Tag: brunei darussalam

  • 7 Gaya Anisha Rosnah Perdana Berhijab Setelah Dinikahi Pangeran Mateen

    Adalah Teh Firdaus, desainer beberapa busana pengantinnya, yang merancangnya. “Graceful in grey. Pengiran Anak Isteri Anisha Rosnah radiates elegance in our custom full lace short kurung, adorned with signature intricate details. Simply stunning!” tulis pria asal Malaysia itu di Instagram. (Foto: Instagram/@support.anishaik)



    Sumber : wolipop.detik.com

  • Daftar Negara di Asia Tenggara & Ibu Kotanya

    Daftar Negara di Asia Tenggara & Ibu Kotanya


    Jakarta

    Asia Tenggara dikenal sebagai kawasan dengan keragaman budaya luar biasa. Sudahkah detikers tahu negara apa saja selain Indonesia yang termasuk di dalamnya dan apa saja ibu kota dari masing-masing negara?

    Berdasarkan data yang dikutip dari (United Nations Economic and Social Commission for Asia and the Pacific) UN ESCAP dan ASEAN, yang mencatat bahwa Asia Tenggara terdiri dari 11 negara berdaulat. Kawasan ini memiliki peran penting secara geopolitik sekaligus kaya akan keragaman budaya, bahasa, dan sejarah.

    Sejarah Singkat ASEAN

    ASEAN (Association of Southeast Asian Nations) berdiri pada 8 Agustus 1967 lewat Deklarasi Bangkok yang ditandatangani oleh lima perwakilan negara pendiri, yaitu Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, dan Thailand.


    Tujuan utama organisasi ini adalah memperkuat kerja sama politik, ekonomi, dan sosial-budaya, serta menjaga stabilitas kawasan. Seiring waktu, keanggotaan ASEAN berkembang dengan bergabungnya Brunei Darussalam (1984), Vietnam (1995), Laos dan Myanmar (1997), serta Kamboja (1999).

    Pada tahun 2022, Timor-Leste diterima sebagai member-in-principle ASEAN, yang berarti proses menuju keanggotaan penuh sedang berlangsung.

    Daftar Negara di Asia Tenggara

    1. Indonesia

    Ibu kota: Jakarta (menuju Nusantara)
    Kepala negara: Presiden Prabowo Subianto
    Bahasa: Indonesia
    Mata uang: Rupiah (IDR)
    Status ASEAN: Negara pendiri (1967)

    2. Malaysia

    Ibu kota: Kuala Lumpur (pusat pemerintahan di Putrajaya)
    Kepala negara: Yang di-Pertuan Agung Sultan Ibrahim
    Kepala pemerintahan: PM Anwar Ibrahim
    Bahasa: Melayu, Inggris, Mandarin, Tamil
    Mata uang: Ringgit (MYR)
    Status ASEAN: Negara pendiri (1967)

    3. Singapura

    Ibu kota: Singapura
    Kepala negara: Presiden Tharman Shanmugaratnam
    Kepala pemerintahan: PM Lawrence Wong
    Bahasa: Inggris, Melayu, Mandarin, Tamil
    Mata uang: Dolar Singapura (SGD)
    Status ASEAN: Negara pendiri (1967)

    4. Thailand

    Ibu Kota: Bangkok
    Kepala Negara: Raja Maha Vajiralongkorn
    Kepala Pemerintahan: PM Paetongtarn Shinawatra
    Bahasa: Thai
    Mata uang: Baht (THB)
    Status ASEAN: Negara pendiri (1967)

    5. Filipina

    Ibu kota: Manila
    Kepala negara: Presiden Ferdinand Marcos Jr.
    Bahasa: Filipina, Inggris, Spanyol
    Mata uang: Peso (PHP)
    Status ASEAN: Negara pendiri (1967)

    6. Brunei Darussalam

    Ibu kota: Bandar Seri Begawan
    Kepala negara: Sultan Haji Hassanal Bolkiah
    Bahasa: Melayu, Inggris
    Mata uang: Dolar Brunei (BND)
    Status ASEAN: Bergabung 1984

    7. Laos (Lao PDR)

    Ibu kota: Vientiane
    Kepala negara: Presiden Thongloun Sisoulith
    Kepala pemerintahan: PM Sonexay Siphandone
    Bahasa: Lao
    Mata uang: Kip (LAK)
    Status ASEAN: Bergabung 1997

