Ketika badan terasa panas atau demam, suhu tubuh berada di atas normal atau di atas 38 derajat celcius. Dalam kondisi ini, tubuh bisa kehilangan cairan dan menghabiskan energi lebih dari biasanya.
Saat demam, orang umumnya akan meminum obat medis untuk meredakannya. Namun, konsumsi buah-buahan tertentu juga bisa bantu meringankan gejala demam.
Dengan sejumlah kandungan nutrisi sehat yang dikandungnya, buah-buah ini membantu sistem imun untuk menyerang infeksi virus, kuman, dan bakteri penyebab demam. Serta mengganti cairan tubuh yang hilang.
Karena itu, buah-buahan dapat menjadi alternatif yang bagus untuk meredakan demam. Lantas, apa saja buah penurun panas yang bisa dikonsumsi?
Buah Penurun Panas
Berikut sejumlah buah yang bisa dimakan untuk bantu menurunkan panas.
1. Beri
Dilansir laman Eat This Not That, buah beri seperti stroberi, bluberi, raspberry, dan cranberry kaya akan serat dan vitamin C. Senyawa antosianin yang membuat warna-warni buah beri juga memiliki manfaat dalam melawan virus pernapasan dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh sehingga cocok dikonsumsi ketika demam.
2. Mangga
Saat demam, penting bagi tubuh untuk tetap terhidrasi. Buah seperti mangga direkomendasikan ketika mengalami kondisi tersebut karena memiliki kandungan air yang tinggi sehingga memberi hidrasi yang baik.
Biasanya orang juga mengalami masalah perut saat demam. Buah mangga yang empuk bisa dengan mudah dicerna oleh sistem pencernaan. Selain itu, mangga juga merupakan sumber vitamin C yang dapat memelihara daya tahan tubuh.
3. Kelapa
Mengutip Medical News Today, bagian kelapa yang bagus dikonsumsi ketika panas adalah airnya. Air kelapa bagus untuk menjaga tubuh agar terhidrasi. Ini karena air kelapa mampu bantu mengisi kembali cairan tubuh dan elektrolit penting yang hilang akibat demam.
Untuk meredakan panas, pastikan meminum air kelapa murni tanpa tambahan gula maupun perasa.
4. Buah Citrus
Buah citrus seperti jeruk, lemon, dan grapefruit mengandung flavonoid dan vitamin C dalam jumlah tinggi. Buah-buahan ini dapat mengurangi peradangan dan meningkatkan kekebalan tubuh sehingga bisa mengatasi demam.
5. Semangka
Menurut data pangan dari Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA), 100 gram semangka mengandung 91 persen air. Buah ini dapat mengurangi dehidrasi dan memenuhi kebutuhan cairan tubuh yang hilang akibat suhu badan yang meningkat. Semangka dapat dikonsumsi langsung atau dijadikan jus.
6. Tomat
Tomat tinggi akan vitamin B9 atau yang dikenal dengan folat. Kandungan vitamin ini bisa bantu menurunkan infeksi virus atau bakteri yang jadi penyebab demam. Tomat juga menyimpan kandungan magnesium yang bersifat antiinflamasi.
Itu dia sejumlah buah penurun panas yang dapat dikonsumsi ketika demam melanda.
Salah satu rintangan terberat saat diet adalah rasa ngidam untuk mengonsumsi makanan tertentu. Ahli diet ini bagikan cara mudah untuk menghindarinya.
Proses penurunan berat badan atau diet bisa dibilang cukup sulit bagi sebagian besar orang yang susah untuk mengontrol nafsu makan. Karena sering kali orang makan berlebihan tanpa mereka sadari sama sekali.
Banyak orang yang ingin diet tapi mengaku tak bisa berhenti makan bahkan ngidam makanan secara terus menerus. Hal ini bisa dibilang normal karena fase ini cukup sering dialami banyak orang.
Ini Cara Mudah Hindari Ngidam Makanan Berlebihan Saat Diet Foto: Ilustrasi iStock
Dilansir dari Mirror UK (18/12), salah satu ahli diet bernama Shayne Rowland kerap membagikan tips diet lewat akun TikTok miliknya @proflex.health.
“Ketika sedang ngidam makanan, biasanya ini terjadi karena tubuh kita mengirimkan sinyal untuk memberitahu kita bahwa mungkin ada sesuatu yang kurang,” jelas Shayne.
“Ini bisa jadi pertanda bahwa tubuh kurang tidur atau istirahat. Kita tahu bahwa ketika tubuh kurang tidur, akan menghasilkan hormon bernama ghrelin. Hormon ini bisa meningkatkan hormon lapar pada tubuh, sehingga kita merasa lapar dan ngidam makanan tertentu,” tutur Shayne.
Ini Cara Mudah Hindari Ngidam Makanan Berlebihan Saat Diet Foto: Ilustrasi iStock
Lebih lanjut Shayne menambahkan faktor yang sering memicu rasa ngidam adalah karena tubuh kita kekurangan cairan atau sedikit dehidrasi.
“Mungkin sebenarnya kita tidak merasa lapar tapi hanya butuh minum air putih saja. Karena sedikit saja tubuh mengalami dehidrasi bisa disalah artikan sebagai rasa lapar yang kemudian memicu ngidam makanan,” ungkapnya.
