Tag: gula

  • 5 Mitos Tentang Gula, Salah Satunya Menyebabkan Diabetes

    Jakarta

    Gula banyak digunakan sebagai pemanis untuk makanan dan juga minuman. Banyak yang mengatakan bahwa gula tidak sehat dan sebaiknya tidak dikonsumsi terlalu banyak.

    Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pun merekomendasikan konsumsi gula tidak lebih dari 10% dari asupan harian orang dewasa. Jumlah idealnya yaitu sekitar enam sendok teh.

    Namun, ada juga orang-orang yang berusaha menghindari gula sepenuhnya dari makanan. Berikut mitos-mitos terkait gula yang berkembang di masyarakat.


    5 Mitos Tentang Gula

    Beberapa mitos terkait gula di antaranya bahwa gula membuat kecanduan, membuat diabetes, hingga mudah untuk dihindari. Berikut penjelasannya.

    1. Gula Membuat Kecanduan

    Mengutip laman NIB Australia, makanan tinggi gula bisa menimbulkan efek kecanduan. Mengkonsumsinya memicu sistem penghargaan di otak dan menyebabkan pelepasan dopamin.

    Meski begitu, gula saja tidak bisa disalahkan. Sebab, bukan hanya gula yang membuat hidangan sangat enak, tapi juga ada asupan garam dan juga lemak.

    Menurut Komite Ilmiah Independen bidang Obat-obatan dan Departemen Neuro Psikofarmakologi dan Pencitraan Molekuler di Imperial College, London, Prof David Nutt, saat ini tidak ada bukti ilmiah bahwa gula bersifat adiktif. “Meski kita tahu bahwa gula memiliki efek psikologis, termasuk menghasilkan kesenangan, hal ini hampir pasti dimediasi melalui sistem penghargaan otak.” katanya.

    Sementara itu menurut laman Northern Arizona University, bukti mengenai gula yang membuat kecanduan masih kurang meyakinkan. Keinginan mengkonsumsi gula seringkali berawal dari keyakinan bahwa gula buruk dan sebaiknya dihindari. Pola pikir tentang makanan seringkali malah mendorong keinginan untuk makan.

    2. Gula Menyebabkan Diabetes

    7 Cara Mudah Mengurangi Asupan Karbohidrat untuk Penderita DiabetesFoto: Getty Images/iStockphoto/Kiwis

    Banyak yang percaya bahwa mengkonsumsi gula secara langsung menyebabkan diabetes. Menurut Medical News Today, tidak ada hubungan langsung antara keduanya. Pada faktanya, diabetes tipe 2 merupakan kondisi kompleks yang dipengaruhi genetik, gaya hidup, dan pola makan secara keseluruhan.

    Meski begitu, faktor risiko lainnya dari diabetes tipe 2 adalah kelebihan berat badan dan obesitas. Sementara, mengkonsumsi gula dalam jumlah tinggi memang menyebabkan kelebihan berat badan atau obesitas. Namun gula bukanlah menjadi penyebab langsung dari diabetes tipe dua.

    3. Hindari Gula pada Buah

    Buah-buahan memiliki rasa manis berkat gula alaminya. Namun, karena kandungan gula, beberapa orang percaya bahwa sebaiknya menghindari makan buah demi menjaga berat badan sedang.

    Pada faktanya, buah-buahan mengandung berbagai senyawa yang menyehatkan. Terdapat berbagai vitamin dan mineral serta serat.

    Menurut World Health Organization (WHO), batas aman konsumsi gula tidak menghitung asupan gula yang masuk dari buah-buahan. Buah-buahan justru menjadi salah satu bahan makanan yang penting untuk menyeimbangkan pola makan.

    4. Gula Mudah Dihindari

    Couple shopping in a supermarketFoto: iStock

    Gula dapat ditemukan di banyak makanan. Di antara nama lain dari gula adalah nektar agave, destarosa, galaktosa, glukosa, sirup jagung fruktosa tinggi, molase, sukrosa, dan sirup.

    Gula tambahan bahkan bisa ditemukan dalam jumlah banyak dalam sereal yoghurt, saus dan dressing yang sudah jadi. Sehingga sulit untuk menghindari gula.

    Menurut Manager Nutrisi dan Kesehatan Nasional di Live Life Get Active, Jazmyn McKinnie, cobalah pilih makanan yang mengandung gula kurang dari 15 g per 100 g. Sebenarnya, cara terbaik adalah memilih makanan dengan bahan utuh, namun hal ini mungkin juga akan sulit dilakukan di tengah kesibukan.

    “Jadi, cobalah untuk memilih makanan dengan jumlah gula yang lebih rendah, misalnya sedikit gula dalam saus salad kan membantu Anda makan lebih banyak sayuran. Maka menurut saya itu tidak masalah,” katanya.

    5. Pemanis Alternatif Lebih Sehat dari Gula

    Untuk menghindari diabetes dan obesitas, banyak orang beralih menggunakan pemanis alternatif. Memang benar bahwa beberapa jenis gula seperti sirup maple murni, madu, dan Stevia lebih baik, tapi makanan tersebut tetap berupa gula.

    Hanya saja, nutrisi tambahan yang dikandung menjadikannya pilihan yang lebih baik. Meski begitu, camilan yang mengandung gula atau pemanis ini tetap harus dikonsumsi dalam jumlah sedang.

    (elk/row)



    Sumber : food.detik.com

  • 5 Tips Mudah Mengatur Keuangan Selama Ramadan agar Nggak Boros

    Jakarta

    Mengatur keuangan selama bulan Ramadan sangat penting untuk dilakukan. Sebab, pengeluaran saat bulan puasa terkadang lebih boros dari bulan-bulan lainnya.

    Selama Ramadan, kebutuhan seseorang cenderung meningkat dari biasanya, terutama menjelang Hari Raya Idul Fitri. Hal ini yang membuat pengeluaran lebih boros karena membeli barang yang diinginkan, bukan dibutuhkan.

    Apalagi jika sudah mendapatkan THR. Barang apapun yang terlihat bagus langsung dibeli. Tanpa sadar, uang THR langsung habis dalam sekejap. Sedih bukan?


    Maka dari itu, penting untuk mengatur keuangan selama Ramadan agar tidak boros pengeluaran. Bagaimana caranya? Simak tips mengatur keuangan selama Ramadan dalam artikel ini.

    Tips Mudah Mengatur Keuangan Selama Ramadan

    Ada sejumlah cara untuk memastikan pengelolaan keuangan tetap terjaga selama Ramadan. Simak tips mudah mengatur keuangan selama Ramadan yang dikutip dari catatan detikFinance:

    1. Memiliki Rencana Keuangan

    Tips yang pertama adalah memiliki perencanaan keuangan selama Ramadan. Langkah ini dapat mempermudah detikers untuk mengatur uang sesuai dengan pos-pos yang telah ditentukan.

    Selain itu, cara ini juga mempermudah dalam menyusun alokasi pengeluaran selama bulan Ramadan, mulai dari belanja bulanan, sahur, buka puasa, bersedekah, bayar zakat, membagikan THR, dan lain sebagainya.

