Indonesia merupakan negara yang kaya akan berbagai jenis rempah. Salah satu rempah yang telah lama menjadi bumbu dasar dalam masakan Indonesia adalah merica.
Rempah yang banyak digunakan dalam masakan khas Nusantara ini menyimpan beragam manfaat. Lantas, apa saja manfaat dan bagaimana sebenarnya asal-usul dari merica?
Asal-usul Merica
Merica tergolong sebagai jenis rempah tertua dan paling banyak digunakan di seluruh dunia. Merica bahkan pernah disebut emas hitam karena dijual dengan harga tinggi dan dianggap sangat berguna.
Dikutip dari situs Spice and Life, studi dari University of Wisconsin menyebutkan merica pertama kali dibudidayakan di daerah pantai Malabar, India. Budidaya merica ini terjadi sekitar tahun 1500 SM (sebelum Masehi).
Merica kemudian menjadi komoditas perdagangan internasional mengikuti jalur sutera. Merica lalu menyebar mulai dari Asia termasuk Indonesia, Afrika, hingga Eropa.
Manfaat Merica bagi kesehatan
Selain memberi rasa pedas dan sensasi hangat, merica juga memberi manfaat bagi kesehatan. Berikut khasiat merica seperti dikutip dari situs Verywell Fit:
1. Mengurangi Inflamasi atau Peradangan
Salah satu senyawa aktif utama yang terkandung dalam merica adalah Piperin. Senyawa ini membantu mengurangi peradangan kronis yang menjadi penyebab diabetes, radang sendi, asma, dan gangguan jantung.
2. Mengandung Antioksidan
Masih tentang piperin, senyawa aktif dalam merica satu ini ternyata juga kaya kandungan antioksidan. Manfaat antioksidan adalah mencegah efek merusak dari radikal bebas yang terdapat dalam polusi udara, asap rokok, dan sinar matahari.
3. Meningkatkan fungsi otak
Studi menunjukkan senyawa piperin dalam merica dapat membantu meningkatkan daya ingat, mengurangi gejala penyakit Parkinson, serta mengurangi produksi plak amiloid atau protein perusak. Protein amiloid merupakan faktor penyebab penyakit Alzheimer.
4. Meningkatkan kontrol gula darah
Riset membuktikan, piperin dalam merica dapat meningkatkan sensitivitas insulin. Dalam penelitian tersebut, sebanyak 86 orang dengan resistensi insulin mengalami perbaikan sensitivitas setelah mengonsumsi piperin selama 8 minggu.
5. Memperbaiki penyerapan nutrisi
Merica juga membantu meningkatkan penyerapan nutrisi tertentu, misal kalsium dan selenium. Karena itu, konsumsi suplemen dengan kandungan merica sangat disarankan untuk kesehatan.
Selain konsumsi obat-obatan dan makanan alami, kesehatan juga bisa ditingkatkan dengan menambahkan 5 bahan dapur ini ke masakan. Ini bahan-bahannya!
Tahun baru membawa banyak kebahagiaan, harapan, dan segala keinginan baik dalam hidup. Salah satu yang paling diharapkan tentu saja kesehatan.
Untuk menjaga tubuh agar selalu sehat, setiap individu perlu mengubah pola hidupnya menjadi lebih baik. Berarti, kamu perlu lebih sering berolahraga, istirahat yang cukup, hingga mengonsumsi makanan sehat.
Makanan sehat tidak hanya didapat dari bahan makanan utuh, seperti sayuran, buah-buahan, hingga protein, seperti daging atau telur. Kamu juga bisa membuat makanan menjadi lebih sehat dengan menambahkan bumbu dapur atau rempah dapur alami.
Beberapa bumbu-bumbu dapur itu bisa dikonsumsi langsung maupun dicampur dengan bahan lain agar lebih enak. Jika penasaran dengan bumbu dapur yang menyehatkan kesehatan, ini daftarnya seperti dirangkum dari Times of India (01/01/24).
1. Kayu manis
Kayu manis menjadi bumbu dapur yang tidak hanya menambah rasa dan aroma pada makanan minuman, tetapi juga menyehatkan. Foto: Getty Images/iStockphoto/yulka3ice
Kayu manis sering dikaitkan dengan kemakmuran dan dan kesuksesan. Kayu manis diyakini sebagian orang dapat menarik kelimpahan finansial.
Namun, dari segi kesehatan, rempah yang aroma dan rasanya enak ini kaya akan antioksidan. Senyawa tersebut bisa mengurangi kerusakan dalam tubuh akibat radikal bebas. Antioksidan pada kayu manis juga bisa mencegah stres oksidatif dan mengatasi beberapa penyakit serius lainnya.