Agar rasa ngidam hilang saat diet, Shayne menekankan pentingnya mengonsumsi makanan yang kaya nutrisi, vitamin dan mineral untuk tubuh. Termasuk menyantap makanan yang kaya akan protein sehingga orang tidak mudah merasa lapar.
Ini Cara Mudah Hindari Ngidam Makanan Berlebihan Saat Diet Foto: Ilustrasi iStock
Rasa ngidam makanan bisa muncul walau sebenarnya tidak berkaitan pada makanan sama sekali. Sehingga Shayne menyarankan istirahat yang cukup.
“Jadi kalau kalian mengalami ngidam makanan tertentu, pastikan kalian meninjau hal-hal ini dulu sebelum memutuskan untuk langsung makan,” pungkasnya.
Di akhir video, Shayne menambahkan bahwa tidak masalah sesekali ngemil saat diet asal porsinya tidak berlebihan.
Air kelapa mengandung manfaat yang baik untuk tubuh. Kalorinya yang rendah cocok untuk menurunkan berat badan sekaligus menghidrasi tubuh.
Sama dengan minuman sehat lainnya, air kelapa juga memberikan manfaat untuk tubuh. Konsumsi air kelapa murni secara rutin dapat membuat khasiatnya lebih optimal.
Air kelapa mengandung elektrolit yang mampu menjaga keseimbangan cairan agar tubuh tetap terhidrasi. Air kelapa juga rendah kalori yang baik mengontrol berat badan.
Dilansir dari Vogue (14/5/2025), berikut 6 manfaat air kelapa menurut U.S. Department of Agriculture:
1. Tinggi Antioksidan
Air kelapa muda Foto: Getty Images/SrdjanPav
Zat antioksidan diketahui memiliki manfaat untuk menjaga sistem kekebalan tubuh. Antioksidan dapat dikonsumsi secara rutin sebab terkandung secara alami dalam bahan makanan dan minuman, seperti air kelapa.
Samantha Dieras, ahli diet, menjabarkan apa saja yang terkandung dalam air kelapa. Di antaranya ada asam amino, peptida antimikroba, karbohidrat, enzim, elektrolit, vitamin C, dan beberapa kandungan antioksidan.
Dilansit dari Verywellfit.com, (5/6/2024), dalam 240 mililiter air kelapa mengandung 44 kalori, 10,4 gram karbohidrat, dan 0,5 gram protein. Selain itu, terkandung juga 24,3 miligram vitamin C dan 404 miligram potassium.
2. Sumber Hidrasi
Air kelapa mengandung 95% air yang menjadikannya sebagai sumber hidrasi terbaik selain air putih. Asupan ini ocok dikonsumsi saat merasa haus atau kekurangan energi.
Dieras mengatakan air kelapa dapat mencegah dehidrasi yang disebabkan aktivitas sehari-hari maupun penyakit seperti diare. Namun, fungsi air kelapa hanya sebagai pendukung bukan pengganti menyeluruh.
3. Menurunkan Berat Badan
Air kelapa yang menyegarkan juga berpotensi sebagai minuman diet. Menurut Elizabeth Sharp, dokter dan pendiri Health Meets Wellness, air kelapa rendah kalori dan bebas lemak. Sehingga konsumsinya lebih disarankan dibandingkan dengan jus buah atau smoothies.
Dieras juga menjelaskan air kelapa tak mengandung pemanis buatan. Air kelapa dapat meningkatkan hidrasi sekaligus mengurangi rasa lapar.
4. Menyehatkan Pencernaan
Salah satu kandungan nutrisi yang ada di dalam air kelapa adalah magnesium. Mineral ini membantu meningkatkan kesehatan pencernaan pada usus.
Kandungan lain dari air kelapa yang menyehatkan sistem pencernaan adalah kalium. Dalam hasil penelituan ahli, dibuktikan minum air kelapa baik untuk meningkatkan metabolisme dan memulihkan bakteri usus yang sehat.
5. Sumber Elektrolit Alami
Air kelapa dikenal sebagai sumber elektrolit alami. Hal ini sangat membantu jika tubuh kehilangan banyak cairan, apalagi ketika berolahraga.
Elektrolit sendiri merupakan mineral bermuatan listrik yang larut dalam cairan tubuh. Sehingga ketika cairan tubug berkurang maka kadar elektrolit juga ikut terdampak.
Menurut Sharp, ketika tubuh mengeluarkan keringat yang banyak, air kelapa membantu menyeimbangkannnya. Elektrolit pada air kelapa di antaranya berupa natrium, kalium, dan magnesium.
6. Mencegah Batu Ginjal
Sharp juga menjelaskan air kelapa berpotensi baik dalam mencegah pembentukan batu ginjal. Batu ginjal dapat terbentuk ketika kalsium dan senyawa lain mengkristal dalam urine.
Hal ini telah diuji dalam sampel kecil yang menunjukkan air kelapa dapat mengurangi kemungkinan terbentuknya kristal karena meningkatnya kadar sitrat, kalium, dan klorida dalam urine.
Puasa sepanjang hari bisa membuat tubuh kehilangan banyak cairan. Karenanya, penting mengonsumsi minuman yang dapat menjaga hidrasi tubuh sepanjang hari, seperti 5 minuman ini.
Puasa Ramadan melibatkan seseorang lebih dari 12 jam tanpa makan atau minum. Oleh karena itu, tubuh bisa mengalami dehidrasi akibat kehilangan cairan, tetapi tidak bisa mengisinya kembali karena berpuasa.
