Tag: buah

  • Ternyata Ini 2 Jenis Pisang yang Bagus untuk Diet

    Jakarta

    Orang yang berusaha menurunkan berat badan biasanya mengkonsumsi buah-buahan untuk menunjang dietnya. Dan pisang jadi salah satu buah populer bagi para pelaku diet.

    Selain rasanya enak, pisang kaya akan nutrisi. Buah ini merupakan sumber potasium dan vitamin B6. Nutrisi vitamin dan mineral penting lain terkandung pula di dalamnya.

    Pisang tinggi serat dan rendah kalori. Buah ini juga mengandung banyak karbohidrat, yang artinya kandungan gula dalam pisang bisa lebih tinggi. Hal inilah yang membuat sebagian orang khawatir pisang justru menaikkan berat badan dan bukan malah menurunkannya.


    Lantas, apakah pisang benar bisa menurunkan berat badan?

    Pisang Bisa Bantu Turunkan Berat Badan

    Dilansir Healthline, belum ada penelitian yang secara langsung meneliti efek pisang terhadap berat badan. Meski demikian, kandungan seratnya banyak dan buah ini rendah kalori.

    Serat berperan penting untuk menjaga kesehatan pencernaan. Dengan begitu, kebiasaan buang air besar dapat menjadi teratur.

    Penelitian juga menunjukkan asupan serat yang cukup dikaitkan dengan penurunan berat badan. Menurut ilmuwan, hal ini terjadi karena serat membuat seseorang merasa kenyang lebih lama. Sehingga bantu seseorang untuk tidak makan atau ngemil dalam jangka waktu berdekatan.

    Selain itu, kandungan banyak nutrisi dalam pisang juga bermanfaat bagi kesehatan secara menyeluruh, seperti menurunkan risiko penyakit jantung, penyakit divertikular, serta beberapa jenis kanker.

    Jenis Pisang yang Bagus untuk Diet

    Ternyata tidak semua pisang cocok untuk diet turunkan berat badan. Tingkat kematangan pisang menentukan kandungan nutrisi yang tersimpan di dalamnya. Dan inilah mengapa ada jenis pisang yang baik dan buruk untuk diet.

    Jadi, apa jenis pisang terbaik untuk diet?

    1. Pisang Hijau

    Pisang hijau atau pisang belum terlalu matang bagus untuk diet menurunkan berat badan. Dikutip dari Times of India, hal ini karena kandungan gulanya lebih rendah dan pati yang lebih resisten.

    Pati resisten baik untuk pencernaan lantaran tidak bisa dipecah oleh enzim lambung. Dengan begitu, membuat seseorang dapat kenyang lebih lama. Jenis pati ini bisa pula memperlambat penyerapan gula dari makanan sehingga mampu menjaga kadar gula darah tetap stabil.

    Beberapa penelitian juga melaporkan bahwa pati resisten dapat meningkatkan pembakaran lemak.

    Dengan kandungan pati resisten dan gula yang lebih rendah, pisang hijau atau pisang belum matang merupakan pilihan terbaik untuk diet.

    2. Pisang Kuning

    Selain pisang hijau, pisang kuning juga termasuk cukup bagus untuk diet. Pisang kuning di sini berarti telah matang sempurna, dan bukan terlalu matang yang sampai memiliki bintik-bintik cokelat.

    Jenis pisang ini mengandung kandungan gula lebih rendah dibandingkan pisang yang terlalu matang. Kandungan pati dan serat dalam pisang kuning juga masih bagus sehingga baik untuk pencernaan.

    Selain itu, pisang kuning menyimpan semua nutrisi baik yang memberikan manfaat bagi kesehatan, mulai dari vitamin B6 dan C, kalium, magnesium, hingga mangan.

    Jadi kalau sedang diet menurunkan berat badan, hindari pisang terlalu matang yang berbintik cokelat. Dan bisa pilih dua jenis pisang di atas.

    (azn/fds)



    Sumber : food.detik.com

  • 7 Buah Anti Pikun untuk Bantu Tingkatkan Daya Ingat dan Fokus

    Jakarta

    Sebagai pusat kendali tubuh, kesehatan otak harus dijaga dengan baik. Salah satu caranya yaitu dengan memperhatikan makanan yang dikonsumsi.

    Berdasarkan penelitian, dilansir Mayo Clinic, asupan makanan mempengaruhi kinerja otak, terutama fungsi memori. Itu artinya, apa yang kita makan bisa berpengaruh terhadap daya ingat, tingkat konsentrasi, maupun efek pikun seiring bertambahnya usia.

    Kita tentu tidak ingin kemampuan otak menurun, bukan? Pola makan sehat bisa diterapkan untuk menghindarinya. Konsumsi buah-buahan disebut mampu meningkatkan memori dan bantu cegah pikun, baik pada orang lansia maupun usia muda.


    Kira-kira, apa saja buah untuk cegah pikun dan meningkatkan daya ingat?

    Buah Anti Pikun untuk Tingkatkan Daya Ingat

    Dari sekian banyak buah, beberapa di antaranya dapat bantu memaksimalkan memori dan mencegah pikun. Ada apa saja? Berikut daftar buah anti pikun:

    1. Semangka

    Semangka termasuk buah yang jadi sumber likopen. Likopen merupakan antioksidan yang dapat melawan stres oksidatif akibat radikal bebas yang merusak sel. Senyawa ini dapat meminimalisir risiko terkena penyakit Alzheimer yang menyebabkan penurunan daya ingat.

    Likopen terbanyak ada pada semangka merah. Jenis semangka ini mengandung lebih banyak antioksidan daripada varietas kuning atau oranye.

    2. Alpukat

    Sebagai sumber lemak tak jenuh tunggal yang sehat, buah alpukat bantu menjaga kesehatan otak. Konsumsi jenis lemak ini bisa menurunkan tekanan darah. Dengan begitu, risiko penurunan kognitif juga dapat dihindari dan fungsi memori dapat meningkat.

