Blog

  • Anak Penjual Sayur Jadi Founder Startup, Ini Kisah Para Penerima KIP Kuliah

    Anak Penjual Sayur Jadi Founder Startup, Ini Kisah Para Penerima KIP Kuliah



    Jakarta

    Mengukir prestasi bukanlah hal mustahil, bahkan bagi mereka yang hidup dalam keterbatasan. Sejumlah mahasiswa telah membuktikan bahwa kondisi ekonomi bukanlah penghalang untuk bermimpi besar. Kekurangan yang dialami justru menjadi titik awal perubahan.

    Melalui program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah, 3 mahasiswa Universitas Padjadjaran (Unpad) berhasil menunjukkan bahwa tekad dan kerja keras mampu menembus segala batas. Mereka membuktikan keterbatasan bukan alasan untuk menyerah.

    Salah satunya adalah Fahmi Nur Halim, mahasiswa Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Unpad. Sejak duduk di bangku SMP, Fahmi telah menanamkan satu mimpi sederhana dalam hatinya, bisa melanjutkan pendidikan tinggi.


    Di balik cita-cita itu, ada perjuangan orang tua yang penuh kasih. Sang ibu berjualan sayur, sementara ayahnya berprofesi sebagai penjual jamu. Dari tangan-tangan sederhana itulah, semangat Fahmi untuk menempuh pendidikan lahir dan tumbuh semakin kuat.

    “Sejak SMP saya sudah menargetkan bisa dapat KIP. Waktu itu belum tahu akan kuliah di mana, tapi saya yakin pendidikan adalah jalan untuk memperbaiki hidup,” ujarnya dikutip dari laman Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek), Jumat (17/10/2025).

    Keyakinan tersebut terbukti. Melalui KIP Kuliah, Fahmi tidak hanya menempuh pendidikan, tapi juga berkembang sampai menjadi mahasiswa berprestasi nasional.

    Fahmi berhasil meraih Mahasiswa Berprestasi Nasional kategori Pengelolaan dan Pemberdayaan 2024, Juara 1 Road to MITReap Innovation Ecosystem Chapter Java, serta menjadi finalis Clash of Champions Ruangguru 2024.

    “Bagi saya, KIP-Kuliah itu katalis yang mempercepat saya menemukan dan mengembangkan potensi diri. Saya bisa ikut lomba, berjejaring, dan belajar tentang banyak hal,” ujar Fahmi.

    Rafli, Mahasiswa dengan 53 Lomba dan IPK 4

    Kisah inspiratif lain datang dari Rafli Iltizamulloh, mahasiswa Fakultas Psikologi Unpad angkatan 2022. Ia juga mengaku lahir dari keluarga sederhana.

    Ayahnya buruh tani dan ibunya seorang ibu rumah tangga. Rafli menjadikan pendidikan sebagai pijakan untuk mengubah nasib.

    “Mungkin kita boleh lahir di mana saja. Kita mungkin boleh lahir dengan ekonomi ke bawah, ekonomi menengah, ataupun ekonomi ke atas. Tapi ketika kita memiliki jiwa dan semangat kuat dan juga jiwa yang pantang menyerah, pasti kita bakal bisa mencapai apa yang kita inginkan ke depannya,” katanya.

    Rafli membuktikannya dengan mengukir sederet prestasi. Ia sudah mengikuti 53 ajang lomba dan membawa pulang 31 penghargaan nasional.

    Rafly juga termasuk Mahasiswa Berprestasi 2 Unpad 2025 dan Juara 1 Innovilleague Kemenko PMK 2025. Tak hanya itu, ia juga berhasil mempertahankan IPK sempurna 4.00.

    Nugraha, Anak Petani Berprestasi dari Pelosok

    Dari pelosok Sukabumi, ada Nugraha, mahasiswa Jurnalistik Fikom Unpad angkatan 2022. Ia tumbuh di keluarga petani sederhana.

    Namun semangatnya untuk belajar dan berbagi cerita membuatnya melangkah jauh. Nugraha termasuk mahasiswa yang berprestasi.

    Nugraha aktif di berbagai organisasi kampus seperti Ketua Klub Aktivis Pegiat dan Pemerhati Alam (KAPPA) Fikom, Staf BEM Kema Unpad, dan Keluarga Mahasiswa Bidikmisi (Kabim).

    Ia juga menorehkan prestasi akademik, di antaranya Juara 1 National Feature Writing WJC Unpad 2024, Juara 1 Penulisan Ilmiah Ajisaka UGM, dan Top 6 Finalis Future Lestari Foundation 2024.

    “Bagi teman-teman yang berasal dari pelosok dan memiliki keterbatasan finansial, jangan pernah menyerah. Saya buktinya, bisa kuliah di Unpad berkat semangat dan kesempatan dari KIP-Kuliah,” kata Nugraha.

    Pendidikan Telah Mengubah Arah Hidup Mereka

    Dari ketiga mahasiswa ini, bisa disimpulkan bahwa pendidikan telah mengubah arah hidup seseorang. Pendidikan menjadi jalan bagi mereka untuk memperbaiki nasib.

    Ketiga mengaku sangat bersyukur karena sudah menerima KIP Kuliah. Fahmi, Rafli, dan Nugraha merupakan mahasiswa yang menggunakan dana KIP Kuliah dengan baik.

    Setelah lulus, mereka memiliki cita-cita ingin melanjutkan pendidikan magister. Rafli berharap bisa melanjutkan studi magister Neuropsychology di kampus Australia atau Belanda.

    Begitu juga Nugraha, bermimpi bisa melanjutkan studi ke Columbia University, Amerika Serikat, dan menjadi jurnalis yang menyuarakan isu kemanusiaan.

    Selangkah lebih maju, Fahmi kini sudah membangun startup Elevated Indonesia. Startup tersebut merupakan platform pengembangan mahasiswa berbasis AI yang sudah memberdayakan lebih dari 2.000 mahasiswa di seluruh Indonesia.

    Ia mengaku bermimpi jadi entrepreneur di bidang edutech dan deeptech. Besar harapan, dirinya bisa membantu menggerakan ekonomi dan inovasi di Indonesia.