Dalam kondisi seperti ini, penting bagi tubuh untuk memiliki pola makan dan gaya hidup yang sehat. Salah satu aspek penting yaitu memastikan tubuh terhidrasi sepanjang hari.
Dr Aftab Ahmed, konsultan senior di Rumah Sakit Apollo, Secunderabad merekomendasikan minuman-minuman sehat yang bisa dikonsumsi selama bulan Ramadan. Selain menawarkan nutrisi sehat, minuman pilihan ini juga bisa menjaga tubuh terhidrasi sepanjang hari.
Kandungan elektrolit tinggi dan mineral lain di dalam air kelapa bisa bantu tubuh terhidrasi. Foto: Getty Images/iStockphoto/PitchyPix
Minuman alami ini kaya elektrolit yang bisa mengisi kembali cairan dan mineral yang hilang selama puasa. Pasalnya, kandungan elektrolit dalam air kelapa lebih banyak dibandingkan air putih.
Minum air kelapa dapat menghidrasi tubuh, rendah kalori, dan menyediakan nutrisi penting lainnya, seperti kalium dan magnesium.
Penelitian yang disebut situs Only My Health juga meneliti kandungan karbohidrat dan elektrolit air kelapa. Mereka mengungkap air kelapa menunjukkan indeks rehidrasi dan respon glukosa darah yang sangat baik.
Air kelapa aman saja dikonsumsi sebagian besar orang jika diminum dalam batas wajar. Namun, sebaiknya jangan dikonsumsi oleh ibu hamil dan menyusui, pengidap tekanan darah tinggi, pasca operasi, maupun mengidap penyakit ginjal.
2. Jus semangka
Kandungan air tinggi di dalam jus semangka juga menjadi pilihan minuman hidrasi tepat. Foto: Getty Images/Moncherie
Opsi lain yang tidak kalah menyegarkan adalah jus semangka. Di dalamnya terdapat kadar air tinggi dan kandungan mineral sampai 90%.
Menurut data yang diunggah United States Department of Agriculture (USDA), semangka merupakan buah dengan kandungan air tinggi, vitamin, mineral, dan antioksidan yang menjadi pilihan tepat untuk menghilangkan dahaga dan mengisi kembali nutrisi.
Selain air dan mineral, di dalam jus semangka juga ada kandungan karbohidrat yang terdiri atas serat pangan. Kandungan tersebut membuat minum jus semangka mampu menambah energi atau menambah stamina.
Rekomendasi minuman yang mampu menghidrasi lainnya bisa dibaca pada halaman selanjutnya!
3. Infused water
Selain segar, infused water juga bisa menjaga hidrasi tubuh. Foto: Getty Images/Rocky89
Tidak hanya menyegarkan, tetapi infused water atau air putih yang diinfus dengan potongan buah atau bahan lain ini juga menjadi pilihan minuman yang menarik.
Karena dicampur dengan buah-buahan atau sayuran, infused water mengandung vitamin, mineral, antioksidan, dan elektrolit yang bermanfaat untuk tubuh.
Melansir rri.co.id, sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Nutrition and Metabolism menyatakan bahwa infused water mampu meningkatkan asupan cairan harian.
Hasil penelitian ini menemukan bahwa individu yang mengonsumsi infused water mengalami peningkatan hidrasi signifikan dibandingkan mereka yang hanya minum air biasa.
4. Susu
Minum susu juga menjadi pilihan tepat untuk hidrasi tubuh. Foto: Getty Images
Susu juga menjadi salah satu yang dapat memenuhi cairan tubuh. Sebab, susu mengandung 90% air sekaligus elektrolit dan natrium yang bisa membantu tubuh menahan lebih banyak cairan.
Menurut penelitian di Kanada tahun 2014 dalam jurnal “Applied Physiology, Nutrition, and Metabolism” yang dipublikasikan menemukan susu lebih baik ketimbang minuman isotonik kemasan atau air putih dalam hal menghidrasi tubuh saat ditempa panas matahari.
Di dalam susu juga terkandung protein, karbohidrat, dan sedikit lemak yang bisa membuat tubuh kembali berenergi dan bersemangat.
5. Hindari minuman mengandung gula dan kafein
Terlepas dari keempat minuman yang direkomendasikan sebelumnya, Dr Aftab Ahmed juga menyerukan menghindari minuman manis dan berkafein.
Minuman manis dengan banyak tambahan gula bisa menyebabkan lonjakan kadar gula darah dan menyebabkan energi menurun.
Begitu juga dengan minuman berkafein yang harus dikonsumsi secukupnya saat puasa. Sebab, jika berlebihan bisa menyebabkan dehidrasi dan mengganggu pola tidur.
Menjalani puasa dengan sehat membutuhkan perhatian ekstra terhadap asupan cairan dalam tubuh. Selama lebih dari 12 jam menahan haus dan lapar, tubuh kehilangan banyak cairan serta mineral esensial yang berperan dalam menjaga keseimbangan metabolisme.
Le Minerale, dengan kandungan mineral esensial alaminya, membantu menggantikan elektrolit yang hilang, menjaga keseimbangan cairan, serta membuat tubuh tetap segar dan berenergi sepanjang hari.
Minum Le Minerale saat sahur membantu tubuh tetap bertenaga lebih lama, sementara saat berbuka, membantu mengembalikan kesegaran setelah seharian berpuasa. Dengan asupan cairan yang cukup dan berkualitas, puasa terasa lebih ringan, tubuh tetap bugar, dan aktivitas harian tetap optimal.
