Tag: gula darah

  • 9 Makanan Penurun Gula Darah yang Mudah Ditemui, dari Brokoli sampai Telur

    Jakarta

    Berbagai makanan bisa membantu menurunkan gula darah. Ada jenis makanan yang bisa mengoptimalkan pengaturan gula darah sekaligus meningkatkan kesehatan secara keseluruhan.

    Sehingga menjalankan pola makan yang sehat sangat penting bagi penderita diabetes. Penyakit ini ditandai dengan peningkatan kadar gula darah dalam tubuh. Ketahui berbagai jenis makanan yang dapat menurunkan gula darah berikut ini.

    9 Makanan Penurun Gula Darah

    Bagi penderita diabetes, makanan dengan indeks glikemik rendah bisa membantu menurunkan dan mengatur kadar gula darah. Di antara makanan tersebut yaitu biji-bijian, kacang-kacangan, hingga sayur dan buah.


    1. Seafood

    Seafood, seperti ikan dan kerang merupakan sumber protein, lemak sehat, mineral, vitamin, dan antioksidan berharga yang bisa membantu mengatur kadar gula darah. Menurut Healthline, protein sangatlah penting untuk pengelolaan gula darah.

    Nutrisi ini membantu memperlambat proses pencernaan, mencegah lonjakan gula darah setelah makan, dan meningkatkan perasaan kenyang. Tak hanya itu, protein juga membantu mencegah makan berlebihan dan meningkatkan hilangnya lemak tubuh berlebih. Dua efek ini penting untuk kadar gula darah yang sehat.

    2. Labu Kuning

    Labu kaya serat dan antioksidan, sehingga menjadi pilihan yang tepat untuk pengelolaan gula darah. Obat diabetes tradisional ini sudah digunakan di banyak negara, seperti Meksiko dan Iran.

    Kandungan karbohidratnya yang disebut polisakarida berpotensi mengatur gula darah. Menurut penelitian, perawatan dengan ekstrak dan bubuk labu terbukti menurunkan kadar gula darah secara signifikan. Meski begitu, masih dibutuhkan lebih banyak penelitian untuk mengetahui manfaat labu utuh bagi gula darah.

    Sementara itu, biji labu kaya akan lemak dan protein sehat. Sehingga, bagian dari labu ini juga menjadi pilihan yang tepat untuk pengelolaan gula darah.

    3. Brokoli

    Ekstrak brokoli yang kaya dengan sulforaphane mempunyai efek antidiabetik yang kuat. Kandungan ini membantu meningkatkan sensitivitas insulin serta mengurangi gula darah dan penanda stres oksidatif. Sulforaphane diproduksi melalui reaksi enzim saat brokoli dicincang atau dikunyah.

    Adapun untuk mengkonsumsi brokoli untuk mendapatkan manfaatnya dalam menurunkan kadar gula darah yaitu dengan memakannya mentah atau mengukusnya sebentar. Carra lainnya adalah dengan menambahkan sumber aktif myrosinase seperti bubuk biji sawi ke brokoli yang dimasak.

    4. Kacang

    Mengkonsumsi kacang bisa membantu mengatur kadar gula darah. Pada sebuah penelitian pada 25 orang penderita diabetes tipe 2, mengonsumsi kacang tanah dan almond sepanjang hari sebagai bagian dari diet rendah karbohidrat mengurangi kadar gula darah puasa dan pasca makan.

    5. Bawang Putih

    Bawang putih menjadi salah satu komponen yang populer dalam pengobatan tradisional untuk diabetes dan kondisi lainnya. Menurut Medical News Today, senyawa dalam bawang putih bisa membantu menurunkan gula darah dengan meningkatkan sensitivitas dan sekresi insulin

    Penelitian menunjukkan bahwa suplemen bawang putih bisa membantu mengatur kadar gula darah dan kolesterol pada penderita diabetes tipe 2. Bawang putih bisa dimakan secara mentah, menumisnya dalam sayuran, menambahkan ke makanan yang dimasak, atau dalam bentuk kapsul.

    6. Kangkung

    Kangkung mengandung banyak senyawa yang bisa membantu menurunkan kadar gula darah, seperti serat dan antioksidan flavonoid. Sebuah penelitian yang melibatkan 42 orang dewasa menunjukan bahwa mengkonsumsi 14 g makanan yang mengandung kangkung dengan makanan tinggi karbohidrat secara signifikan menurunkan kadar gula darah pasca makan.

    7. Alpukat

    Alpukat kaya akan lemak sehat, serat, vitamin, dan mineral. Sehingga mengkonsumsinya bisa menjaga kadar gula darah.

    Beberapa penelitian menunjukkan bahwa alpukat bisa membantu menurunkan kadar gula darah dan melindungi dari perkembangan sindrom metabolik. Adapun sindrom metabolik yaitu sekelompok kondisi, seperti tekanan darah tinggi dan gula darah tinggi yang meningkatkan risiko penyakit kronis.

    8. Telur

    Telur kaya akan protein, lemak sehat, vitamin, mineral, dan antioksidan. Beberapa penelitian mengaitkan telur dengan regulasi gula darah yang lebih baik. Menurut penelitian, mengkonsumsi satu butir telur per hari bisa menurunkan gula darah puasa sebesar 4,4 persen dan meningkatkan sensitivitas insulin, dibandingkan dengan makanan lain pengganti telur.

    9. Oat dan Dedak Gandum

    Oat dan dedak gandum memiliki kandungan serat larut tinggi yang terbukti memiliki sifat penurun gula darah yang signifikan. Kamu bisa menambahkan oat dan gandum ke makananmu.

