Tag: herbal

  • 20 Manfaat Daun Salam, Herbal yang Mengandung Antioksidan

    Jakarta

    Daun salam atau Eugenia polyantha merupakan tanaman yang menyimpan banyak kegunaan. Aroma daun salam yang khas sering dimanfaatkan sebagai bahan penyedap beragam masakan.

    Tak hanya untuk memasak, tanaman herbal ini diketahui juga mengandung sejumlah manfaat bagi kesehatan. Apa saja manfaat daun salam? Yuk, simak pembahasannya sampai habis.

    Kandungan Daun Salam

    Mengutip dari laman verywellfit.com, berikut informasi seputar kandungan dalam daun salam sebagaimana dijelaskan oleh USDA (United States Department of Agriculture):


    • 6 kalori
    • 0,2 mg lemak
    • 0,4 gram sodium
    • 1,4 gram karbohidrat
    • 0,5 gram serat
    • 0,1 gram protein
    • 0,8 gram zat besi
    • 2,2 mg magnesium
    • 5,6 mikrogram vitamin A

    20 Manfaat Daun Salam bagi Tubuh

    Melihat kandungannya tadi, tak heran daun salam merupakan tanaman herbal yang dikenal dengan segudang manfaatnya bagi kesehatan tubuh. Adapun manfaat daun salam yang dirangkum dari laman verywellfit, betterme.world, dan draxe.com adalah sebagai berikut:

    1. Sumber Antioksidan

    Daun salam terbukti mengandung flavonoid, proanthocyanidin, dan sifat antioksidan yang membantu menangkal radikal bebas.

    2. Melindungi Tubuh dari Bakteri dan Mikroba

    Daun salam juga memiliki sifat antimikroba yang mampu melindungi tubuh dari berbagai bakteri. Antimikroba dan antibakteri ini dapat melawan bakteri penyebab infeksi seperti Salmonella typhimurium, Escherichia coli, hingga Klebsiella pneumonia.

    3. Membantu Pengobatan Kanker

    Penelitian menemukan bahwa ekstrak daun salam berpotensi menghambat pertumbuhan sel kanker dalam tubuh. Karena itu, daun salam dijadikan sebagai alternatif pengobatan alami untuk berbagai jenis kanker.

    4. Mengontrol Penyakit Diabetes

    Sebuah studi menunjukkan bahwa konsumsi kapsul daun salam dapat menurunkan kadar gula darah dan kadar kolesterol. Selain itu, konsumsi daun salam secara teratur dikatakan bisa mengurangi risiko penyakit diabetes bahkan penyakit kardiovaskular.

    5. Menjaga Kesehatan Jantung

    Kandungan senyawa asam caffeic dan senyawa rutin dalam daun salam berkhasiat untuk menjaga kesehatan jantung. Senyawa rutin berfungsi memperkuat dinding kapiler jantung dan ekstremitas tubuh. Sementara itu, asam caffeic membantu menghempaskan kadar LDL atau kolesterol jahat dari sistem kardiovaskuler.

    6. Meredakan Inflamasi

    Berikutnya, daun salam memiliki kandungan linalool dan parthenolide yang bersifat anti inflamasi. Kedua senyawa ini berguna untuk meredakan iritasi dan kemerahan pada kulit.

    7. Mencegah Tanda Penuaan

    Sebagaimana telah dijelaskan sebelumnya, daun salam merupakan tanaman herbal yang kaya antioksidan. Dengan menetralisir radikal bebas, antioksidan akan membantu menjaga kekenyalan kulit dan mengurangi munculnya tanda-tanda penuaan dini di wajah seperti kerutan dan garis halus.

    8. Menghempaskan Ketombe

    Selanjutnya, daun salam mengandung sifat antijamur yang ampuh melawan ketombe sekaligus menyehatkan kulit kepala.

    9. Melancarkan Pencernaan

    Pada daun salam, ditemukan senyawa organik yang mengandung enzim. Senyawa ini secara keseluruhan bermanfaat untuk membantu meredakan sakit perut, mencegah timbulnya batu ginjal, mengurangi kembung, melancarkan buang air kecil serta melawan bakteri penyebab maag.

    10. Meredakan Batuk

    Daun salam juga ternyata berkhasiat sebagai obat batuk alami, lho. Hal ini karena daun salam mengandung sifat antitusif yang dapat meredakan batuk membandel. Jika sedang batuk, coba deh meminum teh daun salam atau menghirup aroma minyak esensial daun salam dari diffuser.

    11. Mengurangi Stress dan Kecemasan

    Daun salam tidak hanya bermanfaat untuk kesehatan fisik, tetapi juga membantu mengurangi rasa stress dan cemas yang menumpuk. Kandungan daun salam dapat memberikan efek menenangkan dan menurunkan tingkat hormon stress, apalagi jika digunakan sebagai aromaterapi.

    12. Meredakan Hidung Tersumbat

    Hidung tersumbat karena sedang flu atau pilek? Daun salam bisa membantu meredakannya. Dengan zat kamper dan eucalyptol, tanaman herbal satu ini dapat membantu mengencerkan lendir dan dahak membandel yang mengganggu pernapasan.

    Selain manfaat yang telah disebutkan di atas, selama bertahun-tahun daun salam memiliki beberapa kegunaan unik lainnya. Berikut contohnya:

    • Minuman teh herbal untuk menyehatkan pencernaan.
    • Membantu pengobatan sakit kepala dikombinasikan dengan kayu manis, pala, dan minyak zaitun.
    • Membantu pengobatan sengatan lebah dan tawon.
    • Minyak pijat untuk meringankan rasa nyeri.
    • Obat alami untuk meredakan demam.
    • Membantu mengusir serangga.
    • Obat topikal untuk meredakan bengkak dan nyeri rematik.
    • Wewangian dan semprotan untuk mengharumkan ruangan.

    Nah, itu dia pembahasan seputar daun salam dan segudang manfaatnya yang luar biasa. Semoga artikel ini dapat menambah wawasan detikers semua.

    (row/row)



    Sumber : food.detik.com

  • 20 Manfaat Daun Salam, Herbal yang Mengandung Antioksidan

    Jakarta

    Daun salam atau Eugenia polyantha merupakan tanaman yang menyimpan banyak kegunaan. Aroma daun salam yang khas sering dimanfaatkan sebagai bahan penyedap beragam masakan.

    Tak hanya untuk memasak, tanaman herbal ini diketahui juga mengandung sejumlah manfaat bagi kesehatan. Apa saja manfaat daun salam? Yuk, simak pembahasannya sampai habis.

