Tag: geografi

  • 10 Gunung Tertinggi di Dunia, Nomor 1 Everest atau Bukan?

    10 Gunung Tertinggi di Dunia, Nomor 1 Everest atau Bukan?


    Jakarta

    Sering menjadi perdebatan kalau gunung tertinggi di dunia bukanlah puncak Everest, karena terdapat gunung lain yang lebih tinggi dibanding Everest. Namun, nyatanya takhta Everest sebagai gunung tertinggi di dunia belum terbantahkan.

    Everest memiliki ketinggian 8.849 meter. Meski begitu, jika dihitung dari dasar gunung, ada gunung lain yang lebih tinggi, seperti Mauna Kea di Hawaii yang mencapai 10.210 meter.

    Artikel ini akan membahas 10 gunung tertinggi dunia versi WorldAtlas. Cek selengkapnya!


    10 Gunung Tertinggi di Dunia

    1. Gunung Everest – 8.849 Meter (Nepal/Tibet – Cina)

    Gunung Everest, yang dikenal sebagai “Chomolungma” di Tibet dan “Sagarmatha” di Nepal, adalah puncak tertinggi di dunia. Terletak di perbatasan Nepal dan Tibet, gunung ini pertama kali didaki pada 29 Mei 1953 oleh Sir Edmund Hillary dan Tenzing Norgay. Pendakian Everest menjadi simbol pencapaian manusia dalam menaklukkan alam.

    2. K2 (Godwin-Austen) – 8.611 Meter (Pakistan/Cina)

    K2, yang dijuluki “Savage Mountain”, adalah gunung kedua tertinggi di dunia. Terletak di Pegunungan Karakoram, Pakistan, K2 terkenal karena medan pendakiannya yang ekstrem dan tingkat kesulitan yang tinggi. Pendakian pertama berhasil dilakukan pada 31 Juli 1954 oleh tim Italia yang dipimpin oleh Lino Lacedelli dan Achille Compagnoni.

    3. Kangchenjunga – 8.586 Meter (Nepal/India)

    Kangchenjunga, yang berarti “Lima Harta Emas Salju”, adalah gunung tertinggi ketiga di dunia. Terletak di perbatasan Nepal dan India, gunung ini memiliki puncak yang dianggap suci oleh penduduk lokal. Pendakian pertama berhasil dilakukan pada 25 Mei 1955 oleh Joe Brown dan George Band dari Inggris.

    4. Lhotse – 8.516 Meter (Nepal/Tibet – Cina)

    Lhotse, yang berarti “Saudara Everest”, terletak sangat dekat dengan Gunung Everest. Puncaknya pertama kali didaki pada 18 Mei 1956 oleh Ernst Reiss dan Fritz Luchsinger dari Swiss. Lhotse memiliki jalur pendakian yang lebih teknis dan curam dibandingkan Everest, menjadikannya tantangan tersendiri bagi para pendaki.

    5. Makalu – 8.485 Meter (Nepal/Tibet – Cina)

    Makalu memiliki puncak berbentuk piramida tajam. Pendakian pertama berhasil dilakukan pada 15 Mei 1955 oleh Lionel Terray dan Jean Couzy dari Prancis. Medannya yang curam dan cuaca ekstrem membuatnya sangat sulit didaki.

    6. Cho Oyu – 8.188 Meter (Nepal/Tibet – Cina)

    Cho Oyu dikenal sebagai salah satu gunung 8.000-an meter yang relatif lebih mudah didaki. Pendakian pertama dilakukan pada 19 Oktober 1954 oleh tim Austria yang dipimpin oleh Herbert Tichy. Gunung ini menjadi pilihan populer bagi pendaki yang ingin menguji kemampuan mereka di ketinggian ekstrim.

    7. Dhaulagiri I – 8.167 Meter (Nepal)

    Dhaulagiri berarti “Gunung Putih” dalam bahasa Sansekerta. Terletak di Nepal tengah, gunung ini pertama kali didaki pada 13 Mei 1960 oleh tim Swiss. Medannya yang curam dan suhu ekstrem membuatnya menjadi tantangan besar bagi para pendaki.