    Itulah sembilan makanan penurun gula darah yang mudah untuk ditemui. Semoga rekomendasi ini membantumu.

    (elk/row)



    Sumber : food.detik.com

  • Waspada! 5 Makanan Ini Dapat Memicu Lonjakan Gula Darah


    Jakarta

    Gula darah ternyata tak hanya dipicu oleh makanan manis saja. Bahkan ada beberapa makanan asin yang disebut sebagai pemicu lonjakan gula darah secara instan.

    Pada beberapa kondisi, lonjakan gula darah yang terjadi di dalam tubuh justru akan menimbulkan gangguan kesehatan. Apalagi jika terjadi pada tubuh penderita diabetes dan pengidap gangguan metabolisme yang berkaitan dengan insulin.

    Secara kasat mata, makanan dengan rasa yang manis tentu akan mudah diketahui bahwa memiliki kadar gula yang tinggi. Sehingga para penderita diabetes juga akan lebih mudah untuk menghindari atau setidaknya meminimalisir asupannya.


    Ternyata ada beberapa makanan yang tidak memiliki rasa manis tetapi dapat memicu lonjakan gula darah secara instan. Beberapa jenis makanan ini tentu harus menjadi perhatian yang besar terutama bagi penderita diabetes.

    Berikut ini 5 makanan pemicu lonjakan gula darah menurut DNA India:

    Waspada! 5 Makanan Ini Dapat Memicu Lonjakan Gula DarahPenggunaan tepung terigu dapat memicu lonjakan gula darah. Foto: Getty Images/iStockphoto/Vladimir Mironov

    1. Roti

    Ada banyak roti yang bisa ditemukan di supermarket, toko kecil, maupun toko rotinya secara langsung. Mulai dari roti putih berbahan utama tepung terigu, roti gandum, hingga roti dengan ragi dan pengembang alami seperti sourdough.

    Sekilas roti memang tampak sebagai makanan yang sehat tetapi tidak untuk semua jenis roti. Roti putih atau yang terbuat dari bahan utama tepung terigu tidak tergolong sebagai makanan yang sehat.

    Karena itu roti putih termasuk asupan yang berbahaya untuk dikonsumsi. Tepung terigu tergolong sebagai bahan makanan dengan indeks glikemik tinggi yang seharusnya dihindari agar tidak membuat lonjakan gula darah.

    2. Mie instan

    Ketika tak punya cukup waktu tetapi ingin makan makanan yang enak, murah, dan mengenyangkan biasanya mie instan akan menjadi pelarian. Rasanya yang gurih tidak dicurigai dapat membuat lonjakan gula darah di dalam tubuh.

    Padahal, sama halnya dengan roti putih, mie instan juga terbuat dari tepung terigu dengan kadar indeks glikemik yang tinggi. Selain itu makanan kemasan ini memiliki kandungan sodium yang tinggi serta lemak yang tak sehat.

    Jika kamu memiliki keluhan atas metabolisme di dalam tubuh, mie instan bukan makanan yang dianjurkan untuk dikonsumsi. Sebaiknya pilih makanan alami non-olahan seperti buah-buahan segar atau salad sayuran yang tak kalah mudah untuk dibuat.

    Makanan pemicu lonjakan gula darah lainnya ada di halaman berikutnya.

    3. Makanan kalengan

    Ada banyak jenis makanan kalengan yang diproduksi dan dipasarkan di supermarket. Mulai dari daging, sayuran, hingga buah-buahan kaleng yang dianggap sebagai bahan makanan yang sehat dan sederhana untuk digunakan.

    Faktanya makanan kaleng tidak disarankan untuk semua kondisi kesehatan. Semua makanan kaleng akan tetap menggunakan sodium yang tinggi sebagai bahan pengawetnya.

    Walaupun tidak berdampak secara langsung tetapi kadar sodium dalam makanan kalengan ini begitu mempengaruhi kondisi metabolik seorang penderita diabetes. Hal ini lantaran garam atau sodium dapat menyebabkan gangguan pada tekanan darah dan pengendalian gula darah.

    4. Daging asap

    Waspada! 5 Makanan Ini Dapat Memicu Lonjakan Gula DarahWalaupun rasanya gurih, daging asap juga ditambahkan pemanis dalam proses pembuatannya. Foto: Getty Images/iStockphoto/Vladimir Mironov

    Aroma smokey dan rasa daging yang gurih tidak pernah gagal untuk memanjakan lidah. Biasanya daging asam seperti ham, bacon, dan yang lainnya umum digunakan untuk isian burger atau sandwich.

    Menu-menu tersebut populer sebagai hidangan yang nikmat baik untuk sarapan maupun makan siang. Tetapi walaupun tidak mengandung gula secara kasat mata, daging asap tidak disarankan bagi penderita diabetes.

    Daging asap membutuhkan tambahan garam yang tinggi dalam proses pembuatannya sehingga akan berdampak buruk bagi tekanan darah. Selain itu pada beberapa produk daging asap sebenarnya tetap menggunakan gula tambahan tetapi dikemas sedemikian rupa sehingga tersembunyi dengan rapat.

    5. Jus buah

    Berasal dari olahan buah-buahan segar, jus sering dianggap sebagai asupan yang sehat. Banyak orang dewasa yang biasanya akan memilih jus baik untuk dikonsumsi saat sarapan atau sekadar untuk menyegarkan tubuh saja.

