Tag: bidan

  • Alunicorn 7 Tahun Berkarya Hadirkan Busana Plisket dengan Teknik Origami

    Jakarta

    Brand lokal asal Bandung, Jawa Barat, Alunicorn menggelar trunk show menghadirkan koleksi spesial yang menggunakan teknik origami unik dalam rangka perayaan hari jadinya ke-7. Koleksi terbaru Alunicorn ini bertajuk Sanatra, yang berasal dari bahasa Sansekerta, artinya naluri dari wanita mandiri.

    Koleksi Sanatra menggabungkan beberapa teknik, yakni origami, anyam, plisket dan payet. Vinvin Alvionica sebagai pendiri Alunicorn mengungkapkan teknik tersebut ia gunakan sebagai simbol kekuatan, ketekunan dan ketahanan.

    Koleksi ini terdiri dari blouse, celana, outer, vest, blazer, dress, dan abaya. Dalam trunk show yang digelar di Bandung, Alunicorn menghadirkan koleksi terbarunya dalam warna pink, merah marun, mauve, abu-abu, cream, dan hitam.


    Brand hijab dan busana muslim asal Bandung menggelar trunk show dan mengeluarkan koleksi dengan teknik origami yang unik.Brand hijab dan busana muslim asal Bandung menggelar trunk show dan mengeluarkan koleksi dengan teknik origami yang unik. Foto: Dok. Gresnia/Wolipop.

    “Terinspirasi dari origami teknik melipat kertas kertas itu kita buat sedemikian bentuknya dan dikerjakannya oleh kita dengan mengajarkan wanita-wanita dan di buat oleh wanita wanita spesial. Kenapa terinspirasi karena Alunicorn itu kan ciri khasnya pleats, di tahun ke tujuh, kita membuat inovasi produk bentuknya agar tidak sama dengan yang lain dengan teknik origami,” kata Vinvin saat acara 7th Anniversary The Journey of Becoming Alunicorn Celebrating of Independent Women di Senusa Restaurant, Bandung , Selasa (5/11/2024).

    Merayakan hari jadi yang ke-7, Vinvin menceritakan kilas balik mendirikan Alunicorn. Dia mulai berbisnis fashion ketika masih bekerja menjadi bidan.

    “Aku itu lulusan kesehatan tepatnya bidan. Tidak ada basic bisnis memang aku itu dari usaha dari nol. Dari keluarga juga tidak ada yang pebisnis, rata-rata PNS dan BUMN. Aku itu senang berada di sosial dan sering banget kegiatan sosial. Terutama program kesehatan karena itu aku jadi bidan. Tenaga kesehatan itu kan kerjanya luar biasa shift-shiftan,” ucap Vinvin.

    Brand hijab dan busana muslim asal Bandung menggelar trunk show dan mengeluarkan koleksi dengan teknik origami yang unik.Brand hijab dan busana muslim asal Bandung menggelar trunk show dan mengeluarkan koleksi dengan teknik origami yang unik. Foto: Dok. Gresnia/Wolipop.

    Ia mengaku semenjak bekerja tidak aktif lagi melakukan kegiatan sosial. Hal itu membuat hasratnya untuk bersosialisasi dengan orang lain semakin menggebu. Ia kemudian berpikir karena di lingkungan kerja kebanyakan wanita, ia melihat peluang untuk menjual hijab.

    “Dulu belum ada brand, aku jastip dan berjalan kurang lebih satu tahun dan berani kan diri bikin online di tahun 2017. Tidak mudah membangun brand. Langsung rekrut satu karyawan untuk membantu saya kalau dinas. Kalau saya kerja dia yang standby,” jelasnya.

    Vinvin merasakan ada kepuasan tersendiri karena membantu orang lain dan membuka lapangan pekerjaan. Setelah usahanya mulai berjalan, dia memutuskan resign dari pekerjaannya sebagai bidan di suatu rumah sakit.