    8. Manaslu – 8.163 Meter (Nepal)

    Manaslu, yang berarti “Gunung Jiwa” dalam bahasa Sansekerta, terletak di Nepal bagian barat. Pendakian pertama dilakukan pada 9 Mei 1956 oleh tim Jepang. Gunung ini dikenal karena jalur pendakiannya yang panjang dan medan yang menantang.

    9. Nanga Parbat – 8.126 Meter (Pakistan)

    Nanga Parbat, yang berarti “Gunung Pembunuh”, terletak di barat daya Pegunungan Himalaya, Pakistan. Pendakian pertama berhasil dilakukan pada 3 Juli 1953 oleh Hermann Buhl dari Austria. Medannya yang ekstrem dan cuaca yang tidak menentu membuatnya menjadi salah satu gunung paling berbahaya untuk didaki.

    10. Annapurna I – 8.091 Meter (Nepal)

    Annapurna I terkenal memiliki tingkat kematian pendaki tertinggi di dunia. Pendakian pertama dilakukan pada 3 Juni 1950 oleh tim Prancis yang dipimpin oleh Maurice Herzog. Gunung ini dikenal karena jalurnya yang penuh risiko, dengan lereng curam, gletser, dan cuaca ekstrem yang sulit diprediksi.

    Dikutip dari Britannica dan USGS meski Everest nomor satu dari permukaan laut, ada gunung lain yang lebih tinggi jika dihitung dari dasar gunung:

    • Mauna Kea (Hawaii): 4.205 m di atas permukaan laut, tapi total dari dasar laut hingga puncak mencapai 10.210 m.
    • Mauna Loa (Hawaii): 4.170 m di atas permukaan laut, tapi dari dasar laut tinggi totalnya 9.170 m.

    Jadi, apabila diukur dari permukaan laut, Everest nomor satu tertinggi. Sedangkan jika diukur dari dasar gunung maka Mauna Kea bisa menyalip.

    Itulah daftar 10 gunung tertinggi di dunia jika diukur dari permukaan laut. Semoga bermanfaat ya detikers!

    Penulis adalah peserta program PRIMA Magang PTKI Kementerian Agama di detikcom.

    (nah/nah)



    Sumber : www.detik.com

  • Letak Garis Khatulistiwa, Ini 13 Negara yang Dilewati

    Letak Garis Khatulistiwa, Ini 13 Negara yang Dilewati


    Jakarta

    Tahukah detikers bahwa nama negara Ekuador diambil dari kata equator alias khatulistiwa? Ya, garis nol derajat yang membagi Bumi ini bukan hanya penting secara geografis, tapi juga jadi identitas bagi beberapa negara. Yuk, simak negara-negara apa saja yang dilewati!

    Mungkin detikers sudah tak asing lagi mendengar istilah garis khatulistiwa. Garis imajiner yang terletak pada lintang nol derajat (0°) ini membagi Bumi menjadi dua bagian, yaitu belahan utara dan selatan. Panjangnya sekitar 40.075 kilometer, melewati lautan serta daratan di berbagai belahan dunia.


    Mengutip laman ensiklopedia Britannica, khatulistiwa menjadi salah satu garis lintang penting dalam geografi karena menandai wilayah dengan intensitas sinar Matahari yang relatif konstan sepanjang tahun. Inilah sebabnya daerah di sekitar khatulistiwa cenderung beriklim tropis, dengan suhu panas, curah hujan tinggi, serta siang dan malam yang hampir sama panjang.

    Negara-Negara yang Dilewati Garis Khatulistiwa

    Dikutip dari World Population Review, setidaknya ada 13 negara yang dilintasi garis khatulistiwa. Sebagian besar terletak di Afrika, sedangkan sisanya berada di Amerika Selatan serta Asia-Pasifik. Berikut daftarnya:

    1. Ekuador
    2. Kolombia
    3. Brasil
    4. São Tomé dan Príncipe
    5. Gabon
    6. Republik Kongo
    7. Republik Demokratik Kongo
    8. Uganda
    9. Kenya
    10. Somalia
    11. Indonesia (dilewati di beberapa pulau, termasuk Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, hingga pulau-pulau kecil lain)
    12. Maladewa
    13. Kiribati

    Dari total 13 negara di atas, ada 11 yang daratannya benar-benar dilintasi garis khatulistiwa. Sementara itu, di Maladewa dan Kiribati, garis nol derajat ini tidak melewati daratan, melainkan melintasi wilayah perairan di kedua negara kepulauan tersebut.

