Tag: jeff bezos

  • Jeff Bezos Prediksi 2045 Jutaan Orang Tinggal di Luar Angkasa

    Jeff Bezos Prediksi 2045 Jutaan Orang Tinggal di Luar Angkasa


    Jakarta

    Jeff Bezos berpikir masa depan tampak cerah menurut pandangan futuristiknya. Sementara banyak kalangan pesimis memperingatkan bahwa kecerdasan buatan (AI) akan mengakhiri peradaban, pendiri Amazon dan Blue Origin ini mengatakan 20 tahun ke depan akan menjadi zaman keemasan.

    Menurutnya, 2045 akan menjadi zaman ketika manusia akan lebih bahagia, lebih kaya, dan hidup di luar Bumi sambil bekerja dengan jam kerja yang jauh lebih sedikit.


    “Saya tidak mengerti bagaimana orang yang masih hidup saat ini bisa berkecil hati,” ujar Bezos saat berbicara di acara Italian Tech Week 2025 awal Oktober, seperti dikutip dari The New York Post, Senin (20/10/2025).

    Ia juga menyatakan bahwa teknologi akan segera membawa umat manusia ke era ‘kelimpahan peradaban’. Bezos memperkirakan bahwa pada 2045, robot akan menangani berbagai pekerjaan berat manusia. Dan bagi banyak orang, kantor-kantor mungkin berada di luar planet.

    “Dalam beberapa dekade mendatang, saya yakin akan ada jutaan orang yang tinggal di luar angkasa. Begitu cepatnya percepatan ini,” ujarnya.

    “Mereka sebagian besar akan tinggal di sana karena mereka ingin. Kita tidak membutuhkan manusia untuk tinggal di luar angkasa,” tambahnya.

    Orang terkaya keempat di dunia ini mengatakan pekerjaan di Bulan dan wilayah luar angkasa lainnya akan jatuh ke tangan robot-robot dan mesin.

    “Jika kita perlu melakukan pekerjaan di permukaan Bulan atau di mana pun, kita akan dapat mengirim robot untuk melakukannya, dan itu akan jauh lebih hemat biaya daripada mengirim manusia,” prediksinya.

    Bezos menepis semua kesuraman yang melingkupi AI sejak munculnya ChatGPT, dengan mengatakan sejarah membuktikan penemuan baru selalu membuat hidup lebih baik, bukan lebih buruk.

    “Kelimpahan peradaban berasal dari penemuan-penemuan kita. Jadi 10 ribu tahun yang lalu, atau kapan pun itu, seseorang menemukan bajak, dan kita semua menjadi lebih kaya. Saya berbicara tentang seluruh peradaban, alat-alat ini meningkatkan kelimpahan kita, dan pola itu akan terus berlanjut,” yakinnya.

    Banyak ahli dan tokoh masyarakat memperingatkan bahwa AI dapat menyebabkan pengangguran massal, hilangnya kendali manusia, atau bahkan bencana eksistensial. Ketakutan ini diperkuat oleh penggambaran dalam film-film distopia dan beberapa pemimpin teknologi terkemuka.

    Bezos bukan satu-satunya raksasa teknologi di kubu yang berlawanan. CEO Tesla Elon Musk, orang terkaya di dunia saat ini yang perusahaan roketnya SpaceX menyaingi Blue Origin milik Bezos, meyakini manusia dapat mendarat di Mars pada 2028 dengan roket tak berawak yang meluncur ke sana paling cepat tahun depan.

    SpaceX, yang sekarang bernilai sekitar USD400 miliar, telah bekerja sama dengan NASA untuk mewujudkannya. Sementara itu, CEO OpenAI Sam Altman, yang ChatGPT-nya membantu memicu ledakan AI, mengatakan karier di bidang luar angkasa akan segera menjadi pekerjaan terpopuler.