    “Di keputusan itu terbesar itu aku resign. Satu kesempatan posisi aku sebagai bidan dan bagaimana caranya mencari kesempatan. Aku posisinya masih bekerja dan tidak akan maksimal. Aku sedih profesi aku tinggalkan. Aku tidak setengah-setengah mengerjakan sesuatu,” kenang Vinvin.

    Brand hijab dan busana muslim asal Bandung menggelar trunk show dan mengeluarkan koleksi dengan teknik origami yang unik.Brand hijab dan busana muslim asal Bandung menggelar trunk show dan mengeluarkan koleksi dengan teknik origami yang unik. Foto: Dok. Gresnia/Wolipop.

    Vinvin memberikan motivasi bagi kamu yang ingin mulai membuka bisnis agar mempunyai modal yang bisa digunakan. Dia menekankan saat memulai usaha, sebaiknya kondisi keuangan dalam keadaan sehat.

    “Setiap orang pasti punya pengalaman masing-masing. Awal membangun usaha itu dari uang gaji pada saat bekerja. Modal pertamanya gaji dan sampai saat ini kita terus memutarkan uang. Uangnya harus sehat, sebenarnya kamu bisa usaha dan siapa pun bisa. Coba kamu berdayakan dulu lingkungan dan mencari potensi. Kamu bisa tidak perlu resign. Dengan masih kerja itu market pertama aku dulu adalah rumah sakit. Lakukan dulu apa yang ingin kamu bikin dan jual,” tuturnya.

    Vinvin menjelaskan jika terjun ke dunia bisnis harus bisa mengambil keputusan. Bedakan uang pribadi dan uang bisnis. Dengan adanya pemisahan itu bisnis kamu juga bisa berkembang.

    Ketua Umum Dekranasda Kota Bandung periode 2023-2024, Linda Nuraini Hapsah ikut mengenang bagaimana Vivin membangun brand Alunicorn. Dia melihat sendiri bagaimana Vivin mendirikan Alunicorn hingga kini terus berkembang.

    “Saya ikut mengenang perjuangan Vinvin ada beberapa lompatan dari awal bagaimana membuat brand, komoditi, bagaimana cara mempromosikan dan ciri khasnya. Itu luar biasa dan di hadapkan satu situasi mencari DNA. Saya melihat Alunicorn mempunyai DNA yang kuat dari awal hingga sampai tujuh tahun sekarang. Semoga Alunicorn berproses menempuh setiap kesulitan, Vinvin tetap konsisten,” ujar Linda.

    Brand hijab dan busana muslim asal Bandung menggelar trunk show dan mengeluarkan koleksi dengan teknik origami yang unik.Foto Vinvin Alvionica sebagai pendiri Alunicorn. Foto: Dok. Gresnia/Wolipop.

    (gaf/eny)



    Sumber : wolipop.detik.com

  • Kisah Nabi Musa AS Kembali ke Pelukan Ibunya Setelah Diasuh Firaun


    Jakarta

    Nabi Musa adalah keturunan dari Bani Israil, la lahir di negeri Mesir. Pada saat itu Mesir dikuasai oleh Firaun, seorang raja yang kejam dan menganggap dirinya sendiri sebagai Tuhan. Nabi Musa AS memiliki kisah yang diabadikan dalam Al-Qur’an.

    Dalam Al-Qur’an sendiri, nama ibu Nabi Musa AS adalah Yukabad. Saat kelahirannya, Nabi Musa AS memiliki kisah menarik dalam sejarah islam. Ia sempat berpisah dari ibunya sendiri dan diasuh oleh firaun. Berikut kisah Nabi Musa AS selengkapnya.

    Kisah Nabi Musa AS Kembali ke Pelukan Ibunya

    Dalam buku Kisah Nabi Musa AS karya Abdillah, diceritakan bahwa kisah ini bermula pada suatu malam, firaun bermimpi seolah-olah melihat Mesir yang dipimpinnya terbakar habis. Seluruh rakyatnya mati, kecuali seorang dari Bani Israil.


