Tag: diabetes

  • 9 Makanan Penurun Gula Darah yang Mudah Ditemui, dari Brokoli sampai Telur

    Jakarta

    Berbagai makanan bisa membantu menurunkan gula darah. Ada jenis makanan yang bisa mengoptimalkan pengaturan gula darah sekaligus meningkatkan kesehatan secara keseluruhan.

    Sehingga menjalankan pola makan yang sehat sangat penting bagi penderita diabetes. Penyakit ini ditandai dengan peningkatan kadar gula darah dalam tubuh. Ketahui berbagai jenis makanan yang dapat menurunkan gula darah berikut ini.

    9 Makanan Penurun Gula Darah

    Bagi penderita diabetes, makanan dengan indeks glikemik rendah bisa membantu menurunkan dan mengatur kadar gula darah. Di antara makanan tersebut yaitu biji-bijian, kacang-kacangan, hingga sayur dan buah.


    1. Seafood

    Seafood, seperti ikan dan kerang merupakan sumber protein, lemak sehat, mineral, vitamin, dan antioksidan berharga yang bisa membantu mengatur kadar gula darah. Menurut Healthline, protein sangatlah penting untuk pengelolaan gula darah.

    Nutrisi ini membantu memperlambat proses pencernaan, mencegah lonjakan gula darah setelah makan, dan meningkatkan perasaan kenyang. Tak hanya itu, protein juga membantu mencegah makan berlebihan dan meningkatkan hilangnya lemak tubuh berlebih. Dua efek ini penting untuk kadar gula darah yang sehat.

    2. Labu Kuning

    Labu kaya serat dan antioksidan, sehingga menjadi pilihan yang tepat untuk pengelolaan gula darah. Obat diabetes tradisional ini sudah digunakan di banyak negara, seperti Meksiko dan Iran.

    Kandungan karbohidratnya yang disebut polisakarida berpotensi mengatur gula darah. Menurut penelitian, perawatan dengan ekstrak dan bubuk labu terbukti menurunkan kadar gula darah secara signifikan. Meski begitu, masih dibutuhkan lebih banyak penelitian untuk mengetahui manfaat labu utuh bagi gula darah.

    Sementara itu, biji labu kaya akan lemak dan protein sehat. Sehingga, bagian dari labu ini juga menjadi pilihan yang tepat untuk pengelolaan gula darah.

    3. Brokoli

    Ekstrak brokoli yang kaya dengan sulforaphane mempunyai efek antidiabetik yang kuat. Kandungan ini membantu meningkatkan sensitivitas insulin serta mengurangi gula darah dan penanda stres oksidatif. Sulforaphane diproduksi melalui reaksi enzim saat brokoli dicincang atau dikunyah.

    Adapun untuk mengkonsumsi brokoli untuk mendapatkan manfaatnya dalam menurunkan kadar gula darah yaitu dengan memakannya mentah atau mengukusnya sebentar. Carra lainnya adalah dengan menambahkan sumber aktif myrosinase seperti bubuk biji sawi ke brokoli yang dimasak.

    4. Kacang

    Mengkonsumsi kacang bisa membantu mengatur kadar gula darah. Pada sebuah penelitian pada 25 orang penderita diabetes tipe 2, mengonsumsi kacang tanah dan almond sepanjang hari sebagai bagian dari diet rendah karbohidrat mengurangi kadar gula darah puasa dan pasca makan.

    5. Bawang Putih

    Bawang putih menjadi salah satu komponen yang populer dalam pengobatan tradisional untuk diabetes dan kondisi lainnya. Menurut Medical News Today, senyawa dalam bawang putih bisa membantu menurunkan gula darah dengan meningkatkan sensitivitas dan sekresi insulin

    Penelitian menunjukkan bahwa suplemen bawang putih bisa membantu mengatur kadar gula darah dan kolesterol pada penderita diabetes tipe 2. Bawang putih bisa dimakan secara mentah, menumisnya dalam sayuran, menambahkan ke makanan yang dimasak, atau dalam bentuk kapsul.

    6. Kangkung

    Kangkung mengandung banyak senyawa yang bisa membantu menurunkan kadar gula darah, seperti serat dan antioksidan flavonoid. Sebuah penelitian yang melibatkan 42 orang dewasa menunjukan bahwa mengkonsumsi 14 g makanan yang mengandung kangkung dengan makanan tinggi karbohidrat secara signifikan menurunkan kadar gula darah pasca makan.

    7. Alpukat

    Alpukat kaya akan lemak sehat, serat, vitamin, dan mineral. Sehingga mengkonsumsinya bisa menjaga kadar gula darah.

    Beberapa penelitian menunjukkan bahwa alpukat bisa membantu menurunkan kadar gula darah dan melindungi dari perkembangan sindrom metabolik. Adapun sindrom metabolik yaitu sekelompok kondisi, seperti tekanan darah tinggi dan gula darah tinggi yang meningkatkan risiko penyakit kronis.

    8. Telur

    Telur kaya akan protein, lemak sehat, vitamin, mineral, dan antioksidan. Beberapa penelitian mengaitkan telur dengan regulasi gula darah yang lebih baik. Menurut penelitian, mengkonsumsi satu butir telur per hari bisa menurunkan gula darah puasa sebesar 4,4 persen dan meningkatkan sensitivitas insulin, dibandingkan dengan makanan lain pengganti telur.

    9. Oat dan Dedak Gandum

    Oat dan dedak gandum memiliki kandungan serat larut tinggi yang terbukti memiliki sifat penurun gula darah yang signifikan. Kamu bisa menambahkan oat dan gandum ke makananmu.

    Itulah sembilan makanan penurun gula darah yang mudah untuk ditemui. Semoga rekomendasi ini membantumu.

    (elk/row)



    Sumber : food.detik.com

  • 5 Mitos Tentang Gula, Salah Satunya Menyebabkan Diabetes

    Jakarta

    Gula banyak digunakan sebagai pemanis untuk makanan dan juga minuman. Banyak yang mengatakan bahwa gula tidak sehat dan sebaiknya tidak dikonsumsi terlalu banyak.

    Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pun merekomendasikan konsumsi gula tidak lebih dari 10% dari asupan harian orang dewasa. Jumlah idealnya yaitu sekitar enam sendok teh.

