Tag: guci

  • Pemandian Air Panas Guci Tegal: Destinasi Favorit Keluarga



    Tegal

    Wisata Guci di Tegal, Jawa Tengah menjadi favorit untuk berakhir pekan. Destinasi ini mengandalkan wisata alam, yang menjadi magnet adalah wisata air panas.

    Guci memiliki hawa sejuk dengan berada di lereng Gunung Slamet. Pada 2024, Pemerintah Kabupaten Tegal memprioritaskan kawasan pariwisata Guci dan Cacaban untuk dimasukkan dalam Rencana Detail Tata Ruang (RDTR). Artinya, ada rencana pengembangan yang lebih terstruktur di wilayah tersebut.

    Saat ini, ada beberapa tempat wisata di kawasan tersebut. Pengunjung bisa puas menikmati berbagai atraksi, namun yang paling populer adalah Pemandian Air Panas Guci.


    Sejumlah pengunjung menikmati air panas pancuran 13 di Obyek Wisata Guci, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Rabu (2/3/2025). Menurut Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Obyek Wisata Guci pada H+1 Lebaran pengunjung dari luar kota untuk berlibur di Guci mengalami peningkatan mencapai 20 persen dari 800 menjadi 1.200 pengunjung dibandingkan pada H1 dan H2 Lebaran. ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah/foc.Sejumlah pengunjung menikmati air panas pancuran 13 di Obyek Wisata Guci, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah. (Oky Lukmansyah/Antara)

    Airnya mengandung mineral alami yang dipercaya baik untuk kesehatan kulit dan membantu meredakan pegal-pegal. Traveler bisa memilih untuk berendam di kolam umum atau menyewa pemandian pribadi untuk pengalaman yang lebih nyaman. Suhu airnya yang hangat sangat cocok untuk relaksasi, terutama di pagi atau malam hari ketika udara terasa lebih sejuk.

    Tempat paling favorit untuk wisatawan mandi-mandi ada di 10 air terjun, tujuh pancuran, tiga belas pancuran dan lima pancuran. Nama-nama itu disesuaikan dengan jumlah pancuran. Misalnya, pancuran tiga belas artinya di area itu terdapat 13 buah pancuran, pancuran lima memiliki jumlah pancuran sebanyak 5, begitu pula pancuran tujuh memiliki jumlah pancuran sebanyak 7 buah.

    Buat traveler introvert jangan khawatir, pemandian air panas tersedia juga di vila-vila yang ada di Guci. Ada pula bath up dengan air panas alami yang terpisah dalam masing-masing ruangan di sana.

    Tiket masuk di objek wisata Guci Tegal bervariasi tergantung tempat wisatanya. Di Pemandian Air Panas Guci (Pancuran 5, 7, 13) sekitar Rp 10.000, sementara di Guci Forest (Guci Forest Tegal) tarif masuknya Rp28.000 per orang untuk fasilitas umumnya. Ada juga tarif untuk fasilitas tambahan seperti ATV di Guci Forest seharga Rp 50.000 per orang, atau paket camping mulai Rp 100.000 per tenda.

    (bnl/fem)

    Sumber : travel.detik.com

    Alhamdulillah اللهم صلّ على رسول الله محمد wisata mobil
    image : unsplash.com / Thomas Tucker
  • 5 Destinasi di Jawa Tengah yang Sama Ademnya dari Dieng untuk Healing



    Temanggung

    Dieng jadi salah satu destinasi sejuk di Jawa Tengah. Selain Dieng, ternyata masih ada beberapa tempat lain yang tidak kalah ademnya. Apa saja?

    Selama ini kita mengenal Dieng sebagai destinasi yang sejuk dan nyaman untuk healing. Padahal ada banyak destinasi lain di Jawa Tengah yang punya kesejukan serupa. Dirangkum detikTravel, Senin (7/7/2025), berikut 5 destinasi itu:

    1. Wisata Alam Posong

    Objek wisata alam di Temanggung.Objek wisata alam di Temanggung. Foto: (uzisofyan/d’Traveler)

    Posong adalah destinasi wisata pegunungan yang berada di kabupaten Temanggung, Jawa Tengah. Keindahannya dijamin akan membuat traveler terpana.


    Alam yang begitu indah dan dikelilingi oleh pegunungan yang sangat indah, pasti akan menarik perhatian para wisatawan yang liburan ke sana.

    Cuaca yang sangat menantang akan membuat badan traveler terasa menggigil, bagaikan di dalam kulkas, akan tetapi itulah salah satu keunikan Posong.

