Tag: lamine yamal

  • Joan Garcia Sang Juru Selamat Barcelona


    Vallecano

    Barcelona ditahan Rayo Vallecano di pekan ketiga LaLiga 2025/2026. Blaugrana bisa saja kalah andai Joan Garcia tak tampil apik di bawah gawang.

    Barcelona pulang dengan satu poin saat menyambangi markas Vallecano di Estadio de Vallecas, Senin (1/9/2025) dini hari WIB. Kedua tim berimbang 1-1, usai gol Lamine Yamal bisa dibalas Fran Perez.

    Di laga itu, Vallecano tampil merepotkan Barcelona. Sejumlah peluang bisa dihadirkan, namun mentok karena kiper lawan.


    Joan Garcia menjadi juru selamat Barcelona di laga ini. Penjaga gawang berusia 24 tahun itu membuat banyak penyelamatan apik.

    Sejak babak pertama, Garcia bisa merepotkan Rayo Vallecano. Di menit ke-13 misalnya, ia menggagalkan peluang di depan gawang Barcelona, yang coba dieksekusi Andrei Ratiu.

    Joan Garcia kemudian terus bikin Vallecano frustrasi. Ia menggagalkan peluang dari Palazon, Perez, dan Sergio Camello hingga akhir pertandingan.

    Sofascore mencatat, Garcia membuat 5 penyelamatan sepanjang laga, dari 12 percobaan Vallecano. Ia mendapat rating 8.7, paling tinggi di skuad Barcelona.

    LaLiga juga mengganjarnya dengan gelar Man of the Match. Usai laga, pelatih Hansi Flick memuji kiper yang baru direkrut dari Espanyol itu.

    “Dia sangat bagus dengan bola. Dia cepat dan dia tak membuat kesalahan sama sekali hari ini. Dia percaya diri dengan dan tanpa bola. Keputusan yang bagus untuk merekrutnya,” katanya, seperti melansir AS.

    Hasil imbang membuat Barcelona sementara tertahan di peringkat 4 klasemen dengan 7 poin. Los Cules sementara tertinggal dari Real Madrid, yang memimpin dengan 9 poin dari 3 laga.

    (yna/raw)



    Sumber : sport.detik.com

  • Flick Akui Barca Tak Pantas Menang Lawan Rayo


    Jakarta

    Hansi Flick tidak mau mencari-cari alasan usai Barcelona diimbangi Rayo Vallecano. Flick mengakui Barcelona memang pantas dapat satu poin.

    Laga Rayo vs Barcelona di pekan ketiga LaLiga digelar di Estadio de Vallecas, Senin (1/9/2025) dini hari WIB. Barcelona pulang dengan satu poin usai seri 1-1.

    Lamine Yamal membawa Barcelona unggul pada menit ke-40 lewat sebuah eksekusi penalti. Penalti ini sempat menimbulkan kontroversi setelah VAR tidak berfungsi untuk meninjau kembali insiden antara Pep Chavarria dan Yamal, yang berujung wasit menunjuk titik putih.


    Rayo kemudian membalas lewat gol Fran Garcia pada menit ke-67. Di sisa waktu pertandingan, Rayo beberapa kali menciptakan peluang, tapi Joan Garcia tampil prima di bawah mistar gawang Barcelona untuk menggagalkan kemenangan tuan rumah.

    Flick mengakui permainan Barcelona di bawah level yang ia inginkan. Hasil seri menurutnya memang pantas untuk Barcelona.

    “Saya kira satu poin cukup bagus. Kami tidak pantas dapat lebih,” ujar Flick seperti dilansir Football Espana.

    “Joan Garcia, Eric (Garcia), dan (Andreas) Christensen bagus. Masalahnya di lini tengah dan depan. Kami bikin banyak banget kesalahan.”

    “Saya tidak senang dengan tim saya. Kami tidak main bagus,” lanjutnya.

    “Kami tidak main dengan ketajaman yang seperti biasanya, kami tidak mendominasi seperti yang seharusnya, dan kami membuat banyak kesalahan. Ketika Anda main melawan tim yang tampil bagus, Anda harus main dengan cara berbeda dan tidak bikin banyak kesalahan, kami seharusnya main lebih baik,” kata Flick.

    Hasil ini menghentikan laju sempurna Barcelona di LaLiga. Blaugrana kini ada di peringkat keempat klasemen Liga Spanyol dengan tujuh poin dari tiga laga.