    Namun, ada juga orang-orang yang berusaha menghindari gula sepenuhnya dari makanan. Berikut mitos-mitos terkait gula yang berkembang di masyarakat.


    5 Mitos Tentang Gula

    Beberapa mitos terkait gula di antaranya bahwa gula membuat kecanduan, membuat diabetes, hingga mudah untuk dihindari. Berikut penjelasannya.

    1. Gula Membuat Kecanduan

    Mengutip laman NIB Australia, makanan tinggi gula bisa menimbulkan efek kecanduan. Mengkonsumsinya memicu sistem penghargaan di otak dan menyebabkan pelepasan dopamin.

    Meski begitu, gula saja tidak bisa disalahkan. Sebab, bukan hanya gula yang membuat hidangan sangat enak, tapi juga ada asupan garam dan juga lemak.

    Menurut Komite Ilmiah Independen bidang Obat-obatan dan Departemen Neuro Psikofarmakologi dan Pencitraan Molekuler di Imperial College, London, Prof David Nutt, saat ini tidak ada bukti ilmiah bahwa gula bersifat adiktif. “Meski kita tahu bahwa gula memiliki efek psikologis, termasuk menghasilkan kesenangan, hal ini hampir pasti dimediasi melalui sistem penghargaan otak.” katanya.

    Sementara itu menurut laman Northern Arizona University, bukti mengenai gula yang membuat kecanduan masih kurang meyakinkan. Keinginan mengkonsumsi gula seringkali berawal dari keyakinan bahwa gula buruk dan sebaiknya dihindari. Pola pikir tentang makanan seringkali malah mendorong keinginan untuk makan.

    2. Gula Menyebabkan Diabetes

    7 Cara Mudah Mengurangi Asupan Karbohidrat untuk Penderita DiabetesFoto: Getty Images/iStockphoto/Kiwis

    Banyak yang percaya bahwa mengkonsumsi gula secara langsung menyebabkan diabetes. Menurut Medical News Today, tidak ada hubungan langsung antara keduanya. Pada faktanya, diabetes tipe 2 merupakan kondisi kompleks yang dipengaruhi genetik, gaya hidup, dan pola makan secara keseluruhan.

    Meski begitu, faktor risiko lainnya dari diabetes tipe 2 adalah kelebihan berat badan dan obesitas. Sementara, mengkonsumsi gula dalam jumlah tinggi memang menyebabkan kelebihan berat badan atau obesitas. Namun gula bukanlah menjadi penyebab langsung dari diabetes tipe dua.

    3. Hindari Gula pada Buah

    Buah-buahan memiliki rasa manis berkat gula alaminya. Namun, karena kandungan gula, beberapa orang percaya bahwa sebaiknya menghindari makan buah demi menjaga berat badan sedang.

    Pada faktanya, buah-buahan mengandung berbagai senyawa yang menyehatkan. Terdapat berbagai vitamin dan mineral serta serat.

    Menurut World Health Organization (WHO), batas aman konsumsi gula tidak menghitung asupan gula yang masuk dari buah-buahan. Buah-buahan justru menjadi salah satu bahan makanan yang penting untuk menyeimbangkan pola makan.

    4. Gula Mudah Dihindari

    Couple shopping in a supermarketFoto: iStock

    Gula dapat ditemukan di banyak makanan. Di antara nama lain dari gula adalah nektar agave, destarosa, galaktosa, glukosa, sirup jagung fruktosa tinggi, molase, sukrosa, dan sirup.

    Gula tambahan bahkan bisa ditemukan dalam jumlah banyak dalam sereal yoghurt, saus dan dressing yang sudah jadi. Sehingga sulit untuk menghindari gula.

    Menurut Manager Nutrisi dan Kesehatan Nasional di Live Life Get Active, Jazmyn McKinnie, cobalah pilih makanan yang mengandung gula kurang dari 15 g per 100 g. Sebenarnya, cara terbaik adalah memilih makanan dengan bahan utuh, namun hal ini mungkin juga akan sulit dilakukan di tengah kesibukan.

    “Jadi, cobalah untuk memilih makanan dengan jumlah gula yang lebih rendah, misalnya sedikit gula dalam saus salad kan membantu Anda makan lebih banyak sayuran. Maka menurut saya itu tidak masalah,” katanya.

    5. Pemanis Alternatif Lebih Sehat dari Gula

    Untuk menghindari diabetes dan obesitas, banyak orang beralih menggunakan pemanis alternatif. Memang benar bahwa beberapa jenis gula seperti sirup maple murni, madu, dan Stevia lebih baik, tapi makanan tersebut tetap berupa gula.

    Hanya saja, nutrisi tambahan yang dikandung menjadikannya pilihan yang lebih baik. Meski begitu, camilan yang mengandung gula atau pemanis ini tetap harus dikonsumsi dalam jumlah sedang.

    (elk/row)



    Sumber : food.detik.com

  • Waspada! 5 Makanan Ini Dapat Memicu Lonjakan Gula Darah


    Jakarta

    Gula darah ternyata tak hanya dipicu oleh makanan manis saja. Bahkan ada beberapa makanan asin yang disebut sebagai pemicu lonjakan gula darah secara instan.

    Pada beberapa kondisi, lonjakan gula darah yang terjadi di dalam tubuh justru akan menimbulkan gangguan kesehatan. Apalagi jika terjadi pada tubuh penderita diabetes dan pengidap gangguan metabolisme yang berkaitan dengan insulin.

    Secara kasat mata, makanan dengan rasa yang manis tentu akan mudah diketahui bahwa memiliki kadar gula yang tinggi. Sehingga para penderita diabetes juga akan lebih mudah untuk menghindari atau setidaknya meminimalisir asupannya.


    Ternyata ada beberapa makanan yang tidak memiliki rasa manis tetapi dapat memicu lonjakan gula darah secara instan. Beberapa jenis makanan ini tentu harus menjadi perhatian yang besar terutama bagi penderita diabetes.

    Berikut ini 5 makanan pemicu lonjakan gula darah menurut DNA India:

    Waspada! 5 Makanan Ini Dapat Memicu Lonjakan Gula DarahPenggunaan tepung terigu dapat memicu lonjakan gula darah. Foto: Getty Images/iStockphoto/Vladimir Mironov

    1. Roti

    Ada banyak roti yang bisa ditemukan di supermarket, toko kecil, maupun toko rotinya secara langsung. Mulai dari roti putih berbahan utama tepung terigu, roti gandum, hingga roti dengan ragi dan pengembang alami seperti sourdough.

