Tag: apel

  • 10 Manfaat Cuka Apel untuk Kesehatan, Baik untuk Kulit dan Pencernaan

    Jakarta

    Cuka apel dibuat fermentasi buah dengan tambahan ragi dan gula. Fermentasi cuka apel melalui dua tahap berkesinambungan, yaitu pengubahan glukosa menjadi alkohol lalu asam cuka.

    Konsumsi cuka apel berdampak baik untuk kesehatan tubuh hingga kulit. Misalnya membantu menurunkan berat badan, kandungan lemak dan kolesterol dalam darah, serta mencegah diabetes.

    Manfaat Cuka Apel untuk Kesehatan

    Cuka apel biasa dikonsumsi sebagai campuran saus salad dan acar. Berikut manfaat lengkap dari konsumsi cuka apel.


    1. Mencegah Kenaikan Berat Badan

    Beberapa penelitian menunjukkan bahwa cuka bisa meningkatkan rasa kenyang. Sehingga, asupan kalori akan lebih sedikit dan pada akhirnya bisa menurunkan berat badan.

    Mengutip Healthline, sebuah studi jangka pendek menunjukkan orang yang mengonsumsi cuka apel dengan hidangan padat mengalami penekanan nafsu makan selama 120 menit setelah makan. Selain itu, mereka juga dapat mengurangi ngemil selama 3-24 jam setelah mengkonsumsi cuka apel.

    Meski begitu, sebetulnya menambahkan atau mengurangi satu jenis makanan jarang memberi efek nyata pada berat badan. Penurunan berat badan jangka panjang bisa terjadi dengan menerapkan pola makan dan gaya hidup yang sehat.

    2. Meningkatkan Kesehatan Kulit

    Secara teori, cuka apel memiliki berbagai manfaat untuk kesehatan kulit. Mengutip Byrdie, pertama, cuka apel bisa membantu menyeimbangkan pH lapisan kulit terluar.

    Dengan begitu, cuka apel dapat menjaga kulit berfungsi secara optimal. Contohnya seperti mengatasi penyebab datangnya jerawat dan bakteri.

    Selanjutnya, cuka apel juga dapat membantu memperbaiki hiperpigmentasi seperti bintik hitam pada wajah. Kandungan asam malatnya dikenal dapat menurunkan produksi melanin yang memberi pigmentasi pada kulit.

    3. Mengatasi Gangguan Pencernaan

    Cuka apel dapat mengatasi gangguan pencernaan seperti sembelit. Mengutip laman Pemprov Jambi, hal ini berkat kandungan probiotiknya yang bisa menjaga keseimbangan mikroflora di dalam usus.

    Selain itu kandungan pektinnya dapat membantu mengentalkan tekstur feses. Sehingga, cuka apel dapat dikonsumsi untuk mengatasi diare.

    Cuka apel bisa meningkatkan sensitivitas insulin, terutama ketika tubuh mengonsumsi makanan kaya karbohidrat. Cara kerja cuka apel sendiri yaitu dengan memperlambat pelepasan gula darah ke makanan dalam darah.

    Hal ini membantu mencegah lonjakan kadar gula darah yang tiba-tiba setelah mengonsumsi makanan dengan karbohidrat tinggi. Sebuah penelitian juga menunjukkan bahwa cuka apel bisa mengurangi kadar glukosa dan insulin setelah makan.

    Umumnya cuka sari apel dianggap aman. Tapi, jika kamu sedang mengkonsumsi obat penurun gula darah, jangan lupa untuk berkonsultasi dulu ke dokter ya.

    Kanker terjadi karena pertumbuhan sel-sel yang tidak normal dan tidak terkontrol. Sehingga pada akhirnya merusak jaringan sehat dalam tubuh.

    Kandungan beta karoten dan antioksidan dalam cuka apel berfungsi untuk melawan radikal bebas. Untuk diketahui, radikal bebas sendiri banyak ditemukan dalam polusi kendaraan, radiasi ultraviolet, dan asap rokok. Sehingga, dengan adanya dua kandungan ini, cuka apel bisa membantu melindungi tubuh dari dampak negatif radikal bebas.

