Tag: cara berhenti minum kopi

  • 5 Tips Berhenti Minum Kopi Tanpa Sakit Kepala, Contek Yuk!


    Jakarta

    Saat ingin berhenti minum kopi biasanya ada beberapa gejala yang tak nyaman. Ternyata begini tips aman untuk berhenti konsumsi kopi tanpa efek samping.

    Ketika sudah terlalu banyak kafein tubuh tak akan lagi mempan dengan efek kafein yang konon membantu produksi tenaga atau menahan kantuk. Untuk mengembalikannya, dibutuhkan proses pembersihan kafein dari dalam tubuh.

    Tetapi berhenti mengonsumsi kopi dengan cara yang salah juga dapat memberikan efek negatif lainnya. Gangguan seperti sakit kepala, tubuh terasa lemah, dan gejala fisik lainnya bisa dialami tepat setelah berhenti mengonsumsi kopi.


    Ternyata ada beberapa tips yang diberikan ahli bagi orang-orang yang ingin mengurangi asupan kafein ke dalam tubuhnya. Tips ini dinilai lebih ampuh dan minim efek samping negatif terutama seperti sakit kepala.

    Baca juga: Kecewa! Beli Onde-onde, Pelanggan Ini Ngamuk Dapat Isian Zonk

    Berikut ini 5 tips berhenti minum kopi menurut Cleveland Clinic:

    5 Tips Berhenti Minum Kopi Tanpa Sakit Kepala, Contek Yuk!Mencukupi kebutuhan dehidrasi juga dapat membantu produksi energi selain minum kopi. Foto: Getty Images/iStockphoto/RECSTOCKFOOTAGE

    1. Perbanyak minum air mineral

    Ahli gizi Beth Czerwony dari Cleveland Clinic menyebut kunci utama untuk membersihkan tubuh dari kafein adalah konsumsi air mineral. Tak kalah berpengaruh dengan kopi, konsumsi air mineral yang cukup juga dapat membuat tubuh memproduksi energi.

    Alasannya tubuh yang berenergi adalah tubuh yang selalu terhidrasi dengan baik. Selain itu ketika kecukupan hidrasi telah diperhatikan makan tubuh akan lebih kuat untuk menahan efek samping negatif dan gejala yang ditimbulkan dari berhenti minum kopi.

    “Banyak orang seringkali mengonsumsi kafein karena mereka merasa tidak bisa membuat dirinya terjaga. Padahal dehidrasi adalah alasan utama orang-orang kehabisan energi,” ungkap Czerwony.

    2. Kendalikan asupan secara berkala

    Tidak ada satu orang pun yang disebut akan mampu berhenti minum kopi secara drastis. Bagaimana pun juga segala sesuatu yang dilakukan dengan ekstrem tak akan memberikan efek yang baik.

    Salah satu langkah awal untuk berhenti minum kopi tanpa sakit kepala adalah membiasakan diri dengan membatasi. Upayakan untuk memasak batas waktu yang jelas untuk menentukan kapan waktu maksimal minum kopi dalam sehari.

    Pada ahli kesehatan merekomendasi untuk melatih tubuh berhenti minum kopi pukul 2 siang. “Membuat batas waktu sangat membantu untuk menurunkan kadar kafein dan memperbaiki kualitas tidur lebih baik,” lanjut Czerwony.

    Tips lainnya ada di halaman berikutnya.

    3. Ganti dengan minuman rendah kafein

    Untuk membuat tubuh lepas dari keinginan minum kopi tanpa efek samping negatif harus dilakukan secara bertahap. Selain mengatur waktu, kamu juga bisa mengurangi asupan kafein yang masuk ke dalam tubuh.

    Pada beberapa kafe ada yang menggunakan biji kopi dark roast dengan kadar kafein yang lebih tinggi. Secara berkala coba ganti pilihannya dengan biji kopi light roast dan lakukan secara rutin selama beberapa waktu.

    Setelah berhasil mulai turunkan dosis kafein dengan mengonsumsi teh sebagai pengganti kopi. Czerwony mengungkapkan bahwa ketika tubuh diajak menurunkan dosis kebutuhan kafein secara perlahan tubuh akan lebih mudah terbiasa tanpa menimbulkan efek samping negatif.