    Kandungan Daun Salam

    Mengutip dari laman verywellfit.com, berikut informasi seputar kandungan dalam daun salam sebagaimana dijelaskan oleh USDA (United States Department of Agriculture):


    • 6 kalori
    • 0,2 mg lemak
    • 0,4 gram sodium
    • 1,4 gram karbohidrat
    • 0,5 gram serat
    • 0,1 gram protein
    • 0,8 gram zat besi
    • 2,2 mg magnesium
    • 5,6 mikrogram vitamin A

    20 Manfaat Daun Salam bagi Tubuh

    Melihat kandungannya tadi, tak heran daun salam merupakan tanaman herbal yang dikenal dengan segudang manfaatnya bagi kesehatan tubuh. Adapun manfaat daun salam yang dirangkum dari laman verywellfit, betterme.world, dan draxe.com adalah sebagai berikut:

    1. Sumber Antioksidan

    Daun salam terbukti mengandung flavonoid, proanthocyanidin, dan sifat antioksidan yang membantu menangkal radikal bebas.

    2. Melindungi Tubuh dari Bakteri dan Mikroba

    Daun salam juga memiliki sifat antimikroba yang mampu melindungi tubuh dari berbagai bakteri. Antimikroba dan antibakteri ini dapat melawan bakteri penyebab infeksi seperti Salmonella typhimurium, Escherichia coli, hingga Klebsiella pneumonia.

    3. Membantu Pengobatan Kanker

    Penelitian menemukan bahwa ekstrak daun salam berpotensi menghambat pertumbuhan sel kanker dalam tubuh. Karena itu, daun salam dijadikan sebagai alternatif pengobatan alami untuk berbagai jenis kanker.

    4. Mengontrol Penyakit Diabetes

    Sebuah studi menunjukkan bahwa konsumsi kapsul daun salam dapat menurunkan kadar gula darah dan kadar kolesterol. Selain itu, konsumsi daun salam secara teratur dikatakan bisa mengurangi risiko penyakit diabetes bahkan penyakit kardiovaskular.

    5. Menjaga Kesehatan Jantung

    Kandungan senyawa asam caffeic dan senyawa rutin dalam daun salam berkhasiat untuk menjaga kesehatan jantung. Senyawa rutin berfungsi memperkuat dinding kapiler jantung dan ekstremitas tubuh. Sementara itu, asam caffeic membantu menghempaskan kadar LDL atau kolesterol jahat dari sistem kardiovaskuler.

    6. Meredakan Inflamasi

    Berikutnya, daun salam memiliki kandungan linalool dan parthenolide yang bersifat anti inflamasi. Kedua senyawa ini berguna untuk meredakan iritasi dan kemerahan pada kulit.

    7. Mencegah Tanda Penuaan

    Sebagaimana telah dijelaskan sebelumnya, daun salam merupakan tanaman herbal yang kaya antioksidan. Dengan menetralisir radikal bebas, antioksidan akan membantu menjaga kekenyalan kulit dan mengurangi munculnya tanda-tanda penuaan dini di wajah seperti kerutan dan garis halus.

    8. Menghempaskan Ketombe

    Selanjutnya, daun salam mengandung sifat antijamur yang ampuh melawan ketombe sekaligus menyehatkan kulit kepala.

    9. Melancarkan Pencernaan

    Pada daun salam, ditemukan senyawa organik yang mengandung enzim. Senyawa ini secara keseluruhan bermanfaat untuk membantu meredakan sakit perut, mencegah timbulnya batu ginjal, mengurangi kembung, melancarkan buang air kecil serta melawan bakteri penyebab maag.

    10. Meredakan Batuk

    Daun salam juga ternyata berkhasiat sebagai obat batuk alami, lho. Hal ini karena daun salam mengandung sifat antitusif yang dapat meredakan batuk membandel. Jika sedang batuk, coba deh meminum teh daun salam atau menghirup aroma minyak esensial daun salam dari diffuser.

    11. Mengurangi Stress dan Kecemasan

    Daun salam tidak hanya bermanfaat untuk kesehatan fisik, tetapi juga membantu mengurangi rasa stress dan cemas yang menumpuk. Kandungan daun salam dapat memberikan efek menenangkan dan menurunkan tingkat hormon stress, apalagi jika digunakan sebagai aromaterapi.

    12. Meredakan Hidung Tersumbat

    Hidung tersumbat karena sedang flu atau pilek? Daun salam bisa membantu meredakannya. Dengan zat kamper dan eucalyptol, tanaman herbal satu ini dapat membantu mengencerkan lendir dan dahak membandel yang mengganggu pernapasan.

    Selain manfaat yang telah disebutkan di atas, selama bertahun-tahun daun salam memiliki beberapa kegunaan unik lainnya. Berikut contohnya:

    • Minuman teh herbal untuk menyehatkan pencernaan.
    • Membantu pengobatan sakit kepala dikombinasikan dengan kayu manis, pala, dan minyak zaitun.
    • Membantu pengobatan sengatan lebah dan tawon.
    • Minyak pijat untuk meringankan rasa nyeri.
    • Obat alami untuk meredakan demam.
    • Membantu mengusir serangga.
    • Obat topikal untuk meredakan bengkak dan nyeri rematik.
    • Wewangian dan semprotan untuk mengharumkan ruangan.

    Nah, itu dia pembahasan seputar daun salam dan segudang manfaatnya yang luar biasa. Semoga artikel ini dapat menambah wawasan detikers semua.

    (row/row)



    Sumber : food.detik.com

  • 10 Minuman Herbal Bantu Redakan Batuk, Hangat dan Bikin Lega

    Jakarta

    Batuk adalah kondisi umum yang bisa sangat mengganggu aktivitas sehari-hari. Tak heran jika setiap orang ingin segera sembuh dari batuk, atau reda sementara hingga bisa beraktivitas.

    Untuk meredakan batuk sementara atau membantu tubuh terasa lebih nyaman, rekomendasi minuman herbal ini mungkin bisa dicoba. Minuman bisa dikonsumsi sesuai kebutuhan.

    10 Minuman Herbal Bantu Redakan Batuk

    Dikutip dari situs Healthline, Verywellhealth, Thehealthy, dan Womens Health Magazine, minuman herbal tersebut adalah:


    1. Teh Hijau

    Minuman teh hijau diketahui memiliki segudang manfaat. Selain membantu meredakan batuk, teh hijau juga membantu mengobati sakit kepala dan menurunkan berat badan.

    Ada beberapa cara untuk menyeduh teh hijau. Kamu bisa menggunakan daun teh hijau atau menyeduh langsung bubuk teh hijau yang sudah jadi. Kemudian, seduh daun atau bubuk teh hijau dengan air panas hingga larut selama 3-5 menit.

    2. Teh Peppermint

    Teh peppermint telah sejak lama digunakan untuk mengobati sakit flu, masalah pencernaan, dan sakit kepala. Hal ini karena teh peppermint mengandung antimikroba, antioksidan, dan pereda nyeri. Sejumlah penelitian membuktikan, teh ini dapat membantu meredakan infeksi flu dan sinus yang seringkali menjadi penyebab batuk.

