Blog

  • 5 Doa Apel Hari Santri Nasional 22 Oktober 2025

    5 Doa Apel Hari Santri Nasional 22 Oktober 2025


    Jakarta

    Sejak Hari Santri Nasional disahkan oleh Presiden Joko Widodo pada 22 Oktober 2015 di Masjid Istiqlal Jakarta, bulan Oktober menjadi waktu yang istimewa bagi para santri dan keluarga besar pesantren.

    Penetapan ini lahir dari semangat perjuangan para ulama yang mengajarkan arti jihad untuk menjaga kedaulatan bangsa serta menumbuhkan kesadaran bahwa cinta Tanah Air merupakan bagian dari iman.

    Dalam buku Menyulam Benang Kusut Pendidikan karya Syafiul Rokhim, dkk dijelaskan bahwa Hari Santri memiliki arti penting bagi umat Islam di Indonesia. Tanggal 22 Oktober dipilih karena bertepatan dengan peristiwa bersejarah ketika KH. Hasyim Asy’ari membacakan seruan “Resolusi Jihad” pada 22 Oktober 1945.


    Seruan itu menggerakkan umat Islam untuk melawan tentara Sekutu yang berusaha menjajah kembali Indonesia setelah kemerdekaan diproklamasikan.

    Doa dalam Apel Hari Santri

    Peringatan Hari Santri di berbagai daerah biasanya diawali dengan apel santri. Dalam kegiatan ini, selain pengibaran bendera dan ikrar santri, juga dibacakan doa bersama. Doa tersebut menjadi ungkapan syukur sekaligus permohonan kepada Allah agar para santri dan seluruh rakyat Indonesia diberi kekuatan, keikhlasan, dan kebersamaan dalam menjaga negeri.

    Berikut beberapa contoh teks doa apel Hari Santri Nasional yang bisa dibacakan dalam upacara peringatan Hari Santri pada 22 Oktober 2025 mendatang, yang dikutip dari tulisan PR GP Ansor Desa Pangauban, Muh Mastur, Baar Hanif, dan Pay Moo yang diunggah dalam scribd.

    1. Doa Apel Hari Santri 1

    سْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ. اَلْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. حَمْدًا يُوَافِىْ نِعَمَهُ وَيُكَافِئُ مَزِيْدَه
    ُ. يَارَبَّنَالَكَ الْحَمْدُ وَلَكَ الشُّكْرُ كَمَا يَنْبَغِىْ لِجَلاَلِ وَجْهِكَ وَعَظِيْمِ سُلْطَانِكَ

    Ya Allah, Tuhan Yang Maha Esa,

    Di pagi yang berkah ini, kami seluruh santri bersimpuh mempersembahkan puji syukur ke hadirat-Mu. Engkau Maha Pencipta alam semesta, Engkau jualah yang mengatur alam seisinya, dan Engkau pula yang telah membebaskan bangsa kami dari penjajahan.

    Perkenankanlah kami, seluruh bangsa Indonesia, pada pagi hari ini memperingati Hari Santri Nasional yang sekaligus memperingati lahirnya resolusi jihad NU, untuk mensyukuri nikmat agung anugerah-Mu berupa keutuhan bangsa dan negara dengan semangat juang bertholabul ilmi sebagai santri sejati.

    Ya Allah, Tuhan Maha Agung,

    Jadikanlah peringatan Hari Santri ini sebagai momentum untuk dapat merekatkan persatuan dan kesatuan bangsa kami. Jauhkanlah kami dari perselisihan, permusuhan, dan perpecahan. Kuatkan ikatan di antara bangsa kami agar senantiasa saling menyemai kedamaian, saling menjaga kerukunan, saling menampakkan keramahan, dan saling menyokong kemajuan.

    Eratkan tali silaturahmi seluruh anak negeri agar senantiasa saling menjaga persaudaraan, mengingatkan dalam kebaikan, dan bersemangat dalam menegakkan agama Allah.

    Ya Allah, Tuhan Yang Maha Bijaksana,

    Engkau telah menganugerahi kami dengan kekayaan bumi, air, dan udara. Bukalah pikiran kami agar bijaksana memanfaatkan anugerah-Mu demi kejayaan negeri. Lapangkan nurani kami agar senantiasa bersih dan suci dalam meraih kenikmatan.

    Kuatkan kaki dan tangan kami agar mampu menghadapi tantangan perkembangan zaman. Jadikan kami generasi penerus perjuangan bangsa yang senantiasa bersyukur, menjunjung sikap jujur, dan memperoleh karunia-Mu sebagai negeri yang makmur.

    Sehingga kami mampu menjadi pelita, penyejuk hati, serta penyedap mata bagi umat Islam yang beriman dan berakhlakul karimah.

    Ya Allah, Tuhan Yang Maha Pemberi Petunjuk,

    Engkau telah memberkati dan merahmati kami dengan kemerdekaan yang amat berarti. Bimbinglah kami agar dapat merawat kemerdekaan itu sesuai dengan ridha-Mu. Segarkan ingatan kami untuk mengenang arti satu dua nyawa yang melayang demi kemerdekaan.

    Jernihkan hati kami untuk memahami makna sejati memanusiakan manusia dalam bingkai kemerdekaan. Ringankan gerak kami untuk mengisi hari-hari merdeka dan juga Hari Santri Nasional ini dengan kekuatan iman, kemuliaan adab, keadilan hukum, dan kesejahteraan yang merata.

    Mantapkan langkah kaki kami untuk menjejak jalan yang benar dalam menggapai masa depan bangsa dan negeri ini.

    Ya Allah, Tuhan Yang Maha Pengampun dan Pengabul segala doa,

    Ampunilah semua dosa kami, dosa-dosa ibu bapak kami dan guru kami, dosa para pemimpin kami, serta para pendahulu kami. Terimalah amal dan perjuangan para pahlawan, ulama, serta syuhada yang telah memerdekakan bangsa dan negara kami.

    Muliakan mereka dengan kehidupan hakiki di alam abadi. Berikanlah kekuatan kepada kami untuk senantiasa menegakkan agama dan menjaga kedaulatan Republik Indonesia.
    Ya Allah, kabulkanlah doa dan segala permohonan kami. Engkau Maha Pengampun dan Maha Mengabulkan segala doa.

    2. Doa Apel Hari Santri 2

    Bismillahirrahmanirrahim,
    Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

    الحمد لله رب العالمين، والصلاة والسلام على أشرف المرسلين، وعلى آله وصحبه أجمعين.
    اللهم إنك خلاق عظيم، إنك سميع عليم، إنك غفور رحيم، إنك رب العرش العظيم، إنك البر الجواد الكريم.

    Ya Allah, Ya Tuhan kami,

    Dengan menyebut nama-Mu yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, kami bersyukur kepada-Mu atas limpahan nikmat dan karunia yang tiada henti Engkau anugerahkan kepada kami.

    Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Engkau tempat kami meminta, Engkau tempat kami memohon. Kami berdoa ke hadirat-Mu, ya Allah.