    Hal ini dibenarkan, asal jus yang dikonsumsi merupakan jus yang murni dari buah-buahan segar dan dibuat sendiri di rumah. Banyak jus buah kemasan yang justru mengalami penambahan pemanis agar disukai para pelanggannya.

    Sekalipun merek produsen jus buah yang mengklaim mengolah produknya dengan komposisi yang didominasi buah segar tetapi tidak menutup kemungkinan adanya penambahan pemanis ke dalamnya. Apalagi jika kamu lebih senang membeli jus buah kemasan yang dijajakan di rak-rak supermarket biasanya memiliki pemanis tambahan yang lebih tinggi dari komposisi buah segarnya.

    (dfl/odi)



    Sumber : food.detik.com

  • Waspada! 5 Makanan Ini Dapat Memicu Lonjakan Gula Darah


    Jakarta

    Gula darah ternyata tak hanya dipicu oleh makanan manis saja. Bahkan ada beberapa makanan asin yang disebut sebagai pemicu lonjakan gula darah secara instan.

    Pada beberapa kondisi, lonjakan gula darah yang terjadi di dalam tubuh justru akan menimbulkan gangguan kesehatan. Apalagi jika terjadi pada tubuh penderita diabetes dan pengidap gangguan metabolisme yang berkaitan dengan insulin.

    Secara kasat mata, makanan dengan rasa yang manis tentu akan mudah diketahui bahwa memiliki kadar gula yang tinggi. Sehingga para penderita diabetes juga akan lebih mudah untuk menghindari atau setidaknya meminimalisir asupannya.


    Ternyata ada beberapa makanan yang tidak memiliki rasa manis tetapi dapat memicu lonjakan gula darah secara instan. Beberapa jenis makanan ini tentu harus menjadi perhatian yang besar terutama bagi penderita diabetes.

    Berikut ini 5 makanan pemicu lonjakan gula darah menurut DNA India:

    Waspada! 5 Makanan Ini Dapat Memicu Lonjakan Gula DarahPenggunaan tepung terigu dapat memicu lonjakan gula darah. Foto: Getty Images/iStockphoto/Vladimir Mironov

    1. Roti

    Ada banyak roti yang bisa ditemukan di supermarket, toko kecil, maupun toko rotinya secara langsung. Mulai dari roti putih berbahan utama tepung terigu, roti gandum, hingga roti dengan ragi dan pengembang alami seperti sourdough.

    Sekilas roti memang tampak sebagai makanan yang sehat tetapi tidak untuk semua jenis roti. Roti putih atau yang terbuat dari bahan utama tepung terigu tidak tergolong sebagai makanan yang sehat.

    Karena itu roti putih termasuk asupan yang berbahaya untuk dikonsumsi. Tepung terigu tergolong sebagai bahan makanan dengan indeks glikemik tinggi yang seharusnya dihindari agar tidak membuat lonjakan gula darah.

    2. Mie instan

    Ketika tak punya cukup waktu tetapi ingin makan makanan yang enak, murah, dan mengenyangkan biasanya mie instan akan menjadi pelarian. Rasanya yang gurih tidak dicurigai dapat membuat lonjakan gula darah di dalam tubuh.

    Padahal, sama halnya dengan roti putih, mie instan juga terbuat dari tepung terigu dengan kadar indeks glikemik yang tinggi. Selain itu makanan kemasan ini memiliki kandungan sodium yang tinggi serta lemak yang tak sehat.

    Jika kamu memiliki keluhan atas metabolisme di dalam tubuh, mie instan bukan makanan yang dianjurkan untuk dikonsumsi. Sebaiknya pilih makanan alami non-olahan seperti buah-buahan segar atau salad sayuran yang tak kalah mudah untuk dibuat.

    Makanan pemicu lonjakan gula darah lainnya ada di halaman berikutnya.

    3. Makanan kalengan

    Ada banyak jenis makanan kalengan yang diproduksi dan dipasarkan di supermarket. Mulai dari daging, sayuran, hingga buah-buahan kaleng yang dianggap sebagai bahan makanan yang sehat dan sederhana untuk digunakan.

    Faktanya makanan kaleng tidak disarankan untuk semua kondisi kesehatan. Semua makanan kaleng akan tetap menggunakan sodium yang tinggi sebagai bahan pengawetnya.

    Walaupun tidak berdampak secara langsung tetapi kadar sodium dalam makanan kalengan ini begitu mempengaruhi kondisi metabolik seorang penderita diabetes. Hal ini lantaran garam atau sodium dapat menyebabkan gangguan pada tekanan darah dan pengendalian gula darah.

    4. Daging asap

    Waspada! 5 Makanan Ini Dapat Memicu Lonjakan Gula DarahWalaupun rasanya gurih, daging asap juga ditambahkan pemanis dalam proses pembuatannya. Foto: Getty Images/iStockphoto/Vladimir Mironov

    Aroma smokey dan rasa daging yang gurih tidak pernah gagal untuk memanjakan lidah. Biasanya daging asam seperti ham, bacon, dan yang lainnya umum digunakan untuk isian burger atau sandwich.

    Menu-menu tersebut populer sebagai hidangan yang nikmat baik untuk sarapan maupun makan siang. Tetapi walaupun tidak mengandung gula secara kasat mata, daging asap tidak disarankan bagi penderita diabetes.

    Daging asap membutuhkan tambahan garam yang tinggi dalam proses pembuatannya sehingga akan berdampak buruk bagi tekanan darah. Selain itu pada beberapa produk daging asap sebenarnya tetap menggunakan gula tambahan tetapi dikemas sedemikian rupa sehingga tersembunyi dengan rapat.

