Blog

  • Beda Gula Rafinasi yang Dimakan Tom Lembong dengan Gula Alami

    Beda Gula Rafinasi yang Dimakan Tom Lembong dengan Gula Alami


    Jakarta

    Gula rafinasi jadi sorotan usai dimakan Tom Lembong dalam persidangan. Jenis gula ini berbeda dari gula alami. Lantas, benarkah konsumsinya buruk untuk kesehatan?

    Tom Lembong diperiksa sebagai terdakwa kasus dugaan korupsi impor gula di Pengadilan Tipikor Jakarta pada 1 Juli 2025. Jaksa mendakwa Tom Lembong merugikan negara sebesar Rp 578 miliar.

    Sosoknya disebut menyetujui impor gula tanpa melalui rapat koordinasi dengan lembaga terkait. Dikutip dari detikNews (6/7/2025), persidangan mantan Menteri Perdagangan itu juga menarik perhatian lantaran aksinya.


    Tom Lembong memakan gula yang disebutnya gula rafinasi, sebagai bentuk kekesalannya pada jaksa. Tom ingin menunjukkan apakah gula rafinasi memberi dampak negatif pada tubuhnya. Ternyata ia alami sakit gigi, tapi hilang setelah berkumur.

    Ilustrasi gula rafinasiGula rafinasi banyak dipakai dalam industri produk makanan dan minuman kemasan. Foto: Getty Images/Aphirak Thila

    Lantas, apa itu gula rafinasi yang dimakan Tom Lembong? Dikutip dari GoodRx (18/4/2024), gula rafinasi atau refined sugar merupakan gula alami yang telah melalui pemrosesan sedemikian rupa hingga lebih mudah dikemas atau ditambahkan ke beberapa produk makanan dan minuman kemasan.

    Gula rafinasi berasal dari sumber nabati, seperti tebu atau bit. Tanaman itu diambil cairan gulanya untuk diekstraksi. Cairan tersebut diproses lebih lanjut hingga mengkristal, sebut Cancer Centre (26/7/2022).

    Kristal-kristal tersebut lalu diputar untuk menghilangkan cairannya. Akhirnya terbentuklah molase yang berujung pada terciptanya kristal gula kering.

    Dikutip dari Alodokter (27/12/2024), gula rafinasi kerap ditemukan pada makanan atau minuman kemasan, misalnya es krim, kue kering, atau soda. Gula rafinasi termasuk salah satu jenis gula yang tidak dijual bebas di Indonesia, tetapi hanya diperuntukkan bagi industri makanan atau minuman.

    Bedanya dengan gula alami, gula rafinasi merupakan gula murni yang rendah nutrisi. Sebab kandungannya hanya gula saja, tidak memiliki serat, vitamin, mineral, atau protein.

    Gula rafinasi sering kali dicap buruk untuk kesehatan karena biasa dipakai pada industri makanan atau minuman kemasan, yang terkadang tinggi garam dan lemak jenuhpula.

    Konsumsinya berlebihan bisa berdampak buruk untuk kesehatan. Healthline mencatat, gula rafinasi meningkatkan risiko obesitas, diabetes tipe 2, dan penyakit jantung. Konsumsi makanan mengandung gula rafinasi juga dikaitkan dengan kemungkinan lebih tinggi terkena depresi, demensia, penyakit hati, dan beberapa jenis kanker.

    Sementara itu, gula alami adalah gula yang terkandung secara alami dalam makanan. Misalnya gula pada buah, madu, atau susu.

    Ilustrasi buah apelApel, salah satu sumber gula alami. Foto: Getty Images/Hakase_

    Konsumsi gula alami lebih bagus untuk kesehatan karena biasanya masih mengandung nutrisi lainnya. Contohnya buah yang tidak hanya mengandung gula, tapi juga serat, vitamin, dan mineral. Lalu pada susu juga ditemukan protein dan vitamin.

    Meski umumnya gula alami lebih menyehatkan daripada gula olahan, tapi tetap saja pada beberapa kasus, jenis gula alami tidak sesehat itu. Healthline mengungkap, contohnya adalah jus buah/smoothies kemasan. Produk ini kurang menyehatkan karena sudah tidak mengandung serat alami, seperti yang didapat ketika seseorang makan buah utuh.

    Lalu pada madu dan sirup maple. Keduanya memang bisa jadi alternatif pemanis alami yang lebih sehat, tapi pemanis tersebut tetap rendah serat dan tinggi gula. Jadi konsumsinya lebih baik tetap secukupnya.

