Tag: cegah batu ginjal

  • Asam Segar! 5 Buah Penghancur Batu Ginjal yang Kaya Nutrisi


    Jakarta

    Asupan buah segar juga ampuh cegah dan atasi batu ginjal. Selain rasanya asam, manis dan segar buah-buahan juga kaya nutrisi. Ini daftarnya!

    Nefrolitiasis atau batu ginjal terbentuk dari bahan limbah padat dan keras, menumpuk di ginjal lalu membentuk kristal. Umumnya batu ginjal terdiri dari kalsium oksalat.

    Batu berukuran kecil, biasanya tak menimbulkan masalah. Begitu ukurannya makin besar, bisa memicu penyumbatan saluran kemih.


    Batu ginjal pun mengakibatkan kesulitan buang air kecil, nyeri yang parah, muntah, dan pendarahan.

    Mereka yang rentan atau sudah punya masalah batu ginjal jelas harus memperhatikan asupan. Selain penanganan medis, ada buah-buahan yang disarankan untuk meluruhkan batu ginjal secara alami.

    Ilustrasi Buah JerukJeruk mengandung asam sitrat yang dapat mencegah pembentukan batu ginjal. Foto: Rachman_punyaFOTO

    1. Jeruk

    Buah-buahan dengan kandungan asam sitrat sangat disarankan termasuk jeruk. Jeruk dengan kandungan air yang tinggi juga berperan meningkatkan produksi urine.

    Melansir dari berbagai sumber, peningkatan frekuensi kencing akan menurunkan risiko pembentukan batu ginjal.

    2. Lemon

    Tambahkan air perasan lemon pada air putih. Selain menambah rasa pada air putih yang tawar, lemon juga mengandung asam sitrat yang kaya.

    Melansir dari Healthline, asam sitrat membantu mencegah pembentukan kalsium oksalat batu ginjal dengan dua cara yakni, berikatan dengan kalsium pada urine lalu mengurangi pembentukan batu ginjal baru serta berikatan dengan batu kalsium oksalat sehingga mencegah pembesaran ukuran batu ginjal.

    3. Jeruk nipis

    Selain lemon, jeruk nipis dikenal sebagai buah dengan kandungan asam sitrat tinggi. Asam sitratnya akan menetralisir urine dan mencegah pembentukan batu ginjal.

    “Misalnya, kristal asam urat terbentuk dan berubah jadi batu dalam lingkungan yang asam. Jadi jika urine Anda bersifat basa [kebalikan dari asam], maka batu urat tidak akan terbentuk, dan Anda sebenarnya dapat melarutkan batu asam urat dengan sitrat dosis tinggi,” jelas Smita De, ahli urologi, seperti mengutip dari Cleveland Clinic.

    4. Delima

    jus delima untuk kanker prostatAda antioksidan dalam buah dellima yang mencegah perkembangan batu ginjal. Foto: GettyImages

    Sejak lama, jus delima telah digunakan untuk meningkatkan fungsi ginjal secara menyeluruh. Ekstrak delima dipercaya dapat memecah batu dan racun dari dalam tubuh.

    Delima mengandung antioksidan yang diduga berperan dalam mencegah perkembangan batu ginjal.

    Delima juga dapat menurunkan tingkat keasaman urine. Tingkat keasaman yang lebih rendah dapat menurunkan risiko batu ginjal.

    5. Raspberry

    Mengutip Insider, sebuah studi pada 2011 menunjukkan bahwa raspberry memiliki efek pencegahan pada pembentukan batu ginjal.

    Buah satu ini mengurangi kadar oksalat, kalsium, dan fosfor dalam urine. Kesemuanya berhubungan dengan risiko batu ginjal.

    Namun, kamu tak direkomendasikan mengonsumsi buah ini dalam porsi besar karena kandungan oksalatnya yang tinggi.