    3. Teh atau Air Jahe

    Jahe merupakan bahan alami yang sudah pasti ada di dapur rumah-rumah di Indonesia. Untuk membantu meredakan batuk, jahe bisa diracik dengan air hangat atau teh. Ramuan jahe berfungsi sebagai ekspektoran yang merangsang, mengencerkan, dan mengeluarkan lendir penyebab batuk dari paru-paru.

    4. Teh Chamomile

    Selain dapat memberikan efek rileks pada tubuh, teh chamomile juga berkhasiat membantu meredakan batuk. Zat-zat dalam chamomile memiliki efek antiinflamasi dan antiinfeksi yang membantu tubuh melawan penyakit penyebab batuk.

    5. Teh atau Air Madu

    Sebuah penelitian pada anak-anak di tahun 2018 menunjukkan, madu dapat mengurangi intensitas batuk. Untuk membuat minuman pereda batuk ini, kamu cukup mencampurkan 2 sendok teh madu dan perasan lemon dalam air hangat atau teh.

    6. Air garam

    Larutan air garam hangat merupakan salah satu cara pengobatan batuk alami yang disarankan. Cukup larutkan 1/2 sendok teh garam dapur dalam air, lalu berkumurlah selama beberapa detik, khususnya di bagian belakang tenggorokan kemudian ludahkan air garam tersebut.

    7. Minuman susu dan madu

    Cara lebih enak untuk mengobati batuk secara alami adalah dengan minuman susu dan madu. Sebuah studi di Italia membuktikan, menambahkan dua sendok teh madu dalam segelas susu membantu meredakan batuk dan memberi tambahan gizi untuk tubuh.

    8. Jus Nanas

    Khasiat jus nanas untuk mengurangi lendir dan melegakan tenggorokan sudah umum diketahui. Ramuan jus nanas, madu, garam, dan lada disebut dapat membantu meredakan batuk dengan efektif dan efisien. Manfaat lain adalah membantu penanganan tuberkulosis.

    9. Air Kunyit Hangat

    Rempah satu ini tidak hanya bermanfaat untuk kebutuhan masak, tetapi juga bermanfaat untuk mengobati batuk. Senyawa aktif kurkumin dalam kunyit memiliki kandungan anti-inflamasi yang ampuh menuntaskan batuk kering.

    10. Jus Apel Hangat

    Cara terakhir untuk meredakan batuk secara enak dan alami adalah dengan meminum jus apel hangat. Apel sebagai sumber vitamin C sangat berpengaruh dalam mengatasi infeksi yang menyebabkan batuk. Selain itu, kandungan antioksidannya membantu mengurangi inflamasi di bagian tenggorokan dan saluran pernapasan.

    Itu dia 10 minuman herbal alami sebagai alternatif obat sirup untuk meredakan batuk. Bahan-bahan yang dibutuhkan sangat mudah ditemukan di rumah dan dibuat sendiri.

    Jika batuk terus berlanjut atau semakin buruk, sebaiknya segera ke dokter untuk penanganan secepatnya. Penegakan diagnosis dan pengobatan sesegera mungkin dapat meningkatkan peluang sembuh.

    (row/row)



    Sumber : food.detik.com

  • Manfaat Jahe Merah, Bumbu yang Berkhasiat bagi Tubuh

    Jakarta

    Jahe sering digunakan sebagai bumbu masakan, tetapi juga memiliki berbagai manfaat untuk kesehatan. Selain jahe putih yang kerap ditemukan di pasaran, ada pula jenis jahe lainnya, misalnya jahe merah.

    Nama Latin jahe merah adalah Zingiber officinale var rubrum rhizoma. Berbeda dengan jahe putih, jahe merah berukuran lebih pendek, rimpangnya kecil, dan ruasnya cenderung rata. Rasanya pun lebih pahit dan lebih pedas daripada jahe putih.

    Apa saja manfaat jahe merah untuk kesehatan? Simak di artikel berikut ini.


    Manfaat Jahe Merah untuk Kesehatan

    Berikut manfaat jahe merah untuk kesehatan.

    1. Mencegah Gangguan Pencernaan

    Banyak orang mengkonsumsi jahe untuk mengatasi diare. Riset tahun 2022 yang diterbitkan di jurnal Molecules menunjukkan bahwa jahe merah efektif melawan berbagai mikroba seperti Bacillus cereus dan Escherichia coli, bakteri yang menyebabkan diare dan sakit perut.

    Selain itu, sifat antimikroba jahe merah juga membuat tanaman ini bisa digunakan sebagai pengawet makanan alami.

    2. Mengobati Rasa Nyeri Otot dan Sendi

    Jahe merah memiliki sifat analgesik, yang berarti mampu meredakan rasa nyeri. Penelitian yang diterbitkan di Journal of Medicinal Food pada tahun 2010 menyatakan bahwa sifat peredam rasa sakit yang dimiliki jahe merah sama efektifnya dengan aspirin.

    Jahe merah tidak harus selalu dicampurkan ke dalam makanan dan minuman. Penelitian yang dilaksanakan oleh Poltekkes Kemenkes Palembang dan Universitas Sriwijaya menunjukkan bahwa pemberian kompres hangat jahe merah mampu meredakan nyeri otot dan sendi pada pengidap osteoarthritis (pengapuran sendi).

    3. Membantu Mengobati Diabetes

    Enzim hidrolisis sakarida pada jahe merah mampu mengontrol hiperglikemia atau kadar gula darah tinggi pada pengidap diabetes tipe 2.

    Riset yang diadakan oleh Fakultas Farmasi Universitas Andalas menunjukkan bahwa konsumsi jahe merah bubuk dengan dosis 3 gram sehari mampu menurunkan kadar gula darah dalam tubuh.

    4. Meningkatkan Kekebalan Tubuh

    Jahe merah mengandung antioksidan yang mampu melawan radikal bebas, sehingga mampu meningkatkan daya tahan tubuh. Ditambah lagi, jahe merah mengandung berbagai vitamin dan zat besi.

    5. Berpotensi Mencegah Kanker dan Tumor

    Sifat antikanker pada jahe merah berasal dari zat vanilloid yang terkandung di dalamnya. Penelitian yang diterbitkan pada British Journal of Cancer menunjukkan bahwa jahe merah mampu mencegah pembentukan tumor dan kanker tahap awal.

    Vanilloid pada jahe merah mampu menurunkan risiko hipertensi, kolesterol, dan kadar gula darah tinggi. Jahe merah mampu meningkatkan aktivitas enzim yang membentuk antioksidan dan mengurangi pembentukan radikal bebas.