    (adr/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • Paus Leo XIV Bakal Kunjungi 2 Negara Muslim saat Tur Apostolik, Ini Alasannya

    Paus Leo XIV Bakal Kunjungi 2 Negara Muslim saat Tur Apostolik, Ini Alasannya



    Istanbul

    Paus Leo XIV akan menggelar tur Apostolik perdana. Sang Paus akan berkunjung ke dua negara Muslim, yaitu Turki dan Lebanon. Apa alasannya?

    Paus Leo XIV dijadwalkan akan berkunjung ke Turki dan Lebanon pada akhir bulan November dan awal Desember mendatang.

    Ini akan menjadi perjalanan apostolik perdana sang pemimpin umat Katolik sedunia itu ke luar negeri, sejak terpilih pada bulan Mei 2025 lalu.


    Perjalanan apostolik perdana Paus Leo XIV ini terbilang menarik, lantaran sang Paus memilih dua negara dengan mayoritas penduduknya Muslim atau beragama Islam.

    Menurut data CIA World Factbook per tahun 2022, persentasi populasi Lebanon mencakup 67,8 persen umat Muslim dan 32,4 persen umat Kristiani dengan mayoritas umat Katolik Maronite.

    Sementara itu, sebanyak 99,8 persen populasi Turki beragama Islam. Hanya 0,2 persen warga Turki yang menganut agama Kristiani dan Yahudi.

    Direktur Kantor Press Vatikan, Matteo Bruni, mengatakan Paus telah “menerima undangan dari Kepala Negara dan otoritas Gereja” di kedua negara tersebut.

    Bruni menambahkan, kunjungan ke Turki akan “mencakup ziarah ke İznik untuk memperingati 1.700 tahun Konsili Nicea Pertama.”

    Sementara itu, untuk rincian agenda kunjungan apostolik ke Lebanon akan diumumkan lebih lanjut secara resmi oleh perwakilan Vatikan.

    Berbicara kepada Olivier Bonnel dari Vatican News, Vikaris Apostolik Beirut, Uskup César Essayan, menyebut kunjungan Paus Leo XIV ke Lebanon sebagai “tanda besar harapan” bagi kawasan yang sedang dilanda konflik.

    “Kami sungguh berharap, kunjungan ini akan membawa embusan damai dan menjadi momen pembaruan bagi kita semua, serta menegaskan bahwa tidak ada jalan bagi umat manusia selain melalui perdamaian yang lahir dari dialog, keadilan, dan penghormatan terhadap martabat setiap manusia,” ucap Essayan.

    Uskup Essayan kemudian menegaskan, baik umat Kristen maupun Muslim Lebanon menantikan kedatangan Paus Leo XIV.

    “Mereka ingin mendengar suara yang kini jarang terdengar, suara seorang pastor, seorang ayah yang menginginkan manusia hidup sebagai saudara, dan yang membawa bahasa lain bagi Lebanon, bukan bahasa perang,” katanya.

    ——–

    Artikel ini telah tayang di CNN Indonesia.

    (wsw/wsw)



    Sumber : travel.detik.com

  • Kisah Hawa, Wisudawan Terbaik UNJ yang Tempuh 80 km Setiap Hari ke Kampus

    Kisah Hawa, Wisudawan Terbaik UNJ yang Tempuh 80 km Setiap Hari ke Kampus



    Jakarta

    Di balik senyum cerianya saat menerima medali Mahasiswa Terbaik dari Rektor Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Prof Komarudin, tersimpan kisah perjuangan panjang seorang Hawa Ainur Maulida. Ia baru saja lulus dari jurusan psikologi.

    Gadis yang akrab disapa Hawa ini juga resmi dinobatkan sebagai Wisudawati Terbaik Fakultas Psikologi UNJ pada Wisuda Semester Genap Tahun Akademik 2024/2025.

    “Perasaan saya campur aduk seperti es doger. Tapi yang pasti, saya sangat senang dan bersyukur,” ujar Hawa, dikutip dari laman UNJ, Jumat (10/10/2025).


    Hawa mengaku masih tak menyangka bisa menjadi wisudawati terbaik di PTN tersebut. Ia sangat bersyukur karena perjuangannya selama ini terbayar dengan manis.

    “Waktu dengar nama saya disebut, saya cuma bisa bilang, ‘Hah? Masa sih?’” kenangnya saat namanya diumumkan sebagai wisudawan terbaik.

    Tempuh 80 km dari Bogor ke Kampus

    Perjalanan Hawa selama kuliah tidaklah mudah. Ia tinggal di Kabupaten Bogor, yang membuatnya harus menempuh perjalanan pulang-pergi sejauh 80 kilometer setiap hari.

    Meskipun ada transportasi TransJakarta, tetapi perjalanan tersebut memakan waktu berjam-jam. Ditambah menjalankan kegiatan lain, Hawa dituntut pandai membagi waktu.