    Sekilas roti memang tampak sebagai makanan yang sehat tetapi tidak untuk semua jenis roti. Roti putih atau yang terbuat dari bahan utama tepung terigu tidak tergolong sebagai makanan yang sehat.

    Karena itu roti putih termasuk asupan yang berbahaya untuk dikonsumsi. Tepung terigu tergolong sebagai bahan makanan dengan indeks glikemik tinggi yang seharusnya dihindari agar tidak membuat lonjakan gula darah.

    2. Mie instan

    Ketika tak punya cukup waktu tetapi ingin makan makanan yang enak, murah, dan mengenyangkan biasanya mie instan akan menjadi pelarian. Rasanya yang gurih tidak dicurigai dapat membuat lonjakan gula darah di dalam tubuh.

    Padahal, sama halnya dengan roti putih, mie instan juga terbuat dari tepung terigu dengan kadar indeks glikemik yang tinggi. Selain itu makanan kemasan ini memiliki kandungan sodium yang tinggi serta lemak yang tak sehat.

    Jika kamu memiliki keluhan atas metabolisme di dalam tubuh, mie instan bukan makanan yang dianjurkan untuk dikonsumsi. Sebaiknya pilih makanan alami non-olahan seperti buah-buahan segar atau salad sayuran yang tak kalah mudah untuk dibuat.

    Makanan pemicu lonjakan gula darah lainnya ada di halaman berikutnya.

    3. Makanan kalengan

    Ada banyak jenis makanan kalengan yang diproduksi dan dipasarkan di supermarket. Mulai dari daging, sayuran, hingga buah-buahan kaleng yang dianggap sebagai bahan makanan yang sehat dan sederhana untuk digunakan.

    Faktanya makanan kaleng tidak disarankan untuk semua kondisi kesehatan. Semua makanan kaleng akan tetap menggunakan sodium yang tinggi sebagai bahan pengawetnya.

    Walaupun tidak berdampak secara langsung tetapi kadar sodium dalam makanan kalengan ini begitu mempengaruhi kondisi metabolik seorang penderita diabetes. Hal ini lantaran garam atau sodium dapat menyebabkan gangguan pada tekanan darah dan pengendalian gula darah.

    4. Daging asap

    Waspada! 5 Makanan Ini Dapat Memicu Lonjakan Gula DarahWalaupun rasanya gurih, daging asap juga ditambahkan pemanis dalam proses pembuatannya. Foto: Getty Images/iStockphoto/Vladimir Mironov

    Aroma smokey dan rasa daging yang gurih tidak pernah gagal untuk memanjakan lidah. Biasanya daging asam seperti ham, bacon, dan yang lainnya umum digunakan untuk isian burger atau sandwich.

    Menu-menu tersebut populer sebagai hidangan yang nikmat baik untuk sarapan maupun makan siang. Tetapi walaupun tidak mengandung gula secara kasat mata, daging asap tidak disarankan bagi penderita diabetes.

    Daging asap membutuhkan tambahan garam yang tinggi dalam proses pembuatannya sehingga akan berdampak buruk bagi tekanan darah. Selain itu pada beberapa produk daging asap sebenarnya tetap menggunakan gula tambahan tetapi dikemas sedemikian rupa sehingga tersembunyi dengan rapat.

    5. Jus buah

    Berasal dari olahan buah-buahan segar, jus sering dianggap sebagai asupan yang sehat. Banyak orang dewasa yang biasanya akan memilih jus baik untuk dikonsumsi saat sarapan atau sekadar untuk menyegarkan tubuh saja.

    Hal ini dibenarkan, asal jus yang dikonsumsi merupakan jus yang murni dari buah-buahan segar dan dibuat sendiri di rumah. Banyak jus buah kemasan yang justru mengalami penambahan pemanis agar disukai para pelanggannya.

    Sekalipun merek produsen jus buah yang mengklaim mengolah produknya dengan komposisi yang didominasi buah segar tetapi tidak menutup kemungkinan adanya penambahan pemanis ke dalamnya. Apalagi jika kamu lebih senang membeli jus buah kemasan yang dijajakan di rak-rak supermarket biasanya memiliki pemanis tambahan yang lebih tinggi dari komposisi buah segarnya.

    (dfl/odi)



    Sumber : food.detik.com

  • Waspada! 5 Makanan Ini Dapat Memicu Lonjakan Gula Darah


    Jakarta

    Gula darah ternyata tak hanya dipicu oleh makanan manis saja. Bahkan ada beberapa makanan asin yang disebut sebagai pemicu lonjakan gula darah secara instan.

    Pada beberapa kondisi, lonjakan gula darah yang terjadi di dalam tubuh justru akan menimbulkan gangguan kesehatan. Apalagi jika terjadi pada tubuh penderita diabetes dan pengidap gangguan metabolisme yang berkaitan dengan insulin.

    Secara kasat mata, makanan dengan rasa yang manis tentu akan mudah diketahui bahwa memiliki kadar gula yang tinggi. Sehingga para penderita diabetes juga akan lebih mudah untuk menghindari atau setidaknya meminimalisir asupannya.


    Ternyata ada beberapa makanan yang tidak memiliki rasa manis tetapi dapat memicu lonjakan gula darah secara instan. Beberapa jenis makanan ini tentu harus menjadi perhatian yang besar terutama bagi penderita diabetes.

    Berikut ini 5 makanan pemicu lonjakan gula darah menurut DNA India:

    Waspada! 5 Makanan Ini Dapat Memicu Lonjakan Gula DarahPenggunaan tepung terigu dapat memicu lonjakan gula darah. Foto: Getty Images/iStockphoto/Vladimir Mironov

    1. Roti

    Ada banyak roti yang bisa ditemukan di supermarket, toko kecil, maupun toko rotinya secara langsung. Mulai dari roti putih berbahan utama tepung terigu, roti gandum, hingga roti dengan ragi dan pengembang alami seperti sourdough.

    Sekilas roti memang tampak sebagai makanan yang sehat tetapi tidak untuk semua jenis roti. Roti putih atau yang terbuat dari bahan utama tepung terigu tidak tergolong sebagai makanan yang sehat.

