Tag: efek makan ikan

  • Tak Doyan Makan Ikan? Ini Efeknya untuk Kesehatan


    Jakarta

    Tidak banyak orang menyukai ikan, bahkan ada yang tidak pernah mencobanya. Padahal, ikan mengandung banyak nutrisi. Lantas, apa efeknya jika tidak pernah makan ikan?

    Ikan merupakan salah satu jenis makanan super yang menawarkan banyak manfaat. Terutama, jenis ikan berlemak, seperti salmon, tuna, sampai sarden.

    Jenis-jenis ikan itu mengandung asam lemak omega-3 atau lemak tak jenuh yang baik untuk fungsi tubuh dan otak optimal. Konsumsi ikan ini juga dapat menurunkan risiko banyak penyakit.


    Oleh karena itu, sangat disayangkan jika ada seseorang yang tidak pernah makan ikan. Pakar kesehatan pun sempat menjelaskan potensi risiko pola makan tanpa ikan.

    Untuk mengetahuinya lebih lanjut, simak penjelasan berikut, seperti yang dirangkum dari livestrong.com (04/01).

    1. Manfaat ikan

    5 Tips Konsumsi Ikan dengan Aman Agar Maksimal KhasiatnyaIkan merupakan salah satu makanan yang mengandung manfaat kesehatan. Foto: Getty Images/tc397

    Sebelum mengetahui efek pola makan tanpa ikan, ketahui dulu manfaat konsumsi ikan.

    Seperti yang disebutkan sebelumnya, ikan seperti salmon, mackerel, hingga sarden mengandung asam lemak omega-3. Terdapat dua jenis omega-3 yang bisa ditemukan, seperti asam eicosapentaenoic (EPA) dan docosahexaenoic acid (DHA).

    Kedua jenis omega-3 itu bermanfaat untuk kesehatan otak, mata, dan sistem saraf.

    Oleh karena itu, menurut May Clinic, mengonsumsi dua porsi sebesar 3 ons ikan setiap minggu dikaitkan dengan penurunan risiko penyakit jantung.

    2. Nutrisi dari ikan dan efeknya jika tidak terpenuhi

    5 Tips Konsumsi Ikan dengan Aman Agar Maksimal KhasiatnyaMakan ikan bisa memenuhi kebutuhan nutrisi esensial. Foto: Getty Images/tc397

    Selain asam lemak omega-3, ikan juga mengandung banyak nutrisi penting lainnya.

    Seperti vitamin D yang berfungsi sebagai kekebalan tubuh, kesehatan tulang, dan pengaturan gula darah. Ikan juga mengandung protein yang berkontribusi dalam massa otot, kesehatan kulit, dan penyembuhan luka.

    Ikan juga mengandung kalsium yang penting untuk kesehatan tulang, gigi, saraf, dan otot.

    Jika tidak makan ikan, kamu mungkin tidak mengalami kekurangan protein karena bisa didapat dari makanan lain. Namun, menurut Livestrong, seseorang akan kekurangan vitamin D dan omega-3 yang berasal dari makanan ini.

    Seiring berjalannya waktu, kurangnya asupan nutrisi tersebut dapat menimbulkan masalah.

    Untuk mengetahui apakah makan ikan penting atau tidak bisa dilihat pada halaman selanjutnya!

    3. Apa bisa nutrisinya diganti yang lain?

    Untuk asupan protein, tentu bisa didapat dari beberapa jenis protein lainnya, seperti ayam, daging, atau makanan laut lainnya.

    Namun, asupan EPA dan DHA tidak bisa ditemukan dari jenis makanan lain. Asam lemak ini hanya ditemukan pada ikan.

    Anna Brown, RD, ahli gizi di Brooklyn, USA, merekomendasikan agar para vegetarian atau vegan yang tidak mengonsumsi ikan atau makanan laut bisa menikmati suplemen omega-3 non-ikan. Biasanya terbuat dari rumput laut atau alga.

    Vitamin D adalah komponen lain dari ikan berlemak yang sulit ditemukan di makanan lain. Untungnya, mengonsumsi kuning telur secara teratur dan mendapat paparan sinar matahari adalah cara tepat untuk meningkatkan kadar vitamin D.

    4. Apakah buruk jika tidak makan ikan?

    ilustrasi tumis salmonSebenarnya tidak begitu buruk jika tidak makan ikan, tetapi lebih disarankan. Foto: Getty Images/iStockphoto/gbh007

    Sebenarnya tidak begitu buruk. Meskipun Dietary Guidelines for Americans merekomendasikan makan kan dua kali seminggu, tetapi jika tidak mengikutinya bukan berarti kesehatanmu buruk.

    Brown mengungkap, “Tidak apa-apa untuk tidak makan makanan laut, tetapi penting untuk menambah atau mengonsumsi sumber alternatif omega-3, kalsium, dan vitamin D.”