    Manfaat cuka apel lainnya adalah menurunkan kadar asam urat dalam tubuh. Hal tersebut disebabkan karena kandungan polifenolnya yang mampu menghambat aktivitas enzim xantin oksidase yang memiliki peran dalam pembentukan asam urat. Jadi, berkat kandungan tersebut, cuka apel bisa membantu mengurangi risiko penumpukan asam urat yang berlebihan dalam tubuh.

    7. Meningkatkan Kesehatan Jantung

    Tingginya kadar kolesterol total (jumlah kolesterol LDL dan HDL), kolesterol LDL, dan rendahnya kadar kolesterol HDL bisa meningkatkan risiko penyakit jantung. Menurut penelitian, meminum 1 ons cuka sari apel setiap hari bisa menurunkan trigliserida dan kolesterol total dan meningkatkan kolesterol HDL.

    8. Mendukung Fungsi Sistem Kekebalan Tubuh

    Cuka sari apel dapat memberi efek positif pada sistem kekebalan tubuh. Mengutip laman Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh, kandungan senyawa antioksidannya dapat mendukung fungsi sistem kekebalan tubuh untuk melawan infeksi.

    9. Mengendalikan Kadar Insulin

    Cuka dapat membantu mengobati diabetes tipe 2. Penyakit ini ditandai dengan tingginya kadar gula darah yang disebabkan oleh resistensi insulin atau ketidakmampuan memproduksi insulin.

    Insulin berperan dalam mengubah glukosa dari makanan menjadi energi. Namun, kadarnya yang yang terlalu tinggi inilah yang menyebabkan resistensi insulin.

    10. Menyehatkan Rambut

    Cuka apel memiliki kandungan asam asetat. Fungsinya yaitu sebagai antijamur dan antibakteri yang mampu melembutkan rambut sehingga tidak mudah kusut, mempertahankan kelembaban dan kutikula rambut dan menghilangkan ketombe.

    Kandungan Cuka Apel

    Cuka apel mengandung berbagai nutrisi yang baik untuk tubuh Menurut e-jurnal Unida.gontor.ac.id berikut sejumlah nutrisi dalam 100 ml cuka apel.

    • Energi: 21 kkal
    • Karbohidrat: 0,93 gram
    • Gula total: 0,4 gram
    • Kalsium: 7 ml

    Cuka apel juga mengandung pektin, enzim, potasium, magnesium dan mineral.

    Sepuluh manfaat cuka apel untuk kesehatan beserta kandungan nutrisinya memang tidak perlu diragukan. Namun untuk memperoleh manfaat maksimal, jangan lupa disertai pola hidup sehat ya.

    (elk/row)



    Sumber : food.detik.com

  • 1 Buah Apel Berapa Kalori? Cek Jumlahnya yang Bagus untuk Diet

    Jakarta

    Apel kerap dipilih untuk dukung program diet. Kalori rendah dan kandungan nutrisi di dalam buah ini disebut-sebut bagus untuk bantu menurunkan berat badan.

    Di samping mengkonsumsi makanan sehat lain, para pediet biasanya menjadikan apel sebagai camilan bergizi yang disantap antara waktu makan. Lagi-lagi karena jumlah kalorinya yang terbilang sedikit, buah ini dianggap tidak bikin diet gagal.

    Namun, berapa sih jumlah kalori dari satu buah apel? Cek jumlah serta kandungan nutrisinya di bawah ini.


    Jumlah Kalori dalam Apel

    Berdasarkan data milik Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA), jumlah kalori dalam sebuah apel yang tidak dikupas kulitnya, yaitu:

    • Apel ukuran sangat kecil (101 g): 52,5 kalori
    • Apel ukuran kecil (149 g): 77,5 kalori
    • Apel ukuran sedang (182 g): 94,6 kalori
    • Apel ukuran besar (223 g): 116 kalori
    • Apel ukuran 100 g: 52 kalori

    Sebagai informasi, data kalori di atas diambil dari jenis apel fuji, red delicious, golden delicious, granny smith, dan apel gala.