    (nds/rin)



    Sumber : sport.detik.com

  • Pemain Barcelona Bikin Hansi Flick Kecewa


    Jakarta

    Barcelona cuma bisa bermain imbang 1-1 dengan Rayo Vallecano. Hansi Flick sangat tak puas dengan performa pemainnya.

    Rayo vs Barca berlangsung di Campo de Futbol de Vallecas dalam lanjutan LaLiga, Senin (1/9/2025) dini hari WIB. Gol penalti Lamine Yamal dibalas oleh Fran Perez.

    Barcelona dalam laga ini cukup dibuat kesusahan oleh tim tuan rumah. Rayo mampu menciptakan enam percobaan ke gawang dari 12 usahanya.


    Hansi Flick selaku pelatih Barcelona pun tidak puas dengan penampilan para pemainnya. Yamal cs dianggap banyak bikin kesalahan.

    “Kami kurang intensitas dan kami membuat banyak kesalahan. Rayo bermain fantastis. Saya tidak puas dengan tim saya hari ini,” kata Hansi Flick selepas laga.

    Situasi pertandingan sebetulnya juga sangat sulit. Selain lapangan yang buruk, monitor VAR juga terjadi masalah.

    “VAR harus berfungsi. Saya tidak tahu apa yang harus kami lakukan, tetapi kami tidak bisa berbuat apa-apa. Bukan tugas saya untuk menyarankan apa pun,” Hansi Flick mengungkapkan.

    “Seharusnya itu tidak dijadikan alasan. Kami membuat kesalahan pada akhirnya, dan itu justru merugikan kami,” tambahnya.

    (ran/krs)



    Sumber : sport.detik.com

  • Eks Wonderkid Kasih Saran ke Yamal: Fokus dan Jaga Sikap!


    Barcelona

    Mantan wonderkid Freddy Adu memberi saran buat Lamine Yamal. Dia menasihati bintang Barcelona itu supaya fokus dan tak terganggu urusan di luar lapangan.

    Adu merupakan mantan pesepakbola asal Amerika Serikat. Namanya melesat pada 2004 ketika jadi pemain termuda yang bermain di MLS, yakni di usia 14 tahun bersama DC United.

    Popularitasnya di Amerika Serikat membuat Adu digadang-gadang sebagai wonderkid dan penerus legenda Brasil, Pele. Dia mencoba peruntungan di Eropa dengan gabung ke Benfica pada 2007, tapi gagal menampilkan performa terbaik.


    Karier Adu selanjutnya menukik dengan bermain untuk 14 klub berbeda dalam kurun 2007-2021. Dia pensiun di usia 33 tahun setelah gagal mendapatkan klub usai kontraknya di tim divisi tiga Swedia, Osterlen FF, diputus.

    Adu mengakui dirinya banyak melakukan kesalahan, utamanya di luar lapangan, sehingga kariernya menukik. Dia berharap nasib yang menimpanya tak diulangi bintang muda Barcelona dan Timnas Spanyol, Lamine Yamal (18 tahun).

    Yamal dinilai Adu memiliki kesamaan dengannya, yakni jadi sorotan sedari dini bahkan untuk urusan di luar lapangan. Pria berusia 36 tahun itu menyarankan Yamal untuk tetap fokus pada karier sepakbolanya dan tak terganggu urusan personal.

    “Ketika saya masih muda, saya membuat banyak kesalahan. Saya masih muda dan saya lalai. Saya sedang keluar dengan beberapa teman dan seseorang mengambil foto saya di sebuah pesta atau semacamnya, dan itu menjadi masalah besar,” kata Adu, dilansir dari Marca.

    CHESTER, PA - AUGUST 24: Freddy Adu #11 of the Philadelphia Union walks onto the pitch before the start of a Major League Soccer game against Real Salt Lake on August 24, 2012 at PPL Park in Chester, Pa. The game ended in a scoreless tie. (Photo by Rich Schultz/Getty Images)Eks wonderkid AS, Freddy Adu. (Foto: Rich Schultz/Getty Images)

    “Kemudian narasinya menjadi bahwa Anda tidak fokus pada permainan Anda, bahwa Anda hanya berada di luar sana dengan teman-teman Anda dan berpesta,” sambungnya.

