Tag: gizi

  • Efek Makan Telur Setiap Hari untuk Kesehatan, Baik atau Buruk?

    Jakarta

    Telur mengandung protein, karbohidrat, vitamin, mineral hingga antioksidan yang baik untuk kesehatan tubuh. Di antara manfaat telur adalah dapat meningkatkan metabolisme, menghambat pertumbuhan bakteri, mengurangi risiko penyakit mata dan juga meningkatkan kadar kolesterol baik.

    Namun, apa efeknya jika telur dikonsumsi setiap hari? Adakah efek buruk jika telur dikonsumsi secara berlebihan?

    Efek Makan Telur Setiap Hari

    Menurut Healthline, American Heart Association merekomendasikan mengkonsumsi 1 butir telur per hari untuk kesehatan tubuh. Beberapa manfaat yang diterima adalah:


    1. Penurunan Berat Badan

    Telur merupakan kombinasi antara protein dan lemak. Mengutip Times of India, jika dikonsumsi setiap hari, maka bisa membuat tubuh kenyang dalam waktu lama dan membantu menurunkan berat badan.

    Waktu saat memakan telur juga berperan penting. Telur yang dimakan saat sarapan bisa membuat perut terasa kenyang, mendukung metabolisme dan mengendalikan nafsu makan.

    2. Menguatkan Kekebalan Tubuh

    Kuning telur mengandung vitamin D yang bisa membantu pulih lebih cepat dari flu. Telur juga mengandung berbagai mineral dan vitamin sebagai penambah kekebalan yang dibutuhkan untuk menjaga kesehatan tubuh.

    3. Memberi Energi

    Telur merupakan salah satu makanan yang cukup untuk dikonsumsi di pagi hari untuk memulai aktivitas. Mengutip Parade, asupan telur setiap hari bisa membuat tubuh lebih berenergi setiap hari. Selain mencegah rasa lapar, kombinasi protein dan lemaknya dapat membantu meningkatkan energi.

    4. Suasana Hati Meningkat

    Mengonsumsi telur setiap hari memungkinkan suasana hati meningkat. Ada hubungan langsung antara nutrisi dalam telur dan kesehatan mental yang lebih baik. Menurut sebuah penelitian, ada hubungan antara asupan omega 3 seperti yang ditemukan dalam telur dengan peningkatan kesehatan mental.

    5. Meningkatkan Kesehatan Otak

    Jika dikonsumsi setiap hari, telur bisa meningkatkan kesehatan kognitif. Sebab, telur mengandung semua nutrisi untuk pikiran yang baik.

    Kolin dalam telur sangat penting, sebab dapat mengurangi peradangan di otak dan mendukung komunikasi dan memori sel otak. Efek telur yang dapat mengatur nafsu makan juga akan membuat pikiran lebih fokus

    Efek Makan Telur Berlebihan

    Konsumsi telur memang memberi banyak manfaat baik bagi tubuh. Namun, patut diwaspadai pula efek buruk yang mungkin muncul akibat konsumsi telur berlebihan. Beberapa risiko yang dapat terjadi adalah:

    1. Gangguan Pencernaan

    Makan telur terlalu banyak setiap hari bisa berisiko pada gangguan pencernaan seperti perut kembung. Umumnya, gejala gastritis terjadi pada orang yang alergi terhadap telur.

    2. Masalah Jantung

    Sebuah riset di China menyatakan, konsumsi satu butir telur setiap hari bisa menurunkan kemungkinan terkena penyakit kardiovaskular. Namun, mengutip laman Eat This, Not That, mengkonsumsi tiga atau empat butir telur setiap pagi akan memberikan efek yang tidak baik untuk tubuh.

    Menurut sebuah studi di tahun 2019, mengkonsumsi lebih dari 300 mg kolesterol per hari, berkaitan dengan 17% risiko penyakit kardiovaskular yang lebih besar dan risiko kematian 18% lebih tinggi.

    3. Meningkatkan Risiko Diabetes

    Terdapat kemungkinan bahwa mengkonsumsi telur secara berlebihan bisa meningkatkan risiko diabetes. Menurut studi di tahun 2009 dalam jurnal Diabetes Care, orang yang makan lebih dari tujuh butir telur dalam seminggu berisiko lebih tinggi terkena diabetes tipe 2.