    Perlu diingat, alpukat juga mesti dikonsumsi dalam jumlah wajar. Karena asupan lemak tak jenuh tunggal yang terlalu banyak bukan malah menyehatkan tapi justru membahayakan kesehatan.

    3. Jeruk

    Jeruk kaya akan vitamin C. Dilansir Healthline, nutrisi ini dapat menjaga kesehatan otak dengan melawan radikal radikal bebas perusak sel otak. Dengan begitu, kemampuan dan kinerja otak bisa terlindungi.

    Dalam sebuah penelitian juga, vitamin C yang tinggi dalam darah dikaitkan dengan peningkatan daya fokus, memori, dan perhatian.

    4. Anggur

    Anggur adalah sumber resveratrol yakni antioksidan kuat yang dapat meningkatkan daya ingat. Buah anggur varietas concord berwarna biru gelap keunguan juga tinggi polifenol yang bisa memaksimalkan fungsi otak secara keseluruhan.

    5. Buah Beri

    Buah beri seperti stroberi, bluberi, blackberry, dan murbei, kaya akan antioksidan. Senyawa antioksidan di dalamnya, meliputi antosianin, asam caffeic, katekin, dan quercetin.

    Tak sedikit penelitian menyebut buah beri sebagai makanan yang bagus untuk otak. Karena, antioksidannya dapat meningkatkan kesehatan otak dengan mengurangi peradangan dan stres oksidatif.

    6. Kurma

    Buah kering seperti kurma dapat pula memaksimalkan fungsi otak. Dikutip dari Times of India, kurma kaya akan serat dan sejumlah nutrisi penting lain.

    Gula alami dalam buah ini bisa memberikan dorongan untuk energi. Di sisi lain, kandungan seratnya memastikan pelepasan energi yang stabil dan menjaga otak tetap fokus. Kurma juga berperan sebagai antioksidan yang melindungi otak dari stres oksidatif.

    7. Kismis

    Anggur segar yang dikeringkan sehingga menjadi kismis juga pilihan baik untuk meningkatkan memori. Buah kering ini padat akan nutrisi seperti zat besi, potasium, dan antioksidan.

    Dengan kandungannya itu, kismis menjaga agar aliran darah tetap sehat serta memastikan pasokan oksigen cukup untuk otak. Hasilnya, fungsi kognitif otak dan daya ingat jadi tetap optimal.

    Nah, itu dia sederet buah “anti pikun” yang dapat cegah sering lupa dan meningkatkan memori serta fokus.

    (azn/fds)



    Sumber : food.detik.com

  • 10 Minuman Diet Alami, Sehat dan Ampuh Turunkan Berat Badan

    Jakarta

    Diet atau pengaturan pola makan adalah solusi bagi yang ingin hidup sehat. Dengan pengaturan yang tepat, berat badan yang kelebihan bisa berkurang menjadi lebih ideal.

    Pengaturan diet meliputi semua yang masuk ke dalam tubuh, termasuk minuman. Bagi yang ingin punya tubuh lebih sehat, berikut minuman diet alami yang bisa dicoba.

    10 Minuman Diet Alami

    Sebagian besar minuman mengandung serat, sehingga membantu tubuh merasa kenyang lebih lama. Dirangkum dari laman Healthline dan Woman’s Health magazine, berikut rekomendasinya:


    1. Teh Hijau

    Kandungan antioksidan katekin dan kafein dalam teh hijau terbukti dapat membantu proses pembakaran lemak. Selain baik untuk diet, Dokter Katherine Donelan, RD dari Stanford Health Care juga menyarankan untuk konsumsi 1-4 cangkir teh hijau per harinya sebagai bagian dari diet untuk mengurangi risiko kanker.

    2. Teh Herbal

    Teh herbal yang rendah kalori bisa menjadi pilihan minuman diet yang dapat merelaksasi tubuh. Teh dengan lavender atau chamomile misalnya, merupakan salah satu variasi teh herbal yang bikin rileks. Ada juga teh peppermint yang bermanfaat untuk melancarkan pencernaan.

    3. Susu dari kacang-kacangan

    Menurut sebuah studi tahun 2020, minuman nabati cenderung memiliki lebih sedikit kalori dibanding susu sapi perah biasa. Karena itu, konsumsi susu berbasis kacang-kacangan efektif dalam menurunkan berat badan dan asupan kalori. Sebagai contoh, 1 cangkir susu almond hanya mengandung 60 kalori. Sementara 1 cangkir susu biasa mengandung 149 kalori.

    4. Teh Kombucha

    Satu lagi jenis teh yang kaya manfaat yaitu teh kombucha. Kandungan cairan kombucha disebut dapat membantu tubuh merasa kenyang lebih lama. Kombucha juga mengandung antioksidan dan probiotik untuk meningkatkan kesehatan. Namun, pastikan untuk memilih kombucha dengan kandungan gula kurang dari 15 gram per botolnya.

    5. Air kelapa

    Air kelapa dengan kandungan elektrolit bermanfaat untuk menjaga hidrasi tubuh selama diet. Nutrisi lainnya yang terkandung dalam air kelapa seperti vitamin C, magnesium, mangan, kalium, mineral, dan antioksidan. Karena air kelapa juga mengandung gula, disarankan untuk menyeimbangkan konsumsi air kelapa dengan air putih.

    6. Cuka apel

    Walaupun terasa asam, cuka apel memiliki sejumlah manfaat bagi kesehatan, seperti membantu mengatur gula darah dan mengurangi berat badan dengan memberikan rasa kenyang. Sebuah studi tahun 2018 oleh Journal of Functional Foods menunjukkan bahwa konsumsi cuka apel yang dikombinasikan dengan diet rendah kalori ampuh untuk mengurangi rasa lapar pada penyintas obesitas.

    7. Jus dari sayur-sayuran hijau

    Jus dari campuran sayur-sayuran hijau yang rendah gula, tinggi serat dan kaya akan antioksidan cocok dikonsumsi untuk menurunkan berat badan. Jus ini mudah dibuat di rumah dan isinya dapat disesuaikan dengan selera. Dengan mencampurkan bayam, mentimun apel hijau, dan seledri, kamu sudah bisa membuat minuman jus yang menyehatkan.