    2. Baturraden

    Curug Pinang BaturradenCurug Pinang di Baturraden Foto: Dok. Laman Dolan Banyumas oleh Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Banyumas

    Lokawisata Baturraden merupakan salah satu destinasi wisata favorit bagi masyarakat yang tinggal di sekitar Purwokerto dan Banyumas. Lokasinya yang berada di dekat kaki Gunung Slamet membuat suasana di Lokawisata Baturraden terasa sejuk dan menenangkan.

    Traveler bisa berenang di kolam renang, bermain sepeda air, hingga pemandian air panas. Alhasil, tempat wisata ini lebih banyak dikunjungi oleh rombongan keluarga besar.

    Wisatawan bisa menikmati indahnya pemandangan hijau sekaligus merasakan suasana alam yang sejuk dan segar. Baturraden buka setiap hari dari pukul 07.00-16.00 WIB.

    3. Guci, Tegal

    Kemping Asyik di Guci ForestKemping Asyik di Guci Foto: Imam Suripto/detikTravel

    Guci adalah nama salah satu kawasan di Kabupaten Tegal, Jawa Tengah. Lokasinya di lereng Gunung Slamet membuat suasana udara di Guci begitu sejuk dan segar. Tempat ini menawarkan view pemandangan alam yang indah.

    Selain itu, travelers juga bisa berkeliling kawasan Guci sambil menghirup udara segar khas pegunungan. Kalian juga bisa mencoba sensasi menginap di glamping dan camping.

    Selama di tempat wisata ini, traveler juga bisa mandi air panas, berjalan-jalan di hutan pinus, nongkrong di kedai kopi, atau menyantap makanan lezat di restoran.

    4. Tawangmangu

    Air terjun Grojogan Sewu di Tawangmangu, Karanganyar, Jawa Tengah.Air terjun Grojogan Sewu di Tawangmangu Foto: Getty Images/iStockphoto/benito_anu

    Berada di lereng Gunung Lawu, kawasan Tawangmangu dan sekitarnya menawarkan keindahan alam dan kesejukan khas pegunungan.

    Tawangmangu adalah nama kecamatan di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah yang berbatasan dengan Jawa Timur. Kecamatan sekitar Tawangmangu pun memiliki beragam tempat wisata menarik, seperti di Kecamatan Ngargoyoso dan Jenawi.

    Ada air terjun Grojogan Sewu dimana traveler bisa main air sampai puas, lalu dilanjutkan dengan main-main ke aneka wahana The Lawu Park. Perjalanan bisa diteruskan ke Kemuning Sky Hills dan berziarah ke candi Cetho.

    5. Nepal Van Java

    Nah kampung warna warni sudah kelihatan dari kejauhanNepal van Java Foto: detik

    Terakhir, ada Nepal van Java yang merupakan julukan bagi desa wisata yang terdapat di Gunung Sumbing. Disebut Nepal karena pemukiman tersebut mempunyai tata ruang bertingkat yang tampak mirip dengan pemukiman di Negara Nepal.

    Lokasinya berada di Dusun Butuh, Temanggung, Kecamatan Kaliangkrik, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Mengutip laman Jadesta Kemenparekraf, Dusun Butuh merupakan dusun tertinggi di Kabupaten Magelang dengan ketinggian 1750 mdpl.

    (wsw/wsw)



    Sumber : travel.detik.com

  • Fakta Pasar Loak Jatinegara, Harta Karun di Tengah Tumpukan Barang Bekas


    Jakarta

    Pasar Loak Jatinegara menjadi salah satu destinasi di Jakarta yang tidak pernah ketinggalan zaman. Di tengah gempuran pusat perbelanjaan modern, Pasar Loak Jatinegara tetap eksis menawarkan suasana tradisional pasar yang klasik.

    “Biasanya ramai di akhir pekan, Sabtu dan Minggu. Kadang-kadang Sabtu malam sudah penuh,” kata Fikri, salah satu penjual di Pasar Loak kepada detikTravel pada Jumat (3/10/2025).

    Berada di Jalan Bekasi Barat III, Jatinegara, Jakarta Timur, Pasar Loak Jatinegara dikenal juga sebagai Pasar Loak Jembatan Hitam. Pasar ini menjual berbagai jenis barang, mulai dari barang antik hingga kebutuhan rumah tangga.


    Fakta Pasar Loak Jatinegara

    Tak hanya dikenal sebagai pasar legendaris, Pasar Loak Jatinegara memiliki beragam keunikan yang sulit ditemui di tempat lain, apa saja keunikannya? Berikut detikTravel rangkum untuk kalian!