    4. Pilih kopi decaf

    5 Tips Berhenti Minum Kopi Tanpa Sakit Kepala, Contek Yuk!Mulai mengganti asupan kopi menjadi decaf tetap berpengaruh untuk membantu mengurangi asupan kafein. Foto: Getty Images/iStockphoto/RECSTOCKFOOTAGE

    Jika mengganti asupan kopi terlalu berat, ada cara lain yang juga bisa dilakukan. Ahli gizi memperbolehkan konsumsi kopi dipertahankan tetapi upayakan untuk menggantinya pada kopi decaf.

    Walaupun tak sepenuhnya bersih dari kafein tetapi kopi decaf memiliki kadar kafein setengah hingga seperempat dari kopi normal. Coba untuk konsumsi selama beberapa hari dan biasakan diri.

    “Bagaimana pun semuanya tetapi tergantung dari volume biji kopi yang digunakan. Setiap tingkat panggangan kopi sangat berpengaruh, termasuk kopi decaf,” imbuh Czerwony.

    5. Cari pengganti kopi

    Jika mulai terbiasa dengan kadar kafein yang lebih rendah, saatnya menantang tubuh untuk lepas dari kopi. Pilih minuman lain dengan kafein yang lebih sedikit atau bahkan tidak ada sama sekali.

    Psikolog menyebut pola makan yang telah dibiasakan akan berdampak besar bagi efek samping negatif yang dihasilkan. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan menurun saran dari psikolog maupun ahli gizi.

    Pertama kamu bisa mengganti kopi dengan secangkir teh hangat. Kemudian penting juga untuk menghindari minuman bersoda dan menggantinya dengan air mineral berkarbonasi yang lebih sehat. Cara lainnya juga bisa mengandalkan jus buah yang lebih variatif rasanya.

    (dfl/odi)



    Sumber : food.detik.com

  • Mau Berhenti Minum Kopi? Coba Lakukan 2 Metode Ini


    Jakarta

    Kopi bisa menyebabkan kecanduan dan berisiko buruk bagi kesehatan. Namun, kebiasaan tersebut bisa dihentikan dengan cara menerapkan dua metode ini.

    Konsumsi kopi setiap hari merupakan kebiasaan yang relatif aman dan tidak berbahaya. Terlebih, ketika terbiasa minum kopi pahit tanpa gula atau pemanis lainnya. Hal tersebut justru mendatangkan manfaat baik.

    Namun, ketika kebutuhan akan kafein melewati batas, hal ini bisa membuat orang kecanduan kafein. Mengalami gejala seperti sakit kepala, kelelahan, dan sulit berkonsentrasi akibat belum mendapat asupan kafein.


    Meskipun kecanduan ini tidak sama dengan kecanduan akibat konsumsi obat-obatan psikoaktif, tetapi tetap berpengaruh buruk bagi kesehatan.

    Untuk mencegah efek negatif itu, ada dua metode yang bisa diterapkan agar bisa berhenti konsumsi kopi. Melansir cafely.com (08/07/2024), berikut metodenya.

    1. Metode Cold Turkey

    minum kopiMetode Cold Turjkey bisa menimbulkan beberapa efek samping atau gejala yang mungkin sulit diatasi di awal. Foto: Getty Images/iStockphoto/stock_colors

    Metode ini merujuk pada cara berhenti dari kebiasaan secara tiba-tiba tanpa menggunakan bantuan obat atau terapi apapun.

    Disebut-sebut sebagai cara terbaik untuk mengatasi ketergantungan kafein dalam waktu singkat. Namun, metode ini dapat mengganggu metabolisme tubuh dan memiliki efek samping.

    Metode ini bisa menyebabkan berbagai gejala, seperti sakit kepala, mudah tersinggung, lelah, suasana hati buruk, cemas bahkan tremor.

    Gejala-gejala ini biasanya mencapai puncak setelah 24 jam pertama tanpa kafein. Setelah kurang lebih 9 hari, barulah tubuh mulai terbiasa.

    Jika ingin menerapkan metode ini, ada sejumlah hal yang perlu diperhatikan untuk membantu meringankan gejala.

    Pertama, memilih waktu tepat untuk minum kopi. Berhenti minum kopi ketika kamu punya waktu istirahat atau waktu kosong yang cukup lama, sehingga tidak menganggu produktivitas.

    Beritahu rekan kerja, teman, atau keluarga kalau kamu sedang berusaha berhenti minum kopi. Sehingga, mereka bisa mendukung dan memahami kondisi tubuh dan suasana hatimu.