    “Semua mata tertuju padanya sepanjang waktu, dan itu sulit. Sangat sulit. Secara pribadi, saya tidak bisa menjadi orang normal, dan ini datang dari seseorang yang tinggal di Amerika Serikat, dan di Amerika Serikat, sepakbola bahkan bukan olahraga terbesar di sini!”

    “Itu sulit. Sebagai pemain muda, ketika Anda berada dalam situasi seperti itu, sangat, sangat sulit untuk mengatasinya,” Freddy Adu mengungkapkan.

    (bay/krs)



    Sumber : sport.detik.com

  • Jules Kounde Siap Berkorban demi Yamal!


    Jakarta

    Pemain Barcelona, Jules Kounde, menegaskan tak masalah berkorban demi Lamine Yamal. Pesepakbola asal Prancis itu mau Yamal tampil lebih produktif lagi.

    Di Barcelona beberapa musim ini, Yamal menjadi sandaran lini depan. Pemain 18 tahun itu menunjukkan kontribusi maksimal saat Barcelona menghajar Mallorca 3-0.

    Yamal mencetak satu gol dan satu assist untuk Barcelona. Dia dplot oleh Hansi Flick menjadi sayap kanan.


    Pada musim lalu, Yamal memberi kontribusi maksimal untuk Barcelona. Dia membukukan 18 gol dan 25 assist dalam 55 pertandingan di semua ajang.

    Dengan kontribusi itu, Yamal membawa Barcelona meraih tiga trofi. Liga Spanyol, Copa del Rey, dan Piala Super Spanyol yang dimenangi.

    Agar Yamal lebih bebas saat menyerang, Kounde mau berkorban bermain lebih defensif. Pemain Prancis itu juga mengaku mempunyai hubungan yang baik dengan Yamal.

    “Kami memiliki hubungan yang sangat baik. Dia pemain yang luar biasa, brilian, tapi di atas itu semua, dia adalah pemain yang mementingkan tim,” kata Kounde di Marca.

    “Dia bekerja untuk tim. Dia tak bertahan seperti pemain lain karena dia membutuhkan energinya untuk membuat keputusan di lini depan. Saya tak masalah sedikit lebih bertahan kalau dia bermain seperti di laga-laga itu,” kata dia menambahkan.

    (cas/krs)



    Sumber : sport.detik.com

  • Levante Vs Barcelona: Comeback, Blaugrana Menang 3-2


    Jakarta

    Barcelona menang secara dramatis di markas Levante. Sempat tertinggal dua gol, Barcelona kemudian bangkit dan menang 3-2 berkat gol bunuh diri di injury time.

    Duel Levante vs Barcelona di pekan kedua LaLiga digelar di Estadio Ciudad de Valencia, Valencia, Minggu (24/8/2025) dini hari WIB. Barcelona tertinggal 0-2 pada babak pertama.

    Upaya Barcelona untuk mencetak gol baru membuahkan hasil pada paruh kedua. Pedri membuka keran gol Barcelona pada menit ke-49 sebelum ditambah oleh Ferran Torres tiga menit kemudian.


    Saat laga seperti akan berakhir imbang, bek Levante Unai Elgezabal justru bikin gol bunuh diri. Sang juara bertahan pun pulang dengan tiga poin.

    Dengan hasil ini, Barcelona memuncaki klasemen Liga Spanyol dengan enam poin dari dua pertandingan. Sementara Levante ada di urutan ke-18 dengan nol poin.

    Jalannya Pertandingan

    Levante sempat membobol gawang Barcelona di awal babak pertama lewat Jose Morales. Namun, gol tidak disahkan wasit karena offside.

    Levante mengungguli Barcelona pada menit ke-15 lewat Ivan Romero. Menerima operan Jeremy Toljan, Romero yang ada di tengah kotak penalti sempat mengontrol bola lebih dulu sebelum melepaskan tembakan untuk menaklukkan Joan Garcia.

    Ferran Torres gagal memanfaatkan peluang untuk mencetak gol balasan pada menit ke-38. Sepakannya membentur tiang gawang.

    Giliran Levante yang tak mampu memaksimalkan peluang untuk menggandakan keunggulannya. Sundulan Adrian de la Fuente menyusul sebuah tendangan bebas masih melebar dari gawang Barcelona.

    Pada injury time babak pertama, Levante mendapat penalti menyusul handball Alejandro Balde. Wasit sempat mengecek VAR sebelum menunjuk titik putih.

