Tag: kabin mobil

  • Cara Kerja Airbag Mobil dan Pemicunya Mengembang



    Jakarta

    Mobil-mobil terkini sudah dilengkapi perangkat keselamatan berupa kantung udara atau airbag. Airbag berfungsi mereduksi benturan antara pengendara dengan kendaraannya ketika terjadi kecelakaan. Dengan adanya airbag, diharapkan pengendara maupun penumpang tidak mengalami cedera serius saat kecelakaan.

    Rata-rata mobil baru di Indonesia kini sudah dilengkapi airbag, minimal dual airbag untuk sopir dan penumpang depan. Bahkan ada yang lebih lengkap lagi sampai 7 buah airbag yang meliputi airbag untuk sopir, penumpang depan, airbag tirai, sampai jendela samping.

    “Fitur ini membantu melindungi pengemudi dan penumpang dari benturan dengan kabin mobil saat kecelakaan,” kata Yagimin, Chief Marketing Auto2000 dikutip dari keterangan tertulisnya.


    Airbag akan bekerja jika ECU airbag mengirimkan perintah yang dipicu oleh sensor yang diletakkan di beberapa titik terutama di bagian depan mobil. Sensor yang menerima gaya dalam jumlah besaran tertentu akan memberitahukan ECU bahwa mobil menerima tabrakan besar.

    Perintah dikirimkan ke Initiator yang akan membakar Propellant Gain & Enhancer sehingga menghasilkan gas yang akan mengembangkan airbag untuk melindungi penghuni kabin mobil. Proses dari benturan hingga airbag mengembang terjadi sangat cepat, tidak lebih dari 0,2 detik.

    Airbag tidak mengembang begitu saja. Airbag akan mengembang jika tingkat benturan di atas ambang yang ditentukan, biasanya pada kecepatan kendaraan sekitar 20-30 km/jam ketika menabrak frontal penghalang diam yang tidak bergerak seperti tembok.

    Airbag juga bisa mengembang saat mobil membentur sebuah obyek atau penghalang yang dapat bergerak jika tertabrak, seperti menabrak bagian belakang mobil lain di kecepatan 30 km/jam lebih.Termasuk benturan keras pada bagian samping dan bawah mobil, tergantung jenis airbag dan sensor yang dipasang.

    Mengingat kecepatan ledakan yang sangat tinggi, kontak penumpang dengan airbag dapat menyebabkan memar. Saat mengembang, airbag juga akan mengeluarkan asap putih. Tidak berbahaya, namun dapat menyebabkan sedikit iritasi pada mata atau kulit. Keadaan ini tetap lebih baik ketimbang tanpa airbag.

    (rgr/dry)



    Sumber : oto.detik.com

  • 5 Tips Agar Kabin Mobil Tidak Panas saat Parkir di Tempat Terbuka


    Jakarta

    Salah satu alasan kenapa banyak pemilik mobil yang enggan parkir di tempat terbuka karena menyebabkan suhu kabin terasa panas. Apalagi jika cuaca sedang terik, rasanya seperti ‘sauna’ di dalam mobil.

    Memang, suhu kabin yang panas bisa dihilangkan dengan menyalakan AC. Namun tetap saja suhu panas tak langsung hilang dengan cepat dan kamu bisa merasa gerah selama berkendara.

    Jika terpaksa memarkir mobil di tempat terbuka, ada sejumlah tips agar kabin mobil tidak panas. Apa saja tipsnya? Simak penjelasannya dalam artikel ini.


    Tips Kabin Mobil Tidak Panas saat Parkir

    Suhu kabin mobil yang sejuk akan membuat pengendara dan penumpang merasa nyaman selama di perjalanan. Namun jika suhu kabin panas, tentu akan merasa gerah sehingga mengganggu kenyamanan berkendara.

    Bagi detikers yang terbiasa memarkir mobil di tempat terbuka, ada beberapa tips agar kabin mobil tidak panas. Mengutip lama Hyundai Indonesia, berikut sejumlah tipsnya:

    1. Menggunakan Kaca Film

    Cara pertama adalah menggunakan kaca film yang memiliki kualitas baik, sehingga dapat membantu mengurangi sengatan matahari yang bisa masuk ke dalam kabin mobil.

    Kaca film berfungsi untuk menangkal intensitas cahaya dan suhu panas matahari yang masuk ke kabin. Cara ini cukup efektif agar penumpang maupun pengendara tidak merasa kepanasan di siang hari.

    2. Tutup Sunroof

    Beberapa jenis mobil memiliki sunroof atau panoramic sunroof. Saat di siang hari, cahaya matahari bisa masuk lewat sunroof sehingga membuat kabin mobil terasa panas.

    Untuk mengatasinya, kamu bisa menutup bagian visor dari sunroof sehingga tidak ada lagi cahaya matahari yang masuk ke kabin.

    3. Pasang Sun Shield

    Cara berikutnya adalah memasang sun shield atau penghalang matahari. Sun shield umumnya dipasang di kaca depan untuk meminimalisir cahaya dan suhu panas matahari masuk ke dalam kabin.