    “Kegiatan saya juga banyak banget, jadi harus pintar-pintar mengatur waktu,” ungkapnya.

    Strategi yang dibuat Hawa agar semua berjalan lancar yakni dengan menyusun jadwal terperinci mulai dari bulanan, mingguan, hingga harian.

    “Kalau sudah di-breakdown dan dijalani dengan konsisten, semuanya aman terkendali,” jelasnya.

    Aktif di Kampus dan Luar Kampus

    Tak hanya berprestasi dalam akademik, Hawa juga banyak memanfaatkan waktu untuk mengembangkan diri di dalam dan luar kampus. Ia pernah menjadi anggota Badan Perwakilan Mahasiswa (BPM) Psikologi UNJ, bergabung dalam komunitas Movie on Campus dan Psychological Health Care, hingga menjadi Project Officer Pengabdian Masyarakat.

    Di luar kampus, Hawa juga aktif menjadi pengurus inti di beberapa organisasi. Ia juga kerap dipercaya menjadi moderator serta MC di berbagai acara.

    Alasan Pilih Jurusan Psikologi

    Bidang yang ia tekuni adalah psikologi industri dan organisasi (PIO). Menurutnya, bidang tersebut sangat relevan dengan dunia kerja saat ini.

    “Saya tahu bahwa lingkungan Psikologi di UNJ sangat positif untuk menunjang perjalanan akademik dan nonakademik saya,” tuturnya.

    Skripsi Hawa pun tak kalah menarik. Ia menulis penelitian berjudul “Pengaruh Budaya Organisasi terhadap Etos Kerja Generasi Z.”

    “Katanya Gen Z etos kerjanya rendah. Emang iya? Nah, di penelitian ini saya cari tahu faktor-faktor yang memengaruhinya, salah satunya budaya organisasi,” jelasnya.

    Semangat Hawa dalam Berkuliah

    Saat ditanya siapa sosok paling berpengaruh dalam hidupnya, Hawa menjawab tegas, ‘Ibu dan mamah’.” Ia menyebut dua sosok perempuan paling kuat baginya tersebut adalah yang paling sabar.

    Selama menempuh pendidikan, Hawa mengaku banyak berubah. Ia jadi berani untuk mencoba banyak tantangan.

    “Dulu saya sering overthinking, sekarang jadi lebih analitis dan kritis,” katanya.

    Ia juga berpesan kepada mahasiswa lain agar berani menantang diri. Menurutnya, dunia kuliah bisa dijadikan tempat untuk memaksimalkan diri.

    Setelah lulus, Hawa berencana terjun ke dunia kerja. Ia ingin mengeksplorasi dunia karier dan memperbanyak pengalaman.

    “Saya ingin eksplorasi bidang kerja dulu, memperluas pengalaman, dan tentu saja, semoga sukses sampai kaya raya,” ujarnya.

    (cyu/twu)



    Sumber : www.detik.com

  • Cegah Sembelit! Konsumsi 5 Makanan Tinggi Serat untuk Melancarkan BAB

    Cegah Sembelit! Konsumsi 5 Makanan Tinggi Serat untuk Melancarkan BAB


    Jakarta

    Sembelit menjadi kondisi yang tak nyaman bagi tubuh. Mengonsumsi asupan kaya serat dan air salah satu solusi yang paling ampuh untuk mengatasi sembelit.

    Sembelit adalah kondisi seseorang sulit buang air besar (BAB). Hal ini disebabkan oleh banyak faktor, seperti kurang minum air, kurang aktivitas fisik, dan kurang asupan serat.

    Dr Mikhail Yakubov, ahli gizi dari Manhattan Gastroenterology, menjelaskan sembelit dapat diobati secara alami, yakni dengan mengonsumsi makanan kaya serat dan tinggi kadar air.


    Dikutip dari NY Post (3/7) berikut 5 makanan untuk melancarkan BAB:

    1. Kiwi

    Duh! Suami Ini 'Ilfeel' Lihat Cara Istri Makan Buah Kiwi!Buah kiwi mengandung serat larut dan serat tidak larut. Foto: Site News

    Menurut Dr Mikhail Yakuboc, buah kiwi bagus untuk kesehatan usus. Buah berbulu ini kaya akan serat larut dan tidak larut.

    Selain itu, kiwi juga mengandung enzim yang disebut actinidin. Enzim tersebut berperan untuk membantu merangsang pencernaan. Dr Mikhail menyarankan untuk makan 1-2 buah per hari.

    “Kiwi merupakan pilihan yang baik karena rendah gula dan tidak menyebabkan kembung, seperti beberapa buah lainnya,” ujar Dr Mikhail.