    Karena itu roti putih termasuk asupan yang berbahaya untuk dikonsumsi. Tepung terigu tergolong sebagai bahan makanan dengan indeks glikemik tinggi yang seharusnya dihindari agar tidak membuat lonjakan gula darah.

    2. Mie instan

    Ketika tak punya cukup waktu tetapi ingin makan makanan yang enak, murah, dan mengenyangkan biasanya mie instan akan menjadi pelarian. Rasanya yang gurih tidak dicurigai dapat membuat lonjakan gula darah di dalam tubuh.

    Padahal, sama halnya dengan roti putih, mie instan juga terbuat dari tepung terigu dengan kadar indeks glikemik yang tinggi. Selain itu makanan kemasan ini memiliki kandungan sodium yang tinggi serta lemak yang tak sehat.

    Jika kamu memiliki keluhan atas metabolisme di dalam tubuh, mie instan bukan makanan yang dianjurkan untuk dikonsumsi. Sebaiknya pilih makanan alami non-olahan seperti buah-buahan segar atau salad sayuran yang tak kalah mudah untuk dibuat.

    Makanan pemicu lonjakan gula darah lainnya ada di halaman berikutnya.

    3. Makanan kalengan

    Ada banyak jenis makanan kalengan yang diproduksi dan dipasarkan di supermarket. Mulai dari daging, sayuran, hingga buah-buahan kaleng yang dianggap sebagai bahan makanan yang sehat dan sederhana untuk digunakan.

    Faktanya makanan kaleng tidak disarankan untuk semua kondisi kesehatan. Semua makanan kaleng akan tetap menggunakan sodium yang tinggi sebagai bahan pengawetnya.

    Walaupun tidak berdampak secara langsung tetapi kadar sodium dalam makanan kalengan ini begitu mempengaruhi kondisi metabolik seorang penderita diabetes. Hal ini lantaran garam atau sodium dapat menyebabkan gangguan pada tekanan darah dan pengendalian gula darah.

    4. Daging asap

    Waspada! 5 Makanan Ini Dapat Memicu Lonjakan Gula DarahWalaupun rasanya gurih, daging asap juga ditambahkan pemanis dalam proses pembuatannya. Foto: Getty Images/iStockphoto/Vladimir Mironov

    Aroma smokey dan rasa daging yang gurih tidak pernah gagal untuk memanjakan lidah. Biasanya daging asam seperti ham, bacon, dan yang lainnya umum digunakan untuk isian burger atau sandwich.

    Menu-menu tersebut populer sebagai hidangan yang nikmat baik untuk sarapan maupun makan siang. Tetapi walaupun tidak mengandung gula secara kasat mata, daging asap tidak disarankan bagi penderita diabetes.

    Daging asap membutuhkan tambahan garam yang tinggi dalam proses pembuatannya sehingga akan berdampak buruk bagi tekanan darah. Selain itu pada beberapa produk daging asap sebenarnya tetap menggunakan gula tambahan tetapi dikemas sedemikian rupa sehingga tersembunyi dengan rapat.

    5. Jus buah

    Berasal dari olahan buah-buahan segar, jus sering dianggap sebagai asupan yang sehat. Banyak orang dewasa yang biasanya akan memilih jus baik untuk dikonsumsi saat sarapan atau sekadar untuk menyegarkan tubuh saja.

    Hal ini dibenarkan, asal jus yang dikonsumsi merupakan jus yang murni dari buah-buahan segar dan dibuat sendiri di rumah. Banyak jus buah kemasan yang justru mengalami penambahan pemanis agar disukai para pelanggannya.

    Sekalipun merek produsen jus buah yang mengklaim mengolah produknya dengan komposisi yang didominasi buah segar tetapi tidak menutup kemungkinan adanya penambahan pemanis ke dalamnya. Apalagi jika kamu lebih senang membeli jus buah kemasan yang dijajakan di rak-rak supermarket biasanya memiliki pemanis tambahan yang lebih tinggi dari komposisi buah segarnya.

    (dfl/odi)



    Sumber : food.detik.com

  • Ngemil Sebelum Tidur Aman untuk Kadar Gula Darah? Ini Kata Ahli


    Jakarta

    Kadar gula darah penting dijaga agar tubuh tetap sehat. Disebutkan kalau ngemil sebelum tidur dapat mencegah lonjakan gula darah. Benarkah? Ini kata ahli.

    Penderita diabetes harus memperhatikan pola makan setiap harinya agar lonjakan gula darah tak terjadi. Beberapa pantangan makanan dan minuman yang terlalu manis harus diikuti.

    Dilansir dari Mirror (25/2), untuk mencegah terjadinya lonjakan gula darah, salah satunya bisa dengan ngemil sebelum tidur. Ngemil yang dimaksud tentunya bukan dengan makan sembarangan, melain harus tetap yang sehat.


    Lapar Tengah Malam? Ini 7 Camilan Sehat yang Tak Bikin Gendutcamilan sehat Foto: Getty Images/Rouzes

    Camilan manis harus dihindari saat malam hari. Abbas Kanani, seorang ahli farmasi menjelaskan kalau sebaiknya beralih ke camilan sehat, seperti kacang-kacangan dan buah berry.

    “Jika ingin ngemil sebelum tidur, harus tetap mengonsumsi makanan sehat dan menjauhi makanan apapun yang menyebabkan lonjakan kadar gula darah. Kamu bisa ngemil kacang-kacangan, berry, wortel, atau biskuit gandum utuh,” jelas Kanani.

    “Sebaiknya juga hindari minuman berkafein, seperti kopi, teh, dan minuman manis lainnya,”” lanjutnya.

    Camilan yang disebutkan oleh Kanani itu memiliki kesamaan, yaitu sumber serat makanan yang baik. Serat adalah karbohidrat yang tidak dapat dicerna, sehingga membantu memperlambat kenaikan gula darah setelah makan.

    Menurut NHS, asupan makanan berserat kerap dikaitkan dengan rendahnya risiko terkena penyakit kronis. Seperti penyakit jantung, stroke, diabetes tipe-2, hingga kanker usus.

    Oleh karena itu, setiap orang disarankan untuk mengonsumsi sekitar 30 gram serat per hari. Asupan ini merupakan bagian dari pola makan sehat dan seimbang.

