Tag: himalaya

  • 5 Manfaat Tambahkan Garam Himalaya ke Seduhan Kopi


    Jakarta

    Alih-alih menambahkan gula, kamu bisa menambahkan garam Himalaya pada seduhan kopi. Tambahan itu bisa membuat kopi lebih enak dan bermanfaat sehat.

    Garam Himalaya merupakan garam yang berasal dari pegunungan Himalaya. Garam ini memiliki warna merah muda yang cantik. Selain itu, manfaatnya pun banyak.

    Garam Himalaya dapat dicampurkan ke segala jenis makanan dan minuman. Salah satunya, kamu bisa menambahkan garam Himalaya ke seduhan kopi.


    Cara tersebut merupakan alternatif tambahan kopi yang lebih menyehatkan. Selain itu, tambahan garam Himalaya juga bisa mempengaruhi karakter rasa kopi.

    Dikutip dari For Wellness (23/12/22) berikut 5 manfaat menambahkan garam Himalaya ke seduhan kopi.

    1. Rasa kopi lebih nikmat

    Garam HimalayaGaram Himalaya Foto: iStock

    Banyak orang yang menyangka bahwa menambahkan garam ke seduhan kopi bisa membuat rasanya buruk. Faktanya, justru membuat rasa kopi jadi lebih nikmat.

    Apalagi kamu menambahkan jenis garam himalaya. Ion natrium dalam garam akan bersentuhan dengan kopi, sehingga memengaruhi rasa kopi di mulut.

    Dengan tambahan garam Himalaya, rasa pahit kopi akan berkurang karena garam mempengaruhi reseptor rasa pahit di lidah.

    2. Meringankan masalah pernapasan

    Racikan kopi campur lada hitamKopi campur garam Himalaya bisa melancarkan pernapasan. Foto: Getty Images/iStockphoto

    Garam Himalaya merupakan jenis garam yang paling murni. Di dalamnya mengandung mineral yang dapat diserap ke dalam tubuh.

    Mineral tersebut yang akan membantu mengatasi masalah pernapasan. Praktek ini telah dilakukan sebagai metode pengobatan pada zaman Yunani Kuno.

    Menambahkan garam Himalaya pada kopi akan meningkatkan pernapasan. Dengan begitu pernapasan jadi lancar dan terasa lebih segar.

    Simak Video ‘Mitos atau Fakta: Nutrisi Sayur Hilang Bila Dipanaskan’:

    [Gambas:Video 20detik]

    3. Membuat kulit lebih cerah

    Garam HimalayaGaram Himalaya Foto: iStock

    Kandungan mineral yang terdapat pada garam juga memberi manfaat pada kesehatan kulit. Misalnya, zinc yang akan berperan melawan jerawat serta memperbaiki jaringan yang rusak.

    Selain itu, juga ada kandungan belerang yang akan membantu menghidrasi kulit, membuat wajah lebih halus, dan bersih dari sebelumnya.

    Jika kamu mengalami infeksi kulit, yodium dan kromium pada garam Himalaya akan melawannya. Karenanya rutin mengonsumsi kopi yang dicampur garam Himalaya.

    4. Tidur lebih nyenyak

    Minum kopi bisa membawa kamu terjaga dan menyebabkan gelisah. Itu karena kamu tidak mendapatkan cukup natrium dalam seduhan kopi.

    Dengan menambahkan garam Himalaya justru akan membuat tidur menjadi lebih nyenyak. Kamu akan terhindar dari insomnia, gelisah, dan jantung berdebar.

    Selain itu, garam Himalaya berperan melawan emisi kortisol pada tubuh, sehingga mencegah terjadinya stres. Dengan begitu, kualitas tidur akan terjaga.

    5. Menurunkan berat badan

    Kopi Hitam Bikin Awet Muda dan Panjang UmurKopi campur garam Himalaya bisa membantu menurunkan berat badan. Foto: Getty Images/iStockphoto/naramit

    Menambahkan sejumput garam Himalaya ke seduhan kopi juga bisa membantu menurunkan berat badan. Berbeda dengan menambahkan garam biasa.

    Garam biasa akan membuat tubuh kamu mempertahan kelembabannya, sehingga menyebabkan perut jadi kembung setelah makan makanan yang asin.

