Live Once) memang bagus untuk mereka yang ingin berpetualang dan mencoba banyak kesempatan. Namun demikian, hal ini tidak untuk urusan keuangan.

    Sama halnya dengan membuat anggaran, merencanakan masa depan juga penting. Memproyeksikan keinginan baik jangka pendek, menengah, dan panjang dapat membantu untuk lebih memprioritaskan anggaran-anggaran bulananmu.

    Dari hal kecil seperti ganti gadget, sampai hal yang besar seperti membeli rumah, pendidikan anak-anak, dan merencanakan pensiun. Tanpa rencana keuangan yang jelas, kamu akan kebingungan dan ragu untuk mengambil langkah yang tepat saat keadaan keuangan kamu sudah stabil. Ambil waktu untuk menetapkan tujuan keuanganmu dan buat rencana untuk mencapainya.

    4. Pengelolaan Utang yang Tidak Baik

    Hutang beragam bentuknya, namun yang paling sering ditemui adalah hutang kepada bank melalui kartu kredit. Penggunaan kartu kredit yang tidak bertanggung jawab dapat menyebabkan tagihan yang menggunung karena bunga yang tinggi.

    Saat pengeluaran bulanan sudah stabil, upayakan untuk membayar tagihan kartu kredit secara penuh setiap bulan dan hindari mengambil hutang tambahan kecuali benar-benar diperlukan. Prioritaskan pelunasan hutang untuk menghindari siklus hutang yang berkepanjangan. Untuk mengambil keputusan keuangan yang ‘lebih serius’, pastikan utang-utangmu sudah terlunasi.

    5. Tidak Berinvestasi

    Mungkin sebagian orang berpikir, investasi itu hanyalah untuk mereka yang paham akan saham, reksa dana, dan instrumen-instrumen lainnya. Namun sebenarnya, ada cara sederhana untuk berinvestasi.

    Jika kondisi keuangan sudah stabil, kamu bisa mulai mempertimbangkan langkah-langkah sederhana yang dapat membantu keuangan ‘bertumbuh’ seiring waktu melalui investasi. Bisa dengan membuka deposito atau sejenisnya, yang bisa memberikanmu bunga yang cukup signifikan.

    Dalam mengelola keuangan, penting untuk menghindari kesalahan-kesalahan di atas agar tabungan tetap aman dan berkelanjutan. Dengan memperbaiki kebiasaan keuangan, perlahan tapi pasti, kamu dapat mencapai kestabilan keuangan dalam jangka panjang.

    Jangan mewariskan hutang atau beban ke anak cucu, wariskanlah good financial habit! Bye, sandwich generation, Hello financial freedom!

    (shc/ara)



    Sumber : finance.detik.com

  • Belum Punya Dana Darurat? Ini 5 Tips Kumpulkan Uang buat Jaga-jaga


    Jakarta

    Dana darurat merupakan dana yang disiapkan untuk dapat digunakan dalam keadaan darurat. Simpanan ini berperan penting sebagai perlindungan dari berbagai kejadian yang tak terduga di masa mendatang.

    Dana darurat sebaiknya tidak boleh digabungkan dengan tabungan, karena sifatnya adalah pendukung keadaan darurat. Menyiapkan dana darurat memang bukanlah sesuatu yang mudah, apalagi kalau pengeluaran tidak diatur.

    Tips Kumpulkan Dana Darurat:


    1. Tentukan Tujuan Utama Memiliki Dana Darurat

    – Menetapkan jumlah dana darurat yang dibutuhkan
    – Faktor-faktor yang mempengaruhi jumlah dana darurat

    2. Rencana Pengeluaran dan Penghematan

    – Membuat daftar pengeluaran bulanan
    – Mengidentifikasi area penghematan untuk mengalokasikan ke dana darurat

    3. Pilih Metode Tabungan yang Tepat

    – Memilih rekening tabungan atau investasi yang sesuai
    – Keuntungan dan kerugian dari setiap opsi tabungan
    – (Hyperlink to Allo Grow’s product & promo page)