Konsumsi air putih yang cukup setiap hari sangat penting bagi kesehatan. Sederhana namun esensial, ia merupakan sumber hidrasi utama tubuh.
Pasalnya, air membantu menjaga setiap sistem dalam tubuh berfungsi dengan baik. Simak fakta-fakta mengenai air putih di bawah ini.
1. Manfaat Minum Air Putih
Menurut Laporan Kesehatan Khusus Harvard Medical School tentang 6-Week Plan for Health Eating , mencatat bahwa air memiliki banyak fungsi penting. Berikut adalah manfaat dari air putih:
Membawa nutrisi dan oksigen ke sel-sel tubuh.
Membantu membuang bakteri dari kandung kemih.
Membantu pencernaan.
Mencegah sembelit.
Membantu menormalkan tekanan darah.
Sebagai bantalan sendi.
Melindungi organ dan jaringan.
Mengatur suhu tubuh.
Menjaga keseimbangan elektrolit (natrium).
2. Kebutuhan Air Putih Setiap Hari
Dilansir situs Harvard Health Publishing, kebanyakan orang membutuhkan sekitar 4-6 gelas air putih setiap hari. Aturan 4-6 gelas air putih per hari berlaku untuk orang yang umumnya sehat.
Hal tersebut juga tergantung pada sumber cairan lain seperti kopi, teh, jus, buah, dan sayuran. Makannya, jumlah asupan air putih setiap orang bisa berbeda-beda.
Pada dasarnya, asupan air bersifat individual, sehingga tidak ada jawaban yang cocok untuk semua orang.
Kebutuhan air individu bergantung pada kesehatan, seperti dilihat dari seberapa aktif dirinya dan iklim tempat tinggalnya. Kamu perlu berkonsultasi dengan dokter mengenai jumlah yang tepat dirimu.
3. Ciri-ciri Orang Kurang Minum
Jika seseorang tidak minum cukup air setiap hari, maka ia berisiko mengalami dehidrasi. Tanda-tanda peringatan dehidrasi seperti:
Urin berwarna kuning tua
Lemas
Tekanan darah rendah
Pusing
Kebingungan.
4. Akibat Kurang Minum Air Putih
Dehidrasi merupakan kondisi kekurangan air dalam tubuh. Umumnya, gejala dehidrasi meliputi sakit kepala, kelelahan, atau pusing.
Mengutip Cleveland Clinic, berikut adalah tanda keadaan tubuh jika kekurangan air:
Pada anak-anak:
Lidah kering dan bibir kering.
Tidak ada air mata ketika menangis.
Kurang dari 6 popok basah per hari (untuk bayi), dan tidak ada popok basah atau buang air kecil selama 8 jam (pada balita).
Titik lunak yang cekung pada kepala bayi Anda.
Mata cekung.
Kulit kering dan keriput.
Bernapas dalam dan cepat.
Tangan dan kaki dingin dan berbintik-bintik.
Sementara, untuk gejala dehidrasi pada orang dewasa mungkin termasuk:
Sakit kepala.
Kebingungan.
Kelelahan (fatique).
Pusing.
Lemas.
Mulut kering dan/atau batuk kering.
Denyut jantung tinggi tetapi tekanan darah rendah.
Kehilangan selera makan, tapi mungkin menginginkan gula.
Kulit memerah.
Kaki bengkak.
Kram otot.
Tidak tahan panas atau kedinginan.
Sembelit .
Kencing (urin) berwarna gelap (Kencing seharusnya berwarna pucat dan bening).
Cara terbaik mengatasi dehidrasi yaitu dengan minum sebelum merasa haus.
5. Waktu Terbaik Minum Air
Menurut laman WebMD yang telah ditinjau secara medis oleh Jabeen Begum, MD, berikut adalah waktu terbaik untuk minum air:
Ketika kita berpikir lapar.
Saat bangun tidur.
Sebelum, selama, dan setelah olahraga.
Kapan pun jika berkeringat.
Saat sedang sakit, seperti demam, muntah dan diare.
Ketika sedang ada di pesawat.
Sebelum makan.
Ketika ingin menurunkan berat badan.
Ketika mendapatkan pijatan atau sebelum pijat tubuh.
Minum air kelapa saat menghadapi puasa bisa memberikan manfaat tersendiri bagi tubuh. Terutama dalam menghidrasi tubuh.
Selain menghidrasi, air kelapa juga kaya akan berbagai nutrisi penting. Sari kelapa kaya elektrolit dan mineral, tapi rendah gula serta kalori. Untuk itu, ketahui manfaat minum air kelapa muda berikut ini.
Manfaat Air Kelapa Muda saat Puasa
Biasanya, air kelapa berasal dari kelapa muda yang berumur sekitar 6-7 bulan. Tapi, air kelapa juga bisa ada pada buah yang sudah matang.
Mengkonsumsi air kelapa saat berbuka atau sahur bisa jadi pilihan minum yang menyegarkan dan sehat. Berikut adalah beberapa manfaat minum air kelapa muda saat puasa:
1. Membantu Tubuh untuk Tetap Terhidrasi
Dilansir laman kesehatan WebMD, manfaat minum air kelapa saat buka puasa atau sahur akan membantu menghidrasi tubuh.
