Tag: asean

  • Wahana Inflatable Terbesar Dunia Hadir Pertama Kali di Indonesia



    Jakarta

    Untuk pertama kalinya, Indonesia – khususnya Jakarta – dipercaya menjadi tuan rumah The Big Bounce Indonesia, sebuah wahana inflatable raksasa yang diklaim sebagai yang terbesar di dunia. Saatnya lompat, lari, dan teriak seru bareng keluarga, bestie & pasangan di playground ini.

    Bertempat di Community Park, Pantai Indah Kapuk (PIK) 2, The Big Bounce Indonesia digelar mulai 19 Juni hingga 20 Juli 2025, dan menjadi hasil kolaborasi antara PIK Tourism Board, Agung Sedayu Group, dan Wonderful Indonesia, Kementerian Pariwisata.

    Kehadiran The Big Bounce di PIK 2 diharapkan menjadi momentum memperkenalkan Community Park sebagai lokasi strategis untuk event berskala besar.


    “Big Bounce Indonesia ini adalah wahana inflatable terbesar di dunia dan pertama kali di ASEAN, di Community Park PIK2. Community Park ini berdiri sejak tahun 2022 dan luasnya sekitar 60.000 hektar, sepertinya tidak ada tempat lain yang bisa menampung wahana sebesar ini,” ujar Fenny Maria, Head of Tourism Development Center Agung Sedayu Group.

    “Kami ingin mengingatkan masyarakat untuk tidak lupa bermain, bukan hanya untuk anak-anak, tapi juga dewasa. Kami mengharapkan dengan event ini menjadi starting point untuk membawa nama Indonesia sebagai destinasi global, bisa membuka ruang berkarya untuk kreator lokal, pelaku ekonomi kreatif, UMKM, ” ujar Business Development Director PT Sakti Rekatama Cipta (Magenta EO) Carolyne Sutradjaja, perwakilan dari pihak penyelenggara.

    Keamanan dan Kenyamanan Terjamin

    Wahana The Big Bounce dibangun dengan standar keamanan internasional. Seluruh arena dilengkapi SOP keselamatan. Wahana dibangun dengan menggunakan ratusan pasak fondasi yang mampu menahan beban hingga 200 kg per pasak, serta bumper pengaman di setiap sisi wahana. Tim medis dan kru profesional juga selalu siaga selama acara berlangsung.

    “Dari kami tentunya sudah ada protokol keamanan dan keselamatan yang kami ikuti, ada pakemnya di setiap luncuran, exitnya ada bumpernya, jadi tidak akan bertubrukan dengan permukaan keras,” ujar Carolyne.

    Setelah sesi pertama usai (pukul 10.00-15.30) disiapkan waktu sejam untuk melakukan pembersihan wahana.

    Tiket dan Jadwal

    Wahana ini dibagi menjadi dua sesi per hari:

    Pagi-Sore /Bounce Bright (10.00-15.30): Rp 185.000 (weekday) / Rp275.000 (weekend)
    Sore-Malam/After Dark, pukul 16.30 WIB-21.30 WIB: Harga sama dengan sesi siang

    Beberapa hari tertentu akan menampilkan pertunjukan spesial dengan harga berbeda. Pengunjung disarankan membawa kaus kaki anti-slip, tabir surya, dan menjaga kebersihan lokasi.

    Ada beberapa wahana yang bisa dicoba travelers, seperti World’s Biggest Bounce House, The Giant, Sport Slam, Octoblast, dan AirSpace Pink Alien.

    (ddn/ddn)



    Sumber : travel.detik.com

  • Bayar Rp 200 Ribuan, Bisa ke 13 Destinasi dan Masuk Area Makam Raja Demak



    Demak

    Wisatawan yang ingin melakukan perjalanan religi di Kabupaten Demak mungkin bisa mencoba paket wisata yang ditawarkan Dinas Pariwisata (Dinparta) Kabupaten Demak.

    Dinparta Demak memiliki Paket Wisata Jawara (Jelajah Wisata Religi Demak). Dengan harga Rp 200 ribuan, detikers bisa seharian menjelajahi 13 tujuan wisata di pusat penyebaran Islam tertua di nusantara.

    Kepala Dinparta Demak, Endah Cahya Rini mengatakan, ada sejumlah eksklusivitas yang bisa didapatkan dari Paket Wisata Jawara. Wisatawan bisa masuk ke area khusus hingga mencicipi kuliner khas Demak.