    Jose Luis Morales maju sebagai eksekutor. Ia sukses menjalankan tugasnya dan membawa Levante unggul 2-0 saat memasuki turun minum.

    Upaya Barcelona untuk mencetak gol akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-49. Pedri melepaskan tembakan dari luar kotak penalti dan bola meluncur masuk ke pojok atas gawang Levante.

    Tiga menit kemudian, Barcelona kembali bikin gol. Berawal dari tendangan sudut, bola kemudian diteruskan Torres untuk mengubah skor menjadi 2-2.

    Barcelona mencoba untuk terus memberikan tekanan. Raphinha mengangkat bola ke kotak penalti dan diteruskan Torres dengan sundulan. Namun, upaya Torres itu tak menyulitkan kiper Levante.

    Barcelona akhirnya berbalik unggul pada menit ke-90+1. Unai Elgezabal melakukan gol bunuh diri saat mencoba menghalau umpan silang Lamine Yamal.

    Susunan Pemain

    Levante: Campos, Cabello, Elgezabal, De la Fuente, Sanchez (Espi 77′), Toljan (Garcia 86′), Luis Morales (Carlos Alvarez 59′), Rey, Martinez, Brugue (Losada 77′), Romero (Pampin 77′)

    Barcelona: Garcia, Balde (Lewandowski 78′), Cubarsi, Araujo (Christensen 78′), Garcia (Kounde 85′), Pedri, Casado (Gavi 46′), Rashford (Dani Olmo 46′), Raphinha, Yamal, Torres

    (nds/mrp)



    Sumber : sport.detik.com

  • Levante Vs Barcelona: Blaugrana Si Jago Comeback


    Jakarta

    Barcelona bangkit dari ketertinggalan dua gol untuk mengalahkan Levante 3-2. Sejak musim lalu, Barcelona terbiasa membalikkan keadaan untuk meraih kemenangan.

    Duel Levante vs Barcelona di pekan kedua LaLiga 2025/2026 digelar di Estadio Ciudad de Valencia, Valencia, Minggu (24/8/2025) dini hari WIB. Barcelona tertinggal 0-2 pada babak pertama.

    Ivan Romero membawa Levante memimpin pada menit ke-15. Penalti dari Jose Luis Morales lantas memberi tuan rumah keunggulan 2-0 saat turun minum.


    Pedri memecah kebuntuan Barcelona pada menit ke-49 sebelum ditambah oleh Ferran Torres tiga menit kemudian. Barcelona akhirnya menang berkat gol bunuh diri Unai Elgezabal di injury time saat berusaha menghalau umpan silang Lamine Yamal.

    Menurut catatan yang dilansir Opta, Barcelona sebelumnya memenangi tiga pertandingan di mana mereka tertinggal dua gol pada musim lalu. Laga-laga itu antara lain melawan Atletico Madrid (4-2), Celta Vigo (4-3), dan Real Madrid (4-3).

    Penyerang Barcelona Ferran Torres menyebut perubahan taktik dari Hansi Flick saat pergantian babak menjadi kunci kemenangan timnya.

    “(Flick) melakukan beberapa perubahan taktik (saat turun minum) karena posisi kami kurang pas,” ujar Torres seperti dilansir ESPN.

    “Dan, yang paling penting, dia bilang kalau kami harus menunjukkan karakter kami, gen juara yang kami punya. Kami tampil bagus dan efektif,” katanya.

    Dengan kemenangan ini, Barcelona menjaga start sempurnanya di LaLiga. Blaugrana memuncaki klasemen Liga Spanyol dengan enam poin dari dua pertandingan.

    (nds/mrp)



    Sumber : sport.detik.com

  • Villarreal, Barcelona, Madrid Masih Sempurna


    Jakarta

    Tiga tim menguasai papan atas klasemen Liga Spanyol. Villarreal, Barcelona, dan Real Madrid meraih poin penuh dari dua laga yang sudah dijalani.

    Ketiganya sama-sama mengumpulkan enam poin dari dua pertandingan. Namun, Villarreal berhak berada di puncak klasemen Liga Spanyol berkat keunggulan selisih gol.

    Kapal Selam Kuning punya selisih gol +7 usai menghasilkan tujuh gol dan belum kebobolan. Pada pertandingan pekan kedua, Senin (25/8/2025) dini hari WIB, mereka menang 5-0 atas Girona.


