Tag: jus jambu

  • 5 Manfaat Jus Jambu Untuk Turunkan BB dan Pulihkan Pasien DBD

    5 Manfaat Jus Jambu Untuk Turunkan BB dan Pulihkan Pasien DBD


    Jakarta

    Jus jambu baik dikonsumsi bagi kesehatan tubuh. Selain dapat menurunkan berat badan, jus jambu juga terbukti bisa meningkatkan trombosit darah pada pasien DBD.

    Jus buah menjadi salah satu minuman sehat yang baik dikonsumsi. Buah jambu biji, terutama berwarna merah banyak dikonsumsi karena kandungan nutrisinya yang tinggi.

    Dilansir dari Pharmeasy (22/3), Dr. Smita Barode mengungkapkan kandungan nutrisi dalam 100 gram buah jambu. Di antaranya terdapat 56 kcal, 14 gram karbohidrat, 13 gram gula, 0,5 gram serat, 12 miligram sodium, dan 24 miligram vitamin C.


    Buah jambu ini bisa menjadi asupan harian karena memiliki kandungan air tinggi dan rendah lemak. Baik dikonsumsi saat diet untuk menurunkan berat badan, bahkan dapat meningkatkan trombosit darah pada pasien demam berdarah (DBD).

    Berikut 5 manfaat sehat mengonsumsi jus jambu:

    1. Menurunkan Berat Badan

    Delicious red guava juice alongside a slice of guava, in the background guavas and leaves on rustic woodjus jambu baik untuk diet Foto: Getty Images/iStockphoto/Murilo Gualda

    Jambu biji merupakan sumber vitamin, protein, mineral, dan serat makanan (pektin) yang baik. Kandungan nutrisi tersebut dapat membantu perjalanan makanan melalui usus.

    Jika mengonsumsi jus jambu juga mungkin dapat membantu meningkatkan penyerapan nutrisi dan mengatur metabolisme tubuh. Proses metabolisme inilah yang membantu tubuh kehilangan berat badan.

    2. Mengontrol Tekanan Darah

    Manfaat lain dari mengonsumsi jus jambu adalah mengelola tekanan darah tinggi. Sebuah studi oleh Thapthimthong pada 2016, menemukan bahwa jus jambu biji menurunkan detak jantung dan tekanan darah tinggi.

    Efek jus jambu biji ini mungkin disebabkan oleh nutrisinya seperti vitamin C, serat, potassium, dan senyawa lainnya. Oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa jus jambu biji dapat berdampak positif terhadap kesehatan jantung dengan menurunkan tekanan darah.

    3. Mengobati Pasien DBD

    Jus jambu biji juga sudah lama diketahui dapat mengobati pasien demam berdarah (DBD). Disebut efektif meningkatkan trombosit darah.

    Hal ini dikarenakan jambu biji mengandung zat aktif trombino. Zat tersebut dapat merangsang trombopoietin lebih aktif dalam meningkatkan produksi trombosit.

    4. Memperlancar Pencernaan

    Jambu biji juga diketahui kaya akan serat yang merupakan salah satu nutrisi terpenting. Serat ini membantu kesehatan sistem pencernaan dan mengurangi gejala sembelit.

    Kualitas antibakteri pada jus jambu juga membantu mengatasi gejala disentri atau diare. Manfaat ini dapat efektif dirasakan jika mengonsumsinya setiap hari secara rutin.

    5. Baik untuk Diabetes

    Jus jambu ini juga baik dikonsumsi untuk penderita diabetes, karena memiliki aktivitas penurun gula darah. Hal ini dapat mengurangi resistensi insulin pada penderita diabetes.

    Sebuah penelitian mengamati bahwa asupan jus jambu biji secara oral signifikan menurunkan kadar gula darah. Mereka menemukan bahwa komponen penting pada jus jambu, seperti flavonoid, quercetin, serat makanan pektin, asam ursolat, bertanggung jawab untuk mengatur kadar gula darah.

    Tak hanya itu, tapi memperlambat penyerapan glukosa dalam tubuh. Oleh karena itu, penderita diabetes dapat menggunakan jus jambu untuk mengelola gula darah yang tinggi.

    (yms/odi)



    Sumber : food.detik.com

  • Apa Benar Minum Jus Jambu Bisa Tingkatkan Trombosit Pasien DBD?