    “Wisatawan bisa masuk ke area khusus, misalnya di makam Raja Demak itu biasanya kan di luar. Nah, kita bisa usahakan untuk masuk ke dalam,” kata Endah saat ditemui detikJateng.

    “Kita juga sajikan jamu coro, ada nasi-nasi makanan khas Demak itu tidak sembarangan bisa (dihidangkan),” tambahnya.

    Adapun 13 lokasi tujuan yang akan dijelajahi wisatawan dalam Paket Wisata Jawara yaitu:

    1. Sunrise Pantai Noer Bedono
    2. Makam Terapung Syekh Mudzakir
    3. Explore Desa Tenggelam
    4. Kampung Adat Kadilangu
    5. Pendopo Ndalem Notobratan
    6. Lumbung Padi Tertua se-Asean
    7. Ndalem Sesepuh Kadilangu
    8. Masjid Kadilangu
    9. Makam Sunan Kalijaga
    10. Masjid Agung Demak
    11. Museum Masjid Agung Demak
    12. Makam Raja/Sultan Demak
    13. Explore Arsitektur Demak Kuno

    Wisata ini dimulai pukul 04.00 WIB, di mana wisatawan akan memulai perjalanannya menuju Kawasan Makam Syekh Mudzakir yang berada di tengah laut Kecamatan Sayung menggunakan perahu.

    “Jam 04.00 WIB pagi, sebelum subuh, kita menuju ke wisata religi Syekh Mudzakir yang ada di tengah laut. Itu sensasinya luar biasa karena pagi-pagi kita harus bangun, kemudian harus naik perahu. Terus kita salat subuh di makam Syekh Mudzakir dan berziarah di sana,” ujar Endah.

    Endah menyebut wisatawan bisa mendapat akses khusus di beberapa lokasi tujuan. Tak hanya melihat-lihat, pemandu wisata juga akan menjelaskan seluk-beluk tempat yang sedang dikunjungi.

    Artikel ini sudah tayang di detikJateng. Baca selengkapnya di sini.

    (ddn/ddn)



    Sumber : travel.detik.com

  • Daftar Negara di Asia Tenggara & Ibu Kotanya

    Daftar Negara di Asia Tenggara & Ibu Kotanya


    Jakarta

    Asia Tenggara dikenal sebagai kawasan dengan keragaman budaya luar biasa. Sudahkah detikers tahu negara apa saja selain Indonesia yang termasuk di dalamnya dan apa saja ibu kota dari masing-masing negara?

    Berdasarkan data yang dikutip dari (United Nations Economic and Social Commission for Asia and the Pacific) UN ESCAP dan ASEAN, yang mencatat bahwa Asia Tenggara terdiri dari 11 negara berdaulat. Kawasan ini memiliki peran penting secara geopolitik sekaligus kaya akan keragaman budaya, bahasa, dan sejarah.

    Sejarah Singkat ASEAN

    ASEAN (Association of Southeast Asian Nations) berdiri pada 8 Agustus 1967 lewat Deklarasi Bangkok yang ditandatangani oleh lima perwakilan negara pendiri, yaitu Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, dan Thailand.


    Tujuan utama organisasi ini adalah memperkuat kerja sama politik, ekonomi, dan sosial-budaya, serta menjaga stabilitas kawasan. Seiring waktu, keanggotaan ASEAN berkembang dengan bergabungnya Brunei Darussalam (1984), Vietnam (1995), Laos dan Myanmar (1997), serta Kamboja (1999).

    Pada tahun 2022, Timor-Leste diterima sebagai member-in-principle ASEAN, yang berarti proses menuju keanggotaan penuh sedang berlangsung.

    Daftar Negara di Asia Tenggara

    1. Indonesia

    Ibu kota: Jakarta (menuju Nusantara)
    Kepala negara: Presiden Prabowo Subianto
    Bahasa: Indonesia
    Mata uang: Rupiah (IDR)
    Status ASEAN: Negara pendiri (1967)

    2. Malaysia

    Ibu kota: Kuala Lumpur (pusat pemerintahan di Putrajaya)
    Kepala negara: Yang di-Pertuan Agung Sultan Ibrahim
    Kepala pemerintahan: PM Anwar Ibrahim
    Bahasa: Melayu, Inggris, Mandarin, Tamil
    Mata uang: Ringgit (MYR)
    Status ASEAN: Negara pendiri (1967)

    3. Singapura

    Ibu kota: Singapura
    Kepala negara: Presiden Tharman Shanmugaratnam
    Kepala pemerintahan: PM Lawrence Wong
    Bahasa: Inggris, Melayu, Mandarin, Tamil
    Mata uang: Dolar Singapura (SGD)
    Status ASEAN: Negara pendiri (1967)