    5. Jus buah

    Berasal dari olahan buah-buahan segar, jus sering dianggap sebagai asupan yang sehat. Banyak orang dewasa yang biasanya akan memilih jus baik untuk dikonsumsi saat sarapan atau sekadar untuk menyegarkan tubuh saja.

    Hal ini dibenarkan, asal jus yang dikonsumsi merupakan jus yang murni dari buah-buahan segar dan dibuat sendiri di rumah. Banyak jus buah kemasan yang justru mengalami penambahan pemanis agar disukai para pelanggannya.

    Sekalipun merek produsen jus buah yang mengklaim mengolah produknya dengan komposisi yang didominasi buah segar tetapi tidak menutup kemungkinan adanya penambahan pemanis ke dalamnya. Apalagi jika kamu lebih senang membeli jus buah kemasan yang dijajakan di rak-rak supermarket biasanya memiliki pemanis tambahan yang lebih tinggi dari komposisi buah segarnya.

    (dfl/odi)



    Sumber : food.detik.com

  • Ngemil Sebelum Tidur Aman untuk Kadar Gula Darah? Ini Kata Ahli


    Jakarta

    Kadar gula darah penting dijaga agar tubuh tetap sehat. Disebutkan kalau ngemil sebelum tidur dapat mencegah lonjakan gula darah. Benarkah? Ini kata ahli.

    Penderita diabetes harus memperhatikan pola makan setiap harinya agar lonjakan gula darah tak terjadi. Beberapa pantangan makanan dan minuman yang terlalu manis harus diikuti.

    Dilansir dari Mirror (25/2), untuk mencegah terjadinya lonjakan gula darah, salah satunya bisa dengan ngemil sebelum tidur. Ngemil yang dimaksud tentunya bukan dengan makan sembarangan, melain harus tetap yang sehat.


    Lapar Tengah Malam? Ini 7 Camilan Sehat yang Tak Bikin Gendutcamilan sehat Foto: Getty Images/Rouzes

    Camilan manis harus dihindari saat malam hari. Abbas Kanani, seorang ahli farmasi menjelaskan kalau sebaiknya beralih ke camilan sehat, seperti kacang-kacangan dan buah berry.

    “Jika ingin ngemil sebelum tidur, harus tetap mengonsumsi makanan sehat dan menjauhi makanan apapun yang menyebabkan lonjakan kadar gula darah. Kamu bisa ngemil kacang-kacangan, berry, wortel, atau biskuit gandum utuh,” jelas Kanani.

    “Sebaiknya juga hindari minuman berkafein, seperti kopi, teh, dan minuman manis lainnya,”” lanjutnya.

    Camilan yang disebutkan oleh Kanani itu memiliki kesamaan, yaitu sumber serat makanan yang baik. Serat adalah karbohidrat yang tidak dapat dicerna, sehingga membantu memperlambat kenaikan gula darah setelah makan.

    Menurut NHS, asupan makanan berserat kerap dikaitkan dengan rendahnya risiko terkena penyakit kronis. Seperti penyakit jantung, stroke, diabetes tipe-2, hingga kanker usus.

    Oleh karena itu, setiap orang disarankan untuk mengonsumsi sekitar 30 gram serat per hari. Asupan ini merupakan bagian dari pola makan sehat dan seimbang.

    Selain kacang-kacangan dan buah berry, asupan serat ini juga bisa berasal dari roti gandum. Makanan berserat tinggi juga bisa ditemui pada sajian kentang wedges. Kamu bisa memanggang kentang wedges sebagai camilan.

    (yms/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • Waspada! Asupan Makanan Tinggi Gula Bisa Bikin Lipatan Kulit Menghitam


    Jakarta

    Asupan makanan tinggi gula bisa berdampak lebih dari sekadar energi berlebih. Salah satunya, kaki dan lipatan kulit yang menghitam akibat komplikasi diabetes.

    Kadar gula darah tinggi biasanya disebabkan pola makan tinggi gula, kurang olahraga, atau diabetes. Tubuh kesulitan mengolah glukosa sehingga menumpuk di dalam darah.

    Akibatnya, organ tubuh dan pembuluh darah bisa terganggu. Salah satu tanda yang terlihat dari luar adalah perubahan warna kulit.


    Dikutip dari berbagai sumber, berikut 5 penjelasannya:

    1. Gula Tinggi Memicu Diabetes

    Ilustrasi cek kadar gula darah untuk menguji diabetesIlustrasi cek kadar gula darah untuk menguji diabetes Foto: Getty Images/iStockphoto/spukkato

    Konsumsi gula berlebih meningkatkan risiko diabetes tipe 2. Tubuh kesulitan mengolah glukosa, sehingga kadar gula darah tetap tinggi.

    Kadar gula tinggi juga dapat merusak pembuluh darah dan saraf. Akibatnya, kaki lebih rentan terhadap luka dan infeksi.

    Jika dibiarkan, komplikasi muncul lebih cepat. Perubahan kulit seperti warnanya yang menghitam bisa menjadi tanda awal, lapor Mayo Clinic (10/7).

    2. Dermopati Diabetik (Kulit Kaki Menghitam)

    Dermopati diabetik muncul sebagai bercak hitam, tebal, dan bersisik di kaki. Hal ini terjadi akibat kerusakan pembuluh darah kecil akibat kondisi gula darah tinggi.