    Jakarta

    Pasien Demam Berdarah Dengue (DBD) kerap dianjurkan minum jus jambu untuk meningkatkan kadar trombosit agar cepat pulih. Apakah jus jambu benar-benar memiliki manfaat tersebut?

    Selain diberi obat, pasien DBD sering kali dianjurkan minum jus jambu biji karena diyakini dapat menaikkan kadar trombosit mereka yang rendah. Namun ternyata cara ini belum terbukti ampuh secara ilmiah.

    “Tidak ada bukti jambu biji dan angkak itu meningkatkan trombosit,” kata dokter spesialis penyakit dalam Soekamto saat dihubungi CNNIndonesia.com beberapa waktu lalu.


    Senada dengan Soekamto, dokter spesialis penyakit dalam Ari Sejati juga menyebut bahwa belum ada bukti kuat bahwa jus jambu mampu menaikkan trombosit.

    Hanya saja, ia tidak melarang pasien mengonsumsi jus jambu atau pengobatan herbal lain selama keduanya aman dikonsumsi.

    “Boleh dikonsumsi sebagai suplementasi, bukan sebagai obat utama. Yang utama cairan lewat infus dan pemantauan ketat,” imbuhnya dalam wawancara terpisah.

    Lebih lanjut, Soekamto menjelaskan dampak infeksi virus tidak sederhana. Infeksi tidak hanya melibatkan trombosit dan mekanismenya cukup kompleks.

    Infeksi demam berdarah mengakibatkan trombosit turun, leukosit turun, dan ada likuid plasma atau kebocoran pada pembuluh darah.

    Meski demikian, bukan berarti jus jambu biji sama sekali tidak memberikan manfaat. Jambu biji membantu pembentukan trombosit baru, serta membantu menghentikan pertumbuhan virus.

    Kemudian kandungan vitamin C, kalsium, dan mineral lain dalam jambu biji dapat membantu pemulihan dan meningkatkan kesehatan pasien DBD.

    Artikel ini sudah tayang di CNN Indonesia dengan judul Benarkah Jus Jambu Bisa Menaikkan Trombosit Pasien DBD?

    (yms/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • Apa Benar Minum Jus Jambu Bisa Tingkatkan Trombosit Pasien DBD?


    Jakarta

    Pasien Demam Berdarah Dengue (DBD) kerap dianjurkan minum jus jambu untuk meningkatkan kadar trombosit agar cepat pulih. Apakah jus jambu benar-benar memiliki manfaat tersebut?

    Selain diberi obat, pasien DBD sering kali dianjurkan minum jus jambu biji karena diyakini dapat menaikkan kadar trombosit mereka yang rendah. Namun ternyata cara ini belum terbukti ampuh secara ilmiah.

    “Tidak ada bukti jambu biji dan angkak itu meningkatkan trombosit,” kata dokter spesialis penyakit dalam Soekamto saat dihubungi CNNIndonesia.com beberapa waktu lalu.


    Senada dengan Soekamto, dokter spesialis penyakit dalam Ari Sejati juga menyebut bahwa belum ada bukti kuat bahwa jus jambu mampu menaikkan trombosit.

    Hanya saja, ia tidak melarang pasien mengonsumsi jus jambu atau pengobatan herbal lain selama keduanya aman dikonsumsi.

    “Boleh dikonsumsi sebagai suplementasi, bukan sebagai obat utama. Yang utama cairan lewat infus dan pemantauan ketat,” imbuhnya dalam wawancara terpisah.

    Lebih lanjut, Soekamto menjelaskan dampak infeksi virus tidak sederhana. Infeksi tidak hanya melibatkan trombosit dan mekanismenya cukup kompleks.

    Infeksi demam berdarah mengakibatkan trombosit turun, leukosit turun, dan ada likuid plasma atau kebocoran pada pembuluh darah.

    Meski demikian, bukan berarti jus jambu biji sama sekali tidak memberikan manfaat. Jambu biji membantu pembentukan trombosit baru, serta membantu menghentikan pertumbuhan virus.

    Kemudian kandungan vitamin C, kalsium, dan mineral lain dalam jambu biji dapat membantu pemulihan dan meningkatkan kesehatan pasien DBD.

    Artikel ini sudah tayang di CNN Indonesia dengan judul Benarkah Jus Jambu Bisa Menaikkan Trombosit Pasien DBD?

    (yms/adr)



    Sumber : food.detik.com