    4. Automatisasi Proses Menyisihkan Dana Darurat

    – Menggunakan fitur otomatisasi dari bank atau aplikasi keuangan
    – Atau menyisihkan jumlah yang pasti setiap bulannya

    5. Review Secara Berkala

    – Mengadaptasi rencana sesuai dengan perubahan kehidupan atau keuangan

    Memiliki dana darurat adalah langkah penting dalam memastikan kestabilan keuangan kita dan dana darurat juga memberikan ketenangan pikiran dan keamanan finansial dalam menghadapi ketidakpastian masa depan.

    Cobalah untuk perlahan sisihkan uang dana darurat. Idealnya, jumlah dana darurat adalah 1 tahun pendapatan, namun jika masih terasa berat, kamu bisa mulai perlahan dari 3 bulan pendapatan sampai 6 bulan pendapatan.

    Jika setiap bulannya kamu sudah berhasil menyisihkan uang untuk dana darurat, dan masih ada uang yang bisa ditabung, pastikan kamu menabung di tempat yang minim risiko namun tinggi keuntungan. Selamat mencoba dan semoga beruntung!

    (shc/ara)



    Sumber : finance.detik.com

  • Awas THR Cuma Numpang Lewat! Ini 5 Tips Biar Duit Lebih Awet


    Jakarta

    Hari Raya Idul Fitri atau Lebaran menjadi salah satu momentum yang dinantikan banyak orang. Hal ini lantaran, setiap Lebaran masyarakat mendapatkan Tunjangan Hari Raya (THR).

    Sebagian besar masyarakat memilih menggunakan THR untuk berbelanja baju, sepatu, hingga gadget baru. Namun demikian, kebiasaan yang impulsif ini terkadang membuat kantong jebol hingga THR akhirnya ludes, seolah hanya numpang lewat.

    5 Tips Kelola THR:

    1. Pahami Nilai dan Manfaat THR

    THR merupakan pendapatan yang wajib diterima oleh seluruh tenaga kerja yang diberikan oleh pihak pemberi kerja menjelang hari raya keagamaan masing-masing pekerja.


    THR ini di luar pendapatan wajib yang diterima oleh pekerja/buruh. THR saat hari raya juga bisa disebut bonus yang diberikan perusahaan kepada pekerja/buruh. Pemberian THR diatur dalam Permenaker Nomor 6 Tahun 2016 tentang Tunjangan Hari Raya Keagamaan Bagi Pekerja/Buruh di Perusahaan.

    Dengan mengelola dan menyisihkan THR, uang tersebut dapat digunakan untuk tujuan keuangan jangka panjang seperti menabung untuk pendidikan anak, investasi, liburan ke luar negeri, atau ibadah umrah ke tanah suci.

    Oleh karena itu, sangat penting untuk merencanakan penggunaan uang THR dengan bijak. Dengan konsiderasi jangka panjang ini, dapat mencegah uang THR habis karena belanja yang berlebihan.

    2. Rencanakan Penggunaan THR

    Salah satu cara jitu untuk mengelola THR dengan merencanakan penggunaannya secara rinci. Masyarakat bisa memulainya dengan membuat daftar kebutuhan dan prioritas pengeluaran.

    Selain itu, masyarakat juga perlu menetapkan alokasi THR untuk kebutuhan dan tabungan jangka panjang. Menabung untuk jangka panjang ini tidak hanya bisa dilakukan dengan menyimpan uanh di rekening tabungan. Masyarakat bisa menanamkan uangnya pada instrumen investasi.

    Masyarakat bisa mulai mempertimbangkan langkah-langkah sederhana yang dapat membantu keuangan ‘bertumbuh’ seiring waktu melalui investasi. Bisa dengan membuka deposito atau sejenisnya hingga saham, yang bisa memberikanmu bunga yang cukup signifikan.