    Menurut Cleveland Clinic (21/3/24), bercak ini biasanya tidak menimbulkan rasa sakit. Namun, perubahan warna kulit menunjukkan adanya gangguan sirkulasi darah.

    Penting memeriksa kaki secara rutin. Deteksi dini membantu mencegah komplikasi lebih lanjut.

    3. Lipatan Kulit Menghitam

    Hari Diabates 2022Makanan sehat untuk cegah diabetes. Foto: Getty Images/iStockphoto/Chinnapong

    Gula darah tinggi bisa memicu acanthosis nigricans, kondisi yang membuat kulit di lipatan tubuh menebal dan menghitam.

    Seringkali terjadi pada area lipatan seperti leher, ketiak, dan selangkangan. Perubahan ini biasanya terkait resistensi insulin.

    Meskipun tidak selalu berbahaya, kondisi ini menunjukkan gangguan metabolik. Kontrol gula darah dan konsultasi dokter sangat disarankan.

    4. Luka Kaki Menghitam

    Luka pada kaki penderita diabetes bisa berkembang menjadi gangren. Menurut Sodel Foot and Ankle (15/3/24), gangren terjadi akibat infeksi yang merusak jaringan.

    Gejala gangren meliputi kulit menghitam, bau tak sedap, dan nyeri. Jika tidak ditangani, kondisi ini dapat menyebabkan amputasi.

    Perawatan luka tepat dan kontrol gula darah yang baik bisa mencegah komplikasi serius. Segera konsultasikan ke dokter jika muncul gejala tersebut.

    5. Pencegahan dan Perawatan

    Kaki bengkakIlustrasi kaki penderita diabates. Foto: Getty Images/Toa55

    Menjaga kadar gula darah tetap stabil adalah langkah utama mencegah kaki dan lipatan kulit menghitam. Diet sehat, olahraga, dan kontrol rutin ke dokter sangat penting.

    Periksa kaki setiap hari dan jaga kebersihannya. Gunakan pelembap untuk menghindari kulit pecah dan risiko infeksi.

    Deteksi dini dan perawatan rutin bisa menyelamatkan kaki dari komplikasi serius. Jangan tunggu tanda memburuk sebelum bertindak.

    (raf/dfl)

    Sumber : food.detik.com

    Alhamdulillah Makanan Minuman Sehat Di JumatBerkah.Com اللهم صل على محمد Source : unsplash.com / Rachel Park

  • Waspadai Konsumsinya, 5 Menu Sarapan Ini Bikin Gula Darah Melonjak

    Waspadai Konsumsinya, 5 Menu Sarapan Ini Bikin Gula Darah Melonjak


    Jakarta

    Menu sarapan penting diperhatikan agar energi tetap stabil dan kesehatan terjaga. Sebaiknya, batasi konsumsi menu sarapan yang bikin gula darah melonjak tajam berikut.

    Sarapan merupakan kebiasaan makan pagi yang penting untuk memasok energi harian. Sarapan juga berfungsi meningkatkan konsentrasi, mood, hingga bantu memenuhi kebutuhan nutrisi.

    Dalam memilih menu sarapan, sebaiknya jangan sembarangan jika ingin mendapat maksimal. Beberapa makanan mengandung nutrisi yang kurang baik untuk kesehatan, seperti yang membuat gula darah melonjak tajam.


    Jika kondisi ini dibiarkan, kamu mungkin mengalami efek negatif. Misalnya cepat haus, sering buang air kecil, hingga mudah lelah dan mengantuk.

    Dilansir dari Everyday Health (20/5), inilah 5 menu sarapan yang bikin gula darah melonjak tajam. Batasi konsumsinya jika tak ingin merasakan efek samping.

    1. Roti tawar, nasi, dan pasta

    Roti tawar, nasi, dan pasta adalah sumber karbohidrat olahan yang berarti sebagian besar seratnya dihilangkan selama pemrosesan. Ketiadaan serat membuat konsumsi deretan makanan tersebut bisa memicu lonjakan gula darah.

    Lebih baik pilih makanan bersumber bijian utuh, seperti roti gandum utuh, pasta gandum utuh, dan beras merah. Makanan ini mengandung serat yang berperan penting dalam mengatur gula darah.

    Kalaupun tetap mau menyantap sumber karbohidrat olahan, coba pasangkan dengan daging tanpa lemak, sumber lemak sehat, maupun sumber serat yang bisa mencegah lonjakan gula darah.

    2. Minuman manis

    Mengawali pagi dengan konsumsi minuman manis bukanlah ide bagus. Ahli gizi Rasa Kazlauskaite mengatakan sangat sulit mengontrol kadar gula darah jika seseorang mengonsumsi minuman tidak sehat itu.

    Selain tinggi gula, minuman manis, seperti soda, es teh manis, dan juus buah kemasan, tidak mengandung serat. Konsumsinya juga tidak bikin puas dan kenyang. Tak terkandung pula nutrisi lain seperti protein dan lemak. Lebih baik perbanyak minum air putih. Jika bosan rasa air putih, boleh tambahkan irisan buah segar.

    3. Makanan cepat saji

    Meski praktis, hindari sarapan makanan cepat saji. Burger, kentang goreng, hingga nugget yang kamu beli dari restoran cepat saji mengandung kalori dan lemak tinggi.

    Selain itu, makanan cepat saji bersifat tinggi gula dan merupakan jenis karbohidrat olahan yang berpotensi menaikkan kadar gula darah dengan cepat.