    3 Negara dengan Monumen Khatulistiwa

    Indonesia merupakan negara tropis dua musim satu-satunya di Asia Tenggara. Pontianak merupakan salah satu kota yang dilewati garis khatulistiwa dan memiliki monumen khusus yang menjadi destinasi wisata dan sarana edukasi. Pontianak juga sering dijuluki sebagai “Kota Khatulistiwa”.

    Ekuador memiliki monumen khatulistiwa bernama Mitad del Muno. Monumen tersebut dibuat sebagai penanda garis khatulistiwa serta ramai dikunjungi wisatawan.
    Uganda juga memiliki monumen penanda garis khatulistiwa. Monumen ini bertempat di Kota Kayawabe dan sekaligus menjadi ikon wisata setempat.
    Perlu diketahui bahwa negara yang terletak di garis khatulistiwa memiliki beberapa kelebihan, di antaranya:

    • Beriklim tropis, panas dan lembab. Cuaca di negara tropis cenderung hangat dan bersahabat.
    • Memiliki kekayaan biodiversitas tinggi, terutama hutan hujan tropis.
    • Dengan lama siang dan malam yang hampir sama, negara-negara khatulistiwa memiliki potensi energi surya yang cukup besar sepanjang tahunnya.

    Di sisi lain, perubahan iklim membuat panas di negara-negara khatulistiwa tidak nyaman bagi warganya untuk beraktivitas di luar ruangan pada waktu-waktu tertentu. Semoga bermanfaat ya detikers!

    (twu/twu)



    Sumber : www.detik.com

  • Urutan 7 Benua Terbesar di Dunia, Asia Nomor Satu?

    Urutan 7 Benua Terbesar di Dunia, Asia Nomor Satu?



    Jakarta

    Tahukah detikers bahwa Asia luasnya hampir sepertiga dari seluruh daratan bumi? Dengan bentang alam dari Timur Tengah hingga Jepang, Asia masih jadi benua terbesar di dunia.

    Data resmi dari Guinness World Records mencatat, Asia masih memegang gelar benua terbesar dengan luas mencapai 44,5 juta kilometer persegi. Jika dibandingkan dengan luas benua lain yang ada di bumi, Asia mengungguli benua lain seperti Afrika.

    Asia bukan hanya unggul dalam ukuran wilayah, tetapi juga jumlah penduduk. Lebih dari 4,7 miliar orang atau sekitar 60% populasi dunia tinggal di benua ini, sebagaimana dilansir Live Science.


    Fakta ini membuat Asia tidak hanya besar secara geografis, tetapi juga berpengaruh besar dalam hal budaya, ekonomi, dan politik global. Meski demikian, definisi “benua” seringkali berbeda-beda.

    Misalnya ada yang menggabungkan Asia dan Eropa menjadi satu kawasan bernama Eurasia. Namun model tujuh benua yang umum digunakan tetap menempatkan Asia sebagai benua terbesar.

    Urutan 7 Benua Terbesar Berdasarkan Luasnya

    Selain Asia, berikut perbandingan benua lain berdasarkan luas wilayah:

    1. Asia

    Luas wilayah: sekitar 44,5 juta km²

    2. Afrika

    Luas wilayah: sekitar 30 juta km²

    3. Amerika Utara

    Luas wilayah: sekitar 24 juta km²

    4. Amerika Selatan

    Luas wilayah: sekitar 17,8 juta km²

    5. Antarktika

    Luas wilayah: sekitar 14 juta km²

    6. Eropa

    Luas wilayah: sekitar 10 juta km²

    7. Australia

    Luas wilayah: sekitar 9 juta km²

    Jika dibandingkan, luas Asia hampir dua kali lipat benua Amerika Utara. Kemudian lebih dari lima kali lipat Australia yang menjadi benua terkecil.