Pasalnya, air kelapa muda sendiri merupakan minuman alami yang kaya elektrolit (mineral dalam tubuh yang berfungsi menjaga keseimbangan cairan).
Sangat penting untuk tetap terhidrasi karena ini bisa menjaga sendi tetap terlumasi, mengatur suhu tubuh, menyalurkan nutrisi ke sel, hingga meningkatkan kualitas tidur dan suasana hati.
2. Punya Sifat Antioksidan
Hasil penelitian tahun 2016 oleh Geetha V, dkk, dari Central Food Technological Research Institute India, melakukan penelitian pada hewan dan menunjukkan bahwa air kelapa mengandung antioksidan. Kandungan tersebut bisa membantu mengubah radikal bebas sehingga tidak lagi menyebabkan kerusakan.
Dalam hal ini, saat terlalu banyak radikal bebas, tubuh akan memasuki kondisi stres oksidatif. Ini bisa merusak sel-sel dan meningkatkan risiko penyakit.
Meskipun telah ada beberapa penelitian mengenai manfaat ini, tapi penting dicatat kalau belum ada penelitian yang melibatkan manusia dan kekuatan antioksidan air kelapa sampai saat ini. Di mana, masing-masing penelitian pada hewan juga menggunakan dosis dan parameter yang berbeda.
3. Membantu Meningkatkan Fungsi Otot
Kandungan kalium pada kelapa merupakan mineral dan elektrolit penting yang dibutuhkan tubuh manusia untuk fungsi otot.
Minum air yang mengandung elektrolit bisa membantu mencegah dan mengurangi kram otot, terutama saat berolahraga.
Salah satu merek air kelapa yang terkenal bisa mengandung 509 miligram kalium dalam satu cangkir (atau sekitar 240 mililiter atau 8 ons). Jumlah tersebut setara dengan 15% dari nilai harian (DV) atau jumlah harian yang direkomendasikan untuk nutrisi ini.
Waktu Terbaik Minum Air Kelapa Saat Puasa
Kapan bagusnya minum air kelapa muda? Air kelapa muda saat puasa baik diminum pada waktu saat sahur, berbuka puasa, maupun setelah tarawih atau sebelum tidur.
Jadi, air kelapa muda bisa diminum kapan saja selama waktu berbuka sampai sahur. Tidak ada pedoman pasti mengenai berapa banyak air kelapa yang harus diminum. Namun, umumnya kamu bisa minum air kelapa 1-2 cangkir per hari.
Minum Air Kelapa yang Bagus
Air kelapa alami rasanya sedikit manis dengan sedikit rasa kacang. Akan lebih baik jika air kelapa segar langsung diambil dari buahnya.
Kamu juga bisa dengan mudah mendapatkan produk air kelapa di pasaran. Tapi, pastikan membaca bahan-bahannya untuk memastikan kandungan air kelapanya 100%. Pasalnya, beberapa merek air kelapa kemasan ada yang mengandung gula atau perasa tambahan.
Efek Samping
Perlu diingat juga, jangan konsumsi secara berlebihan agar tidak menyebabkan efek samping. Kadar kalium yang tinggi dalam air kelapa juga akan membantu menurunkan tekanan darah dengan menyebabkan kamu mengeluarkan lebih banyak natrium melalui urine.
Kalau sudah mengkonsumsi obat penurun tekanan darah, sebaiknya kamu perlu konsultasikan dengan dokter mengenai tentang berapa banyak air kelapa yang aman untuk diminum.
Bulan puasa bisa jadi momen yang tepat untuk diet. Puasa dari subuh hingga magrib membantu usaha penurunan berat badan jika dibarengi dengan tips diet ini.
Berpuasa di bulan Ramadan akan memudahkan diet karena tidak mengonsumsi makanan selama lebih dari 12 jam. Namun, di sisi lain, diet saat bulan puasa juga memiliki tantangan tersendiri karena banyak godaan makan yang datang setelah berbuka puasa.
Agar diet berhasil, ada beberapa tips diet yang bisa dilakukan ketika bulan puasa. Mulai dari mengurangi konsumsi kalori hingga minum air yang cukup.
Berikut 7 tips diet saat bulan puasa:
1. Kurangi konsumsi kalori
Kurangi kalori untuk membantu menurunkan berat badan. Foto: Ilustrasi iStock
Kunci diet menurunkan berat badan adalah mengurangi asupan kalori. Anda dapat mengurangi asupan 300-500 kalori per hari untuk menurunkan berat badan di bulan bulan puasa.
Kalori bisa dikurangi dengan mengurangi porsi makanan saat buka dan sahur serta tidak mengonsumsi camilan. Kunci diet menurunkan berat badan adalah mengurangi asupan kalori. Anda dapat mengurangi asupan 300-500 kalori per hari untuk menurunkan berat badan di bulan bulan puasa.
2. Pastikan asupan nutrisi terpenuhi
Walaupun kalori dikurangi, pastikan asupan nutrisi tetap terpenuhi dengan baik. Selama diet di bulan puasa tubuh tetap membutuhkan nutrisi yang cukup dan bergizi seimbang.
Pastikan nutrisi karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral tercukupi selama bulan puasa walaupun kalori dikurangi. Pilihlah makanan yang tinggi nutrisi dan rendah kalori. Serta perbanyak makanan yang mengandung serat dan protein seperti sayuran, buah-buahan, ikan, tahu, dan tempe.