    Sementara itu, garam Himalaya akan membantu tubuh mengeluarkan air yang tidak diinginkan. Ini akan membantu menurunkan berat badan.

    (raf/odi)



    Sumber : food.detik.com

  • Tips Memotret Sunset ala Fotografer Sandy Wijaya

    Sumba

    Sunset atau matahari terbenam selalu jadi momen yang memikat untuk diabadikan dengan kamera. Warna langit yang berubah-ubah, siluet yang dramatis, hingga bentuk matahari yang bulat sempurna, bisa jadi hasil foto yang menawan bila kita tahu cara mengaturnya.

    Fotografer Sandy Wijaya membagikan sejumlah tips sederhana agar hasil jepretan sunset terlihat maksimal, termasuk saat menggunakan kamera telefoto di Xiaomi 15T dan 15T Pro. Sandy membagikan tips ini saat berburu sunset di Bukit Wairinding, Sumba, Nusa Tenggara Timur untuk menjajal keandalan kamera di Xiaomi 15T dan 15T Pro.

    Perhatikan Pencahayaan

    Menurut Sandy, kunci utama dalam memotret sunset adalah mengatur exposure atau pencahayaan. Karena ada sumber cahaya langsung berupa matahari, fotografer perlu berhati-hati agar foto tidak tampak terlalu terang atau overexposure.


    “Kita perlu cek kompensasi biar nggak over. Intinya di exposurenya itu, biar mataharinya terlihat lebih bulat kita perlu atur kompensasinya. Kompensasi itu gunanya untuk mengimbangi cahaya,” ujar Sandy.

    Mengatur kompensasi pada kamera ponsel lazimnya dilakukan lewat slider yang muncul setelah kita menekan layar untuk mengatur titik fokus pada foto.

    Hasil Kamera Xiaomi 15THasil Kamera Xiaomi 15T Foto: detikINET/Anggoro Suryo Jati
    Hasil Kamera Xiaomi 15THasil Kamera Xiaomi 15T Foto: detikINET/Anggoro Suryo Jati

    Komposisi Sesuai Selera

    Soal komposisi, Sandy menekankan bahwa itu sepenuhnya kembali ke preferensi fotografer. Sunset bisa dikombinasikan dengan siluet orang, garis cakrawala, atau objek lain sesuai kreativitas. Namun yang terpenting tetap pencahayaan, supaya warna dan bentuk matahari lebih solid.

    Manfaat Lensa Telefoto di Xiaomi 15T Series

    Sandy juga menambahkan bahwa lensa telefoto punya banyak keuntungan untuk memotret sunset. Di Xiaomi 15T Pro, misalnya, sudah tersedia kamera telefoto 50 MP dengan 5× optical zoom dan OIS (Optical Image Stabilization).

    Fitur ini memungkinkan fotografer mengambil subjek jauh dengan detail, menghasilkan distorsi menarik untuk portrait, dan menghadirkan bokeh yang lebih natural.

    “Bokehnya halus sekali, nggak terasa seperti artifisial. Salah satu yang paling saya rasakan itu telefotonya dan bokehnya. Nanti pasti lebih solid warnanya,” jelas Sandy.

    Dengan lensa telefoto di 15T Series, fotografer bisa lebih bebas bermain perspektif. Subjek jauh dapat diambil dengan tajam, sementara efek zoom membantu membuat matahari terlihat bulat dan kontras warna langit lebih dramatis.

    Sandy Wijaya adalah fotografer otodidak yang mulai berkarya sejak 2001. Pada 2010, ia bergabung dengan Perhimpunan Amatir Foto, klub fotografi tertua di Indonesia. Perjalanannya kerap membawanya ke destinasi eksotis di Himalaya, Silk Road, hingga Asia.

    Hingga kini, Sandy telah menjelajah ke 92 negara, termasuk kawasan Timur Tengah, Amerika Latin, dan Eropa, demi memburu cahaya yang memikat serta budaya yang unik.

    (asj/rns)



    Sumber : inet.detik.com

  • 10 Gunung Tertinggi di Dunia, Nomor 1 Everest atau Bukan?