    Jadi Rumah bagi Negara-negara Terpadat di Dunia

    Asia dihuni oleh negara-negara dengan penduduk terpadat di dunia. China dan India sebagai pemuncak populasi terbanyak di dunia, berada di Asia. Kemudian ada Indonesia, yang juga salah satu negara dengan jumlah penduduk terbanyak di dunia.

    Selain itu, cincin api Pasifik melintasi wilayah di Asia seperti Jepang, Indonesia, hingga Filipina. Kondisi ini yang membuat negara-negara di Asia memiliki banyak gunung berapi aktif.

    Di Asia, juga terdapat lanskap terkenal seperti pegunungan Himalaya, gurun Gobi, hingga hutan tropis Asia Tenggara.

    *Penulis adalah peserta magang Program PRIMA Magang PTKI Kementerian Agama

    (faz/faz)



    Sumber : www.detik.com

  • Perbedaan Benua dan Negara, Mulai dari Ukuran hingga Fungsinya

    Perbedaan Benua dan Negara, Mulai dari Ukuran hingga Fungsinya



    Jakarta

    Pernah dengar orang bilang, “Afrika itu suatu negara”? Sebenarnya, pernyataan itu keliru. Afrika bukan negara melainkan sebuah benua, yang terdiri dari 54 negara berbeda dengan budaya, bahasa, dan pemerintahan masing-masing.

    Jadi, apa sebenarnya perbedaan antara benua dan negara? Simak penjelasan lengkapnya.

    Apa Itu Benua?

    Dikutip dari National Geographic, benua adalah daratan besar yang membentang luas di permukaan bumi, termasuk pulau-pulau yang menempel di sekitarnya. Ada tujuh benua yang paling dikenal yaitu, Asia, Afrika, Amerika Utara, Amerika Selatan, Antartika, Eropa, dan Australia.


    Batas antara satu benua dan benua lain tidak selalu jelas. Contohnya, garis pemisah antara Eropa dan Asia bersifat konvensional dan historis, bukan semata-mata geografis.

    Meski begitu, konsep benua tetap berguna untuk memahami peta dunia, pembagian wilayah, dan fenomena geografi global, demikian dilansir UN M49.

    Apa Itu Negara?

    Dilansir dari Modern Diplomacy bahwa negara, berbeda dengan benua, adalah entitas politik yang memiliki pemerintahan, populasi permanen, wilayah yang diakui, dan kedaulatan. Contohnya Indonesia, Jepang, atau Nigeria.

    Negara bisa berada di satu benua saja, atau bahkan membentang di dua benua sekaligus seperti Rusia (Eropa dan Asia) dan Turki (Eropa dan Asia Minor).

    Selain itu, klasifikasi negara juga penting dalam statistik dan literasi global. Skema M49 PBB, misalnya, membagi negara ke dalam wilayah/benua tertentu, membantu organisasi internasional mengumpulkan data ekonomi, sosial, dan demografis secara konsisten.

    Perbedaan Utama Benua dan Negara

    1. Ukuran

    Benua: Sangat besar, mencakup daratan luas dan terkadang pulau-pulau di sekitarnya.
    Negara: Lebih kecil dibanding benua, hanya mencakup wilayah administratif tertentu.

    2. Fungsi

    Benua: Digunakan untuk tujuan geografis dan pemetaan wilayah fisik.
    Negara: Digunakan untuk tujuan politik dan administratif, memiliki pemerintahan dan kedaulatan.

    Contoh
    Benua: Afrika, Asia, Eropa, Amerika Utara, Amerika Selatan, Antartika, Australia.
    Negara: Indonesia, Jepang, Nigeria, Mesir, Turki, Rusia.

    3. Jumlah

    Benua: Hanya beberapa per dunia (7 benua utama).
    Negara: Bisa puluhan hingga ratusan per benua (misal 54 negara di Afrika).