    8. Jus wortel

    Jus wortel yang kaya vitamin A dan karotenoid berpengaruh dalam meningkatkan asupan serat dan membantu mengendalikan nafsu makan. Berdasarkan sebuah penelitian terhadap 28 pria obesitas, lemak perut mereka terbukti menurun secara signifikan setelah rutin mengonsumsi jus wortel selama 8 minggu.

    9. Jus buah delima

    Selain enak dan menyegarkan, jus buah delima merupakan minuman rendah kalori yang ampuh menurunkan berat badan. Beberapa penelitian menyebutkan bahwa buah delima dapat mengurangi fluktuasi gula darah yang biasa menyebabkan seseorang lebih cepat lapar.

    10. Jus semangka

    Bukan hanya kandungan kalorinya yang sedikit, buah semangka juga merupakan sumber antioksidan, vitamin A, vitamin C, dan kalium yang baik untuk kesehatan jantung. Selain itu, dalam sebuah eksperimen pada 33 orang, berat badan kelompok tersebut terbukti turun setelah 4 minggu rutin meminum dua gelas jus semangka.

    Berbagai variasi minuman yang tinggi serat, rendah, gula, dan antioksidan merupakan alternatif untuk menurunkan berat badan. Pastikan tidak memberi gula terlalu banyak, untuk menjaga minuman tetap sehat.

    (row/row)



    Sumber : food.detik.com

  • 8 Buah dan Sayur yang Dapat Mengatasi Hipertensi, Ada Bayam-Pisang

    Jakarta

    Mengkonsumsi buah dan sayur secara rutin dapat menjaga kesehatan tubuh. Selain itu, ada sejumlah buah dan sayuran yang disebut mampu mengatasi hipertensi.

    Sedikit informasi, hipertensi adalah suatu kondisi di mana tekanan darah terhadap dinding arteri cukup tinggi. Maka dari itu, hipertensi disebut juga dengan tekanan darah tinggi.

    Dilansir Mayo Clinic, apabila tekanan darah tidak terkontrol, hal ini dapat meningkatkan risiko masalah kesehatan yang lebih serius, seperti penyakit jantung dan stroke.


    Tapi jangan khawatir, sebab hipertensi dapat diatasi dengan mengkonsumsi sayuran dan buah-buahan tertentu. Penasaran? Simak selengkapnya dalam artikel ini.

    Buah dan Sayur yang Dapat Mengatasi Hipertensi

    Mengutip dari berbagai sumber, berikut buah-buahan dan sayuran yang dapat mengatasi hipertensi:

    1. Bayam

    Sayuran hijau ini diyakini dapat membantu mengatasi hipertensi. Sebab, bayam mengandung nitrat yang berfungsi untuk menurunkan tekanan darah tinggi.

    Selain itu, bayam juga mengandung senyawa lainnya seperti kalsium, magnesium, potassium, hingga antioksidan yang membuat tekanan darah tetap normal.

    Untuk memperoleh manfaat yang lebih banyak, usahakan mengolah bayam dengan cara direbus. Agar tidak terasa hambar, kamu bisa menambahkan sedikit garam.

    2. Seledri

    Dalam buku Healing Foods oleh DK Publishing House, seledri adalah sumber kumarin yang baik untuk menurunkan tekanan darah tinggi. Selain itu, seledri turut membantu menjaga keseimbangan air dalam tubuh.

    Meski sayuran ini umumnya dipakai sebagai garnish makanan, ternyata seledri mengandung antikoagulan yang berfungsi mengurangi risiko pembekuan darah dan stroke hingga menurunkan kadar hormon stress.

    Seledri bisa diolah menjadi jus lalu dituang ke dalam campuran salad. Cara lain untuk menikmati seledri adalah dengan dijus dan diminum langsung.

    3. Brokoli

    Bagi pengidap hipertensi, cobalah rutin mengkonsumsi brokoli secara rutin. Sebab, brokoli mengandung mineral seperti kalium, magnesium, dan kalsium.

    Nah, ketiga kandungan tersebut dapat mengontrol tekanan darah. Selain itu, mineral pada brokoli dapat mengatasi kerusakan pembuluh darah di arteri.

    Umumnya brokoli diolah dengan dua cara, yaitu ditumis atau direbus. Namun, cara yang lebih sehat adalah dengan merebus brokoli selama 2-3 menit agar kandungan gizinya tidak hilang.

    4. Wortel

    Selain baik untuk kesehatan mata, ternyata wortel juga dapat mengatasi hipertensi. Soalnya, wortel mengandung senyawa fenolik, seperti asam klorogenat dan asam kaffeat yang membantu mengurangi inflamasi serta menurunkan tekanan darah tinggi.

    Dilansir Healthline, cara terbaik untuk mengkonsumsi wortel adalah dengan cara direbus. Selain itu, kamu bisa membuat jus wortel dan diminum selagi segar.

    5. Pisang

    Buah berwarna kuning ini terbukti mengandung kalium. Fungsi kalium pada pisang dapat mengontrol jumlah garam dalam tubuh agar tetap seimbang, yang mana secara langsung turut mencegah tekanan darah meningkat.

    Pisang dapat diolah dengan berbagai cara, yakni dijus, dibuat smoothies, atau hidangan pendamping oatmeal. Namun, lebih praktis lagi jika dimakan langsung.

    6. Tomat

    Mengutip Jurnal Stikes William Booth, tomat diyakini dapat menurunkan darah tinggi berkat kandungan kalium yang berfungsi meningkatkan ekskresi natrium dan air. Hal tersebut yang kemudian memicu penurunan volume plasma, curah jantung, tekanan perifer, dan tekanan darah.

    Tomat biasanya dikonsumsi secara langsung. Tapi kalau tidak suka, tomat bisa diolah dengan cara dijus.

    7. Alpukat

    Mengkonsumsi alpukat secara rutin juga dapat mengatasi hipertensi, lho. Sebab, kandungan mineral pada alpukat mampu mencegah sekaligus mengontrol tekanan darah tinggi. Lalu, kandungan kalium dalam alpukat berfungsi mengatur detak jantung agar tetap normal.