    3. Hindari Pengeluaran yang Impulsif

    Berhati-hati lah terhadap godaan untuk menghabiskan THR secara impulsif. Meskipun disebut tunjangan hari raya, bukan berarti uang THR harus dihabiskan seluruhnya di hari Lebaran. Masyarakat membuat daftar prioritas dan mengelompokkan mana yang merupakan kebutuhan dan keinginan.

    Selain itu, disarankan pula untuk menghindari pembelian yang tidak direncanakan atau tidak penting. Usahakan untuk berkomitmen terhadap daftar prioritas yang telah dibuat sebelumnya dan mengurangi untuk membeli hal-hal yang kurang prioritas.

    4. Manfaatkan untuk Investasi atau Tabungan

    Menggunakan sebagian dari THR untuk investasi jangka panjang atau tabungan darurat. Dengan menyisihkan sebagian THR untuk investasi, uang akan bertumbuh dan bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan-kebutuhan yang lebih mendesak di kemudian hari.

    Hal ini bisa diwujudkan dengan membuat perencanaan yang matang, mulai dari instrumen yang paling cocok dengan portofolio, target uang yang terkumpul, hingga target penggunaannya.

    Banyak instrumen investasi yang bisa menjadi pilihan. Sebut saja beberap di antaranya yang tergolong aman dan punya risiko kecil yakni deposito atau sejenisnya, hingga reksadana pasar uang.

    5. Buat Rencana Keuangan Jangka Panjang

    Membuat rencana keuangan jangka panjang menjadi salah satu hal yang penting dilakukan, termasuk setelah menerima THR. Dengan perencanaan yang rinci, hal ini akan membantu masyarakat untuk mengalokasikan uangnya dengan tepat dan efisien. Dengan demikian, langkah impulsif pun bisa dikurangi.

    Salah satu tips untuk memulai atau meningkatkan perencanaan keuangan pribadi ialah dengan banyak membaca dan belajar dari orang yang lebih ahli. Hal ini bisa membantu meningkatkan pemahaman kita sehingga bisa membuat perencanaan kita lebih matang.

    Jangan anggap THR seperti uang kaget! Kelola THR dengan baik dan benar, sehingga dengan begitu kita bisa menjadi lebih siap secara finansial untuk menghadapi tantangan yang akan datang. Ingat, tujuan kita adalah financial freedom, bukan financially doomed. Semoga membantu dan semoga THR-mu awet sampai akhir tahun!

    (shc/ara)



    Sumber : finance.detik.com

  • THR Nggak Bikin Kantong Aman Saat Lebaran? Awas ‘Penyakit’ Turunan Ini


    Jakarta

    Merasakan keuangan tetap goyang saat Lebaran meski tunjangan hari raya (THR) sudah didapatkan? Bisa jadi kamu punya ‘penyakit turunan’ ini.

    Perencana Keuangan dari Advisors Alliance Group Indonesia, Andy Nugroho mengatakan, ‘penyakit’ tersebut adalah sandwich generation. Generasi ini biasanya menghadapi beberapa masalah keuangan. Bahkan sekalipun dibantu adanya THR, ia harus pintar-pintar membaginya ke orang tua hingga memenuhi keperluan Lebaran.

    Sandwich generation sendiri merupakan istilah yang disematkan buat mereka yang memiliki peran memenuhi kebutuhan diri, orang tua dan anak-anaknya sekaligus. Dalam peranannya, mereka kerap dipusingkan himpitan kebutuhan finansial apalagi di masa Lebaran seperti ini.


    “Ketika menerima THR, dalam pikirannya langsung akan dibagi tiga yaitu untuk THR orang tua, kebutuhan berlebaran keluarganya sendiri dan kebutuhan untuk disimpan,” kata Andy kepada detikcom, Selasa (9/4) lalu.

    Belum lagi jika banyak keluarga yang harus diberikan angpau Lebaran. Di sisi lain berusaha untuk tetap bisa menabung dari THR yang didapat.

    “Merasa nggak enakan kalau memberi angpau THR kepada sanak saudara hanya sekedarnya. Di sisi lain berusaha untuk tetap bisa menabung dari THR yang didapat,” ucapnya.