    2. Catat Setiap Pengeluaran

    Penting untuk mencatat setiap pengeluaran, meskipun jumlah uangnya kecil. Cara ini dilakukan untuk mengetahui secara detail pengeluaran selama Ramadan.

    Apabila tidak dicatat, terkadang kita suka lupa karena terlalu asyik berbelanja. Alhasil, ketika mengecek saldo di rekening ternyata uangnya sudah habis.

    Langkah ini juga dapat mengerem hasrat untuk berbelanja yang tidak dibutuhkan. Sebab, jika jumlah pengeluaran sudah cukup besar maka saatnya untuk setop belanja dahulu.

    3. Disiplin Pengeluaran

    Agar tidak boros pengeluaran selama Ramadan, penting untuk menerapkan sikap disiplin dalam berbelanja. Misalnya, memastikan uang yang dikeluarkan sesuai dengan alokasi yang telah ditetapkan.

    Lalu, usahakan membeli barang yang harganya sesuai atau di bawah budget kamu. Jika membeli barang yang harganya jauh di bawah budget, sisa uangnya bisa dimanfaatkan untuk menabung atau dialokasikan guna membeli barang lainnya.

    Jangan tergiur dengan barang-barang yang harganya mahal dan melebihi budget. Jika berniat untuk membeli barang tersebut, sebaiknya ditahan dahulu hingga uangnya sudah terkumpul.

    4. Belanja Kebutuhan Secara Bertahap

    Saat bulan puasa, kebutuhan bahan pokok untuk rumah tangga justru lebih banyak dari bulan-bulan lainnya. Agar tidak boros pengeluaran, sebaiknya belanja kebutuhan secara bertahap.

    Mengutip laman Bank Muamalat, sebaiknya terapkan strategi belanja secara bertahap agar seluruh kebutuhan dapat terpenuhi. Misalnya, sebelum bulan puasa dapat membeli bahan pokok seperti beras, minyak goreng, gula pasir, kurma, dan bahan makanan lainnya.

    Ketika memasuki Ramadan, beli bahan-bahan makanan seperti sayur, daging, ikan, ayam, dan buah-buahan untuk memenuhi asupan saat sahur dan berbuka puasa.

    Ketika mendekati Lebaran, saatnya untuk berbelanja kebutuhan seperti pakaian muslim baru, membeli kue kering, atau memberikan hampers kepada saudara dan teman-teman.

    5. Cek Promo Menarik

    Saat Ramadan dan menjelang Lebaran, biasanya ada banyak promo-promo menarik yang ditawarkan, mulai dari diskon hingga cashback. Manfaatkan promo tersebut untuk membantu menjaga keuangan tetap sehat.

    Misalnya, kamu sudah menyiapkan dana sebesar Rp 1 juta untuk membeli sepatu baru. Jika ada toko yang menawarkan diskon hingga 30%, jangan ragu untuk segera membeli sepatu tersebut karena kamu dapat menghemat pengeluaran.

    (ilf/fds)

    Sumber : finance.detik.com

    Alhamdulillah kaya raya uang اللهم صل على رسول الله محمد
    Image : unsplash.com / towfiqu barbhuiya
  • Wisata Dadakan di Kulon Progo, Lihat Atraksi Layangan Naga



    Kulon Progo

    Area persawahan di Galur, Kulon Progo, kini jadi destinasi wisata baru. Warga atau traveler bisa menikmati kuliner lokal sambil menyaksikan atraksi layangan naga setiap akhir pekan.

    Lokasi persawahan ini berdekatan dengan calon jembatan baru Pandansimo. Spot baru ini terletak di sisi barat Jembatan Pandansimo atau masuk wilayah Banaran, Galur, Kulon Progo. Setiap akhir pekan, area persawahan yang dibelah oleh Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) ini mendadak ramai jadi mirip seperti pasar tumpah.

    Terdapat lebih dari 50 lapak UMKM yang berjejer rapi di sepanjang jalur tersebut. Mereka menawarkan pelbagai kuliner murah meriah, seperti sempol, jus, es teh, dan sebagainya.


    Sembari menikmati jajanan, pengunjung bisa menyaksikan atraksi layangan naga yang diterbangkan oleh warga sekitar. Ukuran layangan bervariasi, mulai dari versi mini hingga yang paling besar dapat dilihat di sini.

    “Di sini sekarang memang ramai terus, bahkan kemarin pas ada isu Jembatan Pandansimo mau dibuka untuk umum banyak yang berbondong-bondong ke sini, sampai jalannya macet,” ucap warga sekitar, Bendil, saat ditemui di lokasi.

    Bendil mengatakan kehadiran calon jembatan baru Pandansimo menjadi salah satu alasan kenapa lokasi ini bisa ramai. Menurutnya banyak masyarakat dari luar Galur yang penasaran dengan kondisi terkini jembatan itu.

    “Daya tariknya jembatan Pandansimo ini memang kuat, banyak yang pengin lihat kondisinya, karena penasaran sama desain jembatan yang memang terlihat bagus itu,” ujarnya.

    Hal itu pula yang membuat banyak pelaku UMKM tertarik membuka lapak dagangan di sini. Termasuk halnya Bendil yang sejak sepekan terakhir bikin kedai yang menawarkan es inovasi bernama Es Kobar. Minuman ini terbuat dari campuran kelapa muda, potongan buah nangka, gula jawa cair, kolang kaling, cincau dan creamer kental manis. Rasanya manis dan ada sedikit sensasi gurih.

    Artikel ini sudah tayang di detikJogja. Klik di sini untuk membaca selengkapnya.

    (rih/ddn)



    Sumber : travel.detik.com

  • 5 Mitos Konsumsi Gula yang Banyak Dipercaya, Mana yang Benar?


    Jakarta

    Gula yang manis seringkali dipercaya sebagai asupan yang tak sehat. Ahli kesehatan berusaha menjawab mitos yang banyak dipercaya masyarakat terkait gula.

    Gula seringkali digunakan dalam asupan makanan dan minuman untuk menambahkan rasa manis. Tetapi banyak yang menyebut gula berbahaya bagi kesehatan dan harus dikurangi konsumsinya.

    Sebagian orang lainnya bahkan mempercayai bahwa gula harus sepenuhnya dihindari dari asupan makanan. Ternyata ada beberapa larangan dan kepercayaan terkait konsumsi gula dianggap oleh ahli hanya mitos belaka.


    Lantas apakah semua mitos tersebut benar? Demi menjawab keresahan konsumen pelanggan, beberapa ahli kesehatan berusaha meluruskan kepercayaan yang beredar.

    Berikut ini 5 mitos tentang gula yang dijawab ahli melalui nib Australia:

    Mitos konsumsi gulaGula ternyata salah satu asupan yang bersifat adiktif. Foto: Getty Images/iStockphoto/Doucefleur

    1. Gula tidak adiktif

    Sebagian orang menyebut bahwa gula tidak membuat konsumennya ketagihan. Faktanya para ahli menjelaskan bahwa makanan yang mengandung gula memberikan efek ketagihan bagi konsumennya.

