Blog

  • Sudah Jadi Presiden, Prabowo Masih Luangkan Waktu 2-4 Jam Tiap Hari untuk Belajar

    Sudah Jadi Presiden, Prabowo Masih Luangkan Waktu 2-4 Jam Tiap Hari untuk Belajar



    Jakarta

    Presiden Prabowo Subianto ungkap dirinya sangat menyukai moto dari Universitas Kebangsaan Republik Indonesia (UKRI) yang berbunyi “Belajar untuk Berbakti, Raih Ilmu untuk Bangsa”. Baginya, belajar tidak berhenti di ketika sudah meraih gelar pendidikan tinggi.

    Bahkan meski dirinya kini sudah menjadi orang nomor satu di Indonesia, Prabowo mengaku tetap belajar. Setidaknya ia meluangkan waktu 2-4 jam setiap hari untuk belajar.

    “Saya sampai sekarang masih mungkin 2, 3, 4 jam tiap hari, saya belajar tiap hari,” tuturnya pada momen Wisuda dan Dies Natalis Universitas Kebangsaan Republik Indonesia (UKRI), Sabtu (18/10/2025) dikutip dari YouTube resmi Gerindra TV.


    Prabowo menyebut setiap hari dirinya membaca buku. Terlebih kini dengan teknologi yang luar biasa, belajar bisa dilakukan di manapun dan kapan pun.

    Teknologi Perlu Diwaspadai

    Prabowo tidak bisa memungkiri bila kehadiran teknologi di masa ini sangat membantu manusia. Tetapi, bak dua mata pedang teknologi menurutnya juga bisa menghancurkan manusia.

    “Sekarang teknologi membantu manusia, tapi teknologi bisa menghancurkan manusia dengan seketika. Teknologi bagus, tapi teknologi juga bisa menyusahkan kita,” beber Prabowo.

    Melalui teknologi, Prabowo menyoroti mudahnya menciptakan kebohongan. Meskipun begitu, masyarakat RI tidak boleh takut teknologi melainkan perlu meningkatkan kewaspadaan.

    “Karena sering teknologi tidak dipakai untuk kebenaran. Dunia sekarang berada di titik-titik yang sangat berbahaya. Berapa negara di ujung perang, bagaimana caranya kita harus mengurangi bahaya tersebut,” urainya.

    Sebagai Presiden Indonesia, Prabowo diminta ikut ambil peran untuk mengurangi kebencian, kecurigaan, fanatisme, dan dogmatisme. Hal-hal tersebut menjadi faktor yang dapat menimbulkan perang antar negara atau di dalam negara.

    Menjadi harapan bangsa Indonesia, Prabowo mengingatkan agar anak-anak muda terus waspada tapi juga berani menatap masa depan.

    “Waspada jangan mudah dibohongi karena ciri khas bangsa Indonesia adalah bangsa kita bangsa yang terlalu ramah, baik, lugu. Lugu oleh nenek moyang kita diberi pelajaran pemimpin tidak boleh lugu, pemimpin ramah dan sopan tapi tidak boleh lugu. Lugu berarti gampang dibohongi dan bangsa Indonesia menurut saya sudah lama dan terlalu sering kita dibohongi,” tandasnya.

    (det/pal)



    Sumber : www.detik.com

  • Jumlah Anak Nabi Adam AS dan Nama-namanya

    Jumlah Anak Nabi Adam AS dan Nama-namanya


    Jakarta

    Nabi Adam AS adalah nabi dan rasul sekaligus manusia pertama yang hidup di muka bumi. Proses penciptaannya menandai awal mula kehidupan manusia.

    Allah SWT berfirman dalam surah Ali Imran ayat 59,

    اِنَّ مَثَلَ عِيْسٰى عِنْدَ اللّٰهِ كَمَثَلِ اٰدَمَ ۗ خَلَقَهٗ مِنْ تُرَابٍ ثُمَّ قَالَ لَهٗ كُنْ فَيَكُوْنُ


    Artinya: “Sesungguhnya perumpamaan (penciptaan) Isa bagi Allah, seperti (penciptaan) Adam. Dia menciptakannya dari tanah, kemudian Dia berkata kepadanya, “Jadilah!” Maka jadilah sesuatu itu.”

    Menurut buku Kisah Para Nabi susunan Ibnu Katsir yang diterjemahkan Umar Mujtahid, pada awal penciptaan Nabi Adam AS dengan Siti Hawa, mereka dikaruniai lima orang anak. Tiga anaknya berjenis kelamin laki-laki, sedangkan dua lainnya adalah perempuan.

    Nama-nama Anak Nabi Adam AS dan Siti Hawa

    1. Habil dan Qabil, Iqlima dan Labuda

    Dinukil dari buku Mukjizat Isra Mi’raj dan Kisah 25 Nabi Rasul susunan Winkanda Satria Putra, setelah Nabi Adam AS dan Siti Hawa diturunkan ke bumi, Hawa melahirkan dua pasang anak kembar. Sepasang anak kembar pertama bernama Qabil dan Iqlima, sepasang anak kembar berikutnya bernama Habil dan Labuda.

    Mereka membesarkan anaknya dengan baik dan penuh kasih sayang. Bahkan, kedua anak Nabi Adam AS diajarkan cara bekerja dan mengurus rumah tangga. Anak laki-lakinya diajarkan mencari nafkah sesuai minat dan kemampuan mereka.

    Namun, karena salah satu anak Nabi Adam AS yang bernama Qabil tergoda bisikan iblis, dia membunuh saudaranya sendiri, Habil. Habil dibunuh dengan batu yang dilemparkan ke kepala Habil saat sedang tidur hingga kepala Habil pecah.

    Pendapat lain menyebut Qabil mencekik Habil dengan keras dan menggigitnya seperti binatang buas hingga Habil tewas. Pembunuhan Qabil terhadap Habil menjadi peristiwa pembunuhan pertama di dunia dalam sejarah Islam.

    2. Syaits bin Adam

    Anak laki-laki Nabi Adam AS dengan Siti Hawa lainnya adalah Syaits. Disebutkan bahwa Hawa memberi nama tersebut karena menjadi pengganti Habil yang telah dibunuh Qabil.

    Abu Dzar menuturkan dalam hadits yang ia dengar dari Rasulullah SAW,

    “Sungguh, Allah menurunkan 104 lembaran, 50 di antaranya Allah turunkan kepada Syaits.”