Khasiatnya tidak itu saja, kayu manis juga bisa mengurangi kadar kolesterol jahat atau LDL dan trigliserida dan membuat kadar kolesterol HDL atau kolesterol baik tetap stabil.
Jenis rempah ini juga memiliki zat antioksidan dengan sifat anti-inflamasi yang mampu mencegah terjadinya peradangan di seluruh tubuh.
Kayu manis bisa diolah menjadi teh, atau dicampur ke dalam susu. Bumbu dapur ini juga bisa menambah rasa, aroma, dan manfaat baik pada masakan.
2. Daun basil
Daun basil juga merupakan bahan dapur yang bisa mengontrol kadar gula darah tubuh. Foto: Getty Images/TiSanti
Dalam beberapa budaya, daun basil dianggap sebagai simbol keberuntungan dan kekayaan. Menempatkan daun basil di depan pintu rumah dianggap mengundang kemakmuran dalam rumah.
Basil juga merupakan jenis daun yang kaya akan nutrisi, mulai dari kalsium, vitamin A dan K, hingga mangan, yang baik untuk menangkal radikal bebas.
Mengonsumsi daun basil dikaitkan dengan manfaatnya dalam mengontrol kadar gula dalam tubuh. Daun basil juga dipercaya dapat mengurangi kelelahan dan mengembalikan tenaga dalam tubuh.
Kandungan eugenol pada daun ini juga diketahui mampu menghambat peredaran kalsium pada pembuluh darah sehingga mampu menurunkan tekanan darah.
Daun basil bisa diolah menjadi teh herbal, atau dipakai untuk menambah rasa pada pasta hingga berbagai olahan ikan.
Daftar bumbu dapur yang bisa mendorong kesehatan lainnya bisa dilihat pada halaman berikut ini!
3. Jahe
Bahan dapur satu ini sudah tidak perlu diragukan lagi khasiatnya. Foto: Getty Images/iStockphoto/
Dalam tradisi tertentu, jahe dianggap menarik kekayaan dan kemakmuran. Jahe sering digunakan sebagai ‘jimat’ untuk menangkal hal-hal buruk, digunakan sebagai obat herbal, hingga sering ditambahkan ke makanan atau minuman untuk meningkatkan sifat simboliknya.
Konsumsi jahe dikenal dapat memperlancar peredaran darah, menurunkan kolesterol, hingga meredakan sakit maag. Jahe bisa dimasukkan ke dalam makanan untuk menambah rasa pedas dan aroma yang khas.
Tidak hanya itu, penambahan jahe pada makanan dan minuman juga berfungsi sebagai anti-inflamasi dan antioksidan.
4. Pala
Pala juga mendatangkan manfaat untuk kesehatan jantung dan mencegah bakteri pemicu penyakit. Foto: Rafida Fauzia
Pala dikaitkan dengan keberuntungan dalam beberapa cerita rakyat. Pala juga diyakini memiliki khasiat magis yang dapat dimanfaatkan untuk kesuksesan finansial.
Dalam sisi kesehatan, pala dapat mengontrol kadar gula darah. Mengonsumsi pala secara rutin juga mampu menjaga kesehatan jantung.
Rempah-rempahan ini memiliki sifat anti-bakteri yang dapat mengatasi berbagai jenis bakteri pemicu penyakit. Misalnya, mengatasi bakteri Streptococcus mutan dan Aggregatibacter actinomycetemcomitans yang bisa menyebabkan gangguan kesehatan mulut dan gigi.
Pala bisa dimasukkan sebagai bahan penambah rasa pada makanan maupun ditambah ke dalam racikan minuman herbal.
5. Daun salam
Konsumsi daun salam juga mampu meningkatkan sistem imunitas tubuh sekaligus mendukung kesehatan saluran pencernaan. Foto: Getty Images/iStockphoto/joannatkaczuk
Daun salam sering digunakan untuk ritual meraih kesuksesan dan kemakmuran. Banyak orang percaya kalau menulis keinginan atau tujuan di daun salam kemudian membakarnya dapat membantu mewujudkan keinginan tersebut.
Daun salam sendiri mampu meningkatkan sistem imunitas tubuh. Ini karena kandungan vitamin A, vitamin B6, dan vitamin C yang menjadi antioksidan alami. Daun herbal bisa diolah menjadi teh herbal kemudian diminum untuk mendukung kesehatan saluran pencernaan dan ginjal.
Kandungan polifenol pada daun salam bisa menurunkan gula darah. Tanaman ini juga menjaga jantung tetap sehat.