    Jika punya kampung halaman sebenarnya ada rasa keinginan untuk mudik. Hanya saja permasalahannya harus memikirkan biaya perjalanan.

    “Ingin mudik pulang kampung namun uangnya diperkirakan tidak cukup untuk meng-cover biaya perjalanannya plus kebutuhan pasca berlebaran,” tutur Andy.

    Untuk keluar dari himpitan keuangan, diperlukan kebiasaan baru dan mulai mencatat pengeluaran-pengeluaran sekecil apa pun. Dengan mencatat pengeluaran, kamu bisa langsung mengidentifikasi kategori pengeluaran yang perlu diperhatikan.

    Setelah itu, buat budgeting dan pastikan setiap bulannya tidak jauh melebihi angka yang sudah ditentukan. Jika pengeluaran kamu sudah stick to the bujet, pasti akan lebih mudah untuk menyisihkan uang untuk ditabung.

    (eds/eds)



    Sumber : finance.detik.com

  • Begini Cara Atur Keuangan buat Ibu-ibu Biar Nggak Boncos!


    Jakarta

    Nilai tukar rupiah tengah melemah terhadap dolar AS hingga mencapai level Rp 16.200. Kondisi ini disebut bisa membuat pengeluaran ibu rumah tangga di Indonesia meroket. Oleh sebab itu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memberi tips agar ibu-ibu bisa mengelola keuangan di tengah melemahnya rupiah terhadap dolar AS.

    Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Pelindungan Konsumen OJK Friderica Widyasari Dewi, mengatakan bahwa kondisi melemahnya rupiah terjadap dolar AS membuat ibu rumah tangga perlu mengelola keuangan. Ia menjelaskan ada beberapa caranya.

    “Kalau ibu-ibu kalau kita ajarkan pengelolaan keuangan, tadi ada dua hal. Pertama kita memisahkan pengelolaan keuangan usaha dengan keuangan keluarga,” kata Kiki, sapaan karibnya di Gedung Perpustakaan Nasional Salemba, Senen Jakarta Pusat, Selasa (23/4/2024).


    Cara kedua, sebut Kiki, adalah mempunyai dana darurat. Ia mengatakan dana itu bisa digunakan jika komoditas pangan naik seperti beras dan berbagai komoditas lainnya.

    Besaran dana darurat pun disarankan berjumlah tiga sampai enam bulan dari total pengeluaran rumah tangga setiap bulan.

    “Kalau keuangan keluarga itu kita selalu mengajarkan ada dana darurat, nanti kalau ada kenaikan harga beras dan lain-lain itu biasanya kita ajarkan bisa tiga sampai enam kali pengeluaran setiap bulan. Tapi orang beda-beda tergantung jumlah anak, kebutuhan setiap bulan dan lain-lain,” imbuhnya.

    Sebelumnya berdasarkan catatan detikcom, Kepala Center of Digital Economy and SMEs Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Eisha Maghfiruha, mengatakan merosotnya nilai rupiah terhadap dolar AS akan membuat pengeluaran ibu rumah tangga di Indonesia meroket. Ini karena, sejumlah komoditas pangan seperti beras, tempe, maupun kacang kedelai diperoleh dari luar negeri.

    “Beras, tempe, soybean dari juga merupakan impor dan lain-lain. Nah ini kalau untuk ibu-ibu pasti kalau harga-harga di pasar naik, pasti kan teriak-teriak ya,” ucap Eisha dalam agenda Diskusi Publik Ekonom Perempuan ‘Kebijakan dan Nasib Ekonomi di Tengah Ketegangan Perang Global’ secara daring, Sabtu (20/4/2024).

    Oleh sebab itu, untuk mencegah daya beli masyarakat menurun, Esiha menyarankan pemerintah perlu mengendalikan harga-harga pangan dan menjaga inflasi. Upaya itu disebutnya perlu dilakukan bersama oleh pemerintah bersama Bank Indonesia (BI).