    2. Chia Seed

    Meskipun ukurannya kecil-kecil, chia seed atau biji chia memiliki manfaat yang berkali-kali lipat dari ukurannya. Chia seed dapat membentuk zat seperti gel yang menambah volume dan melunakkan tinja.

    Dr Mikhail menjelaskan chia seed kaya akan omega-3 dan serat. Kandungan seratnya dapat membantu meningkatkan pergerakan usus dan proses buang air besar.

    Dr Mikhail menyarankan untuk menambahkan 2 sendok makan chia seed ke dalam air, yogurt, atau smoothie. Pastikan untuk mendiamkan setidaknya selama 10 menit agar mengambang sebelum dimakan.

    Makanan untuk melancarkan BAB ada di halaman berikutnya.

    3. Kopi

    Minum Kopi Hitam di Pagi Hari Bisa Bantu Turunkan Berat BadanKafein pada kopi mampu merangsang otot-otot untuk melancarkan BAB. Foto: Ilustrasi iStock

    Minum secangkir kopi di pagi hari ampuh melancarkan BAB. Kafein yang terkandung merangsang otot-otot usus besar, sehingga proses BAB lancar.

    “Secangkir kopi di pagi hari dapat membantu menstimulasi kerja usus,” tutur Dr Mikhail.

    Namun Dr Mikhail memperingatkan jika terlalu banyak mengonsumsi kafein dapat memiliki efek dehidrasi. Kondisi ini dapat memicu sembelit, sehingga perhatikan asupan kopi per hari.

    4. Bayam

    Sayur bayam memiliki kadar air yang tinggi sekitar 90-95%. Selain itu, bayam merupakan sumber magnesium yang baik sehingga membantu menarik air ke dalam usus.

    Dr Mikhail menjelaskan bahwa bayam juga mengandung dengan serat dan zat besi. Dua nutrisi tersebut sangat penting untuk mengatasi sembelit yang dikaitkan dengan anemia.

    “Serat pada bayam akan menambah massa dan melunakkan tinja, sehingga lebih mudah dikeluarkan,” tutur Dr Mikhail.

    5. Oatmeal

    Sarapan Oatmeal Bisa Kendalikan Kolesterol? Ini 5 FaktanyaOatmal mengandung serat. Foto: Getty Images/Creativeye99

    Oatmeal bisa menjadi menu sarapan yang ideal. Oatmeal mengandung banyak serat larut, terutama beta-glukan yang akan melunakkan tinja dengan menarik air ke dalam usus.

    Sebuah penelitian terbaru menemukan manfaat mengonsumsi oatmeal secara teratur dapat mengurangi risiko terkena diabetes tipe 2, penyakit kardiovaskular, dan obesitas.

    “Namun hindari oatmeal kemasan yang diolah secara berlebihan, karena oatmeal kemasan seringkali mengandung gula tambahan yang dapat memperlambat gerakan,” saran Dr Mikhail.

    (raf/dfl)



    Sumber : food.detik.com

  • Soal Larangan Pendaki Masuk ke Goalpara-Curug Sudin, Ini Kata TNGGP

    Soal Larangan Pendaki Masuk ke Goalpara-Curug Sudin, Ini Kata TNGGP



    Sukabumi

    Ramai soal papan merah bertuliskan “Dilarang Memasuki Kawasan Taman Nasional” di jalur kampung sekitar Kecamatan Sukaraja, Sukabumi. Ini penjelasan pihak TNGGP.

    Kawasan hijau dengan pemandangan sejuk itu viral karena ramai dikunjungi wisatawan untuk trekking ke Curug Sudin atau Curug Rasta.

    Humas Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (BBTNGGP), Agus Deni pun menjelaskan, kawasan tersebut termasuk ke dalam area konservasi Resor Goalpara Taman Nasional Gunung Gede Pangrango.


    Salah satu titik yang sering menjadi perhatian adalah Curug Sudin, air terjun alami yang tersembunyi di dalam kawasan hutan tersebut.

    “Larangan itu bukan tanpa dasar. Sesuai Pasal 50 ayat 3 huruf a UU No. 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan, setiap orang dilarang memasuki, menggunakan, atau menduduki kawasan hutan secara tidak sah,” kata Agus Deni saat dikonfirmasi, Selasa (7/10).

    Agus menegaskan, papan larangan itu bukan bertujuan menutup akses masyarakat, melainkan untuk menjaga ekosistem agar tetap lestari. Hingga saat ini, kata dia, potensi Objek dan Daya Tarik Wisata Alam (ODTWA) curug tersebut belum dibuka untuk umum.

    “Tujuannya bukan melarang orang menikmati alam, tapi agar alam tetap lestari dan fungsi konservasi tidak terganggu,” ujarnya.