    Firaun menjadi gelisah sejak datangnya mimpi tersebut. la mengumpulkan seluruh ahli ramal untuk mengartikan mimpinya.

    Setelah terkumpul, salah seorang dari mereka berusaha mengartikan mimpi tersebut. la berkata bahwa suatu saat akan datang seorang laki-laki dari keturunan bani Israil yang akan meruntuhkan kekuasaannya. Mendengar hal itu, Firaun menjadi gelisah dan ketakutan.

    Sejak saat itu, ia memerintahkan kepada bawahannya agar membunuh setiap bayi laki-laki yang lahir dari keturunan Bani Israil.

    Setiap ibu yang hamil dari keturunan Bani Israil dilanda kegelisahan. Mereka khawatir jika bayi mereka nanti adalah laki-laki dan akan dibunuh.

    Dikisahkan dalam buku Hikmah Kisah Nabi dan Rasul karya Ridwan Abdullah Sani, para pengawal dan tentara Firaun pun melaksanakan perintahnya, setiap rumah dimasuki dan diselidiki, dan setiap perempuan hamil menjadi perhatian mereka saat melahirkan bayinya. Banyak bayi laki-laki dari Bani Israil yang dibunuh pada saat itu.

    Firaun menjadi tenang dan merasa aman setelah mendapat kabar dari pasukannya bahwa wilayah kerajaannya telah menjadi bersih dan tidak ada seorang pun dari bayi laki-laki yang masih hidup.

    Namun, ia tidak mengetahui bahwa kehendak Allah SWT tidak dapat ditolak. Ternyata pada saat itu di wilayah kerajaannya masih ada seorang ibu yang sedang mengandung bayi laki-laki yang tidak diketahui sama sekali oleh Firaun dan pasukannya.

    Ia adalah ibu dari Nabi Musa AS, yang sedang menantikan datangnya seorang bidan untuk memberinya pertolongan saat melahirkan. Bidan yang ditunggu pun datang dan menolong ibu Musa melahirkan, namun hati ibu Musa menjadi khawatir setelah mengetahui bahwa bayinya adalah seorang laki-laki.

    Ia meminta agar bidan itu merahasiakan kelahiran bayi Musa dari siapa pun, dan hal tersebut diterima oleh sang bidan karena merasa simpati terhadap bayi Musa yang lucu itu, serta merasakan betapa sedihnya hati seorang ibu yang akan kehilangan bayi yang baru dilahirkan.

    Selama beberapa waktu, ibu Musa menyusui bayinya, namun ia merasa tidak tenang dan selalu cemas serta khawatir terhadap keselamatan bayinya. Suatu ketika, Allah SWT memberi petunjuk kepadanya agar menyembunyikan bayinya dalam sebuah peti, kemudian menghanyutkan peti yang berisi bayinya itu di Sungai Nil.

    Allah SWT juga memberi petunjuk bahwa ibu Musa tidak boleh bersedih dan cemas atas keselamatan bayinya, Allah SWT menjamin akan mengembalikan bayi itu kepadanya bahkan akan mengutuskannya sebagai salah seorang rasul.

    Akhirnya, ibu Musa menghanyutkan peti bayi berisi Musa di permukaan air Sungai Nil dengan bertawakal kepada Allah SWT. Ibu Musa memerintahkan kakak Musa untuk mengawasi dan mengikuti peti itu agar mengetahui di mana peti itu berlabuh dan siapa yang akan mengambil peti tersebut.

    Betapa khawatirnya hati kakak Musa, ketika melihat dari jauh bahwa peti yang diawasinya itu ditemukan oleh istri Firaun yang sedang berada di tepi Sungai Nil bersama beberapa dayangnya, kemudian peti tersebut dibawanya masuk ke dalam istana.