    Itu dia beberapa manfaat jahe merah untuk kesehatan. Selain bisa dijadikan minuman seperti jamu, jahe merah juga bisa digunakan sebagai kompres hangat. Suplemen herbal yang mengandung jahe merah pun bisa ditemukan di apotek.

    (fds/fds)



    Sumber : food.detik.com

  • 5 Minuman Campuran Rempah dan Herba untuk Detoks Hati yang Alami


    Jakarta

    Kesehatan organ hati perlu diperhatikan. Salah satu caranya mendetoksifikasi dengan konsumsi makanan dan minuman pendukung fungsi hati berikut ini.

    Pada dasarnya hati atau liver merupakan organ tubuh yang membantu membersihkan racun dan menghasilkan empedu. Organ ini pun harus selalu dijaga kesehatannya karena jika mengalami gangguan, tidak lagi bisa menyaring zat beracun secara optimal.

    Racun yang tidak tersaring secara optimal bisa menyebabkan berbagai gangguan kesehatan. Mulai dari gangguan pembuluh darah hingga terjadinya perlemakan hati.


    Untuk mencegah gangguan hati, penting mengubah pola makan menjadi lebih baik dan sehat. Kamu juga bisa melakukan praktik liver detoks yang disebut dapat membersihkan zat racun di dalam organ hati.

    Proses detoksifikasi ini bisa dilakukan dengan mengonsumsi makanan dan minuman yang mendukung fungsi hati.

    Misalnya, dengan membuat racikan herbal sederhana dengan memanfaatkan beberapa rempah dan herbal alami. Melansir Times of India, berikut minuman yang mampu mendetoks hati:

    1. Smoothies jahe

    Bisa Cegah COVID-19, Jahe Tertulis dalam Al-Qur'an sebagai Bahan Minuman SurgaMinum racikan smoothies jahe dapat mendukung fungsi hati. Foto: iStock

    Smoothies merupakan minuman sehat hasil dari buah dan sayur yang diblender bersama ampasnya. Teksturnya kental dan lebih mengenyangkan daripada jus.

    Jika smoothies biasanya hanya terdiri dari sayuran dan buah-buahan, kini kamu bisa menambah jahe ke dalamnya. Buat smoothies yang terdiri dari bayam, nanas, pisang, dan air kelapa. Lalu tambahkan jahe.

    Jahe dapat membantu pencernaan dan mendukung fungsi hati. Sedangkan bayam menyediakan nutrisi penting untuk detoksifikasi.

    Penambahan air kelapa juga membantu mengeluarkan racun dan zat berbahaya dari tubuh. Air kelapa ini berfungsi sebagai tonik detoksifikasi yang dapat meningkatkan fungsi hati dan ginjal selama proses pembersihan tubuh.

    2. Teh hijau

    manfaat minum teh hijau dan biji chiaTidak hanya segar, teh hijau juga bisa membantu mendetoksifikasi hati. Foto: Getty Images/iStockphoto

    Selain menikmati segelas smoothies yang kental dan menyegarkan, kamu juga bisa mendetoksifikasi hati dengan minum teh hijau.

    Secangkir teh hijau yang diberi tambahan bunga dandelion hingga jahe mentah bisa mendukung fungsi hati.

    Teh hijau merupakan jenis teh kaya akan antioksidan. Ramuan ini juga dapat meningkatkan detoksifikasi.

    Rebus daun teh hijau dengan bahan-ahan lain. Minum dan rasakan mafaatnya.

    Rekomendasi racikan minuman rempah herbal lain bisa dilhat pada halaman selanjutnya!

    3. Teh kunyit

    manfaat dan cara membuat teh kunyitMinum teh kunyit juga membantu mecegah masalah atau gangguan hati. Foto: Getty Images/iStockphoto

    Minum teh kunyit juga dapat membantu detoksifikasi hati. Kunyit merupakan tanaman herbal yang mengandung kurkumin, bahan aktif yang membantu enzim mengeluarkan racun.

    Kunyit juga mengandung antioksidan yang berperan untuk memperbaiki sel-sel di hati, serta meningkatkan produksi empedu. Kunyit juga memiliki sifat anti-inflamasi yang dapat mendukung kesehatan hati.

    Kamu bisa membuat sendiri teh kunyit dengan cara memanaskan air lalu mencampurkan kunyit, lada hitam, dan sedikit madu.

    4. Air lemon hangat

    Air lemonMinum air hangat dengan lemon bisa mengeluarkan racun dari hati. Foto: iStock

    Segelas air putih memang baik untuk mendukung kesehatan. Namun, untuk detoksifikasi hati, kamu bisa menambah irisan lemon atau perasan jusnya.

    Lemon merangsang enzim hati dan membantu pencernaan. Jenis jeruk ini bahkan dikenal sebagai master detoxification yang bermanfaat untuk mengeluarkan racun dari hati.

    Minum air hangat dengan lemon juga bisa mencegah batu ginjal. Melansir mayapadahospital.com, kandungan asam sitrat di dalamnya dapat meningkatkan jumlah urin sehingga membersihkan ginjal dan menghilangkan racun dalam tubuh.

    5. Cuka apel dengan kayu manis

    Meskipun aromanya kurang sedap, tetapi cuka apel mengandung banyak manfaat kesehatan, termasuk untuk detoksifikasi hati.

    Agar rasanya tidak terlalu asam dan kuat, kamu bisa menambah sejumput kayu manis dan satu sendok teh madu.

    Cuka apel memang dikenal dapat meningkatkan kesehatan liver (hati). Melansir dehealth.store, jenis cuka ini memiliki sifat antihiperlipidemia yang kuat dan mengandung antioksidan.

    Cuka apel dapat membantu tubuh menjadi fokus pada keseimbangan (pH) dan mendukung detoksifikasi hati. Sedangkan kayu manis mampu menambah rasa dan memberi manfaat detoksifikasi tambahan.

    (aqr/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • 15 Manfaat Kapulaga, Menurunkan Tekanan Darah hingga Risiko Kanker

    Jakarta

    Kapulaga biasa digunakan sebagai obat batuk, penurun panas, mengatasi perut kembung, hingga menjadi bumbu masakan. Manfaat ini diperoleh dari berbagai nutrisi yang ada di dalamnya.

    Rempah dengan nama ilmiah Elettaria cardamomum ini mengandung protein, karbohidrat, mangan, serat, magnesium, fosfor, dan kalium. Kapulaga punya rasa yang gurih sedikit manis.

    Manfaat Kapulaga Bagi Kesehatan Tubuh

    Berikut beberapa manfaat kapulaga yang dilansir dari South China Morning Post.


    1. Meningkatkan Fungsi Paru-paru

    Berdasarkan Journal of Health and Allied Science, kapulaga dapat meningkatkan fungsi paru-paru. Hasilnya, saluran udara pada paru-paru menjadi lebih rileks.