    4. Thailand

    Ibu Kota: Bangkok
    Kepala Negara: Raja Maha Vajiralongkorn
    Kepala Pemerintahan: PM Paetongtarn Shinawatra
    Bahasa: Thai
    Mata uang: Baht (THB)
    Status ASEAN: Negara pendiri (1967)

    5. Filipina

    Ibu kota: Manila
    Kepala negara: Presiden Ferdinand Marcos Jr.
    Bahasa: Filipina, Inggris, Spanyol
    Mata uang: Peso (PHP)
    Status ASEAN: Negara pendiri (1967)

    6. Brunei Darussalam

    Ibu kota: Bandar Seri Begawan
    Kepala negara: Sultan Haji Hassanal Bolkiah
    Bahasa: Melayu, Inggris
    Mata uang: Dolar Brunei (BND)
    Status ASEAN: Bergabung 1984

    7. Laos (Lao PDR)

    Ibu kota: Vientiane
    Kepala negara: Presiden Thongloun Sisoulith
    Kepala pemerintahan: PM Sonexay Siphandone
    Bahasa: Lao
    Mata uang: Kip (LAK)
    Status ASEAN: Bergabung 1997

    8. Vietnam

    Ibu Kota: Hanoi
    Kepala Negara: Presiden Luong Cuong
    Kepala Pemerintahan: PM Pham Minh Chinh
    Bahasa: Vietnam
    Mata uang: Dong (VND)
    Status ASEAN: Bergabung 1995

    9. Kamboja

    Ibu kota: Phnom Penh
    Kepala negara: Raja Norodom Sihamoni
    Kepala pemerintahan: PM Hun Manet
    Bahasa: Khmer
    Mata uang: Riel (KHR)
    Status ASEAN: Bergabung 1999

    10. Myanmar

    Ibu kota: Nay Pyi Taw
    Kepala negara: Presiden U Win Myint
    Pemerintahan de facto: Junta militer (Min Aung Hlaing)
    Bahasa: Myanmar
    Mata uang: Kyat (MMK)
    Status ASEAN: Bergabung 1997

    11. Timor-Leste

    Ibu kota: Dili
    Kepala negara: Presiden José Ramos-Horta
    Kepala pemerintahan: PM Xanana Gusmão
    Bahasa: Tetum, Portugis
    Mata uang: Dolar AS (USD)
    Status ASEAN: Member-in-principle (2022), belum anggota penuh

    Daftar negara di Asia Tenggara beserta ibu kota dan identitas negaranya ini menunjukkan keragaman sekaligus kekuatan kawasan. Dengan dibentuknya ASEAN, negara-negara tersebut berkomitmen memperkuat solidaritas regional dan menghadapi tantangan global bersama-sama.

    Semoga bermanfaat ya detikers!

    (nah/nah)



    Sumber : www.detik.com

  • Sektor Ekraf di ASEAN Berkembang Pesat, Harus Didukung Kebijakan Tepat

    Sektor Ekraf di ASEAN Berkembang Pesat, Harus Didukung Kebijakan Tepat



    Jakarta

    Utusan Wali Kota London untuk Industri Kreatif, John Newbigin menilai ekonomi kreatif di kawasan ASEAN sudah berkembang pesat, tapi butuh kebijakan yang tepat.

    “Ekonomi kreatif bukan sekadar serangkaian industri, tetapi merupakan cara berpikir yang benar-benar baru tentang interaksi dan hubungan timbal balik antara ekonomi, budaya, komunitas, masyarakat, dan lingkungan. Dan itulah yang sebenarnya disatukan oleh kerangka kerja ini,” kata Newbigin dalam pemaparannya di Jakarta, Rabu (22/10/2025) dikutip dari Antara.

    Berdasarkan kerangka kerja tersebut, pembuat kebijakan perlu memperhatikan keseimbangan antara sosial, budaya, lingkungan, dan ekonomi dari kebijakan berkelanjutan pada bidang apapun. Itu yang pertama.


    Yang kedua, kebijakan untuk memajukan ekonomi kreatif perlu inklusif, tidak hanya harus mencakup semua negara anggota ASEAN, tapi juga semua komunitas yang membentuk bangsa di kawasan itu, khususnya komunitas terpinggirkan dan komunitas adat serta keterlibatan setiap kementerian.