    “Mungkin kita tak bisa memilih lahir dari keluarga seperti apa, tapi kita bisa memilih untuk berjuang dan belajar agar masa depan berubah,” kata Fahmi

    (cyu/pal)



    Sumber : www.detik.com

  • Bolehkah Suami Menceraikan Istri yang Sedang Hamil? Ini Hukum dan Dalilnya

    Bolehkah Suami Menceraikan Istri yang Sedang Hamil? Ini Hukum dan Dalilnya


    Jakarta

    Pernikahan bukan hanya penyatuan antara dua insan, tetapi juga merupakan perjanjian suci yang melibatkan Allah SWT. Ikatan ini dibangun atas dasar cinta, tanggung jawab, dan komitmen untuk saling menjaga dalam suka maupun duka.

    Namun dalam perjalanan rumah tangga, tidak semua pasangan mampu mempertahankan hubungan hingga akhir hayat. Perselisihan, ketidakharmonisan, atau perbedaan prinsip sering kali menjadi penyebab berakhirnya ikatan tersebut melalui perceraian.

    Menariknya, dalam beberapa kasus, perceraian justru terjadi ketika sang istri sedang mengandung. Kondisi ini menimbulkan banyak pertanyaan di kalangan umat Islam tentang apakah talak saat hamil diperbolehkan? Bagaimana hukum cerai saat sedang hamil menurut syariat Islam?


    Hukum Talak Saat Sedang Hamil

    Dalam buku Fiqih Perempuan Kontemporer karya Farid Nu’man Hasan, dijelaskan bahwa jumhur ulama sepakat hukum cerai saat istri hamil adalah mubah atau boleh. Bahkan, Imam Ahmad bin Hanbal menyebut jenis perceraian ini sebagai bentuk talak yang sesuai dengan syariat.

    Pendapat tersebut didasarkan pada hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, di mana Rasulullah SAW bersabda,

    “Kemudian, ceraikanlah ia pada waktu suci atau hamil.” (HR. Muslim).

    Hadits ini menjadi dasar bahwa menjatuhkan talak pada istri yang sedang mengandung diperbolehkan dalam Islam dan tidak termasuk kategori cerai yang dilarang.

    Apabila seorang istri diceraikan dalam keadaan hamil, maka masa iddahnya akan berakhir ketika ia melahirkan anaknya. Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam Surat At-Thalaq ayat 4,

    وَالّٰۤـِٔيْ يَىِٕسْنَ مِنَ الْمَحِيْضِ مِنْ نِّسَاۤىِٕكُمْ اِنِ ارْتَبْتُمْ فَعِدَّتُهُنَّ ثَلٰثَةُ اَشْهُرٍۙ وَّالّٰۤـِٔيْ لَمْ يَحِضْنَۗ وَاُولٰتُ الْاَحْمَالِ اَجَلُهُنَّ اَنْ يَّضَعْنَ حَمْلَهُنَّۗ وَمَنْ يَّتَّقِ اللّٰهَ يَجْعَلْ لَّهٗ مِنْ اَمْرِهٖ يُسْرًا ۝٤

    Artinya: Perempuan-perempuan yang tidak mungkin haid lagi (menopause) di antara istri-istrimu jika kamu ragu-ragu (tentang masa idahnya) maka idahnya adalah tiga bulan. Begitu (pula) perempuan-perempuan yang tidak haid (belum dewasa). Adapun perempuan-perempuan yang hamil, waktu idah mereka adalah sampai mereka melahirkan kandungannya. Siapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Dia menjadikan kemudahan baginya dalam urusannya.

    Hak dan Kewajiban Istri yang Diceraikan

    Dalam jurnal Iddah dan Ihdad dalam Islam karya Abdul Moqsith disebutkan bahwa perempuan yang ditalak memiliki hak untuk memperoleh tempat tinggal yang layak, nafkah, pakaian, serta kebutuhan hidup lainnya dari mantan suaminya.

    Rasulullah SAW pun menegaskan hal tersebut melalui sabdanya yang menjelaskan kewajiban suami terhadap istri yang masih berada dalam masa iddah.

    “Perempuan beriddah yang bisa dirujuk oleh (mantan) suaminya berhak mendapat kediaman dan nafkah darinya.”

    Selama menjalani masa iddah, seorang wanita tidak diperbolehkan menerima lamaran dari laki-laki lain, baik secara langsung maupun melalui sindiran (ta’ridh). Larangan ini berlaku hingga ia melahirkan dan tetap harus dipatuhi sesuai ketentuan syariat.

    Selain itu, wanita yang sedang dalam masa iddah juga tidak diperkenankan keluar rumah kecuali untuk keperluan yang mendesak. Ketentuan ini disepakati oleh para ulama fiqih, seperti Imam Syafi’i, Malik bin Anas, Ahmad bin Hanbal, dan Al-Layts.

    Dalam Buku Pintar Fikih Wanita karya Muhammad Zaenal Arifin, dijelaskan bahwa masa iddah memiliki beberapa konsekuensi yang dianggap kurang menguntungkan bagi suami, misalnya larangan menikahi perempuan kelima jika masih memiliki empat istri. Sebab, wanita yang berada dalam masa iddah masih berstatus sebagai istri sah, dan baru setelah masa iddah berakhir, sang suami diperbolehkan menikahi perempuan lain yang halal baginya.

    Wallahu a’lam.

    (hnh/inf)



    Sumber : www.detik.com

  • Hiu Vs Lumba-lumba, Menang Siapa?

    Hiu Vs Lumba-lumba, Menang Siapa?



    Jakarta

    Lautan dipenuhi oleh ikan dan sebagian mamalia. Dua yang mencolok yaitu spesies hiu dan lumba-lumba. Jika bertemu untuk bertarung, siapa yang menang antara hiu dengan lumba-lumba?

    Secara singkat, pertarungan satu lawan satu antara hiu dan lumba-lumba bisa diprediksi dengan ukuran hiu yang lebih besar dan kekuatan gigi yang mengerikan. Namun, dalam kondisi tertentu, sekelompok lumba-lumba bisa menakuti satu hiu.

    Untuk membedah perbandingan hiu dan lumba-lumba, berikut ini penjelasannya, dikutip dari AZ Animals.


    Fisik Hiu vs Lumba-lumba

    Hiu dapat memiliki berat lebih dari 450 kg dan tumbuh hingga 6 meter. Hiu putih besar, bahkan beratnya dapat mencapai 2.200 kg.

    Sementara lumba-lumba memiliki berat sekitar 280 kg dan dapat tumbuh hingga 4,5 meter. Spesies lumba-lumba terbesar (tidak termasuk paus pembunuh) adalah paus pilot, yang juga dapat tumbuh hingga 2.200 kg.