    Alpukat bisa diolah dengan berbagai macam, misalnya dibuat smoothie atau dijus. Karena rasanya yang agak sedikit pahit, usahakan jangan terlalu banyak menambahkan gula.

    8. Buah Beri

    Ada berbagai macam jenis buah beri yang baik untuk mengatasi hipertensi, mulai dari stroberi, blueberry, hingga raspberry. Sebab, buah-buahan tersebut mengandung senyawa flavonoid yang membantu mencegah tekanan darah tinggi.

    Buah beri biasa diolah dengan cara dijus. Namun untuk sensasi yang menyegarkan dan lebih sehat, buah beri bisa dimakan langsung.

    Demikian delapan buah dan sayuran yang dapat mengatasi hipertensi. Mulai sekarang, yuk jaga pola makan dan rutin olahraga!

    (ilf/fds)



    Sumber : food.detik.com

  • 8 Manfaat Kurma Muda Bagi Tubuh, Salah Satunya Cegah Sembelit

    Jakarta

    Siapa yang tak kenal kurma? Buah berwarna cokelat ini dikenal memiliki segudang manfaat untuk kesehatan. Umumnya, masyarakat Indonesia mengkonsumsi kurma saat memasuki bulan Ramadhan atau puasa.

    Selain kurma matang, ada juga sejumlah masyarakat yang tertarik membeli kurma muda. Berbeda dengan kurma matang, kurma muda atau biasa disebut Rutab masih berwarna hijau agak kekuningan.

    Rasa kurma muda tidak terlalu manis, cenderung sepat namun terasa segar. Teksturnya juga berbeda, kurma muda sedikit lebih keras sehingga ketika digigit terasa renyah.


    Namun, banyak yang belum tahu kalau kurma muda memiliki banyak manfaat untuk tubuh. Penasaran, apa saja manfaat kurma muda bagi kesehatan? Simak pembahasannya dalam artikel ini.

    Sejumlah Manfaat Kurma bagi Tubuh

    Mengutip buku Mengais Berkah di Bumi Sang Rasul oleh Ahmad Hawassy, banyak orang yang percaya jika mengkonsumsi kurma muda dapat mempercepat kehamilan. Meski begitu, belum ada penelitian maupun dalil yang shahih atas klaim tersebut.

    Namun jangan khawatir, kurma muda memiliki segudang manfaat lain untuk tubuh. Simak selengkapnya di bawah ini:

    1. Menstabilkan Gula Darah

    kurma medjoulkurma. Foto: Getty Images/iStockphoto/Enez Selvi

    Kurma muda dipercaya dapat menstabilkan kadar gula darah di dalam tubuh. Perlu diketahui, kandungan gula pada kurma muda jauh lebih sedikit daripada kurma tua. Selain itu, teksturnya yang berserat membuat perut jadi terasa kenyang lebih lama.

    2. Melancarkan Pencernaan

    Kandungan serat tinggi pada kurma muda ternyata juga baik untuk sistem pencernaan. Menurut penelitian dari Jordan University of Science and Technology, mengkonsumsi kurma muda secara rutin dapat mencegah seseorang terkena diare dan sembelit.

    3. Memenuhi Cairan Tubuh

    kurma medjoulkurma Foto: Getty Images/iStockphoto/Enez Selvi

    Kurma muda segar ternyata mengandung lebih banyak air. Hal ini karena kurma belum melalui banyak proses pengeringan, sebagaimana kurma matang yang banyak dijual di pasaran.

    Karena banyak mengandung air, kurma muda dipercaya dapat memenuhi kebutuhan cairan tubuh. Hal ini membuat tubuh tetap terhidrasi.

    4. Meningkatkan Kekebalan Tubuh

    Kurma muda mengandung senyawa antioksidan yang dapat meningkatkan imunitas tubuh, sehingga membuat seseorang jadi nggak mudah terserang penyakit.

    Kurma muda diklaim lebih efektif untuk menangkal serangan radikal bebas. Selain itu, antioksidan di dalam kurma muda mampu mencegah tubuh dari berbagai macam penyakit kronis, seperti kanker dan serangan jantung. Meski begitu, dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk membuktikan klaim tersebut.

    5. Membantu Menurunkan Berat Badan

    7 Jenis Kurma Selain Medjool dan Ajwa, Tak Kalah Istimewa!kurma. Foto: Jakarta

    Bagi yang sedang diet, disarankan untuk rutin mengkonsumsi kurma muda. Sebab, buah ini mengandung serat tinggi dan kalori yang rendah, sehingga sangat baik dikonsumsi sebagai camilan sehat.

    Namun, agar berat badan bisa turun dengan cepat sebaiknya diimbangi juga dengan menjaga pola makan. Selain itu, jangan lupa untuk rutin berolahraga.

    6. Mengatasi Masalah Kesuburan

    Dilansir e-jurnal uma.ac.id, kurma muda dipercaya sebagai obat untuk mengatasi masalah kesuburan, terutama bagi pria. Biji dan serbuk sari kurma muda diketahui memiliki senyawa yang bekerja seperti hormon-hormon reproduksi pada pria maupun wanita.

    Selain itu, vitamin B6 pada kurma muda diyakini dapat menyeimbangkan kadar hormon estrogen dan progesteron di dalam tubuh. Kedua kadar tersebut sangat penting untuk proses reproduksi.

    7. Memperlancar Proses Persalinan

    Buah KurmaBuah Kurma Foto: iStock

    Bagi ibu hamil, mengkonsumsi kurma muda secara rutin saat trimester ketiga diyakini dapat membantu memperlancar proses persalinan. Sebab, kurma muda mengandung senyawa pengikat reseptor oksitosin.

    Senyawa tersebut merupakan hormon yang bertanggung jawab pada kontraksi persalinan. Dengan begitu, mengkonsumsi kurma muda dapat merangsang pembukaan jalan lahir sehingga waktu persalinan akan lebih singkat.