    Ya Allah yang Maha Pengasih,

    Hari ini kami tengah berkumpul melaksanakan upacara bendera peringatan Hari Santri Nasional tahun 2025. Ridhoilah kami.

    Limpahkanlah rahmat dan kasih sayang-Mu kepada kami, kepada orang tua kami, kepada guru-guru kami, dan para pemimpin kami.

    Ya Allah yang Maha Mengetahui,

    Bimbinglah kami kepada jalan yang lurus, jalannya orang-orang yang Engkau ridhoi. Jadikan kami generasi penerus bangsa yang memiliki semangat juang seperti santri dan ulama kami sebelumnya. Semangat dalam menegakkan agama-Mu, semangat dalam membela tanah air tercinta.

    Ya Allah yang Maha Mempersatukan,

    Kuatkanlah persatuan di antara kami. Jadikan kami satu dalam cinta dan kasih sayang karena-Mu.
    Jadikanlah negeri ini baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur, negeri yang aman dan tenteram untuk kami tinggali serta tempat kami beribadah kepada-Mu setiap saat.

    Ya Allah, Tuhan yang Maha Mengabulkan doa,

    Kabulkanlah doa kami ini.

    ربنا آتنا في الدنيا حسنة، وفي الآخرة حسنة، وقنا عذاب النار.
    سبحان ربك رب العزة عما يصفون، وسلام على المرسلين، والحمد لله رب العالمين.
    .
    Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

    3. Doa Apel Hari Santri 3

    بِسْمِ اللّٰهِ الرَحْمنِ الرَّحِيْمِ
    اَلْحَمْدُ لِهِٰ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ وَ الصَّلَاةُ وَ السَّلَامُ عَلَيْ اَشْرَفِ الْمُرْسَلِيْنَ وَ عَلَيْ اَلِهِ وَاَصْحَابِهِ اَجْمَعيْنَ، اللّٰهُمَّ إِنَّكَ خَلَّاقُ الْعَظِيْم إنَّكَ سَمِيْعٌ عَلِيْم, إِنَّكَ غَفُوْرٌ رَحِيْم, إِنَّكَ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيْم, الْبَرُّ الْجَوَادُ الْكَرِيْم

    Dengan nama-Mu Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, segala puji untuk-Mu, Tuhan semesta alam. Engkau tempat kami meminta, Engkau tempat kami memohon, kami berdoa ke hadirat-Mu, ya Allah.

    Ya Allah, ya Tuhan kami,

    Saat ini kami berkumpul dalam rangka mengikuti Hari Santri Nasional Tahun 2025.
    Untuk itu, ya Allah, jadikan kegiatan ini kegiatan yang penuh rahmat, kegiatan yang membawa manfaat, dan kegiatan yang penuh dengan hikmah. Ya Rabb, berkati dan ridhoi acara kami ini.

    Ya Allah, Tuhan Yang Maha Mengetahui,

    Dalam kegiatan peringatan Hari Santri Nasional ini, bersihkan hati kami dari sifat-sifat yang buruk, semaikan hati kami dengan berbagai sifat-Mu yang mulia.
    Satukan hati dan perbuatan kami dalam membangun negeri yang kami cintai ini.

    Ya Allah, Tuhan Yang Maha Kuasa,

    Bimbinglah kami, berilah kekuatan lahir dan batin kepada kami, satukan pandangan kami, dan bangkitkanlah semangat membangun negeri di antara kami agar menjadi negeri yang baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur.

    Ya Allah, Ya Rahman, Ya Rahim,

    Limpahkanlah rahmat dan hidayah-Mu, curahkanlah ilmu dan hikmah-Mu kepada kami agar kami mampu menjadi hamba-hamba-Mu yang selalu amanah dalam menjalani kehidupan ini, lulus dalam menghadapi berbagai ujian dan cobaan dari-Mu, serta ikhlas dalam mengabdi kepada-Mu.

    Ya Allah, Tuhan Yang Maha Mendengar,
    Kabulkanlah doa dan permohonan kami.

    Rabbanaa aatinaa fid-dunyaa hasanah, wa fil-aakhirati hasanah, wa qinaa ‘adzaaban-naar.
    Wa shallaallaahu ‘alaa sayyidinaa Muhammadin wa ‘alaa aalihi wa shahbihi ajma’iin.
    Walhamdulillaahi rabbil ‘aalamiin.

    4. Doa Apel Hari Santri 4

    السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
    Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

    اعوذ بالله من الشيطان الرجيم
    Audzubillah Himinasyaitonirrajim

    بسم الله الرحمن الرحيم
    Bismillaahirrahmaanirrahiim

    الحمد لله رب العالمين
    Alhamdulillahirobbil’alamin

    وبه نستعين على امور الدنيا والدين
    Wabihi nasta’in ‘ala umuriddunya waddin

    والصلاة والسلام على اشرف الانبياء والمرسلين
    Wassholaatu wassalaamu ‘ala asyrofil ambiyaa’ wal mursaliin wa ‘ala aalihi washohbihi ajma’iin

    وعلى اله وصحبه اجمعين، اما بعد
    Wa’ala aalihi wasahbihi ajma’iin, ammaa ba’du

    Ya Allah, Tuhan yang Maha Pengasih

    Di hari yang khidmat ini, di bawah langit-Mu yang teduh dan mentari-Mu yang cerah, perkenankanlah kami seluruh santri dan para kiai, guru, ulama, dan umara pemimpin negeri, beserta segenap elemen masyarakat, menunduk seraya menengadahkan tangan dan berdo’a di hadapan-Mu.

    Puji syukur ke haribaan-Mu, atas segala rahmat, nikmat dan pertolongan-Mu, hingga kami bisa melaksanakan upacara untuk memperingati Hari Santri Nasional pada tanggal 22 Oktober 2025 ini.

    Ya Allah, Tuhan yang Maha Penyayang

    Limpahkanlah rahmat dan kasih sayang-Mu kepada kami, kepada para pahlawan, kepada para penggagas dan pejuang “Resolusi Jihad”, yang telah rela menjadi syuhada’ demi mempertahankan kedaulatan negara.

    Mereka yang berkorban demi ibu pertiwi, mereka yang berjuang agar negeri ini tetap kokoh berdiri, peluk erat dan dekaplah mereka dalam lautan rahmat dan ampunan-Mu yang tiada bertepi.

    Ya Allah, Tuhan yang Maha Memberi Petunjuk

    Bimbinglah kami semua sebagai generasi penerus bangsa, agar dapat mewarisi negeri ini dengan sebaik-baiknya.

    Ringankan langkah kaki kami, agar kami dapat berjihad membangun negeri ini dengan kekuatan iman, keluhuran moral, kemuliaan pengetahuan, keadilan hukum, dan kesejahteraan yang merata di seluruh pelosok negeri.

    Ya Allah, Tuhan Tempat Kami Berlindung dan Mengadu

    Selamatkanlah bangsa dan negeri kami dari perpecahan dan bencana. Hindarkan kami dari sifat dan mudah hasut, agar kami tidak mudah di adu domba dan terpecah belah.