    Ibu Musa yang mengetahui kejadian tersebut menjadi sedih dan sangat cemas, tetapi ia ingat bahwa Allah SWT telah menjamin keselamatan anaknya tersebut. Perlu diketahui bahwa Asiyah istri Firaun adalah orang yang beriman, walaupun suaminya adalah seorang yang kejam.

    Asiyah istri firaun memberitahukan tentang bayi laki-laki yang ditemuinya di dalam peti yang terapung di atas permukaan Sungai Nil tersebut kepada firaun. Firaun segera memerintahkan untuk membunuh bayi itu sambil berkata kepada istrinya,

    “Aku khawatir bahwa inilah bayi yang diramalkan, yang akan menjadi musuh dan penyebab kesedihan kami dan akan membinasakan kerajaan kami yang besar ini.”

    Akan tetapi, istri firaun yang sudah telanjur menaruh simpati dan sayang terhadap bayi Musa itu, kemudian berkata kepada suaminya,

    “Janganlah bayi yang tidak berdosa ini dibunuh. Aku sayang kepadanya dan lebih baik kami ambil ia sebagai anak, kalau kelak ia akan berguna dan bermanfaat bagi kita. Hatiku sangat tertarik kepadanya dan ia akan menjadi kesayanganku dan kesayanganmu.”

    Demikianlah, jika Allah yang Maha kuasa menghendaki sesuatu, maka jalan bagi terlaksananya takdir itu akan dimudahkan. Allah SWT telah menakdirkan bahwa nyawa bayi tersebut akan selamat dan Musa akan diasuh oleh keluarga Firaun.

    Keluarga Firaun memberikan nama Musa kepada bayi itu. Musa adalah bayi yang masih “merah” dan membutuhkan air susu sehingga keluarga Firaun mencari orang yang dapat memberikannya susu pada bayi tersebut.

    Setelah itu, beberapa ibu didatangkan untuk Musa, namun semua ibu yang mencoba memberi air susunya langsung ditolak oleh bayi itu.

    Istri Firaun menjadi sangat bingung memikirkan bayi angkatnya itu yang enggan meminum susu dari sekian banyak ibu yang didatangkan ke istana.

    Kakak Nabi Musa AS yang memang dari awal sudah diperintahkan oleh ibunya untuk mengawasi keadaan adiknya pun mendengar informasi tersebut, kemudian ia memberanikan diri datang menjumpai istri firaun untuk menawarkan seorang ibu yang mungkin diterima oleh bayi itu untuk disusui.

    Agar penyamarannya tidak diketahui oleh firaun, maka kakak Nabi Musa berkata kepada mereka,

    “Aku tidak mengenal siapakah keluarga dan ibu bayi ini, hanya aku ingin menunjukkan satu keluarga yang baik dan selalu rajin mengasuh anak, kalau-kalau bayi itu dapat menerima air susu ibu keluarga itu.”

    Tawaran kakak Musa diterima oleh istri Firaun, dan ibu kandung Musa dijemput untuk menyusui bayi tersebut. Begitu Musa disusukan oleh ibu kandungnya sendiri yang tidak diketahui oleh keluarga firaun, Nabi Musa AS meminumnya dengan sangat lahap.

    Melihat hal tersebut maka Musa diserahkan kepada ibu kandungnya sendiri untuk diasuh selama masa menyusui dengan imbalan upah yang besar. Hal tersebut sesuai dengan janji Allah SWT kepada ibu Nabi Musa AS bahwa ia akan menerima kembali putranya itu.

    Setelah selesai masa menyusui Nabi Musa, AS, Nabi Musa AS dikembalikan oleh ibunya ke istana, untuk diasuh, dibesarkan, dan dididik seperti anak-anak raja yang lain.

    Nabi Musa AS mengendarai kendaraan firaun dan berpakaian sesuai dengan cara-cara Firaun, ia dikenal orang sebagai Musa bin Firaun.

    Kisah Nabi Musa ini diabadikan dalam Al-Qur’an surah Al-Qasas ayat 4 sampai 13.

    (lus/lus)



    Sumber : www.detik.com