Masalah gula darah tinggi tak boleh disepelekan. Untuk mengatasinya, coba cara alami dengan mengonsumsi bumbu dapur kaya khasiat ini.
Kondisi gula darah tinggi atau hiperglikemia perlu diwaspadai karena bisa mengarah ke diabetes. Selain dibantu dengan pengobatan medis, obat herbal juga kerap diandalkan sebagai solusi diabetes.
Pakar kesehatan mengungkap jenis bumbu dapur yang ampuh menurunkan gula darah yaitu kunyit. Rempah ini mengandung kurkumin yang punya fungsi spesifik membantu mengontrol kadar gula darah.
“Kurkumin memiliki sifat anti-diabetes dan efek yang mirip dengan Metformin,” kata Dr. Eric Berg, DC. Profesional kesehatan dan pendidik ini mengkhususkan diri dalam diet ketogenik, strategi rendah karbohidrat, dan puasa intermiten.
Metformin membantu menurunkan gula darah dengan mengurangi produksi glukosa di hati dan meningkatkan respons tubuh terhadap insulin, hormon yang mengatur kadar gula darah. Selain itu, obat ini membantu tubuh memanfaatkan glukosa secara lebih efektif, tidak hanya di hati tetapi juga di jaringan lain seperti otot.
Dengan cara yang sama, kurkumin dapat mengurangi produksi glukosa di hati dengan menghalangi glukoneogenesis hati, yaitu cara hati menghasilkan glukosa dari sumber non-karbohidrat. Selain itu, kurkumin juga dapat meningkatkan sensitivitas insulin, sehingga sel-sel dapat merespons insulin secara lebih efektif dan memanfaatkan glukosa secara lebih efisien.
Kunyit dan kurkumin saling terkait erat tetapi tidak identik. Kunyit merupakan rempah sekaligus tanaman, dan sering digunakan dalam suplemen. Sedangkan kurkumin merupakan senyawa, khususnya jenis kurkuminoid yang terdapat dalam kunyit.
Manfaat kurkumin untuk kadar gula darah
Kunyit mengandung kurkumin yang bagus untuk menurunkan kadar gula darah. Foto: Getty Images/udra
Diabetes sering dikaitkan dengan peradangan dan stres oksidatif yang berkelanjutan. Manfaat antiperadangan dan antioksidan kurkumin dapat membantu mengatasi masalah ini. Kurkumin berpotensi meningkatkan aktivitas enzim antioksidan, yang selanjutnya mengurangi stres oksidatif pada model diabetes.
Kurkumin berpotensi meningkatkan sensitivitas insulin dengan meningkatkan produksi protein yang memfasilitasi penyerapan glukosa ke dalam sel. Selain itu, kurkumin dapat membantu menurunkan resistensi insulin, yang merupakan karakteristik penting dari diabetes tipe 2.
Kurkumin juga dapat meningkatkan fungsi sel beta, yang penting untuk produksi insulin. Efek penurun glukosa kurkumin diduga terkait dengan kemampuannya untuk:
– Menghambat enzim yang terlibat dalam glukoneogenesis. – Meningkatkan ekspresi protein pengangkut glukosa (GLUT4, GLUT2, GLUT3). – Mengaktifkan AMPK, enzim yang terlibat dalam metabolisme glukosa. – Mengurangi peradangan, yang dapat menyebabkan resistensi insulin.
Kurkumin adalah kurkuminoid yang paling banyak diteliti. Kurkumin juga dapat membantu meningkatkan tekanan darah, melindungi jantung, dan menurunkan risiko penyakit jantung.
Penelitian lain menunjukkan bahwa kurkumin dapat meningkatkan sensitivitas insulin, yang berarti sel-sel tubuh merespons insulin dengan lebih baik, membantu mengatur kadar gula darah. Beberapa penelitian bahkan menunjukkan bahwa kurkumin dapat membantu mencegah atau menunda perkembangan diabetes tipe 2.
Penelitian yang lebih baru dari Desember 2024 mengatakan bahwa kombinasi metformin dan kurkumin menunjukkan kemanjuran yang unggul dalam meningkatkan profil lipid dan metabolisme glukosa. Dalam hal mengonsumsi Metformin dan kurkumin, penelitian menunjukkan bahwa kurkumin memberikan efek antiperadangan yang sinergis dengan metformin tanpa potensi efek samping.
Selain gula darah, Dr. Berg mengatakan rempah-rempah tersebut dapat efektif dalam menstabilkan kadar kolesterol.