    Menurut Agus, bila suatu saat kawasan seperti Curug Sudin akan dibuka untuk wisata alam, maka seluruh prosesnya harus melalui kajian dan prosedur resmi.

    “Kajian itu penting supaya wisata tetap aman, berkelanjutan, dan tidak merusak fungsi konservasi,” tegasnya.

    Pesona Curug Sudin Masih Sangat Alami

    Curug Sudin, atau yang oleh sebagian warga disebut Curug Rasta, berada di wilayah Desa Langensari, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi.

    Lokasinya berada di ketinggian sekitar 1.300 meter di atas permukaan laut (mdpl), dengan kondisi lingkungan yang masih sangat alami dan minim sentuhan manusia.

    Akses menuju Curug Sudin tidak mudah. Medannya cukup menantang dengan jalur yang menembus vegetasi lebat dan perkebunan teh. Namun bagi sebagian pegiat alam, keindahan air terjun dan udara sejuk di sekitarnya menjadi daya tarik tersendiri.

    Keasrian inilah yang membuat kawasan tersebut masuk dalam zona konservasi. Aktivitas tanpa izin, seperti mendirikan tenda, membuka jalur baru, atau kegiatan wisata liar, berpotensi merusak keseimbangan ekosistem.

    “Kalau masyarakat ingin menikmati alam, silakan melalui jalur resmi dan kegiatan yang sudah dikaji. Jangan nekat masuk ke wilayah konservasi karena risikonya besar, baik bagi keselamatan maupun kelestarian hutan,” ujar Agus.

    “Pada prinsipnya apabila memasuki kawasan konservasi seperti taman nasional wajib memiliki surat izin memasuki kawasan konservasi (SIMAKSI),” tutupnya.

    ——-

    Artikel ini telah naik di detikJabar.

    (wsw/wsw)



    Sumber : travel.detik.com

  • Sorot Dampak Psikis Ponpes Ambruk pada Santri, Dosen IPB Sarankan Langkah Ini

    Sorot Dampak Psikis Ponpes Ambruk pada Santri, Dosen IPB Sarankan Langkah Ini


    Jakarta

    Ambruknya Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Sidoarjo, Jawa Timur menimbulkan 67 korban jiwa dan 104 korban selamat. Sejumlah korban selamat mengalami luka-luka dan harus menjalani amputasi usai tertimpa reruntuhan beton bangunan musala ponpes.

    Menyorot dampak peristiwa ini pada santri, psikiater dan dosen Fakultas Kedokteran (FK) IPB University, dr Riati Sri Hartini, SpKJ, MSc menekankan pentingnya perhatian pada aspek kesehatan mental para korban selamat. Ia mengatakan, trauma dapat berpengaruh signifikan terhadap motivasi belajar dan kehidupan sehari-hari.


    Dampak Trauma pada Santri

    Dijelaskan Riati, bagian otak yang disebut sistem limbik berperan dalam mengatur emosi dan rasa takut. Saat seseorang mengalami trauma, bagian otak ini menjadi sangat aktif.

    “Akibatnya, bagian otak depan yang berfungsi untuk berpikir, fokus, dan mengambil keputusan bekerja kurang optimal,” jelas Riati, dikutip dari laman IPB University, Jumat (10/10/2025).

    Ia menambahkan, kondisi tersebut membuat korban trauma kerap kesulitan berkonsentrasi. Mereka juga dapat menjadi mudah cemas dan kehilangan semangat belajar.

    Dampak pada Setiap Anak Bisa Sangat Berbeda

    Riati mengatakan, dampak psikologis yang dialami setiap santri dapat sangat berbeda-beda. Beberapa faktornya antara lain pengalaman santri bersangkutan saat peristiwa berlangsung dan bagaimana ia memaknai kejadian tersebut.

    Melansir detikJatim, sejumlah santri tertimpa beberapa hari tanpa makan dan minum sebelum berhasil dievakuasi. Ada juga santri yang tangannya terpaksa diamputasi kendati masih dalam kondisi kondisi di bawah bawah reruntuhan karena tangannya terimpit beton.

    Di samping itu, ada juga korban selamat yang sebelumnya mengajak temannya untuk salat Asar berjamaah di musala tersebut. Temannya meninggal dalam peristiwa tersebut.

    “Ada yang hanya melihat dari jauh, ada yang merasakan langsung getaran atau reruntuhan, bahkan mungkin ada yang terluka,” kata dr Riati.

    Saran Penanganan Trauma

    Riati mengatakan, atas masing-masing pengalaman santri tersebut, perlu dilakukan penanganan trauma secara hati-hati dan berkelanjutan. Dalam hal ini, penting untuk melakukan penilaian psikologis secara individual agar dapat mengetahui dampak peristiwa ini secara psikis terhadap setiap santri.