    Secara rata-rata, hiu putih besar memiliki berat lebih dari rata-rata lumba-lumba hidung botol. Ini artinya, hiu lebih unggul dari lumba-lumba soal ukuran.

    Meski secara ukuran lebih besar, hiu bisa mengimbangi lumba-lumba soal kecepatan. Lumba-lumba dapat mencapai kecepatan 32,18 km/jam dalam situasi yang tepat.

    Tak kalah gesit, hiu bisa bergerak dengan kecepatan antara 32,18 sampai 56,3 km/jam. Hiu menggunakan gerakan ekor dan tubuh yang bergelombang dan menyamping.

    Kekuatan Gigitan Hiu vs Lumba-lumba

    Hiu dan lumba-lumba sama-sama menggunakan gigi mereka untuk menyerang mangsa. Hiu memiliki gigitan terkuat yang pernah diukur di planet ini, yaitu pada tekanan 4.000 PSI atau lebih.

    Kekuatan itu tercipta dari gigi hiu yang panjangnya mencapai 15 cm dan totalnya terdapat 300 gigi yang dapat merobek daging.

    Sementara lumba-lumba memiliki hingga 268 gigi tajam yang digunakan untuk merobek daging mangsanya. Namun, daya gigitannya sangat rendah dibandingkan dengan mangsa lainnya.

    Meski begitu, lumba-lumba memiliki indra pendengaran yang menakjubkan, penglihatan yang baik, dan kemampuan memanfaatkan ekolokasi yang mendeteksi makhluk lain dengan ketepatan yang menakjubkan.

    Hiu juga memiliki indra yang kuat. Terutama penglihatan yang tajam, bahkan dalam kondisi minim cahaya. Selain itu, juga indra penciuman yang sangat tajam, yang mampu mendeteksi 1 bagian per 10 miliar bagian zat dalam air.

    Jika Bertarung, Siapa yang Akan Menang antara Hiu dan Lumba-lumba?

    Meskipun sama-sama hidup di air, lumba-lumba adalah mamalia dan hiu adalah ikan bertulang rawan. Hiu lebih berat, lebih panjang, dan lebih mematikan daripada lumba-lumba.

    Dalam pertarungan satu lawan satu, hiu akan menang melawan lumba-lumba. Ini karena hiu lebih kuat, lebih besar, dan lebih peka terhadap predator dibandingkan hiu lainnya.

    Lumba-lumba, meskipun cerdas, tidak memiliki kemampuan fisik untuk menangkis serangan hiu dan tidak dapat menimbulkan kerusakan yang cukup untuk membunuh hiu sendirian. Kecuali, jenis orca yang bisa menang melawan hiu.

    Jadi, jika di wilayah yang sama, hiu kemungkinan besar akan merasakan kehadiran lumba-lumba terlebih dahulu. Kecuali jika lumba-lumba tersebut menggunakan ekolokasi.

    Setelah hiu menyerang, hanya perlu satu atau dua gigitan bagi hiu untuk menimbulkan kerusakan yang cukup parah, sehingga lumba-lumba tersebut akan lumpuh total. Namun, akan berbeda jika lumba-lumba tidak sendirian.

    Sebab, lumba-lumba hidup dalam kelompok yang bisa beranggotakan lebih dari 1.000 ekor. Sementara hiu cenderung lebih mandiri.

    Lumba-lumba juga lebih cerdas daripada hiu, sehingga mereka bisa mengatur strategi dalam kelompok untuk menyerang hiu yang sendirian. Dengan kecerdasan dan kerja sama kelompoknya, lumba-lumba bisa menakuti hiu dan membuatnya menghindar dari area mereka.

    (faz/nwk)



    Sumber : www.detik.com

  • Bagaimana Cara Menjadi Pendidik yang Baik Secara Islami?

    Bagaimana Cara Menjadi Pendidik yang Baik Secara Islami?


    Jakarta

    Menjadi pendidik dalam pandangan Islam adalah amanah besar untuk membentuk akhlak dan menanamkan nilai ketakwaan kepada peserta didik. Seorang guru berperan sebagai penyampai ilmu sekaligus teladan yang mencerminkan makna dari ilmu yang diajarkan.

    Lalu, bagaimana cara agar seorang pendidik dapat menjalankan peran itu dengan baik sesuai ajaran Islam?

    Cara Menjadi Pendidik yang Baik Secara Islami

    Dalam kitab Bidayatul Hidayah susunan Imam Al-Ghazali ditekankan bahwa seorang guru harus berilmu sekaligus beradab. Dijelaskan bahwa pendidik seharusnya memiliki sikap-sikap yang mencerminkan tanggung jawab dan ketulusan dalam mendidik murid.


    Beberapa sikap yang disebutkan antara lain:

    1. Bertanggung jawab terhadap ilmu dan murid yang diajarkan.
    2. Sabar dalam menghadapi berbagai karakter murid.
    3. Duduk dengan tenang dan berwibawa saat mengajar.
    4. Tidak sombong, kecuali untuk menegakkan kebenaran terhadap sesama ahli ilmu.
    5. Bersikap tawaduk (rendah hati) di setiap majelis ilmu.
    6. Menjauhi gurauan berlebihan, agar tidak menghilangkan wibawa dan rasa hormat murid.
    7. Bersikap ramah terhadap murid, terutama yang masih labil atau sulit diarahkan.
    8. Teliti dalam memperhatikan murid yang nakal, agar tidak berkembang menjadi kebiasaan buruk.
    9. Tetap membimbing murid yang bebal, tanpa mudah menyerah.
    10. Tidak gampang marah kepada murid yang lambat memahami pelajaran.
    11. Tidak malu mengakui ketidaktahuan, jika ditanya hal yang belum dikuasai.
    12. Mendengarkan pertanyaan murid dengan penuh perhatian dan menjawab dengan baik.
    13. Menerima alasan murid selama masih dalam batas wajar dan jujur.
    14. Tunduk kepada kebenaran, bersedia mengakui kesalahan jika terbukti keliru.
    15. Melarang murid mempelajari ilmu yang membahayakan, baik akidah maupun akhlaknya.
    16. Menasehati murid agar tidak menjadikan ilmu agama sebagai alat duniawi.
    17. Mengingatkan murid agar memprioritaskan ilmu fardhu ‘ain sebelum mempelajari ilmu fardhu kifayah.
    18. Memperbaiki ketakwaan lahir dan batin, agar ilmunya berbuah manfaat.
    19. Mengamalkan ajaran takwa dalam keseharian, sebelum menyuruh murid untuk menirunya.