“Penelitian telah menunjukkan bahwa kurkumin memiliki manfaat yang mirip dengan statin dan dapat membantu mengurangi kolesterol LDL dan trigliserida,” ungkap dr. Berg.
Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa kurkumin dapat bermanfaat bagi toleransi glukosa dan profil lipid. Dalam sebuah penelitian tahun 2019, kurkumin meningkatkan sensitivitas insulin dan profil lipid pada model tikus diabetes tipe 2.
Sambal terasi menjadi favorit banyak orang. Pelengkap hidangan yang gurih pedas ini bisa dibuat sendiri dengan mudah. Contek resep sambal terasi berikut!
Sambal terasi telah menjadi pelengkap hidangan favorit sejak dulu. Bisa dinikmati bersama ayam goreng, tahu tempe goreng, lalapan, hingga sayur berkuah bening.
Setiap rumah pasti memiliki kreasi sambal terasi favorit keluarga. Seperti sambal terasi buatan Analisa Djajasasmita, salah satu pemenang Master Resep Sasa.
Analisa Djajasasmita mengungkapkan kalau sambal terasi adalah hidangan penyelamat di meja makan. “Cuma dengan nasi hangat, tempe goreng, dan sambal terasi, rasanya sudah seperti pesta kecil di dapur,” ungkapnya.
Kreasi sambal terasi ini bisa dicontek resepnya dengan bahan dan cara memasak yang sederhana. Berikut resepnya!
Resep sambal terasi dari Analisa Djajasasmita, pemenang Master Resep Sasa Foto: dok. Analisa Djajasasmita Master Resep Sasa
Durasi
Tingkat Kesulitan
Porsi
10-15 menit
Mudah
2
Daerah Asal Masakan : Jawa
Kategori Masakan : Sambal
Bahan Bahan
5 buah cabai rawit merah (atau sesuai selera pedas)
2 buah cabai merah keriting
1 siung bawang putih
2 siung bawang merah
1/2 buah tomat merah
1/2 sdt terasi bakar
1/4 sdt garam
1/4 sdt gula merah (atau gula pasir)
1/4 sdt Sasa MSG
1-2 sdm minyak panas
Cara Memasak:
Siapkan bahan. Cuci bersih cabai, bawang, dan tomat.
Bakar terasi. Panggang sebentar terasi di atas api kecil hingga harum.
Ulek semua bahan, di antaranya ada cabai, bawang, tomat, dan terasi bakar dengan cobek atau ulekan.
Bumbui dengan garam, gula, dan Sasa MSG, ulek rata.
Siram minyak panas 1-2 sdm ke atas sajian sambal, aduk rata.
Sajikan dan nikmati sambal terasi pedas gurih ini dengan nasi hangat dan lauk sederhana.
Kreasi sambal terasi ala Analisa Djajasasmita memang sangat sederhana, tapi bisa menjadi menu andalan keluarga di rumah. Ia pun terpilih menjadi salah satu pemenang Master Resep Sasa.
Simak Video “Video: Pedas Nikmat Mie Semeru di Lumajang dengan Berbagai Level“ [Gambas:Video 20detik] (yms/adr)
Garam sudah menjadi bahan yang wajib digunakan di nyaris semua masakan. Ternyata, tak hanya garam dapur yang biasa digunakan untuk memasak, ada berbagai jenis garam lain, lho.
Salah satunya adalah garam himalaya. Mengutip WebMD, garam himalaya bersumber dari daerah Punjab di Pakistan, dekat kaki pegunungan Himalaya.
Apa saja manfaat garam himalaya? Dan apakah kekayaan mineral dan proses pengolahannya yang alami membuat garam himalaya lebih sehat dari garam biasa? Untuk tahu jawabannya, simak di artikel berikut.
Manfaat Garam Himalaya
Ini dia beberapa manfaat garam himalaya.
1. Sumber Nutrisi
Dibandingkan garam dapur biasa, garam himalaya mengandung jenis mineral yang lebih beragam. Garam himalaya mengandung 84 jenis mineral dan elemen jejak yang tidak ada pada garam dapur.
Garam himalaya juga mengandung lebih banyak kalsium, potasium, magnesium, dan zat besi, tetapi kandungan sodiumnya lebih sedikit dari garam biasa.
Jadi, garam himalaya merupakan sumber mineral yang lebih baik dibandingkan garam dapur. Tetapi, mineral terkandung dalam jumlah yang sedikit, sementara kita juga sebaiknya tidak mengonsumsi terlalu banyak garam. Maka dari itu, kita tetap perlu mengonsumsi makanan lain untuk memenuhi kebutuhan mineral harian.