    2. Meningkatkan Kesehatan Mulut

    Rempah ini sudah dikenal menjadi penyegar napas sejak zaman Mesir Kuno. Penelitian menyebutkan, kapulaga memiliki kandungan cineole yang menjadi antiseptik kuat untuk mengatasi gigi berlubang, bau mulut, dan penyakit gusi.

    3. Menjaga Kesehatan Pencernaan

    Tertulis dalam jurnal Phytotherapy Research, kapulaga memberikan perlindungan terhadap infeksi bakteri Helicobacter pylori pada tukak lambung. Kapulaga juga bermanfaat untuk membantu mengobati kembung, sakit perut, mual, muntah, hingga gejala maag.

    Kandungan antioksidan kapulaga ternyata ampuh melawan peradangan dan mengatur tekanan darah. Riset menunjukkan, kapulaga dapat membantu menurunkan tekanan darah menjadi normal setelah 12 minggu. Penelitian melibatkan 20 orang dewasa dengan hipertensi yang diberi 3 gram bubuk kapulaga per hari.

    Kapulaga mampu menjadi alternatif diet detikers, karena kandungan melatonin yang mampu meningkatkan metabolisme. Zat tersebut akan membantu mempercepat pembakaran lemak dan penurunan berat badan setelah mengonsumsinya.

    6. Meningkatkan Kesehatan Jantung

    Setelah diuji coba pada hewan, antioksidan pada kapulaga ternyata mampu menurunkan kolesterol dan trigliserida. Temuan ini menjadi harapan baru untuk inovasi kesehatan jantung manusia, melalui penelitian lebih lanjut sebelum dipasarkan.

    7. Menetralisir Racun dan Bakteri Pada Tubuh

    Dilansir dari jurnal Molecules, minyak dari biji kapulaga efektif membunuh bakteri dan jamur dengan kemampuannya merusak membran sel bakteri. Studi lain dalam Journal of Pharmaceutical Science and Research menyebutkan, kapulaga mampu mengurangi penyumbatan hati dan membersihkan racun di dalamnya.

    Jangan salah, bubuk rempah ini ternyata memiliki kemampuan untuk menurunkan demam. Hariana dalam buku Tumbuhan Obat dan Khasiatnya menambahkan, kapulaga juga dapat membantu menghilangkan dahak dan batuk selama demam.

    9. Menyembuhkan Batuk dan Pilek

    Dikutip dari situs Royal Deep Cardamom, ahli gizi Anju Sood menyebutkan kapulaga hitam dapat membantu menyembuhkan batuk dan pilek. Rempah ini juga menjadi alternatif alami untuk membantu pengobatan flu serta penyakit pernapasan tertentu.

    10. Media Relaksasi

    Berdasarkan studi ilmiah di tahun 2011, minyak kapulaga dapat menjadi aromaterapi yang membantu tubuh lebih rileks. Dengan kemampuan ini kapulaga dapat mengatasi kecemasan, gelisah, hingga insomnia.

    11. Membantu Mengatasi Disfungsi Ereksi

    Riset medis mengemukakan, kapulaga dapat berperan sebagai afrodisiak untuk meningkatan gairah seksual. Manfaat ini diperoleh karena kemampuan kapulaga dalam mengatur sirkulasi darah dalam tubuh. Hasilnya, sirkulasi darah meningkat dan membantu mengatasi disfungsi ereksi pada pria.

    12. Membantu Menyembuhkan Asma

    Aromaterapi kapulaga mampu meningkatkan kemampuan tubuh dalam menggunakan dan menghirup oksigen. Dijelaskan dalam jurnal Nutrients, kapulaga hijau mampu menyembuhkan penyakit asma, paru-paru, hingga bronkitis.

    Kandungan fitokimia pada kapulaga mampu menurunkan risiko terkena kanker. Studi pada hewan menemukan, suplemen kapulaga dapat mengurangi ukuran tumor kulit dalam 15 hari. Namun temuan ini membutuhkan riset lebih banyak dan detail.

    14. Melindungi Tubuh dari Penyakit Kronis

    Kapulaga memiliki efek antiinflamasi yang mampu mencegah terjadinya penyakit kronis seperti kanker, obesitas, diabetes melitus, hipertensi, penumpukan lemak di pembuluh darah (aterosklerosis), hingga hipertensi.

    15. Resep Umur Panjang

    Kapulaga identik dengan rahasia umur panjang dan sehat. Menurut Dr Ashutosh Gautam dari Indian Cardamom Research Institute, teh kapulaga mampu membantu membuang racun dalam tubuh dan membersihkan metabolisme.

    Manfaat kapulaga memang sudah tidak diragukan lagi. Namun bagi detikers yang mengonsumsi obat, sebaiknya dikonsultasikan lebih dulu kepada dokter terkait agar memperoleh manfaat kapulaga maksimal.

    (row/row)



    Sumber : food.detik.com

  • 15 Manfaat Daun Kelor yang Kaya Nutrisi, Apa Saja?

    Jakarta

    Tanaman kelor adalah salah satu jenis tanaman yang tumbuh dan berkembang di daerah tropis seperti Indonesia. Tanaman ini bisa tumbuh subur sampai ketinggian 700 mdpl.

    Pohon kelor memiliki berbagai manfaat mulai dari biji, buah, bunga, kulit, batang, akar hingga daunnya. Pohon ini pun mendapat julukan The Miracle of Tree, Tree for Life dan Amazing Tree. Apa saja manfaat dari daun kelor?

    Manfaat Daun Kelor

    Daun kelor kaya akan manfaat kesehatan. Daun ini dapat melindungi tubuh dari berbagai penyakit seperti jantung, kanker, hingga kolesterol.


    Daun kelor memiliki khasiat menurunkan kadar gula darah serta meningkatkan efektivitas kerja hormon insulin. Mengutip repository Poltekkes Denpasar, manfaat ini baik untuk mencegah diabetes dan terjadinya resistensi insulin.

    2. Mengatasi Peradangan Kronis

    Peradangan dapat menjadi penyebab utama dari masalah kesehatan. Menurut laman Pemprov Jambi, kandungan isotiosianat dari daun kelor bisa membantu mengatasi peradangan kronis yang terkait dengan penyakit jantung dan juga kanker. Sehingga, mengkonsumsi daun kelor secara rutin bisa menjadi langkah awal untuk menjaga tubuh tetap seimbang dan terhindar dari masalah peradangan yang berlebihan.

    3. Melindungi Fungsi Otak

    Daun kelor mengandung antioksidan yang bisa memberi perlindungan tambahan pada kesehatan otak. Daun ini bisa mengurangi risiko terkena penyakit Parkinson dan Alzheimer, sehingga dapat membantu menjaga otak tetap berfungsi optimal.

