Tag: biji chia

  • 5 Manfaat Sehat Rutin Minum Teh Hijau Campur Biji Chia


    Jakarta

    Teh hijau dan biji chia ternyata bisa diracik menjadi minuman yang menyehatkan. Jika rutin dikonsumsi bisa merasakan manfaat sehat ini.

    Racikan minuman sehat bisa terbuat dari teh maupun campuran bahan lainnya. Seperti teh hijau yang populer dikonsumsi sebagai minuman diet.

    Biasanya teh hijau ini diseduh dengan air panas saja. Sebagian orang juga mencampurkannya dengan madu atau lemon.


    Ternyata ada bahan lain yang cocok diracik bersama teh hijau, yaitu biji chia. Biji-bijian mirip selasih ini juga populer dikonsumsi saat diet, karena kandungan seratnya yang tinggi.

    Dilansir dari Only Health Talks (12/12), manfaat teh hijau dan biji chia ini tak hanya baik untuk diet yang bisa menurunkan berat badan. Manfaat lain juga bisa dirasakan, seperti mengontrol kadar gula darah hingga meningkatkan imunitas tubuh.

    Kedua bahan ini bisa dikonsumsi bersamaan dengan meraciknya sebagai minuman. Kamu bisa menyeduh teh hijau seperti biasa, kemudian tambahkan 1-2 sendok biji chia dan diamkan sebentar hingga sedikit mengembang. Setelah itu, barulah minum racikan teh biji chia ini.

    Berikut beberapa manfaat dari minum teh hijau biji chia:

    1. Kandungan Nutrisi Teh Hijau dan Biji Chia

    manfaat minum teh hijau dan biji chiamanfaat minum teh hijau dan biji chia Foto: Getty Images/iStockphoto

    Diketahui kalau teh hijau dan biji chia memiliki manfaat yang menyehatkan. Ternyata, hal ini didukung dengan kandungan nutrisinya.

    Dalam 240 ml teh hijau mengandung 2 kalori dan 1 gram protein. Teh hijau juga mengandung kandungan zat antioksidan yang tinggi.

    Kandungan nutrisi pada biji chia (28 gram) terdapat 138 kalori. Verywell Fit juga menjelaskan kalau biji chia mengandung 12 gram karbohidrat, 8,7 gram lemak, 4,7 gram protein, dan 9,8 gram serat.

    2. Meningkatkan Imunitas

    Kandungan zat antioksidan pada teh hijau membuat racikan minuman ini dapat dikonsumsi untuk meningkatkan imunitas tubuh. Teh hijau dapat memperkuat sistem kekebalan tubuh, karena melindungi tubuh dari oksidan dan radikal.

    Kandungan antioksidan yang kuat pada teh hijau ini disebut sebagai Epigallocatechin (EGCC). EGCC ini membantu melindungi sel tubuh dari kerusakan.

    3. Bisa Menurunkan Berat Badan

    manfaat minum teh hijau dan biji chiamanfaat minum teh hijau dan biji chia Foto: Getty Images/iStockphoto

    Kandungan katekin pada teh hijau membuat minuman ini cocok dikonsumsi rutin saat diet. Karena, zat ini dikaitkan dengan membantu penurunan berat badan.

    Sementara biji chia mengandung tinggi serat yang membantu proses metabolisme tubuh. Sehingga berat badan bisa diolah dengan cepat.

    Tak hanya itu saja, tapi biji chia juga dilengkapi dengan protein yang dapat meningkatkan rasa kenyang. Sehingga membantu kamu dalam menurunkan asupan kalori.

    Selain itu, protein membantu membangun massa otot. Kemudian, meningkatkan pembakaran lemak bila dibarengi dengan latihan kekuatan.

    4. Mengontrol Kadar Gula Darah

    Kedua bahan ini mengandung kalori yang rendah. Sehingga ketika dikonsumsi bersamaan juga tak akan menambah kalori secara signifikan.

    Teh hijau disebut baik untuk penderita diabetes, karena membantu sistem metabolisme berfungsi lebih baik. Biji chia juga sehat dikonsumsi penderita diabetes, karena memiliki indeks glikemik yang rendah.

    5. Menyehatkan Pencernaan

    Teh hijau dan biji chia terbukti memiliki beragam manfaat sehat, termasuk menyehatkan pencernaan. Diketahui kalau teh hijau kaya akan polifenol, katekin, dan antioksidan, serta membantu dalam meredakan gejala gangguan kardiovaskular dan gastrointestinal.

    Biji chia juga sumber serat dan asam lemak omega-3 yang baik. Kandungan ini dapat mengurangi peradangan dan mendukung kesehatan pencernaan.

    Asam lemak omega-3 dan asam caffeic dalam biji chia dapat mengurangi peradangan pada usus. Hal ini dapat meringankan gejala IBS (Sindrom Iritasi Usus), seperti sakit perut, kembung, dan diare.