3. Hindari makanan olahan
HIndari makanan olahan. Foto: Getty Images/iStockphoto/agrobacter
Hindari mengonsumsi makanan olahan seperti makanan cepat saji karena mengandung tinggi gula, garam, dan lemak. Makanan ini rendah nutrisi dan juga tinggi kalori yang dapat meningkatkan berat badan. Sebaiknya konsumsi makanan sehat saat sahur dan berbuka puasa.
Tips diet selama Ramadan ada di halaman selanjutnya.
4. Kurangi camilan saat buka
Aneka makanan dan minuman menggugah selera saat berbuka puasa. Namun, tahan diri agar tak mengonsumsi makanan tersebut secara berlebihan. Makanan-makanan ini tinggi gula yang dikaitkan dengan penambahan berat badan dan obesitas sehingga dapat menggagalkan diet.
5. Olahraga
Ilustrasi olahraga. Foto: Getty Images/Mixmike
Walaupun sedang di bulan Ramadan, luangkan waktu untuk tetap berolahraga. Berolahraga membantu diet di bulan puasa berjalan lebih efektif. Lakukan olahraga ringan di sore hari menjelang berbuka puasa atau di malam hari setelah berbuka maupun setelah salat tarawih.
6. Cukup istirahat
Istirahat yang cukup dikaitkan dengan program diet yang sukses. Di bulan puasa, pastikan Anda tetap tidur yang cukup 7-9 jam setiap hari. Jika perlu, tambah waktu tidur di siang hari untuk memenuhi kebutuhan istirahat.
7. Minum air yang cukup
Minum air putih yang cukup. Foto: Getty Images/KTStock
Asupan air juga harus terpenuhi selama bulan puasa. Asupan air yang cukup akan membantu menurunkan berat badan. Setiap orang dewasa disarankan mengonsumsi air minum 2 liter setiap hari. Di bulan puasa, bagi konsumsi air minum dalam beberapa waktu misalnya saat berbuka, setelah salat, menjelang tidur, sebelum sahur, dan sebelum imsak.
Walaupun berpuasa di bulan ramadan, penting menjaga tubuh terhidrasi. Ada beberapa cara dan tips yang bisa dilakukan guna menghindari dehidrasi saat puasa.
Menjalani ibadah puasa di bulan ramadan bukan berarti membiarkan tubuh kelaparan dan kehausan seharian penuh. Sebaik-baiknya menjalankan puasa ialah harus tetap memenuhi kecukupan nutrisi dan hidrasi tubuh.
Ada banyak saran yang diberikan oleh ahli gizi agar Muslim tetap dapat menjalankan puasa dengan lancar. Salah satunya memerhatikan hidrasi atau asupan air yang cukup untuk tubuh.
Agar tak dehidrasi walaupun tanpa minum seharian ada tips yang bisa ditiru. Mulai dari menghitung kebutuhan air minum hingga membagi sesi minum sejak berbuka hingga sahur.
Berikut ini 5 tips mencukupi kebutuhan cairan tubuh saat berpuasa di bulan ramadan:
Dalam upaya mencukupi kebutuhan hidrasi, penting untuk menghitung takaran konsumsi air mineral yang direkomendasikan. Foto: Getty Images/iStockphoto/Irina Kononova
1. Menghitung kebutuhan air
Kebutuhan air minum setiap individu sangat berbeda-beda. Salah satu faktor terbesarnya ialah perbedaan berat badan maupun jenis kelamin. Tentunya perbedaan ini dapat dihitung.
Melansir Indonesia Baik, ada beberapa cara untuk menghitung kebutuhan air baik dengan rumus Watson maupun rumus yang sederhana. Untuk sehari-hari orang awam dapat menghitung kebutuhan air minumnya dengan rumus Berat Badan x 30 mililiter air.
Hasil perhitungan tersebut adalah takaran sederhana yang harus dicukupi agar tubuh tak dehidrasi termasuk ketika berpuasa. Namun asupan air tak hanya semata-mata terhitung dari konsumsi air mineral saja tetapi juga datang dari makanan dan asupan lainnya.
2. Konsumsi makanan tinggi air
Dr. Kushal Bangar selaku ahli gizi berlisensi mengatakan ada beberapa cara memenuhi kecukupan air tubuh. Salah satunya mengandalkan asupan makanan tinggi air, terutama dari buah.
Saat menjalankan ibadah puasa, sempatkan untuk mengonsumsi buah tinggi air pada waktu berbuka maupun sahur. Seperti beberapa potong semangka atau mengonsumsi timun yang dapat dicampur dalam makanan.
Buah jeruk yang tak hanya tinggi air tetapi juga padat akan vitamin C-nya termasuk salah satu yang disarankan untuk dikonsumsi saat sahur. Alasannya kadar air dengan vitamin yang mengimbangi dapat membantu memperkuat imunitas selama berpuasa.
Tips mencukupi kebutuhan hidrasi saat berpuasa berlanjut di halaman berikutnya.
3. Hindari kafein
Ada beberapa kebiasaan yang dilakukan orang Indonesia baik saat sahur maupun berbuka puasa. Ialah mengonsumsi minuman berkafein seperti teh dan kopi dengan kepercayaan untuk mendorong energi.
Faktanya konsumsi teh dan kopi yang berlebihan saat bulan ramadan dapat mengganggu kelancaran puasa. Teh dan kopi memiliki kadar kafein yang bersifat sebagai diuretik sehingga mengeluarkan cadangan air dari dalam tubuh.