    Otak yang menerima asupan gula dapat memicu sistemnya untuk terus meminta asupan gula yang lebih banyak. Hal ini terjadi karena otak yang mendapat asupan gula merilis dopamin atau hormon kebahagiaan.

    Jazmyn McKinnie selaku ahli gizi dari National Nutrition mengatakan efek ketagihan yang dihadirkan gula sama seperti garam dan lemak. Misalnya pada sebatang cokelat yang terbuat dari perpaduan gula dan lemak akan membuat ketagihan dengan sensasi meleleh pada lidah.

    2. Penyebab obesitas dan diabetes

    Efek samping gula terhadap obesitas dan diabetes masih menjadi perdebatan yang sengit. Pada berbagai penelitian gula tidak ditemukan sebagai alasan dari diidapnya diabetes pada tubuh seseorang.

    Konsumsi gula yang berlebihan dan mengendap di tubuh yang kemudian meningkatkan risiko obesitas dan diabetes. Pada anak-anak konsumsi gula tak hanya meningkatkan risiko obesitas tetapi juga ada ancaman kavitas pada gigi.

    Gula yang dikonsumsi dapat merilis asam yang nantinya menjadi makanan bakteri di dalam mulut. Alasan ini yang membuat banyak dokter gigi melarang keras anak-anak mengonsumsi makanan manis berlebihan.

    Penjelasan mitos gula lainnya ada di halaman berikutnya.

    3. Hindari gula pada buah

    Bagi sebagian orang yang terlalu takut dengan gula, mereka bahkan menghindari buah dengan rasa manis. Faktanya rasa manis di dalam buah terbentuk karena proses alami dan bukan gula tambahan yang berdampak negatif untuk tubuh.

    Menurut aturan World Health Organization (WHO) batas aman konsumsi gula tidak menghitung asupan gula yang masuk melalui buah-buahan. Buah-buahan justru menjadi salah satu bahan makanan yang dianggap penting untuk menyeimbangkan pola makan.

    “Gula bukanlah kejahatan untuk tubuh. Pada beberapa makanan yang alami, gula dapat membantu memberikan energi dan meningkatkan fungsi tubuh dengan maksimal,” ungkap Jazmyn.

    4. Gula mudah dihindari

    Mitos konsumsi gulaKonsumsi gula sulit untuk dihindari karena gula hadir dalam berbagai jenisnya yang lain. Foto: Getty Images/iStockphoto/Doucefleur

    Banyak orang yang berlomba-lomba mulai menghindari gula, ini adalah perkembangan yang sangat baik. Tetapi hampir semua orang hanya fokus pada tulisan kandungan ‘gula’ ketika membaca label kemasan makanan.

    Faktanya gula memiliki banyak nama dan identitas yang tak mudah untuk dikenali semuanya. Misalnya seperti nektar agave, kristal tebu, dekstrosa, galaktosa, glukosa, dan masih banyak lainnya.

    Hal ini membuktikan bahwa gula sangat sulit untuk dihindari termasuk bagian mereka yang memilih makanan dan minuman kemasan dengan kandungan ‘gula’ serendah mungkin. Bahkan pada produk seperti susu, saus, hingga yogurt semuanya tetap menggunakan campuran gula.

    5. Pemanis alternatif lebih sehat

    Maraknya dan meningkatkan kekhawatiran masyarakat terhadap diabetes dan obesitas membuat pemanis alternatif bersaing keras untuk mendapat perhatian. Gula seperti gula aren, sirup maple, hingga stevia seolah memberikan janji kesehatan untuk beralih dari gula.

    Faktanya pemanis alternatif tetap menjadi bagian dari gula dengan perbedaan telah mengalami penambahan nutrisi. Sehingga seolah-olah pemanis ini dikemas dengan klaim yang lebih sehat dan menjanjikan rasa manis yang lebih baik.

    Mayoritas ahli gizi setuju bahwa gula adalah tetap gula walaupun dalam bentuk pemanis alternatif. Alasan tersebut membuat pemanis alternatif tetap harus diperhatikan asupannya.

    (dfl/odi)

    Sumber : food.detik.com

    Alhamdulillah Makan Minum Makanan Minuman Sehat Wal Afiyat di JumatBerkah.Com اللهم صلّ على محمد
    Source : unsplash / Ella Olsson
  • Batasi Konsumsinya! 5 Makanan ‘Sehat’ InI Tinggi Kandungan Gula


    Jakarta

    Makanan yang diklaim sehat tetap perlu dibatasi konsumsinya. Sebab, tidak semua makanan itu benar-benar punya kandungan aman. Seperti 5 makanan sehat ini yang rupanya tinggi gula.

    Makanan sehat biasa didefinisikan sebagai makanan padat nutrisi. Umumnya mengandung vitamin dan mineral, merupakan sumber protein, serat, dan lemak sehat, serta hanya memiliki sedikit kalori kosong.

    Sayangnya, beberapa makanan yang dianggap ‘sehat’ tidak sepenuhnya baik untuk kesehatan. Makanan yang diklaim ‘bebas gluten’ atau ‘bebas gula’ mungkin membuatmu berpikir kalau makanan ini terjamin sehat.


    Meskipun klaim ini tidak sepenuhnya salah, tetapi tidak secara otomatis menjadikan makanan tersebut benar-benar sehat. Sebab, mereka justru memiliki lebih banyak kalori kosong dalam bentuk gula tambahan.

    Oleh karena itu, cobalah untuk membatasi konsumsi makanan yang diklaim sehat ini. Karena jika dikonsumsi terlalu banyak, bisa menimbulkan risiko beberapa masalah kesehatan.

    Merangkum beberapa sumber, berikut daftar 5 makanan ‘sehat’ yang sebenarnya tinggi gula.

    1. Oatmeal instan

    Ilustrasi OatmealOatmeal instan sebaiknya tidak banyak dikonsumsi karena di dalamnya terdapat kandungan gula tambahan. Foto: Getty Images/iStockphoto/gresei

    Bagi mereka yang mau diet mungkin berpikir sarapan dengan oatmeal instan menjadi pilihan tepat. Oatmeal memang merupakan makanan sehat kaya serat, dan mengandung beberapa gram protein. Namun, tidak dengan oatmeal instan.

    Oatmeal instan kebanyakan dikemas dengan banyak tambahan gula. Konsumsi oatmeal instan terlalu sering bisa menyebabkan peningkatan kadar gula dalam darah. Kondisi ini pun berpotensi menyebabkan penyakit diabetes.

    Oleh karena itu, disarankan untuk memilih oatmeal tawar atau oatmeal organik yang memang alami tanpa tambahan gula. Oatmeal ini bisa dilengkapi dengan tambahan madu hingga potongan buah segar.

    2. Susu non-hewani

    Oat milk in glass and jar on wood background, copy spaceSusu non hewani juga sebaiknya perlu diperiksa nilai gizinya dulu. Sebab, yang dijual di pasaran terkadang sudah ditambah bahan lain. Foto: iStock

    Susu non-hewani akhir-akhir ini sedang menjadi pilihan yang digemari. Bahkan, banyak kedai kopi yang menawarkan alternatif susu hewani ke susu non-hewani, khususnya susu nabati.