    4. Memiliki Sifat Anti Penuaan

    Kelor kaya akan antioksidan seperti flavonoid dan polifenol. Kandungan ini dapat membantu mencegah kerutan dini dan menjaga kulit tampak awet muda. Mengutip Forbes, daun kelor juga mengandung vitamin A dan C yang keduanya bermanfaat bagi kulit. Penelitian pun menunjukkan bahwa dua kandungan ini dapat membantu memperlambat proses penuaan dengan mengurangi stres oksidatif dalam tubuh.

    5. Meningkatkan Produksi ASI

    Kelor dapat sangat bermanfaat bagi ibu menyusui. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa kandungan dalam daun kelor bisa membantu meningkatkan dan melancarkan produksi ASI.

    6. Menjaga Kesehatan Hati

    Daun kelor mengandung polifenol tinggi. Hal ini bisa membantu melindungi hati dari bahaya kerusakan oksidatif. Tentunya khasiat ini sangat bermanfaat bagi orang-orang yang memiliki riwayat penyakit hati.

    7. Melancarkan Pencernaan

    Sebuah studi di Food Research International melihat serat makanan yang ada dalam kelor berupa oligosakarida, sejenis karbohidrat. Menurut ahli gizi diet yang berbasis di Los Angeles, daun kelor mengandung sejumlah serat sehat dan terbukti mengurangi sembelit.

    8. Menjaga Kesehatan Mata

    Manfaat daun kelor selanjutnya adalah menjaga kesehatan mata. Hal ini berkat kandungan flavonoid, betakaroten dan senyawa-senyawa berkhasiat tinggi lainnya.

    9. Mengontrol Tekanan Darah

    Daun kelor banyak mengandung antioksidan dan kalium. Berkat kandungan tersebut, tanaman ini diketahui bisa menurunkan tekanan darah dan mencegah hipertensi.

    10. Meningkatkan Daya Tahan Tubuh

    Ekstrak daun kelor diketahui bisa melindungi tubuh dari berbagai jenis kuman. Mulai dari Salmonella typhi yang menyebabkan tifus, Escherichia coli yang menjadi penyebab diare dan Staphylococcus aureus penyebab infeksi kulit.

    11. Menambah Energi

    Kamu bisa mengganti minuman berkafein yang memberi energi dengan daun kelor. Kandungan vitamin dan mineral daun kelor seperti zat besi, vitamin B, C, dan D dari daun kelor dapat membantu menjaga kebugaran tubuh, tanpa menimbulkan efek samping yang ditimbulkan dari minuman berkafein.

    Mengutip PharmEasy, selain almond dan oat, daun kelor merupakan obat yang bisa diandalkan untuk melawan kolesterol tinggi. Kolesterol sendiri
    menjadi penyebab utama dari penyakit jantung.

    Wanita hamil biasanya mengalami kadar kolesterol yang lebih tinggi yang bisa meningkatkan risiko diabetes gestasional selama kehamilan. Diabetes gestasional merupakan diabetes yang pertama kali terdeteksi pada wanita hamil yang tidak menderita diabetes sebelum hamil.

    13. Meningkatkan Kesehatan Tulang

    Daun kelor kaya akan sumber kalsium dan fosfor. Keduanya diperlukan untuk kesehatan tulang yang baik. Sifat anti-inflamasi dari daun kelor dapat membantu melawan radang sendi, bahkan menyembuhkan tulang yang rusak.

    14. Baik untuk Sistem Saraf

    Banyak gangguan saraf yang diketahui menunjukkan hasil positif karena penggunaan daun kelor. Konsentrasi tinggi vitamin E dan C dari daun ini memerangi degenerasi saraf. Orang-orang yang menderita migrain atau sakit kepala berulang bisa mengkonsumsi daun ini secara rutin.

    15. Meningkatkan Pembakaran Lemak

    Daun kelor dapat meningkatkan pembakaran lemak dalam tubuh tanpa menghabiskan cadangan energi. Hal ini membuat orang yang mengkonsumsinya merasa ringan namun ternutrisi. Daun bisa ini mengurangi nafsu makan dan meningkatkan metabolisme.

    Patut diketahui, manfaat daun kelor yang kaya akan nutrisi bersifat menjaga kesehatan dan membantu proses penyembuhan. Kosumsi daun kelor harus dibarengi pola hidup sehat setiap hari.

    (row/row)



    Sumber : food.detik.com

  • 9 Manfaat Jeruk Nipis untuk Kesehatan Tubuh dan Kulit

    Jakarta

    Jeruk nipis dikenal dengan khasiat yang besar untuk kesehatan tubuh. Buah berukuran kecil ini sudah digunakan sejak zaman dahulu sebagai penyedap dan obat alami.

    Selain itu, jeruk nipis juga memiliki manfaat untuk kesehatan kulit. Jadi, selain mendapat efek segar dari jeruk nipis, ada banyak manfaat yang didapat.

    Manfaat Jeruk Nipis

    Jeruk nipis mengandung berbagai nutrisi yang bisa meningkatkan kekebalan tubuh, mengurangi kemungkinan terkena penyakit jantung hingga meningkatkan kesehatan kulit. Berikut penjelasannya.


    1. Memiliki Sifat Detoksifikasi

    Jeruk nipis mempunyai sifat detoksifikasi yang membantu membersihkan tubuh dari racun dan limbah. Menurut buku Jeruk Nipis: Manfaat, Penggunaan dan Resep oleh Tresno Saras, senyawa aktif dalam jeruk nipis bisa merangsang detoksifikasi dalam hati dan menciptakan lingkungan internal yang sehat.

    2. Mengurangi Radikal Bebas

    Senyawa antioksidan dalam jeruk nipis membantu melawan kerusakan sel akibat radikal bebas dalam tubuh. Khasiat ini bisa membantu melindungi tubuh dari berbagai penyakit degeneratif, seperti kanker, jantung dan penuaan dini.

    Jeruk nipis bisa membantu menurunkan berat badan. Hal ini berkat kandungan seratnya yang tinggi, sehingga membantu meningkatkan rasa kenyang, mengurangi keinginan makan berlebihan dan meningkatkan metabolisme. Jeruk ini juga cocok untuk diet rendah kalori.

    4. Meningkatkan Sistem Kekebalan Tubuh

    Vitamin C sangatlah penting untuk menjaga kesehatan dari penyakit. Menurut WebMd, mengonsumsi jeruk nipi yang tinggi vitamin C secara teratur bahkan bisa membantu mencegah flu biasa.

    5. Meningkatkan Kesehatan Kulit

    Jeruk nipis dapat berkhasiat untuk meningkatkan kesehatan kulit. Buah ini kaya akan vitamin C yang diperlukan untuk membuat kolagen, protein yang menjaga kulit tetap kencang.