    Ia berpikir bahwa dalam satu dekade, lulusan perguruan tinggi akan bekerja di beberapa pekerjaan yang benar-benar baru, menarik, dan bergaji sangat tinggi di orbit Bumi, dan menambahkan bahwa ia iri pada anak-anak muda yang karier awalnya tidak akan terlihat membosankan dan kuno seperti generasinya.

    Namun, tidak semua orang mempercayai kabar gembira antarplanet itu. Bill Gates mengatakan alangkah lebih baik jika para miliarder fokus memperbaiki kerusakan Bumi ketimbang menjajah planet lain.

    “Luar angkasa? Kita punya banyak hal yang harus dilakukan di Bumi,” ujar salah satu pendiri Microsoft ini saat berbicara di acara Late Night Show yang dipandu James Corden pada 2021.

    Meski begitu, Gates pun mengakui kebangkitan AI dapat memberi kesempatan baru bagi umat manusia. Ia memprediksi mesin akan membuat minggu bekerja begitu efisien sehingga jadwal bekerja dua hari bisa menjadi hal umum.

    “Jika Anda memperluas wawasan, tujuan hidup bukan hanya untuk melakukan pekerjaan,” kata Gates.

    (rns/fay)



    Sumber : inet.detik.com

  • Bukan Elon Musk atau Jeff Bezos, Ini Sosok Pemilik Tanah Terluas di Amerika!

    Bukan Elon Musk atau Jeff Bezos, Ini Sosok Pemilik Tanah Terluas di Amerika!



    Jakarta

    Tanah merupakan aset berharga karena luas lahan tidak akan bertambah, tetapi kebutuhannya dari tahun ke tahun meningkat. Oleh karena itu, banyak orang melabeli orang yang memiliki banyak tanah sebagai sosok yang memiliki banyak harta.

    Berbeda dengan properti, memiliki banyak tanah terkadang sulit untuk dilacak. Namun, di Amerika hal ini mudah dilakukan bahkan pihak swasta ada yang memantau penjualan dan kepemilikan tanah per tahunnya. Kira-kira siapa ya sosok tuan tanah dengan aset terbesar di Amerika Serikat?

    Land Report melaporkan pemilik lahan terbesar di Amerika Serikat bukan deretan orang terkaya di dunia seperti Elon Musk ataupun Jeff Bezos, melainkan Red Emmerson. Red dan keluarganya memiliki 2,5 juta hektar lahan di California, Oregon, dan Washington melalui perusahaan produk kayu mereka, Sierra Pacific Industries.


    Ia telah menduduki posisi teratas tersebut sejak 2021 ketika mereka mengakuisisi 175.000 hektar lahan di Oregon dari Seneca Timber Company. Dengan akuisisi tersebut, keluarga Emmerson melampaui kepemilikan Ketua Liberty Media, John Malone, yang memiliki 2,2 juta hektar lahan. Lalu menandingi jumlah aset Pendiri CNN, Ted Turner, yang memiliki lahan seluas 2 juta hektar di wilayah Tenggara, Great Plains, dan di seluruh wilayah Barat.

    Seneca Timber Company merupakan perusahaan produsen perkakas, jendela, kayu, dan energi terbarukan terbesar di Amerika. Sierra Pacific merupakan perusahaan produksi kayu swasta terbesar di negara ini, dengan 14 pabrik penggergajian kayu di California, Oregon, dan Washington.

    Profil Red Emmerson

    Sosok pemilik lahan terbesar di Amerika ini lahir di Grand Ronde, Oregon. Semula ia tinggal dan besar di Washington Timur, kemudian pindah ke California dan bekerja di industri kayu dan penggergajian kayu. Ia bergabung dengan mendiang ayahnya, Curly Emmerson, untuk mendirikan Sierra Pacific pada 1949.

    Menurut Forbes, perusahaan Seneca Timber Company go public pada tahun 1969, tetapi empat tahun kemudian mereka membeli saham mitra mereka dan menjadikannya perusahaan privat.