    Inti dari seluruh adab tersebut adalah keikhlasan dan keteladanan. Ilmu tidak akan memberi cahaya jika tidak disertai amal dan adab yang benar.

    Buya Yahya, pengasuh Lembaga Pengembangan Da’wah dan Pondok Pesantren Al-Bahjah di Cirebon, juga menekankan bahwa menjadi pendidik yang baik harus dimulai dari hati yang bersih.

    “Yang pertama yang diingatkan oleh Imam Nawawi adalah tata hati, niat yang benar,” ungkap Buya Yahya dalam sebuah tayangan yang diunggah di kanal YouTube Al Bahjah TV.

    Menurut beliau, tanda ketulusan seorang pendidik adalah kesungguhan dalam memperbarui niat melalui doa, terutama di waktu-waktu mustajab seperti tengah malam. Sebelum mengajar, disarankan untuk menunaikan salat dua rakaat dan memohon agar proses belajar menjadi jalan ibadah, bukan hanya sebagai rutinitas.

    Buya Yahya juga mengingatkan agar guru memandang murid dengan kasih sayang, bukan dengan kepentingan duniawi. Pengajar yang tulus mengajar karena Allah akan lebih sabar, lebih lembut, dan lebih berpengaruh terhadap hati murid.

    Selain soal niat, Buya Yahya menjelaskan bahwa pendidik yang baik juga harus tegas dalam menegakkan peraturan.

    “Menegakkan peraturan justru itulah kasih sayang sesungguhnya kepada anak didik,” tegas beliau.

    Ketegasan ini bukan seperti halnya kekerasan, tapi menjadi cara menjaga lingkungan pendidikan agar tetap beradab. Bila aturan diabaikan, maka wibawa guru akan hilang, dan murid pun kehilangan arah. Aturan yang ditegakkan dengan kelembutan dan disertai nasihat akan menumbuhkan rasa hormat serta kedisiplinan.

    Buya Yahya menambahkan bahwa banyak siswa yang baru menyadari manfaat ketegasan guru setelah mereka dewasa. Guru yang dulu tampak keras, justru menjadi sosok yang paling berkesan karena telah menanamkan adab dan batasan yang jelas.

    Jadi dapat disimpulkan bahwa pendidik yang baik bukan hanya menyampaikan pengetahuan, tetapi juga menumbuhkan adab, ketulusan, dan ketakwaan.

    Seorang guru sejati adalah mereka yang mengajarkan dengan hati, memperbaiki niat, dan menegakkan aturan dengan kasih. Mereka menjadi teladan yang hidup, di mana tempat murid belajar bukan hanya dari ucapan, tetapi juga dari sikap dan perbuatan.

    (inf/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • Biografi Singkat, Pendidikan, Pemikiran, dan Bukunya

    Biografi Singkat, Pendidikan, Pemikiran, dan Bukunya


    Jakarta

    Tan Malaka merupakan Pahlawan Nasional yang dikenal memiliki pemikiran penting bagi Indonesia. Pemikiran Tan Malaka diabadikan melalui buku-bukunya, termasuk yang berjudul “Madilog”.

    Tan Malaka lahir pada 2 Juni 1897 di Nagari Pandan Gadang, Suliki, Sumatera Barat. Ia memiliki nama lain dengan gelarnya yaitu Ibrahim Gelar Datuk Sutan Malaka.

    Nama “Tan Malaka” sendiri merupakan gelar adat yang ia sandang sejak usia 16 tahun. Gelar itu kemudian melekat dan menjadi identitas perjuangannya hingga akhir hayat.


    Sutan Ibrahim, nama kecilnya, berasal dari keluarga Muslim Minangkabau yang taat. Sejak kecil, mendapat penempaan nilai-nilai agama, budaya matrilineal, hingga tradisi pencak silat.

    Pendidikan tersebut menjadi karakter Tan Malaka yang disiplin, pemberani, dan visioner, demikian dikutip dari Lani: Jurnal Kajian Ilmu Sejarah dan Budaya Vol 3 No 1 (2022), karya Jems Sopacua dari Universitas Negeri Yogyakarta.

    Pendidikan Tan Malaka

    Tan Malaka mendapatkan pendidikan formalnya dimulai di Suliki, lalu berlanjut ke Kweekschool Bukittinggi, sekolah pribumi satu-satunya di Sumatera. Ia lulus dari Inlandsche Kweekschool voor Onderwijzers di Bukittinggi hingga lulus pada 1913.

    Dengan pemikirannya yang menonjol, ia kemudian melanjutkan studi ke Belanda untuk belajar di Rijkskweekschool Haarlem (1913-1919). Studi di Belanda ini yang kemudian membuka wawasan dan pola pikirnya.

    Tan Malaka muda mulai berkenalan dengan ide-ide politik, sosialisme, dan perlawanan terhadap kolonialisme. Dia banyak mempelajari tentang Sosialisme dan Komunisme setelah adanya Revolusi Rusia pada Oktober 1917. Tan Malaka membaca buku karya Karl Marx, Friedrich Engels, dan Vladimir Lenin.

    Perjuangan Tan Malaka

    Dengan latar belakang pendidikan dan pergaulannya, Tan Malaka tumbuh menjadi tokoh revolusioner. Pemikirannya yang terkenal yaitu tentang kemerdekaan sejati yang hanya bisa diraih melalui revolusi total.

    Tan Malaka aktif di Sarekat Islam (SI) bersama H.O.S. Tjokroaminoto, lalu bergabung dengan PKI hingga sempat menjabat sebagai ketua pada 1921. Namun, karena pemikirannya yang independen, ia akhirnya keluar dan mendirikan partai bawah tanah PARI (1927).

    Semboyannya tegas, “Merdeka 100 persen.”

    Ia menolak kompromi dengan Belanda, bahkan setelah Proklamasi 17 Agustus 1945. Tan Malaka memilih menggerakkan massa, salah satunya dalam Rapat Raksasa Ikada 19 September 1945, yang menjadi bukti dukungan rakyat terhadap “Republik Muda”-nya Tan Malaka.

    Sayangnya, sikap kerasnya membuat ia sering berbenturan dengan tokoh lain. Hidupnya diwarnai pengasingan, penjara, hingga akhirnya berakhir dengan eksekusi tragis pada 21 Februari 1949 di Kediri.