    “Dari daya beli konsumsi masyarakat, yang diutamakan adalah mereka golongan bawah dan rentan. Perlu dilihat dampak kenaikan harga terhadap daya beli masyarakat,” ujar Eisha.

    Sementara pada hari ini, Selasa (23/4) nilai tukar dolar AS terhadap rupiah pagi ini melemah meski masih bertengger di angka Rp 16.200. Mata uang Paman Sam turun 16 poin (0,10%) ke level Rp 16.208.

    Mengutip data RTI, Selasa (23/4/2024), dolar AS pagi ini berada di level tertingginya pada Rp 16.240 dan terendahnya Rp 16.205. Dolar AS melemah secara harian terhadap rupiah, namun masih menguat secara bulanan hingga setahun terakhir.

    (kil/kil)



    Sumber : finance.detik.com

  • Mau Dompet Makin Tebal di Tahun Politik? 2 Investasi Ini Bisa Dicoba Biar Cuan


    Jakarta

    Sebagai tahun politik, 2024 dianggap sebagai tahun yang penuh ketidakpastian. Konflik Eropa Timur dan Timur Tengah diiringi dengan hadirnya Pemilu 2024 membuat kondisi perekonomian tidak stabil. Lantas, investasi apa yang cocok pada 2024?

    Ini dua rekomendasi investasi ala perencana keuangan Aidil Akbar di tahun politik 2024:

    Emas

    Emas masih jadi favorit masyarakat untuk berinvestasi. Banyaknya pilihan cara dalam berinvestasi emas dan harganya yang cenderung stabil membuat masyarakat percaya untuk memilih emas sebagai produk investasi.


    Aidil mengungkapkan bahwa emas, selain cocok bagi pemula, juga cenderung aman pada tahun politik. Sebab, Aidil meramal harga emas tidak akan turun meski guncangan isu dan kondisi sosial ekonomi terjadi di mana-mana.

    “Di Indonesia ‘kan tahun politik. Itu penuh dengan ketidakpastian. Cenderung orang asing nggak mau masuk dulu ke Indonesia. Bisa jadi, saham bisa turun karena asing cenderung nahan diri,” jelas Aidil kepada detikcom, Jumat (29/12/2023).

    Obligasi

    Tahun 2024 sebagai tahun politik dianggap Aidil tidak akan membawa cuan bagi yang berinvestasi di pasar saham. Ia melandasi pendapat ini dengan ramalan saham turun akibat perusahaan asing cenderung menahan diri melihat kondisi politik.

    Oleh sebab itu, Aidil sarankan agar berinvestasi di surat utang pemerintah atau obligasi. Ia meramal ada kemungkinan banyak obligasi yang dikeluarkan oleh pemerintah. Diimbangi dengan suku bunga yang tinggi, harapannya Anda bisa cuan pada akhir tahun nanti.

    (ara/ara)



    Sumber : finance.detik.com

  • Masih Mahasiswa Juga Harus Jago Atur Keuangan Biar Nggak Boncos!


    Jakarta

    d’Preneur detikcom digelar hari ini, Selasa 5 Maret 2024 di Auditorium Gedung Utama Universitas Tarumanagara (Untar), Jakarta. d’Preneur kali ini mengangkat tema ‘Modal Uang Jajan Wishlist 2024 Jalan’, acara ini berkolaborasi dengan BANK JAGO.

    Ketua Yayasan Tarumanagara Profesor Ariawan Gunadi mengatakan, acara d’Preneur bermanfaat baik bagi mahasiswa, khususnya yang ingin belajar soal perencana keuangan. Menurutnya perencanaan keuangan dibutuhkan saat masuk dunia usaha atau dunia kerja.

    “Acara hari ini perencana keuangan pribadi menurut saya sangat baik karena nanti mahasiswa atau yang hadir, ini bisa banyak belajar perencanaan keuangan dari mulai pribadi sampai nanti manage kalau masuk dunia usaha atau kerja,” katanya dalam d’Preneur detikcom, di Untar, Jakarta, Selasa (5//3/2024).


