Tag: efek makan sayuran

  • Hati-hati! 5 Sayuran Ini Berbahaya Bagi Kesehatan Jika Dikonsumsi Mentah


    Jakarta

    Meskipun sayuran sehat dan bermanfaat untuk tubuh, tetapi perlu diperhatikan konsumsinya. Pasalnya, ada sejumlah sayuran yang sebaiknya jangan dikonsumsi mentah.

    Sayuran merupakan salah satu makanan yang menawarkan nutrisi dan khasiat bagi kesehatan tubuh secara keseluruhan. Setiap hari, seseorang pun dianjurkan untuk mengonsumsi sayuran.

    Namun, konsumsi sayuran tetap perlu diperhatikan. Sejumlah orang mungkin suka mengonsumsi sayuran mentah karena diyakini bisa memberikan nutrisi yang utuh, sehingga bisa mengurangi risiko beberapa macam penyakit dan memberi energi lebih banyak.


    Terlepas dari itu, sebenarnya tidak semua sayuran baik dinikmati dalam bentuk mentah. Sebab, ada sejumlah sayuran mentah yang bisa menimbulkan risiko kesehatan.

    Deepika Jayaswal, ahli gizi mengungkap, konsumsi sayuran mentah dapat menyebabkan masalah pencernaan dan membuat seseorang yang mengonsumsinya terkena bakteri.

    Oleh karena itu, merangkum healthshots.com (06/12), sebaiknya jangan konsumsi 5 sayuran ini secara mentah!

    1. Kentang

    kentangKentang mengandung solanin yang bisa berbahaya jika dikonsumsi mentah. Foto: Getty Images/KatarzynaBialasiewicz

    Kentang termasuk ke dalam jenis sayur-sayuran yang sebaiknya tidak dikonsumsi mentah. Di dalam kentang mentah terdapat solanin, racun alami yang bisa berbahaya bila dikonsumsi dalam jumlah banyak. Jika kentang mentah dimakan, bisa menyebabkan masalah pencernaan, seperti muntah, diare, dan sakit perut.

    Kentang mentah sulit dicerna dan dapat menyebabkan rasa tidak nyaman di perut, mulai dari kram perut hingga kembung.

    Oleh sebab itu, perhatikan cara memasak kentang yang benar. Memasak kentang dalam suhu tinggi akan memecah solanin. sehingga aman dikonsumsi.

    2. Kubis

    Daun KubisKubis juga sebaiknya dimasak terlebih dahulu agar menghindari paparan bakteri dan sulfur berbahaya. Foto: iStock

    Kubis mungkin terlihat lebih segar jika dikonsumsi dalam keadaan mentah. Kubis juga cocok dipadukan sebagai campuran salad hingga sandwich. Namun, konsumsi kubis dalam keadaan mentah bukanlah pilihan tepat.

    Kubis mengandung bakteri berbahaya, seperti E.coli atau salmonella. Kubis juga mengandung sulfur yang dapat menyebabkan penyakit kembung, ber gas, dan rasa tidak nyaman dalam sistem pencernaan.

    Memasak kubis secara benar bisa menghilangkan potensi risiko ini.

    Daftar sayuran lain yang bahaya jika dikonsumsi mentah bisa dilihat pada halaman selanjutnya!

    3. Terong

    Eggplant purple from marketTerong bisa diolah menjadi sebuah masakan sederhana dan lebih aman daripada dimakan mentah. Foto: Getty Images/iStockphoto/nuttakit

    Beberapa orang mungkin senang makan terong mentah. Namun, terong juga termasuk ke dalam sayuran yang berbahaya jika dikonsumsi secara mentah.

    Sama seperti kentang, terong mengandung solanin yang dapat menyebabkan seseorang merasa mual, muntah, dan terkena masalah pencernaan lainnya.

    Dengan memasak terong secara menyeluruh, ini mampu menghilangkan solanin, juga meningkatkan rasa dan teksturnya. Terong bisa dimasak dengan berbagai cara, mulai dari memanggang, menumin, hingga menggorengnya.