    Banyak orang beralih ke produk susu non hewani karena masalah pencernaan. Banyak juga yang menganggap susu non-hewani jauh lebih sehat. Salah satu susu non-hewani yang sedang banyak digemari yaitu susu oat atau susu gandum.

    Popularitas susu gandum sedang memuncak dalam beberapa tahun terakhir. Mungkin susu ini dianggap lebih sehat, faktanya tidak semua susu gandum berkualitas. Banyak produk susu gandum yang dijual di pasaran dikemas dengan gula tambahan.

    Menurut Dokter dan Ahli Nutrisi, Hans Kristian, susu gandum di pasaran juga banyak menggunakan gandum komersial yang mengandung gluten. Selain itu, kebanyakan susu gandum di pasaran mengandung gandum dalam jumlah sedikit. Sisanya hanya air, penstabil, kalsium karbonat, dan bahan lain.

    Dengan hal ini, kamu perlu benawa-benar memperhatikan nilai gizi dari setiap susu gandum yang dibeli. Kalau terlalu banyak mengonsumsi susu gandum seperti ini, bisa saja memicu kenaikan gula darah.

    Daftar makanan yang disebut ‘sehat’ tetapi tidak bisa dilihat pada halaman selanjutnya!

    3. Yogurt rendah lemak

    kombinasi yogurt yang pas di lidah.Pilihan yogurt terbaik yaitu yogurt Yunani. Sebab, yogurt rendah lemak belum tentu sehat. Foto: Getty Images/iStockphoto/

    Yogurt rendah lemak dikenal memiliki lebih sedikit kalori dibandingkan yogurt biasa. Namun, bukan berarti makanan ini benar-benar sehat. Sebab, sebagian kalori dari lemak diubah menjadi tambahan gula.

    Misalnya yogurt rasa blueberry memang hanya mengandung 1,5 gram lemak. Namun, karena ditambah dengan gula tambahan, kalorinya menjadi lebih banyak.

    Jika ingin mengonsumsi yogurt, kamu bisa memilih yogurt yunani atau greek yogurt yang alami dengan protein lebih tinggi dan gula kurang dari 5 gram.

    4. Jus buah kemasan

    Jus buah kemasan bisa jadi haram karena beberapa halJus buah kemasan juga perlu diperhatikan dengan baik karena tidak semuanya murni dan sehat. Foto: iStock

    Jus buah kemasan mungkin terdengar praktis dan sehat. Namun, mereka dibuat dengan bahan-bahan yang berbeda dengan ekspektasi banyak orang. Jus kemasan banyak mengandung gula tambahan.

    Jus buah kemasan juga memiliki kandungan gula yang setara dengan minuman soda ringan. Bahkan, kadang-kadang kandungan gula di dalam jus ini lebih banyak dari minuman ringan. Jus buah kemasan juga mengandung vitamin dan antioksidan yang sedikit.

    Oleh karena itu, selalu periksa label produk dan cari jus yang mencantumkan klaim jus asli atau tanpa tambahan gula.

    5. Saus salad

    Beberapa orang senang menambah saus di salad supaya tidak hambar. Tambahan saus ini mungkin memang enak, tetapi saus salad cenderung mengandung gula kurang lebih 6 gram per porsi.

    Produsen saus salad mungkin mengurangi kandungan lemaknya, tetapi mereka menambahkan lebih banyak gula untuk menggantikan rasanya, lapor everydayhealth.com. Sebagai pengganti saus yang lebih baik dan sehat, kamu bisa memilih perasan jus jeruk, cuka, atau minyak zaitun.

    (aqr/odi)

    Sumber : food.detik.com

    Alhamdulillah Makan Minum Makanan Minuman Sehat Wal Afiyat di JumatBerkah.Com اللهم صلّ على محمد
    Source : unsplash / Ella Olsson
  • Minuman Boba Mangandung Kafein dan Gula, Cermati Takaran Konsumsinya


    Jakarta

    Salah satu minuman populer adalah boba atau bubble tea. Minuman ini mengandung kafein dan gula yang perlu dicermati takaran asupannya.

    Bubble tea atau yang sekarang lebih dikenal dengan boba ini merupakan jenis minuman populer asal Taiwan. Tak hanya terbuat dari racikan teh susu, tapi juga dikreasikan menjadi berbagai varian minuman manis dengan bahan dasar susu.

    Dilansir dari Yahoo Life (23/12), minuman boba disukai oleh banyak remaja hampir di seluruh dunia. Hal tersebut diungkapkan oleh beberapa ibu yang tinggal di Amerika.


    Salah satunya menyebutkan, “Putri saya sudah menyukai minuman boba sejak masih berusia sekitar 7 atau 8 tahun.”

    Ibu bernama Latoya Jordan yang memiliki anak berusia 11 tahun juga mengatakan bahwa putrinya menyukai boba. “Anak saya menyukai boba sejak berusia 10 tahun, ini dimulai ketika teman-temannya memperkenalkan minuman itu suatu hari,” sebutnya.

    Selain karena rasa minumannya yang manis, remaja penggemar minuman boba ini juga tertarik dengan mutiara tapioka. Hal ini karena teksturnya yang kenyal dan rasanya manis.

    Disukai oleh banyak remaja, apakah kandungan kafein dan gula dalam minuman boba aman bagi kesehatan?

    1. Kandungan Gula pada Minuman Boba

    fakta kandungan gula dan kafein pada minuman bobafakta kandungan gula dan kafein pada minuman boba Foto: Getty Images/iStockphoto

    Dr. Anh Le, seorang dokter anak di One Medical California, Amerika Serikat, menjelaskan bahwa manfaat dari mengonsumsi minuman boba sangat minim. Oleh karena itu, sebaiknya minuman boba jangan dikonsumsi terlalu sering.

    “Minuman dengan kadar gula tidak sehat untuk anak-anak karena dapat menyebabkan penambahan berat badan berlebihan dan nantinya bisa meningkatkan risiko penyakit jantung hingga diabetes,” jelas Dr. Anh Le.

    “Minuman ini juga dapat meningkatkan risiko gigi berlubang,” tambahnya.

    Efek tersebut lantaran 1 gelas minuman boba (480 gram) mengandung gula hampir 40 gram. Jumlahnya hampir mirip dengan kandungan gula pada minuman bersoda (52 gram) dan jus jeruk (42 gram).

    2. Kandungan Kafein Minuman Boba

    Selain kandungan gulanya, Dr. Le juga meminta para orang tua untuk memperhatikan jumlah kafein yang terdapat dalam minuman boba. Ia menyebutkan, “Kafein berisiko mengganggu tidur, meningkatkan rasa mudah tersinggung, hingga memengaruhi konsentrasi.”

    Kandungan kafein pada minuman boba ini beragam jumlahnya, karena dibedakan dari berbagai jenis teh. “Tergantung pada jenis teh yang digunakan, jumlah kafein pada minuman boba bervariasi antara 30-50 mg,” ungkap Dr. Le.

