Tag: bri teman mudik

  • Intip 5 Tutorial Hijab Simple Cocok untuk Mudik, Pakainya Satset Tetap Rapi

    Jakarta

    Saat mudik tentunya kamu ingin memakai hijab yang nyaman selama di perjalanan. Berikut ini tutorial hijab yang bisa kamu pakai saat mudik.

    Kamu bisa menggunakan hijab instan bahan jersey dan rayon yang adem saat mudik. Selain itu hijab instan tidak membutuhkan menggunakan jarum pentul dan peniti.


    Wolipop sudah merangkum tutorial hijab yang simple untuk mudik. Berikut tutorial hijab simple yang cocok untuk mudik Lebaran:

    1. Tutorial hijab kasual

    Tutorial hijab cocok untuk mudik gampang digunakan dan tetap rapi.Tutorial hijab cocok untuk mudik gampang digunakan dan tetap rapi. Foto: Dok. Instagram @yeppushop.

    Buat kamu yang tak ingin repot, bisa pakai hijab segi empat instan. Tak usah menggunakan jarum pentul atau peniti, hijab sudah tegak dan langsung rapi. Caranya langsung pakai dan ikat kedua ujung hijab seperti ini.

    2. Tutorial hijab syari

    Tutorial hijab cocok untuk mudik gampang digunakan dan tetap rapi.Tutorial hijab cocok untuk mudik gampang digunakan dan tetap rapi. Foto: Dok. Instagram @yeppushop.

    Selanjutnya kamu bisa pakai gaya hijab syari dengan menggunakan hijab pashmina instan untuk mudik. Langkah pertama bentuk hijab sesuai dengan bentuk wajah, sematkan jarum pentul atau peniti di bawah dagu.

    Sampirkan ujung hijab sebelah kanan ke belakang pundak, tarik sisi hijab sebelah kiri dan bentuk menutupi dada. Sematkan bros kesayangan kamu atau jarum pentul ukuran kecil.

    3. Tutorial hijab ikat

    Tutorial hijab cocok untuk mudik gampang digunakan dan tetap rapi.Tutorial hijab cocok untuk mudik gampang digunakan dan tetap rapi. Foto: Dok. Instagram @yeppushop.

    Karakter hijab instan bahan rayon menyerap keringat dan gampang dibentuk. Hijab jenis ini cocok untuk perjalanan mudik.

    Tali yang terdapat pada hijab bisa kamu sembunyikan ke dalam hijab dan diikat belakang kepala. Kemudian kedua ujung hijab diikat rapi ke belakang.

    4. Tutorial hijab meleyot kekinian

    Tutorial hijab cocok untuk mudik gampang digunakan dan tetap rapi.Tutorial hijab cocok untuk mudik gampang digunakan dan tetap rapi. Foto: Dok. Instagram @yeppushop.

    Hijab model meleyot atau tidak tegak sempurna di dahi juga bisa kamu pakai saat mudik. Sebaiknya kamu memakai inner hijab atau ninja agar bagian rambut dan leher tak terlihat. Selanjutnya kamu bisa langsung menyampirkan kedua ujung hijab ke belakang.

    5. Tutorial hijab dua layer

    Tutorial hijab cocok untuk mudik gampang digunakan dan tetap rapi.Tutorial hijab cocok untuk mudik gampang digunakan dan tetap rapi. Foto: Dok. Instagram @yeppushop.

    Kamu ingin hijabmu selalu terlihat rapi saat mudik? Bisa pakai hijab instan double layer ini. Bentuk hijab layer pertama hingga rapi dan ikat tali ke belakang. Kemudian pakai hijab layer kedua.

    Kamu bisa membentuk sampir ke belakang dan hijab syari yang bisa membuat kamu nyaman selama mudik.

    Ikuti berita-berita terkini arus mudik dan arus balik di BRI Teman Mudik.

    (gaf/eny)



    Sumber : wolipop.detik.com

  • Cara Hitung Estimasi BBM untuk Perjalanan Mudik Lebaran



    Jakarta

    Banyak hal yang perlu dipersiapkan sebelum melakukan mudik Lebaran 2024. Salah satunya adalah menghitung estimasi bahan bakar minyak (BBM) yang akan digunakan sepanjang perjalanan.

    Lantas untuk menghitung estimasi bahan bakar yang akan habis sepanjang perjalanan adalah dengan mengetahui terlebih dahulu konsumsi BBM rata-rata kendaraan kita.

    Dilansir dari laman Astra Daihatsu, ada dua cara untuk mengetahui konsumsi BBM rata-rata kendaraan, yakni dengan metode full to full dan pengukuran melalui MID.