    Aksesoris ini bisa dibeli di toko-toko maupun lewat online. Harganya cukup beragam, tergantung dari ukuran dan model sun shield-nya.

    4. Buka Sedikit Kaca Mobil

    Apabila mobil diparkir di tempat terbuka, kamu bisa membuka sedikit kaca mobil agar kabin memiliki ventilasi udara, sehingga kabin tidak terasa pengap dan panas.

    Kalau mobil detikers memiliki talang air atau door visor, kamu bisa membuka kaca sedikit lebih lebar tapi jangan sampai melewati batas visor.

    Oh ya, pastikan kamu memarkir mobil di tempat yang aman. Sebab, kaca yang dibuka walau hanya sedikit tetap berisiko menjadi sasaran empuk maling.

    5. Menggunakan Cover Mobil

    Tips yang terakhir agar kabin mobil tidak panas saat diparkir adalah dengan menggunakan cover mobil. Penggunaan cover mobil dinilai lebih ampuh daripada memasang sun shield untuk mencegah panas dan cahaya matahari masuk ke kabin.

    Selain melindungi dari panas matahari, memasang cover mobil juga dapat melindungi kendaraanmu saat turun hujan sehingga tidak basah. Meski begitu, harga cover mobil jauh lebih mahal daripada sun shield.

    Demikian lima tips agar kabin mobil tidak panas saat diparkir di tempat terbuka. Semoga tips ini dapat membantu detikers!

    (ilf/fds)



    Sumber : oto.detik.com

  • Cara Bersihkan Mobil Setelah Terendam Banjir



    Jakarta

    Banjir melanda sejumlah wilayah di Jabodetabek. Banjir turut merendam beberapa kendaraan milik warga. Usai banjir melanda, pekerjaan membersihkan mobil dari bekas banjir menanti. Simak cara membersihkan kabin mobil setelah terendam banjir.

    Mobil yang terendam banjir tidak hanya mesinnya yang menjadi perhatian. Bagian interior juga harus segera dibersihkan. Jika tidak segera dibersihkan, bekas air dan lumpur banjir dapat membuat karpet mobil menjadi bau apek. Bahkan, lebih parahnya bisa menimbulkan karat di bagian bawah mobil.

    Cara Bersihkan Mobil Setelah Terendam Banjir

    Dikutip dari situs resmi Mitsubishi, untuk membersihkan kabin mobil, pastikan bagian kabin sudah kering, tidak ada lagi air yang menggenang di dalam kabin. Berikutnya, segera lepas semua karpet mobil dan bersihkan karpet dasar menggunakan air bertekanan dan sabun. Kemudian, keringkan dengan cara dijemur di bawah sinar matahari.


    Pembersihan untuk jok mobil juga perlu dilakukan. Agar lebih mudah pengeringannya, lebih baik jok dilepas dari kabin mobil. Sebab, bahan jok mobil cenderung mudah menyerap air sehingga tidak cukup hanya dikeringkan dengan hairdryer. Kalau keringnya jok tidak maksimal, maka bakal terasa lembab di bagian dalamnya. Jika menggunakan kain pelapis jok, perlu juga dilepas dan dicuci.

    Selain karpet dan jok, lepaskan juga doortrim pintu untuk memastikan semua bagian di baliknya dapat dibersihkan dengan maksimal. Pintu mungkin relatif mudah dibersihkan karena tidak banyak menyerap air.

    Perlu menjadi perhatian, dalam membersihkan kabin mobil dengan cara ini, pemasangan kembali harus dilakukan dengan sempurna. Pastikan juga kabel-kabel sudah kering dan kembali berada di posisi semula.

    Setelah melakukan pembersihan sendiri, sangat direkomendasikan mobil langsung dibawa ke bengkel resmi untuk dilakukan pembersihan dan pengecekan secara lebih detail.

    (rgr/dry)



    Sumber : oto.detik.com

  • Bikin Merinding! Ini Penampakan Evaporator AC Avanza Setelah Berumur 8 Tahun



    Jakarta

    Evaporator merupakan salah satu komponen penting dalam sistem pendinginan (AC) di mobil. Maka itu komponen ini perlu dirawat secara berkala setiap 6 bulan sekali. Lalu seperti apa penampakan evaporator AC mobil yang sudah berumur 8 tahun ya?

    Mengutip website Auto2000, evaporator AC mobil bekerja dengan cara menyerap udara panas yang ada di dalam kabin, lalu mengubahnya menjadi udara sejuk alias dingin.

    Caranya, evaporator bekerja dengan menyerap panas yang dibawa udara. Lanjut blower AC akan mengalirkan udara hangat ke evaporator, di mana udara tersebut kemudian bersentuhan dengan refrigerant yang bersuhu rendah. Akibatnya, udara menjadi lebih dingin sebelum akhirnya disalurkan kembali ke dalam kabin.