    Pemikiran Revolusioner

    Dalam Jurnal Jejak: Pendidikan Sejarah & Sejarah Vol. 6 No. 2 (2021) karya Wanda Marshanda, dijelaskan bahwa di balik sosoknya yang kontroversial, Tan Malaka meninggalkan warisan pemikiran yang masih relevan hingga kini. Ia bahkan merupakan pencetus ide Republik Indonesia.

    1. Bapak Republik

    Dalam bukunya Naar de Republiek Indonesia (1925), Tan Malaka merumuskan visi Indonesia merdeka jauh sebelum tulisan Hatta atau Soekarno. Karena itu, ia kerap dijuluki “Bapak Republik.”

    2. Marxisme ala Tan Malaka

    Ia memandang Marxisme bukan sebagai dogma, melainkan alat analisis untuk melawan penjajahan. Tan Malaka mencoba memadukan Marxisme dengan Pan-Islamisme dalam perjuangan rakyat.

    3. Madilog (Materialisme, Dialektika, Logika)

    Ditulis pada masa pendudukan Jepang, Madilog mengajak rakyat berpikir rasional dan meninggalkan takhayul, agar mampu membangun kesadaran nasional yang kritis.

    4. Gerpolek (Gerilya, Politik, Ekonomi)

    Ditulis saat dipenjara, Gerpolek menjadi panduan revolusi tiga front: perjuangan bersenjata, politik ideologis, dan kemandirian ekonomi. Selain Madilog dan Gerpolek, pemikirannya yang lain, juga dituangkan dalam buku-buku seperti “Aksi Massa”, “Dari Penjara ke Penjara”, hingga “Menuju Republik Indonesia”.

    Selama ini, dalam kacamata sejarah yang diajarkan di sekolah-sekolah, nama Tan Malaka tidak dikenalkan sebagai tokoh yang memiliki pemikiran penting bagi Bangsa Indonesia. Sejarah hanya sering mencatat bagaimana Soekarno dan Hatta menjadi tokoh sentral tunggal.

    Padahal, perjuangan bangsa Indonesia dibangun oleh sejumlah tokoh, termasuk fondasi pemikiran dari Tan Malaka tentang revolusi dan Republik Indonesia.

    *Penulis adalah peserta magang Program PRIMA Magang PTKI Kementerian Agama

    (faz/faz)



    Sumber : www.detik.com

  • Hukum Talak Saat Marah dalam Islam, Apakah Sah?

    Hukum Talak Saat Marah dalam Islam, Apakah Sah?


    Jakarta

    Ketika menikah, setiap pasangan tentu berharap agar pernikahan tersebut menjadi pernikahan yang langgeng dan penuh kebahagiaan. Namun, dalam perjalanan rumah tangga, tak jarang muncul tantangan yang membuat pasangan suami-istri tidak sejalan dalam pandangan dan sikap terhadap suatu hal.

    Perbedaan pendapat yang tidak diselesaikan dengan tenang sering kali berujung pada pertengkaran dan luapan emosi. Dalam kondisi seperti ini, kata-kata bisa meluncur tanpa kendali, termasuk ucapan talak yang diucapkan dalam keadaan marah.

    Hal ini menimbulkan pertanyaan yang kerap muncul di benak banyak orang: bagaimana hukum talak yang diucapkan saat sedang marah dan emosi? Apakah talak tersebut tetap sah di mata Islam, atau justru tidak dianggap karena diucapkan tanpa kesadaran penuh?


    Hukum Talak Saat Emosi

    Dikutip dari website resmi Kementerian Agama, terdapat perbedaan pandangan di kalangan ulama mengenai talak yang diucapkan oleh suami dalam keadaan marah atau emosi. Sebagian ulama berpendapat bahwa talak yang diucapkan dalam kondisi tersebut tetap sah dan memiliki kekuatan hukum.

    Salah satu ulama yang berpendapat demikian adalah Syekh Zainuddin al-Malibari dari mazhab Syafi’i, yang menjelaskan bahwa talak orang yang marah tetap dianggap sah selama ia masih dalam keadaan sadar dan mengetahui apa yang diucapkannya.

    واتفقوا على وقوع طلاق الغضبان وإن ادعى زوال شعوره بالغضب

    Artinya: “Para ulama bersepakat bahwa talak orang yang marah itu tetap jatuh, meskipun ia mengklaim bahwa kesadarannya hilang karena marah.” (Syekh Zainuddin al-Malibari, Fathul Mu’in [Semarang, Thoha Putra: t.t], halaman 112).

    Sementara itu, sebagian ulama lain berpendapat bahwa talak yang diucapkan suami dalam keadaan marah berat atau emosi yang memuncak tidak dianggap sah. Alasannya, pada tingkat kemarahan tersebut, seseorang tidak lagi sepenuhnya sadar terhadap ucapan dan tindakannya.

    Kondisi ini bahkan disamakan dengan keadaan orang yang kehilangan akal, seperti orang gila atau penderita epilepsi saat kambuh.

    وأربع لا يقع طلاقهم: الصبي، والمجنون. وفي معناه المغمى عليه، والنائم، والمكرَه

    Artinya: “Empat orang yang penyataan talaknya dianggap tidak berlaku, yaitu anak kecil, orang gila – termasuk di dalamnya adalah penderita epilepsi-, orang yang sedang tidur, dan orang yang dipaksa”. (Syekh Ibnu Qasim Al-Ghazi, Fathul Qarib al-Mujib, [Semarang, Thoha Putra: t.t] halaman 48).

    Tingkat Kemarahan Suami Saat Mengucap Talak

    Masih mengutip dari laman Kemenag, Syekh Abdurrahman al-Jaziri dalam Kitabul Fiqhi ‘alal Madzhabil Arba’ah (Beirut, Darul Kutubil Ilmiyah: 2003), juz IV, halaman 262, menjelaskan bahwa tingkat kemarahan seorang suami saat mengucapkan talak dibagi menjadi tiga.

    Pertama, marah tingkat awal, yaitu ketika seseorang mulai marah namun masih mampu mengendalikan diri dan menyadari setiap ucapannya. Dalam kondisi ini, talak yang diucapkan tetap sah karena dilakukan dalam keadaan sadar.

    Kedua, marah tingkat puncak, yakni saat emosi telah memuncak hingga menghilangkan akal dan kesadaran. Orang dalam kondisi ini disamakan dengan orang gila, sehingga talaknya tidak sah dan tidak berlaku.