    Sierra Pacific memasuki generasi ketiga kepemilikan keluarga. Red Emmerson kini resmi menjadi ketua emeritus berdasarkan keputusan dari Komisi Pemilihan Umum Federal. Putra-putranya, George dan Mark, juga mendapatkan menjabat sebagai presiden perusahaan dan ketua atau kepala keuangan. Putri Emmerson Carolyn Dietz menjadi presiden yayasan filantropi Sierra Pacific, menurut situs web yayasan tersebut.

    Meskipun mengantongi label orang dengan koleksi lahan terbesar di Amerika, Emmerson tidak menduduki 10 orang terkaya di dunia. Ia hanya berada di peringkat 225 dan masuk dalam Forbes 400 dengan kekayaan US$ 5,7 miliar atau Rp 94 triliun.

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Raksasa Toko Online Akan Ganti 600.000 Karyawan dengan Robot

    Raksasa Toko Online Akan Ganti 600.000 Karyawan dengan Robot


    Jakarta

    Amazon, raksasa e-commerce asal Amerika Serikat, semakin gencar memperluas rencana automasinya. Bahkan perusahaan besutan Jeff Bezos ini kabarnya akan menggantikan ratusan ribu pekerja dengan robot.

    Menurut laporan New York Times yang dihimpun dari wawancara dan dokumen strategi internal, Amazon kabarnya akan mengerahkan robot untuk menggantikan lebih dari 600.000 orang yang seharusnya dipekerjakan di Amerika Serikat pada tahun 2033.

    Menurut laporan tersebut, dokumen internal menunjukkan rencana utama departemen robotik Amazon untuk mendorong automasi di lebih dari 75% semua operasi.


    Amazon berharap dapat menjual dua kali lipat produk pada tahun 2033. Jika mereka berhasil mengurangi rekrutmen hingga 160.000 orang pada tahun 2027, Amazon kabarnya akan menghemat 30 sen dolar untuk setiap item yang dikemas dan dikirimkan ke konsumen di AS, dengan total penghematan dari tahun 2025 sampai 2027 mencapai USD 12,6 miliar.

    Untuk mengantisipasi kritik terkait pengurangan lapangan kerja, Amazon sudah mempertimbangkan langkah-langkah untuk meningkatkan citranya sebagai ‘warga korporat yang baik’, dengan mengikuti proyek-proyek di komunitas dan menghindari istilah seperti ‘automasi’ dan ‘AI’.

    Eksekutif Amazon bahkan disarankan untuk menggunakan istilah yang samar seperti ‘teknologi canggih’. Mereka bahkan menimbang untuk menggunakan istilah ‘cobot’ yang menyiratkan hubungan kolaboratif antara robot dan manusia.

    Juru bicara Amazon Kelly Nantel mengatakan dokumen yang bocor ini hanya mencerminkan sudut pandang salah satu tim, dan tidak mewakili strategi rekrutmen Amazon untuk saat ini atau di masa depan.

    “Dokumen yang bocor sering kali memberikan gambaran yang tidak lengkap dan menyesatkan tentang rencana kami. Dalam budaya narasi tertulis kami, ribuan dokumen beredar di seluruh perusahaan pada waktu tertentu masing-masing dengan tingkat akurasi dan ketepatan waktu yang berbeda,” kata Nantel.

    “Kami sedang aktif merekrut karyawan untuk fasilitas operasional di seluruh negeri dan baru-baru ini mengumumkan rencana untuk mengisi 250.000 posisi untuk musim libur akhir tahun,” sambungnya.

    Kepada NYT, Amazon mengatakan bahwa para eksekutifnya tidak diinstruksikan untuk menghindari penggunaan istilah-istilah tertentu ketika merujuk pada proyek robotik, dan rencana keterlibatan di komunitas tidak terkait dengan rencana automasi.

    (vmp/vmp)



    Sumber : inet.detik.com