2. Membantu Mencegah Insomnia
Sodium yang terkandung dalam garam himalaya membantu mengatasi masalah tidur. Riset oleh Vitiello dkk. yang terbit pada The Journal of Clinical Endocrinology & Metabolism menunjukkan bahwa diet yang sangat rendah garam membuat orang lebih sulit tidur.
Namun, sebaiknya jangan mengonsumsi garam secara berlebihan demi asupan sodium.
3. Menghidrasi Tubuh
Garam himalaya dipercaya membantu menghidrasi tubuh. Caranya adalah dengan mencampurkan sejumput garam ke dalam air putih.
Mengutip EatingWell, ini karena garam himalaya mengandung sodium, salah satu jenis elektrolit. Elektrolit adalah mineral yang membantu menyeimbangkan kadar air dalam tubuh sehingga kita bisa terhidrasi lebih lama.
Tetapi, kita sebenarnya sudah mengonsumsi sodium yang cukup dari makanan sehari-hari. Jadi, mengonsumsi sodium tambahan dengan mencampurkan garam dengan air minum justru bisa mengakibatkan efek samping seperti perut kembung, sakit kepala, atau justru merasa lebih haus.
4. Mengatasi Jerawat
Manfaat garam himalaya bisa juga didapatkan dengan mandi air garam, lho. Garam memiliki sifat antimikroba yang mampu mengatasi jerawat.
Mencampurkan garam himalaya ke air mandi bisa membantu mengatasi jerawat di tempat yang sulit dijangkau tangan, seperti bahu dan punggung.
5. Mengatasi Eczema
Eczema atau eksim adalah kondisi peradangan yang menimbulkan gatal atau bercak merah pada kulit. Ternyata, mandi dengan air yang kaya mineral membantu mengatasi peradangan eczema.
National Eczema Association merekomendasikan mencampurkan garam ke air mandi untuk meredakan peradangan eczema. Garam himalaya pun bisa digunakan untuk ini.
Perbedaan Garam Himalaya dengan Garam Biasa
Sama seperti garam dapur, garam himalaya terbentuk dari sodium klorida. Bedanya, garam himalaya berwarna pink.
Mengutip Healthline, garam himalaya diekstrak secara manual dan pengolahannya pun tidak banyak. Proses pengolahan yang lebih alami ini membuat garam himalaya mengandung lebih banyak mineral dan elemen jejak. Kekayaan mineral inilah yang membuat garam himalaya berwarna pink.
Apakah Garam Himalaya Lebih Sehat dari Garam Biasa?
Garam himalaya memang mengandung lebih banyak mineral, tetapi kandungan mineralnya masih tetap sangat sedikit. Tak hanya itu, kita sebaiknya tidak mengonsumsi terlalu banyak garam.
Jadi, sebenarnya kekayaan mineral dalam garam himalaya tidak akan memberikan manfaat kesehatan jika tidak diimbangi dengan diet seimbang. Sementara itu, manfaat garam himalaya kebanyakan bisa ditemukan juga pada garam biasa.
Garam himalaya memang bisa jadi pengganti garam biasa dalam masakan karena kandungan sodiumnya yang sedikit lebih rendah. Tetapi selain warna dan rasanya yang sedikit berbeda, hingga kini tidak ada riset yang membuktikan secara pasti kalau garam himalaya lebih sehat daripada garam biasa.
Jadi, selain warna, rasa, dan kandungan mineral, garam himalaya dan garam biasa tidak memiliki banyak perbedaan. Garam himalaya juga tidak bisa dijamin lebih sehat dari garam biasa. Semoga bermanfaat!
Bumbu dapur dipakai sebagai pelezat masakan. Selain mudah didapat bumbu dapur bisa membantu diet terutama proses penuruan berat badan.
Meskioun kini banyak bumbu masak instan tang praktis tetapi dianjurkan untuk mengonsumsi bumbu dapur segar alami. Sedangkan bumbu yang boleh untuk diet disarankan murni berasal dari rempah-rempah yang diolah sendiri tanpa campuran pengawet lainnya.
Mengutip Healthline, berikut rempah alami yang bisa dijadikan bumbu masakan sekaligus bermanfaat untuk membantu penurunan berat badan.
1. Cabai Rawit
Cabai rawit sebenarnya punya manfaat kesehatan, terutama untuk menurunkan berat badan. Foto: Pexels/Lum3n
Varietas cabai seperti rawit paling populer digunakan sebagai perisa ke dalam makanan supaya menciptakan sensasi pedas.
Rasa pedas itu berasal dari senyawa capsaicin, yang ternyata mempunyai banyak manfaat kesehatan, terutama menurunkan berat badan karena bisa memaksimalkan metabolisme.