    Dilansir Healthline, apel termasuk buah berkalori rendah yang bagus untuk diet turunkan berat badan. Kandungan serat dalam buah bulat berwarna merah ini juga tinggi sehingga bisa mengurangi nafsu makan dan keinginan melahap banyak makanan.

    Sejumlah hasil studi juga telah menunjukkan bahwa konsumsi apel dapat bantu menurunkan berat badan saat menjalani program diet.

    Salah satunya, penelitian selama 12 minggu yang dilakukan oleh Universitas Negeri Rio de Janeiro, Brasil. Peserta wanita diminta memakan 1 ½ buah apel besar berukuran 300 g per harinya. Pada akhir penelitian, berat badan mereka turun hingga 1,3 kg.

    Selain karena kalori rendah dan seratnya yang tinggi, apel bagus untuk diet lantaran rasa manisnya dapat menjadi pengganti hidangan tinggi gula seperti kue, permen, hingga es krim, yang notabene dihindari selama diet.

    Kandungan Nutrisi Apel

    Apel termasuk buah paling bergizi yang mengandung sejumlah nutrisi penting. Berikut kandungan nutrisi apel:

    Karbohidrat

    Sebagian besar buah apel terdiri dari karbohidrat dan air. Karbohidratnya dipecah menjadi gula sederhana seperti fruktosa, sukrosa, dan glukosa.

    Meski kandungan karbohidrat dan gulanya terbilang tinggi, apel punya skor indeks glikemik rendah. Itu artinya, gula darah tidak melonjak signifikan setelah mengkonsumsi buah ini. Buah dengan indeks glikemik rendah juga dianggap memiliki banyak manfaat bagi kesehatan.

    Serat

    Apel kaya akan serat. Sebagian seratnya disebut pektin, yang tergolong serat larut dan diyakini baik untuk kesehatan usus. Serat bisa membuat kenyang lebih lama dan nafsu makan berat. Pada akhirnya, berat badan bisa turun.

    Indeks glikemik rendah pada apel juga kerap dikaitkan dengan tingginya jumlah serat yang terkandung di dalamnya.

    Vitamin C

    Vitamin C dalam apel termasuk tinggi. Vitamin yang berperan sebagai antioksidan ini memiliki banyak manfaat untuk tubuh, seperti meningkatkan daya tahan tubuh dan menjaga kesehatan kulit.

    Kalium

    Kalium jadi mineral utama dalam apel. Nutrisi ini bermanfaat bagi jantung dengan menurunkan tekanan darah yang tinggi, serta sebagai elektrolit yang mengaktifkan fungsi sel dan saraf.

    Quercetin

    Quercetin termasuk flavonoid yang umum ditemukan dalam buah. Senyawa ini memiliki efek antiinflamasi, antivirus, dan antidepresan.

    Asam Klorogenat

    Apel juga mengandung asam klorogenat. Senyawa yang juga ditemukan pada kopi ini terbukti bisa mengurangi kadar gula darah dan menurunkan berat badan, menurut beberapa penelitian.

    (azn/row)

    Sumber : food.detik.com

    Alhamdulillah Makanan Minuman Sehat Di JumatBerkah.Com اللهم صل على محمد
    Source : unsplash.com / Dan Gold

  • Ini Manfaat Minum Cuka Apel Setiap Hari

    Ini Manfaat Minum Cuka Apel Setiap Hari

    Jakarta

    Cuka apel telah dijadikan pengobatan tradisional sejak ribuan tahun silam. Hasil fermentasi sari apel ini diklaim memberikan banyak manfaat bagi kesehatan.

    Meminum cuka apel disebut menjadi salah satu cara terbaik untuk memperoleh sejumlah khasiatnya. Lantas, apa saja manfaat yang ditawarkan cuka apel? Bolehkah hasil fermentasi sari apel tersebut dikonsumsi setiap hari? Apakah ada efek samping yang bisa muncul dari meminumnya?

    Manfaat Cuka Apel

    Dilansir Healthline dan Health, berikut sederet khasiat yang ditawarkan cuka apel:


    1. Mengontrol Kadar Gula Darah

    Cuka apel bantu mengobati diabetes tipe 2 yang ditandai dengan kadar gula darah tinggi akibat ketidakmampuan memproduksi insulin atau resistensi insulin.