    Sedangkan, ada aturan mengenai asupan kafein pada anak-anak dan remaja. Jumlah kafein yang aman untuk mereka adalah 75-100 mg kafein per hari.

    (yms/odi)

    Sumber : food.detik.com

    Alhamdulillah Makanan Minuman Sehat Di JumatBerkah.Com اللهم صل على محمد
    Source : unsplash.com / Dan Gold

  • Stop! 7 Mitos Populer Tentang Makanan yang Keliru dan Tak Perlu Dipercaya


    Jakarta

    Tak semuanya mitos seputar makanan dan nutrisi benar adanya. Banyak mitos yang menyesatkan dan justru membawa efek samping untuk tubuh.

    Dilansir dari DailyMailUK (24/07/2025), menurut Lynne Murphy, ahli gizi dari Nutri Lean Inggris, banyak orang terus-menerus dibanjiri informasi makanan dan nutrisi yang saling bertentangan. Sayangnya banyak mitos makanan populer yang justru keliru dan sering membuat orang terkecoh.

    “Tidak ada rumus yang cocok untuk pola makan semua orang. Apa yang berhasil bagi satu orang bisa berdampak buruk bagi yang lain,” jelasnya. Faktor usia, aktivitas, kondisi kesehatan, hingga genetik, semuanya mempengaruhi respons tubuh terhadap makanan.


    Jadi pola makan jangka panjang seperti apa yang sebaiknya diikuti? Murphy menyarankan untuk kembali ke dasar, perbanyak makan sayur, hindari makanan olahan dan perhatikan bagaimana tubuh merespons makanan.

    Murphy juga mengungkap tujuh mitos seputar makanan yang sering dipercaya oleh banyak orang. Mulai dari mitos jangan makan lemak dan karbohidrat saat diet, sampai mitos seputar gula dan jus buah.

    Berikut ini 5 mitos makanan yang tak lagi perlu dipercaya:

    1. Lemak Itu Buruk

    Homemade Mexican chicken burrito bowl with rice, beans, corn, tomato, avocado, spinach. Taco salad lunch bowlMenu makanan dengn Lemak sehat. Foto: Getty Images/iStockphoto/sveta_zarzamora

    Banyak orang masih percaya lemak adalah musuh utama dalam menurunkan berat badan. Namun menurut Murphy, anggapan ini tidak hanya keliru tetapi juga bisa membahayakan kesehatan.

    “Menghindari semua jenis lemak justru salah satu hal terburuk untuk tubuh” jelasnya. Lemak sehat yang berasal dari alpukat, kacang-kacangan, dan minyak zaitun sangat penting.

    Lemak sehat memberikan energi lebih banyak daripada karbohidrat dan protein, serta mendukung fungsi otak. Pada wanita, lemak sehat juga membantu produksi hormon yang sehat.

    Murphy menekankan yang perlu dibatasi adalah lemak trans dan lemak jenuh berlebihan, seperti yang ditemukan dalam kue, gorengan, dan makanan olahan.

    “Jenis-jenis lemak inilah yang meningkatkan kolesterol jahat dan risiko penyakit jantung serta stroke,” jelasnya.

    2. Makanan Bebas Gluten Lebih Sehat

    Ada kecenderungan orang untuk membeli semua produk makanan bebas gluten karena dianggap lebih sehat. Namun Murphy mengingatkan bahwa anggapan ini bisa menyesatkan dan berdampak buruk bagi berat badan.

    “Kecuali seseorang memiliki penyakit celiac atau alergi dan sensitif pada gluten, makanan bebas gluten tidak otomatis lebih sehat,” ujarnya. Produk pengganti gluten sering kali justru mengandung lebih banyak gula, kalori dan bahan tambahan untuk meniru rasa serta tekstur makanan normal.

    Murphy menambahkan, “Saya sering melihat orang beralih ke biskuit gluten-free karena merasa itu pilihan yang sehat, padahal justru mengandung lebih banyak kalori dan gizi yang lebih rendah daripada versi biasa. Kalau tidak perlu, tetap konsumsi yang biasa saja, itu lebih baik untuk tubuh dan berat badan.” tuturnya.

    3. Jus Membantu Detox

    Healthy habit. Balanced diet and nutrition. Cropped shot of man holding fresh fruit juice glass. Organic banana, nectarine drink.Banyak orang menjadikan jus buah sebagai alasan ‘detoks’ atau untuk mengeluarkan racun dari tubuh. Foto: Getty Images/golubovy

    Banyak orang menjadikan jus buah sebagai alasan ‘detoks’ atau untuk mengeluarkan racun dari tubuh. Sayangnya ini adalah kesalahan umum yang sering dilakukan banyak orang.

    “Hati dan ginjal seseorang sudah sangat efektif membersihkan tubuh dari racun. Orang-orang tidak perlu menghabiskan uang untuk membeli jus mahal,” jelas Murphy.

    Selain itu yang lebih merugikan, proses juicing atau jus justru menghilangkan serat bermanfaat dari buah dan sayur, belum lagi kandungan gula tambahan di dalamnya.

    “Saat seseorang membuat jus apel, yang diminum pada dasarnya adalah air gula rasa apel, tanpa serat yang biasanya memperlambat penyerapan gula,” kata Murphy.

    Akibatnya terjadi lonjakan gula darah yang drastis, yang jika terjadi berulang dapat meningkatkan risiko diabetes dan penyakit jantung.

    4. Karbohidrat Bikin Gemuk

    Banyak orang menjalani diet ketat dan menyingkirkan semua jenis karbohidrat seperti roti dan pasta. Padahal menurut Murphy, ini adalah kesalahpahaman besar.

    “Karbohidrat bukanlah musuh. Penambahan berat badan terjadi ketika seseorang mengonsumsi kalori lebih banyak daripada yang dibakar, tidak peduli apakah kalorinya berasal dari karbohidrat, protein, atau lemak.” jelasnya.

    Tubuh membutuhkan karbohidrat sebagai sumber energi, terutama saat aktivitas fisik meningkat. Masalahnya bukan pada karbohidrat itu sendiri, melainkan pada jenis dan jumlah yang dikonsumsi.

    “Pilihlah karbohidrat utuh seperti roti gandum, bukan versi roti putih yang sudah jadi makanan olahan. Selain memberi energi, Anda juga akan mendapatkan manfaat serat, pencernaan yang lebih baik, dan kadar kolesterol yang lebih stabil,” katanya.

    5. Gula Alami Lebih Baik daripada Gula Biasa

    Raw honey atau madu mentahGula alami dari madu. Foto: Getty Images/iStockphoto/mars58

    Banyak orang berpikir bahwa gula alami dianggap lebih sehat dari gula atau pemanis tambahan. Menurut Murphy, pernyataan itu menyesatkan.

    “Memang sumber gula alami sering disertai serat dan nutrisi tambahan, tetapi tubuh setiap orang tetap memproses gula dengan cara yang sama, terlepas dari asalnya,” jelasnya.

    Baik gula alami dari madu maupun apel, semuanya tetap memicu kenaikan kadar gula darah seperti halnya gula putih.