Konsumsi teh saat berbuka puasa masih boleh dilakukan, namun minum teh saat sahur tidak begitu dianjurkan. Sebagai alternatif, konsumsi teh dan kopi selama bulan ramadan dapat diganti menjadi seduhan minuman herbal.
4. Pilih minuman elektrolit saat berbuka
Selain air mineral, memilih minuman tinggi elektrolit juga dianjurkan saat berbuka puasa. Foto: Getty Images/iStockphoto/Irina Kononova
Mengutip MedlinePlus, elektrolit bukan sekadar minuman biasa tetapi juga mengandung muatan listrik. Elektrolit memiliki banyak pengaruh besar pada tubuh dalam mencegah terjadinya hidrasi.
Mulai dari mencukupi asupan air, mengendalikan pH dalam darah, hingga menjaga fungsi saraf dan otot. Minuman yang mengandung elektrolit artinya memiliki kandungan kalsium, klorida, magnesium, fosfor, potasium, dan sodium di dalamnya.
Banyak produk di pasaran yang menawarkan minuman tinggi elektrolit, biasanya minuman ini disarankan bagi pelaku olahraga namun juga cocok dikonsumsi ketika berpuasa. Misalnya seperti minuman isotonik atau air kelapa kemasan.
5. Membagi waktu minum
Cara paling mudah untuk mencukupi kebutuhan hidrasi selama bulan ramadan adalah dengan membaginya ke dalam 8 gelas air minum. Tetapi tidak semuanya harus dikonsumsi dalam waktu yang bersamaan.
Minum air mineral untuk mencukupi kebutuhan hidrasi harus dilakukan secara bertahap. Konsumsi air mineral yang terlalu banyak dalam satu waktu justru dapat membahayakan tubuh hingga risiko terparahnya adalah mengancam nyawa.
Saat berpuasa, membagi porsi air mineral dapat dilakukan 1 gelas setiap waktu. Satu gelas setelah bangun sahur, setelah makan sahur, saat berbuka puasa, setelah solat maghrib, setelah makan malam, setelah solat isya, setelah tarawih, dan sebelum tidur malam.
Banyak orang meninggalkan botol minuman di dalam mobil selama beberapa hari. Apakah air minum tersebut tetap aman dikonsumsi? Ini kata peneliti!
Sebagian orang menyimpan air putih di dalam botol minum untuk dibawa dengan mudah. Bahkan, botol minum tersebut kerap disimpan dalam mobil, bahkan sampai berhari-hari.
Botol minum yang disimpan dalam mobil ini bisa jadi panas karena terkena suhu udara. Tentunya ini bukanlah pilihan yang baik, apalagi jika air putih itu disimpan dalam botol minum berbahan plastik.
Dilansir dari Food NDTV (10/3), sebaiknya air dalam botol yang disimpan dalam mobil beberapa hari tidak lagi dikonsumsi karena bisa membahayakan kesehatan.
Bahaya penggunaan botol minum plastik
Sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal ‘Science of The Total Environment’ menyatakan bahwa air minum dalam botol plastik yang terkena panas dengan waktu lama dapat menyebabkan pelepasan bahan kimia berbahaya.
Penelitian lain juga turut menjelaskan bahwa produk plastik yang bersentuhan dengan air panas ini akan melepaskan triliunan jumlah nanopartikel per liter ke dalam air putih. Karenanya jika dikonsumsi dalam waktu lama dapat menyebabkan risiko kesehatan.
Tak hanya dari pelepasan nanopartikel ke dalam air, juga menyoal pertumbuhan bakteri. Bakteri ini bisa berasal dari air liur ketika kita meneguk air putih itu secara langsung.
Bakteri yang berkembang biak itu bisa menimbulkan risiko kesehatan pencernaan. Bisa menyebabkan masalah perut yang berujung diare.
Namun, ada beberapa cara yang penting diperhatikan jika ingin air putih tetap terjaga kualitas dan manfaatnya. Mulai dari pemilihan botol minum hingga cara menghidrasi tubuh yang tepat.
Berikut 6 tips menjaga hidrasi tubuh dengan baik:
1. Pemilihan Botol Minum
apakah bahaya minum dari botol minum plastik di dalam mobil? Foto: Getty Images/iStockphoto
Alih-alih menggunakan botol plastik, sebaiknya pilih botol minum yang berbahan baja tahan karat atau terisolasi. Botol minum ini biasanya juga cocok dijadikan sebagai termos.
Karena air yang dikonsumsi dapat bertahan dingin atau panas. Bahan baja juga lebih aman dari paparan panas dibandingkan botol minum plastik.
2. Atur Pengingat Hidrasi
Agar menjaga tubuh tetap terhidrasi dengan baik, penting untuk tidak melupakan waktu minum. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah mengatur pengingat hidrasi.
Langkah kecil seperti ini akan membantu tubuh terjaga hidrasinya. Cairan dalam tubuh tetap terjaga dan mencegah kelelahan akibat dehidrasi.
3. Buatlah Racikan Infused Water
apakah bahaya minum dari botol minum plastik di dalam mobil? Foto: Getty Images/iStockphoto
Selain air putih, bisa juga meracik air minum menjadi infused water. Bisa mencampurkan air putih dengan beberapa bahan makanan yang membuat rasanya lebih segar.