    “Jadi, tidak bisa disimpulkan secara umum bahwa semua santri akan mengalami hal yang sama,” ucapnya.

    Obati Rasa Takut Dulu, Baru soal Semangat Belajar

    Sementara itu, ia mengatakan langkah utama yang perlu dilakukan sebelum mengembalikan semangat belajar adalah mengobati rasa takut santri dulu.

    dr Riati mengatakan, semangat belajar dapat pulih setelah emosi stabil.

    “Yang utama adalah membantu mereka berdamai dulu dengan rasa takutnya. Rasa takut itu perlu diterima dan dilepaskan secara bertahap, bukan ditekan. Setelah emosi mulai stabil, semangat belajar akan pulih dengan sendirinya karena pusat berpikir di otak sudah bisa berfungsi dengan normal lagi,” jelasnya.

    Butuh Dukungan Emosional dan Lingkungan Aman

    Riati mengatakan, dampak psikologis jangka panjang pada anak-anak korban selamat bergantung pada berbagai faktor. Beberapa di antaranya yakni kepribadian, cara pandang terhadap peristiwa, dukungan sosial dari orang sekitar, faktor genetik, dan nilai-nilai spiritual yang dimiliki.

    Sementara itu, ia mengingatkan, anak yang mendapatkan dukungan emosional dan lingkungan yang aman biasanya lebih cepat pulih daripada yang tidak mendapatkannya.

    (twu/nwk)



    Sumber : www.detik.com

  • Bikin Langsing! 5 Makanan Rendah Kalori Ini Cocok Buat Diet

    Bikin Langsing! 5 Makanan Rendah Kalori Ini Cocok Buat Diet


    Jakarta

    Tak hanya padat nutrisi, beberapa bahan makanan juga rendah kalori. Ahli gizi menyarankan bahan makanan ini bagus dikonsumsi rutin saat diet.

    Tidak semua makanan bernutrisi sepenuhnya sehat. Ada beberapa makanan seperti buah dan sayur yang juga memiliki kalori tinggi.

    Asupan sayur dan buah berkalori tinggi sekilas tak bermasalah, tetapi bagi pelaku diet konsumsinya harus dibatasi. Agar hasil diet tetap efektif, mulai selektif dalam memilih makanan harus dilakukan.


    Seperti mengutamakan konsumsi beberapa makanan rendah kalori yang dilansir dari Times of India, Sabtu (1/7). Karakternya yang mudah dikombinasikan dalam berbagai hidangan tidak akan membosankan.

    Baca juga: Berusia 60 Tahun, Bakery Legendaris di Lebanon Ini Tetap Jadi Primadona

    Berikut ini 5 makanan sehat rendah kalori yang cocok untuk diet:

    BayamBayam yang tinggi serat mengandung kalori yang rendah, cocok untuk pelaku diet. Foto: Getty Images/PoppyB

    1. Sayuran Hijau

    Sayuran hijau ada banyak jenisnya. Sawi, selada, caisim, hingga bayam mudah ditemukan di Indonesia baik di pasar swalayan maupun pasar tradisional.

    Sayuran hijau menjadi salah satu jenis sayuran yang paling mudah dimasak dan dipadukan dengan makanan lain. Seratnya yang tinggi membuat sayuran hijau disarankan bagi pelaku diet.

    Dalam seikat bayam, misalnya, telah dilengkapi vitamin A, C, zat besi, serat, hingga kandungan air yang menghidrasi tubuh. Sebanyak 30 gram sayuran hijau hanya mengandung sekitar 7 kalori saja.

    2. Putih Telur

    Bagi pegiat kebugaran, putih telur menjadi asupan favorit. Sumber protein rendah lemak ini dapat diandalkan untuk membentuk massa otot tanpa menambah massa lemak.

    Putih telur dapat diolah menjadi berbagai hidangan. Mulai dari direbus, diceplok, atau didadar.

    Tetapi harus dipastikan dalam proses memasaknya tidak menggunakan banyak minyak atau bahan tambahan yang tinggi kalori. Pada 100 gram putih telur kandungan kalorinya hanya 52 kalori.

    Makanan rendah kalori yang cocok untuk diet lainnya berlanjut di halaman berikutnya.

    3. Kembang Kol

    Di Indonesia sayuran kembang kol mudah ditemukan dari pasar swalayan hingga pasar tradisional. Harganya juga terbilang terjangkau dan tidak fluktuatif.

    Sayangnya sayuran ini belum terlalu diandalkan oleh orang Indonesia sebagai asupan saat diet. Padahal banyak pegiat diet sehat di negara lain sudah mengganti asupan karbohidratnya dengan kembang kol.