    Seiring penggunaan, evaporator AC bisa mengalami penurunan kinerja, bahkan hingga berlendir. Disitat dari situs bengkel spesialis AC mobil, Rotary Bintaro, evaporator yang berlendir bisa membuat AC mobil tidak sejuk lagi.

    Penurunan kinerja AC mobil karena evaporator itu juga dialami tim detikOto yang memiliki Toyota Avanza Veloz lansiran 2017. Setelah berumur 8 tahun, evaporator AC mobil Avanza tampak berlendir parah, juga korosi.

    Ada beberapa faktor yang bikin evaporator berlendir, mulai dari kelembapan berlebih. Kelembapan tinggi di dalam kabin mobil dapat menyebabkan kondensasi berlebihan pada evaporator. Selain itu filter kabin yang kotor atau tersumbat juga dapat menghambat aliran udara, menyebabkan kelembapan menumpuk pada evaporator.

    Sebab lainnya bisa karena kebocoran refrigeran. Kebocoran refrigeran atau freon bisa mengubah suhu dan tekanan dalam sistem, mempengaruhi kinerja evaporator. Kemudian selanjutnya adalah faktor drainase tidak lancar. Sistem drainase yang tersumbat atau tidak berfungsi dengan baik dapat menyebabkan penumpukan air pada evaporator.

    Jika kondisinya sudah parah karena lendir dan korosi, hingga rusaknya kisi-kisi pada bagian evaporator, maka mau tidak mau komponen evaporator AC mobil itu harus segera diganti baru. Pengalaman detikOto, untuk mengganti evaporator original Avanza 2017, perlu merogoh kocek hingga Rp 1,9 juta.

    (lua/dry)



    Sumber : oto.detik.com

  • Mengintip Kabin Mobil Listrik Jaecoo J5 EV, Mewah dan Modern

    Mengintip Kabin Mobil Listrik Jaecoo J5 EV, Mewah dan Modern



    Jakarta

    Jaecoo mengajak sejumlah media untuk merasakan langsung performa mobil listrik terbaru mereka dalam test drive singkat, Bekasi-Bogor, belum lama ini. Salah satu hal yang ditonjolkan adalah interior Jaecoo J5 EV, yang mewah dan berbalut teknologi modern.

    Begitu masuk ke kabin, kesan premium langsung terasa. Interior Jaecoo J5 EV didominasi material soft touch di hampir seluruh permukaannya. Kemudian, disempurnakan oleh aksen metal dan ambient light yang elegan. Sebagai catatan, unit yang dites merupakan Jaecoo J5 EV varian tertinggi, yakni premium.

    Nuansa futuristis juga hadir di mobil ini berkat layar sentuh besar berukuran 13,2 inci di tengah dasbor, yang berfungsi sebagai pusat kendali seluruh fitur kendaraan mulai dari pengaturan AC, audio, hingga sistem navigasi. Tersedia pula fitur konektivitas Apple Car Play yang bisa dioperasikan secara nirkabel, juga ada wireless charging daya 50 watt.


    Jaecoo J5 EVJaecoo J5 EV Foto: Luthfi Anshori/detikOto

    Selain itu, Jaecoo J5 EV juga dilengkapi panel instrumen full digital di balik kemudi dengan tampilan grafis yang tajam juga mudah dibaca. Sayangnya, dimensinya terlalu kecil, sehingga butuh pembiasaan.

    Bicara kemudi, mobil ini menggunakan setir flat-bottom berbalut kulit, memberikan kesan sporty sekaligus ergonomis. Tak ketinggalan, terdapat pengisian daya nirkabel ganda, port USB di setiap baris, serta sistem audio premium yang memanjakan telinga.

    Soal kenyamanan, Jaecoo J5 EV dibekali kursi elektrik dengan fitur pemanas dan ventilasi, lengkap dengan memori posisi untuk pengemudi. Ruang kaki di baris kedua terasa lega, sementara atap panoramic berukuran besar menambah kesan lapang di dalam kabin.

    Jaecoo J5 EVJaecoo J5 EV Foto: Luthfi Anshori/detikOto

    Interior Jaecoo J5 EV juga cukup clean lantaran mengurangi kehadiran tombol fisik. Artinya, sebagian besar pengaturan mobil dioperasikan melalui layar sentuh di tengah. Tapi jangan khawatir, konsumen tetap dimudahkan dengan dukungan fitur perintah suara (voice command) yang sudah bisa berbahasa Inggris dan Indonesia.

    Dengan desain elegan dan teknologi canggih, Jaecoo J5 EV menyasar konsumen yang mencari kombinasi antara kemewahan, kenyamanan, dan gaya hidup modern. Mobil ini resmi dijual di Indonesia dengan harga pre-booking mulai Rp 350 juta untuk varian Standard dan Rp 450.000.000 untuk varian Premium.

    Jaecoo J5 EVJaecoo J5 EV Foto: Istimewa

    (lua/rgr)



    Sumber : oto.detik.com