    Cara menghitung konsumsi BBM rata-rata dengan metode full to full adalah dengan mengisi tangki BBM hingga penuh, lalu berkendara dengan mencatat total jarak tempuh, dan terakhir mengisi kembali tangkinya hingga penuh.

    Setelah mengetahui jarak tempuh dan jumlah bensin yang harus diisi untuk memenuhi tangki BBM-nya, kita tinggal membagi jarak tempuh dengan jumlah liter BBM-nya. Lalu hasil konsumsi bahan bakar rata-ratanya akan didapat dengan angka km/liter.

    Sebagai ilustrasi, sebelum berkendara tangki BBM kita isi penuh. Lalu kendaraan tersebut kita bawa sejauh 100 km. Selanjutnya kita mengisi ulang tangki BBM hingga penuh dan dibutuhkan bahan bakar sebanyak 8 liter. Maka konsumsi BBM rata-rata kendaraan kita adalah 12,5 km per liter.

    Cara lain untuk mengetahui konsumsi BBM rata-rata kendaraan kita adalah dari informasi yang tersedia di layar instrumen kluster. Namun tak semua kendaraan punya fasilitas yang dapat menampilkan informasi ini.

    Konsumsi BBM Mitsubishi Triton UltimateIlustrasi data konsumsi bbm rata-rata di panel kluster Foto: Muhammad Hafizh Gemilang / detikOto

    Umumnya konsumsi BBM rata-rata di kendaraan kita hadir dengan satuan km per liter. Tapi tak sedikit kendaraan yang juga dapat menampilkan data ini dengan satuan liter per 100 km.

    “Cara menghitung konsumsi BBM ini melibatkan jarak tempuh. Jadi, komputer juga bakal melakukan pembaruan dengan interval waktu yang lebih lama. Salah satu tips menghitung konsumsi BBM menggunakan MID adalah dengan melakukan jarak tempuh yang agak jauh, misalnya 100 km,” tulis Astra Daihatsu.

    Nah! Setelah mengetahui berapa konsumsi BBM rata-rata kendaraan, maka mudah bagi kita untuk menghitung estimasi BBM yang akan digunakan untuk perjalanan mudik Lebaran 2024. Caranya tinggal mengkali mengalikan antara jarak tempuh yang akan dituju dengan konsumsi BBM rata-ratanya.

    Contoh kita akan melakukan perjalan dari Jakarta menuju Semarang dengan jarak tempuh sekitar 450 km. Maka jika mobil kita konsumsi BBM rata-ratanya di angka 12,5 km per liter, estimasi BBM yang dibutuhkan untuk perjalanan ini adalah sekitar 36 liter.

    Lantas jika dikonversi ke harga BBM, contoh kita akan menggunakan bensin Pertamax yang harga per liternya Rp 12.950, maka kita harus menyiapkan anggaran minimal Rp 466.200 untuk bensin perjalanan mudik dari Jakarta ke Semarang.

    Perlu diingat juga, banyak faktor yang dapat membuat penggunaan BBM kendaraan kita jadi lebih boros. Faktor tersebut umumnya datang dari kondisi lalu lintas, tekanan angin ban, hingga muatan yang dibawa selama perjalanan. Sehingga penting untuk mempersiapkan anggaran lebih untuk kondisi tertentu.

    ====

    Ikuti berita-berita terkini arus mudik dan arus balik di BRI Teman Mudik pada tautan ini.

    (mhg/din)



    Sumber : oto.detik.com

  • Balik Mudik Jangan Sampai Jadi Petaka, Ini Tanda-tanda Ban Mobil Mau Pecah



    Jakarta

    Perjalanan jauh untuk mudik dan balik membutuhkan persiapan matang. Jangan sampai, perjalanan silaturahmi ke kampung halaman dan balik ke daerah asal justru menimbulkan petaka.

    Salah satu penyebab kecelakaan yang paling berbahaya dan sering terjadi adalah pecah ban. Nah, ban yang sudah mau pecah biasanya memberikan tanda-tanda yang harusnya disadari pengendara. Demikian dikutip dari situs resmi Hyundai.

    Setidaknya ada beberapa tanda yang bisa kita ketahuisaat kondisi ban mobil tidak lagi sehat dan harus diganti segera.


    Empat tanda ban mobil mau pecah

    1. Visual

    Ban yang hendak pecah biasanya ban yang kondisinya sudah kurang layak dan memberikan tampilan visual tertentu. Ban yang sudah tidak layak misalnya sudah retak-retak, botak, hingga benang terlihat keluar.