    4. Bayam

    UGC Resep DetikfoodBayam juga lebih baik dimasak terlebih dahulu karena jika dimakan mentah bisa berbahaya. Foto: detik

    Mengonsumsi bayam memang memberikan manfaat kesehatan karena bayam mengandung protein, zat besi, vitamin, dan mineral yang dibutuhkan tubuh. Namun, bayam sebaiknya dikonsumsi secara matang.

    Bayam terkadang membawa bakteri E.Coli yang menyebabkan sakit perut dan masalah pencernaan lainnya. Konsumsi bayam mentah juga berisiko karena daunnya bisa aya terkontaminasi E.Coli atau bakteri lain.

    Oleh karena itu, memasak bayam menjadi pilihan tepat untuk mencegah pertumbuhan bakteri E.Coli. Ini juga mampu melepaskan lebih banyak nutrisi untuk diserap dalam tubuh.

    5. Brokoli

    Brokoli juga termasuk ke dalam sayuran bergizi. Namun, nutrisi brokoli akan lebih mudah dicerna atau diserap ketika mereka dimasak.

    Brokoli yang dikukus atau ditumis sebentar akan menjaga nilai gizinya, sekaligus mengurangi risiko masalah pencernaan, seperti perut bergas dan kembung.

    Jika konsumsi brokoli dalam keadaan mentah, itu justru meningkatkan gangguan sistem pencernaan karena, brokoli mentah sulit dicerna. Sebaliknya, brokoli yang sudah dimasak dengan tepat menghasilkan zat glukosinolat yang bermanfaat untuk mencegah penyakit kanker.

    (aqr/odi)



    Sumber : food.detik.com

  • Hati-Hati! 5 Sayuran Ini Bisa Picu Peradangan dengan Kondisi Tertentu

    Hati-Hati! 5 Sayuran Ini Bisa Picu Peradangan dengan Kondisi Tertentu


    Jakarta

    Tidak semua konsumsi sayuran memberikan manfaat bagi kesehatan. Pasalnya, beberapa jenis sayuran bisa menimbulkan efek samping peradangan pada orang dengan kondisi tertentu.

    Sayuran dikenal sebagai makanan menyehatkan karena didalamnya terkandung banyak nutrisi, termasuk serat, vitamin, dan antioksidan.

    Bahkan, setiap hari seseorang disarankan untuk mengonsumsi setidaknya 5 porsi sayur dan buah dengan total 400 gram.


    Meskipun begitu, jenis sayuran yang dikonsumsi juga perlu diperhatikan. Pasalnya, ada sejumlah sayuran yang menyebabkan peradangan.

    Peradangan merupakan respon tubuh terhadap zat berbahaya, seperti virus, saat sistem kekebalan tubuh mencoba memperbaiki masalah dan menyembuhkan sel yang rusak.

    Peradangan jangka pendek dapat membantu melindungi tubuh, tetapi peradangan kronis bisa menyebabkan masalah kesehatan lainnya.

    Selain itu, peradangan juga bisa mengakibatkan rasa tidak nyaman dan memperburuk gejala autoimun pada beberapa orang.

    Untuk menghindari efek peradangan, sebaiknya orang dengan kondisi kesehatan tertentu, perlu menghindari konsumsi beberapa jenis sayuran.

    Melansir health.com (03/02/2025), berikut daftar sayuran yang konsumsinya picu peradangan pada beberapa kondisi:

    1. Terong

    manfaat konsumsi terongTerong kaya akan nutrisi tetapi bisa sebabkan peradangan pada beberapa orang. Foto: Getty Images/iStockphoto/

    Sayuran berwarna ungu ini tinggi antioksidan, vitamin, dan serat yang berpotensi baik untuk kesehatan tubuh.

    Namun, makan terong dapat menyebabkan peradangan pada penderita artritis reumatoid (peradangan pada sendi yang terjadi akibat gangguan autoimun).

