Tag: jagung

  • 5 Makanan Ini Ternyata Lebih Sehat Jika Dikonsumsi Setelah Direbus


    Jakarta

    Banyak orang menyebut nutrisi sangat baik kondisinya saat makanan masih mentah. Tetapi ada beberaa makanan yang justru lebih bernutrisi setelah direbus matang.

    Pendapat bahwa nutrisi makanan akan lebih maksimal jika dikonsumsi dalam kondisi mentah masih dipercaya. Konon proses pemasakan dengan suhu tinggi membuat nutrisi di dalam sayuran, buah-buahan, dan makanan lainnya akan hilang.

    Tetapi ternyata tidak semua makanan justru bernutrisi dalam kondisi mentah. Ada beberapa sayuran yang justru disarankan untuk dikonsumsi setelah matang dengan sempurna.


    Secara khusus teknik memasaknya juga disebutkan dengan cara direbus. Agar tak salah lagi perhatikan beberapa bahan makanan yang lebih sehat setelah direbus ini.

    Baca juga: Paris Sorbet: Di Sini Bisa Menikmati 8 Jenis Sorbet Artisan Sepuasnya

    Berikut ini 5 makanan yang lebih sehat setelah direbus menurut Times of India:

    5 Makanan Ini Ternyata Lebih Sehat Jika Dikonsumsi Setelah DirebusKentang yang tinggi serat akan lebih baik dikonsumsi dengan cara direbus daripada digoreng atau mentah. Foto: Getty Images/iStockphoto/fermate

    1. Kentang

    Kentang memiliki tekstur yang keras dan bergetah saat mentah. Kandungan pati yang tinggi juga membuat kentang akan lebih mudah teroksidasi jika dibiarkan terkena udara ruangan dalam kondisi mentah.

    Kentang akan lebih menyehatkan jika dinikmati setelah direbus hingga teksturnya empuk dan matang hingga ke bagian terdalam. Sayuran yang termasuk sebagai alternatif pengganti karbohidrat ini memiliki kadar serat yang tinggi.

    Konsumsi karbohidrat melalui kentang lebih ampuh untuk menurunkan berat badan bagi pelaku diet. Hal ini lantaran rasa kenyang yang diberikan oleh kentang akan bertahan lebih lama.

    2. Telur

    Sebagai asupan protein yang paling mudah dan murah, telur banyak dikonsumsi untuk kebutuhan sehari-hari maupun bagi pegiat kebugaran. Beberapa orang bahkan percaya untuk menyantap telur ayam kondisi mentah agar mendapatkan khasiat terbaiknya.

    Faktanya telur yang mentah dapat meningkatkan risiko paparan salmonella yang masuk ke dalam tubuh dan menyebabkan keracunan. Merebus telur hingga matang menjadi cara terbaik untuk mendapatkan kualitas proteinnya.

    Telur rebus juga disarankan untuk dikonsumsi sebagai camilan sehat. Akibat kandungan protein yang tinggi, telur dapat memberikan rasa kenyang yang lebih lama.

    Makanan yang lebih sehat setelah direbus lainnya ada di halaman berikutnya.

    3. Daging Ayam

    Di banyak negara, termasuk Indonesia, ayam goreng jadi makanan favorit. Hampir setiap hari banyak orang yang tak bosan-bosannya memesan ayam goreng untuk dinikmati.

    Ternyata ayam akan lebih sehat jika dikonsumsi dalam kondisi direbus. Ayam yang direbus memiliki kadar kalori yang lebih rendah daripada ayam goreng.

    Mengingat adanya lemak trans pada ayam goreng dan efek samping konsumsi gorengan yang berlebihan sangat berbahaya untuk tubuh. Ayam rebus juga dapat membantu meningkatkan kesehatan dari usus besar.

    4. Jagung

    5 Makanan Ini Ternyata Lebih Sehat Jika Dikonsumsi Setelah DirebusManisnya jagung akan lebih berkhasiat jika dikonsumsi dengan cara direbus. Foto: Getty Images/iStockphoto/fermate

    Sayuran berwarna kuning yang manis rasanya ini bisa diolah menjadi banyak cara. Dicampur dalam sayuran seperti bakwan jagung, jagung bakar, atau bahkan sebagai komposisi dari sebuah hidangan sup.