    2. Bunyi

    Ban yang sudah tidak layak dan sudah mau pecah sering kali menghasilkan bunyi. Hal ini karena ban sudah mulai tidak memiliki integritas dan melepas beberapa lapisan satu per satu. Biasanya akan ada bunyi seperti “dug dug dug” yang intervalnya menyesuaikan dengan kecepatan mobil.

    3. Tidak Stabil

    Ketika ban mau pecah, biasanya ban mulai tidak stabil. Ketidakstabilan ini akan berdampak pada pengendalian mobil yang membuat mobil tidak stabil. Bila mobil tidak stabil, terasa seperti mengayun atau bergoyang dengan bunyi ban tadi, sebaiknya segera kurangi kecepatan.

    4. Ban Berasap

    Ketika ban sudah benar-benar mau pecah, sering kali mengeluarkan asap karena mulai ada bagian yang tersangkut dan tergesek dengan jalan. Jika sudah ada asap dari ban, maka siapkan diri untuk mengendalikan mobil.

    “Harap diingat, hal utama pemicu pecah ban adalah keteledoran, baik dalam perawatan ban maupun dalam mengangkut beban pada mobil,” sebut Hyundai.

    Maka dari itu, pemilik kendaraan harus peka terhadap kendaraannya dan rutin melakukan perawatan berkala.

    ====

    Ikuti berita-berita terkini arus mudik dan arus balik di BRI Teman Mudik pada tautan ini.

    (rgr/din)



    Sumber : oto.detik.com

  • Cara Pakai Google Maps Offline Untuk Mudik Lebaran 2024


    Jakarta

    Dengan kemajuan teknologi, mudik jadi dimudahkan berkat keberadaan Google Maps. Namun, apa jadinya jika tiba-tiba hilang sinyal saat melalui suatu daerah dan tidak bisa menggunakan Google Maps lagi.

    Sebenarnya, Google Maps bisa dipakai secara offline lho detikers. Pemudik bisa memanfaatkan aplikasi navigasi buatan Google tersebut tanpa harus terkoneksi internet dengan pakai fitur online yang tersedia di Google Maps.


    Berikut ini adalah cara menggunakan fitur offline Google Maps seperti yang dirangkum detikINET:

    • Buka Google Maps, klik foto profil atau inisial nama, di bagian paling kanan dari kolom pencarian
    • Setelah itu, pilih offline maps dan pilih lokasi yang ingin detikers unduh. Semakin besar area yang dipilih, semakin banyak data yang diperlukan untuk diunduh
    • Google Maps akan mengunduh peta sesuai area yang dipilih. Gunakan WiFi untuk menghemat data saat mengunduh.

    Setelah mengunduh area pada Google Maps yang akan dituju mudik, petunjuk arah tetap berjalan dapat diakses saat offline.

    Sebagai informasi, Google Maps offline ini tidak ada fitur penunjuk arah untuk angkutan umum, bersepeda, atau berjalan kaki dan informasi seperti kondisi lalu lintas, rute alternatif, atau panduan jalur tidak akan tersedia.

    Jika Anda merasa data yang disimpan oleh Google Maps Offline sudah tidak diperlukan setelah kegiatan mudik selesai, detikers dapat menghapusnya dengan mengikuti langkah-langkah berikut.

    • Buka Google Maps, klik foto akun profil atau inisial nama di kolom search paling kanan
    • Pilih menu offline maps
    • Ketuk peta yang ingin dihapus.

    Nah, itu dia cara menggunakan Google Maps secara offline. Selamat mudik, hati-hati di jalan dan semoga sampai tujuan ya detikers.

    Ikuti berita-berita terkini arus mudik dan arus balik di BRI Teman Mudik.

    *Artikel ini ditulis oleh Mohammad Frizki Pratama, peserta Program Magang Bersertifikat Kampus Merdeka di detikcom.

    (agt/agt)



    Sumber : inet.detik.com

  • Cara Cek CCTV Jalan Tol Mudik Lebaran 2024 Pakai Aplikasi Travoy

    Jakarta

    Memperkirakan kemacetan selama mudik Lebaran tahun 2024 dapat diatasi dengan memanfaatkan teknologi. Oleh karena itu, memantau CCTV online dapat memberikan informasi penting untuk mendeteksi potensi kemacetan di jalan, terutama di jalan tol.

    Para pemudik dapat mengakses CCTV online jalan tol melalui aplikasi Travoy. Travoy (Travel With Comfort and Joy) adalah sebuah aplikasi yang menyediakan informasi beragam fitur menarik, dirancang sebagai asisten digital untuk membantu pengguna jalan tol. Aplikasi Travoy ini merupakan aplikasi resmi dari PT Jasa Marga.