    Terong mengandung solanin, yang dapat menyebabkan kerusakan tulang dan sendi. Penelitian yang disebut situs health.com menyebut solanin bisa memperburuk gejala kondisi kesehatan seperti radang sendi dan penyakit autoimun lainnya.

    Oleh karena itu, mereka yang sensitif atau punya masalah autoimun lebih baik membatasi atau menghindarinya.

    2. Tomat

    7 Fakta Tomat yang Keliru, Tergolong Sayuran dan Disimpan di KulkasKonsumsi tomat juga bisa sebabkan peradangan kronis karena kandunggan solaninnya. Foto: Daily Meal

    Tomat juga bisa menyebabkan peradangan kronis. Di dalamnya terkandung alkaloid, seperti solanin yang dapat memicu respon peradangan pada beberapa orang.

    Mereka yang sensitif atau punya penyakit autoimun artritis reumatoid dapat mengalami peradangan usai makan tomat.

    Ketika kadar purin yang menjadi pemicu asam urat tinggi, hal tersebut bisa membentuk kristal di sekitar persendian, dan akhirnya menyebabkan peradangan dan nyeri sendi.

    Kandungan asam pada tomat juga bisa mengiritasi saluran pencernaan, menyebabkan peradangan dalam usus.

    Daftar sayuran lain yang bisa sebabkan peradangan dapat dibaca pada halaman selanjutnya!

    3. Kentang

    KentangKandungan solanin pada kentang bisa memberikan efek peradangan. Foto: Getty Images/elenaleonova

    Pada sebagian orang, kentang juga bisa menyebabkan peradangan.

    Di dalamnya terkandung solanin, yang bisa memicu respon peradangan, terutama pada orang dengan riwayat sendi.

    Penelitian yang disebut situs health.com juga menemukan solanin dapat memperburuk kerusakan tulang dan sendi melalui efeknya pada kalsium dalam tubuh.

    Selain itu kentang dianggap sebagai makanan dengan kandungan indeks glikemik tinggi. Bisa meningkatkan kadar gula darah dengan cepat. Lonjakan kadar gula darah memiliki efek peradangan.

    Oleh karena itu, menyesuaikan porsi kentang menjadi hal penting supaya mampu mengurangi lonjakan gula darah dan peradangan.

    4. Paprika

    Paprika dikenal sebagai sayur yang kaya akan vitamin, mineral, dan serat. Sayangnya, mereka juga mengandung senyawa yang dapat menimbulkan peradangan.

    Paprika mengandung capsaicin dan solanin. Capsaicin merupakan zat yang menyebabkan rasa pedas pada cabai. Zat ini dapat menyebabkan ketidaknyamanan pada penderita sindrom iritasi usus besar (IBS) atau gangguan gastrointestinal lainnya.

    Kandungan solanin di dalamnya juga telah dikaitkan dengan peradangan, terutama bagi mereka yang punya riwayat radang sendi.

    5. Cabai

    cabai merahKonsumsi cabai juga perlu dperhatikan karena bisa sebabkan peradangan. Foto: Getty Images

    Di dalam cabai terkandung zat disebut capsaicin yang memiliki efek pedas. Namun, capsaicin ini dapat menyebabkan gangguan gastrointestinal bagi sebagian orang.

    Capsaicin melepaskan zat kimia yang menyebabkan peradangan dan memicu terjadinya iritasi gastrointestinal.

    Menurut BfR, penelitian pada manusia juga menunjukkan bahwa capsaicin dalam dosis tinggi bisa menyebabkan sejumlah gejala, seperti mulas, refluks asam, mual, diare, serta nyeri pada perut dan dada.

    Orang yang rentan terhadap refluks asam atau dengan kondisi usus lainnya perlu membatasi asupan cabai. Kalau tidak, pilih alternatif cabai lain yang punya tingkat pedas lebih ringan.

    Sesuaikan juga ukuran porsi sesuai kebutuhan dan toleransi masing-masing.

    (aqr/adr)



    Sumber : food.detik.com