    10 Gunung Tertinggi di Dunia, Nomor 1 Everest atau Bukan?


    Jakarta

    Sering menjadi perdebatan kalau gunung tertinggi di dunia bukanlah puncak Everest, karena terdapat gunung lain yang lebih tinggi dibanding Everest. Namun, nyatanya takhta Everest sebagai gunung tertinggi di dunia belum terbantahkan.

    Everest memiliki ketinggian 8.849 meter. Meski begitu, jika dihitung dari dasar gunung, ada gunung lain yang lebih tinggi, seperti Mauna Kea di Hawaii yang mencapai 10.210 meter.

    Artikel ini akan membahas 10 gunung tertinggi dunia versi WorldAtlas. Cek selengkapnya!


    10 Gunung Tertinggi di Dunia

    1. Gunung Everest – 8.849 Meter (Nepal/Tibet – Cina)

    Gunung Everest, yang dikenal sebagai “Chomolungma” di Tibet dan “Sagarmatha” di Nepal, adalah puncak tertinggi di dunia. Terletak di perbatasan Nepal dan Tibet, gunung ini pertama kali didaki pada 29 Mei 1953 oleh Sir Edmund Hillary dan Tenzing Norgay. Pendakian Everest menjadi simbol pencapaian manusia dalam menaklukkan alam.

    2. K2 (Godwin-Austen) – 8.611 Meter (Pakistan/Cina)

    K2, yang dijuluki “Savage Mountain”, adalah gunung kedua tertinggi di dunia. Terletak di Pegunungan Karakoram, Pakistan, K2 terkenal karena medan pendakiannya yang ekstrem dan tingkat kesulitan yang tinggi. Pendakian pertama berhasil dilakukan pada 31 Juli 1954 oleh tim Italia yang dipimpin oleh Lino Lacedelli dan Achille Compagnoni.

    3. Kangchenjunga – 8.586 Meter (Nepal/India)

    Kangchenjunga, yang berarti “Lima Harta Emas Salju”, adalah gunung tertinggi ketiga di dunia. Terletak di perbatasan Nepal dan India, gunung ini memiliki puncak yang dianggap suci oleh penduduk lokal. Pendakian pertama berhasil dilakukan pada 25 Mei 1955 oleh Joe Brown dan George Band dari Inggris.

    4. Lhotse – 8.516 Meter (Nepal/Tibet – Cina)

    Lhotse, yang berarti “Saudara Everest”, terletak sangat dekat dengan Gunung Everest. Puncaknya pertama kali didaki pada 18 Mei 1956 oleh Ernst Reiss dan Fritz Luchsinger dari Swiss. Lhotse memiliki jalur pendakian yang lebih teknis dan curam dibandingkan Everest, menjadikannya tantangan tersendiri bagi para pendaki.

    5. Makalu – 8.485 Meter (Nepal/Tibet – Cina)

    Makalu memiliki puncak berbentuk piramida tajam. Pendakian pertama berhasil dilakukan pada 15 Mei 1955 oleh Lionel Terray dan Jean Couzy dari Prancis. Medannya yang curam dan cuaca ekstrem membuatnya sangat sulit didaki.

    6. Cho Oyu – 8.188 Meter (Nepal/Tibet – Cina)

    Cho Oyu dikenal sebagai salah satu gunung 8.000-an meter yang relatif lebih mudah didaki. Pendakian pertama dilakukan pada 19 Oktober 1954 oleh tim Austria yang dipimpin oleh Herbert Tichy. Gunung ini menjadi pilihan populer bagi pendaki yang ingin menguji kemampuan mereka di ketinggian ekstrim.

    7. Dhaulagiri I – 8.167 Meter (Nepal)

    Dhaulagiri berarti “Gunung Putih” dalam bahasa Sansekerta. Terletak di Nepal tengah, gunung ini pertama kali didaki pada 13 Mei 1960 oleh tim Swiss. Medannya yang curam dan suhu ekstrem membuatnya menjadi tantangan besar bagi para pendaki.

    8. Manaslu – 8.163 Meter (Nepal)

    Manaslu, yang berarti “Gunung Jiwa” dalam bahasa Sansekerta, terletak di Nepal bagian barat. Pendakian pertama dilakukan pada 9 Mei 1956 oleh tim Jepang. Gunung ini dikenal karena jalur pendakiannya yang panjang dan medan yang menantang.