    8. Menjaga Kesehatan Tulang

    Manfaat kurma muda yang terakhir adalah dapat menjaga kesehatan tulang. Mengutip Web MD, kurma muda mengandung kalsium yang baik untuk tulang. Selain itu, kurma muda juga mengandung fosfor, kalium, dan magnesium.

    Demikian delapan manfaat kurma muda bagi tubuh. Jadi, tertarik untuk mengkonsumsi kurma muda secara rutin?

    (ilf/fds)



    Sumber : food.detik.com

  • 8 Jus Buah dan Sayur yang Ampuh Bakar Lemak, Cocok untuk Diet

    Jakarta

    Banyak masyarakat yang mulai sadar akan kesehatan, salah satunya dengan menjaga berat badan tetap ideal. Nah, ada sejumlah jus buah dan sayuran yang disebut dapat membakar lemak tubuh, sehingga cocok untuk yang sedang diet.

    Menurunkan berat badan mungkin terasa sulit bagi sebagian orang. Setelah rutin berolahraga, ternyata berat badan tak kunjung menurun dan masih di angka yang sama.

    Agar berat badan turun, cobalah mengkonsumsi jus buah dan sayur yang dapat menghancurkan lemak. Apa saja buah dan sayuran tersebut? Simak selengkapnya dalam artikel ini.


    Jus Buah dan Sayur yang Dapat Membakar Lemak

    Tentu, menurunkan berat badan tak hanya sekadar mengkonsumsi buah dan sayur, tapi juga diimbangi dengan menjaga pola makan serta rutin berolahraga. Perpaduan tersebut dapat menurunkan berat badan sekaligus menyehatkan tubuh.

    Mengutip NDTV Food, berikut daftar jus buah dan sayuran yang dapat membakar lemak tubuh.

    1. Jus Wortel

    Daftar yang pertama adalah jus wortel. Soalnya, wortel memiliki jumlah kalori yang rendah namun mengandung banyak serat. Bahkan, segelas jus wortel dapat memberikan efek rasa kenyang lebih lama.

    Selain itu, wortel mengandung retinol, beta-karoten, likopen, dan antioksidan yang dapat meningkatkan metabolisme. Wortel juga kaya akan vitamin A yang baik untuk kesehatan mata.

    Untuk membuat jus wortel yang enak, caranya adalah dengan menghaluskannya ke dalam blender. Agar lebih nikmat dan segar, tambahkan perasan jeruk atau lemon.

    2. Jus Delima

    Jus delima memiliki sejumlah manfaat untuk tubuh, salah satunya membantu menurunkan berat badan. Buah delima mengandung antioksidan, polifenol, dan asam linolenat yang membantu membakar lemak serta meningkatkan metabolisme. Oh ya, buah yang satu ini juga dapat menekan nafsu makan.

    3. Jus Semangka

    Selain dimakan langsung, semangka juga bisa diolah dengan cara dijus. Semangka kaya akan asam amino arginin yang dapat membantu pembakaran lemak di dalam tubuh. Karena banyak mengandung air, semangka dapat membuat tubuh tetap terhidrasi.

    4. Jus Sayuran Hijau

    Sejumlah sayuran hijau seperti seledri, bayam, hingga kubis dipercaya dapat membakar lemak berlebih. Sebab, sayuran hijau tersebut mengandung vitamin, mineral, antioksidan, dan serat tinggi yang cocok dikonsumsi saat diet.

    Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa mengkonsumsi buah dan sayuran dapat membantu menurunkan berat badan serta mengurangi risiko penambahan lemak di tubuh.

    5. Jus Jeruk

    Buah yang satu ini bisa jadi pilihan alternatif untuk mengurangi lemak di perut. Soalnya, jeruk mengandung vitamin C yang dapat meningkatkan metabolisme tubuh. Kandungan serat pada jeruk juga sangat tinggi, sehingga baik dalam menghancurkan lemak berlebih.

    6. Jus Timun

    Selain semangka, timun juga mengandung banyak air dan memiliki serat tinggi. Mengkonsumsi timun secara rutin dapat membantu melancarkan pencernaan hingga menurunkan berat badan.

    Kebanyakan masyarakat Indonesia mengkonsumsi timun dengan cara dimakan langsung. Namun, timun juga bisa diolah dengan cara dijus. Agar lebih segar, tambahkan perasan air lemon.

    7. Jus Nanas

    Nanas dipercaya dapat mengatasi lemak berlebih di perut. Hal ini karena nanas mengandung enzim bromelain yang dapat membantu metabolisme protein serta membakar lemak. Selain itu, nanas juga mengandung enzim lipase yang dapat menekan nafsu makan.

    8. Jus Bit

    Mengkonsumsi buah bit secara rutin diyakini dapat membantu menurunkan berat badan. Bit sendiri bersifat rendah kalori, kaya antioksidan, mineral, dan serat yang dapat membakar lemak berlebih di perut.

    Buah bit dapat membantu memperlambat pengosongan perut dan membuatmu merasa kenyang lebih lama. Selain itu, bit mengandung senyawa nitrat yang dapat membantu meningkatkan efisiensi dan daya tahan otot.

    Demikian daftar delapan buah yang dapat membantu membakar lemak berlebih di perut. Jadi, ingin membuat jus yang mana nih?

    (ilf/fds)



    Sumber : food.detik.com

  • Mana yang Lebih Sehat, Jus Buah Segar atau Air Kelapa?

    Jakarta

    Jus buah dan air kelapa merupakan pilihan minuman sehat yang baik untuk tubuh. Selain kaya akan nutrisi, kedua minuman tersebut juga turut membantu tubuh agar tetap terhidrasi.

    Mengkonsumsi minuman sehat memang tengah menjadi tren di masyarakat. Banyak orang yang mulai sadar akan kesehatan tubuhnya, sehingga mulai mengurangi minuman seperti kopi, soda, maupun teh kemasan dan beralih ke jus buah segar atau air kelapa.

