Tag: hari

  • 5 Cara Menghitung Jumlah Hari Berlalu, Bisa Lewat Pencarian Google

    Jakarta

    Dalam kehidupan, ada banyak momen penting yang telah dilalui manusia. Maka dari itu, ada sejumlah peristiwa yang selalu diperingati setiap tahunnya sebagai bentuk kenangan.

    Momen penting juga bisa berangkat dari hal-hal kecil, seperti hari pernikahan, hari di mana lulus kuliah, atau hari kelahiran anak tercinta. Nah, sekarang kamu bisa menghitung jumlah hari berlalu dari tanggal tersebut secara mudah.

    Beberapa waktu lalu, menghitung jumlah hari yang telah berlalu sempat viral di TikTok. Mengutip laman CNBC, Selasa (5/3/2024) kreator konten bernama Day Since menampilkan jumlah hari yang dilalui bersama dengan pasangannya.


    Kini, tak perlu menghitung jumlah hari berlalu secara manual karena ada sejumlah website yang dapat menghitungnya dengan otomatis. Penasaran? Simak dalam artikel ini.

    Cara Menghitung Jumlah Hari Berlalu

    Ingin membuat peringatan bersama pasangan atau anggota keluarga mengenai momen penting semasa hidup? Nah, kamu bisa menggunakan sejumlah website untuk menghitung jumlah hari berlalu.

    Dirangkum detikINET, berikut sejumlah cara menghitung jumlah hari yang telah berlalu.

    1. Lewat Pencarian di Google

    Cara yang paling mudah adalah dengan mencarinya lewat kata kunci atau keyword di Google. Simak langkah-langkahnya di bawah ini:

    • Buka www.google.com atau www.google.co.id
    • Masukkan kata kunci ‘jumlah hari berlalu – tanggal berhubungan’ atau ‘day since – tanggal berhubungan’. Contohnya: day since – october 1 2008 atau jumlah hari berlalu – 1 oktober 2008
    • Lalu tekan tombol ‘Enter’ atau klik ‘search’ di Google
    • Secara otomatis akan muncul jumlah hari yang telah berlalu.

    2. Tanggalan.com

    Cara selanjutnya bisa menggunakan situs tanggalan.com. Biar nggak salah, simak langkah-langkahnya di bawah ini:

    • Buka situs https://www.tanggalan.com/hitunghari
    • Pilih menu ‘hitung hari’
    • Masukkan tanggal, bulan, dan tahun di kolom ‘dari tanggal’ sesuai momen pentingmu
    • Lalu masukkan juga tanggal, bulan, dan tahun pada kolom ‘sampai dengan’ sesuai tanggal keinginanmu
    • Jika sudah, klik ‘hitung’
    • Secara otomatis akan muncul jumlah hari yang telah berlalu.

    3. Howlongagogo.com

    Cara berikutnya dapat melalui situs howlongagogo.com. Situs ini terbilang cukup lengkap karena tak hanya menampilkan jumlah hari berlalu, tetapi juga dalam hitungan bulan, pekan, jam, hingga menit.

    Untuk langkah-langkahnya bisa dilihat berikut ini:

    • Buka situs https://howlongagogo.com
    • Di kolom ‘Compare dates’ masukkan tanggal sesuai momen pentingmu dan tanggal saat ini.
    • Jika sudah klik ‘GO’
    • Secara otomatis akan muncul jumlah hari yang telah berlalu.

    4. Daysuntil.net

    Situs berikutnya adalah lewat daysuntil.net. Lewat situs ini, kamu juga dapat mengetahui jumlah hari, bulan, pekan, hingga jam yang telah berlalu.

    Agar tidak bingung, berikut cara-caranya:

    • Buka situs https://www.daysuntil.net
    • Pada kolom ‘How Many Days until Calculator’ masukkan tanggal sesuai momen pentingmu dan tanggal saat ini.
    • Jika sudah klik ‘Find Days Until’
    • Secara otomatis akan muncul jumlah hari yang telah berlalu.

    5. Timeanddate.com

    Cara yang terakhir adalah dengan mengunjungi situs timeanddate.com. Sama seperti sejumlah website di atas, kamu bisa mengecek jumlah hari, jam, menit, sampai detik yang telah berlalu.

    Simak cara-caranya di bawah ini:

    • Buka situs https://www.timeanddate.com/date/duration
    • Masukkan tanggal, bulan, dan tahun di kolom ‘Start Date’ sesuai momen pentingmu
    • Lalu masukkan juga tanggal, bulan, dan tahun pada kolom ‘End Date’ sesuai tanggal keinginanmu
    • Setelah itu klik ‘Calculate Duration’
    • Secara otomatis akan muncul jumlah hari yang telah berlalu.