    Satukanlah hati kami dalam satu tujuan untuk membangun Bangsa Indonesia maju dan lebih baik lagi.

    Ya Allah, Tuhan yang Maha Memberi Ampunan

    Ampunilah dosa dan khilaf kami, orang tua kami, kiai, guru dan ulama kami, pemimpin dan pahlawan, serta syuhada kami. Bimbing kami dan para pemimpin kami ke jalan yang Engkau ridhai.

    Perkenankanlah Engkau kabulkan doa kami ini Ya Allah.

    ربنا اتنا في الدنيا حسنة وفي الاخرة حسنة وقنا عذاب النار
    Rabbana atina fiddunya hasanah wa fil akhiroti hasanah waqina ‘adzabannar.

    والحمد لله رب العالمين
    Walhamdulillahirobbil a’lamiin.

    والله الموفق الى اقوم الطريق
    Wallahulmuwafiq Ila Aqwamitoriq.

    والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته
    Wassalamualaikum Warohmatullohi Wabarokatuh.

    5. Doa Apel Hari Santri 5

    Assalamualaikum Wr. Wb

    بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ * الحمدُ للهِ رَبِّ العَالَمِيْنَ * حَمْداً شَاكِرِيْنَ حَمْدًا يُوَافِي نِعَمَهُ وَ يُكَافِئُ مَزِيْدَهُ * يَا رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ كَمَا يَنْبَغِي لِجَلاَلِ وَجْهِكَ وَ عَظِيْمِ سُلْطَانِكَ * اللّٰهُمَّ أَعِنَّا عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ

    Ya Allah, Dzat Yang Maha Pengasih dan Penyayang,

    Di pagi yang indah dan penuh berkah, kami semua yang hadir di sini, bersama seluruh santri, guru-guru, para kiai, perkenankanlah kami menunduk seraya menengadah dan berdo’a di hadapan-Mu.

    Limpahkanlah rahmat dan kasih sayang-Mu kepada kami, kepada pahlawan-pahlawan kami, yang telah rela menjadi syuhada’ demi mempertahankan kedaulatan negara.

    Mereka yang berkorban demi ibu pertiwi, mereka yang berjuang agar negeri ini tetap kokoh berdiri, peluk erat dan dekaplah mereka dalam lautan rahmat dan ampunan-Mu yang tiada bertepi.

    Ya Allah, Tuhan Yang Maha Memberi Petunjuk,

    Bimbinglah kami semua sebagai generasi penerus bangsa, agar dapat mewarisi negeri ini dengan sebaik-baiknya, serta membangun negeri ini dengan kekuatan iman, keluhuran moral, kemuliaan pengetahuan, keadilan hukum, dan kesejahteraan yang merata di seluruh pelosok negeri.

    Ya Allah, Tuhan Tempat Kami Berlindung dan Mengadu,

    Hari ini, Tanggal 22 Oktober 2025, adalah peringatan Hari Santri Nasional di negeri kami, untuk mengenang kiprah dan perjuangan para ulama dan kaum santri, dalam berjuang mempertahankan eksistensi negeri ini.

    Oleh karenanya Ya Allah, kami semua yang berkumpul di sini sungguh-sungguh mengetuk pintu rahmat-Mu, seraya mengharap cinta-Mu dengan sepenuh rindu.

    Maka cintailah kami dan mereka semua dalam kehangatan kasih sayang dan ampunan-Mu.

    ربنا اتنا في الدنيا حسنة و في الاخرة حسنة و قنا عذاب النار

    Rabbana ‘atina fidduniya hasanah wa fil akhiroti hasanah waqinaa adzaa bannar.

    Walhamdulillahirobbil ‘alamin
    Wassalamualaikum Wr. Wb.

    (inf/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • Mau Jadi Coppywriter? Belajar Etika dan Teknik Dasar Copywriting di detikcourse

    Mau Jadi Coppywriter? Belajar Etika dan Teknik Dasar Copywriting di detikcourse



    Jakarta

    Menulis di era digital nggak lagi cukup hanya dengan gaya bahasa yang menarik, tapi juga butuh pemahaman etika dan teknik dasar yang kuat. Apalagi sekarang, AI (Artificial Intelligence) sudah jadi bagian dari proses kreatif yang bisa membantu penulis bekerja lebih efisien tanpa kehilangan karakter khasnya.

    Buat kamu yang ingin memahami cara memanfaatkan AI dengan bijak dalam dunia kepenulisan, detikcourse menghadirkan kelas 2 Jam Maksimalkan Cuan dengan AI for Creative Writing, tempat kamu belajar menulis modern dengan pendekatan praktis dan etis.

    Pada sesi 1 yang akan digelar Selasa, 21 Oktober 2025 pukul 19.00-21.00 WIB secara online via Zoom, kamu bakal diajak untuk membangun pondasi penting dalam dunia menulis kreatif modern. Materinya dirancang agar kamu bisa memahami konsep Generative AI dan mengubah cara pandang dari yang sebelumnya menganggap AI sebagai ancaman, menjadi peluang besar untuk berkreasi.


    Kamu juga akan belajar memahami fungsi, batasan, dan etika penggunaan AI, termasuk cara menghindari plagiarisme, menjaga orisinalitas tulisan, dan melakukan fact-checking agar karya tetap berkualitas secara intelektual.

    Bukan hanya itu, sesi ini juga akan membimbing kamu dalam membangun teknik dasar menulis, mulai dari menciptakan struktur cerita dan karakter yang kuat, memahami teknik “Show, Don’t Tell” untuk membuat narasi lebih hidup, hingga menganalisis karya tulis kreatif dan melakukan praktik langsung.

    Materinya dikemas padat, aplikatif, dan bisa langsung kamu terapkan setelah kelas berakhir. Cocok buat kamu yang ingin memperkuat kemampuan menulis, baik untuk kebutuhan profesional maupun personal, sekaligus mengenal cara berkolaborasi efektif dengan teknologi.

    Dengan bekal pemahaman etika dan teknik dasar ini, kamu akan lebih siap mengikuti sesi-sesi selanjutnya dan mulai menulis karya yang bukan hanya menarik, tapi juga berpeluang menghasilkan cuan dari kreativitasmu sendiri.

    Yuk, mulai perjalanan menulis kreatifmu sekarang lewat kelas AI for Creative Writing dari detikcourse dan jadilah penulis modern yang mampu menyeimbangkan kreativitas dan teknologi. Daftar sekarang di detikevent sebelum kuota kelasnya penuh!

    (nwk/nwk)



    Sumber : www.detik.com

  • Kompetensi Nazhir Belum Maksimal, Akselerasi Wakaf Terkendala Serius

    Kompetensi Nazhir Belum Maksimal, Akselerasi Wakaf Terkendala Serius



    Malang

    Potensi wakaf nasional Indonesia yang mencapai Rp 180 triliun belum dikelola secara maksimal. Salah satu hambatan utama dalam pengelolaan tersebut adalah rendahnya kompetensi nazhir, yaitu pihak yang mengelola dan mengembangkan harta wakaf.