    4. Karakteristik Khusus

    Benua: Fokus pada wilayah fisik, batas kadang bersifat konvensional. Misal Eropa dan Asia.
    Negara: Fokus pada identitas politik, bisa melintasi lebih dari satu benua. Contohnya Rusia dan Turki.

    Benua berfokus pada wilayah geografis, sedangkan negara lebih menekankan pada struktur politik dan pemerintahan. Uniknya, ada benua yang sekaligus menjadi negara, seperti Australia.

    Sering kali orang mengira benua itu satu negara, terutama untuk benua besar seperti Afrika. Padahal, setiap benua terdiri dari banyak negara dengan identitas masing-masing. Selain itu, beberapa negara memiliki wilayah yang melintasi dua benua, menambah kompleksitas pemahaman geografi global.

    Singkatnya, benua adalah daratan besar dengan fungsi geografi, sedangkan negara adalah entitas politik dengan pemerintahan dan kedaulatan sendiri.

    Semoga bermanfaat, detikers!

    *Penulis adalah peserta magang Program PRIMA Magang PTKI Kementerian Agama

    (faz/faz)



    Sumber : www.detik.com

  • Negara dengan Danau Terbanyak di Dunia, Kanada hingga Australia

    Negara dengan Danau Terbanyak di Dunia, Kanada hingga Australia


    Jakarta

    Pernahkah detikers mendengar, kalau 70% bumi adalah perairan? Walaupun sebagian besar adalah lautan, tapi perlu diketahui bahwa danau juga banyak ditemukan di berbagai belahan bumi.

    Beberapa negara memiliki ribuan danau di wilayahnya. Studi yang dilakukan oleh Verpoorter dkk. (2014) dalam Geophysical Research Letters menyebutkan bahwa ada sekitar 117 juta danau di seluruh dunia (≥ 0,002 km²).

    Menariknya, danau kecil mendominasi secara jumlah, sementara danau besar mendominasi dalam hal luas permukaan.


    Pengertian Danau

    Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) danau adalah genangan air yang amat luas dan dikelilingi daratan. Secara sederhana, danau adalah cekungan di permukaan bumi yang dikelilingi daratan dan berisi air tawar atau air asin.

    Ukurannya sangat bervariasi, dari yang kecil seperti kolam besar hingga yang luasnya bisa menyamai lautan kecil. Menurut penelitian, jumlah dan distribusi danau di dunia ditentukan oleh faktor geologi, iklim, hingga sejarah glasial.

    Untuk mengetahui lebih lanjut, berikut daftar negara dengan danau terbanyak di dunia menurut World Population Review dan World Atlas.

    10 Negara dengan Danau Terbanyak di Dunia

    1. Kanada

    Negara ini menduduki urutan pertama dengan jumlah danau sekitar 879.800. Jika dihitung, jumlah danau di negara tersebut sudah mencakup hampir 60% dari total danau di dunia. Sehingga Kanada mendapat julukan “Land of Lakes”

    2. Rusia

    Duduk di posisi kedua, Rusia memiliki kurang lebih 201.200 danau. Termasuk di dalamnya danau Baikal yang terkenal sebagai danau terdalam sekaligus tertua di dunia.

    3. Amerika Serikat

    Dengan 102.500 danau Amerika duduk di posisi ketiga. Terdapat Great Lakes sebagai ikon perbatasan dengan Kanada.

    4. China

    Negeri Tirai Bambu menempati posisi keempat dengan sekitar 23.800 danau. Banyak danau di China berperan penting bagi kehidupan masyarakat, misalnya Danau Poyang dan Danau Dongting.

    5. Swedia

    Swedia memiliki sekitar 22.600 danau. Pemandangan danau di negara Skandinavia ini kerap menjadi daya tarik wisata alam.

    6. Brasil

    Dengan hutan hujan Amazon yang luas, Brasil juga menyimpan sekitar 20.900 danau, menjadikannya salah satu negara dengan ekosistem perairan terkaya di dunia.

    7. Norwegia

    Norwegia berada di posisi ketujuh dengan sekitar 20.000 danau, banyak di antaranya terbentuk akibat aktivitas glasial pada masa lalu.