    Lebih mudah juga mengatasinya dengan melakukan hal ini bersama orang lain. Jangan lupa untuk mengimbanginya dengan konsumsi makanan bergizi. Makan banyak buah dan sayuran segar yang dapat membuat tubuh lebih baik.

    Sediakan obat nyeri yang dapat mengatasi sakit kepala dan rasa tidak nyaman secara umum. Terakhir, jangan lupa untuk selalu minum air putih yang cukup. Ini menjadi cara terbaik untuk meringankan sakit kepala dan kelelahan akibat asupan kafein terhenti

    2. Metode Weaning

    Ini 5 Manfaat Sehat yang Didapat Jika Berhenti Minum KopiMetode weaning mengarah pada memberhentikan kebiasaan ini secara perlahan. Foto: Ilustrasi Getty Images/PeopleImages

    Metode ini merujuk pada strategi pengurangan secara bertahap. Artinya, kamu bisa mengurangi asupan kafein sedikit demi sedikit.

    Metode ini direkomendasikan bagi mereka yang ingin menghindari gejala menakutkan akibat tidak adanya asupan kafein dari kopi.

    Minggu pertama, kamu bisa mengonsumsi kopi selama beberapa hari sesuai jumlah yang biasa diminum. Namun, hitung berapa rata-rata cangkir yang dikonsumsi setiap hari. Perhatikan juga kekentalan kopi dan ukuran cangkir.

    Minggu kedua, bisa mulai mengurangi jumlah kopi yang diminum sampai setengahnya. Bisa juga mulai mencampur kopi biasa dengan 50% kopi decaf (kopi dengan lebih sedikit kafein).

    Minggu ketiga, kurangi lagi jumlah kopi setengahnya atau campur kopi biasa dengan kopi decaf masing-masing sebesar 25% untuk kopi biasa dan 75% untuk kopi decaf.

    Minggu keempat, mulai minum minuman tanpa kafein karena tubuh sudah terbiasa dan tidak mengalami efek samping apapun. Mengganti kopi dengan minuman pilihan yang lebih sehat.

    Efek samping minum kopi bisa dilihat pada halaman selanjutnya!

    3. Kapan harus berhenti minum kopi?

    minum kopiBeberapa tanda sebenarnya bisa mengidentifikasi jika kamu minum kopi terlalu banyak. Foto: Getty Images/iStockphoto/stock_colors

    Kafein merangsang sistem saraf pusat untuk meningkatkan fungsi kognitif, meningkatkan fokus, kewaspadaan, hingga kinerja fisik.

    Meskipun kecanduan kafein bukanlah hal terburuk, tetapi asupan berlebihan bisa menyebabkan masalah kesehatan. Penting untuk menghentikan kecanduan tersebut dan menjaga asupan kafein dalam batas sehat.

    Kafein tampaknya tidak menimbulkan masalah jangka panjang jika dikonsumsi dalam jumlah sedang, di bawah 400 miligram per hari.

    Namun, konsumsi kafein secara terus menerus bisa menyebabkan kamu menjadi terbiasa dengan efeknya. Akhirnya, tubuh merasa membutuhkan asupan kafein dalam jumlah lebih banyak dan tanpa disadari, hal ini menyebabkan efek tidak sehat.

    4. Efek minum kopi

    Dalam jangka panjang, asupan kafein berlebihan bisa menyebabkan masalah osteoporosis, terutama jika melebihi 750 miligram per hari. Efek lainnya meliputi asam lambung naik, tekanan darah naik dan gangguan tidur.

    Dalam jangka pendek, setiap orang mengalami efek yang berbeda-beda tergantung dari kondisi tubuh dan jumlah kafein yang dikonsumsi. Namun, gejala umum yang biasa dirasakan, seperti rasa cemas, gelisah, insomnia, wajah memerah, sering buang air kecil, tremor, hingga iritasi gastrointestinal.

    Dengan mengurangi kafein, tubuh akan jauh lebih baik, mulai dari siklus tidur yang lebih teratur hingga pencernaan lebih sehat.

    Mengurangi kafein juga dapat membantu meningkatkan penyerapan vitamin dan nutrisi dari makanan lain. Pasalnya, kandungan tanin dalam kopi dapat menghambat penyerapan nutrisi tertentu.

    (aqr/odi)



    Sumber : food.detik.com