    Mengutip Healthline, sebuah penelitian dilakukan kepada lebih dari 4.000 wanita. Hasilnya menemukan bahwa mereka yang mengonsumsi lebih banyak vitamin C memiliki risiko lebih rendah memiliki kulit keriput dan kering seiring bertambahnya usia.

    6. Mengurangi Risiko Penyakit Jantung

    Penyakit jantung menjadi penyebab utama kematian di seluruh dunia. Penelitian menunjukkan bahwa jeruk nipis bisa mengurangi beberapa faktor risiko penyakit ini .

    Jeruk nipis kaya akan vitamin C yang membantu menurunkan tekanan darah tinggi. Sedangkan tekanan darah tinggi sendiri merupakan faktor risiko utama penyakit jantung.

    7. Mencegah Batu Ginjal

    Batu ginjal merupakan kristal mineral kecil yang sering terasa sakit saat dikeluarkan. Batu ginjal bisa terbentuk ketika urin sangat pekat atau kamu memiliki kadar mineral pembentuk batu yang tinggi, seperti kalsium dalam urin.

    Jeruk nipis mengandung asam sitrat yang tinggi. Kandungan ini bisa mencegah batu ginjal dengan meningkatkan kadar sitrat dan mengikat mineral pembentuk batu dalam urin.

    8. Meningkatkan Penyerapan Zat Besi

    Zat besi merupakan nutrisi penting yang dibutuhkan untuk membuat sel darah merah dan mengangkut oksigen ke tubuh. Kadar zat besi dalam darah yang rendah bisa menyebabkan anemia defisiensi besi.

    Orang yang menjalani pola makan vegan atau vegetarian memiliki risiko anemia defisiensi besi lebih tinggi. Sebab, produk nabati mengandung zat besi yang tidak bisa diserap dengan baik seperti zat besi yang ada dalam produk hewani. Makanan tinggi vitamin C seperti jeruk nipis bisa membantu mencegah anemia defisiensi besi dengan meningkatkan penyerapan zat besi dari makanan nabati.

    Kanker adalah penyakit yang ditandai dengan pertumbuhan sel yang tidak normal. Buah jeruk mengandung senyawa yang dikaitkan dengan penurunan risiko kanker tertentu. Flavonoid dalam jeruk nipis bisa membantu menghentikan ekspresi gen yang mendorong perkembangan kanker. Sebuah penelitian juga menunjukkan bahwa jeruk bisa menekan pertumbuhan atau penyebaran kanker usus besar, tenggorokan, pankreas, payudara, sumsum tulang, limfoma dan sel kanker lainnya.

    Kandungan Jeruk Nipis

    Kandungan gizi dari jeruk nipis yang bermanfaat bagi kesehatan begitu banyak. Mengutip repository Unimus, berikut kandungan gizi dalam tiap 100 gram buah jeruk nipis.

    • Kalori (37,00 kal)
    • Protein (0,80 g)
    • Lemak (0,10 g)
    • Karbohidrat (12,30 g)
    • Kalsium (40,00 mg)
    • Fosfor (22,00 mg)
    • Zat Besi (0,60 mg)
    • Vitamin B1 (0,04 mg)
    • Vitamin C (27,00 mg)
    • Air (86,00 mg)
    • Hidrat arang (12,4 g).

    Kandungan lainnya dalam jeruk nipis adalah vitamin A, belerang, asam sitrat, glikosida, minyak atsiri (meliputi aldehid, aktilaldehid, linalin asetat, geranil asetat, dan kadinen. Selain itu jeruk nipis juga mengandung senyawa saponin dan flavonoid, yaitu hesperidin (hesperetin 7 rutinoside), tangeritin, naringin, eriocitrin, dan eriocitrocide.

    Itulah berbagai manfaat jeruk nipis, mulai dari mencegah berbagai penyakit dalam hingga menjaga kulit tetap kencang. Konsumsi jeruk nipis harus dibarengi pola hidup sehat, sehingga manfaatnya bisa diperoleh tubuh secara maksimal.

    (row/row)



    Sumber : food.detik.com

  • 11 Jamu untuk Turunkan Berat Badan, dari Kunyit Asem hingga Temulawak

    Jakarta

    Jamu dipercaya bisa menurunkan berat badan selain menerapkan pola hidup sehat. Beberapa jenis herbal yang biasa digunakan adalah kunyit asam dan temulawak.

    Keyakinan ini tentunya beralasan karena bahan-bahan jamu mengandung berbagai zat yang baik untuk metabolisme tubuh, mengendalikan kadar gula, dan menurunkan kolesterol. Berikut penjelasan lengkapnya.

    Jamu untuk Turunkan Berat Badan

    Bahan jamu tradisional untuk menekan berat badan ternyata tidak sulit ditemukan di lingkungan sekitar.


    1. Kunyit Asam

    Jamu kunyit asam dapat membantu mengendalikan kadar gula dan kolesterol dalam darah. Dengan manfaat ini, konsumsi kunyit asam bisa mengurangi risiko obesitas atau kegemukan.

    Mengutip buku Aneka Resep Jamu yang Baik untuk Kesehatan oleh Farhan Ghazi, rasa asamnya baik untuk metabolisme tubuh. Jadi, makanan tidak menumpuk begitu saja dalam sistem pencernaan.

    Sementara itu, kurkuminnya bisa membantu pergerakan otot sistem pencernaan. Hasilnya, gas dalam perut juga lebih mudah dihilangkan. Jamu kunyit asam disarankan untuk yang sering mengalami kembung.

    2. Galian Singset

    Galian singset sebetulnya adalah produk dari suatu pabrik jamu. Produk ini sudah lama beredar dan mendapat tempat di hati masyarakat yang ingin hidup sehat.

    Sesuai namanya, galian singset dapat membantu membuat tubuh ramping. Menurut buku Aneka Ramuan Jamu Tradisional untuk Kebugaran dan Kesehatan oleh Cahaya Novianti, kombinasi bahan alami di dalam jamu seperti kemuning, manggis, dan jati Belanda ini mampu menurunkan berat badan dan menjaganya tetap ideal.

    3. Madu dan Kayu Manis

    Madu dan kayu manis dikenal mampu membantu menurunkan berat badan. Mengutip laman Pemprov Jambi, madu mengandung gula alami yang bisa membantu mengendalikan rasa lapar dan menurunkan kadar gula dalam darah.

    Sementara itu, kayu manis dapat membantu meningkatkan metabolisme tubuh dan membakar lemak secara efektif. Sehingga, kamu bisa mencampurkan kedua bahan ini untuk membantu menurunkan berat badan.