    Muhammad bin Ishaq juga menyatakan, “Saat sekarang, Adam berwasiat kepada anaknya, Syaits, mengajarkan saat-saat pada malam dan siang hari, mengajarkan ibadah apa saja pada saat-saat itu, dan memberitahukan padanya setelah itu akan terjadi banjir besar.”

    Nasab seluruh keturunan Adam saat ini bermuara pada Syaits. Anak-anak Adam selain Syaits telah punah dan lenyap.

    Berapa Jumlah Anak Nabi Adam AS dan Siti Hawa Secara Keseluruhan?

    Mengacu pada buku Kisah Para Nabi, Imam Abu Ja’far bin Jarir mengatakan dalam kitab At Tarikh dari sebagian ulama bahwa Hawa melahirkan 40 anak dalam 20 kali kehamilan. Pada sumber lain disebut Hawa melahirkan hingga 120 kali yang setiap kelahiran menghasilkan dua pasang anak, lelaki dan perempuan.

    Beberapa menyebut Nabi Adam AS sebelum meninggal dunia sempat melihat 400.000 keturunannya, yang termasuk anak-anak dan cucu-cucunya.

    Qabil dan saudarinya Iqlima menjadi anak yang paling tua, sementara anak yang terakhir adalah Abdul Mughits dan saudarinya, Ummul Mughits. Setelahnya, populasi manusia menyebar di berbagai belahan bumi dan berkembang biak hingga kini.

    Allah SWT berfirman dalam surah An Nisa ayat 1,

    يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوْا رَبَّكُمُ الَّذِيْ خَلَقَكُمْ مِّنْ نَّفْسٍ وَّاحِدَةٍ وَّخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيْرًا وَّنِسَاۤءً ۚ وَاتَّقُوا اللّٰهَ الَّذِيْ تَسَاۤءَلُوْنَ بِهٖ وَالْاَرْحَامَ ۗ اِنَّ اللّٰهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا

    Artinya: “Wahai manusia! Bertakwalah kepada Rabbmu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu (Adam), dan (Allah) menciptakan pasangannya (Hawa) dari (diri) nya; dan dari keduanya Allah memperkembangbiakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Bertakwalah kepada Allah yang dengan nama- Nya kamu saling meminta, dan (peliharalah) hubungan kekeluargaan. Sesungguhnya, Allah selalu menjaga dan mengawasimu.”

    Wallahu a’lam.

    (aeb/inf)



    Sumber : www.detik.com

  • Setahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Kementerian Ini Terbaik Versi IndoStrategi

    Setahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Kementerian Ini Terbaik Versi IndoStrategi



    Jakarta

    Lembaga survei IndoStrategi menempatkan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) sebagai kementerian dengan kinerja terbaik dalam satu tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming.

    Posisi berikutnya ditempati oleh Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Agama yang juga mendapat penilaian positif dari publik. Kementerian yang dipimpin Abdul Mu’ti mendapat skor teratas yakni 3,35, disusul Kemenlu 3,32, dan Kemenag 3,26.

    Survei dilakukan oleh IndoStrategi sejak awal September hingga 13 Oktober 2025, dengan menggunakan metode purposive sampling. Sebanyak 424 responden dari 34 provinsi di Indonesia dilibatkan. Para responden dipilih berdasarkan kriteria pendidikan minimal S1 serta memiliki pekerjaan tetap.


    Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara langsung, dengan responden diminta memberi skor terhadap kinerja kementerian. Skala penilaian dibagi menjadi tiga kategori, yakni 0,00-2,00 (kinerja buruk), 2,01-4,00 (kinerja sedang), dan 4,01-5,00 (kinerja baik).

    “Berdasarkan grafik di atas, semua kementerian mendapatkan skor kinerja sedang. Namun demikian, terdapat variasi skor. Yang tertinggi adalah Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah dengan skor 3,35,” ujar Direktur Riset Ali Noer Zaman, seperti dikutip dari detiknews.

    “Berdasarkan evaluasi terhadap kinerja pemerintahan secara nasional, bisa disimpulkan bahwa rata-rata skor kinerja nasional berada pada kategori sedang dengan (3,07),” lanjutnya.

    Sekolah Rakyat dan Sekolah Unggul Garuda Dapat Respons Positif

    Survei ini juga merinci program unggulan pemerintah. Program dengan penilaian tertinggi yakni Pemeriksaan Kesehatan Gratis dengan skor 3,42.

    Program lain yang direspons baik yakni Sekolah Rakyat (3,13), Sekolah Unggul Garuda (3,00), Koperasi Merah Putih (2,77), dan Program Tiga Juta Rumah untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (2,69). Sementara program Makan Bergizi Gratis berada di urutan terbawah.

    “Program Makan Bergizi Gratis (2,68) sebenarnya mendapat apresiasi dari masyarakat karena dinilai sangat membantu terutama untuk mereka yang kurang miskin dan kurang mampu,” ujar Ali.

    Ia melanjutkan,”Program yang tidak asing di negara maju tersebut memiliki gagasan baik untuk meningkatkan gizi anak-anak Indonesia. Yang perlu dilakukan adalah perbaikan tata kelola dengan melibatkan partisipasi aktif sekolah dalam penyediaan makanan dan kontribusi masyarakat untuk meringankan beban keuangan, sehingga tidak ditanggung sepenuhnya oleh APBN.”

    (pal/pal)



    Sumber : www.detik.com

  • Rahasia di Balik Kalimat Hasbunallah Wanikmal Wakil yang Sering Diucap Nabi Ibrahim

    Rahasia di Balik Kalimat Hasbunallah Wanikmal Wakil yang Sering Diucap Nabi Ibrahim


    Jakarta

    Zikir hasbunallah wanikmal wakil sering dilantunkan oleh umat Islam. Bahkan, zikir ini merupakan doa yang berasal dari kisah Nabi Ibrahim AS.

    Diterangkan dalam buku Mencari Pahala di Saat Haid oleh Ratu Aprilia Senja, Nabi Ibrahim AS membaca hasbunallah wanikmal wakil saat Raja Namrud memerintahkan prajuritnya melempar beliau ke kobaran api. Kala itu, sang nabi tak bergantung pada siapa pun selain Allah SWT.