    Selain kacang-kacangan dan buah berry, asupan serat ini juga bisa berasal dari roti gandum. Makanan berserat tinggi juga bisa ditemui pada sajian kentang wedges. Kamu bisa memanggang kentang wedges sebagai camilan.

    (yms/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • 7 Sayuran Terbaik Untuk Kontrol Gula Darah Penderta Diabetes


    Jakarta

    Penderita diabetes harus memilih makanan dengan tepat agar gula darah tetap stabil. Beberapa jenis sayuran ini cocok untuk dikonsumsi penderita diabetes.

    Salah satu kunci hidup sehat dan umur panjang adalah konsumsi makanan dengan gizi seimbang. Termasuk konsumsi sayuran sesuai kebutuhan harian.

    Menurut Departemen Pertanian AS (USDA), wanita membutuhkan 2 hingga 3 cangkir sayuran sehari dan laki-laki membutuhkan 3 hingga 4 cangkir sehari.


    Jika kamu seorang penderita diabetes, mengutip Eating Well, mengonsumsi banyak sayuran kaya nutrisi dan berserat tinggi dapat membantu mengelola kadar gula darah dalam jangka panjang.

    Selain itu, sayur juga termasuk dalam makanan yang baik untuk menurunkan berat badan agar terhindar dari risiko obesitas, yang termasuk salah satu faktor penyebab diabetes tipe-2.

    Berikut ini sejumlah sayuran yang dianjurkan untuk penderita diabetes.

    1. Bayam

    Melansir Healthline, jenis sayur-sayuran hijau terutama bayam, dapat dipilih sebagai sumber serat rendah karbohidrat bagi pasien diabetes.

    Menurut Departemen Pertanian Amerika Serikat, seporsi bayam mentah hanya mengandung 1 gram karbohidrat. Selain rendah karbohidrat, bayam juga kaya vitamin sehingga cocok sebagai pelengkap pada menu diet pasien diabetes.

    Kamu dapat meracik beberapa ikan sayur bayam dalam semangkuk salad, atau dapat juga diolah menjadi sayur berkuah. Kamu juga dapat menambahkan beberapa helai daun bayam ke dalam adonan telur dadar saat sarapan.

    2. Wortel

    Manfaat racikan jus wortel dan daun ketumbarWortel bids mengenyangkan dan berserat tinggi untuk penderita diabetes. Foto: Getty Images/iStockphoto

    Serat dalam sayuran membantu kita merasa kenyang. Ahli diet Jill Weisenberger merekomendasikan wortel sebagai sayuran yang mengenyangkan dan berserat tinggi untuk penderita diabetes.

    Wortel juga kaya akan vitamin A, yang membantu kekebalan dan kesehatan mata.

    3. Tomat

    Group of young gardeners picking tomatoes in greenhouse. Crate full of juicy tomatoes in focusKonsumsi tomat juga kaya antioksidan yang bisa membantu penderita diabetes. Foto: Getty Images/hobo_018

    Penelitian mengungkap satu buah tomat utuh berukuran sedang mengandung 5 gram karbohidrat. Tomat juga dikenal sebagai sayur yang kaya dengan zat antioksidan, seperti vitamin C dan likopen, yang memberi warna merah pada tomat.

    Selain kerap dijumpai dalam menu berkuah, tomat juga cocok sebagai pelengkap salad buah dan sayur agar terlihat lebih berwarna.

    Caranya mudah, kamu tinggal memotong kecil tomat lalu dicampurkan ke dalam racikan salad. Kamu juga dapat menyajikan tomat bersama sayuran lain dengan cara dipanggang dalam oven selama beberapa menit.

    Daftar sayuran terbaik untuk penderita diabetes ada di halaman selanjutnya.

    4. Brokoli

    brokoliBrokoli juga rendah karbohidrat sehingga cocok untuk penderita diabetes. Foto: Getty Images/iStockphoto/eyewave

    Menukil Everyday Health, brokoli termasuk dalam jenis sayur rendah karbohidrat yang cocok dikonsumsi untuk pasien diabetes.

    Menurut USDA, brokoli rendah karbohidrat, kurang dari 5 g per cangkir mentah, dan kaya akan vitamin C (69,4 mg, atau lebih dari 70 persen DV), serat (1,82 g, atau sekitar 6,6 persen DV). , dan zat besi (0,5 mg, atau 2,9 persen dari DV).

    5. Kubis

    Daun KubisKubis termasuk ke dalam sayuran yang jumlah karbohidratnya sedikit. Foto: iStock

    Selain bernutrisi tinggi dan kaya serat, kubis termasuk dalam sayur yang memiliki jumlah karbohidrat paling sedikit di antara keluarga Brassicaceae.

    Menurut ahli nutrisi, seporsi kubis cincang memiliki kandungan karbohidrat sebesar 5 gram.

    Selain itu, sayuran yang mudah ditemukan di pasaran ini juga memiliki beragam vitamin yang baik untuk tubuh, mulai dari vitamin C dan vitamin K sehingga sangat cocok dijadikan menu dalam program diet rendah kalori bagi penderita diabetes.

    6. Kembang kol

    Tidak hanya memiliki bentuk yang unik, kembang kol juga termasuk sebagai sayur yang baik penderita diabetes. Menurut ahli gizi, seporsi potongan kembang kol mentah mengandung 5 gram karbohidrat.

    Kandungan karbohidrat rendah membuat sayur ini cocok dikonsumsi oleh penderita diabetes, terutama sebagai pengganti nasi untuk menstabilkan gula darah.

    Selain itu, sayuran ini juga penuh dengan nutrisi dan vitamin, mulai dari vitamin C dan folat

    7. Asparagus

    Sup krim AsparagusAsparagus pun bisa dikonsumsi karena punya lemak nol persen dan tidak mengandung gula. Foto: Getty Images/iStockphoto/wmaster890

    Sayuran rendah gula yang paling aman dikonsumsi penderita diabetes adalah asparagus. Sayur ini mengandung nol persen lemak dan tak mengandung gula. Namun, di satu sisi, konsumsi sayur ini akan membantu mempercepat metabolisme tubuh karena kandungan vitamin A, C dan K-nya.

    Demikian sayuran yang dianjurkan untuk penderita diabetes yang bermanfaat untuk mengontrol kadar gula darah.