Akan tetapi, penggunaan cabai rawit ini perlu diperhatikan. Khususnya bagi penderita nyeri lambung, sebaiknya tidak berlebihan mengonsumsinya. Untuk pengganti rasa pedas, bisa menggunakan lada hitam atau jahe.
2. Jahe
Jahe juga baik untuk meningkatkan laju metabolisme dan pembakaran kalori. Foto: Times of India
Jahe seringkali diolah menjadi bahan utama minuman tradisional, seperti wedang jahe, teh serai jahe, atau bajigur.
Tidak hanya minuman, jahe juga dapat dijadikan bumbu yang boleh untuk diet. Sebab gingerol dalam jahe mampu meningkatkan laju metabolisme dan pembakaran kalori.
Memasukkan jahe untuk campuran bumbu masak bermanfaat mengontrol kadar gula darah supaya tetap stabil.
3. Oregano
Selain menjadi pelengkap hidangan, oregano juga bisa membantu menurunkan berat badan. Foto: Getty Images/iStockphoto/marrakeshh
Oregano adalah rempah daun yang masih satu keluarga dengan mint, basil, thyme, rosemary, dan sage.
Senyawa kuat carvacrol pada oregano ini diklaim bisa membantu turunkan berat badan karena mampu mengontrol sintesis lemak dalam tubuh.
Selain dijadikan serbuk bumbu masak, oregano juga ada yang dijadikan suplemen diet dengan khasiat sama untuk menurunkan berat badan.
4. Ginseng
Ginseng merupakan tanaman herbal yang ampuh menurunkan berat badan. Foto: Shutterstock/
Ginseng merupakan tanaman herbal yang banyak dipercaya dalam pengobatan tradisional di Tiongkok.
Bahkan banyak hasil penelitian menunjukkan bahwa tanaman ginseng cukup ampuh membantu menurunkan berat badan.
Hal ini dikarenakan ginseng mengandung jaringan adiposa cokelat atau BAT. Jaringan tersebut dapat mengubah lemak menjadi energi dengan cepat.
5. Kunyit
Kunyit juga dapat menekan jaringan lemak dan mengontrol kadar gula darah. Foto: iStock
Kunyit cukup populer dalam pengobatan herbal karena bersifat anti-inflamasi yang dapat mengurangi peradangan.
Tak hanya itu, kunyit mampu menekan pertumbuhan jaringan lemak serta mengontrol kadar gula darah berkat komponen utamanya yaitu kurkumin.
Hasil studi pada orang obesitas menunjukkan bahwa menambahkan kunyit ke dalam bumbu masakan cukup efektif dalam mengurangi lemak perut sekitar 5 persen.
6. Lada hitam
Lada hitam adalah bumbu dapur yang berasal dari buah kering piper nigrum berbunga asli India.
Biji buah tersebut mengandung senyawa kuat yaitu piperine, yang menciptakan rasa pedas dan memberi efek dalam proses penurunan berat badan.
Sebuah studi menyatakan bahwa piperine pada lada hitam ini cukup efektif bekerja menghambat pembentukan sel lemak dalam tubuh.
7. Kayu manis
Kayu manis pun merupakan rempah yang bisa membantu penurunan berat badan. Foto: Getty Images/iStockphoto/Milan Krasula
Kayu manis atau bubuk kayu manis merupakan rempah aromatik terbuat dari kulit bagian dalam pohon kayu manis.
Sifat dari kayu manis ini antimikroba sehingga efektif untuk diet. Senyawa tersebut mampu memberi respons negatif pada tubuh ketika menerima asupan berlemak tinggi.
Menambahkan bubuk kayu manis ke dalam masakan atau kue, cukup efektif menstabilkan gula darah dan membantu mengurangi nafsu makan berlebih.
Untuk menghindari efek samping, penggunaan bumbu-bumbu yang boleh untuk diet ini disarankan tidak lebih dari satu sendok makan per hari.
Selain itu, imbangi juga dengan pola hidup lebih sehat seperti makan-makanan bergizi, olahraga rutin, serta istirahat cukup.
Serai adalah tanaman yang kerap digunakan dalam berbagai minuman herbal untuk menjaga kesehatan. Tanaman yang dikenal dengan aroma khas ini juga digunakan dalam berbagai hidangan nusantara.
Sebagai minuman herbal, serai bisa dihidangkan dalam bentuk teh hangat yang nikmat. Teh serai ini tentunya menjadi pilihan tetap untuk mendukung gaya hidup sehat.