    Itu dia lima cara menghitung jumlah hari berlalu secara otomatis. Semoga artikel ini dapat membantu detikers.

    (ilf/fds)



    Sumber : inet.detik.com

  • Hari Tanpa Bayangan Terjadi Minggu Ini, Apakah Wilayahmu Kena?

    Hari Tanpa Bayangan Terjadi Minggu Ini, Apakah Wilayahmu Kena?



    Jakarta

    Hari tanpa bayangan atau kulminasi adalah fenomena ketika Matahari tepat berada di posisi tertinggi di langit. Fenomena hari tanpa bayangan bisa diamati di berbagai wilayah di Indonesia pada pekan ini 7-15 Oktober 2025.

    Mengutip laman BMKG, momen ketika deklinasi Matahari sama dengan lintang pengamat, fenomenanya disebut sebagai ‘Kulminasi Utama’. Saat Matahari tepat berada di atas kepala pengamat, bayangan benda tegak akan tampak ‘menghilang’. Ini karena bayangan bertumpuk dengan benda itu sendiri.

    Maka itu, kulminasi utama akhirnya dikenal sebagai hari tanpa bayangan.


    Alasan Bisa Terjadi Hari Tanpa Bayangan

    Fenomena hari tanpa bayangan bisa terjadi karena bidang ekuator Bumi/bidang rotasi Bumi tidak tepat berimpit dengan bidang ekliptika atau bidang revolusi Bumi. Ini membuat posisi Matahari dari Bumi akan terlihat terus berubah sepanjang tahun antara 23,5° LU s.d. 23,5° LS.

    Mengingat posisi Indonesia yang berada di sekitar ekuator, kulminasi utama di wilayah Indonesia akan terjadi dua kali dalam setahun dan waktunya tidak jauh dari saat Matahari berada di khatulistiwa. Di kota-kota lain, kulminasi utama terjadi saat deklinasi Matahari sama dengan lintang kota tersebut.

    Pada 2025, Matahari tepat berada di atas Kota Pontianak pada 20 Maret 2025 pukul 11.50 WIB dan 23 September 2025 pukul 11.35 WIB.

    Sementara pada 21 Juni 2025 pukul 09.40 WIB Matahari berada di titik balik Utara dan pada 21 Desember 2025 pukul 22.02 WIB Matahari berada di titik balik Selatan.

    Daftar Wilayah yang Bisa Mengamati Hari Tanpa Bayangan Oktober 2025

    Berdasarkan laporan BMKG, fenomena hari tanpa bayangan bisa diamati di sejumlah wilayah. Mulai dari Jakarta hingga Surabaya.

    Bandar Lampung: 7 Oktober 2025 pukul 11.46.49 WIB

    Kepulauan Seribu: 7 Oktober 2025 pukul 11.41.24 WIB

    Serang: 8 Oktober 2025 pukul 11.42.56 WIB

    Jakarta Utara: 8 Oktober 2025 pukul 11.39.54 WIB

    Jakarta Pusat: 9 Oktober 2025 pukul 11.39.58 WIB

    Jakarta Barat: 9 Oktober 2025 pukul 11.40.20 WIB

    Jakarta Selatan: 9 Oktober 2025 pukul 11.40.05 WIB

    Jakarta Timur: 9 Oktober 2025 pukul 11.39.45 WIB

    Sofifi: 9 Oktober 2025 pukul 12.22.53 WIT

    Bandung: 11 Oktober 2025 pukul 11.36.20 WIB

    Semarang: 11 Oktober 2025 pukul 11.24.58 WIB

    Surabaya: 12 Oktober 2025 pukul 11.15.39 WIB

    Yogyakarta: 13 Oktober 2025 pukul 11.24.47 WIB

    Denpasar: 15 Oktober 2025 pukul 12.04.57 WITA

    Mataram: 15 Oktober 2025 pukul 12.01.24 WITA

    Merauke: 15 Oktober 2025 pukul 11.51.16 WIT

    Sementara untuk di Kupang, hari tanpa bayangan terjadi pada 19 Oktober 2025 pukul 11.30.40 WITA.

    Cara Mengamati Fenomena Hari Tanpa Bayangan

    Untuk menyaksikan fenomena hari tanpa bayangan, bisa dilakukan secara langsung tanpa alat bantu khusus. Menurut BMKG, pengamatan bisa dilakukan dengan menggunakan benda tegak seperti tiang, tongkat, atau botol di tempat terbuka. Kemudian amati bayangan benda tegak tersebut.