    Namun, di antara jus buah segar dan air kelapa, manakah yang lebih sehat untuk tubuh? Simak penjelasannya secara lengkap dalam artikel ini.


    Jus Buah Segar atau Air Kelapa?

    Sebenarnya, baik jus buah ataupun air kelapa sama-sama memberikan manfaat untuk kesehatan. Tapi, jika ditanya mana yang lebih sehat di antara keduanya, semua itu bergantung pada situasi dan kondisi tubuh seseorang.

    Dilansir situs Times of India, berikut penjelasannya.

    1. Kandungan Nutrisi

    Jika membandingkan dari segi kandungan nutrisi, air kelapa mengandung elektrolit, mineral dan vitamin. Selain itu terdapat juga gula di dalam air kelapa, namun jumlahnya lebih sedikit dari jus buah.

    Air kelapa mengandung kalium tinggi, sehingga cocok diminum untuk orang yang sering olahraga. Sebab, air kelapa dapat menjaga keseimbangan cairan elektrolit tubuh.

    Sedangkan jus buah memiliki kandungan vitamin yang beragam, tergantung buah yang dikonsumsi. Pada umumnya, jus buah mengandung vitamin A, B, C, dan E. Jus buah juga kaya antioksidan dan mineral yang bermanfaat untuk kesehatan.

    2. Kandungan Kalori

    Untuk jumlah kalorinya, air kelapa jauh lebih rendah dibandingkan jus buah. Jumlah kalori pada air kelapa sekitar 60% lebih sedikit.

    Sebagai contoh, dalam 100 gram jus apel terdapat 46 kalori. Sementara itu, air kelapa dengan jumlah yang sama kalorinya hanya sekitar 18,4 kalori saja.

    Apabila sedang menjalani program diet, disarankan untuk rutin mengkonsumsi air kelapa dibandingkan jus buah. Meski begitu, bukan berarti dilarang mengkonsumsi jus buah ya, hanya saja pilih buah yang segar dan jangan terlalu banyak menggunakan gula.

    3. Kandungan Gula

    Tak hanya kalori, air kelapa juga tergolong lebih rendah gula daripada jus buah. Soalnya, jus buah yang dibuat dari potongan buah manis dan segar memang secara alami sudah mengandung gula di dalamnya.

    Maka dari itu, usahakan jangan terlalu banyak mencampur gula ke dalam jus buah, apalagi menggunakan susu kental manis. Sebab, dikhawatirkan khasiat jus buah segar jadi berkurang.

    4. Kandungan Serat

    Dari segi kandungan serat, jus buah memiliki lebih banyak serat dibandingkan air kelapa. Artinya buah-buahan baik dikonsumsi untuk menjaga kesehatan sistem pencernaan, terlebih bagi kamu yang kesulitan buang air besar (BAB).

    Mengkonsumsi jus buah segar juga bermanfaat bagi orang yang sedang diet, karena dapat memberikan efek rasa kenyang lebih lama, sehingga nggak mudah lapar.

    Waktu yang Tepat Minum Jus Buah dan Air Kelapa

    Baik jus buah segar ataupun air kelapa memiliki banyak manfaat untuk tubuh. Air kelapa dapat membantu menjaga keseimbangan elektrolit serta rendah gula dan kalori, sedangkan jus buah mengandung banyak vitamin dan kaya akan antioksidan.

    Lalu, apakah harus rutin mengkonsumsi air kelapa dan jus buah setiap hari? Jawabannya tidak juga. Air kelapa bisa jadi pilihan terbaik saat dehidrasi, merasa mual, mengalami gangguan pencernaan, hingga orang yang ingin menurunkan berat badan.

    Sementara itu, jus buah baik dikonsumsi ketika kamu kekurangan vitamin, sedang lemas, ingin menyehatkan kulit, dan memberikan energi tambahan bagi tubuh.

    Namun, perlu diingatkan kembali untuk mengkonsumsi jus buah segar daripada jus buah kemasan. Selain sudah dicampur dengan bahan pengawet, jus buah kemasan mengandung kadar gula tinggi dan rendah nutrisi, sehingga tidak baik untuk kesehatan jika dikonsumsi terus menerus.

    Itu dia penjelasan mengenai masing-masing manfaat dari jus buah segar dan air kelapa. So, keduanya tetap sehat dan baik untuk tubuh, kok!

    (ilf/fds)



    Sumber : food.detik.com

  • 10 Manfaat Buah Pepaya untuk Tubuh yang Jarang Diketahui, Apa Saja?

    Jakarta

    Pepaya merupakan salah satu buah yang banyak dikonsumsi masyarakat Indonesia. Umumnya pepaya dimakan secara langsung dalam kondisi segar. Agar lebih nikmat, pepaya bisa dicocol dengan bumbu sambal rujak yang pedas.

    Banyak orang mengkonsumsi pepaya karena berkhasiat melancarkan sistem pencernaan. Namun, tahukah kamu jika masih terdapat banyak manfaat lain dari pepaya?

    Penasaran, apa saja manfaat buah pepaya untuk tubuh yang jarang diketahui banyak orang? Simak penjelasannya secara lengkap dalam artikel ini.


    Manfaat Buah Pepaya

    Ada sejumlah manfaat apabila mengkonsumsi pepaya secara rutin. Mengutip dari berbagai sumber, berikut manfaat buah pepaya untuk kesehatan.

    1. Meningkatkan Imunitas Tubuh

    Buah pepaya kaya akan sejumlah vitamin, mulai dari vitamin C, A, dan E. Dilansir situs Web MD, vitamin C dalam pepaya merupakan salah satu nutrisi yang dibutuhkan untuk meningkatkan imun tubuh, sehingga dapat melawan bakteri dan virus yang menginfeksi.

    2. Menjaga Kesehatan Kulit

    Mengkonsumsi pepaya secara rutin ternyata dapat menjaga kesehatan kulit, lho. Kandungan enzim papain dalam pepaya dapat melembutkan dan merevitalisasi kulit.

    Sementara itu, vitamin A dan C pada pepaya juga dapat mengurangi kerutan serta menghilangkan bintik hitam. Buah yang satu ini juga mengandung likopen, sehingga dapat menjaga dan mengoptimalkan kesehatan kulit.