    Ketiga, marah tingkat pertengahan, yaitu ketika kemarahan sudah tinggi dan membuat seseorang keluar dari kebiasaannya, tetapi belum sampai kehilangan kesadaran. Dalam kondisi ini, mayoritas ulama berpendapat bahwa talaknya tetap sah, karena pelaku masih dalam keadaan sadar dan mengetahui apa yang diucapkannya.

    Menentukan tingkat kemarahan suami saat mengucapkan talak perlu dilakukan dengan penilaian yang objektif melalui bukti, saksi, serta pertimbangan pihak berwenang seperti petugas KUA atau tokoh agama agar keputusan sesuai dengan syariat.

    Cara Menahan Amarah dalam Islam

    Emosi yang tidak terkendali dapat membuat seseorang kehilangan kemampuan untuk berpikir jernih dan bertindak rasional. Dalam konteks pernikahan, hal ini bisa memicu pertengkaran yang berujung pada retaknya hubungan suami-istri.

    Oleh karena itu, penting bagi setiap pasangan untuk menahan amarah dan tidak mengambil keputusan saat emosi memuncak. Islam pun mengajarkan umatnya untuk mengendalikan amarah sebagai bentuk menjaga diri dan keharmonisan rumah tangga.

    Menurut Buku Ajar Akidah Akhlak karya Syafiuddin dan Machnunah Ani Zulfah, salah satu cara menahan amarah dalam Islam adalah dengan beristighfar. Dalam menghadapi tantangan rumah tangga, seperti perbedaan pendapat atau kesalahpahaman dengan pasangan, beristighfar membantu menenangkan hati agar tidak terbawa emosi.

    Cara kedua adalah menahan diri dari melampiaskan kemarahan. Rasulullah SAW pernah memberi wasiat agar seseorang tidak marah, dan hal ini sangat relevan dalam pernikahan, karena kemampuan menahan diri dapat mencegah ucapan atau tindakan yang bisa melukai pasangan.

    Ketiga, amarah juga bisa diredam dengan berwudhu, karena wudhu menyucikan diri dari emosi negatif dan menurunkan panas hati. Dalam kehidupan rumah tangga, berwudhu sebelum melanjutkan pembicaraan dapat membantu suami-istri berpikir lebih jernih dan bijak dalam menyelesaikan masalah.

    Cara keempat adalah berdiam diri dan membaca ta’awudz ketika marah. Dengan diam, seseorang dapat menghindari kata-kata yang memperkeruh suasana, dan dengan membaca ta’awudz, ia memohon perlindungan Allah SWT agar setan tidak memperbesar konflik dalam rumah tangga.

    (hnh/inf)



    Sumber : www.detik.com

  • 6 Spesies Hewan Terlangka di Dunia, Ada yang Tersisa Dua Ekor

    6 Spesies Hewan Terlangka di Dunia, Ada yang Tersisa Dua Ekor


    Jakarta

    Persatuan Internasional untuk Konservasi Alam atau International Union for Conservation of Nature (IUCN) mencatat lebih dari 47.000 spesies telah dinilai terancam punah. Beberapa spesies bahkan jumlahnya sangat langka.

    Kepunahan spesies berkaitan dengan intensitas sumber daya masyarakat modern, ruang alam semakin menyempit, dan aktivitas manusia. Laporan Living Planet 2024 menunjukkan bahwa rata-rata populasi satwa liar telah turun drastis sebesar 73% sejak 1970.

    Manajer Riset Konservasi di People’s Trust for Endangered Species, Nida Al-Fulaij, memiliki data-data spesies yang keberadaannya sangat langka. Salah satunya lumba-lumba vaquita yang gempal dan berbentuk unik.


    Berikut ini beberapa spesies hewan terlangka di dunia menurut data Nida Al-Fulaij dan dan World Wide Fund for Nature (WWF).

    Daftar 6 Spesies Hewan Terlangka di Dunia

    1. Badak Putih Utara

    Spesies terlangka di dunia adalah badak putih utara (Ceratotherium simum cottoni). Menurut laporan, hanya dua betina yang tersisa di Cagar Alam Ol Pejeta, Kenya.

    Secara fungsional, hewan ini akan punah karena hanya tersisa betina. Namun, para ilmuwan sedang mengeksplorasi teknologi reproduksi canggih untuk mencegah kepunahannya.

    2. Ular Albany Adder

    Albany adder (Bitis cornuta albanica) di Afrika Selatan merupakan spesies ular dwarf adder yang sangat langka. Sejauh ini, tercatat hanya ada 17 yang diketahui. Spesies ini mendekati kepunahan karena habitat mereka dijadikan penambangan terbuka, turbin angin, dan pembangunan jalan.

    3. Langur Emas (Lutung)

    Lutung atau Langur Emas (Trachypithecus geei) dianggap sebagai salah satu dari 25 primata paling terancam punah di dunia. Populasi lutung emas telah menurun hingga 60% di Bhutan.

    Primata ini memiliki bentuk unik dengan tangan dan wajah mereka yang hitam pekat, sangat kontras dengan bulu berwarna krem mereka yang berkilau keemasan di bawah sinar matahari.

    4. Lumba-lumba Vaquita

    Lumba-lumba vaquita (Phocoena sinus) diketahui hanya 10 ekor yang tersisa di alam liar. Para ahli di Whale and Dolphin Conservation, menyebut vaquita kecil membutuhkan keajaiban untuk selamat dari kepunahan.

    Vaquita endemik (hanya ditemukan) di satu wilayah kecil seluas 2.235 km² di utara Teluk California (Laut Cortez), di lepas pantai Meksiko. Wilayah ini merupakan wilayah yang paling terbatas untuk paus, lumba-lumba, atau porpoise.

    5. Black-and-chestnut Eagle

    Black-and-chestnut eagle (Spizaetus isidori) yang hidup di Amerika, memiliki jumlah populasi dewasa yang sangat langka. Diketahui, hanya ada kurang dari 250 ekor di alam liar.

    Salah satu raptor terbesar di Andes, raja udara ini memiliki lebar sayap hampir dua meter. Hidup di dataran tinggi hutan pegunungan dari Kolombia hingga Argentina, burung-burung ini memburu mamalia berukuran sedang seperti tupai, oposum, dan landak, serta burung.