    Tetapi menurut saran dari ahli gizi, jagung akan lebih sehat jika dikonsumsi dalam kondisi sudah direbus. Jagung rebus terbukti dapat membantu menurunkan beberapa risiko penyakit kronis.

    Konsumsi jagung rebus secara rutin cocok untuk mengatasi keluhan seperti penyakit jantung hingga diabetes tipe 2. Jagung bakar menjadi sajian yang paling tidak disarankan karena dikhawatirkan mengandung karsinogen yang dapat memicu kanker.

    5. Brokoli

    Brokoli seringkali disebut sebagai sayuran dengan bentuk unik yang banyak khasiatnya. Brokoli juga bisa diolah dengan berbagai cara baik direbus, ditumis, maupun dipanggang.

    Dari sekian banyak cara mengolah brokoli, ternyata cara terbaiknya adalah dengan merebus brokoli. Brokoli memiliki kandungan antioksidan yang tinggi.

    Jika dikonsumsi setiap hari brokoli rebus dapat membantu memperbaiki sel-sel tubuh yang rusak. Dampaknya penyakit seperti kanker dapat diminimalisir risikonya.

    (dfl/odi)



    Sumber : food.detik.com

  • Resep Tumis Jagung dan Wortel yang Kaya Nutrisi Untuk Lauk Bekal

    Jakarta

    Meskipun hanya berupa sayuran saja, tetapi tumisan ini kaya nutrisi dan renyah segar rasanya. Bisa jadi lauk untuk bekal yang memenuhi asupan nutrisi harian.

    Selain lauk berupa protein seperti ayam, daging atau seafood, sayuran bisa jadi pilihan tepat untuk lauk bekal. Selain murah juga mudah dibuat. Apalagi sayuran kaya akan nutrisi.

    Seperti wortel, jagung manis, jagung muda, buncis yang dimasak dengan bumbu bawang dan saus tiram. Rasanya gurih renyah dan sedikit manis. Meraciknya juga tidak sulit. Ikuti saja petunjuk resep di bawah ini.


    Resep Tumis Jagung dan Wortel

    Durasi Tingkat Kesulitan Porsi
    30 menit mudah 4
    Daerah Asal Masakan : Indonesia
    Kategori Masakan : sayuran

    Bahan Bahan

    • 1 sdm margarin
    • 2 siung bawang putih, cincang halus
    • 1/4 buah bawang bombay, iris tipis
    • 1 batang daun bawang, iris kasar
    • 1 buah wortel, iris tipis
    • 1 buah jagung manis, sisir bijinya
    • 5 buah jagung muda, mupas, iris kasar
    • 5 buah buncis.potong kasar
    • 2 sdm saus tiram
    • 1 sdm kaldu jamur
    • 1/2 sdt merica bubuk
    • 1 sdt garam
    • 150 ml air

    Cara Memasak:

    1. Panaskan margarin hingga leleh, tumis bawang putih dan bawang bombay hingga layu dan harum.
    2. Masukkan daun bawang, wortel, biji jagung manis dan buncis, aduk-aduk hingga layu.
    3. Bumbubi dengan saus toram, kaldu jamur, merica dan garam. Aduk hingga tercampur rata.
    4. Tuangi air, tutup wajan masak hingga sayuran lunak dan air susut.
    5. Angkat dan sajikan hangat.
    mitos mengonsumsi jagung manisJagung manis untuk tumis jagung dan wortel. Foto: Getty Images/iStockphoto

    Tips membuat tumis jagung dan wortel:

    1. Jika ada bisa ditambahkan udang kupas, ebi atau irisan ayam dan bakso.
    2. Sebaiknya masak sayuran hingga layu saja, jangan terlalu lama karena akan lonyot atau lembek teksturnya.