    (aqr/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • Sumber Protein Sehat, Tapi Ini 4 Risiko Makan Ikan Berlebihan

    Sumber Protein Sehat, Tapi Ini 4 Risiko Makan Ikan Berlebihan


    Jakarta

    Ikan terkenal sebagai sumber protein sehat, tapi ternyata mengonsumsinya berlebihan juga bisa berefek negatif untuk tubuh. Mulai dari paparan merkuri hingga risiko alergi.

    Ikan sering disebut sebagai salah satu makanan tersehat di dunia. Ikan kaya asam lemak omega 3 yang menyehatkan, sumber protein minim lemak, hingga mengandung berbagai vitamin penting untuk kesehatan tubuh.

    Dikutip dari Times of India (27/8/2025), rutin konsumsi ikan dikaitkan dengan manfaat sehat. Mulai dari menyehatkan jantung, meningkatkan fungsi otak, dan kesehatan secara umum.


    Namun, seperti hal lain yang tidak bagus jika berlebihan, maka konsumsi ikan pun begitu. Bagi beberapa orang, ikan bisa memicu alergi hingga menyebabkan kenaikan berat badan jika tidak dikonsumsi dengan tepat.

    Berikut risiko makan ikan berlebihan untuk kesehatan:

    1. Paparan merkuri berlebih

    Salah satu hal utama yang disorot dari konsumsi ikan berlebihan adalah paparan merkuri berlebih. Ikan laut ukuran besar, seperti tuna, makarel, dan ikan todak, sering kali tinggi kandungan merkuri. Hal ini lantaran bioakumulasi dalam rantai makanan mereka.

    Ketika jenis ikan tersebut dikonsumsi berlebihan, maka paparan merkuri yang lambat laun menumpuk di tubuh, akan memicu komplikasi kesehatan. Sebuah studi yang dipublikasikan dalam Scientific Reports menemukan konsumsi 1 porsi ikan tuna kalengan (80 gram untuk orang dewasa, 40 gram untuk anak-anak) tidak meningkatkan risiko kesehatan, tetapi risikonya meningkat jika jumlahnya lebih dari itu.

    Efek kelebihan merkuri dalam tubuh adalah merusak sistem saraf dan menyebabkan masalah neurologis, seperti kehilangan memori, tremor, hingga sulit konsentrasi. Bahkan bisa memicu gangguan mood seperti depresi dan rasa resah. Pakar kesehatan pun merekomendasikan tidak terlalu banyak makan ikan tinggi merkuri dan konsumsi ikan pada porsi secukupnya.

    2. Risiko keracunan makanan

    Tragis! Orang-orang Ini Tewas karena Alergi dan Keracunan MakananFoto: Getty Images/Doucefleur

    Risiko lain dari kebanyakan makan ikan adalah keracunan makanan, apalagi jika ikan tidak disimpan atau dimasak dengan tepat. Ikan termasuk bahan makanan segar yang mudah terkontaminasi bakteri, parasit, atau toksin.

    Risiko keracunan ikan semakin tinggi saat dimakan dalam keadaan basi, mentah, atau kurang matang. Efeknya bisa nyeri perut, diare, mual, muntah, sampai demam.

    Beberapa jenis ikan juga dapat menjadi tempat berkembang biaknya parasit seperti cacing pita. Risiko ini semakin besar saat ikan tidak dimasak matang sempurna. Perhatikan juga konsumsi ikan segar dan mentah, seperti sashimi. Pastikan mendapatkannya dari sumber terpercaya agar tidak menimbulkan risiko keracunan makanan.

    3. Alergi

    Pada beberapa orang, konsumsi ikan bisa memicu reaksi alergi. Ada yang baru terasa ketika memakannya dalam jumlah banyak, tapi ada juga yang sudah mendapati efek alergi meski baru makan sedikit ikan.

    Gejala alergi yang muncul bisa berupa ruam kulit, gatal, bengkak, biduran, dan kesulitan bernapas. Karena itu, mereka yang sudah tahu alergi ikan, harus menghindari konsumsi ikan sepenuhnya atau mengonsumsinya degan bijak.

    4. Kenaikan berat badan

    A close-up view of a young woman standing on a weighing scale, focusing on her feet and the display as she checks her weight. The scene highlights the importance of health and self-awareness in maintaining a balanced lifestyle.Foto: Getty Images/Thai Liang Lim

    Ikan menyehatkan ketika diolah dengan cara tepat, seperti dikukus atau dipanggang. Hindari makan ikan yang digoreng dalam banyak minyak atau ikan berlapis tepung karena bisa meningkatkan asupan kalori dan lemak tak sehat pada tubuh.

    Jika hal tersebut dilakukan, maka bukan tidak mungkin berat badan akan bertambah. Disertai peningkatan risiko kenaikan kolesterol dan risiko penyakit jantung. Ikan lebih baik diolah dengan cara yang lebih sehat dan minim minyak agar nutrisinya tidak sia-sia.

    (adr/adr)



    Sumber : food.detik.com