    4. Kentang

    Kentang dan sayuran berpati lainnya, seperti kacang polong dan jagung, juga berpotensi memicu kenaikan gula darah dengan cepat. Namun ahli gizi memperingatkan bukan berarti kentang tak boleh dikonsumsi. Kentang tetap mengandung banyak nutrisi baik penting untuk kesehatan.

    Selain itu, konsumsi kentang dan sayuran berpati dengan sumber lemak sehat, serat, dan protein minim lemak. Jenis makanan ini bisa mengurangi kemungkinan fluktuasi gula darah.

    5. Susu gandum

    Sering kali susu nabati dianggap lebih sehat daripada susu hewani, seperti susu sapi yang jamak dikonsumsi. Faktanya tidak selalu begitu. Susu gandum (oat) contohnya, bisa mengandung jumlah yang sangat banyak. Begitu juga dengan susu kedelai kemasan.

    Saat membeli susu nabati, pilihlah susu tanpa pemanis, yang memiliki lebih sedikit gula. Hindari juga mengonsumsinya berlebihan agar gula darah tak melonjak tajam.

    (adr/adr)

    Sumber : food.detik.com

    Alhamdulillah Makanan Minuman Sehat Di JumatBerkah.Com اللهم صل على محمد
    Source : unsplash.com / Eater Collective

  • Hobi Makan Buah Setelah Makan Nasi? Ini Efeknya untuk Tubuh


    Jakarta

    Banyak orang pilih menutup santapan dengan makan buah yang manis dan menyegarkan. Lantas, seperti apa efeknya pada tubuh jika kita makan buah setelah makan nasi?

    Buah merupakan bagian dari pola makan gizi seimbang. Konsumsi buah dapat melengkapi kebutuhan nutrisi harian setiap orang.

    Buah mengandung banyak vitamin dan mineral yang dibutuhkan tubuh. Buah juga jadi pelengkap asupan serat untuk memperlancar pencernaan.


    Mengonsumsi buah setelah makan merupakan salah satu kebiasaan umum yang dilakukan banyak orang. Buah kerap dijadikan makanan pencuci mulut yang menyegarkan.

    Lalu, apa yang terjadi pada tubuh saat makan buah setelah makan nasi?

    Pada dasarnya, makan buah tak disarankan dilakukan setelah makan. Melansir Times of India, secara keseluruhan, kebiasaan ini dapat memengaruhi pencernaan Anda. Berikut alasannya:

    1. Kadar gula darah bisa melonjak

    Cholesterol diet and healthy food nutritional concept with clean fruits in heart dish with nutritionist monitoring, blood sugar control record with measuring tool kitFoto: Getty Images/Chinnapong


    Tergantung pasangannya, makan buah tertentu setelah makan bisa meningkatkan kadar gula darah secara tiba-tiba.

    Misalnya, satu buah pisang mengandung sekitar 20 gram (g) karbohidrat. Pisang dimakan setelah makan nasi dan sajian lain yang tinggi karbohidrat.

    Hal di atas bisa meningkatkan beban glikemik keseluruhan, yang berpotensi memengaruhi kadar gula darah.

    2. Terjadi efek FODMAP
    Ada juga kekhawatiran akan peningkatan molekul yang dapat difermentasi atau yang dikenal sebagai FODMAP jika Anda terbiasa menutup sesi makan dengan buah. FODMAP banyak ditemukan pada buah seperti apel dan pir.

    Pada dasarnya, buah dicerna jauh lebih cepat daripada kebanyakan makanan lainnya. Namun, jika dipadukan dengan makanan yang lebih berat, buah akan tetap berada di dalam usus dalam waktu yang lebih lama dan berpotensi mengalami fermentasi serta memicu kembung.

    3. Berat badan naik

    Weight Gain. Unhappy Girl Touching Drooping Belly Standing In Front Of Mirror At Home. Empty Space, Selective FocusWeight Gain. Unhappy Girl Touching Drooping Belly Standing In Front Of Mirror At Home. Empty Space, Selective Focus Foto: Getty Images/iStockphoto/Prostock-Studio

    Konon, makan buah setelah makan bisa membantu proses penurunan berat badan. Padahal, faktanya semua buah kaya kalori.

    Jika dikonsumsi bersamaan dengan makanan lengkap, maka buah hanya akan memberikan kalori tanpa ada manfaat berlebih.

    Alih-alih dikonsumsi setelah makan, ada baiknya jika buah dikonsumsi di tengah waktu makan. Selain memberikan pilihan bergizi, makan buah di tengah waktu makan juga bisa memberikan manfaat lain sesuai dengan fungsinya masing-masing.

    Misalnya, memakan jeruk di tengah waktu makan dapat membantu meningkatkan penyerapan zat besi karena kandungan vitamin C yang tinggi. Atau, makan pisang di tengah waktu makan dapat memoderasi lonjakan gula darah.

    Artikel ini sudah tayang di CNN Indonesia dengan judul “Apa yang Terjadi pada Tubuh saat Makan Buah Setelah Makan Nasi?”

    (sob/adr)

    Sumber : food.detik.com

  • Alhamdulillah Makanan Minuman Sehat Di JumatBerkah.Com اللهم صل على محمد
    Source : unsplash.com / Eater Collective

  • Begini Cara Mengatasi Gula Darah Turun Drastis Saat Mudik


    Jakarta

    Menempuh perjalanan jauh saat mudik bisa memicu kondisi kadar gula darah turun drastis atau disebut hipoglikemia. Begini cara mengatasinya.