    9. Nanga Parbat – 8.126 Meter (Pakistan)

    Nanga Parbat, yang berarti “Gunung Pembunuh”, terletak di barat daya Pegunungan Himalaya, Pakistan. Pendakian pertama berhasil dilakukan pada 3 Juli 1953 oleh Hermann Buhl dari Austria. Medannya yang ekstrem dan cuaca yang tidak menentu membuatnya menjadi salah satu gunung paling berbahaya untuk didaki.

    10. Annapurna I – 8.091 Meter (Nepal)

    Annapurna I terkenal memiliki tingkat kematian pendaki tertinggi di dunia. Pendakian pertama dilakukan pada 3 Juni 1950 oleh tim Prancis yang dipimpin oleh Maurice Herzog. Gunung ini dikenal karena jalurnya yang penuh risiko, dengan lereng curam, gletser, dan cuaca ekstrem yang sulit diprediksi.

    Dikutip dari Britannica dan USGS meski Everest nomor satu dari permukaan laut, ada gunung lain yang lebih tinggi jika dihitung dari dasar gunung:

    • Mauna Kea (Hawaii): 4.205 m di atas permukaan laut, tapi total dari dasar laut hingga puncak mencapai 10.210 m.
    • Mauna Loa (Hawaii): 4.170 m di atas permukaan laut, tapi dari dasar laut tinggi totalnya 9.170 m.

    Jadi, apabila diukur dari permukaan laut, Everest nomor satu tertinggi. Sedangkan jika diukur dari dasar gunung maka Mauna Kea bisa menyalip.

    Itulah daftar 10 gunung tertinggi di dunia jika diukur dari permukaan laut. Semoga bermanfaat ya detikers!

    Penulis adalah peserta program PRIMA Magang PTKI Kementerian Agama di detikcom.

    (nah/nah)



    Sumber : www.detik.com

  • Apakah Harimau dan Macan Sama?

    Apakah Harimau dan Macan Sama?


    Jakarta

    Harimau kerap diidentikkan dengan macan karena bentukan fisik dan karakter yang mirip. Keduanya juga berasal dari satu genus yaitu Panthera sp yang artinya harimau dan macan memiliki beberapa kesamaan.

    Namun, harimau dan macan kenyataannya berbeda meski keduanya nyaris sama. Dikutip dari Nature Safari India, berikut perbedaan harimau dan macan

    Beda Harimau dan Macan

    Berikut beberapa perbedaan fisik pada dua hewan pemuncak rantai makanan ini


    1. Nama ilmiah

    Harimau: Panthera tigris

    Macan: Panthera pardus

    2. Corak

    Harimau: belang kombinasi oranye dan hitam, ada yang putih tapi sangat jarang

    Kenapa Harimau Takut sama Kucing? Simak FaktanyaKenapa Harimau Takut sama Kucing? Simak Faktanya (dok. A G/Unsplash)

    Macan: tutul-tutul dengan kombinasi keemasan, coklat, dan hitam

    Evakuasi macan tutul di Sukasari, Kota Bandung.Evakuasi macan tutul di Sukasari, Kota Bandung (dok. Wisma Putra/detikJabar)

    3. Ukuran dan berat tubuh

    Harimau: dengan bobot bisa mencapai 300 kg adalah yang terbesar di genus Panthera sp

    Macan: bobot maksimal adalah 90 kg adalah yang terkecil di genus Panthera sp namun sangat lincah

    4. Jenis

    Harimau: tipe hewan ini terdiri dari Harimau Siberia, Bengal, Kaspia, Cina Selatan, Indochina, Malaya, Jawa, Bali dan Sumatra

    Macan: tipenya terdiri dari Macan Tutul Afrika, India, Jawa, Arab, Persia, Indochina, dan Sri Lanka

    5. Habitat

    Harimau: Asia Timur dan Selatan dalam hutan yang lebat

    Macan: Sub-Sahara Afrika, semenanjung Arab, Turki barat daya dan timur, kaki bukit Himalaya dan Asia Selatan di hutan, pegunungan, hingga gurun.

    Harimau dan tiger sama-sama kerap disebut tiger walaupun keduanya jelas berbeda. Meski begitu, keduanya sama-sama masuk kelompok hewan langka dan dilindungi karena nyaris punah.

    (row/fem)



    Sumber : travel.detik.com