    Badan Wakaf Indonesia (BWI) mencatat, dari 450.000 nazhir wakaf tanah dan 500 nazhir wakaf uang, sebagian besar masih menghadapi keterbatasan dalam pengelolaan profesional dan produktif.

    Wakil Ketua BWI, Tatang Astaruddin dalam acara Waqf Goes to Campus XV di Universitas Brawijaya, Malang pada Senin (20/10/2025) mengatakan bahwa kompetensi nazhir yang belum maksimal membuat akselerasi perwakafan nasional berjalan lambat.


    “Tanpa mengurangi rasa hormat, kami melihat kompetensi para nazhir masih jadi kendala utama dalam optimalisasi aset wakaf,” ujarnya sebagaimana dalam rilis yang diterima detikHikmah.

    BWI menegaskan bahwa wakaf tidak boleh hanya berhenti pada pembangunan masjid atau makam. Wakaf harus berkembang menjadi instrumen keuangan sosial yang mendukung pendidikan, kesehatan, ketahanan pangan, pelestarian lingkungan, hingga program Sustainable Development Goals (SDGs).

    Dalam konteks ini, peran nazhir menjadi sangat vital. Sayangnya, keterbatasan kompetensi dalam manajemen aset, literasi keuangan, hingga pemanfaatan teknologi digital membuat banyak potensi wakaf tidak berkembang.

    Akibatnya, dana wakaf yang seharusnya bisa menjadi sumber daya ekonomi produktif justru stagnan atau bahkan tidak dimanfaatkan.

    Minimnya Literasi Masyarakat tentang Wakaf

    Selain itu, ada tantangan yang tak kalah besar adalah minimnya literasi masyarakat tentang wakaf. Hingga saat ini, sebagian besar masyarakat Indonesia masih mengidentikkan wakaf hanya dengan pembangunan masjid, makam, atau tempat ibadah lainnya.

    Pemahaman ini menyebabkan potensi wakaf produktif tidak tersentuh secara maksimal. Padahal, dalam Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2004 tentang Wakaf, telah ditegaskan bahwa wakaf memiliki spektrum yang luas, dan bisa digunakan untuk kepentingan umum, seperti pendidikan, kesehatan, pengentasan kemiskinan, hingga pelestarian lingkungan.

    “Wakaf tidak hanya sebatas ibadah mahdhah. Sekarang makna ibadah dalam wakaf juga mencakup kesejahteraan umum. Wakaf bisa untuk pendidikan, konservasi lingkungan, sampai untuk mendukung agenda Sustainable Development Goals (SDGs),” jelas Tatang.

    Dalam upaya memperkuat ekosistem wakaf produktif, BWI menggandeng perguruan tinggi dan pesantren melalui program Waqf Goes to Campus (WGTC). Menurut Tatang, kampus sejatinya merupakan lembaga wakaf karena berdiri untuk kepentingan umum dan bersifat jangka panjang.

    “Visi kami, wakaf menjadi pilar pertumbuhan dan ketahanan ekonomi nasional. Kampus dan pesantren adalah tempat strategis untuk mengembangkan regulasi, literasi, dan kompetensi wakaf,” tambah Tatang.

    Selain menjadi tempat kalangan terdidik, kampus juga dinilai memiliki keunggulan dalam pemanfaatan teknologi dan semangat literasi keagamaan. BWI menyebut bahwa potensi wakaf uang dari sektor kampus bisa mencapai Rp 5,7 triliun.

    Walikota Malang, Wahyu Hidayat, yang turut hadir dalam acara WGTC, menyoroti besarnya potensi wakaf di Kota Malang yang dikenal sebagai kota pendidikan.

    Dengan lebih dari 57 perguruan tinggi dan sekitar 800.000 mahasiswa, potensi partisipasi dalam gerakan wakaf sangatlah besar.

    “Karena kita tahu potensi wakaf begitu besar, hasil kajian BWI wakaf uang kita potensinya Rp 180 triliun, itu baru menyasar 17 cluster yang diantaranya kampus yang punya potensi wakaf uang Rp 5,7 triliun,” jelas Tatang.

    BWI juga menegaskan bahwa penguatan peran nazhir sangat krusial dalam mewujudkan ekosistem tersebut. Tanpa nazhir yang kompeten, wakaf produktif akan sulit tumbuh.

    Oleh karena itu, program pelatihan, sertifikasi, serta pendampingan nazhir terus digalakkan, terutama melalui kerja sama dengan lembaga pendidikan tinggi.

    (lus/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • 143 Fresh Graduates Siap Tembus Dunia Media Digital!

    143 Fresh Graduates Siap Tembus Dunia Media Digital!



    Jakarta

    Antusiasme peserta MagangHub terlihat di Auditorium Menara Bank Mega pada Senin (20/10/2025). 143 Peserta mengikuti kegiatan onboarding program MagangHub x Detikcom, CNN Indonesia dan Trans TV, siap menembus dunia digital!

    143 Fresh graduates yang lolos seleksi Magang Hub di Transmedia itu rinciannya 50 orang di detikcom, 47 orang di CNN Indonesia dan 46 di Trans TV.


    Acara dibuka dengan menyaksikan secara bersama-sama siaran langsung kanal YouTube Kementerian Tenaga Kerja (Kemnaker), yang menandai dimulainya program MagangHub 2025 secara nasional. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi sambutan dan pengenalan budaya kerja dari Transmedia.

    Director of Transmedia Latif Harnoko memperkenalkan sekilas mengenai CT Corp dan nilai-nilai kerja di lingkungan Transmedia. Ia menegaskan bahwa detikcom memiliki integritas kuat di dunia media digital karena gaya bahasanya yang seragam dan konsisten di setiap kanal. Dilanjutkan Department Head Human Capital Transmedia Yenita Achyar yang memperkenalkan jajaran HRD dari detikcom, Trans TV, dan CNN Indonesia.

    Setelah sesi pembukaan, Organization Development Transmedia Irsyad memberikan Company Introduction yang memperkenalkan struktur dan ekosistem kerja lintas divisi di Transmedia.

    Kemudian Section Head Human Capital detikcom Nanang Supriyatna yang memaparkan Program Overview MagangHub. Ia menekankan pentingnya kedisiplinan dalam menjalankan prosedur dan administrasi selama masa magang.

    “Intinya banyak hal teknis yang mau nggak mau teman-teman harus jalani. Misalnya, kalau absen ya harus absen di aplikasi,” tutur Nanang.

    detikcom sendiri menyaring sebanyak 2.950 pendaftar, hanya 50 peserta terpilih yang berhasil bergabung melalui program MagangHub Kemnaker Batch 1 yang akan berlangsung selama 6 bulan ke depan hingga April 2026.. Para peserta ini akan menempuh masa magang di berbagai divisi digital, mulai dari redaksi hingga pengembangan konten kreatif.