    Karena cukup sering memangsa ayam dan ternak para petani setempat, konflik dengan manusia menjadi tak bisa terhindarkan.

    6. Buaya Siam

    Buaya Siam (Crocodylus siamensis) dulunya tersebar luas di sebagian besar daratan Asia Tenggara. Kini, buaya ini telah punah di 99% wilayah jelajahnya.

    Jumlah total buaya Siam dewasa diperkirakan telah menurun hingga sekitar 250 ekor di alam liar. Spesies yang langka, baru dilestarikan dengan beberapa individu secara kebetulan di Pegunungan Cardamom, Kamboja, melalui program konservasi.

    Buaya menjadi langka akibat hilangnya habitat akibat perluasan lahan sawah, perburuan liar yang terus berlanjut, tersangkut alat tangkap ikan, dan pembangunan bendungan pembangkit listrik tenaga air.

    (faz/nwk)



    Sumber : www.detik.com

  • Teks Ikrar Santri Indonesia, Dibaca saat Upacara HSN 22 Oktober 2025

    Teks Ikrar Santri Indonesia, Dibaca saat Upacara HSN 22 Oktober 2025


    Jakarta

    Setiap tanggal 22 Oktober, bangsa Indonesia memperingati Hari Santri Nasional sebagai bentuk penghormatan terhadap jasa besar para santri dan ulama dalam memperjuangkan serta mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

    Peringatan Hari Santri bukan hanya sekadar upacara seremonial, tetapi juga momen untuk meneguhkan kembali semangat juang, cinta tanah air, dan nilai-nilai keislaman. Salah satu bagian penting dalam upacara Hari Santri adalah pembacaan Ikrar Santri Indonesia, sebuah teks pernyataan kebulatan tekad para santri untuk menjaga agama, bangsa, dan negara.


    Asal Usul Hari Santri Nasional

    Hari Santri Nasional pertama kali ditetapkan oleh Presiden Joko Widodo pada 22 Oktober 2015 melalui Keputusan Presiden Nomor 22 Tahun 2015. Penetapan ini menjadi bentuk penghargaan kepada para santri dan ulama atas jasa besar mereka dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia.

    Pemilihan tanggal 22 Oktober memiliki makna historis yang mendalam. Tanggal tersebut merujuk pada peristiwa penting yang dikenal sebagai Resolusi Jihad. Peristiwa ini dicetuskan oleh Hadratussyaikh KH. Hasyim Asy’ari, pendiri organisasi besar Nahdlatul Ulama (NU), pada 22 Oktober 1945 di Surabaya.

    Dalam Resolusi Jihad tersebut, KH. Hasyim Asy’ari menyerukan kewajiban berjihad bagi umat Islam untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia dari ancaman penjajah. Seruan ini membangkitkan semangat rakyat, terutama para santri dan pejuang di berbagai daerah, untuk turun ke medan juang.

    Gelora jihad itu kemudian menjadi pemicu utama meletusnya Pertempuran 10 November 1945 di Surabaya, yang kini kita kenal sebagai Hari Pahlawan. Oleh sebab itu, tanggal 22 Oktober diperingati sebagai momentum penting untuk mengenang peran santri dalam sejarah perjuangan bangsa.

    Dalam setiap peringatannya, apel Hari Santri Nasional biasanya menjadi momen utama. Pada kesempatan tersebut, seluruh santri di berbagai daerah akan membacakan Ikrar Santri Indonesia sebagai simbol kesetiaan terhadap agama, bangsa, dan negara.

    Teks Ikrar Santri Indonesia

    Bismillahirrahmanirrahim,

    Asyhadu allaa Ilaaha Illallah,
    Wasyhadu anna Muhammadar Rasulullah,

    Kami Santri NKRI Berikrar:

    1. Berpegangan teguh pada akidah, ajaran, nilai, dan tradisi Islam Ahlussunnah wal Jama`ah;

    2. Bertanah air satu, tanah air Indonesia; berideologi negara satu, ideologi Pancasila; berkonstitusi satu, Undang-Undang Dasar 1945; dan berkebudayaan satu, Bhinneka Tunggal Ika;

    3. Selalu bersedia dan siap siaga menyerahkan jiwa dan raga membela tanah air dan bangsa Indonesia, mempertahankan persatuan dan kesatuan nasional, serta mewujudkan perdamaian dunia;

    4. Ikut berperan aktif dalam pembangunan nasional mewujudkan kesejahteraan yang berkeadilan, lahir dan batin untuk seluruh rakyat Indonesia;

    5. Pantang menyerah, pantang putus asa, serta siap berdiri di depan melawan pihak-pihak yang merongrong Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika, yang didasari semangat Proklamasi Kemerdekaan dan Resolusi Jihad Nahdlatul Ulama.

    (dvs/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • Daftar Negara di Eropa Timur & Peta Lengkapnya

    Daftar Negara di Eropa Timur & Peta Lengkapnya


    Jakarta

    Pernah dengar Belarus, Moldova, hingga Bulgaria? Itu adalah negara-negara yang ada di wilayah Eropa Timur. Kawasan Eropa Timur dikenal sejak era Uni Soviet.

    Pada era Perang Dingin, istilah Eropa Timur muncul untuk menyebut negara-negara Blok Timur yang ada di bawah pengaruh Uni Soviet. Maka tak heran, jika kini, negara di Eropa Timur merupakan pecahan dari Uni Soviet.

    Eropa Timur merupakan kawasan penting yang menjadi jembatan antara Eropa dan Asia. Dari negara besar seperti Rusia dan Ukraina, hingga negara kecil seperti Montenegro dan Moldova.


    Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan sejumlah negara yang termasuk kawasan Eropa Timur. Berikut daftarnya, dikutip dari laman United Nations (UN).

    Daftar 10 Negara di Eropa Timur Versi PBB

    1. Belarus

    Kota Minsk sebagai ibu kota, dikenal dengan hutan yang luas dan kastil bersejarah.

    2. Bulgaria

    Memiliki ibu kota Sofia, negara Balkan ini terkenal dengan pantai Laut Hitam.

    3. Republik Ceko

    Memiliki ibu kota Praha, kota tua indah yang dipenuhi kastil.

    4. Hungaria

    Dengan ibu kota Budapest, yang dibelah Sungai Danube dengan warisan budaya kuliner goulash.

    5. Polandia

    Dengan ibu kota Warsawa, negara ini termasuk anggota Uni Eropa dan NATO.

