Tag: efek makan buah

  • Waspada! Konsumsi 7 Buah Ini Saat Cuaca Panas Picu Masalah Pencernaan


    Jakarta

    Buah-buahan memang bernutrisi. Namun, ada beberapa yang sebaiknya tidak dimakan terlalu sering, terutama saat cuaca panas karena bisa mengganggu pencernaan.

    Ketika suhu meningkat dan menyebabkan kondisi seperti gelombang panas, sulit untuk tidak mengonsumsi makanan menyegarkan seperti buah. Sejumlah buah memang direkomendasikan untuk dimakan saat musim panas,

    Namun, kamu juga perlu mengenal buah mana yang sebaiknya tidak dikonsumsi terlalu sering saat musim panas. Sebab konsumsi buah itu mengganggu pencernaan.


    Lantas, buah-buahan mana saja yang bisa mengganggu pencernaan jika sering dimakan? Berikut daftarnya, seperti yang dilansir dari moneycontrol.com (29/04).

    1. Semangka

    Ilustrasi buah semangkaKonsumsi semangka terlalu sering bisa sebabkan kembung. Foto: Getty Images/skodonnell

    Semangka merupakan buah yang kaya akan air. Menikmati buah ini di musim panas bisa membantu tubuh terhidrasi.

    Namun, jangan makan terlalu banyak. Semangka mengandung FODMAP atau fermentable oligosaccharides, disaccharides, monosaccharides, and polyols, berupa karbohidrat yang sulit dicerna usus.

    Kalau dikonsumsi terlalu banyak, berbagai karbohidrat ini bisa menyebabkan masalah pencernaan. Kandungan air dan serat tinggi dalam semangka juga terkadang dapat menyebabkan kembung dan ketidaknyamanan bagi beberapa orang yang memang rentan.

    Konsumsi berlebihan bisa membebani sistem pencernaan yang sensitif.

    2. Mangga

    Bikin Netizen Kaget! Ini Fakta Temuan Benang Hitam di Buah ManggaKandungan gula dan serat dalam mangga bisa menyebabkan masalah pencernaan. Foto: thaiger.com

    Mangga kaya kandungan gula dan serat alami. Buah tropis ini jadi opsi tepat untuk dimakan saat musim panas.

    Namun, kekayaan gula dan serat itu bisa menyebabkan masalah pencernaan. Terutama bila dikonsumsi dalam jumlah banyak.

    Kandungan gula dan serat dalam mangga terkadang tidak bisa diserap dengan sempurna oleh usus kecil, sehingga terjebak di usus besar.

    Oleh karena itu mengonsumsinya berlebihan bisa menyebabkan kembung dan ketidaknyamanan di perut.

    3. Nanas

    Ilustrasi smoothies nanasBromelain dalam nanas dapat memicu ketidakyamanan pada beberapa individu. Foto: Getty Images/iStockphoto/villagemoon

    Nanas juga digemari karena rasanya yang asam manis menyegarkan. Buah ini juga mengandung bromelain, enzim yang dikenal karena sifat pencernaannya.

    Namun, dalam jumlah banyak, bromelain dapat memicu ketidaknyamanan pencernaan pada beberapa individu. Konsumsi nanas berlebihan bisa menyebabkan iritasi atau sensitivitas pada saluran pencernaan.

    Daftar buah-buahan lain yang sebaiknya tidak dikonsumsi terlalu sering bisa lihat pada halaman selanjutnya!

    4. Apel

    Ilustrasi buah apelApel mengandung gula alami dan serat yang bisa memicu produksi gas. Foto: Getty Images/Hakase_

    Makan apel juga bagus untuk kesehatan karena kaya akan serat dan gula alami, seperti fruktosa.

    Meskipun begitu, kombinasi serat dan fruktosa mungkin sulit dicerna oleh sebagian orang. Kandungan gula alami dan serat ini juga bisa memicu produksi gas berlebihan dalam tubuh.

    Oleh karena itu, konsumsi apel yang berlebihan pun bisa menyebabkan kembung dan ketidaknyamanan pada pencernaanmu.

    5. Pepaya

    Pepaya terkenal mengandung enzim papain yang mampu melancarkan pencernaan. Sayangnya, dalam jumlah banyak, enzim papain justru bisa menyebabkan ketidaknyamanan pencernaan, terutama mereka yang punya perut sensitif.

    Pepaya bisa menyebabkan perut kembung. Kembung ini biasa terjadi karena penumpukan gas dalam perut yang terjadi ketika seseorang meningkatkan asupan serat tiba-tiba. Sehingga, bakteri dalam usus besar kewalahan untuk memecahnya.

    6. Kiwi

    Fakta Kiwi BerriesJangan makan kiwi terlalu banyak karena mengandung enzim yang memicu masalah pencernaan. Foto: Getty Images/iStockphoto

    Kiwi dikenal punya rasa manis yang tajam. Buah ini cocok untuk dikonsumsi saat musim panas.