    Pada 100 gram kembang kol, kandungan kalorinya hanya 25 kalori. Sayuran ini juga mulai populer untuk disajikan sebagai nasi kembang kol atau cauliflower rice.

    Alpukat untuk naikkan berat badan anakWalaupun kalorinya tak terlalu rendah, alpukat memberi rasa kenyang lebih lama sehingga mencegah banyak ngemil. Foto: Getty Images/Iamthatiam

    4. Alpukat

    Jika hanya melirik jumlah kalorinya, alpukat tidak terlalu rendah kalori. Namun mempertimbangkan kandungan nutrisinya yang padat, konsumsi buah ini dapat diandalkan.

    Alpukat memiliki kandungan lemak sehat yang padat sehingga menjaga perut agar kenyang lebih lama. Dampak jangka panjangnya, alpukat dapat membantu mengendalikan gula darah serta menambah lezat suatu makanan.

    Alpukat bisa dipadukan dengan roti panggang atau dinikmati sebagai buah segar, sebaiknya hindari bahan tambahan tinggi kalori agar lebih sehat. Satu buah alpukat berukuran sedang mengandung 200-300 kalori yang cocok dikonsumsi terutama setelah olahraga.

    5. Air Lemon

    Ketika diet, banyak orang mencari asupan nol kalori. Mengganti minuman dengan sekadar air putih, misalnya, dianggap jauh lebih sehat.

    Agar waktu minum terasa lebih menyegarkan, tak ada salahnya untuk menambahkan perasan air lemon. Sesekali mengganti asupan hidrasi dengan teh herbal juga disarankan ahli gizi.

    Secangkir air dengan perasan lemon mengandung kalori hanya 0,4 kalori saja. Sementara jika menyeruput teh herbal, memberikan asupan 2-3 kalori untuk tubuh per cangkirnya.

    Baca juga: 4 Fakta Matilda Cake, Kue Cokelat Berlapis yang Viral gegara Film Lawas

    (dfl/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • https://travel.detik.com/travel-news/d-8153297/ironi-timor-tengah-utara-alamnya-indah-tapi-air-susah?single=1

    https://travel.detik.com/travel-news/d-8153297/ironi-timor-tengah-utara-alamnya-indah-tapi-air-susah?single=1

    https://travel.detik.com/travel-news/d-8153297/ironi-timor-tengah-utara-alamnya-indah-tapi-air-susah?single=1



    Sumber : travel.detik.com

  • Tips Tembus Jurnal Top Tier, Profesor Unair Cerita Bagaimana Tembus Nature

    Tips Tembus Jurnal Top Tier, Profesor Unair Cerita Bagaimana Tembus Nature


    Jakarta

    Ada sejumlah tips agar bisa menembus jurnal top tier internasional. Hal ini disampaikan Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, dan Community Development Universitas Airlangga (Unair), Prof dr Muhammad Miftahussurur, MKes, SpPD, KGEH, PhD.

    Prof Miftah turut membagikan pengalamannya bagaimana bisa menembus jurnal Nature. Apa saja tips yang bisa dicoba ini?

    Tips Tembus Jurnal Internasional

    Prof Miftah menegaskan pentingnya memilih jurnal yang tepat. Ia menilai, peneliti perlu mengenali jurnal-jurnal favorit di bidang ilmu masing-masing dan tidak hanya terpaku pada peringkat kuartil.


    Ia juga mengatakan, penting untuk memahami karakter jurnal hingga selera editor. Prof Miftah memaparkan saran yang pernah diterimanya.

    “Saya pernah disarankan sensei saya, kalau mau submit ke jurnal A, jangan analisis bakterinya, tapi analisis human-nya, karena editornya lebih suka itu. Memahami karakter seperti ini penting,” ungkapnya dalam program Unair Menulis edisi spesial pada Senin (6/10/2025).

    “Kalau panjenengan sering berafiliasi dengan teman-teman di luar negeri, sebenarnya kita itu sudah mempunyai jurnal-jurnal favorit yang mungkin saja dia tidak masuk top tier atau Q1, tapi jurnal itu bagus,” imbuhnya, dikutip dari laman Unair.

    Cerita Saat Tembus Nature

    Prof Miftah bercerita bagaimana ketika ia berhasil menembus jurnal Nature. Mengetahui keterbatasan fasilitas dan dana riset di Indonesia, maka ia memilih strategi untuk tidak bersaing langsung di bidang keilmuan murninya.

    Ia menggeser fokus riset bakteri Helicobacter pylori untuk memprediksi migrasi manusia. Topik ini menurutnya diminati oleh grup riset terkemuka dari Max Planck Institute di Jerman.