    “Banyak orang berpikir mereka bisa makan pemanis alami sebanyak mungkin, padahal tubuh tidak bisa membedakan antara madu dan gula putih setelah dicerna,” katanya. ” Menurutnya kedua jenis gula ini tetap membawa risiko kesehatan jika dikonsumsi berlebihan.

    6. Pengaruh Pola Makan pada Metabolisme

    Beberapa orang meyakini bahwa makan dengan porsi sesikit tapi sering dapat menjaga metabolisme tetap aktif. Namun menurut Murphy, ini hanyalah mitos yang sudah lama dibantah secara ilmiah.

    “Gagasan bahwa makan sering bisa membuat metabolisme lebih aktif ini sudah terbukti keliru. Metabolisme Anda tidak akan melambat secara signifikan hanya karena seseorang tidak makan setiap beberapa jam sekali ,” lanjutnya.

    Faktanya beberapa orang justru merasa lebih baik dengan pola makan yang lebih jarang namun lebih besar porsinya.

    “Tubuh seseorang mampu bertahan beberapa jam tanpa makan tanpa mengalami penurunan fungsi metabolisme. Yang penting adalah makan saat benar-benar lapar dan menikmati makanan yang bernutrisi dan gizi seimbang,” saran Murphy.

    7. Makanan Rendah Lemak Lebih Sehat

    Ini 5 Menu Sarapan Rendah Kalori dan Cocok Untuk DietMenu Sarapan Rendah Kalori dan Cocok Untuk Diet Foto: Ilustrasi iStock/Site Recipe

    Seperti anggapan tentang gluten-free, banyak yang mengira produk makanan rendah lemak selalu lebih sehat. Padahal Murphy menyebutkan ketika lemak dihilangkan dari makanan, produsen seringkali menambahkan gula, garam, atau bahan buatan agar tetap terasa enak.

    “Ini bisa membuat makanan versi rendah lemak justru lebih buruk daripada versi aslinya,” jelasnya. “Yoghurt rendah lemak yang penuh dengan gula tambahan justru tidak memberikan manfaat seperti yoghurt penuh lemak tanpa pemanis.” sambungnya.

    Intinya tidak semua label makanan rendah lemak berarti lebih sehat. Namun yang perlu dilakukan adalah membaca label dengan teliti sebelum membelinya.

    (sob/dfl)

    Sumber : food.detik.com

  • Alhamdulillah Makanan Minuman Sehat Di JumatBerkah.Com اللهم صل على محمد
    Source : unsplash.com / Eater Collective

  • Stop! 5 Mitos Diet Ini Tak Sepenuhnya Benar dan Boleh Dilupakan

    Stop! 5 Mitos Diet Ini Tak Sepenuhnya Benar dan Boleh Dilupakan


    Jakarta

    Banyak mitos seputar diet yang kerap salah dan tak sepenuhnya benar. Seperti mitos karbo bikin gemuk hingga konsumsi gula yang tak disarankan saat diet.

    Di tengah maraknya informasi soal kesehatan di media sosial, banyak orang kebingungan membedakan mana saran gizi yang benar dan mana yang menyesatkan.

    Dilansir dari BBC (19/06), Tai Ibitoye, ahli gizi terdaftar sekaligus dosen di bidang nutrisi dan diet, ia membagikan lima mitos diet paling umum yang sering ia dengar dari pasien hingga di acara kesehatan. Ternyata tak semua mitos diet dibenarkan, ada penjelasan ilmiah di baliknya.


    Berikut lima penjelasannya:

    1. Karbohidrat Bikin Gemuk

    Stop! 5 Mitos Diet Ini Tak Sepenuhnya Benar dan Boleh DilupakanStop! 5 Mitos Diet Ini Tak Sepenuhnya Benar dan Boleh Dilupakan Foto: Ilustrasi iStock

    Anggapan ini keliru. Karbohidrat dalam 1 gram hanya mengandung 4 kalori, jauh lebih rendah dibanding lemak yang memiliki 9 kalori per 1 gram. Memang benar bahwa menghindari karbohidrat bisa menurunkan berat badan, tetapi yang hilang adalah cairan tubuh bukan lemak.

    Selain itu, diet ekstrem yang mengeliminasi satu kelompok makanan biasanya tidak sehat dan tak berkelanjutan, efeknya bisa membuat berat badan kembali naik.

    Karbohidrat merupakan sumber energi utama bagi tubuh dan penting untuk fungsi metabolisme. Komite Penasihat Ilmiah Nutrisi di Inggris bahkan merekomendasikan agar 50% asupan energi harian berasal dari karbohidrat. Solusinya bukan menghindari, melainkan memilih jenis karbohidrat yang lebih sehat seperti roti gandum utuh, pasta gandum, nasi merah, sayuran, buah, serta kentang dengan kulitnya.

    2. Bahaya Konsumsi Gula

    Stop! 5 Mitos Diet Ini Tak Sepenuhnya Benar dan Boleh DilupakanStop! 5 Mitos Diet Ini Tak Sepenuhnya Benar dan Boleh Dilupakan Foto: Ilustrasi iStock

    Banyak orang salah kaprah soal gula dalam buah. Padahal gula alami seperti fruktosa dalam buah berbeda dari gula tambahan. Penelitian yang mengaitkan fruktosa dengan kolesterol tinggi dan tekanan darah umumnya berfokus pada sirup jagung fruktosa tinggi, bukan fruktosa alami dalam buah utuh.

    Gula dalam buah tidak termasuk dalam kategori “gula bebas” yang perlu dibatasi. Justru, konsumsi buah dan sayuran terbukti dapat menurunkan risiko penyakit jantung, hipertensi, dan beberapa jenis kanker. Buah juga mengandung vitamin, mineral, serat, dan fitokimia yang penting bagi kesehatan.

    Dianjurkan untuk mengonsumsi setidaknya lima porsi buah dan sayur setiap hari. Jus buah hanya dihitung satu porsi, berapapun banyaknya, karena proses pengolahan menghilangkan sebagian besar serat.

    3. Diet Detoks ‘Menetralkan’ Tubuh

    Stop! 5 Mitos Diet Ini Tak Sepenuhnya Benar dan Boleh DilupakanStop! 5 Mitos Diet Ini Tak Sepenuhnya Benar dan Boleh Dilupakan Foto: Ilustrasi iStock

    Mitos detoks tubuh lewat jus atau makanan khusus sering dilakukan banyak orang setelah makan secara berlebihan, seperti saat liburan. Namun faktanya, tubuh manusia dirancang dengan sistem detoksifikasi alami melalui hati, ginjal, dan saluran pencernaan.Kecuali jika seseorang memiliki kondisi medis tertentu.

    Jadi sebenarnya tidak ada makanan, minuman, atau suplemen khusus yang dibutuhkan untuk membersihkan racun. Banyak diet detoks justru berisiko karena bersifat ekstrem dan minim bukti ilmiah.

    Meskipun ada saran positif seperti memperbanyak buah dan sayur serta mengurangi asupan lemak jenuh dan gula, anjuran menghindari makanan tertentu secara total bisa menimbulkan seseorang jadi kekurangan nutrisi. Pola makan seimbang, tidur cukup, tidak merokok, tidak minum alkohol, dan olahraga rutin lebih efektif untuk menjaga kesehatan tubuh dibandingkan mengikuti diet detoks.