    8. Argentina

    Negara di Amerika Selatan ini memiliki sekitar 13.600 danau, termasuk Danau Nahuel Huapi yang menjadi destinasi wisata populer.

    9. Kazakhstan

    Di peringkat kesembilan ada Kazakhstan dengan sekitar 12.400 danau. Danau Balkhash adalah salah satu yang paling terkenal di negara ini.

    10. Australia

    Menutup daftar, Australia memiliki sekitar 11.400 danau. Salah satu yang paling ikonik adalah Danau Hillier dengan warna airnya yang pink alami.

    *Penulis adalah peserta magang Program PRIMA Magang PTKI Kementerian Agama

    (faz/faz)



    Sumber : www.detik.com

  • 10 Delta Sungai Terluas di Dunia, Ada di Negara Mana Saja?

    10 Delta Sungai Terluas di Dunia, Ada di Negara Mana Saja?


    Jakarta

    Delta sungai menjadi kekayaan unik yang ada di permukaan bumi. Di berbagai pelosok dunia, ada banyak delta sungai yang terbentuk. Terbesar ada di mana?

    Istilah delta menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) berarti tanah endapan berbentuk segitiga di muara sungai. Delta terbentuk dari endapan lumpur, pasir, dan material lain yang terbawa arus sungai sebelum mencapai laut.

    Kehadiran delta bukan hanya fenomena geografis, tetapi juga penopang kehidupan manusia, satwa, dan ekosistem.


    Menurut Geological Society of America (GSA Today, 2020), delta berperan penting sebagai sistem ekologi produktif yang menyediakan pangan, habitat, serta perlindungan terhadap bencana alam. Delta juga menjadi salah satu wilayah paling padat penduduk di dunia.

    Daftar 10 Delta Sungai Terluas di Dunia

    1. Ganges-Brahmaputra-Meghna Delta (Bangladesh & India)

    Delta terbesar di dunia dengan luas lebih dari 100.000 km². Delta ini menopang lebih dari 100 juta orang dan menjadi rumah bagi hutan mangrove Sundarbans. Menurut Earth Surface Dynamics (2019), delta ini juga termasuk paling rentan terhadap perubahan iklim dan kenaikan muka laut.

    2. Amazon Delta (Brasil)

    Memiliki luas hampir 100.000 km², delta Amazon terbentuk dari sungai dengan debit air terbesar di dunia. Mengutip A-Z Animals, delta ini dikenal sebagai “jantung keanekaragaman hayati global” dengan hutan tropis, rawa, dan ribuan spesies unik.

    3. Mississippi Delta (Amerika Serikat)

    Dengan luas sekitar 32.400 km², delta ini membentuk rawa-rawa besar di Louisiana. GSA Today menjelaskan bahwa kawasan ini menjadi contoh klasik interaksi manusia dan alam, terutama dalam pengendalian banjir dan pembangunan kanal.

    4. Lena Delta (Rusia, Siberia)

    Delta di Laut Arktik ini mencakup 32.000 km² dan menjadi habitat penting burung migrasi. Earth Surface Dynamics menekankan bahwa delta Arktik seperti Lena menjadi indikator penting perubahan iklim global.

    5. Mekong Delta (Vietnam)

    Delta seluas 40.500 km² ini sering disebut “lumbung padi Asia Tenggara”. Lebih dari 20 juta orang bergantung pada pertanian dan perikanan di kawasan ini. GSA Today mencatat bahwa perubahan aliran air karena bendungan mengancam keberlanjutan delta Mekong.

    6. Danube Delta (Rumania & Ukraina)

    Salah satu delta terluas di Eropa dengan luas 4.152 km². Delta ini menjadi habitat lebih dari 300 spesies burung dan dinyatakan sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO.

    7. Niger Delta (Nigeria)

    Delta besar di Afrika Barat dengan luas 70.000 km². Meski kaya minyak bumi, delta ini juga memiliki ekosistem mangrove yang luas. A-Z Animals menekankan potensi konflik antara eksploitasi ekonomi dan pelestarian lingkungan di kawasan ini.

