Tag: gari

  • Acar Jahe Populer di Resto Sushi, Apakah Menyehatkan?


    Jakarta

    Acar jahe jadi pelengkap populer di resto sushi. Banyak orang menyukainya, lalu apakah konsumsi acar jahe ini menyehatkan? Begini faktanya.

    Pencinta sushi pasti sudah tidak asing dengan acar jahe yang kerap tersedia di meja-meja restoran sushi. Acar jahe menjadi salah satu condiment selain bubuk cabai dan kecap Jepang yang disediakan.

    Dalam bahasa Jepang, acar jahe disebut gari. Proses pembuatannya adalah jahe muda diiris tipis-tipis kemudian dibumbui gula dan cuka. Selanjutnya dibiarkan untuk proses fermentasi.


    Pemilihan jahe muda bukan tanpa alasan karena jahe ini memiliki tekstur yang masih lembut dan rasanya lebih manis. Saat selesai difermentasi, jahe muda juga menghasilkan warna lebih cantik yaitu merah muda.

    Acar jahe tidak untuk dimakan bersama sushi

    Acar Jahe Populer di Resto Sushi, Apakah Menyehatkan?Acar jahe disajikan bersama sushi, tapi tidak untuk dimakan bersamaan. Foto: Getty Images/iStockphoto/MelanieMaya

    Banyak orang masih keliru dalam mengonsumsi acar jahe. Mereka beranggapan acar jahe adalah pelengkap sehingga bisa dimakan bersamaan dengan sushi.

    Praktek itu memang tidak masalah, tapi sebenarnya kurang tepat. Sebab acar jahe punya fungsi lain. Hal ini disampaikan seorang chef, Jeff Osaka.

    Melansir Mashed (24/1/2023), chef Jess menjelaskan acar jahe berfungsi membersihkan langit-langit mulut di antara setiap jeda makan sushi. Harapannya, mulut kembali merasa segar dan dalam kondisi netral untuk menerima peralihan rasa jika makan jenis sushi berbeda dalam sekali waktu makan.

    Chef Jeff mengungkap jika gari diletakkan di atas sushi akan menutupi rasa lembut ikan yang dimakan, apalagi sebagian besar sushi dikonsumsi dalam keadaan mentah.

    Baca halaman selanjutnya untuk tahu manfaat acar jahe.

    Acar jahe punya manfaat sehat

    Di balik fungsinya yang penting untuk menetralkan mulut usai makan sushi, konsumsi acar jahe juga memiliki manfaat. Beberapa penelitian menunjukkan konsumsi acar berbasis cuka membantu mengatur kada gula darah, yang baik untuk penderita diabetes, seperti dikutip dari South China Morning Post (13/12/2023).

    Namun konsumsi acar jahe biasanya hanya dalam jumlah sedikit, mengingat di resto sushi saja hanya jadi condiment. Karenanya manfaat sehat yang dirasakan mungkin hanya sedikit.

    Jahe yang merupakan bahan utama pembuatan acar ini sejak lama terkenal sebagai rempah kaya khasiat. Jahe mengandung banyak vitamin dan zat gizi lain, termasuk vitamin C, vitamin B tiamin, riboflavin, dan niacin.

    Jahe juga kaya mineral seperti zat besi, kalsium, dan fosfor. Tak ketinggalan senyawa bioaktif bernama gingerol. Senyawa ini bersifat antiinflamasi, antivirus, dan agen antioksidan.

    Apakah nutrisi jahe hilang saat dijadikan acar?

    GariGari atau acar jahe tetap mengandung manfaat jahe pada umumnya. Foto: Getty Images/iStockphoto/AG

    Proses penambahan gula dan cuka pada pembuatan acar jahe menimbulkan pertanyaan, bagaimana dengan nutrisinya?

    Ternyata beberapa vitamin larut air yang terkandung pada jahe akan hilang selama proses pembuatan. Namun zat gizi lain yang ada pada jahe tidak akan terpengaruh.