    Dari Ibnu Abbas RA berkata bahwa Nabi SAW bersabda,


    “Kalimat terakhir yang diucapkan Nabi Ibrahim ketika dilemparkan ke dalam api adalah, ‘Hasbunallahu wa nikmal wakil’ (cukuplah Allah menjadi penolong bagiku, Allah adalah sebaik-baik pelindung).” (HR Bukhari)

    Berangkat dari kisah Nabi Ibrahim AS tersebut, bacaan hasbunallah wanikmal wakil erat kaitannya dengan sikap tawakkal.

    Bacaan Hasbunallah Wanikmal Wakil

    حَسْبُنَا اللَّهُ وَنِعْمَ الْوَكِيلُ

    Latinnya: Hasbunallah wanikmal wakil.

    Artinya: Cukuplah Allah (menjadi penolong) bagi kami dan Dia sebaik-baik pelindung.”

    Ada juga versi panjang dari zikir hasbunallah wanikmal wakil. Berikut bacaannya,

    حَسْبُنَا اللهُ وَنِعْمَ الْوَكِيْلُ نِعْمَ الْمَوْلَى وَنِعْمَ النَّصِيْرُ

    Latinnya: Hasbunallah wanikmal wakil nikmal maula wanikman nasir.

    Artinya: “Cukuplah Allah (menjadi penolong) kami, dan Dia sebaik-baiknya pelindung dan sebaik-baik penolong.”

    Makna Hasbunallah Wanikmal Wakil

    Hasbunallah wanikmal wakil sendiri adalah potongan doa yang dinukil dari surah Ali Imran ayat 173. Keistimewaan isi kandungannya dijelaskan dalam buku Ibadah-ibadah Terbaik saat Engkau Diuji Kesusahan dan Kesulitan karya Maswan Abdullah.

    “Dengan membaca zikir tersebut, kita menyatakan diri kepada Allah SWT bahwa dalam keadaan apapun atau ketika menghadapi masalah apapun kita hanya pasrah kepada Allah SWT dan menjadikanNya sebagai tempat bersandar,” tulis Maswan Abdullah.

    Secara bahasa, hasbunallah wanikmal wakil diartikan sebagai cukuplah Allah (menjadi penolong) bagi kami dan Dia sebaik-baik pelindung. Dengan kata lain, kalimat tersebut mengandung makna permohonan sekaligus keyakinan kepada Allah SWT bahwa Dia adalah satu-satunya pelindung.

    Rahasia Mengamalkan Hasbunallah Wanikmal Wakil

    Banyak rahasia kenikmatan yang dapat diperoleh muslim dari mengamalkan kalimat hasbunallah wanikmal wakil. Berikut bahasannya yang dikutip dari buku Ampuhnya Kalimat Hasbunallaah Wani’mal Wakil susunan Ahmad Fathoni El-Kaysi.

    1. Dicukupkan rezekinya oleh Allah SWT
    2. Dilindungi dari bahaya dan keburukan
    3. Dimudahkan urusannya dengan pejabat atau pihak berwenang
    4. Diberi pertolongan ketika terdesak
    5. Dilapangkan jalan rezeki
    6. Menjadi pusat perhatian banyak orang
    7. Mendapat kemenangan atas orang zalim
    8. Dipandu menemukan solusi saat buntu
    9. Dapat mendamaikan konflik
    10. Mendapatkan petunjuk dalam istikharah
    11. Diperluas sumber penghasilan
    12. Terhindar dari cemoohan dalam kondisi miskin
    13. Dihormati dan dipatuhi orang lain
    14. Menjadi peneduh di tengah keributan
    15. Harta terlindungi dari pencuri maupun hama

    Wallahu a’lam.

    (aeb/inf)



    Sumber : www.detik.com

  • Bank BRI Buka 15 Lowongan Kerja, Lulusan D3-S1 Bisa Daftar

    Bank BRI Buka 15 Lowongan Kerja, Lulusan D3-S1 Bisa Daftar


    Jakarta

    Bank Rakyat Indonesia (BRI) tengah membuka sejumlah lowongan kerja 2025 melalui BRilian Banking Associate Program (BBAP). Sebagian lowongan dibuka untuk lulusan minimal D3 dan lainnya S1, dengan IPK minimal 2,75 dari skala 4,00.

    BRilian Banking Associate Program adalah program rekrutmen untuk menjaring talenta muda lulusan baru (fresh graduate) maupun yang berpengalaman untuk terjun dalam industri perbankan. Dikutip dari laman resminya, ada 15 lowongan kerja bank BRI yang sedang dibuka dalam payung BBAP.

    Para pendaftar yang lolos seleksi akan ditugaskan di berbagai daerah sesuai posisi yang dilamar. Di samping lokasi penempatan yang beragam, batas waktu pendaftaran juga berbeda-beda sesuai lowongan jabatan yang dibuka. Simak rinciannya di bawah ini.


    Lowongan Kerja Bank BRI 2025

    1. Relationship Manager Kredit Regional Office Medan

    Lokasi: Medan

    Batas waktu pendaftaran: 31 Oktober 2025

    2. Junior Associate Mantri Region 6 Jakarta 1

    Lokasi: Jakarta Pusat, Jakarta Timur, Jakarta Utara

    Batas waktu pendaftaran: 31 Oktober 2025

    3. Relationship Manager Bisnis Konsumer KPP/KPR Region 6 Jakarta 1

    Lokasi: Jakarta Pusat, Jakarta Timur, Jakarta Utara

    Batas waktu pendaftaran: 31 Oktober 2025

    4. Relationship Manager Bisnis Konsumer Briguna Region 6 Jakarta 1

    Lokasi: Jakarta Pusat, Jakarta Timur, Jakarta Utara

    Batas waktu pendaftaran: 31 Oktober 2025

    5. Relationship Manager Dana dan Transaksi Region 6 Jakarta 1

    Lokasi: Jakarta Pusat, Jakarta Timur, Jakarta Utara

    Batas waktu pendaftaran: 31 Oktober 2025

    6. Junior Associate Mantri Region 11 Yogyakarta

    Lokasi: Yogyakarta

    Batas waktu pendaftaran: 31 Oktober 2025

    7. Relationship Manager Kredit Regional Office Padang

    Lokasi: Padang

    Batas waktu pendaftaran: 13 November 2025

    8. Relationship Manager Dana dan Transaksi Regional Office Padang

    Lokasi: Padang

    Batas waktu pendaftaran: 13 November 2025

    9. Junior Associate Mantri Regional Office Padang

    Lokasi: Padang

    Batas waktu pendaftaran: 13 November 2025

    10. Relationship Manager Kredit Region 11 Yogyakarta

    Lokasi: Yogyakarta, Solo, Kedu, Banyumas

    Batas waktu pendaftaran: 30 November 2025

    11. Relationship Manager Kredit Region 8 Jakarta 3

    Lokasi: Jakarta Barat, Jakarta Pusat, Tangerang dan Tangerang Selatan, Serang, Cilegon, Pandeglang, Labuan, Balaraja, Rangkasbitung