    Cara Memakai Aplikasi Travoy

    Dengan adanya aplikasi ini, pemudik dapat mengakses CCTV online untuk semua ruas tol di Indonesia, membantu mereka memantau dan menghindari kemacetan saat perjalanan pulang ke kampung halaman. Berikut langkah-langkah untuk memakai aplikasi Travoy:


    1. Mulai dengan membuka aplikasi Travoy pada perangkat ponsel.
    2. Jika belum memiliki aplikasi Travoy, unduh dari Google Play Store atau App Store. Setelah diinstal, Anda dapat login atau melanjutkan tanpa masuk.
    3. Ketuk opsi Menu CCTV di dalam aplikasi.
    4. Aplikasi Travoy akan menampilkan lokasi CCTV terdekat.
    5. Pilih ruas jalan tol yang akan dipantau.
    6. Kemudian, Anda dapat memilih segmen tertentu untuk melihat detail rute, atau melihat secara keseluruhan.
    7. Tampilan CCTV langsung akan tersedia, memungkinkan Anda melihat kondisi lalu lintas secara real-time.

    Travoy juga menyediakan informasi tentang tarif tol, lokasi rest area, peristiwa lalu lintas seperti perbaikan jalan, saldo e-money, daftar SPBU terdekat, layanan derek online, nomor darurat, dan lain-lain. Namun, meskipun memiliki banyak keunggulan, Travoy tidak menyediakan layanan CCTV online untuk jalan non-tol, dan kemungkinan aplikasi akan berjalan lambat saat banyak pengguna mengaksesnya.

    Selain Travoy, pemantauan CCTV online juga bisa dilakukan melalui situs resmi Bina Marga Kementerian PUPR dan Badan Pengatur Jalan Tol. Berikut adalah langkah-langkahnya:

    Cara Mengakses CCTV Online Melalui Bina Marga Kementerian PUPR

    1. Buka situs CCTV Bina Marga di https://binamarga.pu.go.id/contents/cctv_mudik#cctv
    2. Pilih opsi CCTV Tol.
    3. Pilih ruas jalan tol yang diminati dan klik “Lihat CCTV.”
    4. Anda dapat mulai memantau ruas jalan tol melalui CCTV online yang tersedia.

    Cara Mengakses CCTV Online Melalui Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT):

    1. Buka situs CCTV BPJT di https://bpjt.pu.go.id/cctv/cctv_inframe
    2. Pilih ruas jalan tol yang diinginkan.
    3. Anda dapat mulai memantau ruas jalan tol melalui CCTV online yang tersedia.

    Dengan memanfaatkan akses CCTV online yang diberikan oleh pemerintah, pemudik dapat menghindari kemacetan dan mencapai tujuan mereka dengan aman. Selamat mudik detikers, semoga sampai tujuan dengan selamat!

    *Artikel ini ditulis oleh Fadhila Khairina Fachri, peserta Program Magang Bersertifikat Kampus Merdeka di detikcom.

    (fay/fay)



    Sumber : inet.detik.com

  • Cara Menggunakan Google Maps untuk Motor, Jangan Nyelonong ke Jalan Tol

    Jakarta

    Bagi pemudik sepeda motor yang menggunakan Google Maps untuk pulang kampung, ada baiknya simak tips-tips berikut ini. Jangan sampai, detikers malah nyasar masuk ke jalan tol saat dalam perjalanan.

    Aplikasi navigasi ini dirancang untuk mempermudah pengguna dalam mencari informasi dan alamat lokasi tujuan. Google Maps menyediakan berbagai informasi, seperti jarak tempuh hingga status kepadatan lalu lintas.

    Meskipun demikian, seringkali pengguna masih kesulitan menemukan rute yang tepat, terutama para pengendara sepeda motor yang kadang-kadang secara tidak sengaja masuk ke jalan tol. Situasi tersebut dapat menjadi sangat berbahaya bagi pengguna dan pengguna jalan lainnya.

    Yuk, simak cara menggunakan Google Maps khusus untuk pengendara sepeda motor agar terhindar dari masuk ke jalan tol dan tersesat saat melakukan perjalanan.


    Cara Pakai Google Maps untuk Pemudik Sepeda Motor

    1. Buka Aplikasi Google Maps

    Pertama-tama, buka aplikasi Google Maps di ponselmu. Pastikan ponselmu terhubung dengan jaringan internet sebelum melanjutkan.