    Pengamatan akan lebih baik jika dilakukan beberapa menit sebelum hingga sesudah waktu kulminasi yang tercantum di wilayah masing-masing. Ini karena bayangan benda yang tampak hilang berlangsung sangat singkat, sekitar satu hingga dua menit.

    (faz/nwk)



    Sumber : www.detik.com

  • Saat Iblis Nyamar di Rapat Pemuka Quraisy untuk Singkirkan Rasulullah



    Jakarta

    Kabar kenabian Rasulullah SAW membuat geger para pemuka Quraisy di Makkah, terlebih saat sahabat nabi semakin banyak. Pemuka Quraisy pun mengadakan musyawarah untuk menyingkirkan Nabi SAW.

    Diceritakan dalam Sirah Nabawiyah karya Ibnu Hisyam yang diterjemahkan Fadhli Bahri, rapat tersebut berlangsung di Daar An-Nadwah. Menurut keterangan Ibu Ishaq, tempat tersebut mulanya adalah rumah milik Qushay bin Kilab. Orang-orang Quraisy selalu mengadakan pertemuan penting di sana.

    Saat kekhawatiran terhadap Rasulullah SAW semakin meningkat, mereka kembali menggelar rapat di Daar An-Nadwah pada hari Yawmu Az-Zahmah. Pada hari itu, iblis datang menjelma manusia, menyerupai orang tua yang berwibawa yang memakai mantel.


    Iblis berdiri di depan pintu Daar An-Nadwah. Ketika orang Quraisy melihatnya, mereka bertanya, “Siapa Anda?”

    “Aku penduduk Najed. Aku dengar kalian akan mengadakan rapat membahas Muhammad. Aku ingin menyertai rapat kalian agar kalian bisa mendengarkan pendapat dan nasihat dariku,” jawab iblis.

    Orang-orang Quraisy pun mengizinkannya. Iblis pun masuk bersama mereka.

    Para pemuka Quraisy dari bani Syams, bani Naufal bin Abdu Manaf, bani Abduddar bin Qushay, bani Makhzum, bani Sahm, dan bani Jumah hadir dalam rapat tersebut. Sebagian dari mereka membuka pembicaraan yang mengkhawatirkan keberadaan Rasulullah SAW.

    “Sesungguhnya orang ini semakin berbahaya saja. Demi Allah, kita tidak merasa aman jika sewaktu-waktu para pengikutnya yang berasal dari selain kita menyerang kita. Oleh karena itu, apa yang harus kita lakukan pada orang ini?” kata mereka.

    Salah seorang dari mereka mengusulkan memenjarakan Nabi Muhammad SAW seperti halnya yang mereka lakukan terhadap para penyair. Mendengar itu, iblis berkata, “Demi Allah, ini bukanlah sebuah pandangan yang tepat untuk kalian. Sebab, jika kalian memenjarakannya tetap saja ia bisa berkomunikasi dan memberi perintah kepada para sahabatnya, kemudian mereka menyerang kalian dan membebaskannya. Ini bukan pandangan yang tepat. Carilah pandangan lain!”

    Kemudian, muncul usulan agar mengusir Rasulullah SAW dan mengasingkannya ke negeri lain. Menurut pandangan orang Quraisy, langkah ini cukup bisa membuat mereka tidak terlalu resah dan tidak terganggu olehnya.

    Lagi-lagi usulan tersebut ditolak iblis dengan dalih Nabi Muhammad SAW memiliki retorika yang indah, manis, dan daya pikat bagi orang-orang Arab yang mendengarkannya. Iblis menyarankan cari solusi lain.

    Tibalah Abu Jahal bersuara. “Bagaimana kalau kita kerahkan para pemuda yang tangguh dalam bertarung untuk membunuhnya sehingga kita bisa tenang setelah kematiannya. Jika para pemuda tersebut berhasil melakukannya, maka banyak kabilah yang akan mendukung mereka dan bani Abdu Manaf tidak akan kuasa membalas dendam. Jika mereka meminta uang ganti rugi, kita berikan saja.”

    Tentu saja ide Abu Jahal itu dipandang brilian, sependapat dengan iblis. “Inilah pandangan yang paling tepat,” kata iblis.

    Setelah itu, orang-orang Quraisy berpencar untuk merealisasikan usulan Abu Jahal agar membunuh Nabi Muhammad SAW.

    (kri/lus)



    Sumber : www.detik.com