    (aqr/odi)



    Sumber : food.detik.com

  • Waspada! Asupan Makanan Tinggi Gula Bisa Bikin Lipatan Kulit Menghitam


    Jakarta

    Asupan makanan tinggi gula bisa berdampak lebih dari sekadar energi berlebih. Salah satunya, kaki dan lipatan kulit yang menghitam akibat komplikasi diabetes.

    Kadar gula darah tinggi biasanya disebabkan pola makan tinggi gula, kurang olahraga, atau diabetes. Tubuh kesulitan mengolah glukosa sehingga menumpuk di dalam darah.

    Akibatnya, organ tubuh dan pembuluh darah bisa terganggu. Salah satu tanda yang terlihat dari luar adalah perubahan warna kulit.


    Dikutip dari berbagai sumber, berikut 5 penjelasannya:

    1. Gula Tinggi Memicu Diabetes

    Ilustrasi cek kadar gula darah untuk menguji diabetesIlustrasi cek kadar gula darah untuk menguji diabetes Foto: Getty Images/iStockphoto/spukkato

    Konsumsi gula berlebih meningkatkan risiko diabetes tipe 2. Tubuh kesulitan mengolah glukosa, sehingga kadar gula darah tetap tinggi.

    Kadar gula tinggi juga dapat merusak pembuluh darah dan saraf. Akibatnya, kaki lebih rentan terhadap luka dan infeksi.

    Jika dibiarkan, komplikasi muncul lebih cepat. Perubahan kulit seperti warnanya yang menghitam bisa menjadi tanda awal, lapor Mayo Clinic (10/7).

    2. Dermopati Diabetik (Kulit Kaki Menghitam)

    Dermopati diabetik muncul sebagai bercak hitam, tebal, dan bersisik di kaki. Hal ini terjadi akibat kerusakan pembuluh darah kecil akibat kondisi gula darah tinggi.

    Menurut Cleveland Clinic (21/3/24), bercak ini biasanya tidak menimbulkan rasa sakit. Namun, perubahan warna kulit menunjukkan adanya gangguan sirkulasi darah.

    Penting memeriksa kaki secara rutin. Deteksi dini membantu mencegah komplikasi lebih lanjut.

    3. Lipatan Kulit Menghitam

    Hari Diabates 2022Makanan sehat untuk cegah diabetes. Foto: Getty Images/iStockphoto/Chinnapong

    Gula darah tinggi bisa memicu acanthosis nigricans, kondisi yang membuat kulit di lipatan tubuh menebal dan menghitam.

    Seringkali terjadi pada area lipatan seperti leher, ketiak, dan selangkangan. Perubahan ini biasanya terkait resistensi insulin.

    Meskipun tidak selalu berbahaya, kondisi ini menunjukkan gangguan metabolik. Kontrol gula darah dan konsultasi dokter sangat disarankan.

    4. Luka Kaki Menghitam

    Luka pada kaki penderita diabetes bisa berkembang menjadi gangren. Menurut Sodel Foot and Ankle (15/3/24), gangren terjadi akibat infeksi yang merusak jaringan.

    Gejala gangren meliputi kulit menghitam, bau tak sedap, dan nyeri. Jika tidak ditangani, kondisi ini dapat menyebabkan amputasi.

    Perawatan luka tepat dan kontrol gula darah yang baik bisa mencegah komplikasi serius. Segera konsultasikan ke dokter jika muncul gejala tersebut.

    5. Pencegahan dan Perawatan

    Kaki bengkakIlustrasi kaki penderita diabates. Foto: Getty Images/Toa55

    Menjaga kadar gula darah tetap stabil adalah langkah utama mencegah kaki dan lipatan kulit menghitam. Diet sehat, olahraga, dan kontrol rutin ke dokter sangat penting.

    Periksa kaki setiap hari dan jaga kebersihannya. Gunakan pelembap untuk menghindari kulit pecah dan risiko infeksi.

    Deteksi dini dan perawatan rutin bisa menyelamatkan kaki dari komplikasi serius. Jangan tunggu tanda memburuk sebelum bertindak.

    (raf/dfl)

    Sumber : food.detik.com

    Alhamdulillah Makanan Minuman Sehat Di JumatBerkah.Com اللهم صل على محمد Source : unsplash.com / Rachel Park

  • Makan Lewat Jam 5 Sore Ternyata Punya Efek Merugikan Kesehatan


    Jakarta

    Waktu makan bukan sekedar urusan mengisi perut. Penelitian terbaru menyebut makan lewat jam 17.00 berdampak negatif untuk kesehatan.

    Selama puluhan tahun para dokter sudah memperingatkan orang-orang yang ingin menurunkan berat badan, untuk menghindari makan setelah matahari terbenam. Rupanya hal ini tak sekedar imbauan saja.

    Baru-baru ini penelitian terbaru dari Universitat Oberta de Catalunya (UOC) dan Columbia University. Dilansir dari DailyMailUK (22/11), penelitian ini membahas tentang efek makan di atas jam 5 sore pada tubuh seseorang.


    Makan Lewat Jam 5 Sore Ternyata Punya Efek Merugikan KesehatanMakan Lewat Jam 5 Sore Ternyata Punya Efek Merugikan Kesehatan Foto: Ilustrasi iStock

    Penelitian ini mengungkapkan bahwa setidaknya makan dengan porsi 45% asupan kalori harian di pukul 5 sore, dapat menghambat kemampuan tubuh untuk mengatur kadar gula darah.

    Selain itu makan saat larut malam dapat meningkatkan risiko seseorang terkena diabetes.Karena itu para peneliti ini melihat bahwa pola makan intermittent fasting (puasa intermiten), yang membatasi orang untuk makan di sore dan malam hari ini cukup baik.

    Kebanyakan orang yang melakukan puasa intermiten mengonsumsi sebagian besar kalori mereka di awal hari. Sementara berhenti makan di sore hari.

    “Kemampuan tubuh untuk melakukan proses metabolisme glukosa terbatas pada malam hari. Hall ini disebabkan karena sekresi insulin berkurang, dan sensitivitas sel-sel kita terhadap hormon ini menurun karena ritme sirkadian (circadian rhythm),” jelas Dr Diana Díaz Rizzolo selaku salah satu peneliti.