    Kegiatan onboarding ini menjadi langkah awal bagi peserta untuk memahami budaya kerja profesional di industri media digital sekaligus menyiapkan diri berkontribusi dalam ekosistem Transmedia.

    (nwk/nwk)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Meminta Kesembuhan, Dapat Diamalkan saat Sakit

    Doa Meminta Kesembuhan, Dapat Diamalkan saat Sakit


    Jakarta

    Sakit adalah bagian dari ujian kehidupan yang Allah SWT berikan kepada manusia. Setiap rasa nyeri, demam, atau kelemahan tubuh menjadi tanda bahwa manusia memiliki keterbatasan dan membutuhkan pertolongan dari Sang Pencipta.

    Dalam Islam, sakit bukan hanya cobaan, tetapi juga peluang untuk memperoleh ampunan dan pahala jika dihadapi dengan sabar.


    Rasulullah SAW bersabda,

    “Tidaklah seorang Muslim tertimpa kelelahan, penyakit, kesedihan, kesusahan, gangguan, bahkan duri yang menusuknya, kecuali Allah akan menghapus sebagian dosa-dosanya karenanya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

    Karena itu, ketika sakit datang, seorang muslim tidak sekadar mencari pengobatan lahiriah, tetapi juga menyertakan doa dan tawakal kepada Allah SWT. Doa menjadi bentuk ikhtiar batin, permohonan penuh harap agar Allah SWT memberikan kesembuhan dan kekuatan.

    Dikutip dari buku 7 Kode Rahasia Al-Fatihah karya DR. H. Miftahur Rahman, M.A, doa kesembuhan bukan hanya permintaan agar tubuh kembali sehat, melainkan juga bentuk pengakuan kelemahan diri di hadapan Allah SWT. Saat seseorang berdoa, ia sedang menundukkan hati, menyerahkan segala urusan kepada Zat yang Maha Mengatur kehidupan.

    Doa Nabi Ibrahim AS

    Kesembuhan sejati datang bukan hanya dari obat, melainkan dari izin dan kehendak Allah SWT. Dalam Al-Qur’an surat Asy-Syu’ara ayat 80, Nabi Ibrahim AS mengajarkan doa tentang hal ini,

    وَإِذَا مَرِضْتُ فَهُوَ يَشْفِينِ

    Arab-Latin: Wa iżā mariḍtu fa huwa yasyfīn

    Artinya: Dan apabila aku sakit, Dialah Yang menyembuhkan aku.

    Ayat ini menggambarkan bahwa sumber segala kesembuhan hanyalah Allah SWT. Manusia hanya berusaha, namun hasilnya bergantung pada kehendak-Nya.

    Doa Nabi Muhammad SAW untuk Meminta Kesembuhan

    Rasulullah SAW sering memanjatkan doa ketika beliau atau orang lain sedang sakit. Salah satu doa yang paling dikenal dan diajarkan beliau adalah,

    اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ، أَذْهِبِ الْبَأْسَ، اشْفِ أَنْتَ الشَّافِي، لَا شِفَاءَ إِلَّا شِفَاؤُكَ، شِفَاءً لَا يُغَادِرُ سَقَمًا

    Latin: Allahumma rabbannas, adzhibil ba’sa, isyfi anta asy-syafi, la syifa’a illa syifa’uka, syifa’an la yughadiru saqama.

    Artinya: “Ya Allah, Tuhan seluruh manusia, hilangkanlah penyakit ini, sembuhkanlah. Engkaulah yang Maha Penyembuh. Tiada kesembuhan selain dari-Mu, kesembuhan yang tidak meninggalkan rasa sakit.” (HR. Bukhari dan Muslim)

    Doa ini mencerminkan keyakinan penuh bahwa kesembuhan bukan dari manusia, melainkan dari Allah semata. Kalimat “la syifa’a illa syifa’uka” mengajarkan kepasrahan yang mendalam, bahwa hanya Allah yang dapat memberikan kesembuhan sempurna tanpa sisa penderitaan.

    Doa Kesembuhan dari Al-Qur’an

    Selain doa Nabi Ibrahim dan doa Nabi Muhammad SAW, terdapat pula doa yang disebutkan dalam kisah Nabi Ayyub AS, seorang nabi yang diuji dengan penyakit parah bertahun-tahun lamanya, tetapi tetap bersabar dan berzikir kepada Allah. Ketika ia memohon kesembuhan, doanya diabadikan dalam Al-Qur’an surat Al-Anbiya ayat 83,

    ۞ وَأَيُّوبَ إِذْ نَادَىٰ رَبَّهُۥٓ أَنِّى مَسَّنِىَ ٱلضُّرُّ وَأَنتَ أَرْحَمُ ٱلرَّٰحِمِينَ

    Arab-Latin: Wa ayyụba iż nādā rabbahū annī massaniyaḍ-ḍurru wa anta ar-ḥamur-rāḥimīn

    Artinya: Dan (ingatlah kisah) Ayub, ketika ia menyeru Tuhannya: “(Ya Tuhanku), sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah Tuhan Yang Maha Penyayang di antara semua penyayang”.

    Doa Nabi Ayyub mengajarkan kelembutan hati dan kerendahan diri. Ia tidak mengeluh, tetapi menyampaikan penderitaannya dengan penuh adab dan ketundukan. Inilah bentuk doa yang lembut, penuh keyakinan, dan tidak tergesa-gesa menuntut kesembuhan.

    Doa untuk Orang Lain yang Sedang Sakit

    Islam juga menganjurkan agar seorang muslim mendoakan saudaranya yang sakit, sebab doa untuk orang lain akan kembali sebagai pahala dan kebaikan bagi yang berdoa. Rasulullah SAW mengajarkan bacaan berikut:

    أَسْأَلُ اللَّهَ الْعَظِيمَ، رَبَّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ، أَنْ يَشْفِيَكَ

    Latin: As’alullaha al-‘azhim, rabbal ‘arsyil ‘azhim, an yasyfiyaka.

    Artinya: “Aku memohon kepada Allah Yang Maha Agung, Tuhan Arasy yang agung, agar Dia menyembuhkanmu.” (HR. Tirmidzi)

    Hadis ini menunjukkan betapa besarnya kasih sayang Islam terhadap sesama. Mendoakan kesembuhan bagi orang lain bukan hanya bentuk empati, tetapi juga wujud cinta karena Allah.

    (dvs/inf)



    Sumber : www.detik.com

  • 50 Dari 2.950 Pelamar Lolos MagangHub di detikcom, Begini Proses Seleksinya!

    50 Dari 2.950 Pelamar Lolos MagangHub di detikcom, Begini Proses Seleksinya!



    Jakarta

    Program MagangHub x Detikcom Batch 1 menjadi pilihan para fresh graduates yang ingin memiliki pengalaman di dunia media digital. Pada gelombang pertama ini, tercatat sebanyak 2.950 pendaftar bersaing ketat untuk mendapatkan posisi magang di media digital ternama ini. Namun, hanya 50 peserta terbaik yang berhasil lolos tahap akhir dan resmi bergabung dengan tim detikcom.