    8. Vietnam

    Ibu Kota: Hanoi
    Kepala Negara: Presiden Luong Cuong
    Kepala Pemerintahan: PM Pham Minh Chinh
    Bahasa: Vietnam
    Mata uang: Dong (VND)
    Status ASEAN: Bergabung 1995

    9. Kamboja

    Ibu kota: Phnom Penh
    Kepala negara: Raja Norodom Sihamoni
    Kepala pemerintahan: PM Hun Manet
    Bahasa: Khmer
    Mata uang: Riel (KHR)
    Status ASEAN: Bergabung 1999

    10. Myanmar

    Ibu kota: Nay Pyi Taw
    Kepala negara: Presiden U Win Myint
    Pemerintahan de facto: Junta militer (Min Aung Hlaing)
    Bahasa: Myanmar
    Mata uang: Kyat (MMK)
    Status ASEAN: Bergabung 1997

    11. Timor-Leste

    Ibu kota: Dili
    Kepala negara: Presiden José Ramos-Horta
    Kepala pemerintahan: PM Xanana Gusmão
    Bahasa: Tetum, Portugis
    Mata uang: Dolar AS (USD)
    Status ASEAN: Member-in-principle (2022), belum anggota penuh

    Daftar negara di Asia Tenggara beserta ibu kota dan identitas negaranya ini menunjukkan keragaman sekaligus kekuatan kawasan. Dengan dibentuknya ASEAN, negara-negara tersebut berkomitmen memperkuat solidaritas regional dan menghadapi tantangan global bersama-sama.

    Semoga bermanfaat ya detikers!

    (nah/nah)



    Sumber : www.detik.com

  • Bangganya Pencak Silat Jadi Cabor Pertama Sumbang Medali Emas Indonesia

    Bangganya Pencak Silat Jadi Cabor Pertama Sumbang Medali Emas Indonesia


    Jakarta

    Pelatih pencak silat Yulinar Tikasari Wardah bangga pencak silat menjadi cabang olahraga pertama yang menyumbangkan medali emas bagi Indonesia di Asian Youth Games (AYG) 2025.

    Yulinar menyampaikan perasaannya itu setibanya di Tanar Air, usai mengantarkan atletnya, Furgon Habbil Winatan meraih satu emas dan satu perak melalui pesilat putri Qiken Dwi Tata Olifia dari multiajang olahraga remaja terbesar se-Asia tersebut.

    Pencak silat di AYG menjalani debut sebagai cabor pertama yang dipertandingkan di ajang yang berlangsung hingga akhir bulan ini.


    “Alhamdullilah pasti sangat bangga karena pencak silat yang pertama dipertandingkan dan pertama memberikan medali untuk Indonesia,” kata Yulinar saat ditemui di Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng, pada Rabu (22/10/2025).

    Juara dunia pencak silat 2012 itu mengatakan, hasil yang diraih atletnya melampaui ekspektasinya. Sebab, sejak awal hanya menargetkan satu emas. Baik Furgon dan Qiken tampil di kelas 51-55kg putra dan putri.

    “Sebenarnya memang satu emas (targetnya), peraknya bonus, tapi ini adalah anugerah dari Allah atas perjuangan atlet, dukungan dari KOI, Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (PB IPSI). Ini adalah hasil yang maksimal yang bisa kami persembahkan untuk Indonesia,” tuturnya.

    Berkaitan dengan persaingan selama bertanding di Bahrain, pencak silat yang diikuti 14 negara, menurut Yulinar, sudah cukup merata. Bahkan dari tuan rumah, Bahrain.

    Yulinar berharap, tim Indonesia bisa terus berjuang untuk ajang-ajang berikutnya di masa mendatang. Rencananya, Furgon dan Qiken akan dipersiapkan untuk tampil di ASEAN School Games di Brunei Darussalam, akhir November.

    Sementara itu, Komite Eksekutif KOI Harry Warganegara mengatakan keberhasilan pencak silat di AYG menjadi terobosan untuk ajang berikutnya.

    “Ini suatu kesempatan yang bagus karena pencak silat ini cabor milik Indonesia, dan kita berhasil dipertandingkan menjadi nomor defenitif. Bukan demo. Ini terobosan yang bagus dan bisa dilihat pada hari ini juga Furgon dan Qiken pulang bawa medali dan ini suatu kebanggaan,” kata Harry yang ikut menyambut tim pencak silat.

    “Kami berharap pencak silat bisa dipertandingkan di ajang yang lebih tinggi seperti Asian Games, bahkan Olimpiade. Itu harapan kami,” harap Harry.

    (mcy/aff)



    Sumber : sport.detik.com