    “Ini adalah sesuatu untuk semua orang. Sebagian karena ekonomi kreatif tidak memiliki hambatan untuk masuk. Ekonomi ini padat karya, bukan padat modal, sehingga relatif mudah bagi orang untuk memulai bisnis, yang menjadikannya sangat penting bagi pertumbuhan kaum muda di kawasan ini,” kata Newbigin.

    Ketiga, seperti dikatakan Newbigin, kebijakan ekonomi kreatif harus bersifat praktis, membantu mewujudkan perubahan dan kolaboratif.

    Terakhir, kebijakan juga harus kolaboratif, setiap 10 negara anggota ASEAN harus memiliki peran yang unik dan krusial dalam pembangunan ekonomi kreatif meskipun masing-masing memiliki keragaman.

    Keempat kerangka kerja tersebut diharapkan dapat mempertimbangkan dampak sosial, budaya, ekonomi, dan lingkungan secara bersamaan, bukan hanya tentang pertumbuhan ekonomi.

    “Pertumbuhan ekonomi harus berdampak budaya karena kawasan ini memiliki warisan budaya yang begitu kaya, dan kita semua tahu bahwa proses urbanisasi dan pertumbuhan media sosial membahayakan banyak aspek budaya tradisional, nyata, dan tak nyata. Dan menemukan cara untuk menjaga hal-hal ini tetap hidup dan relevan di abad ke-21 adalah penting,” kata Newbigin.

    Industri kreatif telah menyumbang lebih dari US$ 200 juta terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) dan memperkerjakan lebih dari 15 juta orang dengan potensi yang mulai berkembang di kawasan ASEAN.

    (wsw/wsw)



    Sumber : travel.detik.com

  • Sudah Banyak yang Gagal, Seberapa Penting Indonesia Punya Mobil Nasional?

    Sudah Banyak yang Gagal, Seberapa Penting Indonesia Punya Mobil Nasional?



    Jakarta

    Kabar soal mobil nasional Indonesia muncul lagi. Presiden Prabowo Subianto mengungkap dirinya sedang menyiapkan mobil buatan Indonesia yang bakal meluncur tiga tahun ke depan.

    Bicara mobil nasional, sebenarnya Indonesia sudah pernah memiliki mobil-mobil lokal. Berdasarkan catatan detikOto, Indonesia pernah punya belasan merek mobil lokal, termasuk Esemka yang namanya sempat booming. Nama-nama mobil nasional seperti Maleo, Timor, Bimantara, Tawon, GEA, Wakaba, hingga Kancil juga sempat meramaikan industri otomotif Indonesia.

    Sayangnya, nama-nama tersebut tidak eksis sampai sekarang. Merek-merek mobil nasional itu kandas.


    Mimpi Indonesia menghadirkan mobil nasional lagi muncul dalam pidato Presiden Prabowo Subianti saat Sidang Kabinet Paripurna, Senin (20/10/2025). Prabowo bilang, dalam waktu tiga tahun ke depan, Indonesia akan memiliki mobil buatan sendiri. Prabowo sudah mempersiapkan segala hal, termasuk soal alokasi dana dan pabriknya.

    “Belum merupakan prestasi tapi sudah kita mulai rintis, kita akan punya mobil buatan Indonesia dalam 3 tahun yang akan datang. Saya sudah alokasi dana, sudah kita siapkan lahan untuk pabrik-pabriknya. Sedang bekerja sekarang,” kata Prabowo dalam Sidang Kabinet Paripurna dikutip kanal Youtube Sekretariat Presiden.

    Seberapa penting Indonesia punya mobil nasional di saat industri otomotif sekarang sudah banyak menyerap komponen dalam negeri?

    Menurut pengamat otomotif dari Institut Teknologi Bandung Yannes Pasaribu, mobil nasional jika jadi lahir nanti, akan berdampak positif buat Indonesia.

    “Pembangunan mobil nasional jelas merupakan isu strategis bagi Indonesia, karena potensinya untuk meningkatkan kemandirian teknologi, mendukung pertumbuhan ekonomi sehingga secara geopolitik terbangun national branding yang kuat sebagai newly industrial country,” kata Yannes kepada detikOto, Selasa (21/10/2025).

    Menurut Yannes, di tengah transisi global menuju elektrifikasi kendaraan, memiliki brand nasional Indonesia dapat mengurangi ketergantungan pada impor dan menciptakan lapangan kerja.

    “Serta memposisikan Indonesia sebagai salah satu pemain kunci otomotif (bukan sekadar pasar netto yang didominasi merek asing seperti sekarang) di pasar regional ASEAN,” ujar Yannes.

    (rgr/din)



    Sumber : oto.detik.com