    8. Zambezi Delta (Mozambik)

    Mencakup area sekitar 18.000 km², delta ini menyimpan hutan mangrove dan lahan basah yang vital bagi gajah, kuda nil, dan buaya Afrika.

    9. Parnaíba Delta (Brasil)

    Satu-satunya delta di Amerika yang langsung bermuara ke Samudra Atlantik, dengan luas sekitar 2.700 km². Delta ini unik karena memiliki ratusan pulau kecil yang terbentuk dari pasir.

    10. Okavango Delta (Botswana)

    Berbeda dari lainnya, Okavango adalah delta daratan dengan luas sekitar 15.000 km². Airnya tidak mencapai laut, melainkan membentuk lahan basah di tengah gurun Kalahari. Earth Surface Dynamics menyebut delta ini sebagai “oasis ekologis” yang menopang salah satu keanekaragaman hayati terbesar di Afrika.

    (faz/faz)



    Sumber : www.detik.com

  • 7 Teluk Terbesar di Dunia, Ada di Negara Mana?

    7 Teluk Terbesar di Dunia, Ada di Negara Mana?


    Jakarta

    Pernah dengar istilah teluk detikers? Ini biasanya merujuk pada perairan di tepi laut yang berbentuk cekungan. Kira-kira, teluk terbesar ada di mana?

    Secara geografis, teluk (bay) adalah perairan luas yang sebagian dikelilingi daratan dan terhubung langsung dengan laut lepas. Keberadaan teluk biasanya memengaruhi kehidupan sekitarnya dan menguntungkan secara ekonomi maupun ekologi.

    Teluk Terbesar di Dunia

    Menurut Guinness World Records, Bay of Bengal atau Teluk Benggala adalah teluk terbesar di dunia berdasarkan luasnya, yakni sekitar 2.172.000 km². Luasnya bahkan lebih besar dari gabungan beberapa negara Asia Tenggara.


    Letak Teluk Benggala mencakup wilayah India, Bangladesh, Myanmar, dan Sri Lanka, sehingga membuat Bay of Bengal memiliki posisi strategis. Perairan ini menjadi jalur perdagangan vital sejak zaman kuno, sekaligus rumah bagi keanekaragaman hayati laut yang luar biasa.

    Meski Teluk Benggala unggul dari sisi luas, tapi ada teluk lain yang tak kalah menakjubkan yaitu Teluk Hudson di Kanada. Menurut catatan Guinness World Records, Teluk Hudson memegang rekor sebagai teluk dengan garis pantai terpanjang di dunia, mencapai 12.268 km, dengan total luas sekitar 1.233.000 km².

    Dengan iklim sub-Arktik, Hudson Bay menjadi bagian penting dari ekosistem Kanada, meski tidak seramai Bay of Bengal dalam aktivitas manusia.

    Daftar 7 Teluk Terbesar di Dunia

    Mengutip laman Guinness, Britannica, dan National Geographic, berikut 7 teluk terbesar di dunia.

    1. Teluk Bengal – 2.172.000 km² (Asia Selatan)

    Teluk terbesar di dunia, dikelilingi India, Bangladesh, Myanmar, dan Sri Lanka.

    2. Teluk Hudson – 1.233.000 km² (Kanada)

    Teluk raksasa dengan garis pantai terpanjang, berada di wilayah subarktik Kanada.

    3. Gulf of Mexico – 1.507.000 km² (Amerika Utara)

    Meski disebut gulf, secara geografi berfungsi seperti teluk raksasa, berbatasan dengan AS, Meksiko, dan Kuba.

    4. Teluk Baffin – 689.000 km² (Kanada-Greenland)

    Perairan dingin di antara Pulau Baffin dan Greenland, bagian dari Samudra Arktik.

    5. Teluk Chesapeake – 11.600 km² (Amerika Serikat)

    Teluk Chesapeake atau estuaria merupakan yang terbesar di AS dan berperan penting secara ekologis dan historis.

    6. Teluk Biscay – 223.000 km² (Eropa Barat)

    Terletak di barat Prancis dan utara Spanyol, terkenal dengan badai besar dan ombak ekstrim.