    2. Pilih Lokasi Tujuan

    Pastikan untuk mengetik nama lokasi tujuan dalam kolom pencarian setelah memastikan dengan cermat lokasi saat ini dan tujuan yang diinginkan. Ingat ya detikers, perhatikan dengan baik agar tidak terjadi kesalahan alamat.

    Selain itu, pilih tampilan satelit untuk mempermudah saat melihat rute menuju lokasi yang diinginkan. Dengan tampilan satelit, pengguna dapat dengan jelas melihat rute yang akan diambil beserta kontur topografi atau bangunan di sepanjang jalanan.

    3. Pilih Direction

    Setelah kamu menemukan lokasi yang ingin dituju. Nantinya Google Maps akan membuat rute menuju tujuan yang kamu inginkan.

    4. Wajib Pilih Ikon Motor

    Ingat ya detikers untuk tetap berhati-hati, dan pastikan untuk memilih rute dengan cermat. Pastikan rute yang dipilih sesuai dengan moda transportasi yang digunakan. Jika detikers menggunakan sepeda motor, klik ikon sepeda motor di aplikasi Google Maps. Dengan cara ini, detikers akan mendapatkan rekomendasi rute tercepat dan terbaik untuk sepeda motor, dan dihindarkan dari rute jalan tol.

    Selain itu, detikers dapat menyesuaikan opsi rute dengan mengklik titik tiga di pojok kanan atas, lalu pilih opsi rute. Di sana, tersedia beberapa pilihan untuk menghindari jalan tol, jalan raya, atau feri.

    Dengan memilih opsi rute tersebut, Google Maps akan mengatur rute kamu sesuai dengan preferensi detikers. Misalnya, jika kamu ingin menghindari jalan tol, cukup pilih opsi untuk menghindari jalan tol, dan Google Maps akan menyesuaikan rute Anda tanpa melalui jalan tol.

    5. Evaluasi Rute yang Dipilih

    Sebaiknya tidak terburu-buru berangkat, namun perhatikan dengan seksama dan evaluasi rute yang telah detikers pilih. Rute tercepat umumnya ditandai dengan warna biru, sementara rute alternatif akan ditampilkan dengan warna abu-abu. Kamu juga dapat memeriksa kondisi lalu lintas di sepanjang rute, yang ditunjukkan dengan warna merah.

    6. Fokus dan Ikuti Rute Peta

    Setelah kamu yakin untuk memulai perjalanan, klik tombol mulai untuk memulai navigasi. Perhatikan dengan seksama dan ikuti rute yang telah direkomendasikan oleh Google Maps.

    Selama perjalanan, pastikan untuk mematuhi semua aturan lalu lintas. Hindari perilaku yang melanggar aturan seperti melawan arus, karena hal itu dapat membahayakan diri sendiri dan pengguna jalan lainnya.

    7. Apabila Ragu, Bertanyalah!

    Jika kamu merasa ragu karena merasa rute yang diambil terasa menyesatkan, tidak ada salahnya untuk bertanya kepada penduduk sekitar untuk memastikan bahwa kamu berada di jalur yang benar.

    Demikianlah cara menggunakan aplikasi Google Maps untuk pengendara sepeda motor. Sekarang detikers dapat melakukan perjalanan tanpa khawatir tersesat atau masuk ke jalan tol. Namun, perlu diingat bahwa meskipun aplikasi ini mudah digunakan, tetaplah berhati-hati dan teliti. Selamat mencoba, dan selalu hati-hati di jalan!

    *Artikel ini ditulis oleh Mohammad Frizki Pratama, peserta Program Magang Bersertifikat Kampus Merdeka di detikcom.

    (agt/agt)



    Sumber : inet.detik.com

  • Link Lihat CCTV Jalur Mudik Supaya Tidak Terjebak Macet

    Jakarta

    Momen mudik lebaran seringkali diwarnai dengan kemacetan. Namun, untuk mengatasi hal tersebut, pemudik kini dapat memantau kondisi lalu lintas melalui CCTV online.

    Website seperti Bina Marga, Badan Pengatur Jalan Tol, dan aplikasi seperti Travoy telah menyediakan layanan CCTV untuk jalan tol. Begitu Kementerian Perhubungan juga menawarkan pemantauan melalui CCTV untuk jalan non tol.

    Pemudik dapat mengakses CCTV online melalui berbagai sumber, termasuk Road Transport and Traffic Management Center (RTTMC) Kemenhub. Di sana, pemudik dapat memilih jalur yang akan digunakan dan memantau situasi lalu lintas secara langsung. Selain itu, situs Bina Marga juga menyediakan layanan serupa dengan fokus pada jalan non tol.