    Menurut perwakilan HRD detikcom Syifa Haryanti, seluruh proses seleksi dilakukan secara transparan dan adil.

    “Semua pelamar menerima email untuk mengikuti tahap pertama yaitu psikotes. Setelah itu, mereka mengerjakan tugas sesuai posisi yang dilamar dan mengunggah CV serta portofolio. Semua dinilai secara objektif,” jelas Syifa kepada detikEdu di Aula Menara Bank Mega, Jl Kapten Tendean, Jakarta Selatan, pada Senin (20/10/2025).


    Syifa juga menyebutkan bahwa program MagangHub ini sangat kompetitif karena antusiasme peserta yang luar biasa tinggi.

    “Program MagangHub ini benar-benar bombastis! Antusiasmenya luar biasa, padahal waktu pendaftarannya sangat singkat,” tambahnya.

    Syifa juga menyampaikan bawa tidak menutup kemungkinan bagi peserta magang yang ‘outstanding’ dan dinilai memiliki kompetensi yang mumpuni akan direkrut, apabila dibutuhkan.

    Salah satu peserta MagangHub adalah Nyimas Amrina Rosada, lulusan Universitas Sriwijaya Palembang. Nyimas berhasil lolos dan kini bergabung di detikTravel.

    “Senang banget bisa magang di detikcom, salah satu media digital paling populer di Indonesia. Selain menambah pengalaman, ini juga bagus untuk karir ke depan,” kata Nyimas.

    Pengakuan lain datang dari Gita Urania Natasha, lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Bina Nusantara.

    “Aku awalnya tahu info MagangHub dari TikTok, terus aku coba daftar di akun Siap Kerja, ternyata aku eligible,” tutur gadis asal Samarinda, Kalimantan Timur ini.

    Alasan Gita mendaftar di detikcom, karena portal berita ini sangat populer sehingga dia tertarik buat menimba pengalaman di detikcom. Setelah melalui beberapa proses seleksi, Gita lolos diterima di kanal detikFinance. Gita bakal menulis hingga meliput berita seputar ekonomi moneter.

    “Aku harap, aku dapat pengalaman yang bisa bantu buat karier ke depannya, dan juga bangun koneksi,” harap Gita.

    Melalui kolaborasi bersama MagangHub Kemnaker, detikcom berharap dapat membentuk generasi muda yang tidak hanya cakap secara teknis, tetapi juga memiliki integritas dan etika digital yang tinggi dalam dunia kerja media modern.

    (nwk/nwk)



    Sumber : www.detik.com

  • Makna dan Arti Lirik Lagu Addinu Lana, Nasheed Penuh Semangat Islam

    Makna dan Arti Lirik Lagu Addinu Lana, Nasheed Penuh Semangat Islam



    Jakarta

    Sholawat Addinu Lana dikenal sebagai nasyid perjuangan Islam yang sarat semangat dan nilai spiritual. Sholawat ini sering menggema di berbagai acara keagamaan, kegiatan pesantren, hingga perlombaan seni Islam.

    Dengan melodi yang kuat dan lirik yang membangkitkan motivasi, Addinu Lana bukan sekadar lagu, tetapi sebuah seruan bagi umat Islam untuk mencintai agamanya, menegakkan kebenaran, serta menjaga identitas keislaman di tengah kehidupan modern.


    Addinu Lana berasal dari bahasa Arab yang berarti ‘Agama adalah milik kami’ atau ‘Islam adalah agama kami’. Lagu ini populer di dunia Arab dan kemudian menyebar luas ke berbagai negara, termasuk Indonesia, melalui kalangan pesantren, madrasah, dan komunitas nasyid.

    Secara umum, nasyid ini sering dibawakan dalam suasana penuh semangat, seperti pada peringatan Hari Santri, acara keislaman, dan kegiatan keagamaan di sekolah atau kampus. Irama dan liriknya mampu menumbuhkan rasa bangga menjadi muslim, sekaligus mengingatkan pentingnya memperjuangkan nilai-nilai Islam secara damai dan berakhlak mulia.

    Lirik Sholawat Addinu Lana

    Dikutip dari buku Kumpulan Shalawat Nabi Super Lengkap yang disusun Ibnu Watiniyah, berikut lirik sholawat addinu lana versi arab dan latin dan artinya:

    الدين لنا والحق لنا ، والعدل لنا والکل لنا

    Arab latin: Addiinu lanaa wal haqqu lanaa, wal ‘adlu lanaa walkullu lanaa

    اضحی الإسلام لنا دينا ، وجميع الگون لنا وطنا

    Arab latin: Adhal Islaamu lanaa diinaan, wa jamii’ul kauni lanaa wathona

    الدين لنا والحق لنا ، والعدل لنا والکل لنا

    Arab latin: Addiinu lanaa wal haqqu lanaa, wal ‘adlu lanaa walkullu lanaa

    اضحی الإسلام لنا دينا ، وجميع الگون لنا وطنا

    Arab latin: Adhal Islaamu lanaa diinaan, wa jamii’ul kauni lanaa wathona

    توحيد الله لنا نور ، اعددنا الروح له سگنا

    Arab latin: Tauhiidullahu lanaa nuurun, a’dadnar ruuhu lahu sakanan

    هو اول بيت نحفظه ، بحياة الروح ويحفظنا

    Arab latin: Huwal awwalu baitun nahfadzohu, bijayaatilluuhi wayahfadzona

    الدين لنا والحق لنا ، والعدل لنا والکل لنا

    Arab latin: Addiinu lanaa wal haqqu lanaa, wal ‘adlu lanaa walkullu lanaa

    اضحی الإسلام لنا دينا ، وجميع الگون لنا وطنا

    Arab latin: Adhal Islaamu lanaa diinaan, wa jamii’ul kauni lanaa wathona

    علم الإسلام علی الأيام ، شعار المجد لملتنا

    Arab latin: ‘Alamul islaami ‘alal ayyam, syi’arul majdi limillatiina

    الگون يزول ولا تمحی ، بالدهر صحائف سؤددنا

    Arab latin: Alkauunu yazuulu walaa tumha, biddahri shohaaifu sukdadina

    علم الإسلام علی الأيام ، شعار المجد لملتنا

    Arab latin: ‘Alamul islaami ‘alal ayyam, syi’arul majdi limillatiina

    الگون يزول ولا تمحی ، بالدهر صحائف سؤددنا

    Arab latin: Alkauunu yazuulu walaa tumha, biddahri shohaaifu sukdadina

    الدين لنا والحق لنا ، والعدل لنا والکل لنا

    Arab latin: Addiinu lanaa wal haqqu lanaa, wal ‘adlu lanaa walkullu lanaa

    اضحی الإسلام لنا دينا ، وجميع الگون لنا وطنا

    Arab latin: Adhal Islaamu lanaa diinaan, wa jamii’ul kauni lanaa wathona

    Arti Lirik Sholawat Addinu Lana

    Berikut arti sholawat Addinu Lana:

    Agama bagi kami dan kebenaran bagi kami, keadilan bagi kami dan seluruhnya untuk kami