    Batas waktu pendaftaran: 31 Desember 2025

    12. Relationship Manager Kredit Region 6 Jakarta 1

    Lokasi: Jakarta Timur, Jakarta Pusat, Jakarta Utara

    Batas waktu pendaftaran: 31 Desember 2025

    13. Relationship Manager Dana dan Transaksi Region 7 Jakarta 2

    Lokasi: Jakarta Selatan, Bekasi, Bogor, Cibinong, Depok, Cikarang, Cikampek, Karawang

    Batas waktu pendaftaran: 31 Desember 2025

    14. Relationship Manager Bisnis Konsumer KPP/KPR Region 7 Jakarta 2

    Lokasi: Jakarta Selatan, Bekasi, Bogor, Cibinong, Depok, Cikarang, Cikampek, Karawang

    Batas waktu pendaftaran: 31 Desember 2025

    15. Junior Associate Mantri Region 7 Jakarta 2

    Lokasi: Jakarta Selatan, Bekasi, Bogor, Cibinong, Depok, Cikarang, Cikampek, Karawang

    Batas waktu pendaftaran: 31 Desember 2025

    Cara Daftar Bank BRI

    • Buka https://e-recruitment.bri.co.id
    • Pilih salah satu lowongan yang dibuka atau cari berdasarkan posisi dan /atau area
    • Siapkan persyaratan dokumen dan video
    • Mendaftar melalui situs E-Recruitment
    • Isi link Google Form yang disediakan

    Panduan dan pengisian data untuk melamar lowongan kerja Bank BRI BBAP 2025 yang sedang dibuka dapat diakses melalui https://e-recruitment.bri.co.id. Semoga bermanfaat, detikers.

    (twu/pal)



    Sumber : www.detik.com

  • Kumpulan Kata-kata Bijak Umar bin Khattab tentang Kehidupan yang Inspiratif

    Kumpulan Kata-kata Bijak Umar bin Khattab tentang Kehidupan yang Inspiratif


    Jakarta

    Umar bin Khattab RA merupakan sahabat Nabi Muhammad SAW sekaligus Khulafaur Rasyidin. Ia memiliki sifat yang tegas dan berani.

    Dikutip dari buku Sejarah Keteladanan Nabi Muhammad SAW yang disusun Yoli Hemdi, Umar bin Khattab RA dulunya termasuk salah satu orang yang menentang ajaran Rasulullah SAW. Ia sangat membenci sang rasul dan menganggapnya sebagai orang yang memecah belah kesatuan masyarakat Makkah.


    Seiring berjalannya waktu, beliau mendapat hidayah dan masuk Islam. Kala itu ia mendengar lantunan ayat suci dan bergetar. Prasangka buruknya terhadap Nabi SAW langsung sira begitu saja.

    Kemudian Umar RA berkata, “Demi Allah! Ini (benar) adalah (ucapan) tukang syair sebagaimana yang dikatakan oleh orang-orang Quraisy!”

    Lalu, saat Nabi Muhammad SAW membaca surah Al-Haqqah ayat 40-41, Umar RA berkata lagi pada dirinya, “Ini adalah (ucapan) tukang tenung (juru ilmu hitam)!”

    Dilanjutkannya oleh Rasulullah dengan bacaan surah Al-Haqqah sampai akhir ayat. Pada kemudian hari Umar berujar, “Ketika itulah Islam memasuki relung hatiku.” Itulah awal benih-benih kebenaran Islam masuk ke hati Umar bin Khattab.

    Kata-kata Mutiara Umar bin Khattab RA Semasa Hidup

    Semasa hidupnya, Umar bin Khattab banyak mengucap kata-kata bijak dan mutiara. Berikut beberapa di antaranya seperti dikutip dari buku 2.000 Kata Mutiara dari 200 Tokoh Dunia oleh Budi Santoso serta buku Kumpulan Kata Bijak Khulafaur Rasyidin tulisan Amir Mubarak.

    1. “Aku khawatir akan datangnya hari di mana orang-orang yang tidak beriman merasa bangga dengan kedustaannya, sementara orang-orang yang beriman malu dengan keimanannya.”

    2. “Hendaklah kalian menghisab diri kalian sebelum kalian dihisab, dan hendaklah kalian menimbang diri kalian sebelum kalian ditimbang, dan bersiap-siaplah akan datangnya hari besar ditampakkannya amal.”

    3. “Sabar adalah bahan ramuan paling menyehatkan dalam hidup kita.”

    4. “Jika pasanganmu sedang marah, maka kamu harus tenang. Karena ketika satu di antaranya adalah api, maka satu yang lainnya harus bisa menjadi air yang bisa meredam amarah tersebut.”

    5. “Bila engkau menemukan celah pada seseorang dan engkau hendak mencacinya, maka cacilah dirimu, karena celahmu lebih banyak darinya.”

    6. “Duduklah bersama orang-orang yang mencintai Allah. Itu karena bergaul bersama orang seperti mereka akan mencerahkan pikiran.”

    7. “Wanita bukanlah pakaian yang bisa kamu kenakan dan kamu tanggalkan sesuka hati. Wanita itu terhormat dan memiliki haknya.”

    8. “Ilmu ada tiga tahapan. Jika seseorang memasuki tahapan pertama, dia akan sombong. Jika dia memasuki tahapan kedua, maka dia akan rendah hati. Jika dia memasuki tahapan ketiga, maka dia akan merasa bahwa dirinya tidak ada apa-apanya.”

    9. “Mahkota seseorang adalah akalnya. Derajat seseorang adalah agamanya. Sedangkan kehormatan seseorang adalah budi pekertinya.”

    10. “Ilmu ada tiga tahapan. Jika seseorang memasuki tahapan pertama, dia akan sombong. Jika dia memasuki tahapan kedua, maka dia akan rendah hati. Jika dia memasuki tahapan ketiga, maka dia akan merasa bahwa dirinya tidak ada apa-apanya.”