    4. Produk Vegetarian Lebih Sehat

    Stop! 5 Mitos Diet Ini Tak Sepenuhnya Benar dan Boleh DilupakanStop! 5 Mitos Diet Ini Tak Sepenuhnya Benar dan Boleh Dilupakan Foto: Ilustrasi iStock

    Tidak semua makanan berlabel vegan atau vegetarian otomatis sehat. Banyak produk nabati yang sudah diproses dan tinggi lemak jenuh, garam, atau gula. Misalnya, es krim vegan bisa memiliki kadar gula setara dengan es krim susu.

    Beberapa pengganti daging seperti sosis atau burger berbahan kedelai memang kaya protein, tetapi sering kali tinggi garam dan lemak. Karena itu penting untuk membaca label nutrisi dan memperhatikan cara pengolahan makanan, seperti menghindari metode menggoreng atau tambahan bahan tinggi lemak.

    Diet vegetarian atau vegan yang terencana dengan baik memang dapat mendukung kesehatan, tetapi bukan berarti semua produk nabati bisa dikonsumsi tanpa batas.

    5. Produk Susu Tidak Dibutuhkan dalam Diet

    Stop! 5 Mitos Diet Ini Tak Sepenuhnya Benar dan Boleh DilupakanStop! 5 Mitos Diet Ini Tak Sepenuhnya Benar dan Boleh Dilupakan Foto: Ilustrasi iStock

    Produk susu sebenarnya dapat menjadi bagian dari pola makan yang sehat dan seimbang. Kandungan gizinya sangat lengkap mulai dari protein, kalsium, yodium, fosfor, kalium, hingga vitamin B. Beberapa produk susu fermentasi seperti yoghurt probiotik dan kefir juga mengandung bakteri baik yang mendukung kesehatan saluran pencernaan.

    Meski mengandung laktosa (gula alami dalam susu), jenis gula ini tidak termasuk dalam kategori gula bebas yang perlu dibatasi karena hadir bersama nutrisi penting lain dalam satu paket.

    Kecuali seseorang memiliki alergi atau intoleransi terhadap susu, selebihnya tidak ada alasan untuk menghilangkan produk susu dari pola makan. Namun, jika memilih untuk tidak mengonsumsi produk susu, misalnya karena menjalani pola makan vegan dan sebagainya, maka perlu memastikan asupan nutrisi penggantinya tetap terpenuhi. Pilihlah produk pengganti susu yang telah diperkaya dengan zat gizi penting seperti yodium, kalsium, dan vitamin B.

    (sob/adr)

    Sumber : food.detik.com

  • Alhamdulillah Makanan Minuman Sehat Di JumatBerkah.Com اللهم صل على محمد
    Source : unsplash.com / Eater Collective

  • Ini Aturan Konsumsi Gula Harian dari Ahli Gizi


    Jakarta

    Konsumsi gula yang berlebihan dapat berdampak negatif untuk tubuh. Ternyata segini batas aman konsumsi gula harian yang masih diperbolehkan ahli gizi.

    Gula yang manis tidak memberikan efek semanis dengan rasa yang ada di lidah. Berbagai penyakit kronis hingga metabolisme dapat disebabkan oleh konsumsi gula yang berlebihan.

    Maka bukan hal yang aneh jika dokter dan ahli gizi justru tidak menyarankan untuk konsumsi gula secara berlebihan. Ada beberapa aturan yang harus diperhatikan guna menyeimbangkan asupan gula yang masuk ke dalam tubuh.


    Melansir Health, konsumsi gula alami dan gula tambahan di dalam makanan memiliki aturan perbedaannya. Merujuk pada kesepakatan aturan diet dari ahli gizi, orang dewasa dibatasi konsumsinya hanya 10% dari total asupan kalori harian yang disarankan.

    Ini Aturan Konsumsi Gula Harian dari Ahli GiziKonsumsi gula tidak bisa dilakukan secara sembarangan dan harus sesuai takaran. Foto: Getty Images/hoozone

    Misalnya jika setiap hari mengonsumsi 2.000 kalori pada jumlah gula yang boleh dikonsumsi hanya 50 gram atau setara dengan 12 sendok teh saja. Tetapi American Heart Association, selaku lembaga yang berfokus pada kesehatan jantung memiliki takaran yang berbeda.

    Pada aturan yang dilansir oleh AHA orang dewasa dibatasi konsumsi gula per hari hanya 6% dari total kalori keseluruhan. Artinya setiap orang dewasa hanya boleh konsumsi gula 6-9 sendok teh saja.

    Takaran ini bahkan lebih rendah lagi jika berbicara batas aman konsumsi gula untuk anak-anak. American Academy of Pediatrics mengatakan anak-anak di bawah usia 2 tahun tidak diperbolehkan mengonsumsi gula tambahan dari makanannya.

    Sementara remaja dan anak-anak di atas usia 2 tahun hanya disarankan konsumsi gula sebanyak 25 gram sehari. Takaran ini setara dengan 6 sendok teh gula yang boleh ditambahkan ke dalam makanan maupun minumannya.

    Ini Aturan Konsumsi Gula Harian dari Ahli GiziOrang dewasa sekalipun tidak disarankan melewati aturan takaran yang direkomendasikan. Foto: Getty Images/hoozone

    Gula alami dan gula tambahan dibedakan dengan alasan proses pencernaan di dalam tubuh yang berbeda. GUla alami yang datang dari makan akan dicerna sebagai karbohidrat kompleks yang dicerna perlahan sehingga tidak memicu lonjakan insulin.

    Sementara gula atau pemanis tambahan justru dianggap sebagai salah satu karbohidrat pecahan yang dicerna dengan cepat. Dampaknya insulin akan melonjak secara instan untuk mencerna gula.

    Ketika tidak segera dihentikan atau dikurangi kebiasaan buruk ini, lambat laun sensitivitas pankreas akan berkurang dalam mencerna gula. Ini yang akan menjadi pemicu atau gejala awal pada penderita diabetes tipe 2.

    Tips yang paling ampuh untuk tidak mengonsumsi gula berlebihan adalah dengan tidak mengonsumsi minuman manis. Biarkan gula masuk melalui makanan agar lebih mudah diperhatikan dan disesuaikan jumlahnya.

    (dfl/odi)

    Sumber : food.detik.com

  • Alhamdulillah Makanan Minuman Sehat Di JumatBerkah.Com اللهم صل على محمد
    Source : unsplash.com / Brooke Lark

  • 9 Tanda Tubuh Overdosis Gula, Sering Haus dan Lapar


    Jakarta

    Gula dengan rasa manis disukai banyak orang. Meski demikian asupan gula tak boleh berlebihan. Kenali tanda jika kamu overdosis asupan gula.

    Gula sering dipakai sebagai pemanis tambahan makanan atau minuman, terutama camilan. Meskipun makanan dan minuman akan terasa lebih enak jika ditambahkan gula, ternyata jumlah konsumsi gula harian tidak bisa sebanyak yang diinginkan.