    Barcelona menyusul di urutan kedua dengan selisih gol +4. Madrid juga punya selisih gol yang sama, hanya kalah dalam produktivitas gol.

    Barcelona membukukan kemenangan comeback atas Levante pada Minggu (24/8/2025) dini hari WIB. Sempat tertinggal dua gol, Lamine Yamal dkk. pada akhirnya menang 3-2.

    Sementara itu, Madrid menang 3-0 atas Oviedo, Senin (25/8/2025) dini hari WIB. Kylian Mbappe mencetak dua gol pada pertandingan ini.

    Atletico Madrid belum meraih kemenangan di LaLiga setelah hanya bermain imbang 1-1 melawan Elche di pekan kedua, Minggu (24/8/2025) malam WIB. Akibatnya, Atletico tertahan di peringkat ke-13 klasemen Liga Spanyol dengan satu poin.

    Klasemen Liga Spanyol

    Pos Team P W D L +/- PTS
    1 Villarreal 2 2 0 0 7 6
    2 Barcelona 2 2 0 0 4 6
    3 Real Madrid 2 2 0 0 4 6
    4 Espanyol 2 1 1 0 1 4
    5 Real Betis 2 1 1 0 1 4
    6 Rayo Vallecano 1 1 0 0 2 3
    7 Getafe 1 1 0 0 2 3
    8 Athletic Bilbao 1 1 0 0 1 3
    9 Deportivo Alaves 2 1 0 1 0 3
    10 Osasuna 2 1 0 1 0 3
    11 Real Sociedad 2 0 2 0 0 2
    12 Elche 2 0 2 0 0 2
    13 Atletico Madrid 2 0 1 1 -1 1
    14 Valencia 2 0 1 1 -1 1
    15 Celta Vigo 2 0 1 1 -2 1
    16 Mallorca 2 0 1 1 -3 1
    17 Sevilla 1 0 0 1 -1 0
    18 Levante 2 0 0 2 -2 0
    19 Real Oviedo 2 0 0 2 -5 0
    20 Girona 2 0 0 2 -7 0

    (nds/rin)



    Sumber : sport.detik.com

  • Pengaruh Lamine Yamal Sebesar Ronaldo


    Barcelona

    Pemain baru Barcelona Marcus Rashford begitu takjub dengan Lamine Yamal. Menurut dia, Yamal punya pengaruh sebesar legenda sepakbola Brasil, Ronaldo Nazario.

    Wonderkid Spanyol itu terus unjuk gigi setelah menjalani musim penuh pertamanya di 2023/2024. Sampai kini Lamine Yamal sudah membuat 26 gol dan 35 assist dalam 107 penampilan untuk Barcelona. Padahal usianya baru 18 tahun.


    Pada musim lalu, Lamine Yamal jadi salah satu tulang punggung Barca merebut treble domestik 2024/2025. Winger berdarah Maroko-Guinea Khatulistiwa itu membukukan total 18 gol dan 25 assist di semua kompetisi. Performa yang mengantar Yamal dalam persaingan Ballon d’Or, bulan depan.

    Lamine Yamal meneruskan momentum bagus itu dengan sumbangan satu gol dan satu assist dalam kemenangan Barcelona 3-0 di markas Mallorca, akhir pekan lalu. Laga tersebut menandai penampilan perdana Rashford dalam pertandingan kompetitif sejak dipinjamkan Manchester United.

    Marcus Rashford menilai, pengaruh Lamine Yamal seperti Ronaldo Nazario. Sekedar informasi saking hebatnya, penyerang ikonik Brasil itu terpilih memenangi dua Ballon d’Or pertamanya di usia muda.

    “Dia itu pemain paling berbakat yang pernah bermain bersamaku di usianya. Aku belum pernah bermain dengan, atau melihat, siapapun dengan pengaruh yang dia miliki di dalam permainan,” sebut pemain internasional Inggris ini terkait Lamine Yamal.

    “Mungkin Ronaldo Nazario… Memiliki pengaruh di atas lapangan di usia yang masih semuda itu dan sekonsisten itu adalah hal yang luar biasa. Dia masih memiliki sebuah karier yang sangat panjang di depan, dan kuharap dia menjaga levelnya dan bahkan meningkat lagi,” imbuh Rashford kepada SPORT.

    (rin/pur)



    Sumber : sport.detik.com