    Produce for Better Health Foundation di Amerika Serikat mengungkap acar jahe yang sudah didinginkan dapat bertahan di kulkas selama 2-3 minggu, tapi acar jahe yang disimpan dalam wadah tertutup rapat di kulkas dapat bertahan selama beberapa bulan.

    Acar jahe juga bisa menjadi pilihan menu diet yang kaya rasa dan rendah kalori. Jika mungkin, pilih acar jahe yang dibuat dengan paling sedikit bahan tambahan. Atau parut jahe segar kemudian makan langsung.

    (adr/odi)



    Sumber : food.detik.com

  • Menyusuri Kemang Raya, Kawasan Elite yang Masuk Daftar Kawasan Terkeren di Dunia

    Menyusuri Kemang Raya, Kawasan Elite yang Masuk Daftar Kawasan Terkeren di Dunia



    Jakarta

    Kawasan Kemang, Jakarta Selatan, tengah jadi sorotan usai masuk dalam daftar ‘kawasan paling keren dunia tahun 2025’ versi Time Out. Namun, tak semua warga Jakarta tahu bahwa kawasan ini kini dianggap salah satu yang paling keren di dunia.

    Kemang menduduki urutan ke 28 dari 39 kawasan paling keren dunia. Namun, tak semua warga Jakarta tahu bahwa kawasan ini kini dianggap salah satu yang paling keren di dunia.

    Kamis (16/10/2025), detikTravel menelusuri salah satu kawasan di Kemang, yaitu Jalan Kemang Raya yang dianggap sebagai poros utama kawasan itu. Sepanjang jalan, suasana sibuk terlihat saat malam hari. Deretan mobil mewah tampak berjejer di depan restoran, bar, dan hotel yang berjajar di sepanjang trotoar.


    Di sisi lain, kehidupan sederhana juga masih terasa. Pedagang kaki lima tampak berjualan di pinggir jalan, menawarkan jajanan khas yang ramai diburu pengunjung.

    “Aku belum tahu kalau Kemang masuk kawasan keren dunia, ya. Aku ke sini cuma buat jajan di kaki lima sih,” kata Eva, salah satu pengunjung yang ditemui di kawasan Kemang Raya.

    Eva mengaku sering mampir ke daerah ini hanya untuk menikmati suasana dan kuliner kaki lima. “Biasanya aku beli jajanan aja, pernah juga ke Kampung Kemang di seberang sana,” dia menambahkan.

    Menurutnya, mungkin yang membuat Kemang terkesan ‘keren’ adalah banyaknya tempat elit yang berdiri di kawasan ini. “Masuk kawasan keren mungkin karena tempat-tempatnya kali, ya, yang elit,” ujarnya sambil tersenyum.

    Pernyataan serupa diungkapkan Audina, warga yang malam itu tengah duduk santai di trotoar Kemang. “Suasananya sih biasa aja, jalan biasa, tapi di sini banyak banget tempat elit kayak hotel, bar, restoran luar negeri,” kata Audina.

    Audina juga sempat mencicipi salah satu restoran Korea di kawasan itu. “Harganya lumayan sih, makanan di atas Rp 50 ribu ke atas,” jelasnya.

    Selain restoran Korea, di Kemang juga berjejer kafe bergaya modern, toko fashion, spa perawatan tas, hingga Plaza 88, kampung Kemang. Tak jauh dari situ, juga ada restoran khas Indonesia, yaitu makanan padang sate Madura yang menambah warna kuliner kawasan ini. Di kawasan Jalan Kemang Raya juga ada area food court, cocok bagi detikers yang ingin berkuliner di kawasan Kemang.

    Meski banyak yang menganggap Kemang sebagai kawasan hits dan berkelas, sebagian warga Jakarta justru heran dengan predikat ‘kawasan terkeren dunia’ yang disematkan oleh Time Out.