    Mudik merupakan tradisi Lebaran yang populer di Indonesia. Masyarakat berbondong-bondong kembali ke kampung halaman untuk merayakan Hari Raya bersama keluarga.

    Jarak yang ditempuh saat mudik tidak tanggung-tanggung, mencapai ratusan hingga ribuan kilometer. Akibatnya seseorang berisiko merasa lapar, linglung, dan bahkan gemetar.


    Kondisi ini bisa terjadi saat tubuh lelah karena melakukan perjalanan saat berpuasa, yang menyebabkan gula darah menurun drastis.

    “Namanya hipoglikemia. Ini kondisi rendahnya gula darah dalam tubuh. Penyebab utamanya bisa kurang makan atau bagi penyandang diabetes karena konsumsi obat diabetes berlebihan,” kata Rudy dalam keterangan tertulis, Selasa (2/4).

    Gejala hipoglikemia memang bisa mengganggu perjalanan mudik. Pasalnya, gejala yang timbul bisa membuat tubuh benar-benar tidak sehat. Gejala-gejala itu misalnya:

    – Gelisah
    – Gemetaran
    – Jantung berdetak kencang
    – Keringat dingin
    – Lapar
    – Pusing
    – Linglung

    Bagaimana cara mencegahnya?

    Cara mengatasinya menurut Rudy sebenarnya cukup mudah. Hipoglikemia itu berkaitan erat dengan menurunnya tekanan gula darah. Karena itu cara paling mudah adalah dengan meningkatkan kembali kadar gula di tubuh.

    “Konsumsilah makanan dan minuman manis. Jika gejalanya sudah parah sebaiknya berbuka sesegera mungkin, meskipun belum saatnya berbuka,” kata Rudy.

    Untuk lebih jelasnya, berikut dua cara yang bisa dilakukan jika Anda mengalami kondisi linglung hingga gemetar tanda terjadinya hipoglikemia saat di perjalanan mudik:

    1. Cukup makan
    Jika Anda memutuskan untuk tetap berpuasa selama perjalanan mudik, pastikan penuhi kebutuhan makan dan minum saat berbuka dan sahur.

    “Pilih juga makanan kaya nutrisi, hindari makanan cepat saji,” katanya.

    2. Langsung makan dan minum manis ketika muncul gejala
    Jika tubuh sudah mulai menunjukkan tanda-tanda hipoglikemia. Mulai dari pusing, gemetar, hingga gelisah, langsung konsumsi minuman manis.

    “Anda bisa pilih jus atau teh manis untuk menaikan kadar gula yang turun. Namun pastikan jumlahnya tidak berlebihan. Jangan lupa untuk konsultasi dengan dokter, terutama bagi penyandang diabetes yang akan mudik,” katanya.

    Artikel ini sudah tayang di CNN Indonesia dengan judul “Ini Cara Mengatasi Hipoglikemia saat Mudik, Anti Lapar dan Gemetar”

    (yms/adr)

    Sumber : food.detik.com

  • Alhamdulillah Makanan Minuman Sehat Di JumatBerkah.Com اللهم صل على محمد
    Source : unsplash.com / Anna Pelzer

  • Hati-hati! 4 Kebiasaan Ngemil Ini Bisa Picu Risiko Diabetes


    Jakarta

    Beberapa kebiasaan ngemil ternyata tidak menyehatkan dan justru membuat lonjakan gula darah. Seperti kurang asupan protein hingga kelebihan karbohidrat.

    Banyak orang tak bisa menghindari ngemil, apalagi ketika sedang bersantai. Agar tak mendapatkan masalah kesehatan, kamu bisa memiliki camilan yang sehat, seperti buah atau sayuran.

    Dilansir dari Food NDTV (22/8), penting untuk menghindari makanan manis saat ngemil. Karena, makanan manis yang dikonsumsi berlebihan bisa membuat lonjakan gula darah yang memiliki risiko diabetes.


    Selain makanan manis, kebiasaan ngemil lain juga bisa menjadi pemicu lonjakan gula darah. Seperti terlalu banyak mengonsumsi karbohidrat hingga tidak menyertakan asupan protein.

    Berikut 4 kebiasan ngemil yang memicu diabetes:

    1. Terlalu Banyak Karbohidrat

    Beragam jenis camilan juga banyak yang mengandung karbohidrat. Terlebih jika camilan itu terbuat dari campuran beras ketan, tepung, kentang, dan lainnya.

    Kandungan karbohidrat yang tinggi ini sebaiknya jangan terlalu banyak dikonsumsi, karena dapat menyebabkan lonjakan kadar gula darah. Lonjakan gula darah inipun bisa terjadi cepat.

    Hal ini diungkapkan oleh American Diabetes Association (ADA), bahwa mengonsumsi karbohidrat berlebihan dapat menyebabkan hiperglikemia. Sebaiknya hindari karbohidrat sederhana dan pilih karbohidrat kompleks sebagai gantinya.

    2. Tidak Mengonsumsi Protein

    kebiasaan ngemil yang dapat memicu lonjakan gula darahkebiasaan ngemil yang dapat memicu lonjakan gula darah Foto: Getty Images/iStockphoto

    Protein penting sekali dikonsumsi dalam asupan makanan harian. Apalagi ketika sedang diet, protein bisa membantu proses metabolisme yang dapat melunturkan lemak.

    Diet ramah diabetes juga harus mencakup protein yang cukup, dan ini berlaku juga untuk ngemil. Daripada menikmati makanan dengan kandungan minyak tinggi, lebih baik memiliki makanan berprotein tinggi.