    1. Menjual Barang-barang Bekas

    Pasar Loak Jatinegara, Jakarta Timur atau Pasar Jembatan ItemPasar Loak Jatinegara, Jakarta Timur atau Pasar Jembatan Item (dok. Qonita Hamidah/detik travel)

    Sesuai namanya, Pasar Loak Jatingera dikenal sebagai surga barang-barang bekas. Mulai dari pakaian, tas, sepatu, aksesoris, mainan, barang elektronik, hingga kebutuhan rumah tangga, semua dijual di tempat ini.

    Pasar ini menjual barang bekas yang masih memiliki nilai jual alias masih layak untuk dipakai kembali, tak jarang barang yang dijual memiliki nilai tersendiri bagi para kolektor. Barang-barang tersedia dengan harga terjangkau yang bisa diakses dengan uang tunai.

    2. Tempat Mencari Harta Karun

    Bagi penggemar barang antik, Pasar Loak Jatinegara bisa disebut sebagai ladang harta karun. Di antara banyaknya barang yang dijajakan, terdapat barang-barang antik seperti kamera analog, mesin ketik, uang kuno, keramik lawas, hingga keris.

    Pasar Loak JatinegaraPasar Loak Jatinegara Foto: Qonita Hamidah/detik travel

    Di antara barang antik di Pasar Loak Jatinegara, mesin ketik tua menjadi salah satu yang paling menarik. Barang ini sudah ada sejak 1980-an dan masih bisa ditemui di pasar ini. Harga mesin ketik tua di sini mulai dari Rp 350 ribu, tergantung tipe yang tersedia. Meski tidak dalam keadaan sempurna, mesin ketik tua ini masih bisa berfungsi dengan baik.

    Pasar Loak JatinegaraPasar Loak Jatinegara Foto: Qonita Hamidah/detik travel

    Pasar ini juga menjual berbagai jenis uang kertas dan koin zaman dulu. Harga yang ditawarkan cukup terjangkau, mulai dari Rp 5 ribu untuk setiap lembar atau koin. Koleksinya beragam mulai dari pecahan 50 sen, 100 sen, hingga Rp 5.

    Pasar Loak JatinegaraPasar Loak Jatinegara Foto: Qonita Hamidah/detik travel

    Pengunjung bisa menemukan berbagai jenis keramik lawas. Koleksi keramik di pasar ini sangat banyak mulai dari teko, guci, gelas, hingga patung. Patung keramik menjadi koleksi yang paling banyak diincar oleh para pembeli, biasanya patung keramik ini dijadikan sebagai hiasan atau pajangan agar rumah terlihat lebih estetik.

    Pasar Loak JatinegaraPasar Loak Jatinegara Foto: Qonita Hamidah/detik travel

    Salah satu koleksi paling bersejarah di sini adalah sebuah keris antik yang usianya diperkirakan mencapai 200 tahun. Benda pusaka tersebut didapat dari seorang kolektor dan menjadi koleksi paling tua dan langka di Pasar Loak Jatinegara.

    “Ini barang tertua yang kami miliki. Sudah ada selama 200 tahun, dan kami mendapatkannya dari seorang kolektor yang meminta toko kami untuk menjualnya,” kata Fikri.

    Pasar Loak JatinegaraPasar Loak Jatinegara Foto: Qonita Hamidah/detik travel

    Pasar Loak Jatinegara juga menjual berbagai jenis ponsel lawas, bagi kolektor yang tertarik untuk mengoleksi barang-barang vintage, pasar ini menjadi tempat paling pas. Meski kondisi fisiknya tidak selalu sempurna, ponsel-ponsel ini tetap berfungsi dengan baik. Harganya cukup bervariasi, mulai dari Rp 400 ribu tergantung pada kondisi dan tipe yang tersedia.

    Tentunya masih banyak lagi barang-barang antik yang diperjualbelikan di Pasar Loak Jatinegara, menurut pertanyaan penjual kepada detikcom, beberapa barang antik tersebut didapat dari pemulung barang bekas yang kemudian dijual ke pasar loak.

    3. Buka Selama 24 Jam

    Keunikan lain dari Pasar Loak Jatinegara adalah jam operasionalnya. Pasar ini buka selama 24 jam setiap hari. Hal ini membuat Pasar Loak Jatinegara tidak pernah tidur dan tetap hidup setiap saat.

    Menurut salah satu penjual, Epen, Pasar Loak dikelola setiap hari secara bergantian. Jadi ada beberapa toko yang buka saat pagi, siang, sore, dan malam. Sehingga pasar ini siap melayani pembeli setiap saat.

    Bagi yang tertarik berburu harta karun dan melihat keunikan Pasar Loak Jatinegara, ayo berkunjung dan rasakan keseruannya secara langsung.

    (row/row)



    Sumber : travel.detik.com