    (dfl/odi)



    Sumber : food.detik.com

  • Benarkah Minum Air Kelapa Bisa Cegah Batu Ginjal? Begini Kata Peneliti IPB

    Benarkah Minum Air Kelapa Bisa Cegah Batu Ginjal? Begini Kata Peneliti IPB


    Jakarta

    Batu ginjal merupakan salah satu gangguan paling umum pada sistem kemih. Pakar biomedis, farmasi, dan toksikologi sekaligus dosen di Institut Pertanian Bogor (IPB) Rini Madyastuti Purwono mengungkapkan batu ginjal menempati urutan ketiga gangguan sistem kemih.

    Kasusnya cenderung kambuh dalam lima hingga 10 tahun setelah kejadian pertama.

    “Batu ginjal terbentuk dari penumpukan massa kristal dalam kondisi jenuh yang bertahan lama di dalam sistem kemih. Kristal-kristal ini dapat mengandung berbagai senyawa organik dan anorganik, seperti kalsium, magnesium, fosfat, dan sel-sel luruh,” jelasnya yang dikutip dari laman resmi IPB.


    Menurutnya, kekambuhan kasus ini menjadikan penanganan preventif sebagai langkah yang harus diutamakan. Rini menyebutkan bahwa ukuran batu ginjal yang besar dapat menyebabkan nyeri hebat, bahkan pingsan akibat penyumbatan pada saluran kemih.

    Proses pembentukan batu ginjal atau urolitiasis sangat kompleks, melibatkan ketidakseimbangan antara faktor pemicu. Misalnya seperti hiperkalsiuria, hiperfosfatemia, dan hipomagnesemia, dengan faktor pH urine yang memengaruhi jenis batu yang terbentuk.

    “Lingkungan asam cenderung membentuk batu kalsium oksalat, sementara lingkungan basa memicu pembentukan batu jenis strutive, yang biasanya berkaitan dengan infeksi,” terangnya.

    Lantas, Bisakah Air Kelapa Mencegah Batu Ginjal?

    Dalam sebuah penelitian terbaru, air kelapa terbukti memiliki potensi besar sebagai agen alami untuk mencegah pembentukan batu ginjal. Air kelapa mengandung magnesium, fosfat, kalium, sitrat, dan antioksidan yang berperan aktif dalam menghambat proses nukleasi hingga agregasi kristal pembentuk batu ginjal.

    “Magnesium dalam air kelapa mampu bersaing dengan kalsium untuk membentuk magnesium oksalat yang lebih mudah larut. Fosfat juga membantu membentuk senyawa yang mudah larut, sehingga mencegah kristal membesar,” ujar Rini.

    dr Rini menambahkan bahwa kandungan kalium dan sitrat dalam air kelapa dapat membantu mengubah suasana urine dari asam menjadi basa, yang bermanfaat dalam pencegahan batu ginjal jenis kalsium oksalat. Selain itu, efek diuretik air kelapa meningkatkan volume urine, sehingga mengencerkan konsentrasi mineral pembentuk batu.

    Dalam uji pre-klinis yang dilakukan pada hewan percobaan, pemberian air kelapa secara ad libitum menunjukkan hasil yang signifikan. Parameter seperti kadar Nitrogen Urea Darah (BUN) dan kreatinin menurun, kerusakan nefron lebih rendah, dan tidak ditemukan endapan kristal di tubulus ginjal.

    “Ini merupakan bukti kuat bahwa air kelapa dapat mencegah kekambuhan batu ginjal, terutama bila dikonsumsi secara teratur satu hingga dua cangkir per hari,” kata Rini.

    Selain air kelapa, rebusan daun alpukat juga menunjukkan efek serupa. Ekstraknya bekerja sebagai diuretik dan antioksidan yang membantu mencegah penggumpalan kristal dan memperbaiki jaringan ginjal yang rusak.

    Namun, Rini mencatat bahwa pengelolaan alami hanya efektif untuk pencegahan batu ginjal berukuran kecil.

    “Untuk batu ginjal berukuran besar, penanganannya tetap harus melibatkan prosedur medis seperti operasi atau Extracorporeal Shock Wave Lithotripsy (ESWL) di rumah sakit,” pungkasnya.

    (sao/naf)



    Sumber : health.detik.com