    3. Melancarkan Pencernaan

    Pasti sudah banyak yang tahu bahwa salah satu manfaat pepaya dapat melancarkan pencernaan. Hal ini karena pepaya mengandung enzim seperti caricain, chymopapain, papain, dan glycyl endopeptidase yang bisa membantu tubuh mencerna protein dengan lebih mudah.

    Sebuah studi menunjukkan orang yang mengkonsumsi pepaya selama 40 hari berturut-turut mengalami penurunan risiko sembelit dan perut kembung.

    Bagi yang sedang menjalani program diet, cobalah untuk mengkonsumsi pepaya secara rutin. Dilansir Everyday Health, hal ini karena pepaya termasuk buah rendah kalori sehingga dapat mencegah berat badan naik.

    Lalu, pepaya juga dapat memberikan rasa kenyang lebih lama, sehingga dapat mencegah keinginan untuk ngemil terus-menerus.

    5. Menjaga Kesehatan Mata

    Kandungan vitamin A dan antioksidan yang terdapat dalam pepaya juga berfungsi untuk menjaga kesehatan mata. Selain itu, pepaya dipercaya berkhasiat dalam menangkal degenerasi makula atau age-related macular degeneration (AMD). Kondisi tersebut menyebabkan penglihatan sentral menjadi buram.

    6. Menjaga Kesehatan Jantung

    Mengutip Healthline, pepaya ternyata juga dapat membantu menjaga kesehatan jantung. Sebab, kandungan likopen dan vitamin C dalam pepaya dapat membantu mengurangi risiko penyakit jantung.

    Tak hanya itu, pepaya juga mengandung senyawa antioksidan yang membantu meningkatkan efek kolesterol baik (HDL) di dalam tubuh.

    7. Mencegah Kanker

    Sebuah riset menunjukkan kandungan likopen pada pepaya dapat mengurangi risiko kanker. Lebih lanjut, mengkonsumsi pepaya dikatakan dapat membantu pengobatan terhadap pasien kanker. Meski begitu, para peneliti masih membutuhkan riset lebih lanjut untuk mengungkapkan khasiat tersebut.

    8. Menangkal Radikal Bebas

    Kandungan senyawa anti peradangan dan antioksidan dalam pepaya juga dapat mengurangi dampak radikal bebas di tubuh, yang mana menjadi salah satu penyebab kanker. Radikal bebas dapat meningkatkan stres oksidatif yang bisa memicu penyakit.

    9. Meredakan Rasa Nyeri Ketika Menstruasi

    Bagi perempuan yang kerap merasakan nyeri atau kram saat menstruasi, cobalah atasi dengan mengkonsumsi pepaya. Hal ini disebabkan karena enzim papain yang mampu meregulasi aliran darah ketika menstruasi.

    10. Menjaga Rambut Tetap Sehat

    Manfaat pepaya yang terakhir adalah dapat menjaga rambut tetap sehat sehingga terlihat lebih bervolume dan mencegah kerontokan. Hal ini berkat kandungan vitamin A dan nutrisi untuk memproduksi sebum, sehingga dapat menjaga kelembapan rambut.

    Kandungan vitamin C pada pepaya juga diperlukan untuk memelihara kolagen, sehingga dapat memberikan struktur pada kulit rambut.

    Itu dia 10 manfaat buah pepaya yang jarang diketahui sejumlah orang. Jadi, mulai sekarang yuk perbanyak makan pepaya!

    (ilf/fds)



    Sumber : food.detik.com

  • Ini 10 Buah Penambah Darah yang Dapat Bantu Mencegah Anemia

    Jakarta

    Buah mengandung banyak gizi dan vitamin yang baik untuk tubuh. Adapun sejumlah buah yang umum dikonsumsi masyarakat, mulai dari pisang, mangga, semangka, jeruk, hingga melon.

    Dari sekian banyak buah, ada beberapa di antaranya yang berkhasiat dapat menambah darah. Jadi, buah ini cocok untuk orang yang mengalami anemia atau kekurangan darah. Sebab, buah tersebut dapat menambah jumlah sel darah di dalam tubuh.

    Penasaran, apa saja buah-buahan yang dapat menambah darah tubuh? Simak secara lengkap dalam artikel ini.


    Buah Penambah Darah

    Ada berbagai jenis buah-buahan yang dipercaya mampu menambah jumlah sel darah di tubuh. Mengutip dari berbagai sumber, berikut sejumlah buah yang dapat menambah darah.

    1. Jeruk

    Rekomendasi yang pertama adalah jeruk. Mengutip laman NDTV, jeruk mengandung vitamin C yang dapat membantu tubuh dalam menyerap gizi, sehingga dapat meningkatkan sel darah merah.

    Selain itu, jeruk juga mengandung zat besi dan asam folat yang dapat mengikat oksigen, sehingga aliran sel darah merah ke seluruh tubuh menjadi lebih lancar.

    2. Pisang

    Punya rasa manis dan lembut di mulut, pisang ternyata dapat meningkatkan jumlah darah di tubuh. Sebab, pisang mengandung asam folat dan vitamin B kompleks yang dibutuhkan untuk membuat sel darah merah.

    Sebagai informasi, kekurangan asam folat dapat mengurangi tingkat hemoglobin di dalam tubuh. Jika tidak segera ditangani, hal ini bisa menyebabkan anemia dengan muncul gejala seperti mudah lemas dan pusing.

    3. Semangka

    Sama halnya seperti jeruk, semangka juga kaya akan Vitamin C dan zat besi yang baik untuk tubuh, salah satunya dapat menambah jumlah sel darah. Kandungan zat besi lebih mudah dan cepat diserap tubuh karena kandungan vitamin C tersebut.

    4. Kurma

    Buah yang satu ini umumnya sering dikonsumsi oleh umat muslim saat bulan Ramadhan. Kurma memang disebut memiliki banyak manfaat untuk kesehatan, salah satunya adalah mencegah anemia.