    Makan Lewat Jam 5 Sore Ternyata Punya Efek Merugikan KesehatanMakan Lewat Jam 5 Sore Ternyata Punya Efek Merugikan Kesehatan Foto: Ilustrasi iStock

    Penelitian yang dipublikasikan dalam ‘Nutrition and Diabetes’ ini, melibatkan 26 orang berusia 50 hingga 75 tahun yang kelebihan berat badan atau obesitas. Serta mengalami gejala pradiabetes atau diabetes tipe 2.

    Kelompok orang ini dibagi menjadi dua kelompok: pemakan awal dan pemakan akhir. Mereka mengonsumsi makanan yang sama dan jumlah kalori yang sama, hanya pada waktu yang berbeda.

    Mereka yang makan lebih banyak setelah pukul 5 sore, memiliki kadar glukosa yang lebih tinggi setelah tes glukosa. Hal ini menunjukkan toleransi glukosa yang lebih buruk.

    Sementara itu puasa intermiten terbukti secara signifikan meningkatkan kemampuan tubuh untuk menggunakan glukosa dari makanan secara efektif. Serta memanfaatkan insulin untuk mengelola kadar gula darah. Karena kebanyakan orang yang melakukan puasa intermiten biasanya tidak makan malam.

    Makan Lewat Jam 5 Sore Ternyata Punya Efek Merugikan KesehatanMakan Lewat Jam 5 Sore Ternyata Punya Efek Merugikan Kesehatan Foto: Ilustrasi iStock

    Dengan membatasi waktu makan dan memperpanjang waktu tanpa makanan, tubuh dapat memproses glukosa dengan lebih baik dan lebih efisien.

    Peneliti menambahkan makanan yang biasanya dimakan di malam hari lebih padat kalori dan kebanyakan makanan olahan.

    “Dua hal ini mungkin menjelaskan mengapa makan larut malam sering dikaitkan dengan berat badan dan massa lemak yang lebih besar,” tutur Dr. Diaz.

    Efek buruk makan malam juga dijelaskan di penelitian lain yang dilakukan oleh Harvard. Kebanyakan orang yang terbiasa makan di malam hari tubuhnya membakar kalori dengan kecepatan yang lebih lambat.

    Faktor ini kemudian mendorong tubuh untuk menyimpan lemak dan mengurangi pemecahan lemak, sehingga dapat menyebabkan pertumbuhan lemak pada tubuh.

    Di akhir penelitian, para ahli menyarankan agar orang berhenti makan sebelum jam 5 sore agar tubuh bisa mencerna kalori sampai glukosa lebih efektif.

    (sob/odi)

    Sumber : food.detik.com

    Alhamdulillah Makanan Minuman Sehat Di JumatBerkah.Com اللهم صل على محمد
    Source : unsplash.com / Dan Gold

  • Waspadai Konsumsinya, 5 Menu Sarapan Ini Bikin Gula Darah Melonjak

    Waspadai Konsumsinya, 5 Menu Sarapan Ini Bikin Gula Darah Melonjak


    Jakarta

    Menu sarapan penting diperhatikan agar energi tetap stabil dan kesehatan terjaga. Sebaiknya, batasi konsumsi menu sarapan yang bikin gula darah melonjak tajam berikut.

    Sarapan merupakan kebiasaan makan pagi yang penting untuk memasok energi harian. Sarapan juga berfungsi meningkatkan konsentrasi, mood, hingga bantu memenuhi kebutuhan nutrisi.

    Dalam memilih menu sarapan, sebaiknya jangan sembarangan jika ingin mendapat maksimal. Beberapa makanan mengandung nutrisi yang kurang baik untuk kesehatan, seperti yang membuat gula darah melonjak tajam.


    Jika kondisi ini dibiarkan, kamu mungkin mengalami efek negatif. Misalnya cepat haus, sering buang air kecil, hingga mudah lelah dan mengantuk.

    Dilansir dari Everyday Health (20/5), inilah 5 menu sarapan yang bikin gula darah melonjak tajam. Batasi konsumsinya jika tak ingin merasakan efek samping.

    1. Roti tawar, nasi, dan pasta

    Roti tawar, nasi, dan pasta adalah sumber karbohidrat olahan yang berarti sebagian besar seratnya dihilangkan selama pemrosesan. Ketiadaan serat membuat konsumsi deretan makanan tersebut bisa memicu lonjakan gula darah.

    Lebih baik pilih makanan bersumber bijian utuh, seperti roti gandum utuh, pasta gandum utuh, dan beras merah. Makanan ini mengandung serat yang berperan penting dalam mengatur gula darah.

    Kalaupun tetap mau menyantap sumber karbohidrat olahan, coba pasangkan dengan daging tanpa lemak, sumber lemak sehat, maupun sumber serat yang bisa mencegah lonjakan gula darah.

    2. Minuman manis

    Mengawali pagi dengan konsumsi minuman manis bukanlah ide bagus. Ahli gizi Rasa Kazlauskaite mengatakan sangat sulit mengontrol kadar gula darah jika seseorang mengonsumsi minuman tidak sehat itu.

    Selain tinggi gula, minuman manis, seperti soda, es teh manis, dan juus buah kemasan, tidak mengandung serat. Konsumsinya juga tidak bikin puas dan kenyang. Tak terkandung pula nutrisi lain seperti protein dan lemak. Lebih baik perbanyak minum air putih. Jika bosan rasa air putih, boleh tambahkan irisan buah segar.

    3. Makanan cepat saji

    Meski praktis, hindari sarapan makanan cepat saji. Burger, kentang goreng, hingga nugget yang kamu beli dari restoran cepat saji mengandung kalori dan lemak tinggi.

    Selain itu, makanan cepat saji bersifat tinggi gula dan merupakan jenis karbohidrat olahan yang berpotensi menaikkan kadar gula darah dengan cepat.

    4. Kentang

    Kentang dan sayuran berpati lainnya, seperti kacang polong dan jagung, juga berpotensi memicu kenaikan gula darah dengan cepat. Namun ahli gizi memperingatkan bukan berarti kentang tak boleh dikonsumsi. Kentang tetap mengandung banyak nutrisi baik penting untuk kesehatan.

    Selain itu, konsumsi kentang dan sayuran berpati dengan sumber lemak sehat, serat, dan protein minim lemak. Jenis makanan ini bisa mengurangi kemungkinan fluktuasi gula darah.