    Islam telah lahir sebagai agama kami, dan seluruh alamm merupakan tempat tinggal kami

    Agama bagi kami dan kebenaran bagi kami, keadilan bagi kami dan seluruhnya untuk kami

    Islam telah lahir sebagai agama kami, dan seluruh alam merupakan tempat tinggal kami

    Mengesakan Allah menjadi cahaya bagi kami, ruh (Islam) itu telah menyiapkan sebagai tempat tinggal kami

    Dialah pertama kalinya rumah yang kami jaga, dan kami pun menjaganya segenap hidup kami

    Agama bagi kami dan kebenaran bagi kami, keadilan bagi kami dan seluruhnya untuk kami

    Islam telah lahir sebagai agama kami, dan seluruh alam merupakan tempat tinggal kami

    Mengesakan Allah menjadi cahaya bagi kami, ruh (Islam) itu telah menyiapkan sebagai tempat tinggal kami

    Dialah pertama kalinya rumah yang kami jaga, dan kami pun menjaganya segenap hidup kami

    Agama bagi kami dan kebenaran bagi kami, keadilan bagi kami dan seluruhnya untuk kami

    Islam telah lahir sebagai agama kami, dan seluruh alam merupakan tempat tinggal kami

    Islam mengajari kami setiap hari , syi’ar agung bagi agama kami

    Waktu boleh bergeser, namun (agama) tidak boleh terhapus

    Agama bagi kami dan kebenaran bagi kami, keadilan bagi kami dan seluruhnya untuk kami

    Islam telah lahir sebagai agama kami, dan seluruh alam merupakan tempat tinggal kami

    Makna Filosofis Lirik Addinu Lana

    Lirik Addinu Lana sangat sederhana, namun memiliki makna yang mendalam. Setiap baitnya mengandung pesan moral dan nilai keimanan yang kuat:

    “Addinu lana” (Agama milik kami)
    Menegaskan bahwa Islam bukan sekadar identitas, tetapi jalan hidup. Seorang muslim menjadikan agama sebagai pedoman dalam setiap langkahnya.

    “Wal-ḥaqqu lana” (Kebenaran milik kami)
    Mengandung makna bahwa Islam mengajarkan kebenaran universal yang datang dari Allah SWT. Umat Islam diajak untuk menjunjung tinggi nilai keadilan dan kebenaran dalam setiap perbuatan.

    “Wan-nūru lanā” (Cahaya milik kami)
    Cahaya di sini bermakna petunjuk (hidayah) yang menerangi hati dan akal manusia. Islam adalah cahaya yang membawa manusia keluar dari kegelapan menuju kehidupan yang penuh keberkahan.

    “Wal-fakhru lanā” (Kebanggaan milik kami)
    Baris ini mengajarkan agar setiap Muslim bangga dengan agamanya – bukan dengan kesombongan, melainkan kebanggaan karena mengikuti ajaran yang penuh rahmat, kejujuran, dan kasih sayang.

    “Naḥnul muslimūn” (Kami adalah kaum Muslimin)
    Penutup ini adalah deklarasi iman. Ia menjadi bentuk pengakuan dan komitmen untuk hidup dalam nilai-nilai Islam, bersatu dalam persaudaraan, dan berbuat kebaikan di muka bumi.

    (dvs/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • Beasiswa S2 di Swedia 2026, Uang Saku Rp 21 Juta Per Bulan

    Beasiswa S2 di Swedia 2026, Uang Saku Rp 21 Juta Per Bulan


    Jakarta

    Badan publik Swedia, Swedish Institute (SI), membuka beasiswa kuliah program magister melalui program SI Scholarship for Global Professional. Para profesional asal Indonesia bisa mendaftar.

    Dikutip dari laman SI, beasiswa kuliah ini dibuka untuk studi 1 tahun maupun 2 tahun di universitas-universitas Swedia yang menyelenggarakan studi dalam bahasa Inggris. Simak komponen beasiswa, syarat pendaftar, dan jadwal seleksinya di bawah ini.


    Beasiswa Kuliah di Swedia 2026

    Berikut komponen beasiswa S2 Swedia yang ditanggung dalam program SI Scholarship for Global Professional:

    • Biaya kuliah penuh, dibayarkan langsung oleh SI ke kampus per semester
    • Tunjangan hidup 12.000 krona Swedia (Rp 21 juta) per bulan selama masa studi
    • Ongkos 15.000 krona Swedia (Rp 26,3 juta), tidak berlaku bagi yang sudah tinggal di Swedia.
    • Keanggotaan dalam Jaringan SI untuk Profesional Global (NFGP)
    • Menjadi Jaringan Alumni Swedia usai lulus untuk berjejaring dan mengembangkan diri secara profesional.

    Beasiswa ini tidak meliputi:

    • Asuransi, kontak kampus masing-masing perihal asuransi untuk mahasiswa internasional
    • Tunjangan tambahan untuk anggota keluarga
    • Biaya pendaftaran ke kampus tujuan
    • Izin perubahan program studi
    • Perpanjangan atau perubahan pada periode beasiswa

    Syarat Beasiswa S2 Swedia 2026

    • Warga negara dari salah satu negara eligible, termasuk Indonesia, tidak harus sedang tinggal di RI
    • Mendaftar ke program magister yang memenuhi syarat untuk beasiswa SI, dengan bidang meliputi:
      • Tata kelola
      • Kesehatan masyarakat
      • Kewirausahaan dan inovasi
      • Sains, teknologi, engineering, dan matematika (STEM)
    • Bertanggung jawab untuk membayar biaya pendaftaran kuliah ke kampus tujuan
    • Memiliki pengalaman kerja dengan akumulasi minimal 3.000 jam kerja, baik penuh waktu maupun paruh waktu, tetapi tidak harus sedang bekerja saat mendaftar beasiswa
    • Pengalaman kerja diutamakan relevan dengan bidang studi yang dilamar
    • Memiliki pengalaman kepemimpinan dari pemberi kerja saat ini atau sebelumnya, atau dari keterlibatan masyarakat sipil, contohnya:
      • Pengalaman kepemimpinan melibatkan pengalaman memimpin kolega/organisasi lain
      • Diberi mandat untuk memengaruhi strategi pengembangan organisasi tempat kerja
      • Mengalokasikan tugas kepada kolega
      • Terbiasa dengan proses pengambilan keputusan.

    Jadwal Beasiswa S2 Swedia 2026

    Informasi beasiswa S2 di Swedia 2026 lebih lanjut bisa diakses melalui laman resmi SI, klik DI SINI. Semoga bermanfaat, detikers!

    (twu/pal)



    Sumber : www.detik.com

  • Allahumma Sholli ‘Ala Sayyidina Muhammad, Amalan Sederhana Berpahala Besar

    Allahumma Sholli ‘Ala Sayyidina Muhammad, Amalan Sederhana Berpahala Besar


    Jakarta

    Dalam Islam, zikir dan sholawat kepada Nabi Muhammad SAW merupakan salah satu amalan yang paling dianjurkan dan berpahala besar. Salah satu sholawat yang populer adalah “Allahumma Sholli ‘Ala Sayyidina Muhammad”.