    Camilan yang mengandung protein ini di antaranya ada tempe, tahu, hingga olahan beragam kacang. Bisa juga menikmati yogurt, puding biji chia atau telur rebus.

    3. Waktu Ngemil Tidak Tepat

    Ngemil yang baik juga memiliki waktu tertentu. Penting untuk menetapkan waktu yang tepat untuk ngemil, sama seperti waktu makan yang biasa.

    Waktu terbaik untuk ngemil adalah malam hari saat keinginan makan memuncak. Namun, hindari waktu larut malam, karena penelitian menunjukkan hal ini dapat mengganggu kadar gula darah dan meningkatkan risiko diabetes tipe-2.

    4. Tidak Mengontrol Porsi Camilan

    kebiasaan ngemil yang dapat memicu lonjakan gula darahkebiasaan ngemil yang dapat memicu lonjakan gula darah Foto: Getty Images/iStockphoto

    Kebiasaan ngemil yang harus dihindari lainnya adalah tidak mengontrol porsi camilan. Meskipun camilan yang dikonsumsi sehat, harus tetap mengatur porsinya.

    Konsumsi camilan yang berlebihan justru bisa membuat rugi. Jadi, ambil camilan sesuai kebutuhan saja. Ingat, sedikit saja sudah cukup untuk mengontrol kadar gula darah tetap stabil.

    (yms/yms)

    Sumber : food.detik.com

  • Alhamdulillah Makanan Minuman Sehat Di JumatBerkah.Com اللهم صل على محمد
    Source : unsplash.com / Lily Banse

  • 4 Menu Sarapan Ini Bikin Gula Darah Melonjak Tajam


    Jakarta

    Sarapan memang penting dilakukan setiap paginya. Namun ada beberapa kebiasaan sarapan yang harus dihindari kalau tak ingin kadar gula darah melonjak tajam.

    Sarapan memang rutinitas yang penting dilakukan untuk mendapatkan energi setiap harinya. Mengonsumsinya juga penting untuk mendapatkan asupan nutrisi yang sehat.

    Dilansir dari NDTV (30/6), tak semua makanan atau kebiasaan pola makan sarapan baik untuk tubuh. Karena, ada beberapa hal yang justru bisa memicu lonjakan gula darah. Seperti mengonsumsi teh hingga menikmati roti.


    Berikut 4 kebiasaan sarapan yang memicu lonjakan gula darah:

    1. Minum Teh Susu

    Doyan Teh Susu? Ini 7 Efek Samping yang Wajib Diwaspadaiteh susu Foto: Getty Images/iStockphoto/nrqemi

    Kalau tak ingin lonjakan gula darah melonjak, perhatikan saat mengonsumsi teh. Jangan memilih teh dengan kandungan gula yang tinggi, seperti teh susu.

    Komponen susu dalam teh ini bisa menimbulkan masalah. Laktosa adalah gula yang secara alami ditemukan dalam susu yang mana sulit dicerna untuk sebagian orang.

    Laktosa yang tidak tercerna ini berfermentasi di usus, menyebabkan kembung, gas, dan diare. Selain itu, kasein, protein susu lainnya, dapat memicu respons imun di usus sehingga menyebabkan peradangan dan mengganggu lapisan usus.

    2. Minum Jus Buah

    Jus buah juga salah satu minuman yang sebenarnya dihindari saat sarapan. Meski mengandung banyak vitamin, tapi sebaiknya dihindari terutama saat perut kosong.

    Alasannya karena jus buah yang bukan dibuat sendiri di rumah ini sering kali tidak mengandung serat. Buah tersebut dapat memperlambat penyerapan gula yang membuat kadar gula meningkat cepat.

    Menu sarapan yang harus dihindari lain ada di halaman berikutnya…

    3. Menu Roti

    Menu sarapan roti dan susu.Menu sarapan roti dan susu. Foto: Shutterstock

    Roti termasuk makanan yang umum dikonsumsi saat sarapan. Untuk sebagai orang di negara tertentu menjadikan roti sebagai makanan pokoknya.

    Namun, sebenarnya roti bukanlah pilihan terbaik untuk mengelola gula darah kalau dikonsumsi saat sarapan. Hal ini dikarenakan sifat tepung pada roti olahan.

    Saat perut kosong, karbohidrat bertepung ini dengan cepat dipecah menjadi glukosa, menyebabkan lonjakan gula darah secara signifikan. Lonjakan ini tidak hanya mengganggu regulasi gula darah alami tubuh tetapi juga berdampak negatif pada pencernaan seluruh makanan.

    4. Minum Minuman Elektrolit

    Minuman elektrolit sering kali dipasarkan untuk menghidrasi tubuh, tetapi beberapa orang menganggapnya sebagai minuman cepat saji di pagi hari. Jenis minuman ini bisa menjadi bencana gula darah yang mengganggu tubuh.

    Kandungan yang ada di dalam minuman elektrolit adalah pemanis buatan, seperti sukralosa, asesulfam kalium, dan dekstrosa. Pemanis buatan ini dapat mengganggu mikrobioma usus, yaitu bakteri baik yang penting untuk pencernaan yang baik. Usus yang tidak seimbang dapat menyebabkan masalah pencernaan dan berpotensi menyebabkan fluktuasi gula darah.

    (yms/odi)

    Sumber : food.detik.com

  • Alhamdulillah Makanan Minuman Sehat Di JumatBerkah.Com اللهم صل على محمد
    Source : unsplash.com / Brooke Lark