8 Manfaat Teh Serai untuk Kesehatan, Pas Dinikmati di Pagi Hari
Teh serai dapat memperkuat sistem kekebalan tubuh, membantu menurunkan berat badan, hingga mengontrol tekanan darah. Berikut penjelasan lengkapnya.
1. Memperkuat Sistem Kekebalan Tubuh
Teh serai mengandung senyawa antioksidan yang bermanfaat bagi sistem kekebalan tubuh. Teh serai juga memiliki sifat antibakteri dan antijamur yang bisa melindungi tubuh dari berbagai jenis infeksi. Menurut laman Times of India, orang yang mengonsumsinya setiap pagi saat perut kosong dapat terhindar dari berbagai penyakit serius.
Teh serai bisa membantu menurunkan berat badan dengan meningkatkan metabolisme dan mempercepat pembakaran lemak. Menurut NDTV, teh ini juga membantu mengendalikan nafsu makan dan mengurangi keinginan untuk makan. Minum teh serai saat perut kosong setiap pagi bisa mengurangi lemak dan tidak meningkatkan kegemukan.
3. Mengontrol Tekanan Darah
Teh serai mengandung kalium yang membantu mengendalikan tekanan darah. Mengonsumsinya setiap pagi hari dengan perut kosong bisa menurunkan kadar kolesterol jahat dalam tubuh. Tak hanya itu, teh ini juga terbukti bermanfaat dalam mengurangi risiko penyakit jantung.
4. Mendetoksifikasi Tubuh
Teh serai merupakan detoksifikasi alami. Jika mengkonsumsinya di pagi hari saat perut kosong, teh ini bisa membuang racun yang ada dalam tubuh. Teh serai juga dapat membantu membersihkan darah.
5. Menjaga Kesehatan Pencernaan
Secara tradisional teh serai telah digunakan untuk meredakan masalah pencernaan berkat antioksidannya. Teh ini dapat membantu merangsang pergerakan usus, meningkatkan pencernaan. Mengkonsumsi teh ini saat perut kosong di pagi hari bisa meredakan masalah perut, seperti sakit perut, sembelit, gangguan pencernaan, dan gas.
6. Mengurangi Risiko Kanker
Senyawa citral dalam serai dianggap memiliki kemampuan antikanker yang ampuh terhadap beberapa garis sel kanker. Menurut healthline, hal ini bisa terjadi baik langsung menyebabkan kematian sel atau dengan meningkatkan sistem kekebalan tubuh, sehingga tubuh mampu melawan kanker dengan sendirinya.
Terkadang, teh serai digunakan sebagai terapi tambahan selama kemoterapi dan radiasi. Meski begitu, hal ini hanya boleh digunakan di bawah bimbingan seorang onkolog.
7. Membantu Mengatasi Kram Menstruasi
Teh serai digunakan sebagai obat alami untuk kram menstruasi. Penelitian menemukan, serai efektif dalam merangsang aliran menstruasi dan membantu meredakan kram dan ketidaknyamanan saat menstruasi. Serai juga memiliki khasiat galaktagog yang mendorong pembentukan ASI di payudara.
8. Meningkatkan Kesehatan Kulit dan Rambut
Teh serai bisa meningkatkan kesehatan kulit dan rambut karena kandungan antioksidannya. Antioksidan dalam teh serai dapat membantu melawan radikal bebas, mencegah penuaan dini, dan membuat kulit lebih sehat dan bercahaya.
Teh serai atau sereh ini bisa diseduh bersama gula secukupnya agar tetap terasa manis menyegarkan. Teh serai juga bisa diseduh bersama rempah lain yang sama-sama mampu menjaga kesehatan tubuh.
Kehadiran serangga di rumah dapat mengganggu kebersihan dan kesehatan. Untuk mengatasinya secara alami, coba manfaatkan bumbu dapur ini.
Serangga seperti kecoak, lalat, nyamuk, rayap, hingga semut, dapat mengganggu rumah. Serangga-serangga tersebut bisa membawa penyakit, menularkan penyakit secara langsung, mengontaminasi makanan, hingga menggerogoti kayu sampai rapuh.
Banyak orang pun mencari cara untuk membasmi serangga di rumah. Caranya ternyata tak perlu pakai bahan kimia, tapi bisa memanfaatkan bumbu dapur di sekitar kita.
Berikut 8 bumbu dapur yang dapat dimanfaatkan untuk mengusir serangga:
1. Cabai rawit merah
Cabai rawit merah tersedia di hampir semua dapur rumah tangga. Selain memberi rasa pedas, cabai ini bisa mengusir sekaligus membunuh serangga.