    (yms/odi)



    Sumber : food.detik.com

  • 5 Makanan Antiinflamasi Terbaik untuk Cegah Peradangan Tubuh

    5 Makanan Antiinflamasi Terbaik untuk Cegah Peradangan Tubuh


    Jakarta

    Tubuh yang terkena peradangan akan mengalami kembung, lesu, dan nyeri sendi. Kondisi ini dapat diatasi dengan mengonsumsi makanan yang punya sifat antiinlamasi.

    Tubuh yang mengalami peradangan sering kali diabadikan. Padahal efeknya dapat menyebabkan masalah kesehatan, termasuk pada sistem pencernaan dan ketidakseimbangan hormon.

    Tubuh yang mudah terkena peradangan merupakan tubuh yang kurang akan asupan antioksidan. Solusinya adalah mengonsumsi makanan yang mengandung senyawa penting.


    Senyawa penting tersebut yang akan melawan radikal bebas karena sifat antinflamasi dan antiradang yang dimiliki, lapor Eat This, not That! (05/04/25).

    Berikut ini 5 makanan yang punya sifat antiinflamasi.

    1. Kunyit

    kunyitKunyit mengandung senyawa kurkumin. Foto: Getty Images/iStockphoto/SilviaJansen

    Kunyi dijuluki sebagai ‘superfood’ berkat kandungan kurkumin. Kurkumin merupakan senyawa aktif yang memberikan efek antiinflamasi dan antioksidan yang kuat.

    Sebuah penelitian menunjukkan bahwa kurkumin dapat secara signifikan mengurangi peradangan. Kurkumin bekerja mengatur jalur peradangan dan menghambat produksi inflamasi.

    Dengan begitu tubuh akan terjaga dari terjadinya pembengkakan dan rasa sakit. Selain itu, mengonsumsi kunyit juga bisa meningkatkan kesehatan otak dan detoks hati.

    2. Jahe

    Jahe telah terbukti secara klinis dapat meredakan peradangan karena sifat antiinflamasinya. Dengan begitu, jahe mampu mendukung sistem kekebalan tubuh.

    Selain itu, juga dapat menenangkan stres internal dalam tubuh. Rempah jenis rimpang ini mengandung senyawa penting yang disebut gingerol dan shogaol.

    Senyawa tersebut berperan untuk menghambat produksi prostaglandin dan leukotrien, dua senyawa yang berperan dalam proses peradangan. Mengonsumsi jahe bagus untuk meredakan nyeri sendi, otot, dan alergi.

    Makanan yang punya sifat antiinflamasi ada di halaman selanjutnya.

    3. Biji Chia

    Kopi dicampur biji chiaBiji chia mengandung senyawa yang disebut fenolik Foto: iStock

    Biji chia kaya akan protein yang bermanfaat untuk mengurangi peradangan dalam tubuh. Protein tersebut bekerja dengan menenangkan respons peradangan sistem imun.

    Selain itu, biji juga dapat melindungi sel dari stres oksidatif. Ini berkat senyawa fenolik yang terkandung pada biji chia, seperti flavonoid dan asam fenolat (myricetin, quercetin, kaempferol, asam kafeat.

    Tak hanya itu, biji chia kaya akan serat dan asam lemak omega-3 yang mendukung pencernaan, menyeimbangkan gula darah, dan mengurangi peradangan secara keseluruhan.

    4. Ubi Jalar

    Ubi jalar mengandung senyawa penting yang disebut polifenol. Senyawa tersebut terbukti memiliki efek antioksidan dan antiradang yang akan melindungi tubuh dari radikal bebas.

    Ubi jalar atau yang juga dikenal sebagai ketela rambat ini juga merupakan sumber serat dan karbohidrat kompleks yang baik untuk mendukung keseimbangan hormon.

    Mengonsumsi ubi jalar juga bisa menstabilkan gula darah yang sangat penting bagi wanita khususnya selama fase luteal pada siklus menstruasi saat kebutuhan energi meningkat.

    5. Teh Hijau

    shincha, teh hijau Jepang saat musim semiTeh hijau dikemas dengan polifenol dan katekin. Foto: Getty Images/iStockphoto

    Sama seperti ubi jalar, teh hijau juga dikemas dengan senyawa polifenol. Itu merupakan senyawa alami yang memiliki sifat antiinflamasi dan membantu melawan peradangan.

    Selain itu, teh hijau juga mengandung katekin yang berperan sebagai antioksidan kuat untuk melawan radikal bebas, mengurangi stres pada sel tubuh, dan mendukung sistem detoksifikasi alami tubuh.

    (raf/odi)



    Sumber : food.detik.com

  • Kopi Tambah Biji Chia Bisa Bantu Turunkan Berat Badan


    Jakarta

    Meskipun ukurannya kecil, tetapi biji chia punya segudang manfaat. Jika dicampurkan dengan kopi, bisa membantu menurunkan berat badan. Ini faktanya!