    4. Resistensi Insulin

    Telur mengandung lemak alami yang dapat berdampak pada lonjakan kadar gula darah. Hal ini dapat berdampak pada peningkatan resistensi insulin yang membuat gula darah dalam tubuh tidak bisa digunakan sebagai energi.

    5. Kolesterol Tinggi

    Ketika mengkonsumsi telur terlalu banyak, kadar kolesterol dalam darah bisa berpotensi meningkat. Sebab, telur merupakan salah satu sumber lemak jenuh yang bisa meningkatkan kadar kolesterol jahat.

    Itulah beberapa risiko makan telur setiap hari dalam jumlah berlebihan. Konsumsi telur dalam jumlah cukup harus diseimbangkan dengan makanan bernutrisi lain, untuk mencegah munculnya penurunan kesehatan.

    (row/row)



    Sumber : food.detik.com

  • Berapa Jumlah Kalori Satu Piring Nasi Putih? Ini Penjelasannya


    Jakarta

    Nasi putih adalah makanan pokok yang tidak sulit ditemukan di berbagai belahan dunia, terutama Indonesia. Layaknya makanan lain, nasi putih mengandung kalori yang merupakan sumber energi.

    Seperti yang umum diketahui, tubuh memerlukan kalori dalam jumlah tertentu. Kekurangan atau kelebihan kalori akan berdampak buruk pada fungsi tubuh. Nah, berapakah kalori dalam dalam nasi putih dan apakah sesuai kebutuhan tubuh?

    Kalori Dalam Satu Piring Nasi Putih

    Satu piring dalam tulisan ini setara dengan 100 gram atau kira-kira dua centong nasi putih. Situs Kemenkes menjelaskan, tiga centong nasi putih setara 150 gram. Dikutip dari beberapa sumber, kandungan kalori nasi putih adalah:


    Menurut USDA

    Dalam 100 gram nasi putih terkandung kalori 130 kal. USDA menuliskan nasi putih sebagai beras putih.

    Jurnal Agroteknologi

    Dalam artikel berjudul Analisis Kandungan Karbohidrat, Glukosa, dan Uji Daya Terima pada Nasi Bakar, Nasi Panggang, dan Nasi Biasa yang ditulis oleh Kana Satria Arif Mukti, dkk, mengutip buku Tabel Komposisi Pangan Indonesia (TKPI) karya MK Mahmud, dkk, dalam 100 gram nasi putih terkandung kalori 180 kal.

    Ahli Gizi

    Ayu Putri Ariani dalam buku berjudul Ilmu Gizi Dilengkapi dengan Standar Penilaian Status Gizi Dan Daftar Komposisi Bahan Makanan menjelaskan, sebanyak 100 gram nasi putih mengandung 175 kal.

    Kandungan lain dalam 100 gram nasi putih menurut USDA adalah 2,69 gram protein, lemak sebesar 0,28 gram, dan karbohidrat sebesar 28,2 gram.

    Mana yang Lebih Tinggi Kalori, Nasi Putih Atau Mi Instan?

    Dikutip dari situs Very Well Fit, setengah paket mi instan memiliki sekitar 190 kalori, 27 gram karbohidrat, dan 7 gram lemak total. Satu bungkus mi instan dapat mengandung sekitar 1.330 mg sodium.

    Kandungan kalori dalam mi instan juga dituliskan dalam sumber berikut

    Situs Pascasarjana Unair

    Dalam situs tersebut dijelaskan, satu bungkus mi instan mengandung kurang lebih kalori 350 kal. Satu bungkus dalam kondisi mentah setara dengan kurang lebih 80 gram.

    Situs FKM UIN Sumatra Utara

    Situs tersebut menjelaskan, satu bungkus mi instan seberat 85 gram mengandung kalori 380 kal.

    Repository Unissula

    Tulisan yang mengutip buku Ilmu Gizi Dilengkapi dengan Standar Penilaian Status Gizi Dan Daftar Komposisi Bahan Makanan menjelaskan, dalam 50 gram mi instan terkandung kalori 168 kal.

    Dengan penjelasan ini bisa diketahui total kandungan kalori dalam 100 gram mi instan. Secara umum, dalam 100 gram mi instan terkandung lebih banyak kalori dibanding 100 gram nasi putih.