    Ia mengatakan, mengelola keuangan punya mindset yang berbeda tergantung nominalnya. Semakin tinggi uang yang diterima bukan berarti semakin sedikit uang yang keluar.

    “Saya banyak belajar mengenai perencanaan keuangan sejak dulu. Begitu masuk industri, mengelola uang mulai dari Rp 1, Rp 100 sampai Rp 100 miliar punya mindset beda. Semakin tinggi uang yang kita dapat bukan berarti semakin sedikit yang keluar,” tuturnya.

    Sebab, ada uang yang perlu diinvestasikan, baik yang bersifat liquid maupun fixed asset. Pemahaman seperti ini, kata dia, perlu dipahami sejak muda.

    “Mungkin ada yang kita investasikan, mungkin ada yang liquid, fixed asset, itu musti tahu dari sejak muda untuk punya kelola uang yang baik,” imbuhnya.

    Sebagai informasi, sejumlah perencana keuangan bersertifikat akan menjadi pembicara pada event ini, yakni Edo Velandika CFP (Consumer Business Community Manager Bank Jago) dan Nadia Harsya CFP (influencer). Acara ini bakal dipandu langsung oleh host Indi Arisa.

    (ily/kil)



    Sumber : finance.detik.com

  • 4 Tips Mudah Atur Keuangan Selama Ramadan, Siapa Tahu Butuh


    Jakarta

    Menjaga keuangan tetap sehat perlu dilakukan selama bulan Ramadan. Keuangan yang sehat dapat mencegah kamu dari beban finansial yang memberatkan di kemudian hari.

    Apalagi kebutuhan seseorang cenderung meningkat menjelang hari raya Idulfitri. Oleh karena itu diperlukan kemampuan mengelola uang yang bijak untuk mempersiapkannya.

    Tentu banyak cara bisa dilakukan untuk memastikan pengelolaan uang terjaga sepanjang Ramadan. Mengutip berita detikFinance sebelumnya yang bersumber dari BNI, berikut 4 tips menjalani Ramadan tanpa takut isi dompet terkuras:


    1. Memiliki Rencana Keuangan

    Memiliki rencana keuangan merupakan hal utama yang perlu dilakukan. Cara ini bisa mempermudah seseorang untuk mengatur uang sesuai dengan pos-pos yang telah ditentukan.

    Selain itu, langkah ini juga mempermudah untuk menyusun alokasi pengeluaran selama bulan Ramadan seperti belanja sahur, buka puasa, THR, bersedekah, zakat dan lainnya.

    2. Catat Setiap Pengeluaran

    Mencatat setiap pengeluaran mampu membuat keuangan menjadi lebih sehat sepanjang Ramadan, sebab ketika mencatat setiap pengeluaran, Kamu akan dengan mudah untuk mengetahui secara detail pengeluaran.

    Dengan cara seperti itu, kamu juga bisa lebih mengerem hasrat untuk berbelanja ketika catatan pengeluaran menunjukkan angka yang sudah cukup besar.

    3. Disiplin Pengeluaran

    Sikap disiplin sangat dibutuhkan untuk memastikan agar keuangan tetap sepanjang Ramadan, tanpa memiliki sifat tersebut, keuangan kamu akan terasa lebih boros.

    Pastikan uang yang dikeluarkan sesuai dengan alokasi yang telah ditetapkan, serta usahakan barang yang dibeli harganya di bawah dari alokasi keuangan kamu telah tentukan, sehingga uang lebihnya bisa dimanfaatkan untuk menabung atau beli barang lainnya.

    4. Jangan Sungkan Manfaatkan Promo

    Memanfaatkan promo juga membantu menjaga keuangan tetap sehat. Pasalnya, tak sedikit produsen atau brand yang menghadirkan beragam penawaran menarik dengan harga yang cukup miring.

    (hns/hns)



    Sumber : finance.detik.com