Kemampuan ini disebabkan kandungan cabai rawit merah bernama capsaicin. Zat ini akan mengiritasi serangga dan bahkan, beberapa hewan hama. Tidak hanya mengiritasi, untuk beberapa serangga, seperti kutu daun dan kumbang, capsaicin bisa membunuh, tentunya dalam konsentrasi tertentu dan paparan langsung.
2. Bawang bombai
Bawang bombai tak hanya bisa dimanfaatkan untuk bikin rasa masakan gurih manis, tapi juga membasmi serangga. Aroma bawang bombai tak disukai serangga sehingga bikin mereka menjauh.
Cukup kombinasikan bawang bombai, 4 bawang putih, dan air, kamu sudah mendapatkan cairan pengusir serangga yang efektif.
3. Cuka apel
Berwarna kecokelatan sedikit keruh, cuka apel adalah salah satu bumbu dapur untuk mengusir laba-laba. Kendati bukan termasuk golongan serangga, banyak orang merasa takut dengan laba-laba karena bentuknya yang menyeramkan. Nah, kandungan asam asetat milik cuka akan dengan mudah membuat mereka menyingkir.
Namun, berdasar uraian di laman Eco Watch, cuka juga sekaligus punya kemampuan menarik lalat buah dan kutu daun. Efek unik cuka ini bisa dimanfaatkan sebaik mungkin untuk perangkap.
Isi mangkuk dengan cuka apel, lalu tutup dengan plastik. Buat beberapa lubang kecil. Serangga yang tertarik akan masuk dan tenggelam dalam larutan cuka. Perlahan-lahan, mereka akan mati. Metode ini efektif dipergunakan untuk membasmi serangga di dalam maupun luar rumah.
4. Kayu manis
Bumbu dapur yang mengeluarkan aroma manis wangi ini ternyata tidak disukai serangga. Kamu bisa dengan mudah meletakkan beberapa batang kayu manis di dekat pintu untuk mengusir serangga yang coba-coba mendekat. Lebih efektif lagi jika dipanaskan terlebih dahulu.
Eugenol, senyawa alami dalam kayu manis, sering kali dipergunakan dalam produk pengusir serangga komersial. Hal ini menunjukkan kemampuannya untuk mengusir serangga, seperti kecoa, kutu busuk, dan lalat buah.
Manfaat lain bumbu dapur untuk mengusir serangga, coba cek halaman selanjutnya…
5. Garam
Dikutip dari laman Sea Salt, garam bekerja dengan cara memengaruhi hidrasi serangga. Ketika mengenai, garam akan menarik kelembapan keluar tubuh serangga melalui proses bernama osmosis. Hasilnya, serangga akan mati.
Hanya saja, efek ini tidak selalu berhasil untuk setiap jenis serangga. Umumnya, garam bekerja dengan baik terhadap kutu karena membuatnya terdehidrasi sampai mati. Garam juga bisa diaplikasikan untuk mengusir semut karena menghilangkan bau feromon yang dipakai untuk bernavigasi.
6. Serai
Serai atau sereh memiliki kemampuan alami mengusir serangga. Kendati tidak bisa membunuh, aromanya menjauhkan serangga sehingga membuatmu nyaman.
Kandungan utama serai yang berperan aktif adalah citronella. Senyawa aromatik satu ini tidak disukai nyamuk, lalat, maupun kecoa. Serai dapat diaplikasikan dalam bentuk semprotan atau sekadar ditanam saja di halaman rumah.
7. Cengkeh
Cengkeh punya kandungan eugenol. Senyawa ini bisa membunuh larva nyamuk ketika dimasukkan dalam air tempat serangga satu ini meletakkan telur-telurnya dalam konsentrasi memadai.
Disadur dari Outdoor Guide, minyak cengkeh juga dapat digunakan untuk mengusir nyamuk dengan cara disemprotkan. Sayangnya, cengkeh berpotensi mengakibatkan iritasi pada kulit sehingga penggunaannya perlu diperhatikan. Jika sekadar ingin mengusir nyamuk, cukup taburkan di sekeliling kamar saja.
8. Daun salam
Dalam situs Newquay Garden Centre, diterangkan bahwa daun salam alias bay leaves umumnya dipakai untuk mengharumkan masakan. Bagi serangga, daun salam justru jadi masuk daftar aroma yang dibenci.
Atas dasar inilah, daun salam dapat dipergunakan untuk mengusir serangga dari rumah, baik itu lalat, ngengat, maupun kecoa. Kamu bisa menggunakan daun salam segar maupun yang sudah kering. Efeknya akan tetap sama!