    11. “Kebajikan yang ringan adalah menunjukkan muka berseri-seri dan mengucapkan kata-kata lemah lembut.”

    12. “Aku tidak pernah sekalipun menyesali diamku. Tetapi aku berkali-kali menyesali bicaraku.”

    13. “Andai terdengar suara dari langit yang berkata, ‘Wahai manusia, kalian semua sudah dijamin pasti masuk surga kecuali satu orang saja’. Sungguh aku khawatir satu orang itu adalah aku.”

    14. “Jagalah sholatmu. Karena saat kamu kehilangan sholat, maka kamu akan kehilangan segalanya.”

    15. “Hindarilah sifat malas dan bosan, karena keduanya kunci keburukan. Sesungguhnya jika engkau malas, engkau tidak akan banyak melaksanakan kewajiban. Jika engkau bosan, engkau tidak akan tahan dalam menunaikan kewajiban.”

    16. “Jikalau kita letih karena kebaikan, maka sesungguhnya keletihan itu akan hilang dan kebaikan akan kekal. Namun jikalau kita bersenang-senang dengan dosa, maka sesungguhnya kesenangan itu akan hilang dan dosa itu akan kekal.”

    17. “Orang yang banyak tertawa itu kurang wibawanya.”

    18. “Janganlah kamu berburuk sangka dari kata-kata tidak baik yang keluar dari mulut saudaramu, sementara kamu masih bisa menemukan makna lain yang lebih baik.”

    19. “Aku tidak pernah mengkhawatirkan apakah doaku akan dikabulkan atau tidak, tapi yang lebih aku khawatirkan adalah aku tidak diberi hidayah untuk terus berdoa.”

    20. “Jangan berlebihan dalam mencintai sehingga menjadi keterikatan, jangan pula berlebihan dalam membenci sehingga membawa kebinasaan.”

    21. “Perbanyaklah mengingat Allah, karena itu adalah obat. Janganlah buat dirimu terlalu banyak mengingat manusia, karena itu adalah penyakit”

    22. “Raihlah ilmu, dan untuk meraih ilmu belajarlah keadaan tenang dan sabar”.

    23. “Tidak ada rasa bersalah yang dapat mengubah masa lalu dan tidak ada kekhawatiran yang dapat mengubah masa depan”

    24. “Keyakinan (iman) adalah di mana seharusnya tidak ada perbedaan antara perbuatan, perkataan, dan apa yang kamu pikirkan.”

    25. “Ketahuilah saudara-saudaraku, bahwa sikap keras itu sekarang sudah mencair. Sikap itu (keras) hanya terhadap orang yang berlaku zalim dan memusuhi kaum Muslimin,” kata Umar.

    26. “Tetapi buat orang yang jujur, orang yang berpegang teguh pada agama dan berlaku adil saya lebih lembut dari mereka semua,” Umar melanjutkan.

    27. “Ya Allah, saya ini sungguh keras, kasar, maka lunakkanlah hatiku! Ya Allah, saya sangat lemah, maka berilah saya kekuatan! Ya Allah, saya ini kikir, jadikanlah saya orang dermawan!”

    28. “Mahkota seseorang adalah akalnya. Derajat seseorang adalah agamanya. Sedangkan kehormatan seseorang adalah budi pekertinya.”

    29. “Ilmu ada tiga tahapan. Jika seseorang memasuki tahapan pertama, dia akan sombong. Jika dia memasuki tahapan kedua, maka dia akan rendah hati. Jika dia memasuki tahapan ketiga, maka dia akan merasa bahwa dirinya tidak ada apa-apanya.”

    30. “Biasakan diri dengan hidup susah, karena kesenangan tidak akan kekal selamanya.”

    31. “Jika tidur pada malam hari, aku telah menyia-nyiakan diriku. Jika aku tidur pada siang hari, aku telah menyia-nyiakan rakyatku.”

    32. “Duduklah dengan orang-orang yang bertaubat, sesungguhnya mereka menjadikan segala sesuatu lebih berfaedah.”

    33. “Barangsiapa takut kepada Allah SWT niscaya tidak akan dapat dilihat kemarahannya. Dan barangsiapa takut kepada Allah, tidak sia-sia apa yang dia kehendaki.”

    34. “Sesungguhnya kita adalh kaum yang dimuliakan oleh Allah dengan Islam, maka janganlah kita mencari kemuliaan dengan selainnya.”

    35. “Seandainya kejujuran merendahkanku dan sedikit yang bisa dilakukan, maka hal tersebut lebih aku cintai dari kebohongan yang dapat menaikkan posisiku, meski sedikit yang bisa dilakukan.”

    (aeb/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • IKJ Bakal Tinggalkan TIM dan Pindah ke Kota Tua, Begini Sejarah Kampus Seni Itu

    IKJ Bakal Tinggalkan TIM dan Pindah ke Kota Tua, Begini Sejarah Kampus Seni Itu



    Jakarta

    Kampus Institut Kesenian Jakarta (IKJ) direncanakan akan dipindahkan ke kawasan Kota Tua, Jakarta Barat. Langkah ini menjadi bagian dari upaya revitalisasi kawasan bersejarah tersebut agar kembali hidup sebagai pusat seni, budaya, dan pariwisata ibu kota.

    Rencana itu disampaikan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung usai meninjau Kawasan dan Pengembangan Transit Oriented Development (TOD) Kota Tua, Jakarta Barat, bersama Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani, pada Sabtu (18/10/2025).

    Saat ini, kampus IKJ berada di Kompleks Taman Ismail Marzuki (TIM), Jalan Cikini Raya, Jakarta Pusat. Kawasan ini merupakan bekas kediaman Raden Saleh, pelukis terkemuka di era kolonial Belanda.


    Menurut Pramono kehadiran para seniman dari IKJ akan menjadi penggerak utama kreativitas di kawasan Kota Tua ini.

    “Secara prinsip kenapa IKJ kita pindahkan, karena tempat yang heritage seperti ini memerlukan banyak talenta seniman yang secara langsung bisa berpanggung di sini. Saya yakin ruang kreativitasnya akan lebih baik, lebih luas,” ujar Pramono seperti dikutip dari detiknews.