    Sebab, kurma mengandung zat besi tinggi yang dapat meningkatkan kadar hemoglobin dalam darah. Selain itu, kandungan gula pada kurma juga dapat memberikan energi tambahan untuk tubuh.

    5. Jambu Biji

    Bagi penderita anemia disarankan untuk mengkonsumsi jambu biji. Soalnya, jambu biji mengandung zat besi yang dapat membantu meningkatkan produksi sel darah merah.

    Selain itu, jambu biji juga mengandung vitamin C yang berfungsi untuk menyerap zat besi lebih optimal.

    6. Delima

    Delima atau disebut juga pomegranate merupakan salah satu buah yang dapat menambah jumlah darah. Buah delima kaya akan zat besi, kalsium, protein, serat, dan karbohidrat.

    Zat tersebut membuat pomegranate menjadi salah satu makanan terbaik yang dapat meningkatkan hemoglobin. Disarankan mengkonsumsi buah delima dengan cara dibuat jus agar lebih nikmat.

    7. Tomat

    Dilansir Healthline, tomat punya peran penting dalam mengurangi aktivitas enzim pengubah angiotensin (ACE) yang dapat menyebabkan pembuluh darah menyempit. Hal ini bermanfaat untuk mengontrol tekanan darah di dalam tubuh.

    Selain itu, ekstrak dalam tomat juga dapat membuka pembuluh darah lebih lebar, sehingga aliran darah ke seluruh tubuh menjadi lebih lancar sekaligus meminimalisir terserang anemia.

    8. Buah Naga

    Buah naga mengandung zat besi, fosfor, dan kalium yang dapat membantu menambah jumlah sel darah merah di tubuh. Dengan begitu, jika sering mengalami anemia cobalah mengkonsumsi buah naga, bisa dengan memakannya secara langsung atau dibuat jus.

    9. Beri

    Beri termasuk salah satu buah yang menyehatkan karena memiliki sifat antioksidan dan antiinflamasi yang baik untuk kesehatan. Sebuah riset menunjukkan bahwa mengkonsumsi beri dapat menurunkan tekanan darah serta meningkatkan pelebaran arteri.

    10. Bit

    Rekomendasi buah penambah darah yang terakhir adalah bit. Sebab, bit mengandung nitrat yang tinggi, yang mana akan diubah menjadi oksida nitrat di dalam tubuh. Oksida nitrat dapat melemaskan pembuluh darah dan meningkatkan aliran darah ke jaringan otot.

    Demikian pembahasan mengenai 10 buah yang dapat menambah jumlah darah. Semoga bermanfaat!

    (ilf/fds)



    Sumber : food.detik.com

  • 6 Buah Penurun Panas, Cocok Buat Kamu yang Sedang Demam

    Jakarta

    Ketika badan terasa panas atau demam, suhu tubuh berada di atas normal atau di atas 38 derajat celcius. Dalam kondisi ini, tubuh bisa kehilangan cairan dan menghabiskan energi lebih dari biasanya.

    Saat demam, orang umumnya akan meminum obat medis untuk meredakannya. Namun, konsumsi buah-buahan tertentu juga bisa bantu meringankan gejala demam.

    Dengan sejumlah kandungan nutrisi sehat yang dikandungnya, buah-buah ini membantu sistem imun untuk menyerang infeksi virus, kuman, dan bakteri penyebab demam. Serta mengganti cairan tubuh yang hilang.


    Karena itu, buah-buahan dapat menjadi alternatif yang bagus untuk meredakan demam. Lantas, apa saja buah penurun panas yang bisa dikonsumsi?

    Buah Penurun Panas

    Berikut sejumlah buah yang bisa dimakan untuk bantu menurunkan panas.

    1. Beri

    Dilansir laman Eat This Not That, buah beri seperti stroberi, bluberi, raspberry, dan cranberry kaya akan serat dan vitamin C. Senyawa antosianin yang membuat warna-warni buah beri juga memiliki manfaat dalam melawan virus pernapasan dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh sehingga cocok dikonsumsi ketika demam.

    2. Mangga

    Saat demam, penting bagi tubuh untuk tetap terhidrasi. Buah seperti mangga direkomendasikan ketika mengalami kondisi tersebut karena memiliki kandungan air yang tinggi sehingga memberi hidrasi yang baik.

    Biasanya orang juga mengalami masalah perut saat demam. Buah mangga yang empuk bisa dengan mudah dicerna oleh sistem pencernaan. Selain itu, mangga juga merupakan sumber vitamin C yang dapat memelihara daya tahan tubuh.

    3. Kelapa

    Mengutip Medical News Today, bagian kelapa yang bagus dikonsumsi ketika panas adalah airnya. Air kelapa bagus untuk menjaga tubuh agar terhidrasi. Ini karena air kelapa mampu bantu mengisi kembali cairan tubuh dan elektrolit penting yang hilang akibat demam.

    Untuk meredakan panas, pastikan meminum air kelapa murni tanpa tambahan gula maupun perasa.

    4. Buah Citrus

    Buah citrus seperti jeruk, lemon, dan grapefruit mengandung flavonoid dan vitamin C dalam jumlah tinggi. Buah-buahan ini dapat mengurangi peradangan dan meningkatkan kekebalan tubuh sehingga bisa mengatasi demam.

    5. Semangka

    Menurut data pangan dari Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA), 100 gram semangka mengandung 91 persen air. Buah ini dapat mengurangi dehidrasi dan memenuhi kebutuhan cairan tubuh yang hilang akibat suhu badan yang meningkat. Semangka dapat dikonsumsi langsung atau dijadikan jus.

    6. Tomat

    Tomat tinggi akan vitamin B9 atau yang dikenal dengan folat. Kandungan vitamin ini bisa bantu menurunkan infeksi virus atau bakteri yang jadi penyebab demam. Tomat juga menyimpan kandungan magnesium yang bersifat antiinflamasi.

    Itu dia sejumlah buah penurun panas yang dapat dikonsumsi ketika demam melanda.

    (fds/fds)



    Sumber : food.detik.com