    Kiwi pun mengandung serat tinggi dan enzim actinidin. Sayangnya, serat dan enzim tersebut terkadang bisa memicu masalah pencernaan. Terutama jika dikonsumsi dalam jumlah banyak.

    7. Pir

    Mirip dengan apel, pir juga mengandung serat dan fruktosa yang tinggi. Menjadikannya pilihan bergizi untuk dikonsumsi saat musim panas.

    Namun, buah ini tidak cocok dikonsumsi mereka yang punya pencernaan sensitif. Jika mereka dengan kondisi tersebut mengonsumsinya terlalu banyak, dapat menyebabkan perutnya kembung dan tidak nyaman.

    (aqr/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • Hobi Makan Buah Setelah Makan Nasi? Ini Efeknya untuk Tubuh


    Jakarta

    Banyak orang pilih menutup santapan dengan makan buah yang manis dan menyegarkan. Lantas, seperti apa efeknya pada tubuh jika kita makan buah setelah makan nasi?

    Buah merupakan bagian dari pola makan gizi seimbang. Konsumsi buah dapat melengkapi kebutuhan nutrisi harian setiap orang.

    Buah mengandung banyak vitamin dan mineral yang dibutuhkan tubuh. Buah juga jadi pelengkap asupan serat untuk memperlancar pencernaan.


    Mengonsumsi buah setelah makan merupakan salah satu kebiasaan umum yang dilakukan banyak orang. Buah kerap dijadikan makanan pencuci mulut yang menyegarkan.

    Lalu, apa yang terjadi pada tubuh saat makan buah setelah makan nasi?

    Pada dasarnya, makan buah tak disarankan dilakukan setelah makan. Melansir Times of India, secara keseluruhan, kebiasaan ini dapat memengaruhi pencernaan Anda. Berikut alasannya:

    1. Kadar gula darah bisa melonjak

    Cholesterol diet and healthy food nutritional concept with clean fruits in heart dish with nutritionist monitoring, blood sugar control record with measuring tool kitFoto: Getty Images/Chinnapong


    Tergantung pasangannya, makan buah tertentu setelah makan bisa meningkatkan kadar gula darah secara tiba-tiba.

    Misalnya, satu buah pisang mengandung sekitar 20 gram (g) karbohidrat. Pisang dimakan setelah makan nasi dan sajian lain yang tinggi karbohidrat.

    Hal di atas bisa meningkatkan beban glikemik keseluruhan, yang berpotensi memengaruhi kadar gula darah.

    2. Terjadi efek FODMAP
    Ada juga kekhawatiran akan peningkatan molekul yang dapat difermentasi atau yang dikenal sebagai FODMAP jika Anda terbiasa menutup sesi makan dengan buah. FODMAP banyak ditemukan pada buah seperti apel dan pir.

    Pada dasarnya, buah dicerna jauh lebih cepat daripada kebanyakan makanan lainnya. Namun, jika dipadukan dengan makanan yang lebih berat, buah akan tetap berada di dalam usus dalam waktu yang lebih lama dan berpotensi mengalami fermentasi serta memicu kembung.

    3. Berat badan naik

    Weight Gain. Unhappy Girl Touching Drooping Belly Standing In Front Of Mirror At Home. Empty Space, Selective FocusWeight Gain. Unhappy Girl Touching Drooping Belly Standing In Front Of Mirror At Home. Empty Space, Selective Focus Foto: Getty Images/iStockphoto/Prostock-Studio

    Konon, makan buah setelah makan bisa membantu proses penurunan berat badan. Padahal, faktanya semua buah kaya kalori.

    Jika dikonsumsi bersamaan dengan makanan lengkap, maka buah hanya akan memberikan kalori tanpa ada manfaat berlebih.

    Alih-alih dikonsumsi setelah makan, ada baiknya jika buah dikonsumsi di tengah waktu makan. Selain memberikan pilihan bergizi, makan buah di tengah waktu makan juga bisa memberikan manfaat lain sesuai dengan fungsinya masing-masing.

    Misalnya, memakan jeruk di tengah waktu makan dapat membantu meningkatkan penyerapan zat besi karena kandungan vitamin C yang tinggi. Atau, makan pisang di tengah waktu makan dapat memoderasi lonjakan gula darah.

    Artikel ini sudah tayang di CNN Indonesia dengan judul “Apa yang Terjadi pada Tubuh saat Makan Buah Setelah Makan Nasi?”

    (sob/adr)

    Sumber : food.detik.com

    Alhamdulillah Makanan Minuman Sehat Di JumatBerkah.Com اللهم صل على محمد
    Source : unsplash.com / Eater Collective