    Sejarah IKJ

    Lahirnya Institut Kesenian Jakarta (IKJ) tak bisa dilepaskan dari pendirian Taman Ismail Marzuki (TIM) sebuah gagasan visioner dari Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin, sosok yang dikenal sebagai arsitek modernisasi ibu kota.

    Pada masa itu, Jakarta tengah haus akan keberadaan pusat kesenian terpadu yang bisa menjadi wadah bagi kreativitas dan ekspresi budaya warganya. Kawasan Kebun Binatang Cikini, yang dahulu merupakan rumah pelukis maestro Raden Saleh, kemudian direvitalisasi menjadi Pusat Kesenian Jakarta Taman Ismail Marzuki (PKJ TIM) pada tahun 1968.

    Sejak saat itu, Cikini menjelma menjadi poros baru bagi kehidupan seni Jakarta sebagai tempat seniman, penulis, musisi, dan perupa berinteraksi, berpameran, serta berpentas.

    Dikutip dari laman IKJ, dari dinamika di PKJ TIM itulah muncul gagasan untuk mendirikan lembaga pendidikan tinggi seni di Jakarta. Melalui serangkaian diskusi antara para seniman senior dan pemerintah daerah, lahir kebutuhan akan pusat pendidikan seni kreatif-modern yang mampu mencetak generasi seniman muda dengan dasar keilmuan yang kuat.

    Para seniman kala itu meyakini PKJ TIM merupakan lokasi ideal untuk pembelajaran dan penyemaian seni. Di sana, berbagai pameran dan pertunjukan berkualitas kerap digelar, sementara seniman besar dari dalam dan luar negeri sering berbagi pengetahuan melalui lokakarya dan diskusi seni. Namun, agar pembinaan seni berlangsung lebih terarah, dibutuhkan wadah pendidikan yang terstruktur dan disiplin.

    Menjawab kebutuhan itu, pada 26 Juni 1970, Gubernur DKI Jakarta mengeluarkan Surat Keputusan No. Cb.14/4/6/70 tentang pendirian Lembaga Pendidikan Kesenian Djakarta (LPKD). Lembaga ini menaungi enam akademi, yaitu Teater, Tari, Musik, Film, Seni Rupa, dan Seni Sastra. Dalam perjalanannya, Akademi Seni Sastra tak pernah dibuka.

    Dalam keputusan tersebut disebutkan, LPKD secara materiil bertanggung jawab kepada Gubernur DKI Jakarta, sementara secara idiil berada di bawah naungan Dewan Kesenian Djakarta (DKD).

    Seiring meningkatnya minat calon mahasiswa dan padatnya kegiatan seni di TIM, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kemudian membangun kampus baru di sebelah gedung utama TIM. Pembangunan rampung pada 26 Juni 1976, bertepatan dengan ulang tahun ke-6 LPKJ, dan diresmikan langsung oleh Presiden Soeharto. Kampus tersebut menjadi yang pertama di Indonesia yang mengajarkan seluruh cabang seni di bawah satu atap.

    Sepuluh tahun setelah berdiri, Gubernur DKI Jakarta Tjokropranolo mengusulkan agar institusi tersebut disesuaikan dengan ketentuan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan untuk menjadi perguruan tinggi resmi. Pada 23 Februari 1981, lembaga tersebut resmi berganti nama menjadi Institut Kesenian Jakarta (IKJ).

    (pal/pal)



    Sumber : www.detik.com

  • Syair Abu Nawas Al I’tiraf Lengkap: Arab, Latin dan Artinya

    Syair Abu Nawas Al I’tiraf Lengkap: Arab, Latin dan Artinya



    Jakarta

    Abu Nawas, atau nama lengkapnya Abu Ali Al-Hasan bin Hani Al-Hakami, adalah seorang penyair dan tokoh sastra ternama dari era Dinasti Abbasiyah. Selain dikenal karena kecerdasan dan humor, Abu Nawas juga memiliki kedalaman spiritual yang tercermin dalam karya-karyanya.

    Salah satu karya yang paling dikenal adalah syair berjudul Al I’tiraf, yang berarti “Pengakuan”. Syair ini menggambarkan penyesalan mendalam atas dosa-dosa dan permohonan ampunan kepada Allah SWT.

    Dikutip dari buku Celupkan Hatimu ke Samudera Rindu-Nya: The Wisdom of Abu Nawas karya Ahmad Abu Nizar, syair Abu Nawas Al I’tiraf cukup populer di kalangan muslim Nusantara. Syair ini disenandungkan di masjid sebelum iqamat tiba, didendangkan di berbagai majelis taklim baik di kampung maupun di kota, bahkan syair ini menjadi lebih populer sejak dinyanyikan Sulis dan Hadad Alwi.


    Bunyi syair Abu Nawas Al I’tiraf

    Berikut lirik dari syair Abu Nawas Al Iktiraf lengkap dengan tulisan Arab, latin dan artinya.