    “Saya tahu kalau saya murni ngomongin tentang pylori, maka saya akan kalah dalam kompetisi karena fasilitas dan dana,” ujarnya.

    Maka, Prof Miftah berkolaborasi dengan grup riset tersebut, salah satunya dengan mengirim timnya ke Shanghai untuk analisis data bersama. Ia berpendapat keterbatasan dapat diatasi dengan memaksimalkan sumber daya lain melalui kolaborasi.

    Menurutnya, apabila tidak memiliki uang, maka ada waktu. Jika tidak memiliki waktu, maka ada sumber daya.

    “Kita kerahkan ke sana. Dengan cara ini kita bisa (menembus jurnal top),” ujarnya.

    Variabel Penting Tembus Jurnal Top Tier

    Prof Miftah menggarisbawahi tiga variabel penting untuk menembus jurnal top tier, yakni riset yang teliti (rigorous research); adanya kebaruan (novelty) dan signifikansi; dan reputasi jurnal tersebut sendiri.

    Ia membeberkan pengalamannya menerbitkan riset dengan tema yang sama seperti profesornya 15 tahun lalu. Penelitian profesornya masuk jurnal dengan impact factor 10, sedangkan miliknya masuk dengan impact factor 3 karena tingkat novelty yang berbeda.

    (nah/pal)



    Sumber : www.detik.com

  • Bukan Stevia, Dokter Jantung Sebut Pemanis Ini Lebih Aman Buat Gula Darah

    Bukan Stevia, Dokter Jantung Sebut Pemanis Ini Lebih Aman Buat Gula Darah


    Jakarta

    Dibandingkan gula pasir, ada pemanis yang diungkapkan lebih aman untuk gula darah. Sampai-sampai kardiologis menyarankan pemanis alternatif ini.

    Konsumsi manis memiliki efek seperti dua mata uang. Pada satu sisi, asupan gula tetap dibutuhkan tubuh, tetapi dapat berdampak negatif jika dikonsumsi berlebihan.

    Kekhawatiran yang muncul akibat konsumsi gula kerap meresahkan pelaku diet sehat. Sebagian besar orang mulai berbondong-bondong mencari pemanis alternatif untuk dikonsumsi sehari-hari.


    Dilansir dari Hindustan Times, Sabtu (5/7), ada satu jenis pemanis alternatif yang disarankan oleh dokter spesialis jantung dan pembuluh darah (kardiologis). Efeknya jauh lebih sehat untuk gula darah, tetapi pemanis ini bukan stevia.

    Bukan Stevia, Dokter Jantung Sebut Pemanis Ini Lebih Aman Buat Gula DarahAllulosa diungkap oleh dokter jantung jauh lebih sehat daripada stevia. Foto: Getty Images/Luis Echeverri Urrea

    Adalah allulosa, jenis pemanis alternatif, yang lebih disarankan. Dr Alok Chopra, menyebut allulosa tidak memicu lonjakan gula darah atau kadar insulin.

    Melalui akun Instagram pribadinya, @dralokchopra, ia juga menyebut rasa allulosa paling mirip dengan gula pasir. Begitupula ketika masuk ke dalam tubuh penyerapannya lebih maksimal.

    “Allulosa adalah pemanis alternatif langka yang tidak memicu gula darah maupun kadar insulin, sehingga membuatnya menjadi pilihan yang menjanjikan pada pasien diabetes atau kondisi resistensi insulin,” tulisnya pada salah satu unggahan.

    Allulosa juga melalui proses pencernaan yang berbeda di dalam tubuh. Ketika dikonsumsi sebanyak 70% dari asupannya akan diserap oleh darah dan kembali dibuang melalui urin.

    Allulosa juga punya tiga keunggulan khasiatnya. Pertama, rendah kalori karena hanya 0,2-0,4 kalori per gram. Kemudian allulosa juga ramah untuk gula darah dan dapat meningkatkan metabolisme serta pembakaran lemak.

    Pada beberapa bahan makanan, allulosa ditemukan secara alami walaupun kadarnya hanya sedikit. Misalnya seperti pada gandum, buah tin, kismis, molases, sirup maple, nangka, dan kiwi.

    Pada pemanis dan minuman seperti karamel, jus, serta kopi, konon juga terkandung allulosa di dalamnya. Namun dalam produk komersial, allulosa dibuat secara enzim yang mengubah fruktosa (seperti pada sirup dan bit) agar lebih murah.

    Alasan bukti penelitian yang belum terlalu kuat, sayangnya, membuat allulosa diterima di sebagian negara tetapi ditolak di sebagian negara lainnya. Kanada, menjadi salah satu negara yang menolak penjualan allulosa sebab keraguannya pada efek jangka panjang.

    (dfl/adr)



    Sumber : food.detik.com