    Meskipun cakupannya tidak seluruh wilayah, layanan CCTV online ini tetap sangat membantu bagi pemudik, terutama di Jawa Barat dan sekitarnya. Selain itu, aplikasi Tol Kita dan Travoy juga memberikan akses kepada pemudik untuk memantau arus mudik di jalan tol.

    Dengan demikian, para pemudik kini memiliki beragam opsi untuk memantau kondisi lalu lintas secara online dan memilih rute yang paling lancar untuk perjalanan mudik mereka.

    detikINET pun sudah merangkum beberapa website dan aplikasi apa saja yang dapat berguna untuk pemudik. Yuk, simak penjelasan lebih lengkapnya detikers!

    1. Bina Marga

    • Kunjungi situs CCTV dari Bina Marga menggunakan tautan https://binamarga.pu.go.id/contents/cctv_mudik#cctv
    • Pilih opsi menu untuk CCTV non tol setelah masuk ke situs tersebut.
    • Setelah itu, detikers akan dialihkan ke Live CCTV dari situs RTTMC yang merupakan milik Kemenhub.
    • Perlu diketahui bahwa cakupan CCTV RTTMC Kemenhub terbatas hanya pada pemantauan arus mudik di Jawa Barat dan sekitarnya. Jangkauannya terjauh hanya sampai Comal di Pemalang, Ketanggungan di Bumiayu, Karanganyar, dan Terminal Semarang. Meskipun demikian, layanan ini tetap sangat membantu.

    2. BPJT (Badan Pengatur Jalan Tol)

    3. Road Transport and Traffic Management Center (RTTMC) Kemenhub

    • Kunjungi situs Live CCTV dari Road Transport and Traffic Management Center (RTTMC) Kemenhub melalui tautan http://rttmc.dephub.go.id/rttmc/livecctv
    • Setelah mengakses link tersebut, Anda akan diarahkan ke halaman Live CCTV.
    • Pilih jalur mudik yang ingin Anda amati, dengan opsi yang mencakup jalur utara, tengah, selatan, dan barat.
    • Selain itu, detikers juga dapat memantau situasi terminal dan kondisi jalan raya menggunakan drone.
    • Setelah memilih jalur mudik, lanjutkan dengan memilih kamera CCTV yang ingin Anda pantau sesuai dengan nama yang tertera.
    • Anda dapat memantau dan mengamati kondisi area jalan raya secara langsung menggunakan CCTV secara real-time dari lokasi yang Anda pilih.

    4. Aplikasi Tol Kita

    • Unduh aplikasi Tol Kita yang disediakan oleh BPJT dari Play Store atau App Store.
    • Setelah mengunduh, buka aplikasi Tol Kita dan navigasikan ke menu ‘CCTV’.
    • Pilih kamera CCTV yang ingin dipantau di ruas jalan tol yang Anda tuju.
    • Secara langsung, Anda akan dapat melihat siaran live dari CCTV yang menampilkan arus mudik di jalan tol.

    5. Aplikasi Travoy

    • Unduh aplikasi Travoy yang disediakan oleh Jasa Marga melalui Play Store atau App Store.
    • Setelah mengunduh, buka aplikasi Travoy dan navigasikan ke opsi menu ‘CCTV’.
    • Pilih kamera CCTV yang ingin Anda pantau di ruas jalan tol yang dituju.
    • Dengan demikian, Anda akan dapat melihat siaran live dari CCTV yang menampilkan arus mudik di jalan tol.

    Artikel ini ditulis oleh Fadhila Khairina Fachri, peserta Program Magang Bersertifikat Kampus Merdeka di detikcom.

    (agt/agt)



    Sumber : inet.detik.com

  • Cara Menggunakan Google Street View untuk Cek Rute Alternatif Mudik


    Jakarta

    Banyak pemudik mengandalkan Google Maps ketika melakukan perjalanan mudik Lebaran 2024. Ada baiknya, pemudik juga mengandalkan Google Street View untuk memeriksa jalur yang akan dilalui.

    Ketika dalam situasi tertentu di mana rute utama mudik mengalami kemacetan, pemudik sering mencari jalur alternatif. Ini bisa menjadi reaksi spontan terhadap kemacetan yang terjadi atau bahkan sebuah strategi yang direncanakan sebelumnya untuk menghindari rute yang biasa dilalui.


