Feby Putri Nilam Cahyani menikah dengan Adam Febrian pada Minggu (14/9/25). Pernikahan digelar dengan adat Bugis, Makassar, Sulawesi Selatan. Feby tampil anggun dengan hijab segi empat merah, dipadukan busana adat Makassar penuh detail emas rancangan ENJ Bridal House. Foto: Dok. Instagram @fbyputrinc.
Tag: goyang
-
Jangan Anggap Sepele, Ini 9 Penyebab Ban Motor Goyang
Jakarta –Ban merupakan komponen penting pada sepeda motor. Apabila ban motor goyang saat dikendarai, hal tersebut bisa disebabkan oleh sejumlah masalah.
Ketika sedang berkendara dan merasakan ban motor goyang, sebaiknya segera menepi atau mencari bengkel terdekat. Sebab, motor akan tidak stabil saat dikendarai sekaligus memicu kerusakan pada komponen lainnya.
Hal terburuknya adalah ban motor yang goyang membuat kamu sulit mengendalikan motor. Kondisi ini bisa memicu terjadinya kecelakaan hingga menelan korban jiwa.
Maka dari itu, penting untuk segera memperbaiki ban motor yang mengalami goyang. Lantas, apa penyebab ban motor goyang? Simak penjelasannya dalam artikel ini.
Penyebab Ban Motor Goyang
Ada sejumlah penyebab ban motor mengalami goyang atau oleng saat dikendarai. Dilansir situs Astra Motor dan Yamaha Deta, berikut beberapa penyebabnya:
1. Pemasangan Ban Tidak Rata
Penyebab yang pertama karena pemasangan ban tidak pas. Saat kamu baru mengganti ban baru, mungkin proses pemasangannya tidak sesuai, sehingga ketika motor dikendarai akan terasa goyang.
Untuk itu, cobalah kembali ke bengkel semula dan jelaskan kepada mekanik jika ada kesalahan pemasangan ban motor. Pastikan kamu mengecek ban jika terpasang secara pas.
2. Tekanan Angin Tidak Pas
Ban motor yang goyang bisa disebabkan oleh masalah kecil, yakni tekanan angin yang tidak pas. Sebab, tekanan angin terlalu tinggi menyebabkan ban jadi keras, sehingga getaran tidak dapat diredam
Sebaliknya, jika tekanan angin terlalu rendah atau kempis maka ban akan terasa oleng seperti mengalami kebocoran.
3. Velg Bengkok
Kondisi velg bengkok atau tidak melingkar sempurna juga bisa menyebabkan motor terasa oleng ketika dikendarai. Masalah ini biasanya masih bisa diatasi dengan cara diservis, tapi jika kerusakannya terlalu parah maka harus mengganti dengan velg baru.
4. Permukaan Ban Menipis
Seiring penggunaan, ban motor akan menipis karena terjadi gesekan dengan jalan. Kondisi ban yang menipis juga memicu terjadinya goyang atau oleng pada motor. Bahkan, ban yang sudah tipis dapat dengan mudah mengalami ban bocor.
5. Bearing Motor Aus
Bearing merupakan komponen motor yang fungsinya mengurangi gesekan di sejumlah bagian motor, salah satunya adalah roda. Apabila bearing sudah rusak atau aus, maka ban akan berputar tidak stabil atau goyang.
6. Tekanan Shockbreaker Tidak Seimbang
Penyebab berikutnya karena tekanan shockbreaker tidak seimbang. Kondisi ini terjadi terutama saat melakukan pengereman, lalu ban motor akan terasa goyang atau oleng.
7. Oli Garpu Tidak Sesuai
Mengutip laman Motofomo, garpu motor merupakan bagian suspensi depan motor. Bagian ini berfungsi untuk meredam gesekan atau guncangan saat mengerem, berbelok, atau melalui jalanan yang berlubang.
Agar kinerjanya optimal, garpu motor membutuhkan oli khusus. Jika oli ini jumlahnya terlalu sedikit atau banyak, maka dapat mempengaruhi ban sehingga terasa tidak stabil saat dikendarai,
8. Rantai Aus dan Gir Belakang Kendur
Kondisi rantai yang sudah aus atau gir belakang kendur juga bisa menyebabkan ban motor goyang. Hal ini bisa terjadi pada motor dengan penerus tenaga gerak rantai. Masalah ini akan berdampak pada ban belakang yang terasa goyang.