    6. Moldova

    Memiliki ibu kota Chișinău, yang terkenal dengan kebun anggur.

    7. Rumania

    Dengan Bucharest sebagai ibu kota, identik dengan Transylvania dan legenda Dracula.

    8. Rusia (bagian Eropa)

    Moskow sebagai ibu kota dan pusat politik dan budaya Rusia.

    9. Slovakia

    Bratislava sebagai ibu kota, mempunyai Pegunungan Tatra dan kastil indah.

    10. Ukraina

    Ibu kota Kyiv, negara terbesar sepenuhnya di benua Eropa.

    Daftar Negara Eropa Timur Versi UNESCO

    UNESCO memasukkan lebih banyak negara ke dalam kelompok Eastern European States (Group II). Selain 10 negara versi PBB, UNESCO menambahkan Albania, Armenia, Azerbaijan, Bosnia & Herzegovina, Kroasia, Estonia, Georgia, Latvia, Lithuania, Montenegro, Serbia, dan Slovenia.

    UNESCO memandang Eropa Timur dengan lebih luas, termasuk negara-negara Balkan, Baltik, hingga Kaukasus. Seperti, Estonia (Tallinn) dikenal dengan digitalisasi pemerintahannya, Georgia (Tbilisi) terkenal dengan tradisi anggur, dan Kroasia (Zagreb) populer dengan wisata pantai Adriatik.

    Sementara itu, CIA World Factbook memasukkan negara Baltik ke dalam Eropa Timur. Estonia, Latvia, dan Lithuania digolongkan bersama negara lain seperti Polandia, Belarus, Ukraina, dan Rusia.

    Itulah pemetaan daftar negara Eropa Timur versi CIA, UNESCO, dan PBB. Semoga bermanfaat ya, detikers!

    *Penulis adalah peserta magang Program PRIMA Magang PTKI Kementerian Agama

    (faz/faz)



    Sumber : www.detik.com

  • Lirik Sholawat Rindu Madinah Versi Lengkap

    Lirik Sholawat Rindu Madinah Versi Lengkap


    Jakarta

    Sholawat Rindu Madinah merupakan salah satu karya indah yang banyak menyentuh hati umat Islam. Lagu ini dipopulerkan oleh Syakir Daulay dengan judul aslinya “Rindunya Daku Kepada Bumi Madinah”, yang diciptakan oleh Ustaz Neezam Al-Banjari. Melalui liriknya yang puitis dan penuh makna, sholawat ini menggambarkan kerinduan yang sangat dalam dari seorang Muslim kepada Kota Madinah dan sosok Rasulullah SAW.

    Selain menyentuh secara emosional, setiap baitnya juga berisi deskripsi tentang keindahan pribadi Nabi Muhammad SAW, mulai dari paras wajah, tutur kata, hingga akhlaknya yang agung.

    Berikut lirik lengkap Rindu Madinah karya Ustaz Neezam Al-Banjari, dipopulerkan oleh Syakir Daulay.


    Lirik Sholawat Rindu Madinah

    Rindunya daku kepada bumi Madinah
    Takkan terubat walau sudah ziarah
    Sekalipun menangis berair mata darah
    Hati kan tetap rindukan Rasulullah
    Allahu Allahu Allahu Allah
    Allahu Allah
    Habibi Rosulullah..

    Terimalah hadiah imbalan ziarah
    Insan yang lemah ingin berqasidah
    Diilhamkan Allah Syamail Muhammadiyah
    Berkat menangis di Raudhatul Jannah
    Allahu Allahu Allahu Allah
    Allahu Allah
    Habibi Rosulullah..

    Di suatu malam, bulan yang penuh cerah
    Baginda mengenakan pakaian serba merah
    Lalu bersumpah Jabir bin Samurah
    Jika dibezakan, Nabi terlebih indah
    Allahu Allahu Allahu Allah
    Allahu Allah
    Habibi Rosulullah..

    Matanya yang terang, sangat suka bercelak
    Nampak yang di belakang, dan depan serentak
    Jinjang tengkuk Nabi, sangat putih melepak
    Tiada berdaki, umpama pantulan perak
    Allahu Allahu Allahu Allah
    Allahu Allah
    Habibi Rosulullah..

    Dahinya yang luas, anak matanya hitam
    Cahaya berhias, menatap kan tenteram
    Tulang Baginda kemas, saling kuat menggenggam
    Rukanah tertewas, lalu memeluk Islam
    Allahu Allahu Allahu Allah
    Allahu Allah
    Habibi Rosulullah..

    Rambutnya ikal mayang, tidak terlalu panjang
    Tingginya yang sedang, dada luas berbidang
    Ketika berjalan, condongnya ke hadapan
    Lajunya seperti, turun tempat yang tinggi
    Allahu Allahu Allahu Allah
    Allahu Allah
    Habibi Rosulullah..

    Helaian bulunya tetapkan terus wujud
    Hanya belasan uban memikirkan surah Hud
    Umpama pedang jaguh, hidung Baginda mancung
    Dipandang dari jauh, kening seakan bersambung
    Allahu Allahu Allahu Allah
    Allahu Allah
    Habibi Rosulullah..

    Nafas berbau wangi, semerbak kasturi
    Sukakan bersugi, yang busuk dihindari
    Tak pernah menguap, berkat cucian hati
    Takkan pernah dihinggap, lalat walau sekali
    Allahu Allahu Allahu Allah
    Allahu Allah
    Habibi Rosulullah..

    Berjarak gigi hadapan, cahaya kelihatan
    Segala pertuturan, adalah wahyu Tuhan
    Lebar bibirnya, menandakan pemurah
    Membaca Al-Qur’an, dengan penuh fasoohah
    Allahu Allahu Allahu Allah
    Allahu Allah
    Habibi Rosulullah..

    Baginda memilih, hidup dalam berzuhud
    Sekalipun maksum, sangat banyak bersujud
    Menipis isi tumit, lamanya bertahajjud
    Banyak mendaki bukit, sangat sayangkan Uhud
    Allahu Allahu Allahu Allah
    Allahu Allah
    Habibi Rosulullah..

    Sholawat ini menggambarkan rindu pada Madinah dan memuji kemuliaan Rasulullah SAW. Lagu Rindu Madinah sering dibacakan dalam berbagai majelis sholawat dan acara keagamaan, yang membuat pendengarnya teringat pada sosok Nabi yang dicintai umat Islam.

    (inf/lus)



    Sumber : www.detik.com