    7. Teluk San Francisco – 4.600 km² (Amerika Serikat)

    Teluk ikonik di California, terkenal dengan Golden Gate Bridge dan pusat perdagangan sejak era kolonial.

    Itulah teluk-teluk terbesar di dunia yang tersebar dari Asia Selatan hingga Amerika. Semoga bermanfaat, detikers!

    *Penulis adalah peserta magang Program PRIMA Magang PTKI Kementerian Agama

    (faz/faz)



    Sumber : www.detik.com

  • Daftar Negara Terluas di Dunia, Rusia Masih Juara

    Daftar Negara Terluas di Dunia, Rusia Masih Juara


    Jakarta

    Luas permukaan bumi diperkirakan sekitar 510 juta km², dari total luas tersebut terdapat negara-negara dengan wilayah daratan yang superluas. Negara-negara ini menempati benua yang berbeda, mempunyai kondisi geografis unik, dan sebagian bahkan membentang lintas zona waktu loh detikers!

    Menurut United Nations Statistics Division (UNdata), ukuran total suatu negara biasanya dihitung dari luas daratan ditambah perairan internal, seperti danau dan sungai besar, tanpa memasukkan wilayah laut teritorial.

    Nah,berikut 10 negara terluas di dunia versi data PBB, CIA World Factbook, dan Encyclopedia Britannica.


    1. Rusia (17.098.242 km²)

    Negara yang membentang dari Eropa Timur hingga Asia Utara ini tak tertandingi dalam hal luas wilayah. Berdasarkan CIA World Factbook, Rusia memiliki sekitar 11 zona waktu dan menjadi rumah bagi hutan taiga terluas di dunia. Sekitar 77% penduduknya tinggal di bagian barat Rusia, dekat Eropa.

    2. Kanada (9.984.670 km²)

    Menurut Encyclopædia Britannica, Kanada adalah negara terbesar di belahan bumi barat. Negeri ini memiliki lebih dari 2 juta danau, menjadikannya negara dengan jumlah danau terbanyak di dunia. Luasnya hampir dua kali lipat UniEropa.

    3. Amerika Serikat (9.826.675 km²)

    CIA World Factbook mencatat luas total AS termasuk Alaska dan Hawaii. Dari Grand Canyon hingga Alaska yang membeku, wilayah AS meliputi hampir semua iklim di dunia dari gurun, gunung es, hingga hutan hujan.

    4. China (9.596.961 km²)

    Walaupun kerap bersaing dengan AS dalam urusan ekonomi dan militer, keduanya berdekatan dalam urusan luas wilayah. Menurut UN data, China memiliki bentang alam yang ekstrim, dari Pegunungan Himalaya di barat hingga dataran pesisir di timur.

    5. Brasil (8.515.767 km²)

    Sebagai negara terbesar di Amerika Selatan, Brasil menempati hampir separuh luas benua tersebut. Hutan Amazon yang legendaris menutupi sekitar 60% wilayahnya. Britannica menuliskan bahwa Brasil juga memiliki keanekaragaman hayati tertinggi di dunia.

    6. Australia (7.692.024 km²)

    Sering disebut “negara benua”, Australia satu-satunya negara yang mencakup seluruh daratan benuanya sendiri. Menurut CIA World Factbook, 85% penduduk tinggal di dekat pesisir karena bagian tengahnya berupa gurun luas yang disebut “Outback”.

    7. India (3.287.263 km²)

    Dengan penduduk terpadat di dunia, India juga masuk jajaran negara terbesar. UN data mencatat wilayahnya mencakup Pegunungan Himalaya, dataran Gangga, hingga Gurun Thar. Kondisi geografis yang beragam ini memengaruhi kekayaan budaya dan pertaniannya.

    Setelah mengetahui negara terluas di dunia, detikers semakin paham bahwa bukan hanya meliputi geografi saja, tapi juga tentang keanekaragaman budaya, sumber daya alam, dan tantangan lingkungan yang dihadapi tiap negara. Luas wilayah bukan jaminan kekayaan, akan tetapi bisa jadi potensi besar untuk pembangunan dan konservasi di masa depan.

    (pal/pal)



    Sumber : www.detik.com