9. Motor Pernah Jatuh atau Tabrakan
Penyebab yang terakhir karena motor pernah jatuh atau mengalami tabrakan. Ketika motor mengalami tabrakan, kondisi itu mungkin menyebabkan sasis motor rusak sehingga membuat ban depan dan belakang menjadi tidak rata atau sejajar. Nah, kondisi tersebut yang memicu ban motor goyang saat dikendarai.
Itu dia sembilan penyebab ban motor terasa goyang saat dikendarai. Semoga membantu detikers!
(ilf/fds)
-
Ini Cara Menstabilkan Video di CapCut dengan Mudah dan Cepat
Jakarta –
CapCut merupakan salah satu aplikasi edit video yang populer di dunia. Lewat CapCut, kamu bisa menggabungkan, memotong, menambah teks, hingga memasukkan latar belakang musik di dalam video.
CapCut sangat membantu banyak orang yang ingin mengedit video dengan mudah dan cepat hanya lewat smartphone. Bagi detikers yang berprofesi sebagai influencer di Instagram atau TikTok, aplikasi yang satu ini wajib di download.
Fitur yang dihadirkan dalam CapCut juga lengkap, salah satunya dapat menstabilkan video. Fitur ini sangat membantu detikers yang hasil rekamannya terlihat shaking atau terguncang.
Lantas, bagaimana cara menstabilkan video di CapCut? Simak penjelasannya dalam artikel ini.
Cara Menstabilkan Video di CapCut
Banyak smartphone keluaran terbaru yang sudah dilengkapi dengan Optical Image Stabilization (OIS) atau Electronic Image Stabilization (EIS) agar hasil perekaman video tetap stabil, meski direkam saat bergerak atau berjalan kaki.
Akan tetapi, fitur tersebut biasanya disematkan pada HP mid-range hingga flagship saja. Alhasil, kebanyakan smartphone di kelas entry level memiliki kualitas perekaman yang kurang baik dan hasilnya terlihat shaking.
Namun jangan khawatir, masalah hasil perekaman video yang shaking atau goyang-goyang masih bisa diatasi dengan fitur stabilisasi di CapCut. Agar tidak bingung cara pakainya, simak langkah-langkahnya di bawah ini:
- Unduh aplikasi CapCut di smartphone terlebih dahulu
- Jika sudah, buka aplikasi CapCut
- Di halaman utama, ketuk menu ‘Edit’ yang ada di bawah kiri layar
- Lalu ketuk ‘New project’ untuk memulai edit video
- Pilih video yang ingin kamu edit dari galeri atau album foto
- Setelah itu, kamu akan memasuki halaman editing video. Di tahap ini, ketuk video yang ingin distabilkan, lalu geser menu editing di bawah layar sampai menemukan opsi ‘Stabilize’
- Setelah itu, pilih tingkatan stabilisasinya mulai dari normal, minimal cropping, recommended, hingga most stable. Semakin tinggi tingkatannya maka semakin stabil hasil videonya
- Jika sudah dipilih, ketik ikon ceklis/centang agar CapCut memproses stabilisasi pada video tersebut
- Cek kembali video yang sudah diedit dengan fitur stabilisasi, apakah sudah oke atau masih terlihat goyang
- Jika dirasa sudah stabil, ketuk menu ‘Export’ untuk menyimpan video ke galeri HP.
Sebagai catatan, untuk bisa menggunakan fitur stabilisasi di CapCut harus berlangganan CapCut Pro. Jika tidak, maka kamu nggak bisa memakai fitur tersebut untuk menstabilkan video yang telah direkam.
Biaya Berlangganan CapCut Pro
Selain fitur stabilize, CapCut menawarkan berbagai fitur menarik pada mode pro, mulai dari auto reframe, relight, motion blur, hingga reduce noise. Selain itu, ada banyak filter dan efek menarik yang hanya tersedia di mode pro.
Karena mengusung mode pro, maka detikers perlu berlangganan terlebih dahulu. Berdasarkan harga yang muncul di aplikasinya, berikut rincian biaya berlangganan CapCut Pro:
- CapCut Pro 1 bulan: Rp 127.000
- CapCut Pro 1 tahun: Rp 999.000.
Sebagai catatan, harga bisa berubah sewaktu-waktu tergantung dari promo yang ditetapkan oleh CapCut.
Apabila detikers memang berniat menjadi seorang influencer atau kreator konten di media sosial, berlangganan CapCut Pro adalah pilihan yang tepat. Sebab, ada segudang fitur yang tidak bisa diakses dalam mode gratis.
Demikian cara menstabilkan video di CapCut dengan mudah dan cepat. Semoga dapat membantu detikers!
(ilf/fds)