    Menurut penelitian 2019, minum cuka apel berefek baik pada indeks glikemik dan stres oksidatif pada pengidap diabetes dan dislipidemia. Uji klinis 2021 juga mengungkap konsumsi hasil fermentasi sari apel tersebut bermanfaat bagi kadar glikemik orang dewasa.

    Indeks glikemik sendiri adalah indikator yang menunjukkan seberapa cepat makanan berkarbohidrat mampu mempengaruhi peningkatan gula darah dalam tubuh.

    Meski dianggap aman, pengidap diabetes yang mengkonsumsi obat penurun kadar gula darah mesti berkonsultasi dengan dokter sebelum rutin meminum cuka apel. Di sisi lain, orang yang tidak mengidap diabetes juga bisa menjaga tingkat gula dalam tubuh dalam kisaran normal dengan konsumsi hasil fermentasi sari apel ini.

    2. Bantu Turunkan Berat Badan

    Minum air cuka apel dapat membuat kenyang lebih lama menurut sejumlah penelitian. Hal ini bisa mengurangi konsumsi kalori harian sehingga terjadi penurunan berat badan.

    Penelitian 2024 menunjukkan peserta yang mengkonsumsi cuka apel setiap hari selama 12 minggu mengalami penurunan berat badan, rasio lemak tubuh, lingkar pinggang, hingga indeks massa tubuh (BMI) yang signifikan.

    Menurut studi 2018, cuka apel dapat menurunkan trigliserida dan kolesterol total serta meningkatkan kolesterol HDL.

    Kolesterol total sendiri adalah jumlah kadar LDL atau kolesterol ‘jahat’, HDL atau kolesterol ‘baik, dan trigliserida (sejenis lemak) yang terdapat dalam darah. Kolesterol total, LDL, dan trigliserida yang tinggi dapat menaikkan risiko penyakit jantung.

    Di samping itu, kadar HDL yang tinggi dapat mendukung kesehatan jantung. Karenanya, minum cuka apel dinilai bagus untuk organ jantung.

    4. Mengandung Antioksidan

    Meski cuka apel tidak mengandung banyak vitamin dan mineral, hasil fermentasi sari apel ini mengandung antioksidan berupa fenolik. Senyawa fenolik bisa melawan peradangan dan melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan yang mampu menyebabkan sejumlah penyakit dan penuaan dini.

    Apakah Cuka Apel Aman Diminum Setiap Hari?

    Cuka apel termasuk aman diminum setiap hari selama tidak menimbulkan efek samping apa pun. Juga dengan syarat, tidak mengkonsumsinya secara berlebihan dan perlu memperhatikan cara minumnya.

    Terlalu banyak mengkonsumsi cuka apel bisa menimbulkan efek samping meliputi erosi email gigi, terasa sensasi terbakar di kerongkongan, menurunkan kadar kalium tubuh, hingga menyebabkan gangguan pencernaan. Berpotensi berinteraksi juga dengan obat-obatan tertentu yang sedang diminum seperti obat diuretik dan obat diabetes.

    Belum jelas apakah cuka apel aman diminum oleh wanita hamil dan menyusui. Karena itu lebih baik dihindari.

    Dosis dan Cara Minum Cuka Apel

    Cuka apel aman diminum selama dosisnya tidak berlebihan. Dosis cuka apel yang aman untuk dikonsumsi per harinya berkisar 1-2 sdt atau 5-10 ml hingga 1-2 sdm atau 15-30 ml. Takaran ini dapat diminum sebanyak 2-3 kali dalam sehari.

    Penting untuk mengencerkan hasil fermentasi sari apel ini dengan segelas besar air untuk menghindari efek samping cuka apel. Sejumlah ahli gizi merekomendasikan cuka apel organik tanpa penyaringan yang masih mengandung ‘mother’ atau induk.

    Bagi pemula, sebaiknya mulai konsumsi dengan dosis kecil. Hindari meminum cuka apel langsung dalam jumlah besar dan tanpa diencerkan.

    (azn/fds)



    Sumber : food.detik.com