    Agar dapat menghindari kemacetan, Google Maps biasanya menawarkan rute alternatif yang ditandai dengan garis abu-abu ketika rute utama berwarna merah karena kemacetan. Namun, sebelum mengambil keputusan untuk mengikuti jalur alternatif tersebut, penting untuk memeriksa kondisi jalannya terlebih dahulu dengan menggunakan Google Street View. Ini bertujuan untuk memastikan apakah jalur alternatif tersebut dapat dilalui oleh kendaraan atau apakah kondisi jalannya baik dan tanpa gangguan.

    Google Street View memberikan representasi visual tentang lingkungan sekitar yang terintegrasi dengan Google Maps. Hal ini memungkinkan pengguna untuk mengevaluasi jalur yang akan mereka tempuh.

    Cara Menggunakan Google Street View

    Untuk memudahkan pengguna dalam menggunakan Google Street View untuk memeriksa jalur alternatif saat melakukan perjalanan mudik, Berikut adalah langkah-langkah untuk menggunakan Google Street View:

    1. Buka Google Maps dan Cari Jalan Alternatif

    Mulailah dengan membuka aplikasi Google Maps dan mencari rute alternatif yang ingin dijelajahi. Pastikan ponsel terhubung ke internet agar dapat menggunakan fitur ini.

    2. Letakkan Pin di Jalan Alternatif yang Ingin Dipelajari

    Setelah menemukan rute alternatif, mundurlah sedikit dari arah (direction) untuk menempatkan pin di jalan alternatif yang diminati. Google Maps akan menampilkan informasi lengkap tentang titik yang dipasang pin, termasuk foto thumbnail dari Street View.

    3. Pilih Foto dengan Label Street View

    Pilih foto yang memiliki label Street View dari lokasi yang dituju. Ini biasanya ditandai dengan ikon panah 360 derajat. Ketika telah memilih lokasi tujuan, alamat dan tombol navigasi akan muncul di bagian bawah peta.

    4. Buka Street View

    Di samping itu, terdapat foto thumbnail dengan tanda panah 360 derajat, menunjukkan ketersediaan Street View di lokasi tersebut. Klik foto Street View untuk melihat kondisi sekitar lokasi. Layar akan berubah menjadi tampilan foto 360 derajat yang memungkinkan untuk melihat sekitar.

    5. Bergerak di Street View

    Gunakan fitur Street View untuk menjelajahi sekitar lokasi. Anda dapat memutar gambar 360 derajat atau bergerak maju mundur sesuai dengan panah yang tersedia. Selain itu, Anda dapat memperbesar atau memperkecil tampilan dengan mencubit atau merenggangkan jari di layar ponsel.

    Perlu diingat bahwa Google Street View menampilkan rekaman kondisi jalan sebelumnya, bukan tampilan real-time. Namun, dengan memeriksa Street View, Anda dapat menilai apakah jalur alternatif layak untuk dilalui, termasuk apakah jalannya cukup lebar untuk kendaraan Anda.

    Pastikan untuk menjelajahi beberapa titik di sepanjang jalur alternatif yang dipilih. Jika kondisinya terlihat aman dan sesuai, Anda dapat dengan tenang mencoba jalur alternatif tersebut.

    *Artikel ini ditulis oleh Fadhila Khairina Fachri, peserta Program Magang Bersertifikat Kampus Merdeka di detikcom.

    (agt/agt)



    Sumber : inet.detik.com

  • Tips Menggunakan Google Maps Secara Tepat, Banyak yang Salah

    Jakarta

    Di bawah ini adalah instruksi tentang cara menggunakan Google Maps untuk perjalanan mudik ataupun balik saat Lebaran tahun 2024. Demikian juga untuk mencari arah saat di kampung halaman.

    Masyarakat pada umumnya melakukan perjalanan mudik Lebaran untuk bersama-sama merayakan Hari Raya Idul Fitri bersama keluarga di kampung halaman. Google Maps dapat menjadi alat bantu utama dalam navigasi perjalanan kita.

    Namun, masih banyak yang kurang familiar dengan cara menggunakan Google Maps secara optimal. Beberapa bahkan tersesat, seperti kasus pemudik yang salah arah hingga masuk ke persawahan.


    Untuk itu, penting untuk memahami cara menggunakan Google Maps dengan benar agar dapat membantu navigasi perjalanan. Mari simak panduan menggunakan Google Maps agar perjalanan mudik Anda berjalan lancar.

    Cara Menggunakan Google Maps untuk Lebaran 2024

    1. Buka Aplikasi Google Maps

    Langkah awal adalah membuka aplikasi Google Maps pada perangkat Anda. Pastikan koneksi internet aktif untuk penggunaan yang lancar.