    Simak Video “Laura Wiramihardja, Co-founder Iki Koue
    [Gambas:Video 20detik]
    (odi/odi)



    Sumber : food.detik.com

  • Makan Jagung Manis Bikin Gendut dan Gagal Diet, Apa Iya?

    Makan Jagung Manis Bikin Gendut dan Gagal Diet, Apa Iya?


    Jakarta

    Jagung manis memiliki rasa manis renyah dan disukai banyak orang. Ternyata ada juga mitos mengonsumsinya, mulai dari tinggi lemak hingga gagalkan diet.

    Konsumsi jagung manis disukai banyak orang karena rasanya yang manis. Biasanya direbus atau dibakar, dibuat sup atau tumisan. Juga enak dibuat puding hingga bubur manis.

    Dilansir dari Eating Well (13/6), ada beberapa mitos terkait mengonsumsi jagung manis. Seperti jagung manis tinggi lemak hingga tinggi kandungan gula yang emngancam diet gagal.


    Berikut 5 mitos soal konsumsi jagung manis yang masih diyakini banyak orang:

    1. Tinggi Lemak

    mitos mengonsumsi jagung manismitos mengonsumsi jagung manis Foto: Getty Images/iStockphoto

    Beberapa orang mengira jagung mengandung banyak lemak. Padahal secara teknis jagung dianggap sebagai makanan rendah lemak, dengan kandungan lemak sekitar 1 gram per bonggol, menurut USDA.

    Jadi, kini tak perlu ragu lagi untuk mengonsumsi jagung. Karena, kandungan lemaknya rendah dan bisa dijadikan menu diet yang enak.

    Mitos jagung manis satu ini mungkin saja berlaku jika olahan jagung ditambahkan bahan-bahan berlemak. Seperti olesan mentega yang melimpah, keju dan beragam saus lainnya.

    2. Bikin Berat Badan Naik

    Mitos lainnya dari mengonsumsi jagung manis adalah bisa membuat berat badan naik. Hal ini dapat terjadi kalau olahan jagung itu memiliki jumlah kalori yang tinggi.

    Jika hanya mengonsumsi jagung manis polos saja, tak akan berdampak pada kenaikan berat badan. Karena 1 buah jagung itu hanya memiliki sekitar 122 kalori, mirip seperti apel, menurut USDA.

    Jagung manis juga mengandung serat hampir 3 gram yang bisa membuat kenyang lebih lama. Lalu ada pati resisten jagung, sejenis karbohidrat yang lambat dicerna yang terbukti membantu mengendalikan berat badan.

    3. Tinggi Gula

    mitos mengonsumsi jagung manismitos mengonsumsi jagung manis Foto: Getty Images/iStockphoto

    Disebut jagung manis, karena jenis jagung satu ini memang memiliki rasa manis yang alami. Namun, jika disebut tinggi guka adalah mitos. Karena, dalam satu buah jagung manis saja hanya memiliki 5 gram gula alami.

    Justru jagung dianggap sebagai makanan rendah glikemik, salah satunya karena kandungan seratnya. Karena dicerna dengan lambat, tidak akan menyebabkan lonjakan gula darah yang tidak sehat.

    4. Tak Memiliki Manfaat Kesehatan

    Jagung manis banyak disebut tak memiliki banyak manfaat kesehatan. Padahal, faktanya memiliki banyak sekali manfaat yang baik untuk tubuh.

    Menurut USDA, disebutkan kalau jagung manis mengandung lutein dan fitokimia. Selain itu, kandungan serat tidak larut dalam jagung juga memberikan makanan baik pada usus dalam mengatur kesehatan pencernaan.

    5. Bila Dimasak Kehilangan Nutrisi

    Mitos lainnya adalah memasak jagung manis justru akan kehilangan nutrisi yang terkandung di dalamnya. Faktanya, memasak jagung manis dapat meningkatkan manfaat nutrisinya.

    Menurut studi pada 2018 di Food Science and Human Wellness, menunjukkan bukti bahwa rutin mengonsumsi jagung dapat mengurangi risiko terkena penyakit kronis, seperti kardiovaskular dan diabetes tipe-2.

    (yms/odi)



    Sumber : food.detik.com