    Meski sederhana diucapkan, amalan ini memiliki kedudukan istimewa di sisi Allah SWT dan membawa banyak keutamaan.

    Sholawat ini tidak hanya sekadar kata-kata, tetapi menjadi amalan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, meneladani akhlak Nabi Muhammad SAW, serta memperoleh keberkahan dalam kehidupan sehari-hari.


    Makna “Allahumma Sholli ‘Ala Sayyidina Muhammad”

    Mengutip buku Fadilah Selawat Menuju Cinta Kepada Rasulullah Kajian Kitab Tanbih al-Gafilin dan Tanqih al-Qoul al-Hatsits karya Zulfa Maulida, secara bahasa, kalimat “Allahumma Sholli ‘Ala Sayyidina Muhammad” memiliki arti, “Ya Allah, limpahkanlah sholawat dan salam kepada junjungan kami, Nabi Muhammad SAW.”

    Makna ini mengandung doa agar Nabi Muhammad SAW mendapatkan penghormatan dan pujian dari Allah SWT, serta menjadi sarana bagi pembacanya untuk mendapatkan syafaat dan keberkahan.

    Kalimat ini menegaskan bahwa mencintai Nabi SAW tidak cukup hanya dengan kata hati, tetapi harus diwujudkan melalui doa, sholawat, dan meneladani akhlaknya.

    Dalil dan Anjuran Membaca Sholawat

    Banyak dalil dari Al-Qur’an dan hadits yang menganjurkan umat Islam untuk membaca sholawat kepada Nabi Muhammad SAW. Dalam surat Al-Ahzab ayat 56, Allah SWT berfirman,

    إِنَّ ٱللَّهَ وَمَلَٰٓئِكَتَهُۥ يُصَلُّونَ عَلَى ٱلنَّبِىِّ ۚ يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ صَلُّوا۟ عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا۟ تَسْلِيمًا

    Artinya: Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.

    Dalam hadits Riwayat At-Tirmidzi dan Ibnu Majah:

    Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa yang bershalawat kepadaku sekali, Allah akan bershalawat kepadanya sepuluh kali.”

    Dalil-dalil ini menunjukkan bahwa sholawat adalah amalan ringan tapi berpahala besar, yang dapat dibaca kapan saja dan di mana saja.

    Keutamaan Membaca Sholawat

    Dirangkum dari buku Shalawat: Amalan Hebat Jalan Selamat Dunia dan Akhirat karya Emas Agus Prastyo Wibowo, membaca “Allahumma Sholli ‘Ala Sayyidina Muhammad” memiliki banyak keutamaan, di antaranya:

    1. Mendapat Syafaat Nabi Muhammad SAW

    Sholawat merupakan salah satu sarana yang mendekatkan umat Islam kepada Nabi SAW, sehingga di hari kiamat dapat memperoleh syafaat beliau.

    2. Dihapuskan Dosa dan Mendapat Pahala Berlipat

    Setiap bacaan shalawat menjadi penghapus dosa kecil dan mendatangkan pahala yang berlipat ganda di sisi Allah SWT.

    3. Mendatangkan Ketentraman Hati

    Membaca shalawat dapat menenangkan hati, menghilangkan rasa gelisah, dan meningkatkan kekhusyukan dalam ibadah.

    4. Mendatangkan Keberkahan Hidup

    Orang yang rutin membaca shalawat akan mendapatkan kemudahan rezeki, keselamatan, dan keberkahan dalam setiap urusannya.

    Wallahu a’lam.

    (dvs/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • Benarkah Bambu Bukan Termasuk Pohon? Ternyata Jenis Ini

    Benarkah Bambu Bukan Termasuk Pohon? Ternyata Jenis Ini



    Jakarta

    Apakah detikers termasuk yang sering menyebut bambu dengan pohon bambu? Ternyata bambu bukan jenis pohon, lo. Lantas, bambu termasuk jenis apa?

    Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), pohon adalah tumbuhan yang berbatang keras dan besar atau pokok kayu. Secara umum, definisi pohon berkaitan dengan batang berkayu dan/atau bercabang.

    Berdasarkan definisi ini, bambu tidak termasuk pohon karena strukturnya berongga dan bukan berkayu. Berbeda dengan pohon yang padat dan memiliki kambium untuk menebal.


    Bambu Termasuk Jenis Rumput-rumputan

    Secara ilmiah, bambu bukan pohon karena termasuk dalam famili rumput-rumputan (Poaceae). Bambu yang paling umum ditemukan, memiliki nama ilmiah Bambusa vulgaris.

    Dikutip dari laman Queensland Government, bambu merupakan rumput tinggi yang tumbuh secara rapat. Bambu berasal dari wilayah Asia tropis dan subtropis, juga menyebar ke Australia.

    Bambu sering kali tumbuh alami dan liar, seperti jenis rerumputan lainnya. Meski begitu, bambu bukanlah tanaman invasif yang mengganggu spesies lain.

    Berdasarkan strukturnya, bambu bisa berukuran sangat besar. Biasanya memiliki banyak cabang pada satu buku dengan satu atau dua yang jauh lebih besar dari yang lain. Pada banyak spesies bambu, terdapat batang berongga dan ikatan pembuluh di penampang melintang yang tersebar di seluruh batang.

    Bisa Tumbuh dengan Cepat dan Sering Dimanfaatkan oleh Manusia

    Menurut American Bamboo Society, bambu termasuk salah satu tanaman yang tumbuh paling cepat di dunia. Bambu mampu tumbuh 60 cm atau lebih per hari karena sistem rimpangnya yang unik.

    Namun, pertumbuhan cepat ini akan sangat bergantung pada tanah dan kondisi iklim setempat. Bambu bisa hidup di berbagai iklim mulai dari pegunungan dingin hingga wilayah tropis yang panas.

    Keberadaannya yang melimpah membuat bambu sering dimanfaatkan oleh manusia. Di wilayah Asia, bambu memiliki nilai ekonomis sebagai bahan bangunan, sumber makanan pangkal mudanya, hingga produk mentah serbaguna.

    Diketahui, ada lebih dari 70 genera bambu yang terbagi menjadi sekitar 1.450 spesies. Di Indonesia, ada beberapa bambu yang populer digunakan, yaitu:

    1. Bambu Betung (Dendrocalamus asper)

    2. Bambu ampel atau bambu aur (Bambusa vulgaris)

    3. Bambu Wuluh/Wulung/Hitam (Gigantochloa atroviolacea)

    4. Bambu Tali/Apus (Gigantochloa apus)

    5. Bambu talang/lemang (Schizostachyum brachycladum)

    6. Bambu Mayan (Gigantochloa robusta)

    7. Bambu Kecil/Mini/Bayi (Pogonatherum paniceum)

    8. Bambu kuning (Bambusa vulgaris var. striata)

    (faz/pal)



    Sumber : www.detik.com