    Mi instan memang bisa menjadi alternatif pengganti nasi, namun patut dipertimbangkan jumlah kalori dalam kedua hidangan tersebut. Dalam mi instan juga terkandung natrium dan lemak yang cukup tinggi serta rendah serat.

    Kalori Harian Setiap Orang dan Cara Menghitungnya

    Peraturan Menteri Kesehatan nomor 28 tahun 2019 menjelaskan, secara umum kebutuhan kalori orang Indonesia adalah 2.100. Namun, kebutuhan kalori bisa dihitung secara detail bergantung kondisinya.

    Berikut ini cara menghitung kebutuhan kalori per hari dikutip dari situs Kemenkes:

    1. Ketahui tinggi badan dalam satuan cm

    2. Ketahui berat badan dalam satuan kg

    3. Ketahui berat badan ideal (BBI), dengan cara:

    BBI = (TB-100) – (10% dari hasil TB – 100)

    4. Ketahui Kebutuhan Kalori Basal (KKB), dengan cara:

    • Laki-laki: 30 kkal x BBI
    • Perempuan: 25 kkal x BBI.

    Contohnya, seorang wanita memiliki berat badan 60 kg dengan tinggi 165 cm. Lalu, berapa kalori harian yang ia miliki?

    BBI = (165-100) – (10% (165-100))

    BBI = 65 – 6,5 = 58,5

    KKB = 25 kkal x 58,5 = 1.462,5

    Maka, kalori harian yang dimiliki wanita tersebut adalah 1.462,5.

    Dengan penjelasan ini dapat diketahui jumlah kalori dalam nasi putih, serta seberapa banyak bisa dikonsumsi untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Selain itu juga bisa diketahui jumlah mi instan yang dikonsumsi sebagai pengganti kebutuhan kalori nasi putih.

    (row/row)



    Sumber : food.detik.com

  • Hati-hati Makanan Olahan Bisa Memicu Kanker Paru-paru!

    Hati-hati Makanan Olahan Bisa Memicu Kanker Paru-paru!


    Jakarta

    Kebiasaan makan mie instan sampai nugget dan sosis ternyata bisa memicu resiko terkena kanker paru-paru. Zat tambahan di dalamnya jadi kekhawatiran para ahli.

    Sebuah studi terbaru yang dipublikasikan dalam jurnal Thorax, menunjukkan bahwa konsumsi tinggi makanan olahan atau ultra proses (ultra-processed food/UPF) berkaitan dengan peningkatan risiko kanker paru-paru.

    Meskipun penelitian lanjutan masih diperlukan pada populasi yang lebih luas, para peneliti menyarankan bahwa membatasi konsumsi makanan jenis ini dapat membantu menurunkan angka penderita penyakit tersebut di dunia.


    Mengingat kanker paru-paru merupakan jenis kanker paling umum di dunia, dengan sekitar 2,2 juta kasus baru hingga 1,8 juta kematian yang tercatat pada tahun 2020 lalu.

    Cemburu Pacarnya Jajan Chicken Nugget Sendirian, Cowok Ini Minta PutusNugget merupakan makanan ultra proses. Foto: Getty Images/iStockphoto/

    Dilansir dari Medical Net (31/07/2025), makanan ultra proses biasanya melalui tahap pengolahan panjang, mengandung banyak zat aditif dan pengawet, serta tersedia dalam bentuk siap saji atau siap dipanaskan.

    Contohnya mie instan, sosis, nugget, minuman kemasan, makanan ringan kemasan, dan produk roti sampai kue kemasan yang banyak ditemukan di toko dan supermarket. Konsumsi tinggi makanan ini sebelumnya sudah dikaitkan dengan risiko sejumlah penyakit dan studi ini ingin menyelidiki kemungkinan hubungannya dengan kanker paru-paru.

    Penelitian ini menggunakan data dari Prostate, Lung, Colorectal and Ovarian (PLCO) Cancer Screening Trials di Amerika Serikat yang melibatkan 155.000 peserta berusia 55-74 tahun.

    Dari jumlah tersebut, 101.732 orang mengisi kuesioner yang berisi informasi seputar pola makan sehari-hari saat awal partisipasi. Makanan dikategorikan berdasarkan tingkat pengolahannya, dengan fokus khusus pada jenis UPF seperti es krim, makanan cepat saji, minuman ringan, roti kemasan dan mie instan.