Buah-buahan segar seperti lemon, mentimun, dan aneka berry bisa menambahkan kesegaran. Apalagi buah-buahan yang mengandung vitamin C. Daun mint juga dapat ditambahkan, karena bisa meningkatkan rasa lebih segar.
Menurut TN Gov, infused water harus didiamkan minimal 4 jam, bisa juga semalaman. Harus simpan di dalam kulkas agar rasa buahnya meresap dan sensasinya dingin segar.
Tips lainnya bisa cek halaman berikut ini…
4. Jangan Tunggu Sampai Haus
Hidrasi tubuh tetap terjaga jika asupan air putih ke dalam tubuh sangat lancar. Oleh karena itu, jangan menunda waktu minum air atau menunggu sampai terasa haus.
Biasakan untuk minum air secara teratur. Anjurannya minimum 2 liter per hari dengan aturan minum setengah gelas air putih setiap 30 menit.
5. Pastikan Botol Minum Dekat dari Jangkauan
Agar minum air putih teratur setiap hari, pastikan botol dekat dari jangkauan. Terutama jika sedang berpergian, pastikan membawa botol minum sendiri.
Langkah satu ini akan memudahkan untuk minum air putih sepanjang hari. Ini juga dapat mendukung proses detoksifikasi alami pada tubuh.
6. Konsumsi Makanan Kaya Air
Selain air putih, hidrasi tubuh dapat terjaga dengan mengonsumsi makanan yang mengandung air tinggi seperti buah-buahan. Beberapa jenis buah diketahui mengandung air yang tinggi, salah satunya semangka.
Menurut Mayo Clinic, kandungan air pada semangka sekitar 92 persen. Tak mengherankan jika semangka dapat memberikan kesegaran saat cuaca panas terik.
Mengutip Bupa UK, buah lainnya yang mengandung air tinggi adalah jeruk sebanyak 86 persen, dan mentimun sebanyak 96 persen. Sementara, stroberi juga mengandung air tinggi sekitar 92 persen.
Menjaga tubuh tetap terhidrasi selama berpuasa sangat penting. Namun, ada beberapa makanan dan minuman yang justru memicu dehidrasi jika dikonsumsi saat sahur atau berbuka.
Dehidrasi terjadi ketika tubuh kehilangan lebih banyak cairan daripada yang diterima. Beberapa tanda dehidrasi yang perlu diwaspadai saat puasa. Seperti haus, mulut dan bibir kering, urine berwarna gelap dan berbau tajam, mudah lelah, pusing, atau lesu, dan frekuensi buang air kecil berkurang.
Agar tetap terhidrasi, penting untuk menghindari makanan dan minuman yang justru mempercepat hilangnya cairan dari tubuh. Berikut beberapa makanan dan minuman yang sebaiknya dihindari saat sahur dan berbuka, melansir Real Simple:
1. Makanan tinggi garam
Garam yang Berfungsi Melezatkan Makanan Foto: Getty Images/simarik
Garam memiliki efek diuretik yang membuat tubuh mengeluarkan lebih banyak cairan melalui urin. Konsumsi makanan tinggi garam saat sahur atau berbuka bisa membuat tubuh lebih cepat haus dan berisiko dehidrasi.
Beberapa makanan yang mengandung garam tinggi misalnya makanan olahan seperti sosis, nugget, daging asap, keripik, camilan asin, dan kacang berbalut garam. Kemudian ada juga makanan cepat saji seperti burger dan ayam goreng. Bahkan, kecap asin dan saus olahan yang tinggi sodium juga sebaiknya dihindari.
Sebagai alternatif, pilih makanan segar seperti sayuran, buah, dan lauk tanpa tambahan garam berlebihan.
2. Makanan tinggi gula
Gula dapat menarik cairan dari sel-sel tubuh dan membuat kita lebih cepat merasa haus. Selain itu, makanan manis bisa menyebabkan lonjakan energi yang cepat tetapi diikuti dengan rasa lemas setelahnya.
Saat sahur dan berbuka sebaiknya hindari minuman bersoda dan jus kemasan. Aneka kue, donat, hingga permen juga sebaiknya dihindari atau dikurangi. Sebagai alternatif, pilih buah segar seperti semangka, jeruk, dan melon yang mengandung banyak air serta serat alami.
3. Makanan ultra proses
makanan olahan. Foto: Getty Images/iStockphoto/Andrii Pohranychnyi
Makanan ultra proses mengandung kombinasi tinggi garam, gula, dan lemak yang bisa memperparah dehidrasi. Selain itu, makanan ini juga rendah kandungan air, sehingga tidak membantu menjaga hidrasi tubuh.
Contoh makanannya yakni mi instan dan makanan kalengan. Ada juga camilan kemasan seperti biskuit dan keripik, serta makanan beku siap saji.
4. Minuman berkafein dan berkarbonasi
Kafein memiliki efek diuretik yang meningkatkan frekuensi buang air kecil, sehingga tubuh lebih cepat kehilangan cairan. Minuman berkarbonasi juga dapat menyebabkan kembung dan tidak memberikan hidrasi yang optimal.
5. Sayuran diuretik
Beberapa sayuran, seperti asparagus dan seledri, bersifat diuretik alami yang dapat meningkatkan produksi urine dan menyebabkan hilangnya cairan lebih cepat. Pilih sayuran kaya air seperti mentimun, tomat, dan selada untuk menjaga hidrasi tubuh.