    إِلهِي لَسْتُ لِلْفِرْدَوْسِ أَهْلاً

    Ilahi lastulil firdausi ahla

    Ya Tuhanku, hamba tidak pantas menjadi penghuni surga

    وَلاَ أَقْوَى عَلىَ النَّارِ الجَحِيْمِ

    Wala aqwa ala naril jahimi

    Namun hamba juga tidak kuat menahan panas api neraka

    فَهَبْ ليِ تَوْبَةً وَاغْفِرْ ذُنُوْبيِ

    Fahab lii taubatan waghfir dzunubi

    Maka berilah aku tobat (ampunan) dan ampunilah dosaku

    فَإِنَّكَ غَافِرُ الذَّنْبِ العَظِيْم

    Fainnaka ghofiruz dzambil adzimi

    Sesungguhnya Engkau Maha Pengampun dosa yang besar

    ذُنُوْبيِ مِثْلُ أَعْدَادِ الرِّمَالِ

    Dzunuubii mitslu a’daadir rimaali

    Dosaku bagaikan pasir di lautan

    فَهَبْ ليِ تَوْبَةً يَاذاَالجَلاَلِ

    Fa hablii taubatan yaa dzaal jalaali

    Maka berilah aku tobat wahai Tuhanku yang memiliki keagungan

    وَعُمْرِي نَاقِصٌ فيِ كُلِّ يَوْمٍ

    Wa ‘umrii naaqishun fii kulli yaumin

    Umurku ini setiap hari berkurang

    وَذَنْبيِ زَئِدٌ كَيْفَ احْتِمَالِ

    Wa dzambii zaa-idun kaifah timaali

    Sedang dosaku selalu bertambah, bagaimana aku menanggungnya

    إِلهِي عَبْدُكَ العَاصِي أَتَاكَ

    Ilaahii ‘abdukal ‘aashii ataaka

    Wahai, Tuhanku! Hamba-Mu yang berbuat dosa telah datang kepada-Mu

    مُقِرًّا بِالذُّنُوْبِ وَقَدْ دَعَاكَ

    Muqirrom bidzdzunuubi wa qod da’aaka

    Dengan mengakui segala dosa dan telah memohon kepada-Mu

    فَإِنْ تَغْفِرْ فَأَنْتَ لِذَا أَهْلٌ

    Fain taghfir fa anta lidzaaka ahlun

    Maka jika Engkau mengampuni, maka Engkaulah yang berhak mengampuni

    فَإِنْ تَطْرُدْ فَمَنْ نَرْجُو سِوَاكَ

    Fain tathrud faman narjuu siwaaka

    Jika Engkau menolak, kepada siapakah lagi aku mengharap selain kepada Engkau?

    (dvs/inf)



    Sumber : www.detik.com

  • 10 Provinsi dengan Jumlah Museum Terbanyak, Daerahmu Bukan?

    10 Provinsi dengan Jumlah Museum Terbanyak, Daerahmu Bukan?



    Jakarta

    Di tengah gempuran era digital, museum tetap jadi tempat penting untuk belajar sejarah, budaya, dan ilmu pengetahuan secara langsung. Namun, ternyata sebaran museum di Indonesia belum merata.

    Ada daerah yang punya banyak museum dengan koleksi unik. Sementara di beberapa daerah lain, jumlahnya masih bisa dihitung dengan jari.

    Data terbaru dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengungkap ada sebanyak 442 museum dari 33 provinsi di Indonesia (jumlah provinsi terkini sebanyak 38).


    Dari data tersebut, terlihat pulau Jawa yang mendominasi jumlah museum. Daerah mana saja dengan jumlah provinsi terbanyak?

    Daftar Provinsi dengan Jumlah Museum Terbanyak

    Mengutip data dari Kemendikdasmen yang dihimpun laman Indonesia Baik milik Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) pada 2025, berikut provinsi-provinsi yang punya museum paling banyak:

    1. Jawa Tengah: 63 museum
    2. Jakarta: 63 museum
    3. Jawa Timur: 62 museum
    4. Jawa Barat: 39 museum
    5. DI Yogyakarta: 35 museum
    6. Bali: 34 museum
    7. Sumatera Utara: 21 museum
    8. Sulawesi Selatan: 17 museum
    9. Sumatera Barat: 12 museum
    10. Aceh: 9 museum

    Daftar Museum-Museum yang Ada di Indonesia

    Dari 442 museum tersebut, ada sebanyak 340 museum yang sudah memiliki Nomor Pendaftaran Nasional, 245 museum terstandadisasi, dan 107.025 koleksi tercatat. Mengutip laman Kementerian Kebudayaan, berikut museum-museum yang ada di Indonesia:

    • Museum Sunan Giri, Jawa Timur
    • Museum Ranggawarsita, Jawa Timur
    • Museum Lambung Mangkurat, Kalimantan Selatan
    • Museum Negeri Mulawarman, Kalimantan Timur
    • Museum Pos Indonesia, Jawa Barat
    • Museum Perjuangan Rakyat Jambi, Jambi
    • Museum Negeri Banten, Banten
    • Museum Sasmitaloka Panglima Besar Sudirman, Yogyakarta
    • Museum TNI-AL Loka Jala Crana, Jawa Timur
    • Museum Taruna Abdul Djalil, Jawa Tengah
    • Museum Pahlawan Nasional Jamin Gintings, Sumatera Utara
    • Museum Sri Serindit Natuna, Kepulauan Riau
    • Museum Bank Indonesia, Jakarta
    • Museum Fatahillah, Jakarta
    • Museum Wayang, Jakarta
    • Museum Joang ’45, Jakarta
    • Museum MH Thamrin, Jakarta
    • Museum Kebangkitan Nasional, Jakarta

    Daftar museum lengkap bisa dilihat DI SINI ya.

    (cyu/nwk)



    Sumber : www.detik.com

  • Apa Itu Akidah Islam? Ini Penjelasan Lengkapnya

    Apa Itu Akidah Islam? Ini Penjelasan Lengkapnya


    Jakarta

    Akidah merupakan pondasi utama dalam ajaran Islam. Ia menjadi dasar keyakinan yang menuntun umat untuk beribadah, berakhlak, dan menjalani kehidupan dengan penuh ketenangan.

    Lalu, apa sebenarnya yang dimaksud dengan akidah Islam? Mengapa ia begitu penting bagi setiap Muslim?


    Pengertian Akidah Islam

    Menukil buku Akidah Akhlak dalam Perspektif Pembelajaran di Madrasah Ibtidaiyah karya Rahmat Solihin, secara etimologi (bahasa), akidah berasal dari bahasa Arab: aqada-ya’qidu-aqdan yang berarti ikatan, perjanjian, simpul, dan kokoh. Istilah ini digunakan karena akidah mengikat dan menjadi sandaran bagi segala sesuatu.

    Adapun secara terminologi (istilah), akidah adalah:

    • Perkara-perkara yang wajib diyakini kebenarannya oleh hati manusia, mendatangkan ketenteraman jiwa, dan tidak bercampur sedikit pun dengan keragu-raguan.
    • Sejumlah kebenaran yang dapat diterima secara umum oleh manusia berdasarkan akal, wahyu, dan fitrah.

    Seperti yang diungkapkan dalam buku Pengantar Akidah Akhlak dan Pembelajarannya oleh Dedi Wahyudi, M.Pd.I., akidah diibaratkan sebagai fondasi bangunan yang harus dirancang dan dibangun terlebih dahulu sebelum bagian-bagian lainnya.

    Secara umum, akidah adalah sesuatu yang mengharuskan hati untuk membenarkan Tuhan, yang membuat jiwa tenang dan tenteram, serta bersih dari kebimbangan dan keraguan. Akidah memiliki keterkaitan erat dengan keimanan, yakni keyakinan yang diyakini sepenuh hati.

    Akidah juga dapat diartikan sebagai hubungan antara hamba dengan Sang Pencipta (hablumminallah).