    “Kalau soal keren, mungkin karena tempatnya yang banyak dikunjungi orang kelas menengah atas, suasananya sendiri kayak jalanan biasa atau tempat biasa yang di Jakarta,” kata Audina.

    Apa pun alasannya, Kemang memang punya daya tarik tersendiri, perpaduan antara modernitas, gaya hidup urban, dan kehangatan khas Jakarta yang tak pernah hilang.

    Sejarak Kemang

    Dalam arsip detik.com, nama Kemang itu adalah nama pohon. Dalam kbbi disebutkan bahwa kemang adalah pohon dengan kulit batang berwarna abu-abu dan pecah-pecah, tinggi 20-40 m, bunganya terdapat dalam malai, menyerupai bunga mangga, berwarna ungu tua, bagian tepi berwarna putih, buahnya besar berbentuk seperti avokad dan tidak simetris, berwarna kecokelat-cokelatan, daging buah berwarna kuning kotor mengandung banyak cairan dan rasanya asam manis

    Sejarawan JJ Rizal mengungkapkan kawasan Kemang dulu memang identik dengan pepohohon yang hijau. Kemang juga disebut sebagai tempat yang berlembah.

    “Karena menilik dari nama tempatnya kan itu nama pohon, pohon kemang (Mangifera kemanga caecea). Sejenis mangga. Tapi ada sumber yang menyebutkan itu kawasan yang berlembah-lembah. Basah, rumahnya air,” kata JJ Rizal dalam arsip detikcom pada 2021.

    JJ Rizal menjelaskan bahwa Kemang dibangun berdasarkan masterplan di era Wali Kota Soediro yang menjabat pada 1953-1960. Masterplan ini menjadi rujukan Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin. Kemang, menjadi salah satu kawasan hijau untuk mengatasi banjir.

    “Sebagai dataran yang rendah dan dekat kali, itu memang dalam masterplan tahun 1965 dan 1985. Masterplan ini mengadopsi masterplan yang dibuat Wali Kota Soediro. Masterplan yang dibuat sama Bang Ali ini mengacu kepada masterplan Wali Kota Soediro yang mengacu kepada aturan kolonial juga,” kata dia.

    “Karena masalah banjir menetapkan kawasan di sekitar Tanjung West (Tanjung Barat) itu sebagai green belt atau sabuk hijau. Itu yang harus jadi kawasan hijau, kawasan resapan air,” dia menambahkan.

    Kemang Sebelum Pandemi

    Sebelum wabah Covid-19, Kemang adalah salah satu kawasan yang ‘lebih hidup’ di malam gari. Area itu merupakan salah satu pusat nongkrong, kuliner mewah dan street food, juga kelab malam.

    Dalam arsip CNNIndonesia disebutkan bahwa Kemang adalah kawasan ikonik bagi kalangan muda-mudi sejak tahun 90-an. Saat itu, trotoar belum selebar dan sebagus kini, namun di situlah pedagang kaki lima berderet sejak sore. Pengunjung ramai seiring waktu makin malam.

    Di Kemang berjejer beragam jenis tempat usaha, mulai dari hotel, bank, restoran, kafe, salon, hingga toko-toko yang menyajikan berbagai kebutuhan bagi kalangan kelas menengah ke atas Jakarta. Bahkan, sekolah dan perguruan tinggi berstatus internasional ada di sana.

    Dinamisnya pembangunan bisnis di kawasan Kemang juga semakin menjadi, tatkala Kemang didaulat sebagai ‘Kampung Modern’ berdasarkan Surat Keputusan Gubernur DKI Jakarta Nomor 140 Tahun 1999.

    Selain destinasi muda-mudi, kawasan Kemang menjadi magnet bagi ekspatriat yang bekerja di Indonesia. Selain banyak tempat hiburan, kebanyakan ekspatriat memilih tinggal di kawasan Kemang lantaran dekat dengan sejumlah pusat perkantoran Jakarta, seperti Sudirman, Kuningan, dan Menteng.

    (fem/fem)



    Sumber : travel.detik.com