    4. Lemon dan Jahe

    Lemon kaya akan vitamin C dan juga serat yang dapat membantu menghilangkan lemak dalam tubuh. Sementara jahe dapat membantu meningkatkan metabolisme tubuh dan membakar lemak dengan lebih efektif. Campurkan perasan lemon, jahe, dan air dan minum untuk membantu menurunkan berat badan.

    5. Teh Jeruk Nipis

    Jeruk nipis juga merupakan jamu tradisional untuk menurunkan berat badan. Cara membuatnya yaitu dengan mencampurkan 1 buah jeruk nipis, daun teh dan air. Campurkan semua bahan ini dan masukkan ke dalam air mendidih selama 30 menit.

    6. Fenugreek

    Menurut laman Healthline, bumbu rumah tangga yang berasal dari Trigonella foenum-graecum atau keluarga kacang-kacangan ini membantu mengendalikan nafsu makan dan mengurangi asupan makanan. Khasiat inilah yang membantu fenugreek menurunkan berat badan.

    Salah satu studi dari University of Minnesota, USA, pada 18 orang menunjukkan mereka yang mendapat 8 gram serat fenugreek setiap hari merasakan peningkatan rasa kenyang dan penurunan lapar. Hal sebaliknya terjadi pada kelompok kontrol.

    7. Ginseng

    Ginseng dapat membantu merangsang penurunan berat badan, menunda penyerapan lemak, dan memodifikasi pembentukan lemak. Menurut sebuah studi di tahun 2014 dari Department of Rehabilitation Medicine of Korean Medicine, mengkonsumsi ginseng Korea dua kali sehari selama 8 minggu dapat menurunkan berat badan secara terukur dan mengubah komposisi mikrobiota usus.

    8. Kunyit dan Jahe

    Perpaduan kunyit dan jahe juga bisa dikonsumsi untuk menurunkan berat badan. Seperti yang sudah dijelaskan, kunyit mengandung kurkumin yang dapat membantu meningkatkan metabolisme tubuh dan membakar lemak. Sementara jahe bisa meningkatkan sirkulasi darah dan membantu mengurangi rasa lapar.

    9. Teh Daun Jati Belanda

    Daun jati Belanda mengandung senyawa aktif yang bisa membantu mengurangi penyerapan lemak. Selain bisa dikonsumsi dalam jamu galian singset, kamu juga bisa mengkonsumsi daun jati Belanda dalam bentuk teh.

    10. Temulawak

    Temulawak mengandung karbohidrat yang bisa menjadi sumber energi alternatif bagi tubuh ketika diet. Karbohidrat dan kandungan zat lain dalam temulawak membantu tubuh merasa kenyang lebih lama.

    11. Ramuan Temukunci dan Daun Sirih

    Temukunci dan daun sirih berkhasiat melangsingkan tubuh. Cara membuat ramuan ini yaitu tubuh 20 daun sirih segar, 4 ruas rimpang temukunci dengan air matang, kemudian peras. Air perasan ini dapat diminum setiap pagi dan malam hari.

    Efek jamu untuk menurunkan berat badan biasanya baru dirasakan setelah konsumsi rutin. Herbal umumnya tidak berdampak buruk pada tubuh, kecuali yang dicampur bahan-bahan lain yang berbahaya.

    (row/row)



    Sumber : food.detik.com

  • 5 Rebusan Herbal untuk Asam Lambung, Bantu Ringankan Gejalanya


    Jakarta

    Asam lambung adalah kondisi ketika naiknya kadar asam lambung ke kerongkongan. Saat ini terjadi bisa menyebabkan gejala yang tidak nyaman, seperti dada yang terasa terbakar serta mulut yang asam.

    Jika kondisi asam lambung menjadi lebih parah dan terjadi terus-menerus dapat mengarah ke kondisi penyakit refluks gastroesofagus atau gastroesophageal reflux disease (GERD).

    GERD biasanya dapat diobati dengan obat-obatan medis yang dibeli di apotek. Seperti yang mengandung antasida, penghambat pompa proton, prostaglandin, atau sukralfat.


    Namun, ada pengobatan alami yang dapat mengurangi terjadinya asam lambung dan meringankan gejala yang ditimbulkan sebagaimana dilansir situs Medical New Today. Salah satunya dengan memanfaatkan rebusan herbal.

    Lantas, apa saja bahan herbal yang bisa digunakan sebagai rebusan untuk asam lambung?

    Rebusan untuk Asam Lambung

    Berikut beberapa bahan alami dan herbal yang dapat dimanfaatkan sebagai rebusan untuk asam lambung:

    1. Jahe

    Penelitian menunjukkan bahwa jahe bisa bantu mengatasi mual, muntah, dan gejala lainnya. Ini lantaran jahe bersifat antiinflamasi alami yang dapat mengurangi pembengkakan, iritasi pada kerongkongan, serta menghambat produksi asam lambung.

    Peneliti menyarankan untuk mengkonsumsi dosis harian jahe sekitar 1.500 miligram. Asupan jahe yang lebih tinggi dapat memiliki efek samping.

    Cara menggunakan jahe sebagai obat asam lambung bisa dengan merebusnya di dalam air atau merendamnya dalam secangkir air panas selama untuk diminum.

    2. Kunyit

    Kunyit mengandung senyawa kurkumin yang memiliki efek antiinflamasi yang tinggi. Dengan mengkonsumsi kunyit disebut bisa mengurangi peradangan pada kerongkongan dan lapisan perut.

    Untuk mengkonsumsinya sebagai obat asam lambung, kunyit dapat direbus dan diminum air rebusannya.

    3. Chamomile

    Menurut sebuah penelitian, chamomile memiliki efek menenangkan dan dapat bantu mengurangi peradangan. Chamomile yang dijadikan secangkir teh bisa meringankan gejala asam lambung atau GERD saat dikonsumsi setelah makan atau sebelum tidur.

    4. Akar Licorice

    Penelitian menyebut bahwa akar licorice mengandung senyawa yang dapat menghambat enzim yang terlibat dalam sekresi asam, yakni enzim H+ / K+ ATPase.

    Selain itu, licorice dapat melindungi kerongkongan dari kerusakan dengan meningkatkan aktivitas lendir. Lendir ini dapat bertindak sebagai penghalang asam di perut dan kerongkongan.

    Dengan begitu, akar licorice bisa dimanfaatkan sebagai rebusan untuk mencegah terjadinya asam lambung.

    5. Madu

    Hasil penelitian menunjukkan madu juga bisa meningkatkan lendir yang menjadi penghalang asam. Tak hanya itu, madu disebut dapat mempercepat penyembuhan pula.

    Madu dapat ditambahkan ke rebusan atau rendaman herbal, sehingga bisa bantu mengobati asam lambung dan kemungkinan rusaknya kerongkongan.

    (fds/fds)



    Sumber : food.detik.com