    5 Efek Makan Mie Instan yang Tak Berkaitan dengan KesehatanEfek Makan Mie Instan Berkaitan dengan Kesehatan Foto: Site News

    Rata-rata konsumsi UPF yang disesuaikan dengan energi harian adalah tiga porsi per hari. Kemudian semua peserta dipantau selama 12 tahun. Hasilnya tercatat ada 1.706 kasus baru kanker paru-paru.

    Termasuk 1.473 kasus kanker paru-paru non-sel kecil (NSCLC), serta 233 kasus kanker paru-paru sel kecil (SCLC). Kebanyakan peserta yang menderita kanker paru-paru merupakan partisipan yang sering mengonsumsi makanan jenis UPF dalam jumlah tinggi.

    Setelah menyesuaikan berbagai faktor yang dapat mempengaruhi hasil, termasuk kebiasaan merokok dan kualitas diet secara keseluruhan, para peneliti menemukan bahwa peserta dengan konsumsi UPF tertinggi memiliki kemungkinan 41% lebih besar untuk didiagnosis menderita kanker paru-paru. Dibandingkan mereka yang berada di kelompok terendah atau peserta yang jarang konsumsi makanan UPF.

    Meskipun studi ini bersifat observasional dan belum dapat menyimpulkan hubungan sebab-akibat secara pasti, para peneliti menyoroti rendahnya nilai gizi dari makanan UPF serta tingginya kandungan gula, garam, dan lemak.

    Mereka juga mengungkapkan bahwa konsumsi UPF secara global terus meningkat selama dua dekade terakhir dan menjadi pendorong utama kenaikan kasus obesitas, penyakit jantung, gangguan metabolik dan kanker di berbagai negara.

    Konsumsi tinggi UPF juga berpotensi menggantikan asupan makanan sehat seperti biji-bijian utuh, buah, dan sayur yang diketahui mampu melindungi tubuh dari kanker.

    Proses makanan pabrik dalam pengolahan makanan dinilai mengubah struktur makanan, mempengaruhi ketersediaan, dan penyerapan nutrisi. Peneliti menekankan perlunya studi lanjutan berskala besar pada populasi yang berbeda untuk mengonfirmasi temuan ini.

    (sob/dfl)



    Sumber : food.detik.com

  • Begini Skema Pembagian Gizi di Menu MBG, Berbeda Tiap Jenjang Sekolah

    Begini Skema Pembagian Gizi di Menu MBG, Berbeda Tiap Jenjang Sekolah



    Jakarta

    Badan Gizi Nasional (BGN) menerapkan skema penyajian menu program Makan Gizi Gratis (MBG) yang berbeda pada tiap jenjang. Seperti apa skemanya?

    Diketahui, skema ini diberikan bagi peserta didik di 27 sekolah di Kabupaten Penajam Paser Utara, ProvinsiKalimantan Timur. Menurut Ahli Gizi BGN, Aknes Asteria Pioh, penerapan gizi tidak sekadar dibagi secara rata.


    “Penerapan gizi tidak sekadar dibagi rata, ada beberapa skema yang harus dilalui, seperti batasan umur peserta didik,” ujarnya dalam Antara, Kamis (16/10/2025).

    Skema Pembagian Gizi di Menu MBG

    Skema pembagian gizi di menu MBG termasuk:

    1. Pendidikan anak usia dini (PAUD)/taman kanak-kanak (TK), serta sekolah dasar (SD) kelas satu sampai kelas tiga: porsi kecil
    2. SD kelas empat hingga sekolah menengah pertama (SMP): porsi sedang
    3. Sekolah menengah atas (SMA), ibu hamil, dan ibu menyusui: porsi besar

    BGN menyatakan pihaknya sudah memperhitungkan dari segi energi, protein, lemak, dan karbohidrat. Menurut Aknes Asteria, pembagian gizi ini demi memenuhi kebutuhan gizi peserta didik penerima manfaat.

    Ibu Hamil dan Balita akan Menjadi PenerimaMBG Tahap 2

    Ibu hamil, ibu menyusui, balita, dan pos pelayanan terpadu (posyandu) baru akan menjadi penerima manfaat MBG tahap 2.

    Pada tahap 2, peserta didik atau guru masih akan menjadi penerima MBG.

    (nir/nwk)



    Sumber : www.detik.com