    5. Susu gandum

    Sering kali susu nabati dianggap lebih sehat daripada susu hewani, seperti susu sapi yang jamak dikonsumsi. Faktanya tidak selalu begitu. Susu gandum (oat) contohnya, bisa mengandung jumlah yang sangat banyak. Begitu juga dengan susu kedelai kemasan.

    Saat membeli susu nabati, pilihlah susu tanpa pemanis, yang memiliki lebih sedikit gula. Hindari juga mengonsumsinya berlebihan agar gula darah tak melonjak tajam.

    (adr/adr)

    Sumber : food.detik.com

  • Alhamdulillah Makanan Minuman Sehat Di JumatBerkah.Com اللهم صل على محمد
    Source : unsplash.com / Eater Collective

  • 5 Makanan Tinggi Serat Ini Cocok Dikonsumsi Penderita Diabetes


    Jakarta

    Diabetes dapat dikelola dengan menerapkan pola makan atau diet tinggi serat. Konsumsi 5 makanan tinggi serat ini pun bisa jadi pilihan.

    Penderita diabetes tidak boleh mengonsumsi makanan atau minuman sembarangan. Mereka harus mengelola kadar gula darah dengan baik.

    Salah satu caranya dengan menjaga pola makan, seperti fokus terhadap asupan makanan tinggi serat.


    Jenis makanan ini bagus dikonsumsi karena membantu mengatur gula darah, memperlambat penyerapan karbohidrat, meningkatkan rasa kenyang, sehingga membantu mengontrol asupan kalori serta mencegah lonjakan gula darah secara berlebihan.

    Serat juga dapat menunda penyerapan gula, menjaga kadar glukosa lebih terkendali, sekaligus bisa melancarkan pencernaan.

    Karena alasan-alasan di atas, penderita diabetes disarankan untuk mengonsumsi makanan tinggi serat. Melansir Times of India (02/04/2025), berikut 5 daftar makanan tinggi serat untuk penderita diabetes:

    1. Kacang-kacangan

    Semangkuk kacang almond.Kacang almond bisa menjadi salah satu opsi untuk dikonsumsi penderita diabetes. Foto: Thinkstock

    Kacang-kacangan merupakan salah satu makanan tinggi serat pembangkit energi yang bisa dikonsumsi.

    Kacang-kacangan mengandung serat larut dan tidak larut yang mampu memperlambat laju pencernaan dan mencegah lonjakan gula darah secara tiba-tiba.

    Berbagai jenis kacang juga tinggi akan protein yang mampu mendorong rasa kenyang.

    Salah satu yang direkomendasikan, kacang almond. Menurut penelitian dalam jurnal Metabolism: Clinical and Experimental, makan kacang almond selama 12 minggu bisa membantu mengontrol gula darah dan mengurangi risiko penyakit jantung.

    Kacang merah juga baik untuk penderita diabetes. Kacang ini tinggi akan serat sehingga membuat penderita diabetes lebih cepat kenyang.

    Rasa kenyangnya juga lebih lama sehingga mencegah seseorang makan berlebihan yang bisa meningkatkan risiko naiknya kadar gula darah.

    2. Biji-bijian utuh

    Oats with ears of cerealKonsumsi oats atau biji-bijian utuh lainnya juga disarankan. Foto: Thinkstock

    Berbagai jenis biji-bijian juga disarankan, terutama yang tinggi serat. Pilihannya oat dan quinoa yang tidak hanya kaya akan serat larut, tetapi juga kaya akan kadar nutrisi lain, seperti vitamin B, zat besi, dan magnesium.

    Serat di dalam biji-bijian utuh ini mampu meningkatkan sensitivitas insulin dan mengurangi risiko penyakit jantung. Biji-bijian utuh ini bisa didapat dari olahan roti gandum, oatmeal, atau quinoa dalam salad.

    Daftar makanan tinggi serat lainnya dapat dilihat pada halaman selanjutnya!

    3. Sayuran hijau

    cara masak brokoli bagian batangnyaBrokoli atau sayuran hijau lainnya yang tinggi serat juga baik untuk penderita diabetes. Foto: tiktok/istock

    Konsumsi sayuran hijau tinggi serat juga tidak boleh dilewatkan. Makanan ini kaya akan berbagai sumber nutrisi, mulai dari kalori yang minimal, tinggi serat, vitamin, dan antioksidan.

    Sayuran berdaun hijau juga memiliki kandungan magnesium tinggi yang berfungsi dalam mengontrol insulin dan gula darah.

    Kandungan serat dalam sayuran hijau juga mampu memperlambat penyerapan karbohidrat, sehingga mencegah pelepasan glukosa dengan cepat. Sayuran yang direkomendasikan mulai dari brokoli, kale, bayam, kangkung, dan lainnya.

    4. Buah beri

    Buah beri yang asam menyegarkan ini juga cocok dikonsumsi penderita diabetes. Di dalamnya terkandung serat tinggi, terutama serat larut. Buah ini juga kaya akan antioksidan yang mampu melawan peradangan dan mengurangi stress oksidatif yang menjadi faktor utama dalam mengelola diabetes.

    Serat yang terkandung di dalam buah beri juga dikenal bisa memperlambat pencernaan gula. Buah beri bisa dimakan utuh maupun dijadikan smoothie dan topping yogurt.

    5. Ubi jalar

    cara memanggang ubi jalarKonsumsi ubi baik untuk penderita diabetes karena tinggi serat dan indeks glikemiknya rendah. Foto: Getty Images/iStockphoto

    Konsumsi ubi jalar juga direkomendasikan. Selain tinggi serat, makanan ini juga memiliki indeks glikemik rendah, dengan nilai sekitar 54-68.

    Ubi jalar juga padat akan nutrisi, mulai dari vitamin A, vitamin C, dan kalium. Kandungan senyawa fenolik dan flavonoid di dalamnya juga bisa meningkatkan sensitivitas insulin dan mengurangi stress oksidatif.

    Meskipun begitu, konsumsinya tetap perlu diperhatikan. Sebelum dikonsumsi lebih baik berkonsultasi dulu dengan dokter.

    (aqr/adr)

    Sumber : food.detik.com

  • Alhamdulillah Makanan Minuman Sehat Di JumatBerkah.Com اللهم صل على محمد
    Source : unsplash.com / Anna Pelzer