    Biji chia adalah jenis biji-bijian yang berasal dari tumbuhan Salvia hispanica. Jenis biji-bijian ini memang sering dicampur ke dalam makanan dan minuman untuk menambah rasa dan tekstur.

    Yang paling sering, biji chia dikonsumsi dengan air dan ditambah air lemon. Ini merupakan racikan menyehatkan, karena bisa membuat tubuh menjadi bugar.


    Namun, selain itu, biji chia juga cocok dicampur dengan kopi. Selain memberi sentuhan rasa yang berbeda, campuran ini juga bermanfaat untuk pelaku diet karena bisa membantu menurunkan berat badan.

    Dikutip dari Health Shots (20/10/24) berikut faktanya!

    1. Manfaat kopi dicampur biji chia

    Kopi dicampur biji chiaKopi dicampur biji chia bisa menurunkan berat badan. Foto: iStock

    Biji chia merupakan biji-bijian yang bernutrisi. Dalam 100 gram biji chia terdapat magnesium 335 mg, zat besi 7,7 mg, protein 17 gram, dan vitamin C sebanyak 1.6 gram.

    Biji chia ini bagus dicampur ke dalam kopi hitam, artinya kopi tanpa tambahan susu, gula, dan krimer. Salah satu manfaat kopi dicampur biji chia adalah dapat membantu memangkas bobot tubuh.

    Dengan nutrisi yang terkandung, biji chia efektif membantu menurunkan berat badan dan menjaga kadar gula darah. Begitu juga dengan kafein pada kopi yang meningkatkan thermogenesis, sehingga membantu membakar lebih banyak kalori.

    2. Dibuktikan lewat penelitian

    Sebuah studi tahu 2023 yang diterbitkan dalam Journal of Medical and Health Sciences, para peneliti menemukan bahwa konsumsi biji chia yang dikombinasikan dengan diet rendah kalori dapat menurunkan berat badan secara signifikan.

    “Kandungan serat dan protein pada biji chia itulah yang berperan menurunkan berat badan. Ketika dikonsumsi, biji chia mudah dicerna di perut dan membuat kenyang untuk waktu yang lama,” ujar peneliti Dimple Jangda.

    Menurut USDA, dalam 100 gram kopi mengandung 40 mg kafein. Studi dalam Critical Reviews In Food Science and Nutrition pada tahun 2019 juga menemukan bahwa kafein pada kopi cocok untuk diet.

    Manfaat kopi dicampur biji chia ada di halaman selanjutnya.

    3. Kopi campur biji chia bisa mencegah diabetes

    Kopi dicampur biji chiaKopi dicampur biji chia bisa mencegah diabetes. Foto: iStock

    Selain bisa membantu menurunkan berat badan, kopi dicampur biji chia juga bermanfaat untuk kesehatan yang lain, khususnya bagi penderita diabetes. Hal ini sudah dibuktikan dalam sebuah penelitian.

    Studi yang diterbitkan dalam jurnal Diabetologia pada tahun 2014, peneliti menemukan bahwa kandungan serat pada biji chia bisa membantu mengatur kadar gula darah.

    Peneliti tersebut juga menemukan bahwa orang yang meningkatkan konsumsi kopi lebih dari satu cangkir dalam sehari, setidaknya memiliki risiko 11% lebih rendah terkena diabetes tipe-2.

    4. Cara mencampurkan biji chia dengan kopi

    Mudah untuk mencampurkan biji chia dengan kopi. Pertama, siapkan kopi hitam favorit dan 1-2 sendok makan biji chia. Campurkan biji chia ke dalam kopi yang sudah diseduh.

    Aduk kopi tersebut dan diamkan selama 10 menit sampai biji chianya berubah tekstur menjadi seperti gel atau kenyal. Setelah itu, aduk kembali dan kopi dapat langsung diminum.

    Jika kamu tidak suka dengan tekstur gel dari biji chia, kamu bisa mengganggunya dengan biji chia bubuk. Ingat, pilihlah kopi hitam dan tanpa campuran gula.

    5. Efek samping kopi dan biji chia

    Kopi dicampur biji chiaKopi dicampur biji chia ada efek sampingnya juga. Foto: iStock

    Namun, di samping manfaat kopi dan biji chia, ada efek sampingnya juga. Karena jangan diminum terlalu banyak. Penelitian menyarankan untuk minum 2 kali dalam sehari untuk mendapatkan manfaat.

    Jika tidak, kamu bisa mengalami beberapa masalah kesehatan. Mengonsumsi biji chia berlebihan bisa menjadi menyebabkan perut tidak nyaman, ini karena kandungan seratnya yang tinggi.

    Jadi, bisa dimulai dengan menambahkan satu sendok di awal. Lalu, bisa tingkatkan menjadi 2 sendok jika tubuh sudah mulai terbiasa. Selain itu, terlalu banyak kopi juga memicu rasa cemas, menyebabkan gelisah, dan mengganggu pola tidur.

    (raf/odi)



    Sumber : food.detik.com