    2. Tentukan Lokasi Tujuan

    Temukan lokasi tujuan Anda. Anda dapat menentukannya dengan menempatkan titik pada peta atau dengan mengetikkan nama lokasi tujuan pada kolom pencarian.

    3. Pilih Arah (Direction)

    Setelah menemukan lokasi tujuan mudik, klik tombol Direction. Google Maps akan menentukan rute perjalanan menuju tujuan yang Anda pilih.

    4. Pilih Moda Transportasi

    Pastikan untuk memilih rute sesuai dengan moda transportasi yang digunakan. Anda dapat memilih antara mobil, motor, kereta, berjalan kaki, atau kendaraan online. Pilihlah rute sesuai dengan moda transportasi yang Anda gunakan.

    5. Pilih Rute Utama atau Alternatif

    Setelah memilih moda transportasi, Google Maps akan menampilkan rute tercepat yang ditandai dengan warna biru. Namun, juga akan ditampilkan rute alternatif dengan warna abu-abu. Pilihlah rute yang sesuai dengan preferensi Anda.

    6. Evaluasi Rute

    Pastikan untuk mengevaluasi rute yang dipilih. Periksa apakah rute tersebut sesuai dengan kendaraan Anda, terutama jika terdapat jalan kecil atau rute alternatif yang tidak biasa.

    7. Mulai Perjalanan

    Setelah yakin dengan rute yang dipilih, klik tombol Start untuk memulai perjalanan. Ikuti arahan dari Google Maps untuk mencapai tujuan mudik Anda.

    Penting untuk diingat bahwa kesalahan umum dalam penggunaan Google Maps sering terjadi pada pemilihan moda transportasi yang salah (poin ke 4) atau kurang memperhatikan kondisi rute perjalanan (poin ke 6). Karena itu, pastikan memilih rute yang sesuai dengan kendaraan dan memperhatikan kondisi jalur perjalanan dengan cermat.

    Demikianlah cara menggunakan Google Maps untuk membantu Anda dalam perjalanan mudik Lebaran tahun 2024. Meskipun terlihat sederhana, tetaplah berhati-hati dan cermat selama perjalanan.

    *Artikel ini ditulis oleh Fadhila Khairina Fachri, peserta Program Magang Bersertifikat Kampus Merdeka di detikcom.

    (fyk/fyk)



    Sumber : inet.detik.com

  • Cara Cari SPBU Terdekat dengan Mudah Pakai Google Maps


    Jakarta

    Pastikan perjalanan arus balik Lebaran 2024 tidak terhambat oleh kendaraan yang mogok karena kehabisan bensin dengan cara mencari SPBU terdekat menggunakan Google Maps.

    Google Maps memberikan kemudahan bagi pengendara, terutama ketika harus melalui rute yang belum dikenal dan tidak tahu di mana letak pom bensin terdekat. Untuk informasi lebih lanjut, berikut adalah cara mencari SPBU terdekat menggunakan Google Maps.

    Berikut adalah cara mencari SPBU terdekat seperti dihimpun detikINET :


    Buka aplikasi Google Maps.

    • Pastikan Google Maps diizinkan untuk mengakses lokasi terkini kamu.
    • Pilih ikon SPBU (tulisan ‘Gas’) yang ada di bagian bawah kolom pencarian.
    • Google Maps akan menampilkan SPBU di seluruh wilayah Anda, sesuai dengan lokasi saat ini.
    • Agar hasil pencarian lebih spesifik serta menemukan SPBU terdekat yang masih beroperasi, atur filter jarak dan waktu operasi di bagian atas peta.
    • Nantinya, Google Maps akan menampilkan lokasi SPBU terdekat yang masih beroperasi di sekitar lokasi Anda.
    • Lantas, pilih rute untuk menunjukkan jalan ke tempat SPBU terdekat.

    Google Maps memberikan informasi tentang lokasi SPBU terdekat dari berbagai penyedia seperti Pertamina, Shell, Vivo, dan lainnya. Selain itu, informasi ini tidak hanya mencakup SPBU besar, tetapi juga mencakup warung bensin eceran dan pom bensin yang lebih kecil.

    Demikianlah cara mudah mencari SPBU terdekat menggunakan Google Maps, sehingga detikers tidak akan lagi kebingungan saat mencari pom bensin. Selamat kembali ke kota perantauan dan selalu berhati-hati saat berkendara.

    *Artikel ini ditulis oleh Mohammad Frizki Pratama, peserta Program Magang Bersertifikat Kampus Merdeka di detikcom.

    (fyk/fyk)



    Sumber : inet.detik.com