    Ruang Lingkup Akidah

    Akidah Islam mencakup empat aspek utama yang menjadi pokok keyakinan seorang muslim. Keempat ruang lingkup ini meliputi:

    1. Ilahiyat: Segala sesuatu yang berhubungan dengan ketuhanan (Allah SWT).
    2. Nubuwwat: Segala sesuatu yang berhubungan dengan nabi dan rasul, termasuk kitab suci dan mukjizat mereka.
    3. Ruhaniyat: Hal-hal yang berkaitan dengan alam metafisika, seperti malaikat, jin, dan ruh.
    4. Sam’iyyat: Hal-hal yang hanya diketahui berdasarkan sami’ (dalil naqli atau wahyu), seperti alam barzah, alam kubur, akhirat, surga, neraka, dan takdir.

    Dasar-dasar Akidah Islam

    Akidah Islam disusun berdasarkan dalil-dalil kuat dari Al-Qur’an dan Hadits. Dasar-dasar ini dikenal sebagai Rukun Iman.

    Mengutip buku Pendidikan Agama Islam: Akidah Akhlak Untuk Madrasah Tsanawiyah Kelas VII oleh Drs. H. Masan AF., M.Pd., Al-Qur’an banyak menyebutkan pokok akidah, seperti sifat-sifat Allah, malaikat, hari kiamat, surga, neraka, dan lainnya.

    Pokok-pokok akidah ini diringkas dalam hadits dan firman Allah SWT:

    Al-Qur’an Surat Al-Baqarah ayat 285:

    اٰمَنَ الرَّسُوْلُ بِمَآ اُنْزِلَ اِلَيْهِ مِنْ رَّبِّهٖ وَالْمُؤْمِنُوْنَۗ كُلٌّ اٰمَنَ بِاللّٰهِ وَمَلٰۤىِٕكَتِهٖ وَكُتُبِهٖ وَرُسُلِهٖۗ لَا نُفَرِّقُ بَيْنَ اَحَدٍ مِّنْ رُّسُلِهٖۗ وَقَالُوْا سَمِعْنَا وَاَطَعْنَا غُفْرَانَكَ رَبَّنَا وَاِلَيْكَ الْمَصِيْرُ

    Artinya: Rasul (Muhammad) beriman pada apa (Al-Qur’an) yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang mukmin. Masing-masing beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab kitab-Nya, dan rasul-rasul-Nya. (Mereka berkata,) “Kami tidak membeda-bedakan seorang pun dari rasul-rasul-Nya.” Mereka juga berkata, “Kami dengar dan kami taat. Ampunilah kami, wahai Tuhan kami. Hanya kepada-Mu tempat (kami) kembali.”

    Hadis Riwayat Muslim (HR Muslim):

    Rasulullah bersabda, “Iman itu artinya engkau beriman kepada Allah, para malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, Rasul-rasul-Nya, hari akhir, dan kamu beriman kepada takdir yang baik maupun yang buruk.”

    Kedudukan Akidah dalam Islam

    Akidah memiliki kedudukan yang sangat fundamental. Mayoritas kandungan Al-Qur’an dan Sunnah berfokus pada penjelasannya. Menukil buku Pokok-Pokok Akidah yang Benar karya H.A. Zahri, berikut tiga kedudukan utama akidah:

    1. Fondasi Setiap Amal

    Akidah (iman) adalah landasan setiap amal perbuatan manusia. Jika akidah tidak benar, amal seseorang akan sia-sia (merugi). Inilah sebabnya mengapa dalam Al-Qur’an, kata amal sering didahului dengan kata iman.

    وَالْعَصْرِ

    إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ

    إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ

    Artinya: “Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh, saling menasihati supaya menaati kebenaran dan saling menasihati supaya tetap di atas kesabaran.” (QS. Al-Asr: 1-3)

    2. Misi Dakwah Semua Rasul

    Diterimanya amal manusia sangat tergantung pada kebenaran akidahnya. Oleh karena itu, semua nabi dan rasul, dari Adam AS hingga Muhammad SAW, membawa misi utama yang sama, yaitu menyeru kepada keesaan Allah (tauhid).

    وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِيْ كُلِّ اُمَّةٍ رَّسُوْلًا اَنِ اعْبُدُوا اللّٰهَ وَاجْتَنِبُوا الطَّاغُوْتَۚ فَمِنْهُمْ مَّنْ هَدَى اللّٰهُ وَمِنْهُمْ مَّنْ حَقَّتْ عَلَيْهِ الضَّلٰلَةُ ۗ فَسِيْرُوْا فِى الْاَرْضِ فَانْظُرُوْا كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الْمُكَذِّبِيْنَ

    Artinya: Sungguh, Kami telah mengutus seorang rasul untuk setiap umat (untuk menyerukan), “Sembahlah Allah dan jauhilah tagut!” Di antara mereka ada yang diberi petunjuk oleh Allah dan ada pula yang ditetapkan dalam kesesatan. Maka, berjalanlah kamu di bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang yang mendustakan (rasul-rasul). (QS. An-Nahl: 36)

    3. Membawa Keselamatan dan Kebahagiaan Dunia-Akhirat

    Orang yang memiliki akidah yang benar akan memperoleh kebaikan dan kemaslahatan sepanjang hidupnya. Akidah yang kuat membuat seorang mukmin tidak mudah berputus asa, bahkan saat menghadapi ujian.

    Sebaliknya, orang yang tidak berakidah benar akan merasa kehidupannya sempit. Akidah yang kokoh adalah jaminan ketenangan di dunia dan keselamatan di akhirat.

    يٰبَنِيَّ اذْهَبُوْا فَتَحَسَّسُوْا مِنْ يُّوْسُفَ وَاَخِيْهِ وَلَا تَا۟يْـَٔسُوْا مِنْ رَّوْحِ اللّٰهِۗ اِنَّهٗ لَا يَا۟يْـَٔسُ مِنْ رَّوْحِ اللّٰهِ اِلَّا الْقَوْمُ الْكٰفِرُوْنَ

    Artinya: Wahai anak-anakku, pergi dan carilah berita tentang Yusuf beserta saudaranya. Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tidak ada yang berputus asa dari rahmat Allah, kecuali kaum yang kafir. (QS. Yusuf: 87)

    Wallahu a’lam.

    (hnh/lus)



    Sumber : www.detik.com