    Di Indonesia, pemerintah melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes RI) bahkan sudah merekomendasikan batas maksimum konsumsi gula per hari.


    Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 30 Tahun 2013 tentang Pencantuman Informasi Kandungan Gula, Garam, dan Lemak serta Kesehatan untuk Pangan Olahan dan Pangan Siap Saji, Kemenkes RI merekomendasikan konsumsi gula sebanyak 10 persen dari total energi yang 200 kkal.

    Jika mengacu pada Permenkes tersebut maka jumlah konsumsi gula harian yang direkomendasikan adalah 50 gram gula atau sekitar empat sendok makan per hari.

    Bukan tanpa alasan, mengonsumsi gula melebihi batas rekomendasi harian dapat menyebabkan penumpukan kandungan gula dalam tubuh. Akibatnya, risiko diabetes, tekanan darah tinggi, dan kardiovaskular semakin meningkat.

    Mengingat risiko penyakit lanjutan yang berbahaya, setiap individu wajib mengenali tanda-tanda yang muncul di tubuh akibat kelebihan gula. Lantas, apa saja tanda-tanda tubuh kelebihan asupan gula?

    5 Manfaat Konsumsi Makanan Manis dengan Porsi Tak BerlebihanSering merasa haus dan selalu ingin buang cair bisa menjadi tanda tubuh yang berlebihan asupan gula. Foto: Getty Images/emrah_oztas

    1. Sering haus dan kencing

    Sering merasa haus dan buang air kecil adalah salah satu tanda umum tubuh mengandung terlalu banyak gula. Melansir dari Everyday Health, terlalu sering buang air kecil menandakan bahwa ginjal sudah “bekerja terlalu keras” untuk membuang kelebihan glukosa.

    2. Mudah lapar dan berat badan turun

    Penderita gula darah tinggi cenderung sering mengalami lapar atau polifagia. Namun, catatan Cleveland Clinic menemukan bahwa penderita gula darah tinggi mengalami penurunan berat badan yang signifikan meskipun banyak makan.

    “Hal ini disebabkan oleh tubuh yang tidak mendapat energi dari sumber yang diinginkan. Dengan demikian, energi beralih ke otot dan lemak,” jelas Ahli Diet, Lori Zanini, dikutip Jumat (12/1/2024).
    “Saat tubuh mulai memecah otot dan lemak untuk menghasilkan energi, Anda mengalami penurunan berat badan yang tidak sehat,” imbuhnya.

    Selain perubahan berat badan dan nafsu makan, penderita gula darah tinggi cenderung sering mengalami lemah otot dan sering terjatuh.

    3. Sering kelelahan

    Sering merasa lelah adalah salah satu tanda gula darah dalam tubuh tidak terkontrol.
    “Sederhananya, ketika tubuh tidak memproses insulin dengan baik atau jumah insulin tidak cukup, gula akan menetap di dalam darah dan tidak masuk ke dalam sel untuk digunakan sebagai energi,” kata Zanini.

    4. Penglihatan buram dan sering pusing

    Menurut National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases (NIDDK), kadar gula darah yang tinggi dapat menyebabkan pembengkakan lensa di mata akibat cairan bocor.

    Pembengkakan lensa tersebut diklaim dapat mengubah bentuk lensa sehingga penglihatan buram dan sulit fokus. Selain itu, penderita kadar gula darah tinggi juga akan sering mengalami sakit kepala.

    5. Luka di kulit sulit sembuh

    Menurut NIDDK, luka; goresan; hingga memar pada penderita kadar gula darah tinggi akan lambat atau sulit sembuh. Sebab, diabetes yang merusak saraf dapat memengaruhi sirkulasi darah sehingga menunda penyembuhan luka akibat aliran darah tidak cukup.

    Dalam beberapa kasus, luka ringan pada penderita diabetes lebih rentan terhadap infeksi. Akibatnya, luka ringan tersebut bisa meningkatkan risiko kaki diamputasi.

    6. Kaki dan tangan sering kesemutan

    Gula darah yang tidak terkontrol dapat menyebabkan kerusakan saraf atau neuropati diabetik.
    Melansir dari Everyday Health, neuropati diabetik tersebut menimbulkan gejala berupa sensasi kesemutan atau bahkan mati rasa di kaki dan tangan.

    Dalam beberapa kasus, penderita kadar gula tinggi juga sering mengalami nyeri kaki dan tangan, terutama pada malam hari.

    7. Perubahan warna kulit

    Camilan Tidak Sehat yang Bikin Ngidam Makanan ManisOverdosis gula juga dapat memicu gangguan kesehatan pada kulit. Foto: Getty Images/iStockphoto/

    Menurut American Diabetes Association (ADA), umumnya kulit penderita diabetes akan muncul kutil. Selain itu, sejumlah area kulit, terutama di bagian belakang leher, tangan, ketiak, dan wajah juga akan menebal dan gelap.

    Zanini mengatakan, perubahan pada kulit tersebut bisa menjadi pertanda dari resistensi insulin dan peringatan kadar gula darah meningkat.

    8. Sering alami infeksi jamur

    Menurut ADA, hiperglikemia dapat membuat para penderita diabetes rentan terkena infeksi jamur di area genital yang disebabkan oleh candida albicans.

    Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), gejala infeksi jamur pada wanita umumnya berupa vagina gatal, kemerahan atau nyeri, nyeri saat berhubungan seksual, nyeri saat buang air kecil, dan keputihan yang kental dan tidak normal.

    Meskipun infeksi jamur sering terjadi pada orang yang tidak menderita diabetes, memiliki lebih banyak glukosa dalam darah membuat berisiko lebih tinggi terkena penyakit tersebut.

    “Ragi memakan glukosa, dan jika gula darah Anda tinggi, maka lebih banyak glukosa di saluran kemih,” jelas Ahli Endokrinologi di MemorialCare South County Kidney and Endocrine Center, Rail Bandukwala.

    9. Gusi Berdarah

    NIDDK menyatakan bahwa penyakit gusi adalah salah satu bagian dari komplikasi diabetes yang membuat diabetes lebih sulit dikendalikan. Sebab, respons tubuh terhadap infeksi adalah melepaskan lebih banyak glukosa ke dalam aliran darah.

    Saat kadar gula tinggi, kandungan glukosa dalam air liur juga turut meningkat. Semakin banyak kandungan glukosa, semakin banyak pula bakteri yang bergabung dengan makanan di mulut untuk membentuk plak dan menyebabkan penyakit gusi.

    Melansir dari Mayo Clinic, jika tidak diatasi, penyakit ini dapat berkembang menjadi periodontitis, yang dapat menyebabkan gusi terlepas dari gigi, munculnya nanah atau bisul, atau bahkan gigi tanggal.

    Tentang overdosis asupan gula bisa dibaca di sini!

    (dfl/odi)

    Sumber : food.detik.com

    Alhamdulillah Makan Minum Makanan Minuman Sehat Wal Afiyat di JumatBerkah.Com اللهم صلّ على محمد
    Source : unsplash / Ella Olsson